• Tidak ada hasil yang ditemukan

Manajemen Produksi dan Operasi Komoditas

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Manajemen Produksi dan Operasi Komoditas"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

MATA KULIAH MANAJEMEN PRODUKSI DAN OPERASI

MANAJEMEN PRODUKSI DAN OPERASI

KOMODITAS CABAI MERAH

Untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Manajemen Produksi dan Operasi Semester II

Dosen :

Pandi Pardian, ST., MBA.

Disusun Oleh : Kelompok 1

Fauziana Hilda 150610120066

Kelas B

PROGRAM STUDI AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS PADJADJARAN

(2)

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum, wr, wb.

Pertama-tama kami ucapkan terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa karena berkat ridho-Nya, kami dapat menyusun dan menyelesaikan tugas makalah untuk Mata Kuliah Manajemen Produksi dan Operasi ini dengan maksimal dan tepat waktu.

Kami juga mengucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing Mata Kuliah Manajemen Produksi dan Operasi yang telah membimbing kami mahasiswa-mahasiswanya dalam menyusun dan menyelesaikan tugas makalah ini.

Tidak lupa juga kami berterimakasih kepada orangtua dan keluarga kami yang selalu setia mendukung kami dalam menyelesaikan laporan ini.

Kami selaku penyusun makalah ini menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan saran-saran dan kritik yang membangun dari para pembaca sehingga makalah ini dapat tersaji menjadi lebih baik dan sesuai dengan yang diharapkan.

Atas perhatian dan waktu yang diluangkan untuk sekedar membaca makalah ini, kami ucapkan terima kasih.

Wassalamu’alaikum, wr, wb

Jatinangor, 10 September 2013

(3)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...i DAFTAR ISI...ii BAB I PENDAHULUAN

(4)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Manajemen operasi merupakan penerapan ilmu manajemen untuk mengatur kegiatan operasi secara efektif dan efisien. Ruang lingkup manajemen operasi meliputi perencanaan output, desain proses transformasi, perencanaan kapasitas, perencanaan pembangunan pabrik, perencanaan tata letak fasilitas, desain aliran kerja, manajemen persediaan, manajemen proyek, skeduling, pengendalian kualitas, dan keandalan kualitas.

Dunia pertanian masa kini memerlukan sebuah pengelolaan yang dapat menunjang hasil produksi pertanian, maka dari itu bidang pertanian pun memerlukan adanya sebuah proses manajemen operasi dan produksi untuk menghasilkan sistem pertanian yang berkelanjutan dan produk yang berkualitas. Manajemen operasi dan produksi mengatur kegiatan produksi dari awal pengadaan input hingga produk dipasarkan. Input produksi menjadi output yang efektif dan efisien dengan adanya pengelolaan operasi dan produksi.

1.2 Rumusan Masalah

- Bagaimana demografi wilayah Desa Cikeruh? - Apa saja komoditas yang ditanam di desa Cikeruh?

- Bagaimana proses on farm yang dilakukan dalam pengolahan cabai merah?

- Bagaimana proses pengelolaan produksi dan operasi dalam bercocok tanam cabai merah?

- Bagaimana produktivitasnya?

2. Bagaimana proses pengolahan pasca panen dan pemasarannya? 1.1 Tujuan Penulisan

1. Untuk mengetahui demografi wilayah Desa Cikeruh.

2. Untuk mengetahui komoditas yang ditanam di desa Cikeruh.

(5)

4. Untuk mengetahui proses pengelolaan produksi dan operasi dalam bercocok tanam cabai merah.

5. Untuk mengetahui produktivitas cabai merah.

6. Untuk mengetahui proses pengolahan pasca panen dan pemasaran cabai merah.

1.4 Metode Penulisan

(6)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

Manajemen produksi terdiri dari dua kata, yaitu manajemen dan produksi. Terdapat beberapa pengertian manajemen yang pada dasarnya adalah usaha untuk mencapai tujuan yang dilakukan dengan cara mengkoordinasikan kegiatan orang lain melalui perencanaan, pengarahan, dan pengawasan. Fungsi pokok didalam manajemen adalah keuangan, personalia, pemasaran, dan produksi. Pengertian produksi diartikan sebagai kegiatan menghasilkan barang untuk tujuan memperoleh keuntungan. Pengertian ini terlalu sempit, sebab produksi juga dapat menghasilkan jasa. Oleh karena itu, istilah produksi kemudian dikembangkan dengan operasi.

Yang dimaksud dengan operasi atau operation adalah kegiatan merubah masukkan menjadi keluaran sehingga lebih bermanfaat daripada bentuk aslinya. Dengan kata lain, operasi adalah kegiatan merubah bentuk untuk menambah manfaat atau menciptakan manfaat baru. Masukan atau input dikategorikan dua macam, yaitu faktor-faktor produksi yang berupa man, money, material, method, dan informasi. Informasi adalah input yang berasal dari luar lembaga yang menjalankan operasi. Sedangkan keluaran atau output adalah produk, yaitu dapat berupa barang dan jasa.

(7)

BAB III

PEMBAHASAN

3.1 Jenis Komoditas

Komoditas yang akan kami bahas kali ini ialah cabai. Cabai merupakan tananaman asli Amerika Tengah, tepatnya di Bolivia. Diperkirakan, cabai di Indonesia pertama kali dibawa oleh seorang Portugis bernama Ferdinand Magellan (1480-1521). Sebelumnya Columbus membawa cabai dari Amerika ke Spanyol (Capsicum annuum) sebagai orang yang berjasa menyebarkan cabai ke seluruh dunia.

Klasifikasi botani tanaman cabai adalah sebagai berikut:

 Divisi : Spermatophyta

 Sub divisi : Angiospermae

 Kelas : Dicotyledoneae

 Keluarga : Solanaceae

 Genus : Capsicum

 Spesies : Capsicum annuum L.

Salah seorang petani yang bernama Bapak Anang yangkami wawancarai memiliki lahan kebun cabai yang terletak di Desa Cikeruh, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang. Lahan yang dimiliki bapak Anang untuk komoditas cabai itu sendiri seluas seratus tumbak (1 tumbak=14 m2), sedangkan untuk keseluruhan

(8)

3.2 Demografi Desa Cikeruh

Letak geografis dan topografi

Desa Cikeruh adalah salah satu dari 12 desa di wilayah kecamatan Jatinangor yang terletak tidak jauh dari pusat pemerintahan Kecamatan Jatinangor. Nama Cikeruh sendiri diambil dari Sebuah sungai yang mengalir melalui beberapa desa di Kecamatan Cikeruh/Jatinangor. Desa Cikeruh merupakan daerah yang dimekarkan menjadi dua desa yaitu Desa Cikeruh sebagai Desa induk dan Desa Hegarmanah sebagai desa pemekaran pada tahun 1982 karena secara geografis dan jumlah penduduk Desa Cikeruh layak untuk dimekarkan. Desa Cikeruh sendiri saat ini di kepalai oleh Kepala Desayang bernama Bapak Rachmat.

Desa Cikeruh mempunyai luas wilayah seluas ±14,6 KM2 atau sekitar 160 Ha.

Desa Cikeruh berada di ketinggian 400-600 M dpl ( diatas permukaan laut ), yang terdiri dari 3 dusun, 11 rukun warga ( RW ) dan 47 rukun tetangga ( RT ), dan perlu diketahui bahwa Dusun I warungkalde merupakan pusat perdagangan dan jasa karena berada di jalan protokol provinsi dan berada dekat dengan kota kecamatan, dusun II Ciawi merupakan penyangga pemukiman, dan terakhir dusun III Cikeruh merupakan penyangga pemukiman dan pertanian.

Desa Cikeruh memiliki batas wilayah administratif sebagai berikut : - Sebelah Utara : Desa Cileles

- Sebelah Timur : Desa Hegarmanah - Sebelah Selatan : Desa Mekargalih - Sebelah Barat : Desa Sayang

Iklim di Desa Cikeruh yaitu Musim Kemarau dan Musim Penghujan, yang diantaranya ada Musim Pancaroba. Hal tersebut mempengaruhi pola tanam di Desa Cikeruh. Suhu udara rata rata di Desa Cikeruh 230 – 270 C, banyaknya curah

hujan 241 mm/tahun.

Luas dan Sebaran penggunaan Lahan

Pada umumnya lahan di desa cikeruh digunakan sebagai lahan pemukiman, dan hanya 25% yang digunakan sebagai lahan pertanian, dan itu pun untuk menyangga kehidupan masyarakat yang masih mengandalkan dari hasil pertanian. Hal ini menunjukkan bahwa desa cikeruh tidak mengandalkan sumber daya alamnya melainkan mengandalkan sektor perdagangan dan jasa.

(9)

pemukiman, 15 Ha sebagai asrama brimob, 20Ha sebagai lahan perumahan Puri Indah, 2 Ha sebagai lahan pemakaman umum, sertasisanya 12 Ha lahan tidak produktif.

Kependudukan

Penduduk Desa cikeruh berdasarkan data terakhir hasil sensus penduduk tahun 2010 tercatat 13308 jiwa, tahun 2009 sebanyak 11313 jiwa, tahun 2008 sebanyak 9879 jiwa, mengalami pertumbuhan penduduk setiap tahunnya rata-rata 9,22% Jumlah penduduk Desa Cikeruh

No Tahun Jumlah Laju

pertumbuhan

1 2007 9778 Jiwa 0%

2 2008 9879 Jiwa 1,02%

3 2009 11313 Jiwa 12,67%

4 2010 13308 Jiwa 14,99%

Dengan jumlah Rumah Tangga saat ini sebanyak 2535 Kepala Keluarga.

3.3 Proses On Farm Bercocok Tanam Cabai Merah 1. Pengolahan tanah

(10)

2. Pemberian pupuk organik

Setiap lubang tanam diberi pupuk dasar 0,5-1 kg pupuk kandang, yaitu kotoran sapi dan domba. Pemberian pupuk kandang pada saat pengolahan lahan 70%, dengan perkiraan 1 kg/tanaman. Jadi untuk 100 tumbak dibutuhkan pupuk kandang sebanyak 1,5 kw. Pemberian pupuk kimia dengan pupuk kandang berselang 2 minggu setelah pemberian pupuk kandang. Bedengan yang telah dipupuk dirapikan kembali.

Banyak hal yang harus kita perhatikan, dari pemupukan susulan dan pengendalian hama penyakit, serta lalu bagaimana mempertahankan pertumbuhan tanaman cabe supaya bertahan lama sehingga dengan bertahannya tanaman cabe kita tersebut banyak juga hasil panen yang akan kita hasilkan. nah inilah yang sayua maksut diatas bagaimana membuat panen kita berlimpah dengan biaya murah.

3. Pembibitan dan penanaman

Dalam hal pembibitan cabai, sebaiknya dilakukan apabila penyiapan lahan sudah 70% selesai. Hal ini untuk menghindari dari bibit terlalu tua (terlambat tanam), selain itu, persiapan media semai terdiri dan tanah, pupuk kandang, pupuk SP-36 ditambah insektisida furadan. Sebelum benih ditebar dipembibitan /ditanam dalam polybag, benih harus diberi perlakuan.

Apabila lahan pertanaman berbentuk terasering bukan lahan datar, maka penanaman sebaiknya dimulai dan hamparan paling bawah, dengan demikian apabila tanaman tua terserang penyakit tidak akan menular ketanaman muda lewat air yang mengalir. Ditegaskannya, penggunaan bibit yang agar seragam, dimana dalam satu petakan/bedengan usahakan bibit yang ditanam seragam besarnya. Sedangkan untuk umur bibit siap ditanam, imbuhnya pada umur 20-25 hari (berdaun 3—4 helai). Penanaman sebaiknya dilakukan pada sore hari, dan pada musim hujan penanaman dapat dilakukan kapan saja asalkan kondisi udara tidak terlalu panas.

(11)

Tanaman cabai disemprot dengan pestisida setiap 3 hari sekali untuk mengurangi hama yang menyerang tanaman cabai. Selain itu penyiraman secara rutin dilakukan ketika air surut, karena diantara bedengan dibuat jarak untuk menanam padi sehingga tanaman cabai pun tidak akan kekurangan air.

3.4 Proses Pengelolaan Produksi dan Operasi dalam Bercocok Tanam Cabai Merah

Manajemen produksi dan operasi merupakan proses yang berkesinambungan dan efektif, menggunakan fungsi manajemen untuk mengintegrasikan berbagai sumber daya secara efektif dan efisien. Dalam bercocok tanam cabai merah, input yang digunakan adalah bibit cabai merah, pupuk kandang, pestisida. Input-input tersebut kemudian diolah sesuai dengan lahan yang tersedia, agar menghasilkan output yang berkualitas.

Proses pengolahan input diiringi oleh proses pemeliharaan tanaman cabai yang mana dilakukan proses penyiraman, pemupukan, penyiangan dan pemberantasan hama, yang dilakukan setiap 3 hari sekali. Hal ini sangat mendukung kegiatan produksi yang efektif dan efisien. Pak Anang selalu menjadwalkan kapan harus menyiram, kapan harus menyiangi, dan kapan harus memanen. Dari proses produksi yang dijalani oleh Pak Anang, beliau berhasil memproduksi cabai merah yang baik dan berkualitas sehingga mampu menembus pasar, selain produktivitasnya baik, beliau juga mendapatkan untung yang luar biasa dari bercocok tanam cabai merah.

3.5 Produktivitas

Produktivitas secara terpadu melibatkan semua usaha manusia. Dengan produktivitas mengandung pengertian sikap mental yang selalu mempunyai pandangan bahwa kehidupan hari ini harus lebih baik dari kemarin dan hari esok lebih baik dari hari ini.

(12)

sedangkan peningkatan produktivitas mengandung pengertian pertambahan hasil dan perbaikan cara produksi. Peningkatan produksi tidak selalu disebabkan oleh peningkatan produktivitas, karena produksi dapat meningkat walaupun produktivitas tetap atau menurun.

Peningkatan produktivitas dapat dilihat dalam tiga bentuk :

a) Jumlah keluaran (output) dalam mencapai tujuan meningkat dengan menggunakan sumber daya (input) yang sama.

b) Jumlah keluaran (output) dalam mencapai tujuan sama atau meningkat dicapai dengan menggunakan sumber daya (input) yang lebih sedikit. c) Jumlah keluaran (output) dalam mencapai tujuan yang jauh lebih besar

diperoleh dengan pertambahan sumber daya (input) yang relatif lebih kecil.

Sumber daya manusia memegang peranan yang utama dalam proses peningkatan produktivitas, karena alat produksi dan teknologi pada hakekatnya merupakan hasil karya manusia.

Produktivitas adalah keluaran (output) produk atau jasa per setiap masukan (input) sumber daya yang digunakan dalam suatu proses produksi. Tingkat ukur produktivitas sangat beragam bergantung kepada kepentingan yang terkait. Produktivitas dapat dinyatakan dalam ukuran fisik (physical productivity) dan ukuran finansial (financial productivity) apabila kepentingan tersebut adalah keuntungan. Produktivitas dapat menggunakan ukuran moneter sebagai tolak ukur. Apabila waktu menjadi kepentingan manajemen produktivitas maka dapat menggunakan ukuran moneter sebagai tolak ukurnya.

Pada komoditas cabai yang bapak Anang tanam, didapatkan produktivitas yang cukup tinggi. Dari data yang kami peroleh, didapatkan bahwa output yang dihasilkan dari pengolahan kebun cabai yang digarap dan dibudidayakan setiap harinya, bapak Anang mendapat keuntungan yang amat tinggi.

(13)

hanya sekitar lima juta rupiah, saat ini pak Anang mampu menjual cabai seharga Rp 25.000 per kg dengan tiap panen mencapai satu ton. Maka dari itu, dengan perawatan yang tidak begitu sulit (hama ulat tidak begitu sulit diatasi dan pemberian pestisida dua hari sekali) serta dlaam waktu yang tidak lama, didapatkan hasil yang banyak dan baik. Maka kebun cabai yang dikelola bapak Anang tersebut memiliki produktivitas yang tinggi.

3.6 Kegiatan Pasca Panen dan Pemasaran

Cabai merupakan tanaman yang mudah rusak dan bersifat musiman, sehingga petani menerapkan teknik budidaya yang dianjurkan sehingga menghasilkan cabai yang banyak saat panen raya yang kemudian mengakibatkan menurunnya harga cabai .

Menurut Bapak Anang, petani yang kami wawancarai, beliau bisa menghasilkan cabai kurang lebih sebanyak satu ton setiap kali panen. Dengan luas tanah hanya 100 tumbak atau kira-kira 1400 meter persegi, para petani bisa menghasilkan hasil yang banyak.

Kegiatan memetik atau memanen cabai rawit yang telah siap panen sesuai persyaratan yang telah ditentukan untuk memperoleh hasil sesuai dengan persyaratan yang diminta pasar. Beberapa hal yang perlu diperhatikan pada kegiatan panen adalah pemanenan dilakukan pada umur panen yang tepat untuk menghasilkan mutu yang baik, pemanenan dilakukan dengan cara yang tidak menurunkan hasil, hasil panen dilakukan secara hati-hati, alat dan wadah yang digunakan untuk panen dalam keadaan baik, bersih, bebas kontaminasi serta bukan bekas pestisida atau pupuk serta mudah dibersihkan, hasil panen cabai rawit tidak boleh dicampur dengan cabai yang busuk atau terkena penyakit. Pada saat panen, buah cabai rawit yang rusak sebaiknya disingkirkan, kemudian cabai rawit yang baik dimasukkan ke dalam karung jala dan apabila akan disimpan dapat diletakkan di tempat kering, sejuk dengan sirkulasi udara yang baik.

(14)

rawit masih dalam keadaan baik sampai dengan 16 hari. Penyimpanan cabai rawit segar dengan cara biasa waktunya tidak akan lama, tetapi kalau dikeringkan maka daya simpannya akan lebih lama. Cabai yang akan dikeringkan harus dipilih yang berkualitas baik, hal tersebut ditandai dengan cabai yang berisi dan segar, kemudian tangkai cabai dibuang lalu cabai dicuci bersih. Kemudian dimasukkan dalam air panas beberapa menit, lalu didinginkan dengan cara dicelupkan dalam air dingin. Selanjutnya ditiriskan di atas anyaman bambu atau kawat kasa sehingga airnya keluar semua. Setelah ditiriskan kemudian cabai rawit dijemur pada panas matahari sampai kering, biasanya kurang lebih selama satu minggu.Pada musim hujan , pengeringan cabai rawit dapat menggunakan pemanas. Di dalam ruangan pemanas tersebut diberi para-para beberapa lapis untuk meletakkan cabai rawit. Lapisan cabai rawit jangan terlalu tebal, cukup satu lapis agar cepat kering. Sebagai sumber panas dapat memakai lampu listrik , kompor, tungku arang atau bahan lainnya.

(15)
(16)

BAB IV

PENUTUP

4.1 Kesimpulan

5. Manajemen produksi dan operasi adalah penerapan ilmu manajemen untuk mengatur kegiatan operasi secara efektif dan efisien. Komoditas yang kami bahas mengenain manajemen produksi dan operasinya ialah cabai merah. Cabai merupakan tananaman asli Amerika Tengah, tepatnya di Bolivia. Diperkirakan, cabai di Indonesia pertama kali dibawa oleh seorang Portugis bernama Ferdinand Magellan (1480-1521).

6. Salah seorang petani bernama Bapak Anang yang kami wawancarai memiliki lahan kebun cabai yang terletak di Desa Cikeruh, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang. Lahan yang dimiliki bapak Anang untuk komoditas cabai itu sendiri seluas seratus tumbak (1 tumbak=14 m2), sedangkan untuk keseluruhan lahan yang digarapnya (termasuk

kacang panjang, padi, terong, serta komoditas lain) seluas tiga ratus tumbak.

7. Desa Cikeruh adalah salah satu dari 12 desa di wilayah kecamatan Jatinangor yang terletak tidak jauh dari pusat pemerintahan Kecamatan Jatinangor. Iklim di Desa Cikeruh yaitu Musim Kemarau dan Musim Penghujan, yang diantaranya ada Musim Pancaroba. Hal tersebut mempengaruhi pola tanam di Desa Cikeruh. Suhu udara rata rata di Desa Cikeruh 230 – 270 C, banyaknya curah hujan 241 mm/tahun. Pada

umumnya lahan di desa cikeruh digunakan sebagai lahan pemukiman, dan hanya 25% yang digunakan sebagai lahan pertanian, dan itu pun untuk menyangga kehidupan masyarakat yang masih mengandalkan dari hasil pertanian. Penduduk Desa cikeruh berdasarkan data terakhir hasil sensus penduduk tahun 2010 tercatat 13308 jiwa.

(17)

diberi pupuk dasar 0,5-1 kg pupuk kandang, seperti kotoran sapi dan domba. Pemberian pupuk kandang pada saat pengolahan lahan 70%, dengan perkiraan 1 kg/tanaman. Jadi untuk 100 tumbak dibutuhkan pupuk kandang sebanyak 1,5 kw. Pemberian pupuk kimia dengan pupuk kandang berselang 2 minggu setelah pemberian pupuk kandang. Bedengan yang telah dipupuk dirapikan kembali. Ketiga, pembibitan dan penanaman. Pembibitan dilakukan apabila penyiapan lahan sudah 70% selesai. Sedangkan penanaman sebaiknya dilakukan pada sore hari, dan pada musim hujan penanaman dapat dilakukan kapan saja asalkan kondisi udara tidak terlalu panas. Keempat, pemeliharaan yaitu tanaman cabai disemprot dengan pestisida setiap 3 hari sekali untuk mengurangi hama yang menyerang tanaman cabai. Selain itu penyiraman secara rutin dilakukan ketika air surut, karena diantara bedengan dibuat jarak untuk menanam padi sehingga tanaman cabai pun tidak akan kekurangan air.

9. Dalam bercocok tanam cabai merah, input yang digunakan adalah bibit cabai merah, pupuk kandang, pestisida. Input-input tersebut kemudian diolah sesuai dengan lahan yang tersedia, agar menghasilkan output yang berkualitas.

10. Proses pengolahan input diiringi oleh proses pemeliharaan tanaman cabai yang mana dilakukan proses penyiraman, pemupukan, penyiangan dan pemberantasan hama, yang dilakukan setiap 3 hari sekali. Hal ini sangat mendukung kegiatan produksi yang efektif dan efisien.

(18)

12. Kegiatan memetik atau memanen cabai rawit yang telah siap panen harus sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan dan mengikuti permintaan pasar. Menurut Bapak Anang, petani yang kami wawancarai, beliau bisa menghasilkan cabai kurang lebih sebanyak satu ton setiap kali panen. Pada kegiatan pasca panen cabai merah yang disimpan dengan suhu sekitar 4 derajat celcius dengan kelembaban (RH) 95% sampai dengan 98 % dapat tahan sekitar 4 minggu dan pada kondisi penyimpanan dengan temperatur 10 derajat celcius cabai rawit masih dalam keadaan baik sampai dengan 16 hari. Penyimpanan cabai rawit segar dengan cara biasa waktunya tidak akan lama, tetapi kalau dikeringkan maka daya simpannya akan lebih lama. Cabai rawit yang telah dikeringkan dapat langsung dipakai atau dapat digunakan untuk campuran saos dan cabai bubuk.

4.2 Saran

(19)

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. Tanaman Cabai. Dalam: http://cms.1m-bio.com/tanaman-cabai/. Diakses pada 8 September 2013 pukul 08.16.

Deni. 2013. Pemerintah Desa Cikeruh. Dalam: http://desa-cikeruh.blogspot.com/search/label/ Profil. Diakses pada tanggal 14 Mei 2013 pukul 15.09.

Edra. 2013. Budidaya Cabai, dalam:

http://edrafarm.blogspot.com/2013/03/budidaya-cabe-dengan-biaya-murah-hasil.html (online). Diakses pada tanggal 9 September 2013 pukul 19.15.

IPDN. 2011. Profil Desa Cikeruh. Dalam:

http://desacikeruhipdn9.blogspot.com/2011/07/profil-desa-cikeruh.html. Diakses pada tanggal 14 Mei 2013 pukul 15.28.

Lihan, faisal. 2010. Cara Bercocok Tanam cabai Merah, dalam:

http://pakarinfo.blogspot.com/2010/06/cara-bercocok-tanam-cabe-merah.html (online). Diakses pada tanggal 9 September 2013 pukul 19.23.

Mangkuprawira, Tb. Sjafri. 2008. Manajemen Produktivitas. Dalam:

http://maidun-gleekapay.blogspot.com/2008/07/manajemen-produktivitas.html. Diakses pada 9 September 2013 pukul 20.02.

Wahyono, Budi. 2012. Pengertian Manajemen Produksi dan Operasi, dalam: http://www.pendidikanekonomi.com/2012/03/pengertian-manajemen-produksi-dan.html (online). Diakses pada tanggal 9 September 2013 pukul 19.03.

(20)

Nama : Bapak Anang

Alamat : Desa Cikeruh, Kecamatan Jatinangor-Sumedang.

Narasumber 2

Nama : Awam Dawam

Jabatan : Sekretaris Desa

Umur : 46 tahun

Referensi

Dokumen terkait

67 Tahun 2005 tentang Kerjasama Pemerintah Dengan Badan Usaha Dalam Penyediaan Infrastruktur;.  Perpres

Isi dari jual beli tanah juga harus rasional atau adil sesuai dengan konteks itikad baik sebagaimana diatur dalam Pasal 1338 ayat (3) KUHPerdata, Kedua, para hakim dalam

Hasil penelitian menunjukkan bahwa karena berasal dari latar belakang budaya dan waktu terbit yang berbeda, ditemukan beberapa hal yang menunjukkan perbedaan di

a) Aplikasi ini memenuhi tujuan awal mampu menampilkan langkah-langkah ketika pengguna mengakses materi rukun Islam yaitu syahadat, shalat, puasa, zakat, dan

Selain variabel komunikatif dan variatif ini bersama-sama berpengaruh, namun pada kenyataannyan dari masing-masing variabel ini secara parsial juga berpengaruh signifikan

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena bahwa kemampuan komunikasi matematika siswa pada umumnya masih rendah. Sedangkan kemampuan komunikasi matematika memiliki

According to Eseoghene (2010) there are various types of frauds perpetrated in banks which embezzlement is a form of fraud which involves the unlawful collection of monetary

equilateral. The negation is true. All real numbers are integers. The original statement is true. Some natural number is larger than its square. The original statement is true.