• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perlindungan terhadap Korban sebagai Penyeimbang Asas Legalitas

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Perlindungan terhadap Korban sebagai Penyeimbang Asas Legalitas"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

“…..bahwa suatu perbuatan yang menurut hukum yang hidup harus dianggap perbuatan pidana , akan tetapi tiada bandingnya dalam KUHP sipil , maka dianggap diancam dengan hukuman

Urgensi asas legalitas dalam pembaharuan hukum pidana di Indonesia, yaitu: asas legalitas yang dianut di Indonesia tidak bersifat absolut karena adanya ketentuan Pasal 2

Undangan. Adanya asas legalitas menjadi sebuah kelemahan ketika ada suatu tindak pidana yang belum terdapat aturannya, dalam hal ini narkotika jenis baru yang

“ Bahwa perbuatan pidana adalah suatu perbuatan yang oleh suatu aturan hukum pidana dilarang dan diancam dengan pidana bagi barang siapa yang melanggar larangan tersebut .”.

Noyon-Langemeijer berpendapat bahwa Pasal 1 ayat (1) KUHP menekankan pada asas, bahwa tidak ada suatu perbuatan yang dilarang atau diharuskan kecuali hal tersebut

Secara teoritis asas legalitas terdiri dari dari dua jenis, yaitu: pertama , asas legalitas formal menetapkan dasar untuk menentukan suatu perbuatan bersifat melawan hukum

Hal ini bertentangan dengan Pasal 2 ayat (1) merupakan asas legalitas materiel, yang menghendaki bahwa meskipun suatu perbuatan tidak diatur dalam peraturan

Dari beberapa perbedaan makna dari asas legalitas sebagai mana tersebut diatas, dapat disimpulkan bahwa pada prinsipnya makna asas legalitas: pertama, tidak