• Tidak ada hasil yang ditemukan

YANG TERKAIT DENGAN ISU PEMANASAN GLOBAL

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "YANG TERKAIT DENGAN ISU PEMANASAN GLOBAL"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

GREENROOF SEBAGAI SOLUSI PERMASALAHAN LINGKUNGAN

YANG TERKAIT DENGAN ISU PEMANASAN GLOBAL

BIDANG KEGIATAN: PKM –AI

Diusulkan oleh:

ARIS ALFAN Angkatan 2008,083214007 M. ABDULLOH M. Angkatan 2008,083214010 KHUSSAL ZAMLAHANI Angkatan 2008,083214020 RICHY HARIYONO Angkatan 2008,083214210 MUHAMMAD NAJIB Angkatan 2009,093214217

UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

SURABAYA

2010

op

yr

ig

ht

(c

) 2

01

0 Z

am

la

(2)

Permasalahan Lingkungan yang Terkait dengan Isu Pemanasan Global

2. Bidang Kegiatan : PKM-AI

3. Ketua Pelaksana Kegiatan

a) Nama Lengkap : Aris Alfan

b) NIM : 083214007

c) Jurusan : Matematika

d) Universitas/Institut/Politeknik : Universitas Negeri Surabaya

4. Alamat Rumah dan No tel./HP : Desa Sugih Waras no.140 Deket, Lamongan/08563298597

e) Alamat email : [email protected] 5. Anggota Pelaksana Penulis : 5 Orang

6. Dosen Pendamping

a) Nama Lengkap dan Gelar : Rudianto Artiono.S,Pd.,M,Si.

b) NIP : 198202112005011001

c) Alamat Rumah dan No tel./HP : Jl. Cisedane 10

Surabaya

085659079939

Surabaya, 23 Maret 2010 Menyetujui,

Ketua Jurusan Ketua Pelaksana

kegiatan

(Dr. Tatag Yuli Eko Siswono,M.Pd.) (Aris Alfan)

NIP. 197107082000031001 NIM. 083214007

Pembantu Rektor III Dosen Pendamping

(Prof. Dr. I Nyoman Adika, M.S.) (Rudianto Artiono.S,Pd.,M,Si.)

NIP.194608151967101001 NIP. 198202112005011001

op

yr

ig

ht

(c

) 2

01

0 Z

am

la

(3)

bangunan milik pak Anwar yang beralamat di Jl. Raya Arjuno. Latar belakang pengambilan masalah penelitian bahwa dalam menghadapi isu global mengenai Global Warming atau Pemanasan Global diperlukan solusi untuk mengurangi gas rumah kaca dan pelaksanaan solusi-solusi tersebut di Indonesia sendiri kurang begitu mendapat perhatian. Oleh karena itu, penulis mengadakan penelitian dengan masalah tersebut di atas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persiapan apa saja yang harus dilakukan untuk membuat greenroof di atap rumah atau bangunan dan mengetahui cara perawatan greenroof di atap rumah atau bangunan dan mengetahui kelebihan dan kekurangan greenroof sebagai metode penanaman baru. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini, pengamatan secara langsung serta mengambil data dari internet, dan wawancara dengan pemilik bangunan sebagai pelengkap. Hasil pengamatan adalah area atap yang ditanami seluas 3,96 m x 1,28 m; ketebalan lapisan tanahnya 28 cm; ketebalan atap beton 16 cm; usia greenroof sekitar 30 tahun; ketinggian tanaman tertinggi 4,09 m; suhu disekitar area greenroof 27° C. Hasil kesimpulan penelitian dalam pembuatan greenroof yang perlu diperhatikan adalah kekuatan bangunan atau atap dan jenis tanaman.

Kata kunci : greenroof, green roof, global warming, pemanasan global

A research had been held to a green roof on Mr. Anwar’s building on Raya Arjuno St.. The background of the research is in order to face the issue of Global Warming there must be some solution to reduce green house gasses and the realisation of the solution in Indonesia is not supported well by Indonesian peoples. Thus, authors held this research for those cases. The purposes are for knowing the preparation before installing green roof and for knowing the advantages and disadvantages of green roof as a new planting method. Data gathering methods are direct observation , gathering information from the internet and doing an interview with the owner as a suplement. The results are the green roof area measure is 3,96 m x 1,28 m; soil thickness is 28 cm; highest plant’s height is about 4,09 m; temperature around the green roof is about 27° C. The conclusion in installing the green roof, we need to estimate the building’s capacity to hold and the plant kind (monocotyl or dicotyl).

Keywords: green roof, global warming II. Pendahuluan

Akhir-akhir ini, makin sering terdengar isu global yang banyak dibicarakan oleh masyarakat dunia, yaitu isu tentang masalah global warming. Masalah pemanasan global akibat peningkatan suhu rata-rata permukaan bumi yang disebabkan oleh gas-gas rumah kaca. Global warming akan membawa dampak terhadap kelangsungan hidup manusia. Salah satunya adalah penipisan lapisan atmosfer yang berfungsi untuk melindungi manusia dari sinar ultraviolet.

Beberapa negara di dunia telah melakukan usaha-usaha untuk mengatasi masalah global warming. Salah satu cara yang banyak

op

yr

ig

ht

(c

) 2

01

0 Z

am

la

(4)

penyebab utama global warming. Namun, cara penanaman pohon ini juga tidak lepas dari masalah keterbatasan lahan yang ada. Negara-negara yang mempunyai keterbatasan lahan terutama di wilayah perkotaannya tidak dapat melakukan penanaman pohon secara intensif.

Adanya kendala keterbatasan lahan, tidak menyurutkan semangat para pecinta lingkungan untuk terus mencari cara agar tetap dapat dilakukan penenaman pohon secara intensif. Para pecinta lingkungan terus berusaha untuk mengatasi keterbatasan lahan ini salah satunya adalah dengan menerapkan metode penanaman baru. Suatu metode penanaman pohon dengan cara menanam di atas rumah atau bangunan. Hal ini dikenal dengan istilah greenroof.

Hampir sebagian besar negara-negara di Eropa dan Amerika telah banyak melakukan metode penanaman seperti ini. Hal ini terlihat dari adanya undang-undang yang mengatur tantang pembuatan greenroof oleh pemerintah negara tersebut. Seperti tampak pada gambar di bawah, beberapa bangunan di kota-kota yang ada di Eropa dan Amerika telah terpasang greenroof-greenroof yang selain memperindah pemandangan dan memberi tambahan nilai estetika, juga dapat mengurangi dampak pemanasan global.

Di Indonesia, cara penanaman seperti ini masih belum banyak dilakukan. Hal ini disebabkan karena masyarakat di Indonesia belum banyak mengetahui bagimana dan apa saja yang harus dipersiapkan untuk dapat membuat greenroof di atap rumah atau bangunan. Selain itu,

op

yr

ig

ht

(c

) 2

01

0 Z

am

la

(5)

Melalui kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa ini, penulis akan memberikan informasi seputar greenroof yang merupakan hasil dari penelitian yang telah penulis lakukan sebelumnya. Penelitian dilakukan di salah satu rumah yang telah membuat greenroof di bagian atap rumahnya. III. Tujuan

Tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah sebagai berikut:

1. Mengetahui persiapan apa saja yang harus dilakukan untuk membuat greenroof di atap rumah atau bangunan.

2. Mengetahui cara perawatan greenroof di atap rumah atau bangunan 3. Mengetahui kelebihan dan kekurangan greenroof sebagai metode

penanaman baru IV. Metode

Metode yang dipakai dalam mencari data adalah melakukan penelitian dan pengamatan secara langsung, serta mengambil data di internet. Pengamatan dan penelitian secara langsung di sini dimaksudkan meneliti dan mengamati secara langsung ke greenroof yang ada.

Dalam melakukan pengamatan dan penelitian diperlukan meteran, termometer, serta kamera. Di sini tanaman greenroof diukur ketinggiannya dan ditentukan jenis tanamannya. Tidak hanya tanaman dari greenroof saja namun komponen lain dari greenroof juga mendapat perlakuan. Perlakuan itu adalah mengukur kedalaman tanah, ketinggian gedung, ketebalan atap, luas area greenroof, dan mengukur suhu sekitar greenroof. Di samping itu juga diambil gambar dari greenroof dengan kamera.

Selain penelitian dan pengamatan secara langsung, juga mencari data dari internet. Data-data dari internet di sini sebagai pembanding bagi data-data yang didapat secara langsung. Sehingga didapat data-data yang lebih akurat.

V. Hasil dan Pembahasan

Penelitian dilaksanakan pada tanggal 9 Februari 2010 pada pukul 13.15 selama kurang lebih satu jam di rumah milik bapak Anwar yang beralamat di Jalan Arjuna Surabaya. Jika diamati sekilas, rumah bapak Anwar tampak seperti rumah pada umumnya. Namun, jika melihat ke bagian atapnya, ada suatu hal yang cukup menarik dan berbeda dengan rumah-rumah di sekitarnya. Di bagian atap rumah ini tersedia lahan hijau yang berukuran 3,96m x 1,28m.

Pengambilan data untuk mengetahui persiapan dan perawatan greenroof dilakukan dengan teknik wawancara terhadap pemilik rumah sedangkan data untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan greenroof sebagai metode penanaman baru dilakukan dengan cara wawancara terhadap pemilik rumah dan pengamatan langsung terhadap greenroof yang ada di rumah tersebut.

Berikut ini merupakan deskripsi dari hasil pengambilan data yang telah dilakukan:

1. Pembuatan dan Perawatan

op

yr

ig

ht

(c

) 2

01

0 Z

am

la

(6)

bahwa beliau sama sekali tidak mengetahui bahwa lahan hijau miliknya tersebut termasuk dalam kategori penanaman yang menggunakan metode greenroof. Ide awal mengenai pembuatan greenroof di bagian atap rumah tersebut, diakui oleh pemilik rumah disebabkan karena ketersediaan lahan kosong di bagian atap rumah dan kecintaan pemilik rumah terhadap tanaman. Pada awal pembuatan, pemilik rumah mencampurkan pupuk, tanah dan pasir yang kemudian diletakkan di atas atap sampai setebal 28cm. Pemilik rumah tidak menggunakan seluruh bagian atapnya, namun hanya sebagian saja yang digunakan, sebagai pembatasnya pemilik rumah menggunakan genting. Karena tanpa perencanaan, pemilik rumah hanya menanam secara asal-asalan tetapi tetap mempertimbangkan apakah tanaman tersebut terlalu besar atau tidak. Setelah beberapa saat, terbentuklah taman di atas atap rumah tersebut.

Pada saat musim penghujan, greenroof tidak memerlukan perawatan yang intensif. Sedangkan pada saat musim kemarau, greenroof harus disiram setiap hari, hal ini dikarenakan greenroof tidak akan mendapatkan air selain dari penyiraman. Jika penyiraman terhadap greenroof terlambat satu hari saja maka menurut pemilik rumah greenroof akan langsung. Penyiraman sangat perlu dilakukan mengingat posisi greenroof di bagian atap rumah sehingga tingkat penguapannya lebih tinggi dibandingkan dengan yang tidak berada di atap rumah. Pemilik rumah mengaku sering lupa menyiram greenroof sehingga banyak tanamannya yang mati kekeringan. Jika hal itu terjadi, pemilik rumah segera menggantinya dengan tanaman yang lain.

Agar tanaman tidak terlalu tinggi, maka tanaman perlu dipangkas. Menurut pemilik rumah, hal ini untuk mencegah tumbangnya tanaman akibat angin kencang dan akar yang tidak terlalu kuat di dalam tanah. Pemilik rumah juga mengaku bahwa sudah tidak pernah memberikan pupuk lagi terhadap tanamannya sejak awal pembuatan greenroof.

Pemilik rumah mengatakan bahwa untuk pembuatan greenroof di atap rumahnya, beliau tidak menggunakan lapisan apapun, maka dapat diketahui bahwa biaya pembuatan dari greenroof tidak berbeda dengan pembuatan dan perawatan taman pada umumnya.

Berbeda dengan taman biasa, jenis tanaman juga harus dipertimbangkan dalam pembuatan greenroof. Jika tanaman yang dipilih tidak tepat, contohnya pohon beringin, maka akar yang kuat dari tanaman tersebut akan menembus atap. Namun pemilik rumah berteori bahwa greenroof tidak jauh berbeda dengan cara menanam di pot,yaitu jika tanaman tersebut ditanam sejak kecil di pot dan terus dirawat (dipangkasi) sehingga tidak terlalu besar, maka akar pohon tersebut tidak akan menembus atap rumahnya contohnya adalah bonsai.

op

yr

ig

ht

(c

) 2

01

0 Z

am

la

(7)

cemara hias ( ± 300 cm) dan masih banyak lainnya. Pemilik rumah juga telah mencoba untuk menanam pohon beringin mulai dari bibit, namun karena perawatan yang kurang, akar pohon beringin tersebut menembus pembatas tanah.

2. Kelebihan dan Kekurangan Greenroof a. Kelebihan Greenroof

Ada beberapa kelebihan dari pengguanan greenroof sebagai metode penanaman baru yang dilakukan di atap rumah. Secara umum penulis menggolongkan kelebihan-kelebihan greenroof sebagai berikut:

i. Kelebihan Dari Sisi Lingkungan

Berdasarkan hasil pengamatan, greenroof terdiri dari tanaman, air, dan tanah. Tanaman dapat menyerap gas-gas polutan khususnya CO2 dan menghasilkan O2 dalam proses fotosintesisnya. Proses

fotosintesis dari tanaman terjadi secara individu sehingga semakin banyak tanaman yang berfotosintesis maka semakin banyak pula penyerapan gas-gas polutan dan semakin banyak pula O2 yang

dihasilkan, demikian pula sebaliknya. Dengan semakin banyak terserapnya gas rumah kaca yang kemudian digantikan dengan O2

maka efek dari rumah kaca akan berkurang. Misalnya dari hasil pengukuran suhu di sekitar greenroof diperoleh suhu sekitar 27oC

sedangkan suhu di tempat lain yang tidak berdekatan dengan greenroof diperoleh suhu sekitar 31oC. Dengan demikian, kelebihan greenroof di

sini adalah mampu menyerap gas rumah kaca yang kemudian akan mengurangi efek dari rumah kaca.

Grafik tersebut menunjukkan hasil penelitian suatu lembaga di amerika tentang kestabilan suhu atap dengan greenroof dibandingkan dengan suhu atap tanpa greenroof.

Salah satu kelebihan yang lain dari adanya greenroof adalah manajemen air atau dengan kata lain greenroof dapat menyerap 50%-60% air hujan yang turun. Beberapa persen air akan tetap di tanah untuk pertumbuhan tanaman, dan sisanya akan masuk ke saluran air secara perlahan, dimana hal ini sangat menguntungkan karena tidak memberatkan sistem saluran air yang ada di atap rumah tersebut.

Selain itu keberadaan greenroof juga memberikan kelebihan mampu menyerap panas matahari yang langsung mengenai rumah atau bangunan. Hal ini dikarenakan greenroof memiliki lapisan tanah yang dapat menyerap panas tersebut.

op

yr

ig

ht

(c

) 2

01

0 Z

am

la

(8)

mempunyai kelebihan jika dilihat dari sisi pemiliknya. Greenroof memberikan manfaat yang hampir sama dengan fungsi selimut yaitu menstabilkan suhu sehingga menjadikan bangunan tidak terlalu dingin diwaktu musim dingin dan tidak terlalu panas diwaktu musim panas. Fungsi tersebut dapat menjadikan atap semakin tahan lama karena atap akan retak akibat perubahan suhu yang terlalu drastis. Hal tersebut tampak pada rumah di Jalan Arjuna, atap rumah tersebut sudah bertahan selama 30 tahun. Fungsi tersebut juga dapat menjaga kesetabilan suhu ruangan di bawahnya. Menurut data yang diperoleh, bila tanaman yang ada di bagian atap mempunyai tinggi sekitar 10 cm maka dapat mengurangi pemakaian AC sekitar 25%. Sebuah ruangan yang terletak tepat di bawah greenroof mempunyai suhu udara lebih rendah yaitu sekitar 30-40 Celcius dibandingkan dengan suhu udara di

luar ruangan.

Kelebihan yang dapat diperoleh dari keberadaan greenroof, menurut pemilik rumah adalah keindahan taman yang dapat digunakan sebagai tempat refreshing. Pemilik rumah mengaku jika mengalami stress dalam pekerjaan, beliau sering menenangkan diri di bagian atap rumah sambil melihat-lihat lahan hijau yang dibuatnya.

iii. Kelebihan lainnya

Greenroof juga berguna untuk:

 Menanam buah-buahan, sayuran dan tanaman bunga.  Lapisan tanah dan tanaman mampu menyerap bunyi

bising. Lapisan tanah menyerap bunyi berfrekuensi rendah dan tanamannya menyerap bunyi berfrekuensi tinggi.

 Menyerap polutan dan logam berat dari air hujan.

 Menambah habitat bagi tumbuhan dan hewan liar pada area bangunan.

Greenroof juga merupakan komponen utama dari bangunan otonom. Sebuah studi di Universitas Toronto yang dilakukan oleh Brad Bass menunjukkan bahwa greenroof juga mampu mengurangi penghilangan kalor dan konsumsi energi pada saat musim dingin. Pada studi baru-baru ini mengenai dampak infrastruktur floral di Greater Manchester Area, peneliti menemukan bahwa dengan menambahkan greenroof akan menjaga temperatur tetap dingin, terlebih lagi di area perkotaan. Dengan menambahkan greenroof pada semua bangunan akan menimbulkan efek dramatis pada suhu permukaan maksimum. b. Kekurangan Greenroof

Selain kelebihan-kelebihan greenroof sebagai metode penanaman baru, penulis juga menemukan kekurangan dari penggunaan greenroof. Dari hasil pengamatan terhadap greenroof ditemukan bahwa posisi greenroof yang terletak di bagian atap menyebabkan pemilik rumah harus berulang kali ke atap untuk menyiram tanaman. Hal ini mengingat cepat keringnya tanah greenroof karena tingginya penguapan. Iklim tropis yang

op

yr

ig

ht

(c

) 2

01

0 Z

am

la

(9)

besar.

3. Foto-foto green roof yang terdapat pada atap bangunan milik pak Anwar

VI. Kesimpulan

Dari hasil pembahasan, dapat diperoleh kesimpulan sebagai berikut: hal-hal yang perlu dipersiapkan dalam pembuatan greenroof adalah bahan-bahan penyusun greenroof paling tidak terdapat tanah, pupuk dan tanaman yang ajan ditanam. Juga estimasi kekuatan bangunan untuk menahan greenroof. Perawatan khusus pada greenroof adalah menyiraminya setiap hari di musim kemarau, memangkasnya agar tidak terlalu tinggi dan lainnya tidak berbeda dengan taman biasa. Kelebihan greenroof adalah untuk menstabilkan suhu udara, mengurangi gas rumah kaca, sebagai daerah resapan/penguapan air, memperpanjang usia atap, sebagai tempat refreshing dan masih banyak lainnya. Kekurangan dari greenroof adalah membutuhkan perawatan yang intensif dimusim kemarau.

Saran

Berdasarkan hasil penelitian dan pengamatan yang dilakukan penulis, maka penulis menyarankan kepada pemerintah untuk menyosialisasikan dan merekomendasikan pembuatan greenroof kepada masyarkat luas sebagai solusi permasalahan lingkungan yang terkait dengan isu pemanasan global.

op

yr

ig

ht

(c

) 2

01

0 Z

am

la

(10)

Banjir Kita . http://www.akuinginhijau.org/

Anonymous.2009.Green Roof, Taman-taman Hijau di Atap Bangunan.http://aneh-tapi-nyata.blogspot.com/2009/09/taman-taman-hijau-di-atap-bangunan.html Anonymous.2009.Green Roof Di Hutan Beton.http://rumahku.rumahku-online.com/

Greenroofs.com.2010.Greenroofs.com: The Resources Portal for Green Roofs. http://www.greenroofs.com/

Green Contractor.2008. Green for Blue Planet.http://www.cabangutama.com/blue planet.html

Kompas. [serial online] Selasa, 31 Maret 2009.http://www.kompas.com/Rata-rata.Suhu.Udara.di.Indonesia.html

Otakku.com.2008.Banyak keuntungan yang didapat dengan membuat taman di atas atap rumah (Green Roofs). http://otakku.com/

Wikipedia.2008.Green Roof – Wikipedia. http://en.wikipedia.org/

Wikipedia.2010.Lingkungan.http://id.wikipedia.org/wiki/Lingkungan.html

op

yr

ig

ht

(c

) 2

01

0 Z

am

la

Referensi

Dokumen terkait

Menurut survey pendahuluan yang peneliti lakukan di Kecamatan Beringin Kabupaten Deli Serdang pada tahun 2012-2013 di 5 (lima) desa wilayah kerja puskesmas Karang Anyer

Dengan ini penulis akan mencoba merancang, membuat serta mengimplementasikan sistem pengambilan keputusan ke dalam bentuk yang terkomputerisasi yaitu dalam bentuk

z “ “ Suatu Suatu Organisasi Organisasi yang yang memiliki memiliki ketrampilan ketrampilan menciptakan menciptakan , , menguasai?. menguasai dan dan membelajarkan

Salah satu asas penting yang wajib diperhatikan adalah bahwa hakim wajib mengadili semua bagian tuntutan dan dilarang menjatuhkan putusan atas perkara yang tidak dituntut

Menutup kegiatan pembelajaran dengan berdo’a bersama V Alat/Bahan/Sumber Belajar:.. A Kerja logam,

Semasa pemain daripada pasukan lawan yang dibenarkan berada dalam kawasan itu membuat hantaran percuma, bola tidak boleh dibaling melebihi kawasan gelanggang

Peningkatan kompetensi peserta PEDAMBA: Kelas Pemanfaatan Software Tracker dalam pelajaran Fisika Tahap ke-I” dapat dilihat dari hasil evaluasi pelaksanaan

Infrastruktur yang ada pada organisasi/perusahaan, telah mencakup lapisan transport yang merupakan lapisan yang menyediakan kemampuan jaringan/networking dan