Penerapan Program Studi Instrumentasi pada Pengamatan Cuaca, Iklim, dan Gempa Bumi.
Apa itu Program Studi Instrumentasi? Sebuah penerapan ilmu Matematika, Fisika, Elektro, Mesin, Perangkat Lunak, dll. Diambil dari kata instrumentasi, secara umum instrumentasi memiliki definisi dari alat-alat dan piranti (device) yang dipakai untuk pengukuran dan pengendalian dalam suatu sistem yang dirangkai dalam bentuk sederhana sehingga dapat digunakan manusia dalam kehidupan sehari-hari. Dapat disebut juga “the art and science of measurement and control” atau dengan kata lain instrumentasi adalah seni dan ilmu pengetahuan sistem pengukuran dan pengendalian. Seperti, instrumentasi industri, instrumentasi elektronika, dll.
Sebagai ilustrasi singkat, pernahkah kita berpikir ketika kita sedang menyeterika pakaian? Mengapa seterika tidak meleleh karena pengaruh panas dari listrik? justru suhu panas stabil dan dapat diatur sesuai kebutuhan? Suhu yang terdapat pada seterika akan terus meningkat sebanding dengan arus listrik yang diterima, dengan adanya sistem, suhu akan turun secara otomatis. Sistem tersebut dikendalikan oleh sensor suhu yang bekerja terhadap perubahan arus listrik yang diterima. Maka sensor suhu ini akan membuat setrika menjadi aman digunakan manusia.
Dari contoh di atas adalah salah satu penerapan ilmu instrumentasi yang paling sederhana dan masih banyak pula penerapan dari alat-alat yang lainnya yang digunakan dalam berbagai bidang. Peralatan yang semakin canggih dan sistem komunikasi yang cepat, maka orang-orang yang dihadapkan dengan ilmu tersebut akan dituntut untuk menjadi engineer/teknisi dan perekayasa alat yang inovatif dan kompeten dalam menjawab tantangan-tantangan pada era kemajuan teknologi tersebut. Di Indonesia sendiri universitas atau sekolah yang menyediakan dan membuka program studi instrumentasi sudah menyebar. Seperti di ITB, UB, UGM, UNJ, ITS,STMKG,dll
pengamatan akan dilakukan secara otomatis, informasi cuaca tersebut dapat digunakan untuk mendukung keselamatan transportasi darat, laut, udara, bidang pertanian, mitigasi bencana, dll.
BMKG yang biasa kita lihat di televisi dengan laporan informasi cuaca, iklim, dan gempa bumi di seluruh daerah Indonesia memiliki lembaga pendidikan Perguruan Tinggi Kedinasan bernama Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika yang menyelenggarakan program studi Instrumentasi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (MKG) D IV selama delapan semester.
Apa yang dilakukan dalam Ilmu Instrumentasi MKG? Program Studi Instrumentasi ini merupakan Teknik Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika. Di mana ilmu meteorologi mempelajari kondisi atmosfir pada waktu dan tempat tertentu; cuaca, hujan, badai. Ilmu Klimatologi mempelajari kondisi atmosfir dalam jangka panjang, seperti musim, iklim, kualitas udara, dll. Ilmu Geofisika yang mempelajari gejala alam yang terjadi pada lapisan bumi; gempa bumi dan tsunami. Mata kuliah yang dipelajari dalam Instrumentasi MKG antara lain: Peralatan Meteorologi, Peralatan Klimatologi dan Kualitas Udara, Peralatan Geofisika, Fisika, Matematika, Elektronika, Sensor, Rangkaian Listrik, Komunnikasi data, Teknik Digital, dll. Setelah menyelesaikan pendidikan selama 4 (empat) tahun, Taruna STMKG memiliki kompetensi sesuai dengan jurusannya, yaitu :Mampu melakukan instalasi perbaikan, kalibrasi dan pemeliharaan, peralatan meteorologi, kualitas udara dan geofisika, komunikasi dan komputer.
Salah satu contoh peralatan digital yang digunakan adalah AWS (Automatic Weather Station) yaitu alat pengamatan cuaca secara otomatis. Menggunakan sensor suhu yang berusumber listrik dari panel surya, sensor terdiri dari sensor kecepatan angin, sensor arah angin, sensor kelembapan udara, sensor curah hujan, sensor radiasi matahari, sensor tekanan udara kemudian dioperasikan menggunakan data logger diolah menjadi output yang dapat ditampilkan pada display, jadilah data prakiraan cuaca yang dapat kita lihat pada monitor dan televisi.