• Tidak ada hasil yang ditemukan

Belajar Kesabaran Dari Rut Analisis teks

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Belajar Kesabaran Dari Rut Analisis teks"

Copied!
51
0
0

Teks penuh

(1)

0

Belajar Kesabaran Dari Rut

(2)

1 Daftar isi

Daftar isi 1

Teks Rut 3:6-15 2

Analisis konteks 3

Analisis sintaksis 13

Analisis struktur 26

Analisis semantik 32

(3)

2

Ruth 3:6-15

6 Sesudah itu pergilah ia ke tempat dan dilakukannyalah tepat seperti yang diperintahkan mertuanya kepadanya.

7 Setelah Boas habis makan dan minum dan hatinya gembira, datanglah untuk membaringkan diri tidur pada

ujung timbunan jelai itu.

Kemudian datanglah perempuan itu dekat dengan diam-diam, disingkapkannyalah selimut dari kaki Boas dan berbaringlah ia di situ.

8 Pada waktu tengah malam dengan terkejut terjagalah orang itu, lalu meraba-raba ke sekelilingnya, dan ternyata

ada seorang perempuan berbaring di sebelah kakinya.

9 Bertanyalah ia: "Siapakah engkau ini?"

Jawabnya: "Aku Rut, hambamu: kembangkanlah kiranya sayapmu melindungi hambamu ini, sebab engkaulah seorang kaum yang wajib menebus kami."

10 Lalu katanya: "Diberkatilah kiranya engkau oleh TUHAN, ya anakku!

Sekarang engkau menunjukkan kasihmu lebih nyata lagi dari pada yang pertama kali itu, karena engkau tidak mengejar-ngejar orang-orang muda, baik yang miskin maupun yang kaya.

11 Oleh sebab itu, anakku, janganlah takut; segala yang kaukatakan itu akan kulakukan kepadamu; sebab setiap

orang dalam kota kami tahu, bahwa engkau seorang perempuan baik-baik.

12 Maka sekarang, memang aku seorang kaum yang wajib menebus, tetapi walaupun demikian masih ada lagi

seorang penebus, yang lebih dekat dari padaku.

13 Tinggallah di sini malam ini; dan besok pagi, jika ia mau menebus engkau, baik, biarlah ia menebus; tetapi jika ia

tidak suka menebus engkau, maka akulah yang akan menebus engkau, demi TUHAN yang hidup.

Berbaring sajalah tidur sampai pagi."

14 Jadi berbaringlah ia tidur di sebelah kakinya sampai pagi; lalu bangunlah ia, sebelum orang dapat

kenal-mengenal, sebab kata Boas: "Janganlah diketahui orang, bahwa seorang perempuan datang ke tempat pengirikan."

15 Lagi katanya: "Berikanlah selendang yang engkau pakai itu dan tadahkanlah itu."

Lalu ditadahkannya selendang itu.

(4)

3

Analisis konteks

Pengantar

Dalam menganalisis konteks terutama pada Rut 3:6-15, pembagian skema akan dibahas terlebih dahulu secara

keseluruhan, kemudian melihat frase-frase yang muncul dan menjelaskan alasan mengapa bagian-bagian dapat

menjadi satu keutuhan, kesatuan dan mempunyai tema tersendiri. Selain itu penyaji akan membahas konteks

keseluruhan kitab Rut bab 3 yang mempunyai susunan tersendiri. Sehingga dari seluruh susunan yang telah

dikerjakan oleh penyaji, penyaji dapat menggambarkan konteks Rut 3:6-15 secara lebih tepat. Selain itu, penyaji

akan lebih mudah untuk melihat hubungannya dengan bagian-bagian lainnya, akhirnya dapat menerangkan

kedudukan dan fungsi perikop yang dibahas dalam keseluruhan konteks yang ada (baik dalam konteks jauh/dari

keseluruhan buku dan juga konteks dekat/dari bagian bab 3 sendiri).

Skema kitab Rut

Perikop Frase yang muncul Keterangan Tema

1:1-5 - Pergilah ,

sampai/tiba ,

diamlah

- Matilah,

mengambil,

diam, matilah

- Munculnya frase-frase seperti pergilah, sampai dan

diam memberikan sebuah kerangka dalam sebuah

cerita. Frase-frase itu dapat dilihat sebagai awal dan

akhir/ bingkai keseluruhan dari sebuah cerita. Selain

itu adanya frase-frase yang muncul itu menunjukkan

sebuah perjalanan hingga kedatangannya

- Matinya Elimelek merupakan babak baru dalam kisah

perjalanan. Kemudian anak-anak Elimelek

e ga il pere pua Moa , ereka dia disa a

sampai kedua anak Elimelek meninggal

- Frase dia e u jukka akhir dala perjala a

ke Moab dan frase ini menyatukan kisah perjalanan

de ga kisah Nao i ya g dia /ti ggal disa a

bersama anak-anaknya dan kedua menantunya.

- Dalam kitab Rut disinilah Rut mulai diperkenalkan

Rut menjadi

(5)

4

- Munculnya frase-frase seperti Berke aslah,

era gkatlah, asuk da sa pailah e erika

sebuah kerangka dalam sebuah cerita. Frase-frase

itu dapat dilihat sebagai awal dan akhir/ bingkai

keseluruhan dari sebuah cerita. Selain itu adanya

frase-frase yang muncul itu menunjukkan sebuah

perjalanan hingga kedatangannya

- Munculnya frase seperti pulanglah dan pergilah pada

menunjukkan adanya maksud untuk berpisah dan

berupa kalimat perintah. Sedangkan frase seperti

ikut, berpaut, mengikuti, turut merupakan bentuk

ungkapan kesediaan untuk tidak mau berpisah

- Dalam kisah perjalanan ke Betlehem ini, ada kisah

perpisahan antara Naomi dan menantunya yang

bernama Orpa, sedangkan Rut tidak mau berpisah

dan ikut bersamanya. Walaupun demikian, kisah

perpisahan dengan Orpa dan keikutsertaan Rut ini,

masih satu kesatuan dengan kisah perjalanan. Karena

kisah perpisahan atau keikutsertaan ini terjadi dalam

kisah perjalanan ke Betlehem

- Tema keseluruhan yang dapat menyatukan perikop

ini adalah Rut turut Naomi, karena disitu terkandung

unsur perjalanan dan keikut sertaan Rut.

Rut turut Naomi

2:1-23 - Pergi, masuklah,

tinggal

- Munculnya frase-frase seperti Pergi, asuklah,

ti ggal e erika se uah kera gka dala se uah

cerita. Frase-frase itu dapat dilihat sebagai awal dan

akhir/ bingkai keseluruhan dari sebuah cerita. Selain

Pertemuan Rut

(6)

5

itu adanya frase-frase yang muncul itu menunjukkan

sebuah perjalanan hingga kedatangannya

- Pada bagian ini muncul banyak frase seperti

memungut, mengumpulkan. Frase-frase ini

menunjukkan apa yang dilakukan Rut selama ia

datang ke Betlehem pada awal musim menuai hingga

musim menuai jelai berakhir

memungut jelai hingga musim menuai berakhir.

Selain itu pertemuan Rut dengan Boas membuka

jalan untuk proses penebusan pada bab selanjutnya

3:1-18 - Lalu

memberikan sebuah kerangka dalam sebuah cerita.

Frase-frase itu dapat dilihat sebagai awal dan akhir/

bingkai keseluruhan dari sebuah cerita. Selain itu

adanya frase-frase yang muncul itu menunjukkan

sebuah perjalanan hingga kedatangannya

- Frase-frase yang muncul pada bagian ini sebenarnya

mau menunjukkan keinginan Rut untuk ditebus dan

mendapat perlindungan terutama dari Boas

- Pada bagian ini tema yang cocok adalah Rut meminta

ditebus, karena keseluruhan perikop ini nantinya

akan berbicara bagaimana Naomi merencanakan

Rut minta

(7)

6

agar Rut bisa ditebus, kemudian Rut menerimanya

dan pada akhirnya mereka menunggu jawaban Boas

atas permintaan Rut tersebut

- kemunculan frase-frase ini merupakan kelanjutan

bagian sebelumnya dan menunjukkan kesediaan

Boas untuk menebus Rut

- dalam proses penebusan ternyata bukan hanya

berkenaan dengan menikahi istri saudara yang

meninggal tetapi juga berkaitan dengan penjualan

tanah pusaka saudara mereka. maka frase-frase

seperti dijual, membeli dan saksi, banyak ditemui

pada bagian ini

- setelah perundingan selesai dan penebus yang dekat

tidak mau menebus maka dapat dilihat bagaimana

akhirnya Boas sendirilah yang menebus Rut. Maka

tidak heran pada bagian ini muncul juga frase seperti

mengambil, dihampirinyalah, mengandung,

melahirkan, memberi nama

- cerita ini merupakan bagian tersendiri dari bab

sebelumnya Karena memiliki tempat, tokoh dan

setting berbeda dengan bab sebelumnya.

- Pada bagian ini tema yang cocok adalah Rut ditebus

Boas, karena dengan ditebusnya Boas mengandaikan

cerita sebelumnya karena munculnya daftar

keturunan yang dimulai dari Peres. Sedangkan dalam

(8)

7

keseluruhan kitab Rut, nama Peres tidak pernah

disebutkan sebelumnya. Tetapi bagian ini tidak

terpisahkan dari kitab Rut, karena disatukan oleh

Boas yang juga keturunan dari Peres

- Frase-frase yang muncul pada ayat-ayat ini seringkali

berupa kalimat perintah. Frase-frase ini merupakan

cara untuk mendapatkan tempat perlindungan dan

ini dapat disebut juga sebagai sebuah perencanaan

- Selanjutnya pada ayat , u ul ya frase aka

hampir sama dengan bagian sebelumnya terutama

er ari glah da disi gkapka yalah . Kedua frase

Rut meminta

(9)

8 - Melindungi,

menebus,

penebus

ini sebenarnya pelaksanaan dari cerita sebelumnya

(Rut 3:1-5)

tidak dilepas dari konteks sebelumnya dimana

rencana Naomi itu telah dikerjakan oleh Rut pada

bagian cerita awal pada bab 3 ini

- Munculnya frase-frase ini tidak dapat dipisahkan

dengan cerita sebelumnya. Frase-frase ini

menunjukkan sebuah perintah untuk menunggu

jawaban atas apa yang telah Naomi rencanakan dan

permintaan Rut pada Boas.

Rut menanti

jawaban Boas

Analisis pelaku, tempat, waktu dan suasana Rut 3:6-15

(10)
(11)

10 Analisis kesatuan Rut 3:6-15

Dalam analisis ini akan dibahas awal dan akhir dari cerita ini serta kesatuan keseluruhan yang menjadikan cerita

ini merupakan bagian tersendiri terutama dalam Rut bab 3 ini.

1) Seperti yang sudah ditulis pada susunan keseluruhan bab 3, awal dan akhir cerita itu ditandai dengan

u ul ya frase sesudah itu pada ayat ya g e a daka di ulai ya erita aru, di a a ke udia

terdapat perubahan tempat, waktu, tokoh dan suasana yang lain dari cerita sebelumnya. Selain itu frase

sesudah itu juga u ul pada ayat 15, dimana dimulailah cerita baru dan diakhirinya cerita sebelumnya. Pada munculnya frase inilah dapat dilihat secara garis besar adanya satu kesatuan cerita dalam Rut3:6-15.

2) Frase-frase yang muncul pada cerita ini

- Makan, minum, berbaringlah, disingkapkanyalah (7) merupakan frase yang dapat dijumpai pula pada

bagian cerita sebelumnya. Frase-frase ini memang sering muncul juga pada cerita ini dan munculnya

frase-frase ini merupakan pelaksanaan apa yang menjadi rencana Naomi pada cerita sebelumnya.

Selain itu ila dikaitka de ga ayat ya g er u yi segala apa ya g e gkau kataka itu aka

lakuka , se aki e perjelas u ul ya frase-frase itu.

- Frase baru yang muncul pada cerita ini misalnya menebus (9), penebus (12). Frase-frase ini merupakan

kunci dalam tema Rut meminta ditebus oleh Boas, karena munculnya frase-frase misalnya

er ari glah, disi gkapka yala pada agia i i erupaka usaha Rut agar ia isa dite us.

Kemunculan frase-frase pada tema Rut menerima rencana Naomi seperti disingkapkanyalah, berbaringlah

(3:1-5) , tidak memisahkan kesatuan cerita ini. Keberadaan frase-frase itu malah semakin mendukung dan

(12)

kenal-11

keseluruhan dari tema Rut meminta ditebus oleh Boas. Selain itu kesatuan pada tema ini dapat dilihat dari

kesinambungan/ kelancaran cerita ini.

Hubungan Rut 3:6-15 dengan keseluruhan kitab Rut dan keseluhan bab 3

Pada bagian sebelumnya dapat diketahui bahwa Rut 3:6-15 secara jelas mengisahkan Rut meminta ditebus oleh

Boas, pertanyaan besar apa kaitannya dengan konteks keseluruhan kitab Rut? Apa hubungannya dengan konteks

bab 3?

1) Bab 3:6-15 dengan keseluruhan kitab Rut dihubungkan oleh tokoh Rut yang menjadi tokoh utama dan

selalu muncul dalam setiap cerita. Ialah yang menyatukan Rut 3:6-15 dengan perikop lainnya. Selain tokoh

Rut, hubungan antara bab 3:6-15 dengan keseluruhan kitab Rut, dapat dijelaskan sebagai berikut:

- Tema bab 1 ialah Rut menjadi menantu Naomi dan Rut turut Naomi, pada bab 1 diceritakan bagaimana

Rut menikah dengan anak Naomi yang kemudian meninggal, kematian suami Rut tanpa meninggalkan

seorang anak . Kemudian Rut ikut dengan Naomi ke Betlehem. Lalu hubungan bab 1 ini dengan

permintaan Rut pada Boas untuk ditebus (3:6-15) tidak lain karena kematian suaminya yang tidak

meninggalkan keturunan. Maka permintaan Rut agar ditebus oleh Boas adalah untuk menegakkan

nama suaminya.

- Te a a ialah perte ua Rut de ga Boas di lada g ilik ya da pada Rut : dijelaska pula

bahwa Boas merupakan salah seorang yang wajib menebus mereka. Dari perjumpaan Rut dengan Boas

inilah, Rut dapat mengetahui siapa yang wajib menebusnya dan pada akhirnya membawa Rut untuk

meminta ditebus oleh Boas (Rut 3: 6-15)

- Tema bab 4 ialah Rut ditebus, penebusan Rut pada bab 4 ini tidak lain merupakan jawaban atas

permintaan Rut untuk ditebus pada Rut 3:6-15

2) Bab 3 mempunyai susunan sebagai berikut: Rut menerima rencana Naomi, Rut meminta ditebus oleh

Boas dan Rut menanti jawaban Boas. Tema yang mencakup Rut 3:6-15 adalah Rut meminta ditebus oleh

Boas. Permintaan Rut agar ditebus oleh Boas tidak dapat dipisahkan dari nasihat dan rencana Naomi. Apa

yang telah dilakukan Rut pada 3:6-15 merupakan pelaksanaan rencana Naomi. Sedangkan penantian

jawaban atas Boas tidak terlepas dari permintaan Rut untuk ditebus. Dengan demikian, tema-tema pada

(13)

12 Kedudukan dan fungsi Rut 3:6-15

Pada penjelasan diatas, dapat dilihat betapa Rut bab 3:6-15 memiliki kedudukan yang sentral baik dalam bab 3

sendiri maupun secara keseluruhan kitab Rut. Kedudukannya yang sentral ini dapat dilihat dari hubungan Rut

3:6-15 dengan semua perikop pada kitab Rut ini. Permintaan Rut untuk ditebus merupakan kunci tercapainya

penebusan atas dirinya. Sehingga dengan demikian, ia dapat menegakkan nama suaminya yang meninggal pada

bab 1. Bila Rut tidak meminta ditebus maka ia tetap menjanda dan tidak pernah lahir darinya Daud yang

merupakan tokoh besar dalam sejarah Israel. Selain itu kedudukan Rut 3:6-15 yang sentral ini, dapat dilihat dari

fungsi Rut 3:15 dalam keseluruhan kitab Rut. Fungsi Rut 3:6-15 sebenarnya merupakan penghubung antara

keadaan Rut yang menjanda dengan keadaannya yang telah ditebus. Fungsi Rut sebagai penghubung ini

(14)

13

Analisis sintaksis

Pengantar

Dalam analisis sintaksis ini, penulis hendak memberikan perikop secara keseluruhan beserta makna

kalimatnya. Kemudian penulis akan menganalisis fungsi dari kalimat yang ada, sehingga dengan demikian dapat

diketahui dengan mudah jenis kalimat. Dengan demikian pula dapat dilihat hubungan antar klausa. Setelah

penganalisisan itu, penulis akan lebih mudah juga dalam melihat kata benda yang akan dicari. Selain itu juga,

penulis juga memilah tema yang sesuai dan membentuk paragraph yang memiliki tema tersendiri.

Makna kalimat

Ayat Perikop Makna

6 Sesudah itu pergilah ia ke tempat pengirikan dan dilakukannyalah

tepat seperti yang diperintahkan mertuanya kepadanya.

Kalimat ini merupakan berita

7 - Setelah Boas habis makan dan minum dan hatinya gembira,

datanglah untuk membaringkan diri tidur pada ujung timbunan

jelai itu.

- Kemudian datanglah perempuan itu dekat dengan diam-diam,

disingkapkannyalah selimut dari kaki Boas dan berbaringlah ia di

situ.

Kalimat ini merupakan berita

Kalimat ini merupakan berita

8 Pada waktu tengah malam dengan terkejut terjagalah orang itu,

lalu meraba-raba ke sekelilingnya, dan ternyata ada seorang

perempuan berbaring di sebelah kakinya.

Kalimat ini merupakan berita

9 - Bertanyalah ia: "Siapakah engkau ini?"

- Jawabnya: "Aku Rut, hambamu: kembangkanlah kiranya

sayapmu melindungi hambamu ini, sebab engkaulah seorang

kaum yang wajib menebus kami."

- Kalimat ini merupakan kalimat

Tanya

(15)

14

10 - Lalu katanya: "Diberkatilah kiranya engkau oleh TUHAN, ya

anakku!

- Sekarang engkau menunjukkan kasihmu lebih nyata lagi dari

pada yang pertama kali itu, karena engkau tidak

mengejar-ngejar orang-orang muda, baik yang miskin maupun yang kaya.

- Kalimat ini merupakan kalimat

emfatik

- Kalimat ini merupakan kalimat

berita

11 Oleh sebab itu, anakku, janganlah takut; segala yang kaukatakan

itu akan kulakukan kepadamu; sebab setiap orang dalam kota

kami tahu, bahwa engkau seorang perempuan baik-baik.

Kalimat ini merupakan kalimat

perintah

12 Maka sekarang, memang aku seorang kaum yang wajib menebus,

tetapi walaupun demikian masih ada lagi seorang penebus, yang

lebih dekat dari padaku.

Kalimat ini merupakan kalimat

berita

13 - Tinggallah di sini malam ini; dan besok pagi, jika ia mau

menebus engkau, baik, biarlah ia menebus; tetapi jika ia tidak

suka menebus engkau, maka akulah yang akan menebus

engkau, demi TUHAN yang hidup.

- Berbaring sajalah tidur sampai pagi."

Kalimat ini merupakan kalimat

perintah

Kalimat ini merupakan kalimat

perintah

14 Jadi berbaringlah ia tidur di sebelah kakinya sampai pagi; lalu

bangunlah ia, sebelum orang dapat kenal-mengenal, sebab kata

Boas: "Janganlah diketahui orang, bahwa seorang perempuan

datang ke tempat pengirikan."

Kalimat ini merupakan kalimat

berita

15 - Lagi katanya: "Berikanlah selendang yang engkau pakai itu dan

tadahkanlah itu."

- Lalu ditadahkannya selendang itu.

- Kemudian ditakarnyalah enam takar jelai ke dalam selendang

itu.

- Sesudah itu pergilah Boas ke kota.

(16)

15 Analisis jenis, fungsi kalimat, dan hubungan antarklausa Rut 3:6

Sesudah itu pergilah ia ke tempat pengirikan dan dilakukannyalah tepat seperti yang diperintahkan mertuanya

K. waktu P S K.tempat P Pel S P

K. similatif

kepadanya. Pel

K. similatif

Keterangan :

- Kalimat diatas merupakan kalimat majemuk campuran karena terdiri kalimat majemuk setara dan kalimat

eje uk erti gkat. Hal i i dapat dilihat dari ko ju gsi da ya g e ghu u gka klausa ya g

memiliki kesetaraan kedudukan/ kalimat majemuk setara. Tetapi disisi lain munculnya ko ju gsi seperti

yang menjelaskan apa yang dilakukan dan memiliki hubungan yang tidak setara, melainkan subordinatif/

kalimat majemuk bertingkat.

- Dala hu u ga a tar klausa, ko ju gsi da pada kali at i i e iliki hu u ga pe ju laha ya g

menyatakan urutan waktu

- Dala hu u ga a tar klausa, Ko ju gsi seperti e iliki hu u ga per a di ga de ga klausa uta a

- Ko ju gsi sesudah itu pada ayat i i erupaka ketera ga waktu ya g e u jukka terjadi ya

peristiwa pada kalimat ini merupakan kelanjutan dari peristiwa/kalimat sebelumnya.

- Mu ul ya kata tepat pada kali at i i ha ya se agai pele gkap ya g isa dihila gka ya.

Ke eradaa ya ha ya au e eka ka / e egaska keserupaa pada ko ju gsi seperti .

- Frase kepada ya erupaka pele gkap ya g isa dihilangkan, keberadaannya hanya ingin

mempertegas perintah itu ditujukan pada subyek.

- Kata ya g pada kali at ya g diperti tah ertua ya erupaka klausa se ata posesif da dala

(17)

16 Rut 3: 7

Setelah Boas habis makan dan minum dan hatinya gembira, datanglah ia untuk membaringkan diri tidur

S Pel P P S P P S Pel P

K. waktu K. tujuan

pada ujung timbunan jelai itu.

K.tempat

K. tujuan

Keterangan:

- Kalimat ini merupakan kalimat majemuk campuran, karena terdiri dari kalimat majemuk setara dan

kali at eje uk erti gkat. Hal itu dapat dilihat de ga u ul ya ko ju gsi setelah ya g

menjelaskan klausa sematan, ia memiliki kedudukan subordinatif dalam kalimat (kalimat mejemuk

erti gkat . “elai itu u ul ya ko ju gsi da ya g e u jukka kesetaraa keduduka dala

kalimat/ menunjukkan bahwa kalimat ini merupakan kalimat mejemuk setara. Selain itu munculnya

ko ju gsi u tuk ya g juga e iliki keduduka su ordi atf dala kali at, da e jelaska klausa

utama (kalimat majemuk bertingkat).

- Dala hu u ga a tar klausa ko ju gsi setelah pada kali at i i e iliki hu u ga waktu eruruta .

- Dalam hubungan antar klausa ko ju gsi da pada kali at i i e iliki hu u ga pe ju laha uruta

waktu.

- Dala hu u ga a tar klausa ko ju gsi u tuk pada kali at i i e iliki hu u ga tujua .

- Kata ha is erupaka pele gkap. Ke eradaa ya ha ya au e jelaska predikat akan, minum,

ge ira

- Frase e ari gka diri erupaka pele gkap ya g i gi e jelaska predikat tidur .

Kemudian datanglah perempuan itu dekat dengan diam-diam, disingkapkannyalah selimut dari kaki Boas

P S Pel K.cara P S K. tempat

(18)

17 Keterangan:

- Kalimat ini merupakan kalimat majemuk setara karena dimana ketiga klausa disatukan oleh tanda baca

ko a , da ko ju gsi da .

- Dala hu u ga a tar klausa ko ju gsi da pada kali at i i e iliki hu u ga pe ju laha uruta

waktu.

- Kata dekat erupaka pele gkap ya g isa dihapuska . Ke eradaa ya e jelaska / e egaska

predikat data glah .

- Konjungsi kemudian merupakan penghubung dengan kalimat sebelumnya.

- Dala hu u ga ya de ga klausa uta a, ko ju gsi de ga pada frase de ga diam-dia

merupakan hubungan cara.

- Kata ke udia erupaka kata pe ghu u g ya g e ghu u gka de ga kali at se elu ya

Rut 3:8

Pada waktu tengah malam dengan terkejut terjagalah orang itu, lalu meraba-raba ke sekelilingnya, K.waktu K.cara P S P K.tempat

dan ternyata ada seorang perempuan berbaring di sebelah kakinya.

Pel S P K. tempat

Keterangan:

- Kalimat ini merupakan kalimat majemuk setara, karena 3 klausa ini terhubung oleh tanda baca (,) dan

ko ju gi da .

- Dalam hubunga a tar klausa ko ju gsi da pada kali at i i e iliki hu u ga pe ju laha uruta

waktu.

- Dala hu u ga ya de ga klausa uta a, ko ju gsi de ga pada frase de ga terkejut e ilki

hubungan cara dan menjelaskan klausa utama tersebut.

- Frase ter yata ada , erupaka pele gkap ya g se e ar ya e ujukka / e pertegas ke eradaa

(19)

18 Rut 3:9

Bertanyalah ia: "Siapakah engkau ini?" P S

Pelengkap Keterangan :

- Kalimat ini merupakan kalimat majemuk bertingkat. Disini memang tidak terdapat konjungsi yang

menandakan bahwa ini adalah kalimat majemuk. Tetapi dengan adanya kutipan langsung, klausa utama

dijelaskan oleh klausa sematan.

- Pada kali at la gsu g erupaka pele gkap, ke eradaa ya ha ya e jelaska predikat erta yalah

Jawabnya: "Aku Rut, hambamu: kembangkanlah kiranya sayapmu melindungi hambamu ini, P S P P Pel S pel

Pelengkap

sebab engkaulah seorang kaum yang wajib menebus kami."

P Pel S

K. penyebab

Pelengkap

Keterangan:

- Kalimat ini merupakan kalimat majemuk bertingkat. Disini memang tidak terdapat konjungsi yang

menandakan bahwa ini adalah kalimat majemuk. Tetapi dengan adanya kutipan langsung, klausa utama

dijelaska oleh klausa se ata i i. “elai itu u ul ya ko ju gsi se a ya g erupaka pe ujuk

adanya subordinatif dalam hubungannya dengan klausa lain.

- Ko ju gsi se a e iliki hu u ga pe ye a a ila dikaitka de ga klausa se elu ya

Rut 3: 10

Lalu katanya: "Diberkatilah kiranya engkau oleh TUHAN, ya anakku! P P Pel S O Pel

(20)

19 Keterangan:

- Kalimat ini merupakan kalimat majemuk bertingkat. Disini memang tidak terdapat konjungsi yang

menandakan bahwa ini adalah kalimat majemuk. Tetapi dengan adanya kutipan langsung, klausa utama

dijelaskan oleh klausa sematan.

- Kata pe ghu u g lalu erupaka kata ya g e ghu u gka de ga kali at se elu ya.

Sekarang engkau menunjukkan kasihmu lebih nyata lagi dari pada yang pertama kali itu, K.waktu S P O pelengkap

karena engkau tidak mengejar-ngejar orang-orang muda, baik yang miskin maupun yang kaya. S P O pelengkap

K. penyebab

Keterangan :

- Kalimat ini merupakan kalimat majemuk campuran, hal ini dapat ditunjukkan dengan adanya pelengkap

yang menerangkan lebih lanjut mengenai obyek. Selain itu ada ya ko ju gsi daripada da kare a

yang menjelaskan klausa utama pada kalimat sebelumnya. Selain itu adanya konjungsi

aik…. aupu … ya g e a daka ada ya kesetaraa de ga klausa se elu ya.

- Dala hu u ga ya de ga klausa uta a, ko ju gsi daripada e pu yai fu gsi e ghu u gka

de ga klausa se ata . “elai itu ko ju gsi daripada e iliki hu u ga per a di ga . Disi i o yeklah

yang dibadingkan antara yang pertama kalinya dengan yang sekarang.

- Ko ju gsi kare a dala hu u ga ya de ga klausa utama memiliki hubungan penyebaban

- Ko ju gsi aik… aupu … e iliki hu u ga pe ju laha ya g e yataka perluasa ila dikaitaka

dengan klausa sebelumnya.

Rut 3: 11

Oleh sebab itu, anakku, janganlah takut; segala yang kaukatakan itu akan kulakukan kepadamu;

S P S P Pel

Sebab setiap orang dalam kota kami tahu, bahwa engkau seorang perempuan baik-baik. S K.tempat P S Pel P

(21)

20 Keterangan:

- Kali at i i adalah kali at aje uk erti gkat, hal i i dapat dilihat dari kali at ja ga lah takut ya g

ke udia dijelaska pada klausa sesudah ya. “elai itu u ul ya ko ju gsi se a erupaka uraia /

penjelasan dari klausa sebelumya. Selain itu muncul ya ko ju gsi ahwa ya g e jelaska predikat

se elu ya tahu .

- Ko ju gsi se a e iliki hu u ga pe ye a a da ya g e ghu u gka de ga klausa se elu ya

- Ko ju gsi ahwa e iliki hu u ga pe jelasa da ya g e ghu u gka de ga klausa se elu ya

- Frase oleh se a itu erupaka kata pe ghu u g de ga kali at se elu ya.

Rut 3: 12

Maka sekarang, memang aku seorang kaum yang wajib menebus, tetapi walaupun demikian masih ada lagi

K.waktu S Pel P Pel

seorang penebus, yang lebih dekat dari padaku.

S Keterangan :

- Kalimat ini adalah kali at aje uk setara, di a a ada ya ko ju gsi tetapi ya g e jadi pe a da ya.

- Ko ju gsi tetapi e yataka hu u ga perlawa a ya g e yataka perluasa , dala hu u ga ya

dengan klausa sebelumnya.

- Mu ul ya ko ju gsi walaupu , se e ar ya harus dihindari karena konjungsi ini merupakan konjungsi

untuk kalimat majemuk bertingkat yang menyatakan hubungan konsensif dengan klausa sebelum atau

sesudahnya.

Rut 3:13

Tinggallah di sini malam ini; dan besok pagi, jika ia mau menebus engkau, baik, biarlah ia

menebus;

P K.tempat K.waktu K.tempat S P O Pel S P

tetapi jika ia tidak suka menebus engkau, maka akulah yang akan menebus engkau, demi TUHAN yang

hidup.

(22)

21 Keterangan:

- Kalimat ini merupakan kalimat majemuk campuran, karena terdapat kalimat majemuk setara dan

majemuk bertingkat hal ini dapat dilihat dari konjungsi yang menyertai kalimat ini. Munculnya konjungsi

da , tetapi erupaka ko ju gsi ya g e u jukka kali at aje uk setara, seda gka ko ju gsi jika, aka, iar erupaka ko ju gsi ya g seri g dipakai u tuk e u jukka kali at aje uk

bertingkat.

- Ko ju gsi da pada kali at i i e pu yai hu u ga pe ju laha ya g e yataka uruta waktu

dalam menyatukan klausa sebelumya.

- Ko ju gsi tetapi e yatakan hubungan perlawanan yang menyatakan perluasan dari klausa

sebelumnya.

- Ko ju gsi jika e yataka hu u ga syarat, seda gka aka e yataka hu u ga aki at,

seda gka iarlah e yataka hu u ga tujua , dala hu u ga klausa se elu ya.

- Konjungsi tetapi jika tidak dapat dijadika satu kare a kedua ko ju gsi i i e iliki fu gsi ya g er eda.

Ko ju gsi tetapi e yataka hu u ga perlawa a dala kali at aje uk setara. “eda gka jika

merupakan penanda dari kalimat majemuk bertingkat.

Berbaring sajalah tidur sampai pagi."

P Pel K. waktu

Keterangan:

- Kalimat ini merupakan kalimat tunggal

Rut 3:14

Jadi berbaringlah ia tidur di sebelah kakinya sampai pagi; lalu bangunlah ia,

Pel S P K.tempat K.waktu P S

sebelum orang dapat kenal-mengenal,

K.waktu

sebab kata Boas: "Janganlah diketahui orang, bahwa seorang perempuan datang ke tempat pengirikan." P S P S S P K.tempat

O

(23)

22 Keterangan:

- Kalimat ini merupakan kalimat majemuk bertingkat hal itu dapat dilihat dengan kemunculan konjungsi

se elu , se a , ahwa

- Ko ju gsi se elu e yataka hu u ga waktu eruruta , seda gka se a e yataka hu u ga

penyebaban dan ahwa e yataka hu u ga pe jelasa .

- Kata jadi, lalu erupaka kata hu u g ya g e ghu u gka kali at se elu ya.

Rut 3:15

Lagi katanya: "Berikanlah selendang yang engkau pakai itu dan tadahkanlah itu." P P S P

Pelengkap

Keterangan:

- Kalimat ini merupakan kalimat majemuk campuran, karena terdiri dari kalimat majemuk setara yang

dita dai ko ju gsi da . “elai itu kali at i i erupa kali at la su g ya g e yertai ya da erfu gsi

sebagi penjelas predikat sebelumya, sehingga keberadaan klausa ini menunjukkan subordinatif.

- Konjungsi da e iliki hu u ga pe ju laha ya g e yataka uruta waktu, dala hu u ga ya

dengan klausa lainya.

- Kata lagi erupaka kata pe ghu u g de ga kali at se elu ya.

Lalu ditadahkannya selendang itu.

P S

Keterangan:

- Kalimat ini merupakan kalimat tunggal, karena hanya terdiri satu Perdikat dan Subyek

- Kata lalu erupaka kata pe ghu u g ya g e jelaska kali at se elu ya.

Kemudian ditakarnyalah enam takar jelai ke dalam selendang itu. P S K.tempat

Keterangan:

- Kalimat ini merupakan kalimat tunggal karena hanya memiliki satu subyek dan predikat

- Kata ke udia erupaka kata pe ghu u g ya g e ghu ungkan kalimat ini dengan kalimat

(24)

23 Sesudah itu pergilah Boas ke kota.

K.waktu P S K.tempat

Keterangan:

- Kalimat ini merupakan kalimat tunggal karena hanya memliki satu subyek dan predikat

(25)

24 Susunan paragraf

penebus, Kata benda abstrak

13 TUHAN Kata benda abstrak

14 Kakinya,

orang,

Boas,

perempuan,

pengirikan

Kata benda Konkrit

Kata benda Konkrit

Kata benda Konkrit

Kata benda Konkrit

Kata benda konkrit

15 Selendang,

Jelai

Boas

Kota

Kata benda Konkrit Kata benda konkrit

Kata benda konkrit

Kata benda konkrit

Ayat Perikop

6-7 Sesudah itu pergilah ia ke tempat pengirikan dan dilakukannyalah tepat seperti yang diperintahkan

mertuanya kepadanya. Setelah Boas habis makan dan minum dan hatinya gembira, datanglah ia

untuk membaringkan diri tidur pada ujung timbunan jelai itu. Kemudian datanglah perempuan itu

dekat dengan diam-diam, disingkapkannyalah selimut dari kaki Boas dan berbaringlah ia di situ.

8-13 Pada waktu tengah malam dengan terkejut terjagalah orang itu, lalu meraba-raba ke sekelilingnya,

dan ternyata ada seorang perempuan berbaring di sebelah kakinya. Bertanyalah ia: "Siapakah

engkau ini?" Jawabnya: "Aku Rut, hambamu: kembangkanlah kiranya sayapmu melindungi

hambamu ini, sebab engkaulah seorang kaum yang wajib menebus kami." Lalu katanya:

"Diberkatilah kiranya engkau oleh TUHAN, ya anakku! Sekarang engkau menunjukkan kasihmu lebih

nyata lagi dari pada yang pertama kali itu, karena engkau tidak mengejar-ngejar orang-orang muda,

baik yang miskin maupun yang kaya. Oleh sebab itu, anakku, janganlah takut; segala yang

kaukatakan itu akan kulakukan kepadamu; sebab setiap orang dalam kota kami tahu, bahwa engkau

seorang perempuan baik-baik. Maka sekarang, memang aku seorang kaum yang wajib menebus,

tetapi walaupun demikian masih ada lagi seorang penebus, yang lebih dekat dari padaku. Tinggallah

(26)

25 Keterangan:

- Penyusunan paragraf ini dijelaskan dengan melihat munculnya kata benda Rut, Boas dan Penebus. Dalam

keseluruhan teks ini, kata benda yang dapat merangkum semua penjelasan dari kata benda yang sudah

ditemukan adalah penebusan. Dari kata benda penebusan inilah, sebenarnya menjelaskan bagaimana

keberadaan kata Rut, Boas dan penebus.

- Paragraf 1 (ayat 6-7), dijadikan satu kesatuan karena pada kalimat ini sebenarnya mau menjelaskan usaha

Rut untuk memperoleh penebusan

- Paragraf 2 (ayat 8-13), dijadikan satu dengan alasan seringnya munculnya peranan Boas yang lebih besar

pada ayat-ayat ini

- Paragraf 3 (ayat 14-15) merupakan satu kesatuan karena sebenarnya penyelesaian atas apa yang sudah

dibicarakan antara Boas dan Rut

Kesimpulan keseluruhan teks :

- Setelah keseluruhan teks dilihat, ternyata pembedaan makna kalimat sangatlah sulit terutama karena

a yak ya pe ggu aa partikel lah ya g dipakai aik dala kali at Ta ya, erita ataupu juga e fatik.

- Setelah teks ini dianalisis terutama dari fungsi kalimat ternyata ditemui :

 Penggunaan konjungsi untuk kalimat majemuk setara digabungkan dengan kalimat mejemuk bertingkat misalnya tetapi walaupun demikian

 Pada analisis ini, sering ditemukan pelepasan obyek/ subyek dalam kalimat. Hal ini bisa dilakukan bila hal itu merupakan klausa sematan. Tetapi bila dalam klausa utama tidak ada subyek atau

predikat maka tidak dapat ditemukan mana penjelas(predikat) dan mana yang dijelaskan (subyek)

- Dalam penyusunan paragraf, sangat sulit sekali memilah-milah penyusunan berdasarkan kata benda yang

ditemukan

tidak suka menebus engkau, maka akulah yang akan menebus engkau, demi TUHAN yang hidup.

Berbaring sajalah tidur sampai pagi."

14-15 Jadi berbaringlah ia tidur di sebelah kakinya sampai pagi; lalu bangunlah ia, sebelum orang dapat

kenal-mengenal, sebab kata Boas: "Janganlah diketahui orang, bahwa seorang perempuan datang ke

tempat pengirikan." Lagi katanya: "Berikanlah selendang yang engkau pakai itu dan tadahkanlah

itu." Lalu ditadahkannya selendang itu. Kemudian ditakarnyalah enam takar jelai ke dalam selendang

(27)

26

Analisis Struktur

Pengantar

Pada analisis struktur ini, akan terlebih dahulu dijelaskan pembagian kitab Rut 3:6-15. Kemudian penentuan judul

pada setiap bagian, fungsinya masing-masing dan hubungan antar bagian. Pada bagian terakhir adalah penentuan

pola untuk melihat stuktur.

Berdasarkan analisis sintaksis, teks Rut 3:6-15 dibagi atas tiga bagian:

 Bagian I: 6-7

 Bagian II: 8-13

 Bagian III: 14-15 Ayat Perikop

6-7 6 Sesudah itu pergilah ia ke tempat pengirikan dan dilakukannyalah tepat seperti yang diperintahkan

mertuanya kepadanya.

7 Setelah Boas habis makan dan minum dan hatinya gembira, datanglah ia untuk membaringkan diri

tidur pada ujung timbunan jelai itu. Kemudian datanglah perempuan itu dekat dengan diam-diam, disingkapkannyalah selimut dari kaki Boas dan berbaringlah ia di situ.

8-13 8 Pada waktu tengah malam dengan terkejut terjagalah orang itu, lalu meraba-raba ke sekelilingnya,

dan ternyata ada seorang perempuan berbaring di sebelah kakinya.

9 Bertanyalah ia: "Siapakah engkau ini?" Jawabnya: "Aku Rut, hambamu: kembangkanlah kiranya

sayapmu melindungi hambamu ini, sebab engkaulah seorang kaum yang wajib menebus kami."

10 Lalu katanya: "Diberkatilah kiranya engkau oleh TUHAN, ya anakku! Sekarang engkau

menunjukkan kasihmu lebih nyata lagi dari pada yang pertama kali itu, karena engkau tidak mengejar-ngejar orang-orang muda, baik yang miskin maupun yang kaya.

11 Oleh sebab itu, anakku, janganlah takut; segala yang kaukatakan itu akan kulakukan kepadamu;

sebab setiap orang dalam kota kami tahu, bahwa engkau seorang perempuan baik-baik.

12 Maka sekarang, memang aku seorang kaum yang wajib menebus, tetapi walaupun demikian masih

ada lagi seorang penebus, yang lebih dekat dari padaku.

13 Tinggallah di sini malam ini; dan besok pagi, jika ia mau menebus engkau, baik, biarlah ia

menebus; tetapi jika ia tidak suka menebus engkau, maka akulah yang akan menebus engkau, demi TUHAN yang hidup. Berbaring sajalah tidur sampai pagi."

14-15 14 Jadi berbaringlah ia tidur di sebelah kakinya sampai pagi; lalu bangunlah ia, sebelum orang dapat

kenal-mengenal, sebab kata Boas: "Janganlah diketahui orang, bahwa seorang perempuan datang ke tempat pengirikan."

15 Lagi katanya: "Berikanlah selendang yang engkau pakai itu dan tadahkanlah itu." Lalu

(28)

27 Struktur Dalam Bagian

Ayat 6-7

Sesudah itu pergilah ia ke tempat pengirikan dan dilakukannyalah tepat seperti yang diperintahkan mertuanya kepadanya.

A

Setelah Boas habis makan dan minum dan hatinya gembira, datanglah ia untuk membaringkan diri tidur pada ujung timbunan jelai itu

B

Kemudian datanglah perempuan dengan diam-diam, disingkapkannyalah selimut dari kaki Boas dan berbaringlah ia di situ.

A’

Keterangan:

1. Tinjauan sintaksis

- Kalimat pertama atau pola A terdiri dari 2 kalimat induk yaitu Rut pergi ke tempat pengirikan dan Rut melakukan apa yang diperintahkan mertuanya.

- Pada kalimat kedua, keberadaan Boas dan segala tindakannya, hanyalah sebagai keterangan waktu dan merupakan anak kalimat. Sedangkan induk kalimatnya adalah kedatangan Rut.

- Pada kali at ketiga atau pola A’ terdiri kali at i duk yaitu kedata ga Rut, Rut e yi gkapka selimut dan Rut berbaring.

2. Tinjauan semantik

- Kali at perta a atau pola A, e iliki hu u ga de ga A’. Kali at A se e arnya diperjelas dengan

ada ya kali at ketiga atau pola A’. Kali at perta a A e eritaka Rut pergi ke te pat pe girika da pada kali at ketiga A’ ditu jukka kedata ga Rut. Ke udia kali at perta a A e eritaka

bahwa Rut melakukan apa yang dipertintahkan oleh mertuanya dan hal itu dijelaskan pada kalimat

ketiga A’ di a a Rut e yi gkapka seli ut da er ari g di kaki Boas.

- Kalimat kedua (B) merupakan inti cerita ini dan mau menunjukkan bahwa Rut datang. Tetapi hal penting yang perlu diperhatikan adalah kedatangan Rut pada kalimat ini sebenarnya juga dijelaskan

se ara e detail pada kali at ketiga A’ .

(29)

28 Ayat 8-13

Pada waktu tengah malam dengan terkejut terjagalah orang itu, lalu meraba-raba ke sekelilingnya, dan ternyata ada seorang perempuan berbaring di sebelah kakinya.

9 Bertanyalah ia: "Siapakah engkau ini?" Jawabnya: "Aku Rut, hambamu: kembangkanlah kiranya sayapmu

melindungi hambamu ini, sebab engkaulah seorang kaum yang wajib menebus kami." A

10 Lalu katanya: "Diberkatilah kiranya engkau oleh TUHAN, ya anakku! Sekarang engkau menunjukkan kasihmu

lebih nyata lagi dari pada yang pertama kali itu, karena engkau tidak mengejar-ngejar orang-orang muda, baik yang miskin maupun yang kaya.

11 Oleh sebab itu, anakku, janganlah takut; segala yang kaukatakan itu akan kulakukan kepadamu; sebab setiap

orang dalam kota kami tahu, bahwa engkau seorang perempuan baik-baik. B

12 Maka sekarang, memang aku seorang kaum yang wajib menebus, tetapi walaupun demikian masih ada lagi

seorang penebus, yang lebih dekat dari padaku.

13 Tinggallah di sini malam ini; dan besok pagi, jika ia mau menebus engkau, baik, biarlah ia menebus; tetapi

jika ia tidak suka menebus engkau, maka akulah yang akan menebus engkau, demi TUHAN yang hidup.

- Kalimat pada ayat 10-11 sebenarnya hanya memiliki satu kalimat induk yaitu Boas berkata, tetapi pada ayat ini dijadikan bagian tersendiri, karena ada kesatuan dalam hal semantik. Hal itu akan dibahas pada bagian selanjutnya.

- Kalimat pada ayat 12-13 sebenarnya merupakan anak kalimat dari ayat 10 yaitu Boas berkata. Tetapi ayat ini dijadikan satu kesatuan karena alasan semantic yang akan dijelaskan pada bagian selanjutnya. 2. Tinjauan semantik

- Kalimat pertama atau pola A (Ayat 8-9) dijadikan satu kesatuan tersendiri, dengan melihat adanya kekhasan pada ayat ini misalnya frase terjaga, meraba, melindungi dan frase-frase itu tidak diketemukan pada ayat lainya. Tetapi disisi lain frase-frase yang muncul pada ayat ini juga menunjukkan hubungannya dengan ayat 12-13 A’ . Hubungan ayat 8-9 dengan frase pada ayat 12-13. Hal itu dapat dilihat sebagai berikut:

o Pada ayat 8-9, frase-frase yang muncul antara lain: tengah malam, berbaring, menebus.

o Pada ayat 12-13, frase-frase yang muncul antara lain: pagi, berbaring, menebus.

o Dari frase yang muncul itu dapat dilihat adanya hubungan antara ayat 8-9 dengan ayat 12-13.

Dari hubungan itu dapat dinyatakan bahwa kedua pola(A de ga A’ itu memiliki pola yang sama/berlawanan dan dari situ pulalah munculnya pendasaran untuk pola A (ayat8- da A’ (12-13).

(30)

29

jangan takut dan akan kulakukan. Munculnya frase yang berbeda ini menunjukkan kekhususan

ayat-ayat i i. “elai itu ada ya frase aka kulakuka e u jukka jawa a atas per i taa Rut. Hal ini menjadi pusat dari keseluruhan cerita pada bagian ini, sehingga dalam keseluruhan bagian, ayat-ayat ini dimasukkan pada pola B.

- Ayat 12-13 merupakan satu kesatuan tersendiri, karena memiliki kekhasan yang tidak ditemukan pada ayat-ayat lain pada bagian ini misalnya penebus, tinggalah, demi Tuhan. Tetapi disisi lain ayat-ayat ini memiliki hubungan dengan ayat 8-9, sebagaimana dijelaskan sebelumnya.

3. Pola ya g ter e tuk adalah pola ko se tris ABA’ .

Ayat 14-15

14 Jadi berbaringlah ia tidur di sebelah kakinya sampai pagi; lalu bangunlah ia, sebelum orang dapat

kenal-mengenal, sebab kata Boas: "Janganlah diketahui orang, bahwa seorang perempuan datang ke tempat pengirikan."

A

15 Lagi katanya: "Berikanlah selendang yang engkau pakai itu dan tadahkanlah itu." Lalu ditadahkannya

selendang itu. Kemudian ditakarnyalah enam takar jelai ke dalam selendang itu. B

Sesudah itu pergilah Boas ke kota. A’

Keterangan:

1. Tinjauan sintaksis

- Ayat 14 terdiri dari 2 kalimat induk yaitu Rut berbaring dan Rut bangun

- Ayat 15 terdiri dari 4 kalimat induk yaitu Boas berkata, Rut menadahkan selendang, Boas menakar, Boas pergi.

2. Tinjauan semantik

- Kalimat pada ayat 14 dijadikan satu kesatuan tersendiri karena ada kekhasan yang tidak dimiliki pada kalimat lain pada bagian ini. Kekhasan itu dapat dilihat dengan munculnya frase seperti berbaing, tidur, bangun, kenal-mengenal, jangan diketahui, tempat pengirikan. Disisi lain ayat inipun memiliki hubungan dengan ayat yang lain yaitu pada ayat 15 kalimat yang terakhir. Hubungan itu ditandai dengan adanya makna perlawanan yaitu dengan munculnya frase data g pada ayat da frase

pergilah pada ayat . Jadi a tara ayat de ga kali at terakhir e iliki hu u ga A de ga A’.

- 3 kalimat induk pertama pada ayat 15, dijadikan satu kesatuan karena memiliki kata frase yang sama (berikanlah, tadahkanlah, selendang, ditakarnyalah )dan hanya terdapat pada ketiga kalimat pertama. Adanya frase yang khas pada ayat ini sebenarnya merupakan hal yang mau ditonjolkan dalam bagian ini, apalagi dengan banyaknya perulangan frase tersebut. Maka tepatlah bila bagian ini dijadikan pusat pada bagian ini dan dijadikan pola B dalam bagian ini.

(31)

30 Struktur keseluruhan

6 Sesudah itu pergilah ia ke tempat pengirikan dan dilakukannyalah tepat seperti yang diperintahkan

mertuanya kepadanya.

7 Setelah Boas habis makan dan minum dan hatinya gembira, datanglah ia untuk membaringkan diri tidur pada

ujung timbunan jelai itu. Kemudian datanglah perempuan itu dekat dengan diam-diam, disingkapkannyalah selimut dari kaki Boas dan berbaringlah ia di situ.

A

8 Pada waktu tengah malam dengan terkejut terjagalah orang itu, lalu meraba-raba ke sekelilingnya, dan

ternyata ada seorang perempuan berbaring di sebelah kakinya.

9 Bertanyalah ia: "Siapakah engkau ini?" Jawabnya: "Aku Rut, hambamu: kembangkanlah kiranya sayapmu

melindungi hambamu ini, sebab engkaulah seorang kaum yang wajib menebus kami." B

10 Lalu katanya: "Diberkatilah kiranya engkau oleh TUHAN, ya anakku! Sekarang engkau menunjukkan kasihmu

lebih nyata lagi dari pada yang pertama kali itu, karena engkau tidak mengejar-ngejar orang-orang muda, baik yang miskin maupun yang kaya.

11 Oleh sebab itu, anakku, janganlah takut; segala yang kaukatakan itu akan kulakukan kepadamu; sebab setiap

orang dalam kota kami tahu, bahwa engkau seorang perempuan baik-baik. C

12 Maka sekarang, memang aku seorang kaum yang wajib menebus, tetapi walaupun demikian masih ada lagi

seorang penebus, yang lebih dekat dari padaku.

13 Tinggallah di sini malam ini; dan besok pagi, jika ia mau menebus engkau, baik, biarlah ia menebus; tetapi

jika ia tidak suka menebus engkau, maka akulah yang akan menebus engkau, demi TUHAN yang hidup. Berbaring sajalah tidur sampai pagi."

B’

14 Jadi berbaringlah ia tidur di sebelah kakinya sampai pagi; lalu bangunlah ia, sebelum orang dapat

kenal-mengenal, sebab kata Boas: "Janganlah diketahui orang, bahwa seorang perempuan datang ke tempat pengirikan."

15 Lagi katanya: "Berikanlah selendang yang engkau pakai itu dan tadahkanlah itu." Lalu ditadahkannya

selendang itu. Kemudian ditakarnyalah enam takar jelai ke dalam selendang itu. Sesudah itu pergilah Boas ke kota.

A’ Keterangan :

1. Pembagian pola pada keseluruhan perikop ini dapat dijelaskan sebagai berikut:

- A dijadikan satu kesatuan dan hal itu dapat dilihat dari struktur per bagian (ayat 6-7), begitu juga

de ga A’ ayat - . Tetapi pe e pata A disi i tidak lepas dari hu u ga ya de ga A’. Bila dilihat secara mendalam, ternyata ada hubungan antara A dan A’. A tara A da A’ e iliki pola ya g berlawanan. Pada A, tokoh utamanya ialah Rut, ia pergi ke tempat pengirikan pada malam hari, dan

iapu e ari gka diri di kaki Boas. “eda gka pada A’ tokoh uta a ya ialah Boas, ia a gu pagi

hari, kemudian ia pergi ke kota.

(32)

31

- C (ayat 10-11) mau menunjukkan kesediaan Boas untuk menebus Rut.

2. Setelah pembagian pola keseluruhan perikop ini tampak bahwa pola yang digunakan ialah pola konsentris. Dimana C yaitu ayat 10-11 merupakan inti yang mau diceritakan dalam keseluruhan cerita Rut 3:6-15.

Judul dan Fungsi Masing-Masing Bagian

a. Bagian I Rut 3:6-7: Rut Pergi ke Pengirikan Boas

Secara keseluruhan dalam bagian ini menceritakan Rut pergi ke pengirikan Boas dan melakukan seperti

apa yang diperintahkan mertuanya. Kemudian Boas makan dan minum di tempat pengirikan dan

kemudian tidur, lalu datanglah Rut dan berbaring di dekat kaki Boas. Bagian terpenting dalam bagian I

adalah Rut pergi ke pengirikan Boas dan melakukan seperti yang disuruhakan mertuanya. Kami

memberi judul pada bagian ini dengan judul: Rut Pergi ke Pengirikan Boas.

b. Bagian II Rut 3:8-13: Boas salah seorang yang wajib menebus Rut dan Naomi.

Secara keseluruhan dalam bagian ini menceritakan tentang dialog yang terjadi antara Rut dan Boas di

pengirikan seputar penebusan. Boas adalah salah kaum yang memiliki kewajiban untuk menebus Rut

dan Naomi. Boas menyanggupi untuk menebus Rut dan Naomi tetapi ternyata masih ada lagi penebus

yang lain yang lebih dekat dengan Boas dan juga memiliki kewajiban untuk menbus. Bagian terpenting

dalam bagian II adalah seputar kewajiban Boas untuk menebus Rut dan Naomi. Kami memberi judul

pada bagian II ini: Boas salah seorang yang wajib menebus Rut dan Naomi.

c. Bagian III Rut 3:14-15: Boas Pergi ke Kota

Bagian ini menceritakan bahwa Rut tidur di pengirikan Boas sampai pagi dan bangun sebelum orang

saling kenal-mengenal. Rut juga diberi Boas enam takar jelai. Bagian ini merupakan tindak lanjut dari

(33)

32

Analisis semantik

Pertanyaan I

“etelah Boas ha is aka da i u da hati ya ge ira

Kata/ frase yang akan dianalisa : makan, minum, gembira

Fungsinya dalam kalimat secara berturut-turut : predikat, predikat, predikat

Konteks kalimat ini : Boas berada di tempat pengirikan pada tengah malam

Persoalan yang dihadapi dari teks ini antara lain:

1. Dalam klausa ini dikatakan bahwa setelah makan dan minum, hati Boas gembira. Persoalan yang mau

diangkat disini adalah apakah hatinya gembira karena makanan dan minuman, atau karena yang lain.

2. Bila hatinya gembira karena makan dan minum, apakah makan dan minum itu mengandung suatu makna

tertentu. Dengan kata lain, apakah makan dan minum bukan hanya tindakan fisik, tetapi mau

menggambarkan suatu keadaan tertentu.

Pertanyaan Perikop

1.

- Hak 19:6 6 Jadi duduklah mereka, lalu makan dan minumlah keduanya bersama-sama. Kata

ayah perempuan muda itu kepada laki-laki itu: "Baiklah putuskan untuk tinggal bermalam dan

biarlah hatimu gembira."

- 1 Sam 25:36 36 Sampailah Abigail kepada Nabal dan tampaklah, Nabal mengadakan

perjamuan di rumahnya, seperti perjamuan raja-raja. Nabal riang gembira dan mabuk sekali.

Sebab itu tidaklah diceriterakan perempuan itu sepatah katapun kepadanya, sampai fajar

menyingsing.

- 1 Raj 21:7 7 Kata Izebel, isterinya, kepadanya: "Bukankah engkau sekarang yang memegang

kuasa raja atas Israel? Bangunlah, makanlah dan biarlah hatimu gembira! Aku akan

memberikan kepadamu kebun anggur Nabot, orang Yizreel itu."

- Est 9:22 22 karena pada hari-hari itulah orang Yahudi mendapat keamanan terhadap

(34)

33

perkabungan menjadi hari gembira, dan supaya menjadikan hari-hari itu hari perjamuan dan

sukacita dan hari untuk antar-mengantar makanan dan untuk bersedekah kepada orang-orang

miskin.

- Rat 1:21 21 Dengarlah bagaimana keluh kesahku, sedang tiada penghibur bagiku;

seteru-seteruku mendengar tentang kecelakaanku, mereka gembira karena Engkau yang

mendatangkannya! Datanglah kiranya hari yang telah Engkau umumkan itu, dan biarlah

mereka menjadi seperti aku!

2.

- Pkh 2:24 24 Tak ada yang lebih baik bagi manusia dari pada makan dan minum dan

bersenang-senang dalam jerih payahnya. Aku menyadari bahwa inipun dari tangan Allah.

- Pkh 3:13 13 Dan bahwa setiap orang dapat makan, minum dan menikmati kesenangan dalam

segala jerih payahnya, itu juga adalah pemberian Allah.

- Yes 65:13-14 13 Sebab itu beginilah firman Tuhan ALLAH: "Sesungguhnya, hamba-hamba-Ku

akan makan, tetapi kamu akan menderita kelaparan; sesungguhnya, hamba-hamba-Ku akan

minum, tetapi kamu akan menderita kehausan; sesungguhnya, hamba-hamba-Ku akan

bersukacita, tetapi kamu akan mendapat malu; 14 sesungguhnya, hamba-hamba-Ku akan

bersorak-sorai karena gembira hatinya, tetapi kamu akan mengerang karena sedih hati, dan

kamu akan menangis karena patah semangat.

Keterangan :

1. Kata ge ira perta a-tama pertama-tama akan dilihat dari kirab Rut sendiri, kemudian melihat

hubungannya dengan kitab lainnya.

- Dala kita Rut, kata ge ira ha ya u ul pada ayat i i saja da tidak dite uka pada perikop

lai ya. Hal i i e u jukka kekhasa pe ggu aa kata ge ira dala kita i i. Bila dilihat dala hu u ga ya a tar klausa, kata ge ira e iliki hu u ga penjumlahan yang menunjukkan urutan waktu. Dengan kata lain setelah makan dan minum, hatinya menjadi gembira.

- Dala a yak perikop kita su i, kata ge ira seri g dihu u gka de ga perayaa aka da

minum/ perjamuan. Dalam kitab hakim-hakim, Samuel dan Raja-raja, orang menjadi menjadi

ge ira kare a aka da i u . Tetapi dala kita Ester, hati ya g ge ira itu di yataka lewat aka da i u . “elai itu ak a ge ira uka ha ya dala arti literer tetapi juga

au e gu gkapka ahwa ke ge ira a itu erupaka a ugerah dari Tuha . Tuha lah ya g e erika aik kege iraa aupu ke ala ga . Kata ge ira ya g dite uka pada perikop

(35)

34

2. Pertanyaan kedua berkaitan makan dan minum, telah dijawab oleh beberapa perikop yang telah

ditemukan.

- Dari perikop itu jelas bahwa kegiatan makan dan minum itu bukan hanya sebagai tindakan lahiriah

se ata seperti pada kita Rut. Pada kita Rut, istilah aka da i u ha ya dala arti konkrit

Rut : . “eda gka dala Kita Rut : , kata aka da i u se e ar ya e ga du g sesuatu ya g er ak a lai , kare a ada ta aha frasa hati ya ge ira . Ta aha frasa i i seaka e eri satu pe gertia lai dari kata aka da i u itu sendiri.

- Tetapi istilah aka da i u juga isa e gu gkapka ahwa seseora g itu di erkati oleh

Tuhan. Dengan kata lain kegiatan makan dan minum merupakan bukti penyertaan Tuhan atas orang

itu, hal itu tampak pada kitab Yesaya. Penyertaan Tuhan itu diberikan kepada mereka yang merelakan

diri u tuk e jadi ha a Tuha . “e alik ya jika ora g tidak au au e jadi ha a Tuha

maka Tuhan sendiri akan memberikan kelaparan, kehausan dan ketelanjangan. Selain itu kata

aka da i u erupaka anugerah yang diberikan Tuhan (Pkh 2:24, 3:13).

Pertanyaan II

Aku Rut, hambamu: kembangkanlah kiranya sayapmu melindungi hambamu ini

Kata/ frase/ kalimat yang akan dianalisa : hambamu, kembangkanlah kiranya sayapmu, melindungi

Fungsinya dalam kalimat secara berturut-turut : pelengkap, ( predikat dan Subyek), pelengkap

Konteks kalimat ini : Rut bertanya pada Boas di tempat pengirikan

Persoalan yang dihadapi dari teks ini antara lain:

1. Rut pada kalimat ini menyatakan bahwa ia adalah hamba Boas, apa maksud hamba disini. Padahal dalam

keseluruhan kitab Rut, Rut tidak pernah bekerja untuk Boas.

2. Apa arti ya ke a gka lah kira ya sayap u?

3. Apa arti melindungi ?

4. Mengapa Rut minta dilindungi? Apa ada perlakuan tertentu bagi para janda yang membuat ia menjadi

kurang aman?

Pertanyaan Perikop

1.

(36)

35

tuanku, sebab tuan telah menghiburkan aku dan telah menenangkan hati hambamu ini,

walaupun aku tidak sama seperti salah seorang hamba-hambamu perempuan."

- 1 Sam17:58 58 Kata Saul kepadanya: "Anak siapakah engkau, ya orang muda?" Jawab Daud:

"Anak hamba tuanku, Isai, orang Betlehem itu."

- Est 5:7-8 7 Maka jawab Ester: "Permintaan dan keinginan hamba ialah: 8 Jikalau hamba

mendapat kasih raja, dan jikalau baik pada pemandangan raja mengabulkan permintaan serta

memenuhi keinginan hamba, datang pulalah kiranya raja dengan Haman ke perjamuan yang

akan hamba adakan bagi raja dan Haman; maka besok akan hamba lakukan yang dikehendaki

raja."

- Dan 10:17 17 Masakan aku, hamba tuanku ini dapat berbicara dengan tuanku! Bukankah

tidak ada lagi kekuatan padaku dan tidak ada lagi nafas padaku?"

- Yos 1:13 13 "Ingatlah kepada perkataan yang dipesankan Musa, hamba TUHAN itu,

kepadamu, yakni: TUHAN, Allahmu, mengaruniakan keamanan kepadamu dan memberikan

kepadamu negeri ini;

2.

- Kel 9:29 29 Dan berkatalah Musa kepadanya: "Sekeluar aku dari kota ini, aku akan

mengembangkan tanganku kepada TUHAN; guruh akan berhenti dan hujan es tidak akan

turun lagi, supaya engkau mengetahui, bahwa bumi adalah milik TUHAN.

- Ul 32:11-12 11 Laksana rajawali menggoyangbangkitkan isi sarangnya, melayang-layang di

atas anak-anaknya, mengembangkan sayapnya, menampung seekor, dan mendukungnya di

atas kepaknya, 12 demikianlah TUHAN sendiri menuntun dia, dan tidak ada allah asing

menyertai dia.

- Yer 48:40-41 40 Sebab beginilah firman TUHAN: Sesungguhnya, ia datang melayang seperti

burung rajawali dan mengembangkan sayapnya ke atas Moab. 41 Kota-kota direbut,

kubu-kubu pertahanan dirampas. Hati para pahlawan Moab pada waktu itu akan seperti hati

perempuan yang sakit beranak.

3.

- Yes 60:17 17 Sebagai ganti tembaga Aku akan membawa emas, dan sebagai ganti besi Aku

akan membawa perak, sebagai ganti kayu, tembaga, dan sebagai ganti batu, besi; Aku akan

memberikan damai sejahtera dan keadilan yang akan melindungi dan mengatur hidupmu.

- Neh 2:18 18 Ketika kuberitahukan kepada mereka, betapa murahnya tangan Allahku yang

melindungi aku dan juga apa yang dikatakan raja kepadaku, berkatalah mereka: "Kami siap

(37)

36 baik itu.

4.

- Kel 22:22 22 Seseorang janda atau anak yatim janganlah kamu tindas.

- Im 21:14 14 Seorang janda atau perempuan yang telah diceraikan atau yang dirusak

kesuciannya atau perempuan sundal, janganlah diambil, melainkan harus seorang perawan

dari antara orang-orang sebangsanya,

- Im 22:13 13 Tetapi apabila perempuan itu menjadi janda atau diceraikan, dan ia tidak

mempunyai anak, dan telah kembali ke rumah ayahnya seperti waktu ia masih gadis, maka ia

boleh makan dari makanan ayahnya; tetapi setiap orang awam janganlah memakannya.

- Yer 7:5-6 jika kamu sungguh-sungguh memperbaiki tingkah langkahmu dan perbuatanmu,

jika kamu sungguh-sungguh melaksanakan keadilan di antara kamu masing-masing, 6 tidak

menindas orang asing, yatim dan janda, tidak menumpahkan darah orang yang tak bersalah

di tempat ini dan tidak mengikuti allah lain, yang menjadi kemalanganmu sendiri,

- Zak 7:10 10 Janganlah menindas janda dan anak yatim, orang asing dan orang miskin, dan

janganlah merancang kejahatan dalam hatimu terhadap masing-masing."

Keterangan:

1. Pengertian hamba pada penjelasan ini akan dibagi dua yaitu menurut kitab Rut sendiri dan perikop dari

kitab lainnya:

- Dari kitab Rut sendiri (2:13), pernyataan Rut sebenarnya sudah memberikan pembedaan bahwa ia

berbeda dengan hamba lainya. Ia mendapat perlakuan yang istimewa dibandingkan dengan

hamba-hamba perempuan Boas. Pembedaan terhadap Rut ini sebenarnya mengungkapkan bahwa Rut

bukanlah hamba, melainkan sebuah pengungkapan kerendahan dirinya dihadapkan Boas.

- Pada kita lai “a uel, Ester, Da iel, Yosua , kata ha a erupaka juga e gu gkapka

kerendahan seseorang dihadapan seseorang yang lebih berkuasa seperti Tuhan dan raja. Musapun

dise ut ha a Tuha , walaupu ia erupaka tokoh esar agi a gsa Israel. Dari kita -kitab

diatas, pe yataa ha a erupaka u gkapa ya g wajar ila er i ara de ga para pe guasa.

2. Pe gertia ke a gka lah kira ya sayap u dapat di ahas sebagai berikut :

- Kali at ke a gka lah kira ya sayap u dala kita Rut, ter yata tidak dite uka di perikop

lainnya dan hanya pada Rut 3:9. Bila kalimat ini dibaca secara harafiah, akan sulit menemukan arti

sesungguhnya itu apa. Maka untuk menemukan arti yang sesuai, kalimat ini perlu dicari dalam

(38)

37

- Dala kita Keluara kali at ke a gka lah sayap u e a g tidak ada. Tetapi kata ya g dipakai

disi i adalah e ge a gka sayap , pe ga ila kata e ge a gka sayap pada periko p-perikop dari kitab lainnya didasari kesamaan arti, walau kata yang pertama menggunakan kata dasar.

“elai itu kata e ge a gka sayap juga erat kaita ya de ga rajawali ya g e ge a gka sayap ya. Bila kata e ge a gka sayap i i dia il pe gertiannya, maka kata ini sebenarnya mau memiliki arti seperti mencakup/ merengkuh, membuat sesuatu itu menjadi bagian darinya

(bandingkan perkataan Yeremia, dimana Moab dijadikan bagian dari Israel). Selain itu kata

e ge a gka sayap isa juga e ga du g pengertian menyertai, seperti burung rajawali membawa anaknya (Ulangan 32:11)

3. Bila dilihat dari kitab Rut dan kita-kita lai ya, ter yata kata eli du gi dapat dijelaska se agai

berikut:

- Dala kita Rut se diri kata eli du gi tidak dapat dite uka lagi dan ini merupakan kekhasan

dari perikop ya g di ahas i i. Kata eli du gi i i ila dikaitka de ga ko teks Rut se diri aka e iliki arti, ila dihu u gka de ga pe e usa atas ya. Ia data g kepada Boas e i ta

perlindungan darinya dan dengan secara eksplisit menyampaikan bahwa Boaslah yang wajib

e e us. De ga kata lai se e ar ya kata eli du gi i i le ih terarah pada kata e e us Rut

3:9).

- Pengambilan kata melindungi dalam teks kitab-kitab lainnya tidak terlepas dari fungsinya dalam

kalimat itu. Selain itu pengambilan teks-teks ini supaya menambah kasanah pengertian mengenai

kata eli du gi itu se diri. Dala perikop kita -kita lai ya dite uka ahwa kata eli du gi sering dikaitkan dengan damai sejahtera dan keadilan (Yesaya 60:17). Dengan kata lain kata

eli du gi e gu gkapka ada ya da ai sejahtera da keadila . “elai itu kata eli du gi

juga menunjukkan keadaan seseorang yang mendapatkan kemurahan hati dari orang lain/ Tuhan

(Neh 2:18).

4. Pertanyaan keempat yaitu mengapa Rut minta dilindungi, sebenarnya sulit untuk dicari jawabannya dalam

kitab Rut. Tetapi jawaban itu bisa ditemukan bila perhatian pada kalimat ini diarahkan pada status Rut

yang menjanda. Status sebagai janda inilah yang bisa menuntun kita pada bagaimana kondisi para janda

hingga mereka meminta untuk dilindungi. Bila kita melihat kitab-kitab seperti Keluaran, Imamat, Yeremia

dan Zakaria, tampak bahwa janda itu mendapatkan perlakuan yang kurang baik dari masyarakat. Mereka

adalah kaum yang sering menjadi korban penindasan bahkan mereka tidak diperbolehkan lagi dinikahi.

(39)

38 Pertanyaan III

Aku seorang kaum yang wajib menebus

Kata/ frase yang akan dianalisa : wajib menebus

Fungsinya dalam kalimat secara berturut-turut : pelengkap

Konteks kalimat ini : Boas menjawab permintaan Rut

Persoalan yang dihadapi dalam teks ini antara lain:

1. Apa aksud dari kata e e us ?

2. Apa yang harus ditebus?

3. Bagaimana tata cara menebus?

4. Mengapa penebusan itu penting?

Pertanyaan Perikop

1.

- Rut 2:20 20 Sesudah itu berkatalah Naomi kepada menantunya: "Diberkatilah kiranya orang

itu oleh TUHAN yang rela mengaruniakan kasih setia-Nya kepada orang-orang yang hidup dan

yang mati." Lagi kata Naomi kepadanya: "Orang itu kaum kerabat kita, dialah salah seorang

yang wajib menebus kita."

- Im 25:25 Apabila saudaramu jatuh miskin, sehingga harus menjual sebagian dari miliknya,

maka seorang kaumnya yang berhak menebus, yakni kaumnya yang terdekat harus datang

dan menebus yang telah dijual saudaranya itu.

- Ul 13:5 5 Nabi atau pemimpi itu haruslah dihukum mati, karena ia telah mengajak murtad

terhadap TUHAN, Allahmu, yang telah membawa kamu keluar dari tanah Mesir dan yang

menebus engkau dari rumah perbudakan dengan maksud untuk menyesatkan engkau dari

jalan yang diperintahkan TUHAN, Allahmu, kepadamu untuk dijalani. Demikianlah harus

kauhapuskan yang jahat itu dari tengah-tengahmu.

- Mzm 103:4 4 Dia yang menebus hidupmu dari lobang kubur, yang memahkotai engkau

dengan kasih setia dan rahmat,

2.

- Rut 3:9 9 Bertanyalah ia: "Siapakah engkau ini?" Jawabnya: "Aku Rut, hambamu:

(40)

39 yang wajib menebus kami."

- Im 25:24 24 Di seluruh tanah milikmu haruslah kamu memberi hak menebus tanah.

- Im 25:25 25 Apabila saudaramu jatuh miskin, sehingga harus menjual sebagian dari miliknya,

maka seorang kaumnya yang berhak menebus

- Im 25:31 31 Tetapi rumah-rumah di desa-desa yang tidak dikelilingi pagar tembok haruslah

dianggap sama dengan ladang-ladang di negeri itu, atasnya harus ada hak menebus dan

dalam tahun Yobel rumah itu harus bebas.

- Im 25:49 49 atau saudara ayahnya atau anak laki-laki saudara ayahnya atau seorang

kerabatnya yang terdekat dari kaumnya atau kalau ia telah mampu, ia sendiri berhak

menebus dirinya.

- Im 27:15 15 Tetapi jikalau orang yang menguduskan itu mau menebus rumahnya, maka ia

harus menambah harganya dengan seperlima dari uang nilainya dan rumah itu menjadi

kepunyaannya pula.

- Bil 18:15 15 Semua yang terdahulu lahir dari kandungan segala yang hidup, yang

dipersembahkan mereka kepada TUHAN, baik dari manusia maupun dari binatang, adalah

bagianmu; hanya haruslah kamu menebus anak sulung manusia, juga anak sulung binatang

yang najis haruslah kamu tebus.

- Neh 5:8 8 Berkatalah aku kepada mereka: "Kami selalu berusaha sedapat-dapatnya untuk

menebus sesama orang Yahudi yang dijual kepada bangsa-bangsa lain. Tetapi kamu ini justru

menjual saudara-saudaramu, supaya mereka dibeli lagi oleh kami!" Mereka berdiam diri

karena tidak dapat membantah.

3.

- Rut 4:7 7 Beginilah kebiasaan dahulu di Israel dalam hal menebus dan menukar: setiap kali

orang hendak menguatkan sesuatu perkara, maka yang seorang menanggalkan kasutnya

sebelah dan memberikannya kepada yang lain. Demikianlah caranya orang mensahkan

perkara di Israel.

- Im 27:31 31 Tetapi jikalau seseorang mau menebus juga sebagian dari persembahan

persepuluhannya itu, maka ia harus menambah seperlima.

- Im 27:19 19 Dan jikalau orang yang menguduskannya benar-benar mau menebus ladang itu,

maka ia harus menambah harganya dengan seperlima dari uang nilainya dan ladang itu tetap

dimilikinya.

Referensi

Dokumen terkait

PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) hingga akhir Desember 2013 masih memiliki dana hasil Penawaran Umum Perdana Saham (Initial Public Offring/IPO) sebesar Rp171,28 miliar.. Adapun

Selain itu, penelitian Kurniawan (2009) dalam melakukan analisis perhitungan CreditRisk + untuk kredit bisnis mikro pada Bank Rakyat Indonesia menunjukkan hasil

Hasil yang diperoleh dari studi penelitian ini adalah berdasarkan pengujian dengan baterai 3.6 V dan 0.9 Ah didapatkan bahwa, satu superkapasitor tidak dapat

Pada matakuliah Analisis Data, kedua software diintegrasikan dengan pembelajaran di kelas untuk membantu mahasiswa mengonstruk pemahaman mengenai konsep-konsep Statistika

bassiana 3 kali selama periode pembentukan buah, pengendalian penyakit karat daun dan anrtraknose dengan pemangkasan bagian tanaman yang terserang, aplikasi fungisida

Hasil penelitian tentang persepsi petani tentang koordinasi dengan pemerintah sebagian berada pada kategori sedang (73,00 persen) dengan rataan 9. Hal ini menunjukkan bahwa

Foto morfologi permukaan dari spesimen baja dalam larutan NaCl yang telah dilapisi ekstrak daun teh selama 24 jam, setelah itu direndam pada medium korosif pada perendaman

13 Data yang dimaksud adalah hasil wawancara dengan para tokoh masyarakat (bapak Amin, Darso, Suprat) dan beberapa orang yang secara langsung atau tidak