• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dr anna lewi santoso

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Dr anna lewi santoso"

Copied!
43
0
0

Teks penuh

(1)

Jaringan Tulang

(2)

Tulang Rawan

Bentuk khusus jaringan ikat yg tdd dr sel, serat

& matriks extrasel

Fungsi:

Menahan stres mekanikMenyanggah jar lunakPeredam benturan

Daerah pergeseran bagi sendi – Memudahkan pergerakan tulang

Perkembangan & pertumbuhan tulang panjang

Sel tulang rawan = kondrosit (dlm lakuna)Matriks extrasel : serat + substansi dasarKondrosit :

Metabolisme glikolitik

(3)

Tidak mempunyai p darah, p limfe, saraf,

sehingga nutrisi melalui:

Difusi dr kapiler jar ikat didekatnya (perikondrium)Cairan sinovia rongga sendi

Aktivitas metabolisme rendah

Perikondrium : selubung jar ikat padat

(fbrosa) yg mengelilingi tl rawan (kec: tl

rawan sendi)

Fungsi :

Tempat pertemuan tl rawan + jar lainPertumbuhan + ketahanan tl rawan

Terdiri dari :

Serat kolagen tipeIFibroblas (banyak)

(4)

Tulang rawan dibagi:

1.Tulang rawan hialin

2.Tulang rawan elastis

(5)

Tulang rawan hialin

Pada embrio : kerangka sementaraDewasa :

– Permukaan sendi yg dpt bergerak

Hidung, laring, trakea, bronkusVentral tl rusuk dg sternum

Lempeng epifsis – pertumbuhan memanjang tulang

Sediaan segar : massa bening putih kebiruanMatriks :

Homogen : amorf, kolagen tipe II, proteoglikans

( kondroitin sulfat, keratin sulfat), as hialuronat.

Proteoglikans:

• Menahan air-75% vol total matriks

• Embrio : tersebar merata diseluruh matriks

(6)

Kondrosit (sel tulang rawan)

Muda (tepi) : lonjong, sumbu panj paralel thd

permukaan, lbh ke dlm: inti bulat-besar ditengah, berkelompok (isogen/isogenous)

Anak inti sel bisa 1/lebih

Sitoplasma butiran halus- basofl, ribosom bykTl rawan hidup: kondrosit memenuhi seluruh

lakuna, pd sediaan tjd pengerutan

Kelompok sel dlm satu lakuna: cell nest / sel

isogen : berasal dari satu kondrosit induk

Sel tl rawan fetal: gepeng, jarang terlihat sel

isogen

Sel tl rawan dpt berubah menjadi:

Tumor jinak: kondroma

(7)
(8)
(9)

Histogenesis

Berasal : mesenkim---membulat (cabang2

memendek)---membelah, mjd sel kondroblas---sel kondrosit ( vakuol, lipid, glikogen )

Diferensiasi tl rawan berlangsung dr pusat ke

luar

Mesenkim superfsial menjadi perikondriumPertumbuhan tl rawan secara:

Interstitial: kondrosit bermitosis (proliferasi)—sel2

isogen pd tl dewasa (proses endogen)

• Kurang berperan, krn tjd pd tahap awal pembentukan tl rwn

• Tjd di lempeng epifsis tl panj & tl rwn sendi, untuk

– Memperpanjang tl panjang

– Model tl rwn --- pembentukan endokondrium

Aposisional ( exogen ): diferensiasi sel2

(10)
(11)

Tl rwn hialin lbh rentan thd proses

penuaan degeneratif

Degeneratif asbes (

asbestiform

)---pd

tl rwn tua, krn pembentukan agregasi

setempat dr serat kolagen abnormal

dan tebal

Regenerasi :

Sangat rendah ( sukar beregenerasi )

Proses lambat ( tdk sempurna )

Aktivitas perikondrium --- aposisional

Bila cedera luas: perikondrium

membentuk jar ikat padat

fbrosa---diganti oleh tulang

(12)

Perubahan retrogresif

Dengan meningkatnya usia:

Tl rawan kurang bening, kurang basofl

( proteoglikans berkurang, protein non kolagen bertambah)

Sel berkurangKalsifkasi

Kalsifkasi: pemberi kekuatan sementara:tl

rwn--- tl butir2 halus kalsium fosfat, kalsium

karbonat diendapkan pd matriks, mula2

dekat sel—lalu seluruh matriks sehingga:

Tl rwn mjd keras + rapuhNutrisi tdk dpt berdifusi

(13)

Tulang rawan elastis

• Sediaan: daun telinga, dinding liang telinga luar, tuba eustachius, epiglotis, tl rwn kuneiformis pd laring

• Sediaan segar: berwrn kuning, banyak serat elastin

• Modifkasi dr tl rwn hialin: perbedaannya:

– Matriks lebih keruh

– Sel: sedikit lemak + glikogen

– Matriks: kolagen tipe II, serat elastin halus yg luas, terutama bagian tengah tl rwn

– Lebih lentur

– Jarang retrogresif ( kalsifkasi ) • Persamaan :

– Dibungkus perikondrium

(14)
(15)
(16)
(17)

Fibrokartilago

Jar intermediate antara jar ikat padat & tl

rwn hialin

Sediaan: diskus intervertebralis, simfsis

pubis, ligamen, tl rwn yg membatasi

bahu+persendian tl paha

Tidak pernah berdiri sendiri, selalu

berhubungan dg jar ikat padat fbrosa/tl

rwn, dg batas tdk jelas

Kondrosit: satu2 / kelompok isogen---barisan

panjang---serat kolagen tipe I (kasar)

Matriks asidoflik

(18)
(19)

Diskus intervertebralis

Fungsi:

1. Bantal pelumas, cegah erosi vertebra---daya abrasi selama kolumna vertebralis bergerak.

2. Menahan tekanan pd vertebra yg saling menindih

Diantara 2 vertebra, terikat ligamen

Ada 2 komponen:

Annulus fbrosus fbrosa

• Lapisan luar: jar ikat padat

• Terdiri dari: lamina fbrokartilago yg tumpang tindih, kolagen (ortogonal), lamela multiple dg kolagen tipe I tersusun 90⁰

• Sehingga sangat kenyal

(20)

Pusat annulus fbrosus

Berasal: notochord embrio: sel bulat,

terbenam matriks (hialuronat, kolagen tipe II)

Anak: ukuran besar---mengecil---diganti

fbrokartilago (dewasa)

Herniasi diskus intervertebralis

: rupture

annulus fbrosus (posterior)---kolagen

sedikit

Nukleus pulposus menonjol

(21)
(22)

Tulang (jaringan oseosa)

• Unsur pokok kerangka orang dewasa

Menyangga otot

• Melindungi organ2 vital (tengkorak, rongga dada)

Sumsum tulang (sel darah) • Cadangan kalsium, fosfat, dll

• Sistem pengungkit, melipatgandakan kekuatan kontraksi otot---tubuh bergerak

• Avaskular

• Terdiri dari:

Matriks tulang

Sel osteoprogenitor

(23)

Osteoblas (menyintesis unsur organik

matriks)

Osteoklas (sel raksasa

multinuklear---resorpsi & remodelling jar tulang)

Endosteum (permukaan dalam) +

periosteum (permukaan luar): lapisan

yg mengandung sel2 osteoprogenitor

Matriks tulang

Organik:

± 35% serat osteokolagen = serat

kolagen tipe I

Substansi dasar amorf: semen

(proteoglikan, glikosaminoglikans,

kondroitin sulfat)

(24)

Anorganik: 65% (2/3 berat tulang)

Kalsium, fosfor (± 85%)

Bikarbonat (± 10%)

Kalsium fuorida

Sitrat

Magnesium

Kalium

Natrium

Kalsium + fosfor = kristal hidroksiapatit

Ca10(PO4)6(OH)2

Lamel2 setebal 3-7 µm

Lamel: hasil peletakan matriks

(25)

Antibiotik tetrasiklin: interaksi

matriks tl yg baru diendapi

mineral---parameter studi pertumbuhan tl

dx: penyakit pertumbuhan tulang

Cara: tetrasiklin disuntik 2x interval 5

hr---biopsi tl---mikroskop

fuoresensi---lihat jarak 2 lapisan

fuoresen sebanding dg kecepatan

aposisi tl

Dx:

-

Osteomalasia

(gangguan mineralisasi)

-

Osteitis fbrosa kistik

(osteoklas

(26)

Sel osteoprogenitor

Sel induk

Mesenkim

Gelendong, inti pucat memanjang,

sitoplasma sedikit

Terdapat pada:

Lapisan dalam periosteum

Endosteum

Saluran vaskular tl kompakta

Mitosis:

Preosteoblas---osteoblas

Preosteoklas---osteoklas

Fungsi: pertumbuhan + perbaikan

(27)

Osteosit

Osteoblas yg terpendam dlm matriks tulangSatu osteosit-satu lakuna

Lonjong, tak teratur, biconvex pd tepinyaInti gelap (kromatin inti lebih padat)

Sitoplasma:

Basofl lemah, lemak, glikogen, retikulum endoplasma

kasar (sedikit), kompleks golgi

Tonjolan2 halus masuk kanalikuli (gap junction/maculae

communicantes)---ion+malekul kecil antar sel)

Mempertahankan matriks tulangOsteosit mati---resorpsi matriks tsb

Kanalikuli (berupa celah2 silindris halus yg

(28)

Osteoblast

• Fungsi: pembentukan tl (matriks +proses kalsifkasi)

Sintesis komponen organik matriks tl:

• Kolagen tipe I

• Glikoprotein

• Proteoglikan

Deposisi komponen anorganik

• Letak: permukaan tl, bersebelahan≈epitel selapis

• Aktif: kuboid-silindris, sitoplasma basoflik (butir2 halus), inti besar, satu anak inti.

• Pasif: gepeng, basoflik (kurang)

• Bila dikelilingi matriks---osteosit—terbentuk juga rongga= lakuna

• Osteoid---sel yg belum mengapur, proses: aposisi tl

• Enzyme: fosfatase alkali

(29)
(30)

Osteoklas

• Sel motil, besar, berinti banyak

• Inti sel 5-50 bervariasi

• Letak: dekat permukaan tl, didaerah tjdnya resorpsi tl. Didalam lekukan : lakuna howship

• Sitoplasma granular, basofl ringan, vakuol (lisosom—as fosfatase)

• Asal: sel mononuklear (monosit) sumsum tl hemopoietik

• Aktif: permukaan matriks tl tdk teratur—batas

‘bergelombang’—zona terang (adhesi osteoklas—matriks tl = resorpsi tl)

• Sekresi: kolagenase + enz proteolitik—mencerna kolagen, melarutkan kristal garam kalsium

• Aktivasi: sitokin + hormon

• Reseptor: kalsitonin (hormon tiroid)

(31)
(32)

Periosteum & endosteum

Fungsi: nutrisi & perbaikan + pertumbuhan tl

(osteoblas baru)

Periosteum: jar ikat fbrosa membungkus tl kec

permukaan sendi

Terdiri 2 lapisan: (batas tidak jelas)

• Lapisan luar: jar ikat padat fbrosa + p darah • Lapisan dalam:

– Jar ikat longgar, kolagen yg masuk matriks tl, untuk mengikat periosteum pada tl = serat sharpey

– Sel osteoprogenitor (dewasa), dikelilingi laps matriks tipis,tak mengapur (insersi ligamen+tendon). Sel ini akan aktif—fraktur

Endosteum:

Melapisi semua rongga dlm tl—sist sal tl kompakta – Selapis jar retikuler, sel osteoprogenitor gepeng,

(33)
(34)

Jenis tulang

1. Tl kompakta (padat) lamel tersusun

teratur sesuai distribusi p darah yg

memasoknya

2. Tl berongga (spongiosa/cancellous):

trabekula yg tak teratur, bercabang

membentuk anyaman, celah2

diantaranya terdapat sumsum tl

Trabekula terdiri dari: lamel2

(prenatal belum jelas), lakuna,

osteosit, sistem kanalikuli.

Woven

bone

: lamel tidak jelas, kolagen tak

beraturan, khas unt tl yg

berkembang cepat

Kedua jenis tulang terdapat dlm

(35)

Epifsis:

Tl spongiosa ditutup selapis tipis tl

kompakta

Celah tl spongiosa berhubungan langs

dg rongga sum-tul diafsis

Diafsis: tl kompakta, sedikit tl

berongga didekat sum-tul

Tl pendek: tl berongga dikelilingi tl

kompakta

Tl pipih (calvaria): 2 lapis tl kompakta

(lempeng), ditengahnya 1 lapis tl

berongga=

diploë

Mikroskopis:

(36)

Tulang primer:

Embrio (sifat sementara)—jar tl sekunder (dewasa),

kec: sutura tl pipih tengkorak, alveolus gigi, insersi tendon

Fraktur

Serat kolagen halus—acak

Kadar mineral lebih rendah (mudah ditembus sinar x)Proporsi osteosit > tl sekunder

Tulang sekunder:

Orang dewasa

Serat kolagen tersusun dlm lamela (tebal 3-7µm),

sejajar konsentris, mengelilingi sistem havers/osteon

Osteosit didlm lakuna diantara lamela

Substansi semen: mengelilingi, diantara sist havers.

Terdiri dari: matriks bermineral, serat kolagen sedikit

(37)

Tulang kompakta

Lamela sirkumferensia luar (dibawah

periosteum)= periosteal

Lebih banyak daripada endosteal

Kanalikulinya berhubungan langsung dg

permukaan periosteum

Sistem havers/osteon=satuan

struktural tl kompakta

Lamela interstitial/ intermediate (sisa

sist havers selama pertumbuhan &

remodeling tl)

Lamela sirkumferensia dalam

(endosteal)

Dekat rongga sumsum

Kanalikulinya berhubungan langs dg

(38)

Sistem havers: silinder panjang, sejajar sumbu

panjang diafsis. Terdiri dari:

– Sebuah saluran pusat dikelilingi 4-20 lamel konsentris

– Tiap saluran dilapisi endosteum (p darah, saraf, jar ikat longgar)

Kanal havers berhubungan dg rongga sumsum,

periosteum melalui kanal volkmann (melintang/obliq)

Kanal volkmann: – Saluran nutrien

– Dr permukaan periosteum + endosteum masuk secara tegak lurus ke dlm tulang, menerobos lamela

– Berhubungan saluran havers melalui sist kompleks, guna mengangkut p darah, saraf untuk tulang

Diameter kanal havers bervariasi krn remodelling tlSist havers muda: kanal besar

Sist havers dewasa: lamela baru yg letaknya dekat

(39)
(40)
(41)

Histogenesis

Pembentukan tulang: 2 cara

1. Osifkasi intramembranosa:

mineralisasi langsung matriks hasil

sekresi osteoblas

2. Osifkasi endokondral:

Deposisi matriks tl pada matriks tl

rawan yg sudah ada

Sebagian matriks tl rawan tertinggal—

(42)

Osifkasi intramembranosa

Tl pipih, tl frontal, tl parietalSel mesenkim—blastema

(osteogenik/osteoprogenitor)—osteoblas—

matriks tulang—kalsifkasi—osteoblas menjadi osteosit (scr aposisi)—tl bertambah tebal

Titik awal osifkasi: pusat osifkasi primerAwal: tulang terdiri dari:

Spicules, trabekula, sifat: spongiosa – Jenis: woven bone

Diantaranya terdapat: kapiler, sel sumsum tl,

osteoprogenitor

Pusat osifkasi tl tumbuh radial—menyatu

(43)

Daerah antar trabekula terisi—tl kompakta

(lempeng tl dalam + luar). Diantaranya tl

spongiosa = diploë

Jar ikat yg mengelilingi tl (tak terjadi

osifkasi)—endosteum + periosteum

Tl pipih tengkorak: pembentukan tl >

resorpsi (pd permukaan dalam + luar )

Sebagian besar matriks tl dewasa

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Dosen Program Studi Sastra Bali Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana sinamian antuk paswécan micayang pawarah, piteket miwah ajah-ajahan majeng ring titiang pinaka

Batas akhir perdagangan saham dengan hak dividen atau cum dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi hingga 13 Oktober 2011.. Sementara, cum dividen di pasar tunai sampai 18

Prinsip dalam rangkaian hidraulik adalah menggunakan fluida kerja berupa zat cair yang dipindahkan dengan pompa hidraulik untuk menjalankan suatu sistem tertentu.. Pompa

Indonesia secara geografis adalah negara kepulauan terletak pada pertemuan 3 lempeng tektonik besar yang sangat aktif yaitu lempeng australia, lempeng pasifik dan

Renstra sampai dengan tahun 2012, menunjukan realisasi kinerja sebesar 100 % dari target kebutuhan Jasa pelayanan kebersihan 4 orang, alat dan bahan kebersihan 32

Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat likuiditas yang diukur dengan Current Ratio dan Quick Ratio dari Koperasi Wanita “Setia Bhakti Wanita” Jawa Timur

Dilihat dari volume pengaduan yang masuk, yang menggambarkan kepedulian para pelapor terhadap isu keamanan Internet menjadi tanggung jawab pihak-pihak terkait dengan

penyelesaian hubungan antara Y dan X adalah biasanya dengan cara regresi dimana variasi yang akan dipengaruhi oleh variasi X (soekartawi, 1994). Efisiensi adalah rasio yang