• Tidak ada hasil yang ditemukan

TEKNIK BUDIDAYA TUMBUHAN OBAT

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "TEKNIK BUDIDAYA TUMBUHAN OBAT"

Copied!
59
0
0

Teks penuh

(1)

TEKNIK BUDIDAYA TUMBUHAN

OBAT

Oleh :

Djoko Santosa

Fakultas Farmasi UGM

Dalam rangka Pelatihan Pemanfaatan Obat

Tradisional Bagi Kader Kesehatan di Provinsi D.I.

(2)
(3)
(4)

Alasan Budidaya Tumbuhan

Nilai strategis Tumbuhan Obat :

Kesehatan dan Kecantikan

Bahan baku industri

Konservasi Keanekaan Hayati

Penghasil devisa : Persyaratan

Perdagangan Bebas

Pemberdayaan masyarakat :

Agromedesin

(5)

Berbagai komoditas tumbuhan obat

Empon-empon dan tanaman kebun:

jahe, kencur, kunyit, temu lawak,

sambiloto, seledri, pegagan

Aromaterapi/minyak atsiri :

cengkeh, nilam, serai, selasih, adas,

kenanga, akar wangi, mentha

Kosmetika dan aprodisiaka :

bengkuwang, purwoceng, tabat

barito

(6)
(7)

Membudidayakan tumbuhan obat :

Mengoptimalkan pertumbuhan dan

perkembangan tumbuhan obat melalui :

pemilihan bibit unggul dari jenis

tanaman yang betul secara taksonomi

pemilihan dan pengolahan lahan

pemupukan

(8)
(9)
(10)
(11)

Mengenal Tumbuhan Obat dengan betul dan

baik

Betul secara

Taksonomi

Mengerti jenis

tumbuhan dengan

betul

Mengerti bagian

yang dimanfaatkan

Betul secara kajian

Farmasi

Mengerti khasiat

tumbuhan

Mengerti cara

(12)

Mengenal dengan baik

Mampu mencandra

Mampu

menggambarkan

Mampu

membedakan ciri

khas dengan jenis

lain

Mengetahui lokasi

biasanya terdapat

Modal :

Mempelajari

morfologi tumbuhan

Menghafal lewat foto

Sering

berkomunikasi

dengan pakar

taksonomi

(13)

TAMAN OBAT KELUARGA

(TOGA)

(14)

Apa kegunaan TOGA ?

Penyedia bahan obat tradisional

(jamu/herbal)

Penyedia bahan untuk menjaga kesehatan

dan kecantikan tubuh

Pelestarian tumbuhan

Pelestarian lingkungan

Peningkatan pendapatan

(15)

Mengembangkan TOGA :

LAHAN :

Pekarangan rumah

Kebun

Tanah kritis

Tumpang sari, Contoh : Temulawak ditanam di

dalam kebun pisang

(16)

SYARAT : Teknik Budidaya

Tumbuhan Obat Secara

Organik

Pupuk organik (kompos/pupuk

kandang/pupuk organik cair lainnya)

Insektisida organik (berasal dari

tumbuhan misal : daun tembakau,

daun gamal, daun cengkeh, biji saga

dan lain-lain)

Air bukan dari irigasi yang sudah

(17)
(18)
(19)

Contoh etiket jenis tumbuhan :

Tempuyung

Sonchus arvensis

L.

Asal bibit : Kecamatan Karangpandan,

Karanganyar

(20)

Bibit unggul :

Berukuran normal atau lebih besar

Kenampakan sehat, kuat secara

fsiologi

Tidak tergores (luka) saat panen

Tidak terserang penyakit

(21)
(22)

KESESUAIAN LAHAN

UNTUK BUDIDAYA

TUMBUHAN OBAT

(23)

Kesesuaian lahan :

Ketinggian tempat :

mulai dataran rendah

sampai 800 m dpl

Tanah : agak

berlempung

Kelembaban : sedang

Lahan : terbuka

pH : 6-7

Panen : 10-12 bulan

(24)

Kesesuaian lahan :

Ketinggian tempat :

mulai dataran rendah

sampai 1000 m dpl

Tanah : agak

berlempung

Kelembaban : sedang

Lahan : terbuka

pH 6-7

(25)

Kesesuaian lahan :

Ketinggian tempat :

100-800 m dpl

Tanah : sedikit

berlempung

Kelembaban: sedang

Lahan : terbuka

pH 6-7

(26)

Kesesuaian lahan :

Ketinggian tempat :

500-800 m dpl

Tanah : regosol

(mudah

pecah-pecah)

Keadaan : ternaung

sampai 25%, dapat

tumpangsari

(27)

Kesesuaian lahan :

Ketinggian

tempat : dataran

rendah sampai

1000 m dpl

Tanah: regosol,

sedikit berkapur

Keadaan : terbuka

pH : 6-7

(28)

Kesesuaian lahan :

Ketinggian tempat :

200-800 m dpl

Tanah : agak

berlempung

Keadaan : ternaung,

menjalar pada

batang

Panen : buah

(29)

Kesesuaian lahan :

Ketinggian

tempat : 800-1200

m dpl

Tanah : vulkanik

Kelembaban :

sedang-tinggi

Lahan : terbuka

pH : 5-6

(30)
(31)

Kelebihan dibuat

bedengan :

Mudah memprakirakan produksi

hasil panen

Memberikan ruang setiap tanaman

tumbuh dan berkembang dengan

baik

(32)

Kelebihan menggunakan mulza

:

Tidak mudah ditumbuhi gulma

Perakaran dapat optimum karena

tidak tergangggu oleh tanaman lain

Kelembaban tanah terjaga

(33)

Cara penanaman

Ditanam langsung ke lahan (

direft

seedning

), contoh : rimpang

temu-temuan

Pembibitan lebih dulu (

indireft

(34)
(35)

Pemindahan bibit ke lahan :

Sore hari : untuk jenis-jenis tumbuhan

yang tidak kuat cahaya matahari ketika

masih muda.

Pagi hari : untuk jenis-jenis tumbuhan

(36)

Pemupukan

Pupuk yang digunakan adalah PUPUK

ORGANIK.

TIDAK BOLEH menggunakan PUPUK

KIMIA (ANORGANIK), alasan : meracuni

tanaman, terjadi kontaminasi antara

(37)

PUPUK ORGANIK

Pupuk Kandang

: berasal dari kotoran

hewan ternak, termasuk urin.

Pupuk Hijau

: berasal dari bagian

tanaman yang dibenamkan ke tanah

Humus

: hasil dekomposisi tumbuhan

(38)

Pupuk Organik

Kompos

: sisa bahan organik dari

tanaman, hewan dan limbah organik lain

yang telah mengalami dekomposisi.

(39)

Pupuk Organik

Pupuk organik

buatan

: jenis pupuk

organik buatan pabrik sebagai campuran

dari berbagai pupuk organik untuk

mengefektifkan penyerapan hara oleh

tanaman.

(40)

Sifat pupuk organik :

Memperbaiki struktur

tanah

Meningkatkan daya

serap tanah terhadap

air

Meningkatkan aktivitas

mikroorganisme

Ramah lingkungan

Meningkatkan kualitas

produksi: rasa lebih

Tidak ada takaran

yang tepat

Tidak dapat langsung

digunakan (harus

(41)

Pengendalian Hama &

Penyakit

(42)

Pestisida nabati ?

Pestisida yang bahan dasarnya berasal

dari tumbuhan.

Pestisida nabati sudah dikenal dan

digunakan petani, contoh : perasan daun

tembakau

Mulai 1939 pestisida nabati mulai

ditinggalkan seiring ditemukannya DDT

dan senyawa sintesis lain yang justru

(43)

Keadaan saat ini ?

Harga pestisida kimia sangat mahal

Terbiasa dengan pestisida kimia,

hama semakin kebal maka kadar dan

kekerapan penggunaan pestisida

bertambah

Hasilnya : pencemaran lingkungan,

(44)

Usaha kita :

Pestisida nabati mudah diusahakan

dan dibuat oleh para petani

Secara sederhana, pestisida nabati

diambil dari perasan, rendaman, sari,

rebusan akar, daun, batang, buah/biji.

Sifat pestisida nabati : murah,

(45)

Keunikan pestisida nabati :

1. Merusak perkembangan telur, pupa dan

larva

2. Mengganggu komunikasi antarserangga

3. Mengurangi nafsu makan serangga

(menolak makan, memblokir kemampuan

makan)

4. Menghambat reproduksi serangga betina

5. Mengusir serangga

(46)
(47)

Cara pembuatan & pemanfaatan :

150 g daun segar dilumatkan dalam 1

liter air, disaring dengan kain

Ditambahkan 250 ml minyak tanah dan

50 g deterjen, ditambahkan air sampai

8 liter

(48)
(49)

Cara pembuatan &

pemanfaatan :

Dilumatkan 150 g daun dalam 1 liter

air, kemudian dibiarkan semalam

Disaring cairan rendaman dengan

kain, hasil saringan disemprotkan

(50)

Pestisida nabati bawang putih

Gerus 100 g bawang

putih+0,5 liter

air+10 g deterjen

Diamkan semalam

Disaring dengan kain

Diencerkan sampai

volumen 10 liter

(51)

Pestisida nabati lombok

100 g buah

ditumbuk dan

direndam dalam 1

liter air semalam

Disaring dengan

kain dan cairan

hasil rendaman

(52)

Pestisida nabati tagetes

Sejumlah 20 g

daun tagetes yang

sudah dikeringkan

ditumbuk

Ditaburkan serbuk

daun tagetes pada

lubang tanam,

(53)

Pestisida nabati saga

Ditumbuk

sebanyak 100

gram biji saga

Dilarutkan ke

dalam 2 liter air,

rendam semalam

Disaring,

(54)
(55)

Cara pembuatan :

Sebanyak 500 g akar, batang dan daun

dilumatkan dan direndam 2 liter air (24

jam)

Disaring dan diencerkan sampai 5 liter

diberi sedikit sabun cuci

(56)
(57)

Panen

Daun : jika telah mekar sempurna

Rimpang : jika bagian di atas tanah sudah

menguning (mati), biasanya setelah 10-12

bulan sejak penanaman.

Kulit batang : setelah umur tanaman

minimal 4 tahun.

Bunga : jika perhiasan bunga sudah mekar

semua

Buah : jika sudah terjadi perubahan warna

(58)

Kesimpulan

Dibudidayakan :

Kebutuhan unsur

hara diperhatikan

Tanaman tumbuh

optimum

Kualitas bahan

baku terjamin

Keberlanjutan

Tidak

dibudidayakan :

Unsur hara tidak

diperhatikan

Tanaman tidak

tumbuh optimum

Kualitas tidak

terjamin

(59)

Referensi

Dokumen terkait

Pengembangan bahan ajar tematik berbasis islam & kearifan lokal ini didasari oleh penelitian yang dilakukan oleh Alexon &Sukmadinata 2010 yang menghasilkan dalil-dalil yaitu :

Apabila dikaitkan dengan target Renstra Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Bali, dimana target pada tahun 2018 sebesar 89,78% sedangkan capaian sampai tahun ini sebesar

memberikan sosialisasi pajak lebih giat dengan cara membagikan brosur yang berisi tata cara perhitungan pajak terutang untuk orang pribadi kepada wajib pajak agar

Selhnjutnya dalam ayat (4) dinyatakan, rencana ke j a dan anggaran yang dimaksud pada ayat (1) disampaikan kepada DPRD untuk dibahas. Maka jelasiah bahwa ketentuan

Berdasarkan hasil penelitian dan beberapa teori jadi kesimpulannya pola komunikasi sebagai aksi anatara guru dan siswa dalam proses pembelajaran sosiologi pada

•  To establish a modular architecture, create a schematic of the product, and cluster the elements of the schematic to achieve the types of product variety desired.. Establishing

Gambar 6., menunjukkan pola indeks pengangkatan atau Surface Lifted Index ( SLI ) yang terjadi di wilayah Jawa Barat pada tanggal 22 Desember 1998 menunjukkan kesesuaian dengan

4. Siswa menyiapkan diri agar siap untuk belajar serta memeriksa kerapihan diri dan bersikap disiplin dalam setiap kegiatan pembelajaran. Guru menyampaikan topik