PENGARUH TIMBAL BALIK MEDIA MASSA DAN
DAMPAKNYA BAGI PEMBENTUKKAN OPINI
MASYARAKAT
PENGARUH TIMBAL BALIK MEDIA MASSA DAN
DAMPAKNYA BAGI PEMBENTUKKAN OPINI
MASYARAKAT
Definisi Media Massa
Definisi Media Massa
•
Media
Massa atau Pers adalah
suatu istilah yang mulai
digunakan
pada
tahun 1920-an untuk
mengistilahkan jenis media
yang
secara
khusus
didesain untuk mencapai
masyarakat yang sangat
luas. Dalam pembicaraan
sehari-hari, istilah ini sering
disingkat menjadi media.
•
Media
Massa atau Pers adalah
suatu istilah yang mulai
digunakan
pada
tahun 1920-an untuk
Pengaruh
Perkembangan Teknologi
Komunikasi Media Massa
Pengaruh
Perkembangan Teknologi
Komunikasi Media Massa
• Globalisasi media massa berawal pada kemajuan tekhnologi komunikasi dan informasi semenjak dasawarsa 1970-an. Dalam pengertian itulah kita bertemu dengan beberapa istilah populer, banjir komunikasi, era informasi, masyarakat informasi atau era satelit.
• Perkembangan masyarakat yang dipacu oleh kemajuan teknologi komunikasi yang semakin canggih menunjukkan pengaruh yang kuat terhadap kemekaran media massa, tetapi dilain pihak secara timbal-balik ini menimbulkan dampak yang teramat kuat pula terhadap masyarakat
• Salah seorang pakar komunikasi Abdul Muis, dalam tulisannya di majalah Analisis CSIS (1991) menyebutkan, kemajuan tekhnologi komunikasi dan informasi menghadirkan aneka ragam saluran (media) yang kian lama kian canggih dan memungkinkan segala macam kejadian.”
• Globalisasi media massa berawal pada kemajuan tekhnologi komunikasi dan informasi semenjak dasawarsa 1970-an. Dalam pengertian itulah kita bertemu dengan beberapa istilah populer, banjir komunikasi, era informasi, masyarakat informasi atau era satelit.
• Perkembangan masyarakat yang dipacu oleh kemajuan teknologi komunikasi yang semakin canggih menunjukkan pengaruh yang kuat terhadap kemekaran media massa, tetapi dilain pihak secara timbal-balik ini menimbulkan dampak yang teramat kuat pula terhadap masyarakat
•
Tahun 1945 – 1950-an . Pada masa
ini, pers sering disebut sebagai pers
perjuangan.
•
Tahun 1950 – 1960-an . Masa ini
merupakan
masa
pemerintahan
parlementer atau masa demokrasi
liberal. pers dikenal sebagai pers
partisipan.
•
Tahun 1945 – 1950-an . Pada masa
ini, pers sering disebut sebagai pers
perjuangan.
•
Tahun 1950 – 1960-an . Masa ini
merupakan
masa
pemerintahan
Orde Baru
•
Tahun 1970-an. Orde baru mulai
berkuasa pada awal tahun 1970-an.
Pada masa itu, pers mengalami
depolitisasi dan komersialisasi pers.
•
Tahun 1980-an. Pada tahun 1982,
Departemen Penerangan mengeluarkan
Peraturan Menteri Penerangan No. 1
Tahun 1984 tentang Surat Izin Usaha
Penerbitan Pers (SIUPP).
•
Tahun 1990-an. Pada tahun 1990-an,
depolitisasi dan komersialisasi pers.
•
Tahun 1980-an. Pada tahun 1982,
Departemen Penerangan mengeluarkan
Peraturan Menteri Penerangan No. 1
Tahun 1984 tentang Surat Izin Usaha
Penerbitan Pers (SIUPP).
•
Masa Reformasi (1998/1999) – Sekarang.
Pada masa reformasi, pers Indonesia
menikmati kebebasan pers. Pada masa ini
terbentuk UU Nomor 40 Tahun 1999
tentang Pers.
Peran
Media
Massa
dalam
pembentukan
opini Publik
Peran
Media
Massa
dalam
pembentukan
opini Publik
Media
massa
berperan
dalam
mendefinisikan
realitas karena sebagai
saluran yang dimanfaatkan
untuk mengendalikan arah
dan memberikan dorongan
terhadap perubahan sosial.
Berdasarkan
tujuannya,
media massa dapat dibagi
menjadi dua, yaitu
1. government oriented
2. profit oriented.
Media
massa
berperan
dalam
mendefinisikan
realitas karena sebagai
saluran yang dimanfaatkan
untuk mengendalikan arah
dan memberikan dorongan
terhadap perubahan sosial.
Berdasarkan
tujuannya,
media massa dapat dibagi
menjadi dua, yaitu
Faktor faktor yang mempengaruhi
pengambilan keputusan dalam ruang
pemberitaan
Faktor faktor yang mempengaruhi
pengambilan keputusan dalam ruang
pemberitaan
1. Individual
2. Rutinitas Media (
media routine)
3. Organisasi
Media Massa dalam
Cengkeraman Kapitalisme
Media Massa dalam
Cengkeraman Kapitalisme
Dalam mengonstruksi realitas, ada 2 peran yang dimainkan media massa: 1. media adalah sumber dari kekuasaan
hegemonik
2. media juga dapat menjadi sumber legitimasi
Dalam pendekatan politik ekonomi, akan diketahui kekuatan kelas kapitalis yang menguasai pencitraan media massa. Madsutnya kelompok pemilik media menyuguhkan pilihan informasi kepada masyarakat dengan tujuan agar publik semakin mudah menangkap pesan media dan ikut dalam arus wacana yang disampaikan media massaas kapitalis yang menguasai pencitraan media massa. Dalam mengonstruksi realitas, ada 2
peran yang dimainkan media massa: 1. media adalah sumber dari kekuasaan
hegemonik
2. media juga dapat menjadi sumber legitimasi
5 kebohongan yang bisa dilakukan
oleh media Menurut Efendi Gazali
5 kebohongan yang bisa dilakukan
oleh media Menurut Efendi Gazali
1. Membesar-besarkan atau mengecil-kecilkan data.
2. Memberitakan yang tidak pernah ada.
3. Tidak memberitakan kejadian yang memang terjadi dan sebenarnya jika disajikan akan bermanfaat bagi publik. 4. Membohongi agenda publik
dengan sengaja.
5. Membohongi publik dengan menekankan berkali-kali bahwa mereka (media) tidak sedang membohongi Anda
1. Membesar-besarkan atau mengecil-kecilkan data.
2. Memberitakan yang tidak pernah ada.
3. Tidak memberitakan kejadian yang memang terjadi dan sebenarnya jika disajikan akan bermanfaat bagi publik. 4. Membohongi agenda publik
dengan sengaja.
Kekuatan Media Massa
dalam Membentuk Opini
Umum
Kekuatan Media Massa
dalam Membentuk Opini
Umum
• Stuart Hall berpendapat bahwa media massa merupakan sarana paling penting dari kapitalisme abad ke-20 untuk memelihara hegemoni ideologis.
• Media massa juga
menyediakan kerangka berpikir bagi berkembangnya budaya massa melalui usaha kelompok dominan yang terus-menerus berusaha
mempertahankan,melembagak an, melemahkan, dan
meniadakan potensi tandingan dari pihak-pihak yang dikuasai.
• Stuart Hall berpendapat bahwa media massa merupakan sarana paling penting dari kapitalisme abad ke-20 untuk memelihara hegemoni ideologis.
• Media massa juga
menyediakan kerangka berpikir bagi berkembangnya budaya massa melalui usaha kelompok dominan yang terus-menerus berusaha
mempertahankan,melembagak an, melemahkan, dan
4 faktor yang mempengaruhi Media massa
dalam membentuk opini umum menurut
Harsono Suwardi
4 faktor yang mempengaruhi Media massa
dalam membentuk opini umum menurut
Harsono Suwardi
1. Media massa memiliki daya jangkau yang luas dalam menyebarkan informasi
2. Media massa memiliki kemampuan untuk melipatgandakan pesan.
3. Setiap media dapat mewacanakan sebuah peristiwa politik sesuai pandangannya masing-masing.
4. Media massa memiliki fungsi
agenda setting
5. Pemberitaan peristiwa oleh suatu media kecenderungannya akan berkaitan dengan media lainnya
1. Media massa memiliki daya jangkau yang luas dalam menyebarkan informasi
2. Media massa memiliki kemampuan untuk melipatgandakan pesan.
3. Setiap media dapat mewacanakan sebuah peristiwa politik sesuai pandangannya masing-masing.
4. Media massa memiliki fungsi
agenda setting