• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERAN KOPERASI MAHASISWA DALAM MENEGAKAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PERAN KOPERASI MAHASISWA DALAM MENEGAKAN"

Copied!
37
0
0

Teks penuh

(1)

i JUDUL KARYA TULIS

PERAN KOPERASI MAHASISWA DALAM MENEGAKAN KEMBALI KOPERASI INDONESIA SEBAGAI SOKO GURU PEREKONOMIAN

INDONESIA DAN GERAKAN EKONOMI RAKYAT DALAM MENGHADAPI MASYARAKAT EKONOMI ASEAN 2015

TEMA

PEMUDA SEBAGAI AGEN PENGERAK KOPERASI DI INDONESIA

Diajukan untuk Mengikuti Lomba Karya Tulis Nasioanal PEKAN KU

Oleh :

Muhamad Firmansyah 5551120623 Dhimas Priambodo 5551120884

UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA SERANG

(2)

ii 1. Judul : Peran Koperasi Mahasiswa dalam

Menegakan Kembali Koperasi Indonesia sebagai Soko Guru Perekonomian Indonesia

dan Gerakan Ekonomi Rakyat Dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015

2. Tema : Pemuda Sebagai Agen Pengerak Koperasi di Indonesia

3. Ketua Tim :

a. Nama Lengkap : Muhamad Firmansyah b. NIM : 5551120623

c. Jurusan / Fakultas :Manajemen / Ekonomi

d. Perguruan Tinggi : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa e. Alamat Rumah : Tridaya Indah 2 Blok C14 No 12 Jalan

Kembang Raya Kabupaten Bekasi Provinsi Jawa Barat

f. No. Telepon / HP : 089690045769 4. Dosen Pembimbing :

a. Nama Lengkap dan Gelar : Vera Maria, SE., MM. b. NIP : 197305102008122001

(3)

iii 1. Judul : Peran Koperasi Mahasiswa dalam

Menegakan Kembali Koperasi Indonesia sebagai Soko Guru Perekonomian Indonesia dan Gerakan Ekonomi Rakyat Dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015

2. Tema : Pemuda sebagai Agen Pengerak Koperasi di Indonesia

3. Anggota Tim :

a. Nama Lengkap : Dhimas Priambodo b. NIM : 5551120884

c. Jurusan / Fakultas : Manajemen / Ekonomi

d. Perguruan Tinggi : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa e. Alamat Rumah : Lingkungan Prisen 001/003 Desa Kiara

Kecamatan Walantaka Serang Banten f. No. Telepon / HP : 08974398007

4. Dosen Pembimbing :

a. Nama Lengkap dan Gelar : Vera Maria, SE., MM. b. NIP : 197305102008122001

(4)

iv KOPERASI INDONESIA SEBAGAI SOKO GURU PEREKONOMIAN

INDONESIA DAN GERAKAN EKONOMI RAKYAT DALAM MENGHADAPI MASYARAKAT EKONOMI ASEAN 2015

Muhamad Firmansyah dan Dhimas Priambodo

Koperasi Kesejahteraan Mahasiswa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Serang [email protected] ; [email protected]

Abstrak

Menerut Deputi Bidang Perniagaan dan Kewirausahaan Kemenko Perekonomian menjelaskan, jumlah koperasi yang ada saat ini mencapai angka 200 ribu unit, dengan jumlah anggota hingga 35 juta orang. Dari jumlah tersebut, kontribusi Koperasi baru mencapai 2% Produk Domestik Bruto, sedangkan 78% disumbangkan oleh swasta ataupun asing dan 20% sisnya disumbangkan oleh BUMN. Padahal jelas bahwa Koperasi merupakan soko guru perekonomian Indonesia dan merupakan gerakan ekonomi rakyat sesuai dengan UUD 1945. Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Koperasi (LePPeK) menyatakan, hasil studi yang dilakukannya pada 2012 menyimpulkan bahwa 71 persen koperasi di Indonesia berstatus tidak aktif, yang mana tahun 2015, Indonesia akan menghadapi pasar bebas ASEAN. Hal ini ditandai dengan pencapaian Komunitas

ASEAN yang semakin kuat dengan ditandatanganinya ”Cebu Declaration on the

Estabilishment of an ASEAN Community by 2015” oleh para pemumpin ASEAN pada KTT ke-12 ASEAN di Cebu Filiphina, 13 Januari 2007. Dengan ditandatanganinya deklarasi ini, para pemimpin ASEAN menyepakati percepatan pembentukan Komunitas ASEAN/ASEAN Community dari tahun 2020 menjadi 2015.Seperti yang telah disebutkan di atas, bahwa ASEAN Economic Community adalah merupakan salah satu dari tiga pilar utama dalam ASEAN Community 2015, yang ingin membentuk integrasi ekonomi di kawasan ASEAN Tenggara. Maka dari itu Koperasi Mahasiswa yang merupakan tempat membentuk kader-kader Koperasi yang sejati. Dengan kekhasan generasi muda sebagai sosok yang dinamis, kreatif, inovatif, dan idealis, maka Koperasi mahasiswa dalam pembangunan Koperasi sebagi soko guru perekonomian Indonesia dan gerakan ekonomi rakyat menuju Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015.

(5)

v

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh puji syukur penulis

ucapkan kepada Allah swt dan tidak lupa salawat serta salam semoga selalu terucap kepada nabi kita Muhammad saw. Alhamdulillah karya tulis ilmiah yang dibuat untuk keikutsertaan Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional PEKAN KU yang diselenggarakan oleh Koperasi Mahasiswa Universitas Andalas dengan judul “Peran Koperasi Mahasiswa dalam Menegakan Koperasi Sebagai Soko Guru Perekonomian Indonesia dan Gerakan Ekonomi Rakyat Dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015” penulis dapat menyusun secara maksimal walaupun dengan kendala waktu yang terbatas. Namun itu semua tidak menjadi kendala yang berarti sebab semangat untuk berkoperasi menjadi kekuatan bagi penulis dalam menyusun karya tulis ilmiah ini.

Tidak lupa penulis ingin berterima kasih kepada penerbit jurnal-jurnal ilmiah yang sangat membantu dalam penulisan karya tulis ilmiah ini dan juga pembina serta rekan-rekan dari Koperasi Kesejahteraan Mahasiswa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Kokesma Untirta). Penulis berharap semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat khususnya para pengerak koperasi. Penulis juga menyadari dalam penulisan karya tulis ilmiah ini pasti ada kekurangan maupun kesalahan oleh karena itu kritik dan saran sangat penulis terima dengan senang hati demi kemajuan penulis kedepannya. Akhir kata penulis ucapkan terima kasih. Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Serang, 1 November 2014

(6)

vi

Halaman Judul ... i

Lembar Pengesahan... ii

Abstrak... iv

Kata Pengantar... v

Daftar Isi... vi

Daftar Tabel... vii

Daftar Grafik... viii

BAB 1 PENDAHULUAN... 1

1.1 Latar Belakang... 1

1.2 Tujuan dan Manfaat... 4

BAB 2 PEMBAHASAN... 5

2.1 Koperasi sebagai Soko Guru Perekonomian Indonesia dan Gerakan Ekonomi Rakyat... 5

2.1.1 Koperasi sebagai Soko Guru Perekonomian Indonesia... 6

2.1.2 Koperasi sebagai Gerakan Ekonomi Rakyat... 7

2.2 Peran Aktif Koperasi Mahasiswa dalam Pembangunan Koperasi Sebagai Gerakan Ekonomi Kerakyatan... 9

2.3 Peluang dan Tantangan serta Langkah Stratregis Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015... 11

2.3.1 ASEAN Economic Community 2015... 11

2.3.2 Peluang AEC 2015... 14

2.3.3 Tantangan AEC 2015... 16

2.3.4 Langkah-langkah Strategis dalam Menghadapi AEC 2015... 21

BAB III PENUTUP... 22

DAFTAR PUSTAKA... 24

(7)
(8)
(9)

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang

Menurut Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 mendefinisikan Koperasi sebagai badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum Koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip Koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan. Koperasi tidak hanya berada di Indonesia, namun koperasi berada dan tumbuh juga di negara-negara lain, termasuk dinegara-negara maju. Menurut Kadin-Indonesia (2010) kebaradaan koperasi di negara-negara maju, seperti di Eropa dan Amerika Serikat, dapat bersaing dengan perusahaan-perusahaan besar yang notabene bukanlah koperasi, jauh berbeda dengan kondisi Koperasi di Indonesia. Menerut Deputi Bidang Perniagaan dan Kewirausahaan Kemenko Perekonomian menjelaskan, jumlah koperasi yang ada saat ini mencapai angka 200 ribu unit, dengan jumlah anggota hingga 35 juta orang. Dari jumlah tersebut, kontribusi Koperasi baru mencapai 2% Produk Domestik Bruto, sedangkan 78% disumbangkan oleh swasta ataupun asing dan 20% sisnya disumbangkan oleh BUMN. Padahal menurut pasal 33 UUD 1945, koperasi ditetapkan sebagai badan usaha yang sesuai dalam tata ekonomi kita berlandaskan demokrasi ekonomi. Oleh karena itu seyogyanya koperasi perlu dipahami secara lebih luas yaitu sebagai suatu kelembagaan yang mengatur tata ekonomi kita berlandaskan jiwa dan semangat kebersamaan dan kekeluargaan. Jiwa dan semangat kebersamaan serta kekeluargaan itulah yang perlu ditempatkan sebagai titik sentral dalam memahami pasal 33 UUD 1945 beserta penjelasannya secara lebih luas dan mendasar. Dan di dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992,

koperasi juga katakan “sebagai gerakan ekonomi rakyat”. Ketua Umum Dewan Koperasi

(10)

menghadapi ekonomi global, padahal tahun 2015 akan diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) atau ASEAN Economic Community. Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Koperasi (LePPeK) menyatakan, hasil studi yang dilakukannya pada 2012 menyimpulkan bahwa 71 persen koperasi di Indonesia berstatus tidak aktif. Ketua LePPek Suroto mengatakan, dari sekitar 200 ribu unit koperasi, 71 persen di antaranya tinggal papan nama dan 22 persen sisanya dalam kondisi mati suri alias hidup segan mati tak mau."Jadi, total hanya tujuh persen yang dalam kondisi sehat dan mandiri," katanya.Suroto mencatat, jumlah koperasi Indonesia, menurut BPS, pada 2013 sebanyak 200.808 primer koperasi dengan jumlah anggotanya sebanyak 35 juta orang. Dari data diatas ditemukan gap dalam pembangunan koperasi di Indonesia. Hal yang paling mendasar adalah pendidikan tentang perkoperasian, banyak koperasi di Indonesia berdiri tetapi pengurusnya tidak mengerti hakikat dari koperasi itu sendiri, disinilah dibutuhkan kaum muda dan intelektual yang dimana memiliki peran strategis dalam membangun kembali koperasi sebagai gerarakan ekonomi rakyat dan pembangunan koperasi pada tatanan era ekonomi global.

Mahasiswa merupakan golongan dari kaum muda dan terdidik dan sebab itu mahasiswa mempunyai peran strategis dalam menegakan koperasi Indonesia sebagai soko guru perekonomian Indonesia yang diharapkan koperasi Indonesia nantinya dapat bersaing di tatanan ekonomi global. Mahasiswa sebagai kaum intelektual memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan berbangsa. Yang pertama Sebagai Agent Of Change, mahasiswa sebagai agen perubahan dituntut bersifat kritis dan diperlukan implementasi yang nyata. Peranan Mahasiswa yang kedua adalah sebagai Social Control, Mahasiswa sebagai penengah antara Pemerintah dan masyarakat, disinilah peranan mahasiswa sebagai pengontrol.Peran Mahasiswa yang ketiga adalah Iron Stock, yaitu mahasiswa diharapkan menjadi manusia – manusia tangguh yang memilik kemampuan dan akhlak mulia yang nantinya dapat menggantikan generasi – generasi sebelumnya. Dari ketiga peran itulah mahasiwa diharapkan dapat membangun koperasi sebagai gerakan ekonomi rakyat dan membagun koperasi Indonesia pada tatanan era ekonomi global khususnya pada Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015 yang akan diberlakukan per 31 Desember 2015.

(11)

kemitraan yang dinamis di tahun 2020. Komunitas ASEAN terdiri dari tiga pilar yang termasuk di dalamnya kerjasama di bidang ekonomi, yaitu: Komonitas Keamanan ASEAN ( ASEAN Security Comunity/ASC), Komunitas Ekonomi ASEAN (ASEAN Economic

Community/AEC) dan Komunitas Sosial Budaya ASEAN (ASEAN Sosio-Cultural

Community/ASCC).Pencapaian Komunitas ASEAN semakin kuat dengan ditandatanganinya Cebu Declaration on the Estabilishment of an ASEAN Community by 2015” oleh para pemumpin ASEAN pada KTT ke-12 ASEAN di Cebu Filiphina, 13 Januari 2007. Dengan ditandatanganinya deklarasi ini, para pemimpin ASEAN menyepakati percepatan pembentukan Komunitas ASEAN/ASEAN Community dari tahun 2020 menjadi 2015.Seperti yang telah disebutkan di atas, bahwa AEC adalah merupakan salah satu dari tiga pilar utama dalam ASEAN Community2015, yang ingin membentuk integrasi ekonomi di kawasan ASEAN Tenggara. AEC memiliki lima plar utama, yakni:

1.Aliran bebas barang (free flow of goods), 2.Aliran bebas jasa (free flow of sevice),

3.Aliran bebas investasi (free flof of investment),

4.Aliran bebas tenaga kerja terampil (free flow of skilled labour),dan 5.Alian bebas modal (free flow of cap)

Secara umum AEC memiliki 12 sektor prioritas, yakni: produk-produk berbasis pertanian, otomotif, elektronik, perikanan, poduk berbasis karet, tekstil dan pakaian, produk berbasis kayu, perjalanan udara, e-ASEAN, kesehatan, pariwisata, dan logistik. Inilah sector-sektor yang paling diminati, anggota ASEAN, dan menjadi ajang mereka untuk bersaing satu sama lain. Oleh karena itu dalam hal ini mahasiswa yang notabene kalangan muda dan intelektual memiliki peran sebagai garda terdepan dalam menegakan koperasi sebagai soko guru perekonomian Indonesia menuju tatanan ekonomi global.

(12)

1.2

Tujuan Penulisan

Adapun tujuan dari penulisan ini antara lain ;

1. Membagun kembali Koperasi sebagai soko guru perekonomian Indonesia dan gerakan ekonomi rakyat.

2. Koperasi mahasiswa dapat berperan aktif dalam pembangunan Koperasi sebagai soko guru perekonomian Indonesia dan gerakan ekonomi rakyat menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015.

(13)

BAB 2

PEMBAHASAN

2.1 Koperasi sebagai Soko Guru Perekonomian Indonesia dan Gerakan

Ekonomi Rakyat.

Berdasarkan Undang-Undang Dasar 1945 dan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992, dimana koperasi merupakan salah satu pilar ekonomi negara indonesia selain BUMN dan BUMS. Oleh karena itu hendaknya koperasi dapat bersaing dengan BUMN dan BUMS dan tidak hanya itu koperasi Indonesia juga harus mampu bersaing di tatanan Masyarakat Ekonomi ASEAN atau ASEAN Economic Community dan mahasiswa yang merupakan pemuda dan kaum intelektual mampu berperan aktif dalam perkembangan Koperasi di Indonesia.

Ditinjau dari segi definisinya, koperasi seringkali dianggap sebagai organisasi swadaya rakyat kecil (petani, pengrajin, pedagang, pekerja dan sebagainya) yang otonom, terorganisasi secara demokratis dan partisipatif. Itu menyebabkan koperasi secara otomatis dianggap mampu menangani berbagai fungsi, seperti menunjang para anggota dalam meningkatkan pendapatan mereka, menjamin dan memperbaiki basis eksistensinya, menawarkan kepada mereka berbagai kemudahan dibidang pendidikan dan latihan, dan mampu memberikan sumbangan positif terhadap proses pembangunan ekonomi sosial dan mewujudkan berbagai tujuan pembangunan pemerintah. Hal hal inilah yang menjadi alasan utama berbagai bantuan dan dukungan pemerintah yang intensif terhadap koperasi selama ini. Kita masih ingat bahwa selama beberapa dasawarsa, sejak Orde lama hingga Orde Baru, terdapat berbagai harapan positif terhadap dampak yang berlipat ganda daripembangunan koperasi sebagai organisasi yang berusaha lebih efisien. Namun, sebagaimana dituntut oleh banyak pihak, maka koperasi harus dikembalikan kepada jati dirinya sebagai organisasi swadaya rakyat dan merupakan implementasi dari bangun ekonomi kerakyatan.

(14)

yang diperlukannya, sehingga mampu mandiri dan siap bersaing. Dukungan pemerintah terhadap gerakan koperasi harus lebih terfokus pada upaya pemberdayaan koperasi. Penciptaan iklim usaha yang kondusif dan pembinaan oleh pemerintah terhadap koperasi harus lebih konsepsional, sistematis dan berkelanjutan, agar mereka mampu membangun demokrasi ekonomi, serta menjadi mandiri dan siap bersaing. Selain itu, koperasi dituntut untuk lebih kredibel, lebih efisien dan lebih transparan dimata anggota dan publik.

2.1.1

Koperasi sebagai Soko Guru Perekonomian Indonesia.

Koperasi dapat diartikan sebagai perkumpulan orang atau badan usaha yang memiliki tujuan yang sama yaitu mencapai kesejahteraan ekonomi yang berlandaskan asas kekeluargaan. Koperasi disebut sebagai soko guru perekonomiandi Indonesia. Keberadaannya diharapkan mampu menjadi penopang perekonomian. (Sri Edi Swasono dalam Hendar Kusnadi 2005: 19) menjelaskan alasan koperasi menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia yaitu:

1) Koperasi merupakan wadah menampung pesan politik bangsa terjajah yang miskin ekonominya dan didominasi oleh sistem ekonomi penjajah. Koperasi menyadarkan kepentingan bersama, menolongdiri sendiri secara bersama dalam meningkatkan kesejahteraan dan kemampuan produktif. Koperasi adalah bentuk usaha yang tidak saja menampung tetapi juga mempertahankan serta memperkuat idealitas dan budaya bangsa Indonesia. Kepribadian bangsa bergotong royong dan kekolektivan akan tumbuh subur di dalam koperasi.

2) Koperasi adalah wadah yang tepat untuk membina golongan ekonomi kecil (pribumi). Kelompok ekonomi kecil adalah masalah makro bukanmasalah partial di dalam kehidupan ekonomi Indonesia, baik secara kualitas maupun kuantitas.

(15)

4) Koperasi adalah wahana yang tepat untuk merealisasikan ekonomi Pancasila terutama karena terpenuhinya tuntutan kebersamaan dan asas kekeluargaan. Dalam keseluruhan koperasi adalah pusat kemakmuranrakyat.

Melihat penjelasan di atas koperasi dapat dan mampu bersaing baik di Indonesia maupun tatanan global sehingga terciptanya tatanan masyarakat sejahtera.

2.1.2

Koperasi sebagai Gerakan Ekonomi Rakyat.

Kelahiran koperasi yang awalnya didasari oleh ketidak adilan ekonomi akibat sistim ekonomi yang kapitalistik dan kepetingan individu dalam menumpuk kekayaan yang sebesar – besarnya. Bicara sistem ekonomi tak lepas dari perdebatan sistim ekonomi sosialisme dan kapitalisme. Di Indonesia di kenal istilah sistim Ekonomi Pancasila atau sistem ekonomi pasar dengan pengendalian pemerintah atau “ekonomi pasar terkendali” yang mengadopsi

kedua sistim ekonomi sebelumnya,sebuah sistim ekonomi yang ibarat bandul jam yang bergerak seimbang kekiri dan kekanan (Dawam Raharjo,2004). Ada beberapa pengertian dasar dan tujuan koperasi, baik yang di keluarkan oleh International Cooperative Alliance (ICA) maupun pendapat para ahli koperasi

(16)

ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil dan makmur berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Ekonomi rakyat seperti ini dapat dikategorikan sebagai bisnis tetapi sesunguhnya merupakan “way of life”, kegiatan hidup sehari-hari yang sama sekali bukan kegiatan bisnis yang mengejar untung.

(17)

2.2

Peran Aktif Kerakyatan Koperasi Mahasiswa dalam Pembangunan

Koperasi sebagai Gerakan Ekonomi.

Koperasi Mahasiswa sebagai Koperasinya mahasiswa, yang masa pendidikannya di perguruan tinggi juga disiapkan sebagai insan pembangun masa depan, mestinya juga melalui pengkajian keterkaitan antara Koperasi dengan program idustrialisasi yang dilaksanakan sebagai bagian pembangunan. (Pandji Anoraga dan Ninik Widiyanti, 2007: 203).

Musyawarah Nasional (Munas) Koperasi mahasiswa Indonesia I dalam Pandji Anoraga dan Ninik Widiyanti, (2007: 203) merumuskan model Koperasi Mahasiswa dalam gerakan Koperasi Nasional sebagai berikut:

1. Koperasi mahasiswa adalah lembaga ekonomi yang berwatak sosial yang merupakan wadah transformasi nilai-nilai Koperasi dalam usaha mensejahterakan anggota dan kehidupan berbangsa.

2. Koperasi mahasiswa merupakan lembaga pengkaderan yang fungsional, ideal, kreatif, dan konstruktif.

3. Koperasi mahasiswa merupakan lembaga yang memperjuangkan nilai-nilai ekonomi dan merupakan katalisator dalam iklim kondusif.

4. Koperasi Mahasiswa merupakan suatu lembaga ekonomi yang berwatak sosial bertujuan meningkatkan perekonomian bangsa dan kesejahteraan anggota.

Perumusan model Koperasi mahasiswa diatas, berlandaskan sejarah gerakan Koperasi dan berpegang pada tren masa yang akan datang. Landasan konstitusional rumusan tersebut adalah Undang-Undang Dasar 1945. Perkoperasian, dan GBHN. Lebih penting lagi adalah rumusan ini dijiwai oleh tekad untuk mewujudkan demokrasi ekonomi. Hereg Muljianto dalam Panji Anoraga dan Ninik Widiyati, 2007: 205 mengemukakan bahwa “lewat gerakan ini, diharapkan jiwa kekoperasian dan akan dapat membantu memecahkan masalah bangsa secara mendasar.

(18)

Koperasi mahasiswa dalam pengembangan ekonomi rakyat khususnya perkoperasian dapat berperan sebagai:

1. Wadah transformasi nilai-nilai Koperasi dalam usaha mensejahterakan anggota dan kehidupan bangsa.

2. Lembaga pengkaderan yang profesional, ideal, kreatif, dan konstruktif.

3. Lembaga yang memperjuangkan nilai-nilai ekonomi dan merupakan katalisator dalam iklim kondusif.

4. Lembaga ekonomi yang berwatak sosial bertujuan meningkatkan perekonomian bangsa dan kesejahteraan anggota.1

Dari penjelasan di atas koperasi mahasiswa yang diisi oleh kader-kader muda intelektual dapat mebangun koperasi Indonesia sebagai soko guru perekonomian Indonesia dan gerakan ekonomi rakyat menuju tatanan ekonomi global khususnya ASEAN Economic Community 2015.

Koperasi mahasiswa sebagai organisasi yang berbasis pendidikan / pengkaderan dengan demikian diharapkan koperasi mahasiswa dapat memberikan kontribusi yang positif bagi pembangunan perekonomian bangsa terutama pada era ekonomi global. Beberapa hal yang bisa dilakukan oleh koperasi mahasiswa untuk menjadikan koperasi sebagai gerakan ekonomi rakyat menuju era ekonomi global.

1. Koperasi mahasiswa dijadikan wadah untuk pedidikan dan kaderisasi kader-kader kopma serta tempat penelitian dan pengkajian perkoperasian yang hasilnya akan diimplementasikan kepada masyarakat.

2. Koperasi mahasiswa menjadi wadah bagi masyarakat dalam menciptakan gerakan ekonomi rakyat dan gerakan koperasi yang masif dan terstruktur.

3. Koperasi mahasiswa menjadi wadah bagi pemerintah untuk membantu proses pembangunan koperasi indonesia menuju ekonomi global melalui pedidikan koperasi dan wawasan ekonomi global degan cara pengabdian kepada masyarakat agar membuka wawasan di masyarakat.

1

(19)

4. Kemampuan intelektual dan komunikasi anggota koperasi mahasiswa yang diisi oleh kaum terdidik dijadikan wadah penghubung antara pemerintah dengan masyarakat, masyarakat dengan pemerintah maupun pemerintah dan masyarakat dengan masyarakat internasional.

2.3

Peluang dan Tantangan serta Langkah Stratregis Menghadapi

Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015.

Untuk mengetahui peluang dan tantangan sertah langkah strategis apa yang harus dilakukan dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015, maka kita harus mengetahui dulu apa itu ASEAN Economic Community 2015 yang dimana ASEAN Economic Community 2015 merupakan salah satu tiga pilar dari penandatanganan

kesepahaman para pemimpin negara-negara ASEAN.

2.3.1

ASEAN

Economic Community

2015.

(20)

Gambar 1 ASEAN Economic Community dalam Piagam ASEAN2

Secara umum AEC memiliki 12 sektor prioritas, yakni: produk-produk berbasis pertanian, otomotif, elektronik, perikanan, poduk berbasis karet, tekstil dan pakaian, produk berbasis kayu, perjalanan udara, e-ASEAN, kesehatan, pariwisata, dan logistik. Inilah sector-sektor yang paling diminati, anggota ASEAN, dan menjadi ajang mereka untuk bersaing satu sama lain. Gagasannya adalah jika sektor-sektor ini diliberalisasikan secara penuh,

2

Syamsul Arifin. Dkk, opcit, hal 5

1. Pengembangan UKM

2. inisiatif integrasi

ASEAN Economic Community (AEC) 2015

Cetak biru Agenda Strategis

Integerasi ke

(21)

sektor-sektor ini akan berintegrasi (menyatu) anggota ASEAN akan mengembangkan keunggulan sektor-sektor ini dengan menarik investasi dan perdagangan di dalam ASEAN (contohnya dengan saling melakukan outsourching) serta membantu mengembangkan produk-poduk buatan

ASEAN. Selain itu dilakukan pengembangan terhadap sektor prioritas pangan, pertanian dan kehutanan.

Gambar 2 skema cetak biru aliran bebas barang AEC 20153

3

Syamsul Arifin. Dkk, opcit, hal 73

(22)

Di dalam aliran bebas barang (free flow of goods) sesuai dengan skema AEC 2015 memiliki tiga sector pioritas, yakni hambatan tarif, hambatan non-tarif dan fasilitas perdagangan. Ketiga sekor prioritas in adalah merupakan instrumen untuk meliberalisasikan perdagangan dengan berusaha menghilangkan hambatan-hambatan di dalam perdagangan internasional. Dalam pengurangan tarif dalam AEC, skema CEPT akan terus dievaluasi dan dikembangkan menjadi perjanjian yang kompeherensif dalam rangka mewujudkan aliran bebas barang 2015, ASEAN melakukan langkah-langkah sebagai berikut:

1. Menghapuskan bea masuk bagi semua barang yang tergolong dalam sensitive list dan hightly sensitive list pada 2010 untuk ASEAN6, dan 2015

untuk CLMV (dengan fleksibilitas hingga 2018 untuk sensitive product), 2. Menghapuskan bea masuk dari barang yang tergolong 12 sekor prioitas

pada 2007 untuk ASEAN6 dan 2012 untuk CLMV,

3. Memindahkan barang yang ada di SL ke IL dan mengurangi tarifnya menjadi 0-5% pada 1 Januari 2007 (Laos dan Myanmar) dan 1 Januari 2018 (Kamboja).

Untuk dapat memainkan peranan dalam AEC, diperlukan persiapan yang matang dengan memperhatikan peluang yang dimiliki dan tantangan yang dihadapi serta langkah strategi yang harus disiapkan.

2.3.2

Peluang AEC 2015

(23)

1. Indonesia merupakan pasar potensial yang memiliki luas wilayah dan jumlah penduduk yang terbesar di kawasan (40% dari total penduduk ASEAN). Hal ini dapat menjadikan Indonesia sebagai negara ekonomi yang produktif dan dinamis yang dapat memimpin pasar ASEAN di masa depan dengan kesempatan penguasaan pasar dan investasi.

2. Indonesia merupakan negara tujuan investor ASEAN. Proporsi investasi negara ASEAN di Indonesia mencapai 43% atau hampir tiga kali lebih tinggi dari rata-rata proporsi investasi negara-negara ASEAN di ASEAN yang hanya sebesar 15%.

3. Indonesia berpeluang menjadi negara pengekspor, dimana nilai ekspor Indonesia ke intra-ASEAN hanya 18-19% sedangkan ke luar ASEAN berkisar 80-82% dari total ekspornya, Hal ini berarti peluang untuk meningkatkan ekspor ke intra-ASEAN masih harus ditingkatkan agar laju peningkatan ekspor ke intra-ASEAN berimbang dengan laju peningkatan impor dari intra-ASEAN.

4. Liberalisasi perdagangan barang ASEAN akan menjamin kelancaran arus barang untuk pasokan bahan baku maupun bahan jadi di kawasan ASEAN karena hambatan tarif dan non-tarif sudah tidak ada lagi. Kondisi pasar yang sudah bebas di kawasan dengan sendirinya akan mendorong pihak produsen dan pelaku usaha lainnya untuk memproduksi dan mendistribusikan barang yang berkualitas secara efisien sehingga mampu bersaing dengan produk-produk dari negara lain. Di sisi lain, para konsumen juga mempunyai alternatif pilihan yang beragam yang dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan, dari yang paling murah sampai yang paling mahal. Indonesia sebagai salah satu negara besar yang juga memiliki tingkat integrasi tinggi di sektor elektronik dan keunggulan komparatif pada sektor berbasis sumber daya alam, berpeluang besar untuk mengembangkan industri di sektor-sektor tersebut di dalam negeri. 5. Indonesia sebagai negara dengan jumlah populasi terbesar akan

(24)

demografi. Perbandingan jumlah penduduk produktif Indonesia dengan negara-negara ASEAN lain adalah 38:100, yang artinya bahwa setiap 100 penduduk ASEAN, 38 adalah warga negara Indonesia. Bonus ini diperkirakan masih bisa dinikmati setidaknya sampai dengan 2035, yang diharapkan dengan jumlah penduduk yang produktif akan mampu menopang pertumbuhan ekonomi dan peningkatan pendapatan per kapita penduduk Indonesia.

2.3.3 Tantangan AEC 2015

Untuk dapat menangkap keuntungan dari AEC 2015 tantangan yang dihadapi Indonesia adalah meningkatkan daya saing. Faktor-faktor untuk meningkatkan daya saing, yang masih menjadi tantangan bagi Indonesia, yakni:

1. Infrastruktur

Berdasarkan The Global Competitiveness Report 2013/2014 yang dibuat oleh World Economic Forum (WEF), daya saing Indonesia berada pada peringkat ke-38. Sementara itu kualitas infrastruktur Indonesia menempati peringkat ke-82 dari 148 negara atau berada pada peringkat ke-5 diantara negara-negara inti ASEAN. Hal ini menunjukkan bahwa infrastruktur Indonesia masih jauh tertinggal.

Tabel 1. GCI 2013-2014

(25)

Beberapa infrastruktur yang harus disiapkan Indonesia menjelang AEC 2015, antara lain: darat, berupa jejaring jalan ASEAN dan jalur rel kereta Kunming-Singapura; laut, berupa jejaring perhubungan laut; udara, berupa jalur pengiriman udara; teknologi informasi, berupa jaringan komunikasi; dan energi, berupa keamanan energi.

Beberapa infrastruktur yang telah dibangun, meliputi: penataan pelabuhan Tanjung Priok; pembangunan bandara internasional Lombok Praya dengan rute internasional Malaysia, Singapura, Australia, dan Hongkong (menyusul); Sabuk Selatan Nusantara yang menghubungkan 16 pulau dari Sabang sampai Merauke (5.330 km jalan dan 1.600 km jalur laut) dan Sabuk Tengah Nusantara sepanjang 3.800 km yang menghubungkan 12 provinsi dari Sumatra Selatan hingga Papua Barat.

Beberapa infrastruktur yang belum dibangun atau masih dalam tahap penyelesaian, yakni: Indonesia mengajukan perpanjangan jalur kereta Kunming-Singapura hingga ke Surabaya; rencana pembangunan Jembatan Selat Sunda (diproyeksikan rampung 2025); dan Sabuk Utara Nusantara diproyeksikan rampung pada 2015.

Pembangunan infrastruktur yang rendah di Indonesia, dipengaruhi oleh beberapa faktor penghambat, yakni:

1. Anggaran infrastruktur yang rendah, hanya 2,5% dari PDB, dimana jumlah ini tidak dapat mengakomodir biaya pembebasan lahan dan biaya feasibility study serta AMDAL yang kerap muncul dalam pembangunan infrastruktur.

2. Konflik kepentingan, seperti politik, bisnis, atau pesanan pihak-pihak tertentu dalam pembangunan infrastruktur.

(26)

2. Biaya Logistik

Dampak dari rendahnya infrastruktur berpengaruh pada semakin mahalnya biaya logistik di Indonesia. Perdagangan menjadi kurang efisien mengingat biaya logistik yang mahal dibandingkan negara anggota ASEAN lainnya, yang dibebankan sebesar 14,08%, jika dibandingkan dengan biaya logistik yang wajar sebesar 7%. Berdasarkan Logistic Performance Index (LPI, 2012), Indonesia menempati peringkat ke-59 dari 155 negara, di bawah peringkat Thailand, Filipina, dan Vietnam.

Grafik 1. Indonesian Logistics Perfomance Index

Dengan pengurangan biaya logistik, maka permasalahan dalam bidang perdagangan diharapkan dapat teratasi sehingga menaikkan daya saing Indonesia.

3. Sumber Daya Manusia

(27)

Kesempatan memperoleh pendidikan secara merata di seluruh Indonesia sulit dilakukan sehingga kesadaran untuk menempuh pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi sangat rendah. Kondisi ini mengakibatkan tenaga kerja Indonesia hanya dilirik sebagai buruh atau tenaga kerja kasar di pasar tenaga kerja internasional.

4. UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah)

Dari delapan aturan kunci (golden rules) peringkat kompetitif dunia yang dikeluarkan oleh International Institute for Management Development (IMD), salah satunya adalah dukungan terhadap UMKM. Pada masa krisis moneter, UMKM mampu bertahan dan terus berkembang, hal tersebut dapat memberikan peluang peningkatan daya saing. Namun demikian, UMKM masih berada pada area kurang diperhatikan oleh pemerintah. Ketiadaan pendampingan dari pemerintah untuk menstandarkan produk lokal dan menginternasionalkan UMKM, membuat UMKM sulit bersaing dan kalah pada pasar lokal. Kerap kali terjadi ungkapan bagi UMKM

“Unggul di Produk, Kalah di Promosi”. Keanekaragaman yang dimiliki

UMKM Indonesia berpeluang untuk membentuk pasar ASEAN, salah satu contohnya adalah kerajinan tangan, furniture, makanan daerah, dan industri lainnya.

5. Pertanian

Salah satu jantung perekonomian Indonesia adalah pertanian. Peningkatan keunggulan komparatif di sektor prioritas integrasi, antara lain adalah pembangunan pertanian perlu terus dilakukan, mengingat bahwa luas daratan yang dimiliki Indonesia lebih besar dan tingkat konsumsi yang tinggi terhadap hasil pertanian.

(28)

1. Investasi asing diperbolehkan hingga 49% untuk usaha budidaya tanaman pangan seluas lebih dari 25 hektar.

2. Investasi asing diperbolehkan hingga 95% untuk usaha perkebunan dalam hal perbenihan bagi usaha seluas lebih dari 25 hektar.

3. Investasi asing diperbolehkan hingga 30% untuk usaha perbenihan dan budidaya hortikultura.

Melihat bahwa sektor pertanian masih tertinggal dan dibebani volume impor komoditas pangan dan hortikultura; kegagalan panen akibat kemarau dan gangguan hama; serta petani Indonesia rata-rata berusia 55-60 tahun dan tidak memiliki pengetahuan dan pendidikan yang memadai akan menyulitkan memasuki pasar bebas ASEAN.

Indonesia dengan populasi luas kawasan dan ekonomi terbesar di ASEAN, dapat menggerakkan pemerintah untuk lebih tanggap terhadap kepentingan nasional, khususnya pertanian.

Pemerintah perlu mengambil langkah-langkah:

1. Menghitung kesiapan dan daya dukung nasional dalam menghadapi pasar bebas ASEAN. Untuk itu Perpres No.39/2014 perlu dievaluasi mengingat sangat merugikan petani Indonesia.

2. Mendongkrak kapasitas produksi, kualitas pengetahuan dan permodalan agar Indonesia tidak bergantung pada impor.

3. Menyiapkan perlindungan bagi petani dengan penetapan tarif maksimal untuk produk impor.

(29)

2.3.4

Langkah-langkah Strategis dalam Menghadapi AEC 2015

.

Indonesia akan dapat ikut berperan dalam AEC jika dapat meningkatkan daya saing dan mengejar ketertinggalan dari negara anggota ASEAN lainnya. Untuk itu, diperlukan suatu langkah-langkah strategis, di antaranya:

1. Penyesuaian, persiapan dan perbaikan regulasi baik secara kolektif maupun individual (reformasi regulasi organisasi Koperasi);

2. Peningkatan kualitas sumber daya manusia Koperasi baik dalam birokrasi maupun dunia usaha ataupun profesional;

3. Penguatan posisi Koperasi serta usaha skala menegah, kecil, dan usaha pada umumnya;

4. Penguatan kemitraan Koperasi sesuai dengan prinsip Koperasi

5. Menciptakan iklim usaha yang kondusif dan mengurangi ekonomi biaya tinggi, yang juga merupakan tujuan utama pemerintah dalam program reformasi komprehensif di berbagai bidang seperti perpajakan, kepabeanan, dan birokrasi;

6. Pengembangan sektor-sektor prioritas yang berdampak luas dan komoditi unggulan;

7. Peningkatan partisipasi masyarakat di dalam Koperasi serta institusi pemerintah maupun swasta untuk mengimplementasikan AEC Blueprint; 8. Reformasi kelembagaan dan kepemerintahan terutama Kementerian

Koperasi dan Usaha Kecil Menengah. Pada hakikatnya AEC Blueprint juga merupakan program reformasi bersama yang dapat dijadikan referensi bagi reformasi di Negara Anggota ASEAN termasuk Indonesia; 9. Penyediaan kelembagaan dan permodalan yang mudah diakses oleh

(30)

BAB 3

PENUTUP

3.1

Kesimpulan

Koperasi mahasiswa merupakan tempat membentuk kader-kader Koperasi yang sejati. Dengan kekhasan generasi muda sebagai sosok yang dinamis, kreatif, inovatif, dan idealis, maka Koperasi mahasiswa dalam pengembangan ekonomi rakyat khususnya perkoperasian dapat berperan sebagai, wadah transformasi nilai-nilai Koperasi dalam usaha mensejahterakan anggota dan kehidupan bangsa, lembaga pengkaderan yang profesional, ideal, kreatif, dan konstruktif. lembaga yang memperjuangkan nilai-nilai ekonomi dan merupakan katalisator dalam iklim kondusif. lembaga ekonomi yang berwatak sosial bertujuan meningkatkan perekonomian bangsa dan kesejahteraan anggota.

Koperasi mahasiswa sebagai organisasi yang berbasis pendidikan / pengkaderan dengan demikian diharapkan koperasi mahasiswa dapat memberikan kontribusi yang positif bagi pembangunan perekonomian bangsa terutama menegakan koperasi sebagai soko guru perekonomian bangsa dan menjadikan koperasi sebagai gerakan ekonomi rakyat yang dapat dapat bersaing di tatanan ekonomi global terutama ASEAN Economic community yang akan diberlakukan per 31 Deseber 2015. ASEAN Economic

Community akan memberikan peluang bagi Koperasi Indonesia untuk mampu

(31)

3.2

Saran

Untuk dapat bersaing di ASEAN Economic Community 2015 Pemerintah harus melibatkan mahasiswa dalam hal ini yaitu Koperasi mahasiswa dalam pembagunan koperasi di Indonesia. Karena mahasiswa merupakan generasi muda penerus bangsa dan mahasiswa merupakan kaum intelektual yang pikiran dan ide-idenya sangat dibutuhkan demi penegakan koperasi sebagai soko guru perekonomian Indonesia dan gerakan ekonomi rakyat yang berdaulat menuju ekonomi global.

3.3.

Keterbatasan Penulisan

(32)

DAFTAR PUSTAKA

Firmansyah, Muhamad. 2014. Peran Koperasi Mahasiswa dalam Menegakan Kembali Koperasi Indonesia sebagai Soko Guru Perekonomian Indonesia

Menghadapi ASEAN Economic Community 2015. Karya Tulis Ilmiah, disajikan pada Jambore Pemuda Koperasi Provinsi Banten. Serang : Dewan Koperasi Wilayah Banten.

Hanzian, Beby. 2011. Analisis Perkembangan Koperasi dan Peranannya

Terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), dan Penyerapan Tenaga Kerja

di Indonesia, Periode 2000 - 2010. Tugas Metodologi penelitian.

Purwokerto: Magister Ilmu Ekonomi Program Pasca Sarjana, Universitas Jenderal Soedirman.

Nirbito, J.G. 2003. Arah Baru Kebijakan Pembangunan Koperasi di Indonesia dan Strateginya Lewat Pendidikan. Departemen Pendidikan Nasional:

Universitas NegeriMalang.

https://www.academia.edu/4631795/Peran_dan_Fungsi_Mahasiswa http://artikata.com/arti-364247-gerakan.html

http://www.beritasatu.com/ekonomi/167512-kontribusi-koperasi-terhadap-pdb-belum-signifikan.html

http://www.damandiri.or.id/file/buku/subiaktobukukoperasibab3.pdf

(33)

DAFTAR RIWAYAT HIDUP KETUA KELOMPOK

Nama Lengkap : Muhamad Firmansyah Tempat, Tanggal Lahir : Jakarta, 02 Oktober 1994 Alamat Sekarang : Perumahan Bumi Mutiara

Serang Blok B

Alamat Rumah : Tridaya Indah Estate 2 Blok C14 No 12 Jenis Kelamin : Laki-Laki

Agama : Islam

Status : Mahasiswa No. Hp : 089690045769

E-mail : [email protected]

TK Lembah Jaya Tahun 1999-2000 SDN Mangun Jaya Tahun 05 2000-2006 SMPN 3 Tambun Selatan Tahun 2006-2009 SMAN 3 Tambun Selatan Tahun 2009-2012

Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Tahun2012

Intensive English Course 2012 Cambridge School of Englis 2012 Pendidikan Dasar Perkoperasian 2012

DATA PRIBADI

RIWAYAT PENDIDIKAN

PENDIDIKAN FORMAL

(34)

Juara 1 Lomba Kreatifitas Kewirausahaan Tingakat Universitas 2012

Juara 1 Lomba Debat Ekonomi Tingkat Mahasiswa se-Provinsi Banten 2014 Juara 1 Lomba Karya Tulis Ilmiah Perkoperasian Dewan Koperasi Wilayah Provinsi Banten 2014

Penerima Dana Hibah Program kreatifitas Mahasiswa-Kewirausahaan Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 2014

Ketua Koperasi Siswa SMAN 3 Tambun Selatan 2011-2012

Staff Departemen Riset dan Edukasi Tirtayasa Research and academic Society 2013-2014

Direktur Kominfo Koperasi Kesejahteraan Mahasiswa Untirta 2013 Ketua 4 Asosiasi Koperasi Mahasiswa Se-Jabodetabek & Banten 2013 Direktur Utama Koperasi Kesejahteraan mahasiswa Untirta 2014

Ketua Perindustrian dan Perdagangan Dewan Perwakilan Daerah Banten Himpunan Gerakan Kewirausahaan Nasional Pemuda Indonesia 2014-2016

Penyusun standar kurikulum pendidikan dan kaderisasi koperasi mahasiswa se-Indonesia

PENGALAMAN ORGANISASI

(35)

DAFTAR RIWAYAT HIDUP ANGGOTA KELOMPOK

Nama Lengkap : Dhimas Priambodo Tempat, Tanggal Lahir : Serang, 19 April 1994 Alamat Rumah : Kp. Prisen desa Kiara

Kecamatan Walantaka Jenis Kelamin : Laki-Laki

Agama : Islam Status : Mahasiswa No. Hp : 08974398007

E-mail : [email protected]

TKIT IbadurrahmanTahun 1999-2000 SDN 1 Ciruas 2000-2006

SMPN 1 Ciruas 2006-2009 SMAN 1 Kota Serang 2009-2012

Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Tahun 2012

Pelatihan Ipteks Bagi Kewirausahaan 2014

Finalis Fun Life In Green Hill Tournament 2011 Finalis Lomba Karya Seni Pramuka (KANIRA) 2011

DATA PRIBADI

RIWAYAT PENDIDIKAN

PENDIDIKAN FORMAL

PRESTASI

(36)

Finalis Lomba Kreatifitas Kewirausahaan Tingkat Universitas 2013

Penerima Dana Hibah Program kreatifitas Mahasiswa-Kewirausahaan Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Juara 2 Lomba Karya Tulis Ilmiah Perkoperasian Dewan Koperasi Wilayah Provinsi Banten 2014

Bendahara Umum Pramuka 2011-2012

Ketua Divisi Pengembangan Potensi Pelajar (P3) Risma Al-Hidayah 2011-2012 Ketua Umum Risma Riyadhul Jannah 2010-2015

Ketua Divisi Kajian Islamic Economic Society (IES) 2014-2015

Ketua Divisi Bidang Peralatan Mahasiswa Penjelajah Alam (MAPALAUT) 2014-2015

Menejer HRD Koperasi Kesejahteraan Mahasiswa Untirta (KOKESMA) 2014-2015

Anggota Divisi Media Tirtayasa Research and Academic Society (TRAS) 2014-2015

(37)

Gambar

Gambar 1 ASEAN Economic Community dalam Piagam ASEAN2
Gambar 2 skema cetak biru aliran bebas barang AEC 20153
Tabel 1. GCI 2013-2014
Grafik 1. Indonesian Logistics Perfomance Index

Referensi

Dokumen terkait

Praktik Pengalaman Lapangan adalah semua kegiatan kurikuler yang harus dilakukan oleh mahasiswa Universitas Negeri Semarang program kependidikan sebagai pelatihan untuk

Ketentuan dan Tata Cara Pemberian Izin Apotek adalah sebagai berikut (Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 1332/Menkes/SK/X/2002 tentang Perubahan Atas Peraturan

Dengan populasi penelitan adalah seluruh peserta didik di kelas VII SMP Muhammadiyah Sibabangun yang berjumlah 44 orang peserta didik dan yang menjadi sampel penelitian adalah

Pembahasan tentang orang Jawa di Sumatera Timur dalam bab ini merupakan hal yang penting, mengingat Budi Utomo adalah organisasi yang memusatkan perhatiannya pada

Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan tambahan pengetahuan dan sumbangan ilmiah, sehingga peneliti selanjutnya dapat semakin mengembangkan ilmu psikologi

Status pernikahan pada penelitian ini berhubungan efikasi diri pasien pasca stroke (p<0.05), ada hubungan pada penelitian ini dapat disebabkan karena status

Tehnik analisis data pada penelitian ini yaitu mengolah hasil data yang diperoleh untuk mengetahui pengaruh metode bercerita terhadap perkembangan kemampuan berbahasa anak usia

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa di Taman Kanak- kanak Huffazh Payakumbuh memiliki pembelajaran yang berbeda dari Taman Kanak- kanak lainnya yang