Permasala Dasar JPSPrinsip
Dasar JPS
Kaji ulang JPS
Kaji ulang JPS
Permasalahan Penerapan
JPS
Tingkat Individu
Tingkat Kelembagaan
(entitas)
Pemahaman pelaku tentang safeguarding masih
minim. Umumnya baru sebatas pemahaman
safeguarding di program JPS.
Kesungguhan pelaku untuk menerapkan
mekanisme safeguarding dalam program
pembangunan daerah masih minim.
Ketersediaan teknologi informasi dan
komunikasi (infrastruktur) belum
didayagunakan dalam interaksi antar pelaku.
Belum meratanya kapasitas sumber daya
manusia dalam rangka safeguarding program
pembangunan daerah.
Belum ada produk kebijakan atau peraturan
perundangan yang khusus dibuat untuk
mendukung penerapan mekanisme
safeguarding.
Hubungan antar institusi/organisasi belum
terbangun dengan baik, dan forum yang
mengakomodasi kebutuhan tersebut belum
terselenggara.
Kemampuan keuangan daerah tidak merata
sehingga dukungan terhadap program
•Program JPS adalah program yang dirancang
untuk membantu rakyat miskin yang terkena dampak akibat krisis ekonomi dan dilaksanakan melalui tahapan penyelamatan dan pemulihan menuju pada kondisi yang normal.
•Program JPS adalah program yang dirancang
untuk membantu rakyat miskin yang terkena dampak akibat krisis ekonomi dan dilaksanakan melalui tahapan penyelamatan dan pemulihan menuju pada kondisi yang normal.
Pengertia
•JPS adalah jaring pengaman atau penyelamatan
masyarakat, keluarga, dan perorangan yang sedang dalam kesusahan. Jaring ditebar melalui kerja dan upaya bersama antara instansi
pemerintah, relawan, dan Lembaga Swadaya Masyarakat.
•JPS adalah jaring pengaman atau penyelamatan
masyarakat, keluarga, dan perorangan yang sedang dalam kesusahan. Jaring ditebar melalui kerja dan upaya bersama antara instansi
pemerintah, relawan, dan Lembaga Swadaya Masyarakat.
1.
Prinsip Kerja sama
2.
Prinsip Gotong royong
3.
Prinsip Saling membantu
JPS diciptakan untuk menjaga agar
masyarakat tidak jatuh ke bawah tingkat
1.
Definisi kelompok sasaran
Dipertajam dan disesuaikan dengan
kemampuan keuangan negara jangka
panjang, memperhatikan dampak beban
antar generasi
2.
Cakupan dan standar yang melebihi sasaran
minimum tidak ditanggung negara diserahkan
warga memilih dan membeli dari pasar
3.
Untuk sasaran yang ditanggung negara
sekarang pemerintah cenderung untuk
“mengontrakkan” kepada swasta, karena
lebih efektif dan efisien daripadabirokrasi
Jaring Pengaman di Negara-Negara Berpenghasilan Rendah
Jaring Pengaman di Negara-Negara Berpenghasilan Rendah
Jaring Pengaman di Negara-Negara Berpenghasilan Rendah
Jaring Pengaman di Negara-Negara Berpenghasilan Rendah
Jaring Pengaman dalam Konteks Krisis Jaring Pengaman dalam Konteks Krisis
Jaring Pengaman untuk Memfasilitasi Reformasi
Jaring Pengaman untuk Memfasilitasi Reformasi
Jaring Pengaman di Negara-Negara yang rapuh
Jaring Pengaman di Negara-Negara yang rapuh
Jaring Pengaman di Negara Maju Jaring Pengaman di Negara Maju
Program ini untuk menjangkau daerah atau
negara-negara yang paling rentan. Hal terbaik
yang dapat dilakukan adalah dalam
menyediakan bantuan untuk rumah tangga
terutama dalam menginvestasikan sumber
daya manusia.
Program ini bertujuan untuk mencakup semua
kelompok sasaran meskipun mereka
cenderung fokus untuk membantu masyarakat
miskin kronis
Krisis yang diakibatkan oleh bencana alam tentu
tidak di kehendaki oleh rakyat. Akibatnya
adalah hilangnya pendapatan akibat mata
pencaharian yang hilang. Perlu kontinuitas
pendapatan usaha untuk melindungi dan
menghindari kerugian yang bisa terjadi
kemudian
Reformasi di suatu negara biasanya selalu
disertai gejolak sosial dan ekonomi. Kerugian
yang diderita akibat reformasi adalah
penghapusan subsidi. Program ini
mempromosikan toleransi politik yang
diperlukan saat reformasi berlangsung
Program yang dapat membantu menghindari
ancaman atau rumah tangga pengungsi pasca
konflik atau pengaturan masalah intervensi
jaring pengaman yang dipilih. Yang perlu
diperhatikan adalah bagaimanadan kapan
transisi dari upaya bantuan kemanusiaan
terutama untuk lebih strategis guna
mewujudkan pembangunan berkelanjutan
Kesenjangan antara masyarakat berpenghasilan
tinggi dan rendah akan selalu ada. Program
JPS telah menghasilkan tingkat kriminalitas
yang dapat ditekan dan umumnya tingkat
kemiskinan menjadi lebih rendah
Menjaga peran jaring pengaman yang relatif kecil
terhadap kebutuhan penerima manfaat dibatasi hanya untuk sebagian orang miskin individu kategori tertenu Menjaga peran jaring pengaman yang relatif kecil
terhadap kebutuhan penerima manfaat dibatasi hanya untuk sebagian orang miskin individu kategori tertenu
Memastikan keseimbangan pembangunan modal fisik dan manusia, mengurangi penyebab kemiskinan di tahun-tahun mendatang
Memastikan keseimbangan pembangunan modal fisik dan manusia, mengurangi penyebab kemiskinan di tahun-tahun mendatang
Bantuan internasional dapat digunakan untuk
membiayai bantuan sosial di negara berpenghasilan rendah
Bantuan internasional dapat digunakan untuk
membiayai bantuan sosial di negara berpenghasilan rendah
1. Tranfer Tunai (Cash Transfer)
Pemberian bantuan dalam bentuk uang tunai untuk orang miskin atau kepada yang menghadapi resiko kemungkinan jatuh ke dalam kemiskinan tanpa adanya transfer
Peluang :
Memberikan keleluasaan kepada penerima Biaya operasi dapat ditekan
Biasanya mendistorsi harga pangan
Manfaat berbeda sesuai tingkat kebutuhan
Kendala :
Sulit mendapat informasi yang akurat
Transfer beruap uang tunai dipertukarkan dengan barang lain
Dampak program dapat dipengaruhi kenaikan harga barang yang
dibeli penerima manfaat
2. Transfer Tunai Bersyarat
Bentuk kebijakan yang paling jelas dari pemikiran-pemikiran baru dalam peran jangka panjang dari program-program bantuan sosial dan tujuan pertumbuhan ekonomi jangka panjang da
pengembangan sumber daya manusia Peluang :
Mendorong pembentukan modal manusia
Tanggung jawab bersama antara program dan penerima Memberi kesempatan mewujudkan sinergi
Kendala :
Memerlukan kerjasama pemerintah pusat dan aktor lokal Pemantauan kondisi memerlukan informasi yang intensif Efektivitas dipengaruhi oleh infrastruktur pendidikan dan
kesehatan
3. Program Makanan Berbasis
Program jaring pengaman konsumsi memadai dan berkonstribusi untuk memperbaiki gizi dan mengamankan mata pencaharian
Peluang :
Dapat ditargetkan selama komoditas terbatas pada makanan rendah Nlai riil makanan berbasis transfer tidak terpengaruh oleh inflasi
Makanan transfer dapat berkonstribusi meningkatkan pembelajaran
dan status kesehatan
Manfaat tambahan ada ketika program pemberian makanan tambahan
Kendala :
Penyediaan langsung yang terbatas
Peyimpanan dan transportasi makanan menambah elemen besar untuk
biaya administrasi
Program pemberian makanan memberi gambaran sensitif
Kupon makanan lebih cenderung menjadi subjek pencurian dan
4. Subsidi Umum
Potensi untuk perubahan konsumsi serta biaya operasi rendah sebagai penerima manfaat tidak ditargetkan secara administratif
Peluang :
Kesalahan eksklusi rendah
Lebih mudah dijalankan dan cepat diterapkan Memodifikasi tarif atau nilai tukar lebih cepat Memperoleh dukungan politik
Politis lebih menurut
Kendala :
Kesalahan inklusi tinggi
Mungkin mendistorsi insentif produksi
Condong ke populasi perkotaan stabilisasi harga mahal
5. Karya Umum
Program pekerjaan umum menyediakan pekerja tidak terampil dengan padat karya sementara pekerjaan selama masa kritis
Peluang :
counter-cyclical intervensi penting untuk mengimbangi cuaca dan
guncangan terkait keuangan
Membiarkan rumah tangga memenuhi konsumsi
Aset dibuat pada menghasilkan putaran kedua pekerjaan Dapat memberikan manfaat sosial
Dapat membantu munculnya pertumbuhan dalam skala kecil
Kendala :
Cara yang mahal untuk mentransfer sember daya kepada masyarakat
miskin
Menuntut secara administratif
6. Biaya Keringanan, Pembebasan, Beasiswa
Menyediakan orang miskin sumber daya keuangan yang
diguanakan sebagai layanan publik seperti pendidikan dan
fasilitas kesehatan
Peluang :
Keringanan biaya untuk orang miskin
Efek insentif program sekolah yang dirancang untuk
mendorong pendaftaran dan kehadiran mengurangi angka
putus sekolah
Kendala :
Administratif kompleks dan perlu dikelola langsung oleh
fasilitas kesehatan atau pendidikan
Ketahanan Pangan
Ketahanan Pangan
Pendidikan
Pendidikan
Kesehatan
Kesehatan
Penciptaan Lapangan Kerja produktif
Penciptaan Lapangan Kerja produktif
Pemberdayaan Masyarakat
Pemberdayaan Masyarakat
•
Tahap arahan anggaran pembangunan
Pelaksanaan & Alokasi Dana Jaring
Pengaman Sosial
Penyelamatan (rescue)
Pemulihan (recovery)
Pembangunan (reconstructio n)
• DepartemenKeuangan
Pelaksa naan
Pelaksa naan
• Menko ekuin • Menko Kesra Gugus Tugas Peningkatan JPS
Gizi dan Energi Sebelum PMT Sesudah JPS
Tatus gizi balita KEP Berat 55,86 % KEP sedang 63,73 % Kecukupan energi
balita Tingkat baik 0 %, sedang 24,3 %, kurang 75,7 %
Tingkat baik 27 %, sedang 59,5 %.
Kurang 13,5 %
Keberhasilan Program JPS dan Kekurangan
Program JPS
Status gizi sebelum JPS adalah gizi buruk, sesudah JPS rata-rata gizi berstatus sedang. Peningkatan status gizi 7,87 % dan peningkatan potein 9 %. Program JPS sangat efektif sebagai media penyuluhan oleh petugas gizi terutama di masyarakat
• Program tidak dikembangkan dari konsep utuh social security system. Sukar melepaskan diri dari citra bermuatan politik, sukar dipisahkan dengan stigma program serupa i masa lalu, paradigma yang dikembangkan relatif baru, memperoleh mitra kerja yang memiliki komitmen yang tulus terhadap perbaikan kesejahteraan masyarakat, koordinasi program lemah
• Program tidak dikembangkan dari konsep utuh social security system. Sukar melepaskan diri dari citra bermuatan politik, sukar dipisahkan dengan stigma program serupa i masa lalu, paradigma yang dikembangkan relatif baru, memperoleh mitra kerja yang memiliki komitmen yang tulus terhadap perbaikan kesejahteraan masyarakat, koordinasi program lemah
Masalah tingkat
konsepsi
Masalah tingkat
konsepsi
• Data sasaran tidak akurat, waktu pelaksanaan
relatif pendek, sistem administrasi tidak efisien, dana yang dikelola mengagetkan, belum siap menerima program pemberdayaan “bottom up”, tidak seluruh program didukung oleh biaya operasional, ketidak jelasana pengukuran keberhasilan
• Data sasaran tidak akurat, waktu pelaksanaan relatif pendek, sistem administrasi tidak efisien, dana yang dikelola mengagetkan, belum siap menerima program pemberdayaan “bottom up”, tidak seluruh program didukung oleh biaya operasional, ketidak jelasana pengukuran keberhasilan
Masalah tingkat
elit desa dan
aparat birokrasi
Masalah tingkat
elit desa dan
aparat birokrasi
• Manuver elit politik telah mengaburkan
substansi program, tinbgkat kreativitas masyarakat berada pada tingkat yang menyedihkan, tidak semua anggota kelompok sasaran berbakat usaha mandiri, informasi program belum menyentuh seluruh lapisan kelompok sasaran
• Manuver elit politik telah mengaburkan substansi program, tinbgkat kreativitas masyarakat berada pada tingkat yang menyedihkan, tidak semua anggota kelompok sasaran berbakat usaha mandiri, informasi program belum menyentuh seluruh lapisan kelompok sasaran
Masalah tingkat
masyarakat
Masalah tingkat
masyarakat
Menghentikan program JPS yang bercirikan :
Menambah beban utang pemerintah dan
rakyat Indonesia
Mematikan pemberdayaan masyarakat
menggunakan pendekatan crash program
Target sapu jagat mengutamakan masyarakat
miskin baru mengabaikan masyarakat miskin
lama
Melibatkan masyrakat LSM dengan partisipasi
semu
Merekomendasikan Pemerintah dan Bank dunia
membuat program baru dengan subtansi :
Menumbuh kembangkan program pemulihan
pemberdayaan masyarakat untuk kebutuhan dasar
Program penanggulangan kemiskinan di pedesaan
pada sektor pertanian
Penanggulangan kemiskinan di perkotaan
Diperlukan kesamaan visi dan pendekatan
Mengimbau LSM seluruh Indonesia untuk :
Melakukan intropeksi
Menggalang kebersamaan langkah (strategi,
pendekatan, kerjasama)
Koordinasi bersama pemerintah pusat dan
JPS bermanfaat untuk rakyat pada saat krisis ekonomi, sehingga rakyat merasa nyaman dan memperoleh perlindungan negara sehingga dapat hidup layak di
negeri sendiri.
Dapatkah kita sadari bahwa JPS merupakan program yang digunakan pada saat krisis ekonomi.Program yang
bertujuan untuk menyelamatkan rakyat miskin harus tetap dilaksanakan.Bukan sebagai bentuk rasa kasihan
negara namun perlindungan negara terhadap rakyat
JPS bermanfaat untuk rakyat pada saat krisis ekonomi, sehingga rakyat merasa nyaman dan memperoleh perlindungan negara sehingga dapat hidup layak di
negeri sendiri.
Dapatkah kita sadari bahwa JPS merupakan program yang digunakan pada saat krisis ekonomi.Program yang
bertujuan untuk menyelamatkan rakyat miskin harus tetap dilaksanakan.Bukan sebagai bentuk rasa kasihan