• Tidak ada hasil yang ditemukan

Buku Guru LINGKUNGAN SMALB-AUTIS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "Buku Guru LINGKUNGAN SMALB-AUTIS"

Copied!
352
0
0

Teks penuh

  • Pengajar:
    • Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
  • Sekolah: Sekolah Menengah Atas Luar Biasa
  • Mata Pelajaran: Lingkungan
  • Topik: Buku Guru Lingkungan SMALB-AUTIS
  • Tipe: buku
  • Tahun: 2014
  • Kota: Jakarta

I. PENDAHULUAN

Bagian ini menjelaskan latar belakang pentingnya pendidikan bagi anak autis, yang memiliki gangguan perkembangan kompleks dalam komunikasi, interaksi sosial, dan perilaku. Penekanan pada pengembangan potensi adaptif anak autis adalah kunci, dengan fokus pada keterampilan pribadi, sosial, dan kognitif. Kurikulum pendidikan khusus untuk SMALB dirancang untuk memenuhi kebutuhan unik anak autis, dengan penekanan pada penguasaan kompetensi yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Metode pembelajaran yang digunakan harus mengedepankan pengulangan, kekonkritan, dan kesinambungan.

1.1. Latar Belakang

Latar belakang menjelaskan bahwa anak autis seringkali tidak dapat belajar di sekolah reguler dan memerlukan pendekatan pendidikan yang khusus. Penekanan pada perbedaan antara anak autis dan anak dengan retardasi mental menjadi penting untuk memahami kebutuhan pendidikan mereka. Oleh karena itu, layanan pendidikan harus dirancang untuk mengembangkan keterampilan yang dapat membantu anak autis berfungsi secara mandiri dalam masyarakat.

1.2. Ruang Lingkup

Ruang lingkup buku ini mencakup empat sub tema yang relevan dengan kehidupan sehari-hari anak autis, yaitu lingkungan rumah, lingkungan sekitar rumah, lingkungan sekolah, dan lingkungan sekitar sekolah. Setiap sub tema dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang kontekstual dan bermakna bagi siswa.

1.3. Pengembangan Materi

Pengembangan materi pembelajaran pada tema lingkungan mencakup aspek sikap, keterampilan, dan pengetahuan. Keterampilan yang dikembangkan meliputi pengamatan, komunikasi, dan kerja kelompok, sementara pengetahuan mencakup pemahaman tentang tata tertib dan hidup bersih. Hal ini bertujuan untuk membentuk karakter dan keterampilan sosial siswa.

1.4. Karakteristik Autistik

Karakteristik autistik diuraikan untuk memberikan pemahaman yang lebih baik tentang kebutuhan siswa. Ciri-ciri seperti kesulitan dalam komunikasi, interaksi sosial, dan perilaku menjadi fokus dalam pengembangan kurikulum. Memahami karakteristik ini penting untuk merancang strategi pembelajaran yang sesuai.

1.5. Karakteristik Tematik

Pembelajaran tematik diusulkan sebagai pendekatan yang efektif untuk anak autis, karena dapat mengaitkan berbagai kompetensi dasar dalam satu tema yang relevan dengan kehidupan mereka. Hal ini membantu siswa untuk memahami konsep secara holistik dan tidak terpisah-pisah.

1.6. Integrasi Nilai-nilai Pendidikan Karakter

Integrasi nilai-nilai pendidikan karakter dalam pembelajaran bertujuan untuk membentuk sikap positif pada siswa. Sikap seperti disiplin, tanggung jawab, dan kerjasama menjadi fokus dalam setiap kegiatan pembelajaran, sehingga siswa dapat menginternalisasi nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

II. MODEL-MODEL PEMBELAJARAN

Bagian ini membahas berbagai model pembelajaran yang dapat diterapkan untuk anak autis, termasuk model pembelajaran langsung, kooperatif, berbasis masalah, dan kontekstual. Setiap model memiliki karakteristik dan pendekatan yang berbeda, namun semua bertujuan untuk meningkatkan keterlibatan siswa dan memfasilitasi proses belajar yang efektif.

2.1. Model Pembelajaran Langsung

Model pembelajaran langsung menekankan pada penguasaan konsep dengan pendekatan deduktif. Dalam model ini, guru berperan sebagai penyampai informasi, menggunakan media yang sesuai untuk membantu siswa memahami materi. Meskipun efektif, model ini harus digunakan dengan hati-hati agar tidak mengabaikan kebutuhan individual siswa.

2.2. Model Pembelajaran Kooperatif

Model pembelajaran kooperatif mendorong siswa untuk bekerja dalam kelompok kecil, sehingga mereka dapat saling belajar dan mendukung satu sama lain. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan motivasi tetapi juga keterampilan sosial siswa. Penting untuk menciptakan lingkungan yang saling ketergantungan positif di antara anggota kelompok.

2.3. Model Pembelajaran Berbasis Masalah

Pembelajaran berbasis masalah melibatkan siswa dalam memecahkan masalah nyata, yang meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan kreatif. Dalam model ini, siswa didorong untuk aktif mencari informasi dan menerapkan pengetahuan mereka dalam konteks yang relevan. Ini membantu siswa untuk terlibat lebih dalam dalam proses belajar.

2.4. Strategi Pembelajaran Kontekstual

Pembelajaran kontekstual mengaitkan materi pelajaran dengan situasi nyata yang dihadapi siswa. Dengan pendekatan ini, siswa dapat memahami relevansi materi pelajaran dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini mendorong siswa untuk lebih aktif dalam belajar dan mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh.

III. KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR

Bagian ini menjelaskan kompetensi inti dan dasar yang harus dicapai oleh siswa di SMALB, dengan fokus pada pengembangan sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Buku panduan ini bertujuan untuk memudahkan guru dalam merancang pembelajaran tematik yang terpadu dan bermakna.

3.1. Petunjuk Umum

Petunjuk umum memberikan panduan kepada guru tentang bagaimana menggunakan buku panduan ini dalam pembelajaran tematik. Ini mencakup jaringan tema, tujuan pembelajaran, dan pengalaman belajar yang bermakna untuk siswa.

3.2. Petunjuk Penggunaan Buku Siswa

Petunjuk penggunaan buku siswa mencakup cara-cara untuk membuka pelajaran dengan menarik, menggali pengetahuan siswa sebelumnya, dan memberikan umpan balik yang konstruktif. Ini bertujuan untuk meningkatkan keterlibatan siswa dan pemahaman mereka terhadap materi.

3.3. Strategi Pembelajaran Tematik

Strategi pembelajaran tematik dirancang untuk mengintegrasikan berbagai kompetensi dasar dalam satu tema yang relevan. Ini membantu siswa untuk melihat hubungan antara berbagai mata pelajaran dan meningkatkan pemahaman mereka secara keseluruhan.

Referensi Dokumen

  • Buku Tematik Hewan dan Tumbuhan ( Andri dkk )
  • Autisme ( Gayatri )
  • Autisma ( Handoyo )
  • Serba-serbi Anak Autis ( Prasetiono )
  • Autisme ( Safari, Triantoro )
  • Pembelajaran Tematik Terpadu Untuk SD/MI Kelas I ( Sriwilujeng, D., Pujiastuti, A., Santosa, A. )
  • Ilmu Pengetahuan Alam 1 SD/MI ( Sulistyanto, H. Wiyono, E. )
  • Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SD/MI Kelas III ( Sunarso, Kusuma, A. )

Gambar

gambar  prilaku
gambar hewan dan  tumbuhan di sekitarnya
gambar, siswa
gambar dengan
+7

Referensi

Dokumen terkait

Jika Lij menyatakan konsentrasi parameter kualitas air yang dicantumkan dalam Baku Mutu suatu peruntukan air (j), dan Ci menyatakan konsentrasi parameter air (i) yang

Paparan radiasi sinar X menyebabkan penurunan bobot ovarium dan pada dosis 100 mGray mampu menimbulkan kerusakan struktur histologi ovarium tikus putih galur

Membuat kurva tegangan regangan beton terkekang dari sambungan balok-kolom pracetak U-Shell untuk setiap tipe sambungan (eksterior, interior dan sudut).. Menghitung

Masyarakat wilayah daerah aliran sungai (DAS) Gajah Wong Yogyakarta menyediakan sumberdaya manusia, bahan berupa kompos organik, tempat/lokasi pembuatan Lubang Resapan

Berdasarkan uji korelasi, diperoleh fakta bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara ketiga variabel bebas, yakni performance expectancy, effort

briging platform,Dalam melakukan pengelasan pada bottom profile pada kapal Oceana Catamaran ada beberapa cara yang bisa di lakukan dengan cara Asimetris dan cara

SK2 (100ml/pot) menunjukkan nilai rata-rata tertinggi yaitu 0,63 cmol/kg terhadap peningkatan K dalam tanah dan berpengaruh nyata terhadap KTK, pada dosis (200ml/pot)

(1996) dan Sylvia ( 2005) pupuk takaran terbatas akan lebih menggiatkan berkembangnya infeksi dalam perakaran bibit tanaman inangnya. Penelitian ini menunjukkan tanggapan