• Tidak ada hasil yang ditemukan

Psikologi Kesehatan Teori Kepribadian Ti

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Psikologi Kesehatan Teori Kepribadian Ti"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

PSIKOLOGI

KESEHATAN

III

(2)

POKOK BAHASAN

1.

PENGERTIAN KEPRIBADIAN

2. PERBEDAAN DALAM KEPRIBADIAN

3.

TIPOLOGI KEPRIBADIAN

4.

GANGGUAN KEPRIBADIAN

(3)

PENGERTIAN KEPRIBADIAN

Dalam pengertian populer dapat dikategorikan

menjadi dua :

1.Ketrampilan / kecakapan sosial

2.Kesan yang paling menonjol yang dimiliki

seseorang terhadap orang lain.

(Sunaryo, 2014)

(4)

-Kepribadian adalah bagaimana individu menampilkan dan menimbulkan kesan bagi individu lain.

(5)

PERBEDAAN DALAM

KEPRIBADIAN;

(6)

KEPRIBADIAN (Personalitas)

Kepribadian adalah “bagaimana individu tampil dan menimbulkan kesan bagi individu lain.” (Alport, 1991)

(7)

WATAK (Karakter)

Keseluruhan atau totalitas kemungkinan-kemungkinan bereaksi secara emosional seseorang yang terbentuk selama hidupnya oleh unsur-unsur dari dalam (dasar, keturunan, dan faktor-faktor endogen) & unsur-unsur dari luar (pendidikan, pengalaman, dan faktor-faktor eksogen).

(8)

TABIAT (Tempramen)

Gejala karakteristik dari sifat emosi individu, termasuk mudah tidaknya terkena rangsangan emosi, kekuatan dan kecepatan reaksi, kualitas kekuatan suasana hati secara fluktuasi (ketidak tetapan atau guncangan) dan intensitas suasana hati, dan terutama berasal dari keturunan.

(9)

TIPOLOGI

(10)

TIPOLOGI KEPRIBADIAN C.G Jung

1 1. Extrovert:

Tipe kepribadian individu yang dipengaruhi dunia luar.

Ciri extrovert bersifat:

(11)

2. Introvert:

Tipe kepribadian individu yang minatnya lebih mengarah ke pikiran dan pengalaman sendiri. Pada saat mengalami ketegangan tenggelam menyendiri ke dalam diri sendiri/dengan kata lain tindakannya lebih dipengaruhi oleh dunia dari dalam diri sendiri.

Ciri introvert bersifat:

(12)

3. Embivert:

Tipe kepribadian individu yang memiliki kedua tipe dasar sehingga sulit untuk memasukkan ke dalam salah satu tipe.

Ciri embivert bersifat:

(13)
(14)

1. Paranoid: Bentuk kepribadian dengan

sifat curiga yang berlebihan/menonjol.

Ciri-ciri: Sensitif terhadap kegagalan dan penolakan, cenderung pendendam,

memiliki kecurigaan yang

mendalam&berulang.

2. Skizoid: Gangguan kepribadian dengan sifat pemalu, suka menyendiri, perasa, pendiam, menghindari hubungan jangka panjang dengan orang lain.

(15)

3. Dissosial: Gangguan kepribadian dengan perbedaan yg besar antara perilaku dengan norma sosial yang berlaku.

Ciri-ciri: Tidak peduli dengan perasaan orang lain, tidak peduli terhadap norma, peraturan yang berlaku di masyarakat&kewajiban sosial, tidak mampu menjaga hubungan agar berlangsung lama, amat tidak bertanggung jawab.

4. Eksplosif: Gangguan kepribadian dengan sifat ledakan marah&agresivitas terhadap stres yang kecil, kemudian ia akan menyesal terhadap kejadian tersebut, tapi hanya sebentar.

(16)

5. Anankastik: Gangguan kepribadian dengan sifat menginginkan sesuatu terlalu baik&keteraturan, kaku, malu, pengawasan diri yang tinggi.

Ciri-ciri: Bila dipaksa bekerja tanpa pengawasan, akan cemas, marah, benci, curiga terhadap atasannya. Bila dilangkahi dalam promosi jabatan ia akan sangat iri, dengki, benci, frustasi berat, tapi bila ia dipromosikan jabatan ia akan bingung.

6. Historik: Gangguan kepribadian dengan sifat egosentrik (menilai segalanya dari sudut diri sendiri)

(17)

7. Astenik: Gangguan kepribadian dengan sifat tidak mempunyai semangat hidup. Seumur hidup merasa lelah, leesu, tidak bertenaga, lemah untuk memulai sesuatu, kurang kemauan, kurang menikmati sesuatu.

Ciri-ciri: Tidak tahan menghadapi stres, karir pekerjaan/pernikahan dikesampikan, libido lemah.

8. Antisosial: Gangguan kepribadian dg sifat dan perilakunya berulang-ulang membawa konflik dg masyarakat karena dasarnya tidak tersosialisasi. Ciri-ciri: Tidak loyal terhadap kelompoknya, tidak

(18)

9. Inadekuat: Gangguan kepribadian dengan sifat berkali-kali tidak memenuhi harapan teman&kenalannya dalam hal respons terhadap tuntutan emosional, intelektual, sosial, dan fisik.

Ciri-ciri:

Tidak dapat membuat rancangan jangka panjang&tidak mampu melaksanakan tugas, sering pindah pekerjaan dg sedikit keprihatinan tentang masa depannya.

10. Siklotimik: Gangguan kepribadian dengan sifat mudah berubah-berubah antara deperesi (susah) dan euforia (gembira).

Ciri-ciri:

(Dalam keadaan euforia) ia merupakan pribadi yang ramah tamah, hangat&gembira. Akan tetapi terkenal dg orang yang sulit di ramalkan.

(19)

DISOSIASI

(20)

Disosiasi kepribadian adalah

pemisahan satu pola psikologis yang kompleks, sebagai satu kesatuan struktur kepribadian.

Beberapa disosiasi kepribadian:

1. Fugue : Keinginan keras untuk mengembara.

2. Sleepwalking (Somnabulisme): berjalan waktu tidur/melakukan hal pada saat kesadaran menurun.

(21)
(22)

Menentukan Kepribadian

Silakan analisis diri kalian sendiri, apakah diri kalian termasuk dalam kepribadian Tipologi C.G Jung:

1. Introvert ? 2. Extrovert ? 3. Embivert ?

Referensi

Dokumen terkait

Depdiknas, (2003: Hlm 32) pengertian tes hasil belajar adalah “Tes prestasi belajar yang disusun oleh guru untuk mengukur hasil pembelajaran atau kemajuan belajar

Untuk menghindari ketidakjelasan dalam penelitian ini, maka penulis membatasi masalah pada : “Pengaruh Konflik Peran Ganda, Kecerdasan Emosional dan Komitmen

menyelenggarakan sebagian kewenangan Pemerintah Pusat sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi sebagaimana telah diubah dengan

Hasil analisis penggenangan dengan asumsi tidak terjadi perubahan morfologi menunjukkan bahwa sebagian besar kawasan pesisir Mundu akan tergenang pada saat air laut pasang maksimum

tingginya angka kejadian penyakit ISPA pada balita di wilayah kerja.

[r]

Minat Belajar Siswa Yang Tidak Menggunakan Media Musik Pada Pembelajaran Bidang Studi Matematika. Dari hasil yang pernah didapat oleh guru bidang studi

Rakyat semarang dan Gubernur Jawa Tengah menyambut dengan baik kedatangan Sekutu pada awalnya karena berharap dapat memberikan keuntungan bagi rakyat Semarang.. Bahkan,