MATERI KULIAH
PENDIDIKAN
KEWARGANEGARAAN
Oleh
Airi safrijal, s.H., M.H.
Pnrtian sistem dan pncsla sgb sstem filsafat Sistem merupakan satu kesatuan yang terdiri
dari bagian-bagian tertentu yang lebih kecil atau subsistem yang mana antara satu sama lain
sangat terikat dalam mencapai tujuan utama sistem tersebut.
Pancasila sebagai sistem filsafat adalah suatu
kesatuan yang saling berhubungan untuk satu tujuan tertentu, dan saling berkualifikasi yang tidak terpisahkan satu dengan yang lainnya.
Ketika kita mengupas mengenai nilai salah satu sila dalam pancasila kita juga akan menemukan nilai dari sila yang lain. Setiap nilai selalu
Pancasila sbg sstm flsfat
Scra etimlgis istlh flsfat brsl dr bhs yunani “philein” yaitu cinta dan “sophos” yaitu hikmah/kbjksnaan. Jd scra hrfiah flsfat mngndung makna cnta kbjksnaan.
Ada 2 bntuk flsfat
2. Flsfat sbg suatu proses, yg artnya flsfat dlm bntuk suatu prses aktftas brflsfat, dlm prses pmchan suatu prmslahan dg
mnggnakan suatu cra/mtde trtntu sesuai dg objeknya. Flsfat dlm hal ini suatu sstem yg dmnis.
Hub filsfat dg pncasila yakni Pancasial yg tdri dri 5 sila pd hkkatnya mrpkan suatu filsfat.
Cbang2 ilmu flsfat :
Epistomologi brsal dri bhs Yunani ”episteme” dan
“logos”. Episteme brarti pngtahuan (knowledge), logos berarti teori. Jd Epistomologi scra etimologis brarti teori pngtahuan. Epistomologi mngkaji mngnai apa ssungguhnya ilmu/hkkat pngtahuan, drmna smbr ilmu, srta bgmna prses tjdinya.
Metodelogi, ini mmbhs mngnai prsoalan hkkat mtde
dlm ilmu pngthuan.
Logika, brkitan dg prsoalan flsfat brfkir yaitu
rmus2&dlil2 brfkir yg bnar.
4. Nlai pnsla sbg suatu sstem, artinya isi sila2 pncsla yg umum unvrsal mrpakan sbstansi sla2 pncsla, sbg pdman plksnaan/pnylnggraan ngra. Jd, hkkat pncsla adl mrpkan nilai. Nlai2 yg tkndung dlm sla 1-5 adl :
a. Cita-cita b. Harapan c. dambaan
Alasan yang prinsipil pancasila sebagai pandangan hidup dengan fungsinya tersebut di atas adalah :
1. Pancasila mengakui adanya kekuatan gaib
2. Mengatur keseimbangan dalam hubungan dan keserasian-keserasian dimana untuk menciptakannya perlu pengendalian diri 3. Dalam mengatur hubungan, peranan dan
kedudukan bangsa sangat penting. 4. Kekeluargaan dan gotong royong,
kebersamaan serta musyarawah untuk mufakat dijadikan sendi kehidupan.