3.1 Objek Penelitian
Yang menjadi objek dalam penelitian ini adalah mengenai pengaruh rasio likuiditas, leverage, aktivitas, dan profitabiltas terhadap return saham.
Rasio likuiditas diukur dengan menggunakan current ratio yaitu rasio yang mengukur kemampuan perusahaan memenuhi hutang jangka pendeknya dengan menggunakan aktiva lancarnya, rasio leverage diukur dengan menggunakan debt to equity ratio (DER) yaitu rasio yang menunjukan perbandingan antara hutang dengan modal sendiri, rasio aktivitas diukur dengan perputaran total aktiva (total asset turn over) yaitu rasio yang menunjukan bagaimana efektivitas perusahaan menggunakan keseluruhan aktiva untuk menciptakan penjualan dan mendapatkan laba, dan rasio profitabilitas diukur dengan return on total asset (ROA) yaitu rasio yang mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan laba bersih berdasarkan tingkat aset yang tertentu. Sedangkan return saham merupakan income yang diperoleh oleh pemegang saham sebagai hasil dari investasinya di perusahaan tertentu, Return yang dimaksud dalam penelitian ini adalah return saham setelah publikasi laporan keuangan, karena diharapkan return saham akan bereaksi terhadap laporan keuangan.
3.1.1 Unit Penelitian
Didalam penelitian ini, yang menjadi unit penelitian adalah perusahan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang termasuk kedalam kategori perusahaan LQ-45 yang menerbitkan laporan keuangan periode 2003 sampai dengan periode 2008.
3.1.2 Prosedur Pemilihan Objek Penelitian
Dalam penelitian ini yang menjadi objek penelitian adalah laporan keuangan. Dimana prosedur yang dilakukan penulis dalam memilih objek penelitian adalah sebagai berikut:
1. Penulis melakukan studi kepustakaan guna mendapatkan pemahaman mengenai teori-teori yang berhubungan dengan objek yang diteliti.
2. Penulis menanyakan kepada pojok bursa YPKP Bandung mengenai kemungkinan adanya data laporan keuangan yang terdaftar di perusahaan yang masuk dalam kategori LQ-45.
3. Penulis mengajukan usulan mengenai objek tersebut kepada Program Studi Akuntansi Universitas Pasundan dan pada akhirnya penulis mendapatkan persetujuan mengenai objek yang diteliti.
4. Penulis melakukan survey kembali dalam memenuhi objek-objek yang diteliti di situs resmi Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Indonesia Capital Market Directory untuk memperoleh data-data yang tersedia mengenai objek yang diteliti.
Menurut Sugiyono dalam bukunya berjudul “Metode Penelitian Bisnis” (2008:115), pengertian populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.
Dari pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa populasi bukan sekedar jumlah yang ada pada objek atau subjek yang dipelajari, tetapi meliputi seluruh karakteristik atau sifat yang dimiliki oleh objek atau subjek tersebut. Populasi sasaran yaitu populasi yang digunakan untuk menjadi sasaran penelitian.
Populasi sasaran dalam penelitian ini adalah perusahaan yang pernah tercatat di indeks saham LQ-45. Sehingga perusahaan yang daftar sahamnya pernah tercatat dalam penghitungan indeks LQ-45 yang menerbitkan laporan keuangan periode 2003 sampai dengan 2008, dimana terdapat 95 perusahaan.
3.1.4 Teknik Sampling
Menurut Sugiyono (2008:116) teknik sampling merupakan teknik pengambilan sampel.
Teknik sampling yang digunakan oleh penulis adalah non probability sampling. Menurut Sugiyono (2008:120) Non Probability Sampling adalah teknik pengambilan sampel yang tidak memberikan peluang atau kesempatan sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel.
Sugiyono (2008:66) mengemukakan bahwa teknik sampel ini meliputi, sampling sistematis, kuota, aksidental, purposive, jenuh, snowball.
diperoleh lebih representatif dengan melakukan proses penelitian yang kompeten dibidangnya.
Dalam penelitian ini yang menjadi pertimbangan dalam pemilihan sampel adalah perusahaan-perusahaan yang memenuhi kriteria sebagai berikut:
Tabel 3.1
Kriteria Pemilihan Sampel
No Kriteria Pemilihan Sampel Jumlah Perusahaan
Perusahaan yang daftar sahamnya pernah tercatat di Indeks LQ-45 Periode 2003-2008.
95
1 Perusahaan yang kategorinya perbankan (lembaga keuangan) dikeluarkan dari sampel, karena apabila tidak dikeluarkan dari sampel maka akan terdapat perbedaan rasio keuangan yang digunakan.
(15)
sampel yang dipilih harus representatif artinya segala karakteristik populasi hendaknya tercermin dalam sampel yang terpilih. Sampel yang diambil untuk memperoleh data dalam penelitian ini yaitu sebanyak 12 sampel yang termasuk dalam kategori perusahaan yang daftar sahamnya tercatat dalam penghitungan indeks LQ-45 yang menerbitkan laporan keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2003 sampai dengan 2008.
Perusahaan yang daftar sahamnya tercatat dalam penghitungan indeks LQ-45 yang menjadi sampel dalam penelitian ini, yaitu:
Tabel 3.2
Daftar Perusahaan Yang Dijadikan Sampel
No Nama Perusahaan Kode
1 Astra Agro Lestari Tbk AALI
2 Aneka Tambang Tbk ANTM
3 Astra International Tbk ASII
4 International Nikel Indonesia Tbk INCO
5 Indofood Sukses Makmur Tbk INDF
6 Indah Kiat Pulp & Paper Tbk INKP
7 Indosat Tbk ISAT
8 Tambang Batu Bara Bukit Asam Tbk PTBA
9 Semen Cibinong Tbk (Holcim Indonesia Tbk) SMCB
10 Timah Tbk TINS
11 Telekomunikasi Indonesia Tbk TLKM
12 United Tractors Tbk UNTR
(Sumber: Pojok Bursa YPKP) 3.2 Metode Penelitian
3.2.1 Pendekatan Penelitian
Dalam melakukan penelitian perlu adanya suatu metode, cara, atau taktik sebagai langkah-langkah yang harus ditempuh oleh peneliti dalam memecahkan suatu permasalahan untuk mencapai tujuan tertentu.
Menurut Sugiyono (2008:2) mengartikan metode penelitian adalah cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu.
Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan deskriptif asosiatif, karena adanya variabel-variabel yang akan ditelaah hubungannya serta tujuannya untuk menyajikan gambaran secara terstruktur, faktual, dan akurat mengenai fakta-fakta serta hubungan antar variabel yang diteliti.
Pengertian deskriptif menurut Sugiyono (2008: 53) adalah:
“Suatu rumusan masalah yang berkenaan dengan pertanyaan terhadap keberadaan variabel mandiri, baik hanya pada satu variabel atau lebih (variabel mandiri adalah variabel yang berdiri sendiri, bukan variabel independen, karena kalau variabel independen selalu dipasangkan dengan variabel dependen)”.
Tujuan dari penelitian deskriptif adalah untuk membuat deskripsi, gambaran, atau lukisan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antar fenomena yang diselidiki (Nazir, 1999:63).
Sedangkan pengertian asosiatif menurut Sugiyono (2008;55) adalah penelitian yang bersifat menanyakan hubungan antara dua variabel atau lebih.
Variabel merupakan gejala yang menjadi fokus peneliti untuk diamati. Variabel merupakan atribut dari sekelompok orang atau objek yang mempunyai variasi antara satu dengan yang lainnya dalam kelompok itu. Kelompok ini akan bervariasi bila terjadi pada sekelompok orang atau objek yang diambil. Apabila tinggi badan, motivasi kerja, kemampuan, gaya kepemimpinan dari 30 orang sama, maka semua itu bukanlah variabel. Jadi, dapat dikatakan variabel apabila ada variasinya.
Menurut Sugiyono, (2008;59), variabel dalam penelitian dapat dibedakan menjadi:
1. Variabel Independen
Variabel ini sering juga disebut sebagai variabel stimulus, input, prediktor atau variabel bebas. Variabel bebas adalah variabel yang menjadi sebab timbulnya atau berubahnya variabel dependen (variabel terikat). Jadi variabel independen adalah variabel yang mempengaruhi. Dalam penelitian ini variabel independennya adalah rasio likuiditas, leverage, aktivitas, dan profitabilitas.
2. Variabel Dependen
Variabel ini sering disebut dengan variabel respon, output atau variabel terikat. Variabel terikat merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas. Dalam penelitian ini variabel dependennya adalah return saham.
3.2.3 Operasional Variabel
Sesuai dengan judul skripsi yang dipilih yaitu “Pengaruh rasio likuiditas, leverage, aktivitas, dan profitabilitas terhadap return saham”, terdapat lima variabel yaitu:
1. Rasio likuiditas sebagai variabel independen (X1)
2. Rasio leverage sebagai variabel independen (X2)
3. Rasio Aktivitas sebagai variabel independen (X3)
4. Rasio Profitabiltas sebagai variabel independen (X4)
5. Return saham sebagai variabel dependen (Y)
Tabel 3.3
Operasional Variabel Independen Variabel
Penelitian
Indikator Pengukuran Skal
a
1. Rasio
Likuiditas (X1)
Current ratio
Current Ratio= Current Assets Current Liabilities
(Mamduh M Hanafi dan Abdul Halim, 2007;77)
Rasio
2. Rasio
Leverage (X2)
Debt to equity
ratio
Gambar 3.1 Model Penelitian
Variabel independen (X1) adalah rasio likuiditas, (X2) adalah rasio
leverage, (X3) adalah rasio aktivitas dan (X4) adalah rasio profitabilitas.
Sedangkan variabel dependen (Y) adalah return saham, maka hubungan dari variabel-variabel tersebut dapat digambarkan secara sistematis sebagai berikut:
Y=f(X
1)(X
2)(X
3)(X
4)
Dimana: X1: Rasio likuiditas
X2: Rasio leverage
X3: Rasio aktivitas
X4: Rasio profitabilitas
Y: Return saham
Artinya: Rasio likuiditas, leverage, aktivitas, dan profitabilitas mempunyai pengaruh terhadap return saham perusahaan di masa yang akan datang.
3.2.5 Sumber Data
Menurut Riduwan (2003;31) data adalah bahan mentah yang perlu diolah sehingga menghasilkan informasi atau keterangan, baik kualitataif maupun kuantitatif yang menunjukkan fakta.
dalam arsip yang dipublikasikan dan tidak dipublikasikan. Adapun data sekunder yang diambil oleh penulis adalah laporan keuangan.
3.2.6 Teknik Pengumpulan Data
Untuk mendapatkan data sekunder, digunakan teknik pengumpulan data, yaitu melalui: Studi Kepustakaan (Library Research)
Dalam studi kepustakaan ini, penulis mengumpulkan dan mempelajari berbagai teori dan konsep dasar yang berhubungan dengan permasalahan yang dibahas dalam penulisan skripsi ini. Teori-teori dan konsep dasar tersebut diperoleh dari buku-buku, artikel-artikel yang berhubungan dengan masalah yang dibahas. Serta pengumpulan data juga berasal dari situs-situs yang berhubungan dengan berbagai informasi yang dibutuhkan dalam penelitian yaitu pada situs resmi Bursa Efek Indonesia (BEI) www.isx.co.id dan pojok BEI yang berada di YPKP Bandung (Universitas Sangga Buana).
3.3 Metode Analisis Data dan Rancangan Pengujian Hipotesis 3.3.1 Analisis Data
Data yang dianalisis dalam penelitian ini berkaitan dengan hubungan antara variabel-variabel. Analisis data dilakukan secara kuantitatif dengan dilanjutkan pengujian hipotesis yang meliputi penetapan hipotesis, uji statistik, yaitu dengan analisis regresi linear dan korelasi ganda. Tujuannya adalah untuk menetapkan apakah variabel bebas mempunyai hubungan dengan variabel terikatnya. Penetapan tingkat signifikansi, dan diakhiri dengan penentuan dasar penarikan kesimpulan melalui penerimaan dan penolakan hipotesis.
Menurut Sugiyono (2008;206), mengemukakan bahwa:
mengelompokkan data berdasarkan variabel dan jenis responden, menstabulasi data berdasarkan variabel dari seluruh responden, menyajikan data setiap variabel yang diteliti, melakukan perhitungan untuk menjawab rumusan masalah, dan melakukan perhitungan untuk menguji hipotesis yang telah diajukan.”
3.3.1.1 Analisis Deskriptif
Analisis deskriptif digunakan untuk menganalisa data dengan cara mendeskriptifkan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya. Analisis deskriptif merupakan analisis yang digunakan untuk membahas data kuantitatif. Dalam analisis ini dilakukan pembahasan mengenai bagaimana pengaruh rasio likuiditas, leverage, aktivitas, dan profitabilitas terhadap return saham.
Rasio likuiditas sebagai variabel independen X1, di ukur dengan current
ratio biasanya digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan memenuhi hutang jangka pendeknya dengan menggunakan aktiva lancarnya (aktiva yang akan berubah menjadi kas dalam waktu satu tahun atau satu siklus bisnis). Current ratio dihitung dengan membandingkan current assets dengan current liabilities, pada perusahaan yang termasuk dalam indeks LQ-45 dari tahun 2003 sampai dengan tahun 2008.
Rasio leverage sebagai variabel independen X2, di ukur dengan debt to
Rasio aktivitas sebagai variabel independen X3, di ukur dengan total assets
turnover biasanya digunakan untuk menunjukan efektifitas penggunaan seluruh harta perusahaan dalam rangka menghasilkan penjualan atau menggambarkan berapa rupiah penjualan bersih yang dapat dihasilkan oleh setiap rupiah yang diinvestasikan dalam bentuk harta perusahaan. Total assets turnover dihitung dengan membandingkan sales dengan total assets, pada perusahaan yang termasuk dalam indeks LQ-45 dari tahun 2003 sampai dengan tahun 2008.
Rasio Profitabilitas sebagai variabel independen X4, di ukur dengan return
on assets biasanya digunakan mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan laba bersih berdasarkan tingkat aset yang tertentu. Return on assets dihitung dengan membandingkan net income dengan total assets, pada perusahaan yang termasuk dalam indeks LQ-45 dari tahun 2003 sampai dengan tahun 2008.
Return saham sebagai variabel dependen Y, merupakan keuntungan yang dinikmati investor atas investasi saham yang dilakukannya. Return saham dihitung dengan membandingkan antara harga saham tahun sekarang dikurangi dengan harga saham tahun sebelumnya ditambah dividen dengan harga saham tahun sebelumnya, pada perusahaan yang termasuk dalam indeks LQ-45 dari tahun 2003 sampai dengan tahun 2008.
3.3.1.2 Transformasi Data dalam Bentuk Logaritma Natural (LON)
Alasan digunakannya transformasi adalah karena penelitian ini menggunakan alat statistik yang mempunyai asumsi klasik dan datanya harus berdistribusi normal. Sedangkan menurut Jogiyanto (2008;199), mengemukakan bahwa data retun saham tidak berdistribusi normal, untuk dapat menggunakan alat statistik yang berasumsi data berdistribusi normal (misalnya menggunakan regresi), maka data tersebut perlu ditransformasikan supaya menjadi berdistribusi normal, salah satu teknik yang banyak digunakan adalah transformasi dengan logaritma.
Transformasi data dilakukan dengan bantuan program Microsoft Excel 2007.
3.3.1.3 Analisis Statistik
Untuk mengetahui pengaruh rasio likuiditas, leverage, aktivitas, dan profitabilitas terhadap return saham, maka digunakan statistika parametrik. Statistika parametrik digunakan untuk menguji parameter populasi melalui statistika atau menguji ukuran sampel populasi melalui data sampel.
Skala yang digunakan untuk mengukur kelima variabel diatas adalah skala rasio, yaitu skala yang mempunyai data yang jaraknya sama dan mempunyai nilai yang mutlak, untuk menghitung berapa besar pengaruh rasio likuiditas (X1),
leverage (X2), Aktivitas (X3) dan profitabilitas (X4) terhadap return saham (Y),
digunakan langkah analisis statistik.
Langkah-langkah dalam pengujian statistik yang digunakan penulis adalah sebagai berikut:
1. Asumsi klasik
Untuk melakukan analisis regresi linier harus memperhatikan asumsi-asumsi yang mendasari model regresi. Asumsi tersebut adalah apabila terjadi gejala autokorelasi, heterokedastisitas, dan multikolinieritas diantara variabel bebas dalam regresi tersebut. Setelah model yang akan diuji memenuhi asumsi klasik, dan regresi, maka tahap selanjutnya dilakukan uji statistik yaitu uji t dan uji F. Terdapat 4 asumsi penting yang mendasari model regresi linier klasik, yaitu variabel-variabel tersebut mempunyai distribusi normal, varians bersyarat adalah konstan atau homoskedastik, tidak ada autokorelasi, dan tidak ada multikolinearitas diantara variabel-variabel yang menjelaskan.
a. Uji Normalitas
Uji signifikansi pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen melalui uji t hanya akan valid jika residual yang kita dapatkan mempunyai distribusi normal. Pengujian normalitas data dilakukan untuk mengetahui apakah data yang digunakan dalam penelitian berdistribusi normal atau tidak.
b. Uji autokorelasi
ei−ei−1¿2 Penentuan ada tidaknya autokorelasi dapat dilihat dengan jelas dalam table sebagai berikut:
Gambar 3.2 Statistik Durbin-Watson d
(Sumber Agus Widarjono, 2007;160)
c. Uji multikolinieritas
seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel independen. Jika variabel independen saling berkorelasi, maka variabel-variabel ini tidak ortogonal. Variabel ortogonal adalah variabel independen yang nilai korelasi antar variabel independen sama dengan nol.
Untuk mendeteksi ada tidaknya hubungan multikoliniearitas diantara variabel-variabel bebas dengan variabel terikat dapat dilihat pada tolerance value atau variance inflation factor (VIF). Pedoman suatu model regresi yang bebas multikoliniearitas dan mempunyai angka tolerance mendekati 1. Batas VIF adalah 10, jika nilai VIF di bawah 10, maka tidak terjadi gejala multikoliniearitas.
d. Uji heteroskedastisitas
Uji heteroskedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual suatu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain tetap, maka disebut homoskedastisitas dan jika berbeda disebut heteroskedastisitas.
Deteksi adanya Heteroskedastisitas, yaitu dengan melihat ada tidaknya pola tertentu pada grafik scatterplot (Singgih Santoso, 2000: 210).
Dasar pengambilan keputusan:
Jika ada pola tertentu, seperti titik-titik (point-point) yang ada membentuk suatu pola tertentu yang teratur (bergelombang, melebar kemudian menyempit), maka telah terjadi heteroskedastisitas.
tetapi diasumsikan menggunakan analisis path (Stenly Jacobus dalam penelitian ini penulis menggunakan skala rasio dan skala pengukuran rasio tersebut dapat diukur dengan analisis korelasi pearson. Analisis korelasi pearson ini digunakan untuk mengukur kuat atau lemahnya pengaruh rasio likuiditas, leverage, aktivitas, dan profitabilitas terhadap return saham. Penentuan koefisien korelasi dengan menggunakan metode analisis korelasi pearson dengan menggunakan rumus sebagai berikut:
x
χ Tingkat rasio likuiditas, leverage, aktivitas, dan profitabilitas
Koefisien korelasi (r) menunjukkan derajat korelasi antara variabel X dan variabel Y. Nilai koefisien korelasi harus terdapat dalam batas -1 hingga +1 (-1 ¿r<¿
+1) yang menghasilkan beberapa kemungkinan yaitu:
Tanda positif menunjukkan adanya korelasi positif antara variabel yang sedang diuji berarti setiap kenaikan dan penurunan nilai-nilai X akan diikuti dengan kenaikan dan penurunan Y. jika r = +1 atau mendekati +1, maka menunjukkan adanya pengaruh positif dan korelasi antara variabel-variabel sangat kuat.
Sedangkan tanda negatif menunjukkan adanya korelasi negatif antara variabel-variabel yang sedang diuji, berarti setiap kenaikan nilai X akan diikuti penurunan nilai-nilai Y dan setiap penurunan nilai-nilai X akan diikuti kenaikan nilai-nilai Y. Jika r = -1 atau mendekati 1, maka menunjukkan adanya pengaruh negatif dan korelasi antara variabel-variabel sangat kuat.
Jika r =0 atau mendekati 0, maka menunjukkan korelasi antara variabel yang diteliti lemah atau tidak ada sama sekali. Untuk dapat memberikan penafsiran terhadap koefisien korelasi yang ditentukan besar atau kecil, pedoman untuk memberikan interpretasi koefisien korelasi diantaranya:
Tabel 3.6
Pedoman Untuk Memberikan Interpretasi Koefisien Korelasi
Interval Korelasi Tingkat Hubungan 0,00 – 0,199 Sangat Rendah
0,20 – 0,399 Rendah
0,40 – 0,599 Sedang
0,60 – 0,799 Kuat
0,80 – 1,000 Sangat Kuat
3. Analisis regresi
Analisis regresi menjadi alat untuk mengukur bagaimana pengaruh dari variabel independen terhadap variabel dependen dalam penelitian. Tujuan dari analisis regresi adalah untuk memprediksi besarnya variabel dependen dengan menggunakan data variabel independen yang sudah diketahui besarnya. Melalui analisis regresi ini akan dilakukan pengujian terhadap pengaruh rasio likuiditas, leverage, aktivitas, dan profitabilitas terhadap return saham perusahaan di masa yang akan datang.
a. Analisis regresi sederhana
Menurut Sugiyono (2008;270) regresi sederhana didasarkan pada hubungan fungsional ataupun kausal satu variabel independen dengan satu variabel dependen. Persamaan umum regresi linier sederhana adalah:
Y=a+bX
Dimana:
Y : subjek dalam variabel dependen yang diprediksikan. a : harga Y bila X = 0 (harga konstan)
b : angka arah atau koefisien regresi, yang menunjukkan angka peningkatan ataupun penurunan variabel dependen yang didasarkan pada variabel independen. Bila b ( + ) maka naik, dan bila ( - ) maka terjadi penurunan.
Karena akan terdapat lebih dari satu variabel bebas yang akan diuji untuk mengetahui pengaruhnya terhadap variabel terikat, maka proses analisis regresi yang dilakukan adalah analisis regresi linier berganda (multiple linier regression).
Dalam rangka menguji hipotesis yang telah dirumuskan yaitu untuk membuktikan pengaruh rasio likuiditas, leverage, aktivitas, dan profitabilitas terhadap return saham perusahaan di masa yang akan datang, penelitian ini pada dasarnya menguji hubungan linier antara variabel independen yaitu rasio likuiditas, leverage, aktivitas, dan profitabilitas dengan return saham sebagai variabel dependen, sehingga persamaan regresinya sebagai berikut :
(Sumber: Sugiyono, 2008;277)
4. Pengujian hipotesis secara parsial (Uji t-statistik)
Pengujian yang dilakukan adalah uji parameter (uji korelasi) dengan menggunakan uji t-statistik. Hal ini membuktikan apakah terdapat pengaruh antara masing-masing variabel independen (X) dan variabel dependen (Y) dengan menggunakan rumus:
t=r
√
n−2√
1−r2Harga t-hitung selanjutnya dibandingkan dengan t-tabel dengan derajat kesalahan 5% ( α=0,05 ) dengan kriteria sebagai berikut:
Ho ditolak jika t-hitung ≤ - t-tabel (1 - α/2; n - 2) atau t-hitung ≥ ttabel (1 -α/2; n - 2).
Bila hasil pengujian statistik menunjukkan H0 ditolak, berarti rasio likuiditas, leverage, aktivitas, dan profitabilitas secara parsial mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap return saham. Tetapi apabila H0 diterima, berarti rasio
likuiditas, leverage, aktivitas, dan profitabilitas tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap return saham atau besarnya pengaruh ini dapat diabaikan.
Gambar 3.3 Daerah Penerimaan & Penolakan H0 (Uji t)
(Sumber: Sugiyono, 2008;251)
Dalam pengujian hipotesis dari penelitian ini, penulis menetapkan dengan menggunakan uji signifikan atau uji parameter, maksudnya untuk menguji signifikasi. Maka harus dilakukan pengujian parameter r, dimulai dengan menetapkan hipotesis nol (H0) dan hipotesis alternatif (Ha). Rancangan
pengujian hipotesis secara parsial adalah sebagai berikut: Daerah Penerimaan H0
Daerah Penolakan H0 Daerah Penolakan H0
t-tabel (1- α /2; n-2)
H01 : Tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari rasio likuiditas terhadap
return saham.
Ha1 : Terdapat pengaruh yang signifikan dari rasio likuiditas terhadap return
saham.
H02 : Tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari rasio leverage terhadap
return saham.
Ha2 :Terdapat pengaruh yang signifikan dari rasio leverage terhadap return
saham.
H03: Tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari rasio aktivitas terhadap
return saham.
Ha3 : Terdapat pengaruh yang signifikan dari rasio aktivitas terhadap return
saham.
H04 : Tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari rasio profitabilitas terhadap
return saham.
Ha4: Terdapat pengaruh yang signifikan dari rasio profitabilitas terhadap
return saham.
5. Pengujian hipotesis secara multipel (Uji F-statistik)
Pengujian yang dilakukan ini adalah dengan uji parameter β (uji korelasi) dengan menggunakan uji F-statistik. Hal ini membuktikan ada atau tidaknya pengaruh negatif antara variabel X dengan variabel Y secara bersama-sama (simultan). Rumus uji F adalah sebagai berikut:
F= R K : Banyak parameter atau variabel independen
Harga F-hitung selanjutnya dibandingkan dengan F-tabel dengan tingkat kesalahan 5% = n-k-1, dengan kriteria penerimaan dan penolakan H0 sebagai berikut:
H0 ditolak jika F-hitung > F-tabel H0diterima jika F-hitung < F-tabel
Bila hasil pengujian statistik menunjukan bahwa H0 ditolak, berarti rasio likuiditas, leverage, aktivitas, dan, profitabilitas secara simultan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap return saham. Tetapi apabila H0 diterima, berarti rasio likuiditas, leverage, aktivitas, dan, profitabilitas secara simultan tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap return saham.
Rancangan pengujian hipotesis secara simultan adalah sebagai berikut:
H0 : Tidak terdapat pengaruh yang signifikan secara bersama-sama (simultan)
dari rasio likuiditas, leverage, aktivitas, dan profitabilitas terhadap return saham.
Ha : Terdapat pengaruh yang signifikan secara bersama-sama (simultan) dari
perubahan rasio likuiditas, leverage, aktivitas, dan profitabilitas terhadap return saham.
6. Koefisien determinasi
Untuk mengetahui sejauh mana hubungan variabel X terhadap variabel Y, maka nilai koefisien r dikuadratkan (r)2, nilai r2 atau koefisien determinasi ini menunjukkan besarnya model variabel Y yang dipengaruhi variabel X. Dengan demikian perubahan koefisien determinasi adalah apabila koefisien korelasi antara dua variabel X dan Y sama dengan r, maka 100% r2 variasi variabel X dipengaruhi variasi variabel Y, koefisien determinasi dapat dicari dengan menggunkan rumus:
Kd=(R)2x100 Dimana: 0≤ r2≤1
Keterangan:
r2 = Koefisien korelasi dikuadratkan
Untuk pengolahan data penulis menggunakan program aplikasi komputer yaitu program SPSS versi 17.0 dan program Microsoft Excel 2007 sebagai alat bantu untuk mengolah data tersebut.
3.4 Proses Penelitian
Penelitian merupakan suatu rangkaian kegiatan yang dilakukan secara terus menerus, terencana dan sistematis dengan maksud untuk mendapatkan pemecahan masalah. Oleh karena itu langkah-langkah yang diambil dalam penelitian haruslah tepat dan saling mendukung antara komponen satu dengan komponen lainnya. Proses penelitian yang dilakukan penulis dalam menyusun skripsi ini, dapat digambarkan sebagai berikut:
Surat Permohonan
Topik Penelitian
Perumusan Masalah
Tujuan Penelitian Kerangka Penelitian
dan hipotesis
Gambar 3.4 Proses Penelitian Hasil dan
pembahasan masalah Kesimpulan dan
saran Laporan Metode