• Tidak ada hasil yang ditemukan

PKM Kewirausahaan Pemanfaatan limbah ebo (1)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PKM Kewirausahaan Pemanfaatan limbah ebo (1)"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

PEMANFAATAN LIMBAH EBONY MENJADI SOUVENIR

KHAS SULAWESI

BIDANG KEGIATAN:

PKM KEWIRAUSAHAAN

Diusulkan Oleh:

1.

DWI HERMAWAN : F 441 11 002 (Angkatan 2011)

2. NURFAYANTI : F 441 11 005 (Angkatan 2011)

3. NI KETUT SULASTRI : A 121 13 074 (Angkatan 2013)

UNIVERSITAS TADULAKO

PALU

(2)
(3)

DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL ...

HALAMAN PENGESAHAN... 1

DAFTAR ISI... 2

RINGKASAN ... 3

BAB I PENDAHULUAN ... 4

1.1 Latar Belakang ... 4

1.2 Rumusan Masalah ... 5

1.3 Tujuan... 5

1.4 Luaran Yang Diharapkan ... 5

1.5 Kegunaan Program ... 5

BAB II GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA ... 6

2.1 Kayu Ebony (Diospyros celebica). ...6

2.2 Kerajinan Tangan (Souvenir) ... 7

BAB III METODE PELAKSANAAN ... 10

BAB IV BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN ... 11

4.1 Anggaran Biaya... 11

4.2 Jadwal Kegiatan ... 11

DAFTAR PUSTAKA ... 12

LAMPIRAN-LAMPIRAN... 13

BIODATA KETUA DAN ANGGOTA... 14

JUSTIFIKASI ANGGARAN KEGIATAN... 17

SUSUNAN ORGANISASI TIM KEGIATAN DAN PEMBAGIAN TUGAS .. 20

SURAT PERNYATAAN KETUA PELAKSANA ... 21

SURAT PERNYATAAN KERJASAMA... 22

(4)

RINGKASAN

Untuk mengatasi masalah pengangguran di kalangan masyarakat diperlukan terobosan-terobosan baru dalam menciptakan peluang kerja. Cara yang biasa dilakukan masyarakat terutama masyarakat menengah ke bawah adalah dengan membuka usaha kecil-kecilan. Khususnya di provinsi sulawesi tengah, salah satu peluang usaha kecil-kecilan yang masih bisa diandalkan adalah usaha pemanfaatan limbah ebony menjadi souvenir. Kayu ebony atau Kayu-hitam Sulawesi merupakan sejenis pohon penghasil kayu mahal dari suku eboni-ebonian (Ebenaceae). Nama ilmiahnya adalah Diospyros celebica, yakni diturunkan dari kata "celebes" (Sulawesi), dan merupakan tumbuhan endemik daerah sulawesi.

Dengan menciptakan produk souvenir yang unik dan khas sulawesi maka dapat mengoptimalkan manfaat dari kayu ebony, memperbanyak produk oleh-oleh yang khas sulawesi, meningkatkan kreatifitas dan jiwa kewirausahaan mahasiswa, dan menciptakan peluang usaha baru dibidang kerajinan. Alasan utama menggunakan bahan baku ebony karena Kayu ebony mudah ditemukan dan hanya ada di daerah sulawesi sehingga memudahkan dalam pencarian bahan baku utama serta terhindar dari persaingan daerah lain. Selain itu harga bahan baku yang murah dan terjangkau karena memanfaatkan limbah dari pabrik pengolahan kayu ebony akan memberikan keuntungan yang sebesar-besarnya dari modal yang sekecil-kecilnya sesuai dengan prinsip ekonomi. Secara singkat, uraian Pelaksanaan kegiatan direncanakan melalui 6 tahap yaitu : 1). Tahap pemilihan limbah; 2). Tahap pembentukan pola; 3). Tahap penghalusan; 4).Tahap perakitan; 5). Tahap finising; 6). Tahap pemasaran.

Luaran yang diharapkan dari usaha ini yaitu terciptanya usaha baru dalam bidang kerajinan yang tidak hanya berpotensi menghasilkan profit saja, tetapi juga akan memperkenalkan kayu ebony sebagai kayu endemik sulawesi. Selain itu, dengan mengolah limbah ebony menjadi produk yang memiliki nilai jual tinggi maka tidak akan ada lagi limbah yang mencemari lingkungan sekitar pabrik somel.

(5)

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Masalah yang sering dihadapi pemerintah saat ini yaitu banyaknya

pengangguran di kalangan masyarakat. Oleh karena itu, sebagai mahasiswa sudah

seharusnya kita melaksanakan terobosan-terobosan baru dalam menciptakan

peluang kerja. Cara yang biasa dilakukan masyarakat terutama masyarakat

menengah ke bawah adalah dengan membuka usaha kecil-kecilan. Sebenarnya

usaha kecil-kecilan tersebut sudah membuka peluang usaha yang besar apabila

dikelola dengan baik. Pada kenyataannya tidak sedikit yang mengalami

kegagalan. Hal ini dikarenakan kurangnya keterampilan dalam menentukan

peluang usaha dengan kondisi daerah yang dijadikan sasaran dalam berusaha.

Tentunya diperlukan keterampilan membaca peluang usaha sehingga usaha yang

akan dijalani sesuai dengan permintaan sasaran dalam berusaha.

Di provinsi sulawesi tengah, salah satu peluang usaha yang masih bisa

diandalkan adalah usaha di bidang kerajinan tangan. Hal ini dilihat dari kurangnya

jumlah pengusaha kerajinan tangan di daerah sulawesi tengah khususnya kota

palu. Sedangkan jumlah permintaan pasar setiap tahun makin meningkat seiring

dengan makin bertambahnya kehadiran wisatawan yang berkunjung ke sulawesi

tengah. Dengan adanya kasus ini muncullah ide untuk memanfaatkan limbah kayu

ebony menjadi souvenir khas sulawesi. Alasan lain yang mendukung utuk

memanfaatkan limbah ebony menjadi souvenir khas sulawesi adalah masih

banyaknya sisa-sisa kayu ebony yang tidak terpakai di pabrik pengolahan kayu

ebony, serta keinginan untuk memperkenal luaskan produk kesenian yang dapat

dihasilkan oleh kayu endemik sulawesi ini. Dengan adanya produk olahan limbah

ebony akan memberikan income bagi pelaku usaha dan akan mampu mengangkat

potensi pariwisata indonesia di bidang seni.

(6)

1.2 Rumusan Masalah

rumusan masalah yang dibahas yaitu Bagaimana menciptakan produk

souvenir yang unik dan khas sulawesi dengan memanfaatkan bahan baku limbah

ebony ?

1.3 Tujuan

Tujuan yang ingin dicapai dari program ini yaitu :

a) Menghasilkan produk sovenir yang unik dan khas sulawesi.

b) Mengoptimalkan manfaat limbah ebony.

c) Meningkatkan kreatifitas dan jiwa kewirausahaan mahasiswa.

d) Menciptakan peluang usaha baru dibidang kerajinan.

e) Menyediakan dan memperkenalkan produk inovasi dari limbah ebony

1.4 Luaran Yang Diharapkan

Luaran yang diharapkan dari program ini yaitu Terciptanya usaha baru

dalam bidang kerajinan yang tidak hanya berpotensi menghasilkan profit saja,

tetapi juga akan memperkenalkan kayu ebony sebagai kayu endemik sulawesi ke

masyarakat luas.

1.5 Kegunaan Program

Kegunaan diadakannya program ini yaitu :

a) Bagi mahasiswa

Menumbuhkembangkan jiwa kewirausahaan dan mengoptimalkan

kreatifitas mahasiswa.

b) Bagi masyarakat umum

Membuka peluang usaha baru bagi masyarakat yang ingin

menciptakan lapangan pekerjaan.

c) Bagi lingkungan

Mengurangi pencemaran lingkungan yang diakibatkan oleh limbah

(7)

BAB II

GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA

2.1 Kayu Ebony (Diospyros celebica)

Kayu ebony atau Kayu-hitam Sulawesi adalah sejenis pohon penghasil

kayu mahal dari suku eboni-ebonian (Ebenaceae). Nama ilmiahnya adalah

Diospyros celebica, yakni diturunkan dari kata "celebes" (Sulawesi), dan merupakan tumbuhan endemik daerah sulawesi.

Pohon, batang lurus dan tegak dengan tinggi sampai dengan 40 m.

Diameter batang bagian bawah dapat mencapai 1 m, sering dengan banir (akar

papan) besar. Kulit batangnya beralur, mengelupas kecil-kecil dan berwarna

coklat hitam. Pepagannya berwarna coklat muda dan di bagian dalamnya

berwarna putih kekuning-kuningan.

Daun tunggal, tersusun berseling, berbentuk jorong memanjang, dengan

ujung meruncing, permukaan atasnya mengkilap, seperti kulit dan berwarna hijau

tua, permukaan bawahnya berbulu dan berwarna hijau abu-abu.

Bunganya mengelompok pada ketiak daun, berwarna putih. Buahnya bulat

telur, berbulu dan berwarna merah kuning sampai coklat bila tua. Daging buahnya

yang berwarna keputihan kerap dimakan monyet, bajing atau kelelawar; yang

dengan demikian bertindak sebagai agen pemencar biji. Bijinya berbentuk seperti

baji yang memanjang, coklat kehitaman.

Karena perkembangan populasi yang lambat dan karena tingginya tingkat

eksploitasi di alam, kini kayu hitam sulawesi telah terancam kepunahan. Ekspor

kayu ini mencapai puncaknya pada tahun 1973 dengan jumlah sekitar 26,000 m3,

dan kemudian pada tahun-tahun berikutnya terus menurun karena kekurangan

stok di alam.

(8)

Klasifikasi ilmiah

Kerajaan: Plantae

Divisi: Magnoliophyta

Kelas: Magnoliopsida

Ordo: Ericales

Famili: Ebenaceae

Genus: Diospyros

Spesies: D. celebica

Tabel 2.1 klasifikasi ilmiaah kayu ebony

Sumber : (http://id.wikipedia.org/wiki/Kayu_hitam_ sulawesi).

2.2 KERAJINAN TANGAN (SOUVENIR)

Kerajinan tangan adalah hal yang berkaitan dengan buatan tangan atau

kegiatan yang berkaitan dengan barang yang dihasilkan melalui keterampilan

tangan. Dalam membuat kerajinan tangan tentunya dibutuhkan jiwa seni dan

kreatifitas yang tinggi. Pada program kreatifitas mahasiswa bidang kewirausahaan

kali ini kami mengusulkan Usaha pemanfaatan limbah ebony menjadi souvenir

khas sulawesi. Adapun souvenir yang dihasilkan yaitu: miniatur kapal phinisi, jam

sulawesi, papan nama, bingkai foto, dan gantungan kunci. Adapun alat dan bahan

serta cara pembuatannya yaitu:

a) Alat

Peralatan yang dibutuhhkan dalam pembuatan souvenir ini adalah

Gergaji mesin, scrol saw, Gurinda, Mesin penghalus, Roter, Mesin

Compresor, Tabung spoit, dan Jig saw.

b) Bahan

- limbah ebony - Mata scrol - Milamin vernis

- Amplas no 1 - Lem korea - Thinner

- Amplas no 2 - Lem fox - Batu hijau

(9)

c) Cara pembuatan

1. Menyiapkan alat dan bahan

2. Menentukan bentuk pola yang akan dibuat

3. Memilih potongan kayu yang sesuai dengan pola yang akan dibuat.

4. Membuat pola dengan menggunakan gergai mesin atau scrol saw.

5. Menghaluskan permukaan pola yang telah dibentuk.

6. Merakit pola yang telah dihaluskan sesuai dengan model atau bentuk

7. Mengecek kerapian dan melapisi permukaan dengan vernis.

8. Mengemas produk ke plastik kemasan dan memberi label.

d) Peluang Usaha Dan Analisis Ekonomi

1. Peluang Usaha

Produk souvenir atau kerajinan tangan khas daerah sangat

digemari oleh wisatawan yang sedang melancong ke suatu daerah. Para

wisatawan memanfaatkan souvenir sebagai oleh-oleh atau kenang

kenangan dari perjalanan mereka. Melihat hal tersebut, melalui inovasi

berupa pemanfaatan limbah ebony menjadi souvenir khas sulawesi akan

menambah daya tarik wisatawan untuk datang ke sulawesi, bukan hanya

untuk menikmati pemandangan alam yang asri namun juga memburu

produk kesenin daerah sulawesi.

Alasan utama menggunakan bahan baku ebony karena Kayu

ebony mudah ditemukan dan hanya ada di daerah sulawesi sehingga

memudahkan dalam pencarian bahan baku utama serta terhindar dari

persaingan daerah lain. Berikut adalah 4 jenis pertimbangan factor

SWOT yang bisa ditemukan dalam menganalisis keberlangsungan

sebuah usaha PEMANFAATAN LIMBAH EBONY , yaitu :

FAKTOR SWOT PEMANFAATAN LIMBAH EBONY MENJADI SOUVENIR

Kekuatan (Strength)

• Bahan Baku mudah diperoleh

• Keunikan produk.

• Kesukaan konsumen akan produk.

(10)

Tabel 2.2 faktorSWOTusaha pemanfaatan limbah ebony menjadi souvenir

2. Analisis Ekonomi

Dalam 1 periode produksi sovenir manggunakan bahan baku

limbah ebony 100 kg. Dari 100 kg limbah ebony akan diperoleh sekitar

15 buah miniatur kapal phinisi, 15 buah jam sulawesi, 15 buah bingkai

foto, 40 buah papan nama, dan 100 buah gantungn kunci. Harga jual

untuk masing-masing produk souvenir ini yaitu: 1 buah miniatur kapal

phinisi = Rp.60.000,- , 1 buah Jam sulawesi = Rp.50.000,- , 1 buah

bingkai foto = Rp.40.000,- , 1 buah papan nama = Rp.35.000,- , 1 buah

gantungan kunci = Rp.5.000,-. Untuk 1 kali periode produksi

membutuhkan waktu selama 1 bulan. Sehingga total hasil yang diperoleh

selama 1 bulan (1 kali periode produksi) adalah Rp. 4.150.000,-.

Adapun keseluruhan modal yang dikeluarkan di awal pendirian

usaha adalah Rp.12.374.000,- maka modal akan kembali dalam waktu 3

bulan atau 3 kali periode produksi dengan rincian : pendapatan per

produksi Rp. 4.150.000,- x 3 periode = Rp. 12.450.000,-).

Untuk modal tetap, meliputi peralatan penunjang, perjalanan dan

biaya lain-lain adalah Rp. 6.190.000,-. Sedangkan biaya setiap 1 kali produksi, meliputi biaya bahan habis pakai adalah Rp. 1.546.000,-.

Sehingga apabila kita analisis selama 4 kali periode produksi, maka total

biaya habis pakai yang dibutuhkan adalah Rp. 1.546.000,- x 4 kali

periode produksi = Rp. 6.184.000,- (lihat tabel 4.2). Jadi keuntungan per

produksi adalah pendapatan per produksi dikurang Pengeluaran per

produksi = (Rp. 4.150.000–Rp. 1.546.000,-) = Rp. 2.604.000,-.

skala besar ke luar daerah yang sulit.

• Kurangnya promosi Peluang (Opportunity)

• Kesempatan biaya produksi murah.

• Peluang pasar di sulawesi.

• Kesempatan menguasai pasar. Ancaman (Threath)

• Standarisasi mutu

• Kemungkinan pesaing skala besar

(11)

BAB III

METODE PELAKSANAAN

Pelaksanaan kegiatan direncanakan melalui 6 tahap yaitu : 1). Tahap

pemilihan limbah; 2). Tahap pembentukan pola; 3). Tahap penghalusan;

4).Tahap perakitan; 5). Tahap finising; 6). Tahap pemasaran.

1. Tahap pemilihan limbah

Pemilihan limbah dilakukan dengan cara memilih potongan-potongan

kayu yang sesuai, agar mempermudah pada saat pembentukan pola.

2. Tahap pembentukan pola

Pembentukan pola dilakukan dengan cara memotong atau memapas

kayu sesuai dengan bentuk yang akan dibuat. Pemotongan dilakukan dengan

menggunakan mesin circle saw atau scroll saw sesuai dengan kebutuhan.

3. Tahap penghalusan

Penghalusan dilakukan dengan menggunakan kertas pasir atau mesin

penghalus. Tahap ini terus dilakukan sampai seluruh permukaan nampak

halus dan rapi.

4. Tahap perakitan

Pada tahap ini masing-masing bagian pola yang telah dihaluskan

digabung menjadi satu, sehingga terbentuk sebuah model sesuai dengan yang

diinginkan.

5. Tahap finishing

Tahap finishing merupakan tahapan akhir pembuatan souvenir. Pada

tahap ini, dilakukan proses pelapisan permukaan souvenir dengan milamin

atau vernis agar produk menjadi lebih mengkilat dan tahan lama.

6. Tahap pemasaran

Pemasaran diawali dengan menawarkan produk ini ke toko-toko

souvenir dan pusat penjual oleh-oleh sulawesi. Selanjutnya kami juga akan

menawarkan produk ini ke tempat-tempat wisata yang ada di sekitaran kota

palu. Produk ini juga akan dipromosikan melalui leaflet,media sosial dan

iklan di koran bahwa kami menerima pesanan.

(12)

BAB IV

BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN

4.1 ANGGARAN BIAYA

NO Jenis Pengeluaran Biaya (Rp)

1 Peralatan Penunjang Rp.

3.725.000,-2 Bahan Habis Pakai Rp.

6.184.000,-3 Perjalanan Rp.

1.230.000,-4 Lain-lain Rp.

1.235.000,-JUMLAH

Rp.12.374.000,-4.2 JADWAL KEGIATAN

a. Tabel 4.4 Jadwal kegiatan selama 4 bulan

Kegiatan

Bulan ke-1 Bulan ke-2 Bulan ke-3 Bulan ke-4 Minggu Minggu Minggu Minggu ke-1 2 3 4 ke-1 2 3 4 ke-1 2 3 4 ke-1 2 3 4 Konsultasi Dengan Dosen

Pembimbing √ √ √ √ √ √ √ √ √

Persiapan Bahan dan Peralatan √

Pembuatan Produk souvenir √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √

Tahap komersialisasi produk √ √ √ √

Tahapan pengujian produk √ √ √ √

Evaluasi secara umum kegiatan

bisnis √ √ √ √

Pengolahan Data √ √

Pembuatan draft laporan akhir √ √

(13)

DAFTAR PUSTAKA

Arya Wardhana, Wisnu. 2001.Dampak Pencemaran Lingkungan. Yogyakarta Andi.

Indonesia, Wikipedia bahasa. 2013. Kayu Hitam Sulawesi. (diakses tanggal 10 Oktober 2013). Tersedia dalam URL:

http://id.wikipedia.org/wiki/Kayu_hitam_ sulawesi.

ASSAURI, Sofjan. 2002.Matematika Ekonomi. jakarta . PT. RajaGrafindo Persada.

Riadi, p.t. 2012.Kerajinan Tangan.(diakses tanggal 15 Oktober 2013). Tersedia dalam URL:

http://indonesiacraftproduct.blogspot.com/2012/11/kerajinan-tangan.html?m=1.

(14)
(15)
(16)
(17)
(18)

B. JUSTIFIKASI ANGGARAN KEGIATAN

1 Unit Rp. 300.000,- Rp.

300.000,-scrol saw Untuk

pembentukan

pola

1 Unit Rp. Rp.

1.125.000,-Gurinda Untuk

meratakan

permukaan

1 Unit Rp. 150.000,- Rp.

150.000,-Mesin

penghalus

Untuk

menghaluskan

permukaan

1 Unit Rp. 420.000,- Rp.

420.000,-Mesin

Compresor

Sebagai pompa

angin pada saat

pengecatan

1 Unit Rp. Rp.

1.650.000,-Tabung

spoit

Untuk proses

pengecatan

1 Unit Rp. 80.000,- Rp.

80.000,-SUB TOTAL (Rp) Rp.

3.725.000,-2. Tabel 4.2 Bahan Habis Pakai Selama 4 Kali Periode Produksi

Material Justifikasi

400 kg Rp. 2.500,- Rp.

1.000.000,-Amplas no

1

Menghaluskan

permukaan

20 meter Rp. 30.000,- Rp.

600.000,-Amplas no

2

Menghaluskan

permukaan

(19)

600.000,-Amplas no

3

Menghaluskan

permukaan

20 meter Rp. 30.000,- Rp.

600.000,-Milamin

Vernis

Melapisi

permukaan kayu

20 kaleng Rp. 60.000,- Rp.

1.200.000,-Thinner Untuk

pengencar

vernis

20 liter Rp. 25.000,- Rp.

500.000,-Mata scrol Sebagai mata

gargajii pada

mesin scrol

12 lusin Rp. 30.000,- Rp.

360.000,-Lem korea Untuk

merekatkan

kayu

4 lusin Rp. 100.000,- Rp.

400.000,-Lem fox Untuk

merekatkan

kayu

20 kaleng Rp. 20.000,- Rp.

400.000,-Paku 5 cm Sebagai pengait 8 kg Rp. 48.000,- Rp.

384.000,-Batu hijau Untuk membuat

permukaan

mengkilat

4 kg Rp. 35.000,- Rp.

140.000,-SUB TOTAL (Rp) Rp.

6.184.000,-3. Tabel 4.3 Biaya Perjalanan

Material Justifikasi

1 kali Rp. 250.000,- Rp.

250.000,-Perjalanan ke

pertokoan

Perjalanan

pembelian

(20)

500.000,-bahan habis

8 kali Rp. 60.000,- Rp.

480.000,-SUB TOTAL (Rp) Rp.

1.230.000,-4. Tabel 1.230.000,-4.4 Biaya lain–lain

Material Justifikasi

pemakaian

Kuantitas Harga

Satuan (Rp)

Keterangan

Sewa tempat sebagai tempat

bekerja selama 4

10 buah Rp. 7.500,- Rp.

75.000,-Laporan dan

penggandaan

Untuk

pembuatan

laporan kegiatan

4 buah Rp. 20.000,- Rp.

80.000,-Promosi Pembuatan

spanduk dan

pamflet

1 buah Rp. 80.000,- Rp.

80.000,-SUB TOTAL (Rp) Rp.

(21)

Rp.12.374.000,-C. SUSUNAN ORGANISASI TIM KEGIATAN DAN PEMBAGIAN TUGAS

No Nama / Nim Program Studi

1 Dwi hermawan S1 Teknik Elektro 2 Ni Ketut sulastri Pend.

Bahasa 3 Nurfayanti S1 Teknik

(22)
(23)

Gambar

Tabel 2.1 klasifikasi ilmiaah kayu ebony
Tabel 2.2 faktor SWOT usaha pemanfaatan limbah ebony menjadi

Referensi

Dokumen terkait

Upaya tersebut merupakan implementasi visi Presiden Republik Indonesia bagi para TKI agar memperoleh perlindungan hukum ketika menjadi calon TKI, memperoleh jaminan kerja pada

Algoritma ini tidak bisa mencegah agar ular tidak mengalami keadaan seperti ini karena panjang ular yang besar seringkali mengganggu perhitungan dan dalam kasus belum memiliki

Sektor perikanan tangkap memiliki nilai pengganda pendapatan yang tertinggi, yang berarti mempunyai peluang paling besar untuk dapat meningkatkan pendapatan masyarakat,

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN JASA WISATA DI KOTA BANDUNG (Survey Pada Pengunjung Objek Daya Tarik Wisata di Kota

Analisis Pengaruh Komunikasi Organisasi (X1) dan Kompensasi (X2) terhadap Kepuasan Kerja Guru (Y) Pada Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah Swasta di Cimahi

Hutan adalah daratan yang banyak ditumbuhi pepohonan. Hutan merupakan sumber daya alam yang tidak ternilai. Selain itu, kekayaan hutan dapat dilestarikan jika

Cagne (dalam Soetarlinah Sukadji, 1988) berpendapat bahwa yang dimaksud dengan prestasi belajar adalah tingkat kemampuan actual yang dapat diukur, baik berupa

9. Berdasarkan Kompetensi Dasar yang telah direviu dan dinyatakan memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan maka dikembangkan silabus. Pengembangan silabus