• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perhitungan awal bulan jumadil akhir 144

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Perhitungan awal bulan jumadil akhir 144"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

TUGAS

ILMU FALAK

PERHITUNGAN AWAL BULAN JUMADIL AKHIR 1441

Disusun Guna Memenuhi Tugas

Mata Kuliah Ilmu Falak

Dosen Pengampu Bapak M Basthoni

Disusun Oleh :

Yos Sudarso

(1602036148)

JURUSAN

MU’AMALAH

FAKULTAS SYARI’AH

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI WALISONGO

SEMARANG

(2)

PEMBAHASAN

CONTOH PERHITUNGAN AWAL BULAN JUMADIL AKHIR 1441

1.

Menentukan Bulan dan Tahun

Sebagai contoh, di hitung waktu ijma’ dan posisi hilal

menjelang bulan Jumadil Akhir

1441

2.

Menentukan lokasi

Perhitungan untuk lokasi desa ngilir kabupaten kendal

LINTANG

= 6˚

55’

15,1314

LS

BUJUR

= 110˚

12’

38,2716

BT

TINGGI

= 4,5

M

3.

Konversi tanggal

29

jumadil ula

1441

29

5

1441 H

1. AWAL BULAN J. AKHIRAH 1441 H

1 6 1441 H

2. LOKASI Desa ngilir kabupaten kendal

LINTANG 6 55 15,1314 LS -6,92086983333333

BUJUR 110 12 38,2716 BT 110,210631

TINGGI 4,5 m

3. KONVERSI TANGGAL

(3)

JUMLAH 737.464 tahun

Waktu yang berjalan =

4. Data Astronomis tanggal = 25 Januari 2020 M

(4)

B1 0 1 60 - 0,033333 -

12. Perkiraan Matahari terbenam di Desa ngilir kabupaten kendal

pada 25 Januari 2020 M

Lintang 6 55 15,1314 LS -6,92086983333333

(5)

cos (deklinasi) 0,946173266

13. Data dari Ephemeris pada jam 11 : 4 : 8,8 GMT

Deklinasi Matahari jam

11:4:8,8 GMT -9 30 21,732007 -9,50604

Semi Diameter Matahari (SDm)

Equation of time (e)

e jam 11 0 14 45 0,245833333333333

14. Tinggi Matahari (hm) hm = - (SDm + 34' 30'' + Dip)

SDm 0 16 0,124952 0,266701

0 34 30 0,575

Dip 0 3 43,75687 + 0,062155 +

(6)

15. Sudut Waktu Matahari (tm)

cos tm = - tan (lintang) tan (deklinasi) + sin (ho) : cos (lintang) : cos (deklinasi)

-tan (lintang) 0,121382894 tan (deklinasi) -0,167450921

sin (hm) -0,01577461 cos (lintang) 0,992713517 cos (deklinasi) 0,986268207 cos tm -0,036437314

tm = 92 5 17,399629 92,08817

18. Asensiorekta Bulan (ARb)

ARb jam 10 212 12 30 212,208333333333

19. Deklinasi Bulan (Db)

(7)

20. Semi Diameter Bulan (SDb)

21. Horisontal Parallax Bulan (HPb)

Tinggi Bulan/Hilal hakiki (hb)

sin hb = sin (lintang tempat) x sin (Db) + cos (lintang tempat) x cos (Db) x cos (tb)

lintang tempat 6 55 15,1314 LS -6,92086983333333

(8)

HPb 1 1 24,453998 1,023459

29. Parallax Nishful Fudlah Bulan (PNFb) = cos NFb x HPb

NFb 1 6 52,371891 1,114548

cos NFb 0 59 59,3189 0,999811

HPb 1 0 42,143171 x 1,011706

PNFb = 1 0 41,454098 1,011515

(9)

NFb 1 6 52,371891 1,114548

90 0 0 + 90

SBSH = 91 6 52,371891 91,11455

31. Setengah Busur Siang Bulan b (SBSb)

SBSH >= 90 maka SBSb = 90 + NFb - PNFb +

33. Terbenam Hilal (Terb_b) = Ghurub + Lm_b

Arah Matahari = di Selatan titik Barat

(10)

Db : sin tb

Arah Hilal = di Selatan titik Barat

36. Posisi Hilal (PH) = Ab - Am

38. Luas Cahaya (Fraction Illumination) Hilal = FIb

FIb jam 10 0,00676 0,00676

FIb jam 11 0,00755 - 0,00755 -

-0,00079 -0,00079

Menit Matahari terbenam 0 32 45,608535 x 0,546002 x

-0,000431342 -0,00043

(11)

39. Lebar Nurul Hilal = (NH) = (

[PH^2 +

(12)

KESIMPULAN

Dari perhitungan tersebut dapat diketahui bahwa :

Ijtima' menjelang BULAN J. AKHIRAH 1441 H terjadi pada

:

jumat Legi tanggal 25 Januari 2020 M jam 4:22:45,92 GMT atau jam

11:22:45,92 WIB

Untuk lokasi Desa ngilir kabupaten kendal :

Matahari terbenam

=

17 : 32 : 45,61

Keadaan Hilal

= Hilal Terlentang

Lama Hilal

=

0

35

2,669411

Hilal Terbenam

=

18

7

48,27795 WIB

Arah Terbenam Hilal

=

-9

9

36,0208 ( di Selatan titik Barat )

Illuminasi Hilal

=

0,007191 bagian

Referensi

Dokumen terkait

Penetapan melalui metode rukyat ialah jika telah terjadi ijtimak sebelum matahari terbenam setiap akhir bulan berjalan (setiap tanggal 29) hilal dapat terlihat pada

Sistem hisab hakiki dalam penentuan awal bulan kamariyah berdasarkan pada data-data akurat secara astronomi. Dengan sistem ini, posisi hilal diperhitungkan pada saat

Menurut kelompok ini untuk masuknya tanggal satu bulan qamariyah, posisi hilal harus sudah berada diatas ufuk hakiki. Yang dimaksud dengan ufuk hakiki adalah

Pada ketiga gambar tersebut, tinggi Hilal dinyatakan sebagai ketinggian pusat piringan Bulan dari horizon-teramati dengan elevasi pengamat dianggap 0 meter dpl dan

II. 3) Bab II tentang hisab hakiki untuk mengtahui awal bulan kamariah. Bab ini untuk mengetahui waktu ijtima‟, ketinggian hilal, lama hilal di atas ufuk, arah hilal,

Untuk itu, BMKG menyampaikan informasi Hilal saat Matahari terbenam, pada hari Kamis, tanggal 27 April 2017 M sebagai Penentu awal Bulan Sya’ban 1438 H.. Waktu

Pada peta tersebut, tinggi Hilal adalah besar sudut yang dinyatakan dari posisi proyeksi Bulan di Horizon-teramati hingga ke posisi pusat piringan Bulan

Pada kedua peta tersebut, tinggi Hilal adalah besar sudut yang dinyatakan dari posisi proyeksi Bulan di Horizon-teramati hingga ke posisi pusat piringan Bulan berada.. Tinggi