• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tata Kelola RSUK Sawah Besar FINAL

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan " Tata Kelola RSUK Sawah Besar FINAL"

Copied!
89
0
0

Teks penuh

(1)

PEMERINTAH DAERAH PROVINSI DKI

JAKARTA

RSU KECAMATAN SAWAH BESAR

JAKARTA PUSAT

TATA KELOLA

OPERASIONAL

RSU KECAMATAN

SAWAH BESAR

(2)

Dokumen Tata Kelola RSU Kecamatan adalah dokumen Standart Pengelolaan RSU Kecamatan, sebagai SKPD Yang Menerapkan PPK BLU

I. PENDAHULUAN

Menurut Undang Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan Pasal 5 dinyatakan bahwa setiap orang mempunyai hak dalam memperoleh pelayanan kesehatan yang aman, bermutu dan terjangkau. Selanjutnya pada Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah Pasal 22, dinyatakan bahwa Pemerintah Daerah berkewajiban menyediakan pelayanan kesehatan pada masyarakatnya.

Sejalan dengan hal tersebut di atas, Pemerintah Daerah DKI Jakarta sebagai pusat pemerintahan sekaligus Ibukota Negara mempunyai komitmen yang tinggi terhadap pelayanan kesehatan kepada masyarakatnya dimana hal ini dapat terlihat dari Arah Kebijakan Umum Pembangunan Daerah RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) Provinsi DKI Jakarta Tahun 2013-2017 yang memuat Urusan Kesehatan di antaranya yaitu:

1. Meningkatkan kapasitas dan kinerja jaringan penyedia pelayanan kesehatan primer, sekunder dan tersier.

2. Memperbaiki distribusi fasilitas rumah sakit.

3. Meningkatkan mutu dan keamanan (safety) pelayanan kesehatan serta menjamin pelayanan kesehatan untuk masyarakat miskin.

(3)

Rumah Sakit Umum Kecamatan merupakan salah satu program dedikasi Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta dengan menggunakan sarana prasarana Puskesmas Kecamatan dan sumber daya yang sudah tersedia disertai dengan peningkatan kapasitas guna memenuhi kebutuhan Rumah Sakit Umum Kelas D. Untuk kebutuhan tersebut perlu disusun pedoman tata kelola operasional, agar Rumah Sakit Umum Kecamatan Sawah besar dapat melayani masyarakat.

(4)

II. ORGANISASI DAN TATA KELOLA SATUAN PELAYANAN KEPEGAWAIAN Rumah Sakit Umum Kecamatan dalam melaksanakan kegiatannya menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (PPK BLUD), sehingga ketenagaannya terdiri dari PNS dan Non PNS.

Perhitungan kebutuhan tenaga didasarkan pada organisasi, kapasitas layanan yang akan dibuka serta berdasarkan Analisa Beban Kerja (ABK) dan Analisa Jabatan.

STRUKTUR ORGANISASI RSU KECAMATAN SAWAH BESAR

1) Direktur :

a. Memimpin dan mengkoordinasikan pelaksanaan tugas dan fungsi RSU Kecamatan Sawah Besar

b. Mengkoordinasikan pelaksanaan tugas dengan Kepala Seksi Bagian Tata Usaha, Kepala Seksi Pelayanan Medis, Kepala Seksi Penunjang dan Keperawatan, SPI dan Komite Rumah Sakit;

(5)

d. Melaporkan dan mempertanggungjawabkan hasil pelaksanaan tugas dan fungsi RSU Kecamatan Sawah Besar.

2) Kepala Sub Bagian Tata Usaha :

a. Kepala Sub Bagian Tata Usaha merupakan unsur RSU Kecamatan Sawah Besar dalam pelaksanaan pengelolaan keuangan, sumber daya manusia dan barang/aset, serta pelaksanaan kegiatan pemasaran, perencanaan, ketatausahaan dan kerumahtangggaan.

b. Kepala Sub Bagian Tata Usaha berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada direktur rumah sakit.

c. Kepala Sub Bagian Tata Usaha mempunyai tugas memimpin pengelolaan keuangan, sumber daya manusia dan barang/aset, serta pelaksanaan kegiatan pemasaran, perencanaan, ketatausahaan dan kerumahtanggaan. d. Kepala Sub Bagian Tata Usaha mempunyai fungsi:

1. Penyusunan dan pelaksanaan RKA jajaran Kepala Sub Bagian Tata Usaha.

2. Pengorganisasian penyusunan RKA RSU Kecamatan Sawah Besar.

3. Penyusunan juknis SOP pengelolaan keuangan, SDM dan barang/aset, serta pelaksanaan kegiatan pemasaran, perencanaan, ketatausahaan dan kerumahtanggaan.

4. Fasilitas penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan dan/atau tenaga lain.

5. Pelaksanaan monitoring, pengendalian dan evaluasi RKA RSU Kecamatan Sawah Besar.

6. Pelaksanaan pengelolaan keuangan, kepegawaian dan barang/aset. 7. Pelaksanaan kegiatan kerumahtangaan dan ketatausahaan.

8. Penyelenggaraan pemasaran.

9. Pengorganisasian penyusunan rencana strategis RSU Kecamatan Sawah Besar.

10.Pelaksanaan pengadaan, perawatan, pemeliharaan dan penatausahaan perlengkapan / peralatan / inventaris kantor / alat kesehatan.

11. Pelaksanaan publikasi kegiatan dan pengaturan acara RSU Kecamatan Sawah Besar.

12.Penyusunan laporan keuangan ( realisasi anggaran, neraca, arus kas, CALK ) RSU Kecamatan Sawah Besar.

(6)

14.Pelaporan dan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas dan fungsi.

3) Kepala Satuan Pelaksana (Ka. Satpel) Kepegawaian dan Umum:

Ka. Satpel Kepegawaian dan Umum memimpin Satuan Pelaksana Kepegawaian dan Umum yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Sub Bagian Tata Usaha. Satpel Kepegawaian dan Umum merupakan Satuan Kerja Kepala Sub Bagian Tata Usaha dalam pengelolaan barang/aset serta pelaksanaan kegiatan pemasaran, ketatausahaan dan kerumahtanggaan serta pendidikan dan pelatihan serta pengembangan kualitas pegawai RSU.

Satpel Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas :

a. Menyusun dan melaksanakan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Satpel Kepegawaian dan Umum;

b. Menyusun bahan petunjuk teknis standar operasional prosedur pelaksanaan barang/aset, serta melaksanakan kegiatan pemasaran, ketatausahaan, dan kerumahtanggaan;

c. Menghimpun, menganalisis, mengajukan kebutuhan perlengkapan/ peralatan/ inventaris kantor/ alat kesehatan ;

d. Memproses pengadaan, menerima, menyimpan dan mendistribusikan serta mencatat perlengkapan / peralatan / inventaris kantor / alat kesehatan ;

e. Melaksanakan kegiatan pemeliharaan dan perawatan perlengkapan/ peralatan/inventaris kantor/ alat kesehatan termasuk bangunan gedung; f. Menyampaikan pencatatan pengadaan, penyimpanan, pendistribusian,

pemeliharaan dan perawatan perlengkapan/ peralatan/inventaris kantor/alat kesehatan kepada Satuan Pelaksana Keuangan dan Perencanaan untuk dibukukan;

g. Melaksanakan kegiatan publikasi dan pemasaran pelayanan RSU Kecamatan Sawah Besar;

h. Melaksanakan pelayanan data dan informasi rumah sakit (front office);

i. Melaksanakan penjajakan kerja sama pelayanan dengan institusi pengguna jasa pelayanan kesehatan;

(7)

k. Melaksanakan kegiatan proses pembangunan bangunan gedung RSU Kecamatan Sawah Besar;

l. Mengelola ruang rapat /ruang pertemuan dan perpustakaan RSU Kecamatan Sawah Besar;

m. Melaksanakan kegiatan pemeliharaan kebersihan, keindahan, keamanan dan ketertiban RSU Kecamatan Sawah Besar;

n. Melaksanakan upacara dan pengaturan acara RSU Kecamatan Sawah Besar;

o. Melaksanakan koordinasi penghapusan barang;

p. Menyiapkan bahan perumusan dan penyusunan peraturan RSU Kecamatan Sawah Besar yang terkait dengan tugas Satpel Kepegawaian dan Umum; q. Menyusun bahan pelaksanaan kerjasama dengan pihak lain, berkoordinasi

dengan Satuan Pelaksana Sumber Daya Manusia;

r. Menyusun bahan kebijakan teknis pelayanan RSU Kecamatan Sawah Besar yang berkaitan dengan tugas dan fungsi Satpel Kepegawaian dan Umum; s. Menyiapkan bahan laporan Kepala Sub Bagian Tata Usaha yang berkaitan

dengan tugas dan fungsi Satpel Kepegawaian dan Umum;

t. Melaporkan dan mempertanggung jawabkan pelaksanaan tugas dan fungsi Satpel Kepegawaian dan Umum.

u. Melaksanakan perencanaan kebutuhan, penempatan, mutasi, pengembangan, pendidikan dan pelatihan pegawai

v. Melaksanakan monitoring, pembinaan, pengendalian, pengembangan, dan pelaporan kinerja dan disiplin pegawai

w. Melaksanakan pengurusan hak, kesejahteraan, penghargaan, kenaikan pangkat, cuti, dan pensiun pegawai

x. Menyiapkan dan memproses administrasi pengangkatan, pemindahan dan pemberhentian pegawai dalam dan dari jabatan

y. Menghimpun, mengolah, menyajikan dan memelihara data, informasi dan dokumen kepegawaian termasuk daftar penilaian pelaksanaan pekerjaan dan daftar urut kepangkatan pegawai.

z. Melaksanakan konseling pegawai terhadap non pegawai negeri sipil RSU Kecamatan Sawah Besar

aa.Memfasilitasi pelaksanaan pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan dan/atau tenaga lainnya di RSU Kecamatan Sawah Besar

(8)

4) Kepala Satuan Pelaksana (Ka. Satpel) Keuangan dan Perencanaan

Adalah seorang Kepala Bagian Satuan Pelaksana Keuangan dan Perencanaan yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Sub Bagian Tata Usaha. Kepala Satuan Pelaksana Keuangan dan Perencanaan mempunyai tugas:

a. Menyusun dan melaksanakan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Satuan Pelaksana Keuangan dan Perencanaan ;

b. Menghimpun bahan dan penyusunan rencana strategis RSU Kecamatan Sawah Besar ;

c. Menyusun bahan petunjuk teknis standar operasional prosedur pengelolaan keuangan dan pelaksanaan kegiatan perencanaan ;

d. Menghimpun bahan dan menyusun rencana kerja dan anggaran (RKA) RSU Kecamatan Sawah Besar ;

e. Melaksanakan monitoring, pengendalian dan evaluasi pelaksanaan rencana kerja dan anggaran RSU Kecamatan Sawah Besar ;

f. Melaksanakan penatausahaan keuangan RSU Kecamatan Sawah Besar g. Menghimpun bahan dan menyusun laporan keuangan (realisasi Anggaran,

neraca, arus kas, catatan atas laporan keuangan) RSU Kecamatan Sawah Besar ;

h. Menghimpun dan menyusun bahan pertanggung jawaban pengelolaan keuangan RSU Kecamatan Sawah Besar ;

i. Melakukan analisis dan evaluasi nilai dan manfaat aset RSU Kecamatan Sawah Besar ;

j. Mencatat, membukukan dan menyusun akuntansi aset RSU Kecamatan Sawah Besar ;

k. Melaksanakan mobilisasi penerimaan keuangan ;

l. Melaksanakan pengelolaan kas,utang dan piutang RSU Kecamatan Sawah Besar ;

m. Menerima, meneliti dan memproses pengajuan surat permintaan pembayaran (SPP) dan surat perintah membayar (SPM) ;

n. Melaksanakan sistem informasi manajemen dan keuangan RSU Kecamatan Sawah Besar ;

o. Melaksanakan pembayaran pengeluaran;

p. Menerima, meneliti/menguji kelengkapan tagihan belanja;

(9)

s. Memberi bimbingan dan konsultasi teknis penyusunan rencana kerja (RKA) kepada satuan kerja RSU Kecamatan Sawah Besar;

t. Menghimpun bahan dan menyusun laporan kegiatan, kinerja dan akuntabilitas RSU Kecamatan Sawah Besar;

u. Menyiapkan bahan laporan Kepala Sub Bagian Tata Usaha yang berkaitan dengan tugas dan fungsi Satuan Pelaksana Keuangan dan Perencanaan; v. Melaporkan dan mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas dan fungsi

Satuan Pelaksana Keuangan dan Perencanaan.

5) Kepala Seksi Pelayanan Medis :

Kepala Seksi Pelayanan Medis (Ka.Sie.Yan Med) merupakan unsur lini RSU Kecamatan Sawah Besar dalam pelaksanaan pelayanan medis. Kepala Seksi Pelayanan Medis berkedudukan dibawah dan bertanggung jawab kepada Direktur Rumah Sakit. Kepala Seksi Pelayanan Medis mempunyai tugas melaksanakan pelayanan medis. Untuk melaksanakan tugas Kepala Seksi Pelayanan Medis mempunyai fungsi:

a. Penyusunan dan pelaksanaan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) jajaran Kepala Seksi Pelayanan Medis ;

b. Pelaksanaan pelayanan medis ;

c. Pelaksanaan peningkatan mutu pelayanan ;

d. Pelaksanaan pelayanan kegawat daruratan,perawatan semi intensive dan kamar operasi ;

e. Pelaksanaan kesehatan dan keselamatan kerja f. Pelaksanaan keselamatan pasien ;

g. Penyusunan dan pelaksanaan standar pelayanan ;

h. Penyusunan dan pelaksanaan standar operasional prosedur pelayanan medis,

i. Penyusunan dan pengendalian kebutuhan perlengkapan/peralatan/inventaris pelayanan medis,

j. Penyusunan bahan laporan Kepala Seksi Pelayanan Medis terkait dengan tugas dan fungsi Ka.Sie. YanMed ;

k. Pelaporan dan pertanggung jawaban pelaksanaan tugas dan fungsi.

6) Kepala Satuan Pelaksana (Ka. Satpel ) Gawat Darurat dan Rawat Jalan:

(10)

Pelaksana Pelayanan Medis Gawat Darurat dan Rawat Jalan bertanggung jawab terhadap kelancaran pelayanan di Gawat Darurat dan Rawat Jalan dan mempunyai tugas:

a. Menyusun dan melaksanakan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Satuan Pelaksana Gawat Darurat dan Rawat Jalan;

b. Mengoordinasikan, monitoring, evaluasi, pengawasan dan pengendalian serta pembinaan pelaksanaan kegiatan pelayanan medis di Gawat Darurat dan Rawat Jalan;

c. Menyusun dan menyediakan kebutuhan perlengkapan/ peralatan / inventaris pelayanan medis Gawat Darurat dan Rawat Jalan;

d. Mengembangkan kegiatan pelayanan medis Gawat Darurat dan Rawat Jalan. e. Menyusun standar pelayanan medis, standar operasional prosedur,

monitoring, evaluasi, pengawasan dan pembinaan kegiatan pelayanan medis pada gawat darurat dan rawat jalan;

f. Mengoordinasikan penyelenggaraan keselamatan pasien;

g. Fasilitasi kegiatan penelitian dan pengembangan pelayanan kesehatan;

h. Menyusun rencana pengembangan tenaga medis dan mengoordinasikan pelaksanaannya;

i. Menyiapkan bahan laporan Satuan Pelaksana Rawat Inap yang berkaitan dengan tugas dan fungsi Satuan Pelaksana Gawat Darurat dan Rawat Jalan; j. Melaporkan dan mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas dan fungsi

Satuan Pelaksana Gawat Darurat dan Rawat Jalan dalam pelaksanaan pelayanan medis.

7) Kepala Satuan Pelaksana (Ka. Satpel) Rawat Inap dan Ruang Khusus:

Kepala Satuan Pelaksana Rawat Inap dan Ruang Khusus berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Seksi Pelayanan Medis. Kepala Satuan Pelaksana Rawat Inap dan Ruang Khusus bertanggung jawab terhadap kelancaran pelayanan di Rawat Inap, HCU dan Kamar Operasi dan mempunyai tugas:

a. Menyusun dan melaksanakan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Satuan Pelaksana Rawat Inap, HCU dan Kamar Operasi;

(11)

c. Menyusun dan menyediakan kebutuhan perlengkapan/ peralatan / inventaris pelayanan medis kegawatdaruratan, semi intensive dan pembedahan;

d. Mengembangkan kegiatan pelayanan medis bidang kegawatdaruratan Semi Intensive dan Pembedahan;

e. Menyusun standar pelayanan medis, standar operasional prosedur, monitoring, evaluasi, pengawasan dan pembinaan kegiatan pelayanan medis pada Unit Gawat Darurat, High Care Unit dan Kamar Operasi;

f. Mengoordinasikan penyelenggaraan keselamatan pasien;

g. Fasilitasi kegiatan penelitian dan pengembangan pelayanan kesehatan;

h. Menyusun rencana pengembangan tenaga medis dan mengoordinasikan pelaksanaannya;

i. Menyiapkan bahan laporan Satuan Pelaksana Rawat Inap, HCU dan Kamar Operasi yang berkaitan dengan tugas dan fungsi Satuan Pelaksana Rawat Inap, HCU dan Kamar Operasi;

j. Melaporkan dan mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas dan fungsi Satuan Pelaksana Rawat Inap, HCU dan Kamar Operasi dalam pelaksanaan pelayanan medis.

8) Kepala Seksi Penunjang Medis dan Keparawatan

Kepala Seksi Penunjang Medis dan Keperawatan (Ka.Sie. JanMed) merupakan unsur lini RSU Kecamatan Sawah Besar. Kepala Seksi Penunjang Medis dan Keperawatan berkedudukan dibawah dan bertanggung jawab kepada Direktur Rumah Sakit. Kepala Seksi Penunjang Medis dan Keperawatan mempunyai tugas:

a. Menyusun dan melaksanakan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Kepala Seksi Penunjang Medis dan Keperawatan;

b. Mengoordinasikan, monitoring, evaluasi, pengawasan dan pengendalian serta pembinaan pelaksanaan kegiatan pelayanan penunjang medis dan keperawatan;

c. Menyusun dan menyediakan / peralatan / inventaris pelayanan penunjang medis;

d. Mengembangkan kegiatan pelayanan penunjang medis

e. Menyusun standar pelayanan penunjang medis, standar operasional prosedur, monitoring, evaluasi, pengawasan dan pembinaan kegiatan pelayanan penunjang medis;

(12)

g. Menyelenggarakan pelayanan gizi, laboratorium, kefarmasian, radiodiagnostik, dan pemulasan jenazah serta pelayanan penunjang lainnya; h. Menyusun rencana pengembangan tenaga penunjang medis dan

mengoordinasikan pelaksanaanya;

i. Menyelenggarakan kesehatan dan keselamatan kerja, laundry dan lingkungan/sanitasi rumah sakit;

j. Menyiapkan bahan laporan Direktur rumah sakit yang berkaitan dengan tugas dan fungsi Kepala Seksi Penunjang Medis dan Keperawatan;

k. Melaporkan dan mempertanggung jawabkan pelaksanaan tugas dan fungsi Kepala Seksi Penunjang Medis dan Keperawatan.

9) Kepala Satuan Pelaksana Perawatan:

Adalah seorang Kepala Satuan Pelaksana Keperawatan (Ka.Satpel Keperawatan) yang berkedudukan dibawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Seksi Penunjang Medis dan Keperawatan. Bertanggung jawab memimpin perawat pada seluruh unit pelayanan di RSU Kecamatan Sawah Besar dan mempunyai tugas :

a. Menyusun dan melaksanakan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Pelayanan Keperawatan ;

b. Mengoordinasikan,monitoring, evakuasi, pengawasan, dan Pembinaan pelaksanaan kegiatan pelayanan keperawatan ;

c. Menyusun dan meyediakan kebutuhan perlengkapan / peralatan / Inventaris; d. Mengembangkan kegiatan pelayanan keperawatan ;

e. Menyusun standar pelayanan keperawatan, standar operasional prosedur, monitoring, evaluasi, pengawasan dan pembinaan kegiatan pelayanan keperawatan ;

f. Menyusun rencana pengembangan tenaga keperawatan dan mengoordinasikan pelaksanaanya ;

g. Menyiapkan bahan laporan Satuan Pelaksana Keperawatan yang berkaitan dengan tugas dan fungsi Kepala Seksi Penunjang dan Keperawatan ;

h. Melaporkan dan mempertanggung jawabkan pelaksanaan tugas dan fungsi Satuan Pelaksana Keperawatan.

(13)

Kepala satuan Pelaksana Penunjang Medis adalah seorang Kepala Satuan Pelaksana Penunjang Medis yang berkedudukan dibawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Seksi Penunjang Medis dan Keperawatan.

Kepala Satuan Pelaksana Penunjang Medis bertanggung jawab atas kelancaran pelayanan Farmasi, Labolatorium, Radiologi, CSSD dan Rekam Medis, Gizi, Fisioterapi, Kesling, Binatu dan Kamar Jenazah serta mempunyai tugas:

a. Menyusun dan melaksanakan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Pengelolaan Penunjang Medis;

b. Mengoordinasikan, monitoring, evakuasi, pengawasan dan Pembinaan pelaksanaan kegiatan pengelolaan Penunjang Medis;

c. Menyusun dan meyediakan kebutuhan perlengkapan / peralatan / Inventaris; d. Mengembangkan kegiatan pengelolaan penunjang Medis;

e. Menyusun standar pengelolaan penunjang Medis, standar operasional prosedur, monitoring, evaluasi, pengawasan dan pembinaan kegiatan pengelolaan penunjang Medis;

f. Menyusun rencana pengembangan Farmasi, Labolatorium, Radiologi, CSSD dan Rekam Medis, Gizi, Fisioterapi, Kesling, Binatu dan Kamar Jenazah dan mengoordinasikan pelaksanaanya;

g. Menyiapkan bahan laporan Satuan Pelaksana Penunjang Medis yang berkaitan dengan tugas dan fungsi Kepala Seksi Penunjang dan Keperawatan;

h. Melaporkan dan mempertanggung jawabkan pelaksanaan tugas dan fungsi Satuan Pelaksana Penunjang Medis.

1. Kebijakan Pengelolaan Kepegawaian

Peraturan kepegawaian mengacu kepada surat Peraturan Kepala Dinas Kesehatan Nomor 645 Tahun 2015 tentang Peraturan Kepegawaian Rumah Sakit Umum Kelas D di Lingkungan Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta.

1) Pengajuan penambahan atau penggantian pegawai mengacu pada pola ketenagaan RSU Kecamatan yang diajukan melalui Kepala Sub Bagian Tata Usaha.

2) Karyawan baru harus melalui proses rekrutmen dan seleksi oleh tim rekrutmen yang dikoordinir oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha dan disahkan oleh Direktur RSU.

(14)

4) Karyawan baru dapat berupa Pekerja Harian Lepas (PHL) dan tenaga kontrak. 5) Pekerja Harian Lepas (PHL) bekerja 3 bulan, setelah itu dapat dipertimbangkan

menjadi tenaga kontrak.

6) Tenaga kontrak harus mengikuti Orientasi Umum dan Orientasi Khusus.

7) Tenaga kontrak yang telah selesai masa kontraknya dapat dipertimbangkan menjadi karyawan tetap sesuai dengan peraturan yang berlaku.

8) Karyawan mutasi harus mengikuti Orientasi Khusus oleh atasan terkait.

9) Karyawan baru yang telah mengikuti masa orientasi akan mendapatkan seragam dan kartu identitas karyawan.

10) Semua dokumen karyawan harus disimpan di Satuan Pelayanan Kepegawaian. 11) Karyawan wajib melaksanakan absensi setiap awal dan berakhirnya jam dinas. 12) Karyawan yang datang terlambat wajib melaporkan keterlambatannya ke atasan

langsung dan Satuan Pelayanan Kepegawaian.

13) Karyawan dapat mengajukan cuti dan izin khusus ke Satuan Pelayanan Kepegawaian setelah mendapatkan persetujuan atasannya langsung.

14) Setiap unit kerja dengan jadwal shift harus memberikan jadwal dinas sebelum tanggal 25 (dua puluh lima) ke Satuan Pelayanan Kepegawaian.

15) Pembagian gaji/upah dilakukan pada akhir bulan berjalan sampai awal bulan berikutnya.

16) Pembagian THR Keagamaan dilakukan setahun sekali maksimal satu bulan gaji atau dapat disesuaikan dengan kemampuan Rumah Sakit Umum Kecamatan. 17) Pengambilan slip gaji dibagikan oleh Satuan Pelayanan Keuangan.

18) Semua karyawan berdasarkan profesinya masing-masing harus mempunyai Surat Ijin Bekerja dari Dinas terkait dan menyerahkannya pada unit Satuan Pelayanan Kepegawaian.

19) Karyawan yang melanggar etika dan disiplin harus mendapatkan hukuman sesuai dengan peraturan yang berlaku.

(15)

21) Karyawan yang keluar harus mengembalikan kartu identitas karyawan RSU Kecamatan, seragam serta menyelesaikan pinjaman-pinjaman atau tanggungan yang belum diselesaikan.

22) Karyawan yang keluar dengan menggundurkan diri akan mendapatkan surat keterangan kerja dari Satuan Pelayanan Kepegawaian.

23) Karyawan yang mengalami kecelakaan kerja harus memberitahukan selambat-lambatnya 2 x 24 (dua kali dua puluh empat) jam pada atasan langsung.

24) Karyawan dan tanggungan asuransi kesehatan RSU Kecamatan yang berobat harus mendapatkan surat pengantar dari dokter yang ditunjuk.

25) Karyawan dan tanggungan asuransi yang belum didaftarkan ke Satuan Pelayanan Kepegawaian secara otomatis dianggap sebagai pasien umum, kecuali untuk bayi baru lahir maksimal 7 (tujuh) hari kerja sudah harus didaftarkan.

26) Karyawan yang mengajukan kuliah atas biaya sendiri harus mendapatkan persetujuan dari Direktur dan diatur lebih lanjut dalam peraturan kepegawaian. 27) Semua unit kerja harus mengajukan kebutuhan pendidikan dan pelatihan setiap

akhir tahun ke Satuan Pelayanan Kepegawaian.

28) Karyawan yang mendapatkan surat tugas untuk melaksanakan dinas luar, dalam menghadiri undangan ataupun pelatihan baik internal maupun eksternal harus melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab.

29) Karyawan yang melaksanakan pendidikan dan pelatihan yang dibiayai oleh BLUD harus menandatangani surat perjanjian dan atau ikatan dinas dari Satuan Pelayanan Kepegawaian.

30) Karyawan yang telah melaksanakan pendidikan dan pelatihan harus menyerahkan sertifikat dan membuat laporan pelaksanaan pendidikan/pelatihan ke Satuan Pelayanan Kepegawaian.

(16)

Dalam pengelolaan Satuan Pelayanan Kepegawaian harus terintegrasi dengan unit lain di lingkungan RSU Kecamatan, mengingat seluruh unit dalam operasionalnya tetap memerlukan penyediaan Satuan Pelayanan Kepegawaian.

Dalam tata hubungan pengelolaan satuan Pelayanan Kepegawaian di lingkungan RSU Kecamatan, mekanisme interaksinya melalui jalur kepala Sub Bagian Tata Usaha / Kepala Seksi / Koordinator Satuan Pelayanan terkait dengan unit tersebut. Kemudian menindak lanjuti ke bagian satuan Pelayanan Kepegawaian untuk penyelesaian masalah.

A. Penyediaan Tenaga / Karyawan

Mekanisme pemenuhan kebutuhan tenaga di RSU Kecamatan dapat dikategorikan dengan 2 cara :

A1. - Untuk kebutuhan Satuan Pelayanan Kepegawaian yang terencana, masing-masing unit menyusun kebutuhan formasi untuk 1 tahun kedepan di sesuaikan dengan rencana pengembangan dan peningkatan pelayanan yang telah disepakati.

- Usulan kebutuhan Satuan Pelayanan Kepegawaian dari unit di evaluasi oleh seksi terkait kemudian dikirimkan ke bagian Satuan Pelayanan Kepegawaian untuk dilakukan analisa beban kerja dan analisa kebutuhan tenaga yang riil.

- Usulan yang telah dianalisa oleh bagian Satuan Pelayanan Kepegawaian disetujui terlebih dahulu oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha.

- Formasi lalu disahkan oleh Direktur RSU Kecamatan sebagai acuan untuk rekrutmen tenaga 1 (satu) tahun kedepan.

- Rekrutmen akan dilakukan 2 (dua) periode setiap tahun.

- Selanjutnya tenaga yang telah di rekrut dan dinyatakan diterima, akan dilakukan orientasi, kemudian selanjutnya ditempatkan di unit yang membutuhkan melalui kepala seksi dan bidang terkait.

(17)

Koordinator Satuan Pelayanan mengusulkan penggantinya yang disahkan oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha.

B. Penyusunan Perhitungan Kebutuhan Pegawai

RSU Kecamatan menyusun formasi kebutuhan pegawai setiap tahun berdasarkan Analisa Beban Kerja (ABK) dari masing-masing jabatan.

C. Pembinaan Tenaga / Karyawan

Mekanisme pembinaan tenaga yang telah ditempatkan di unit kerja, secara berkala dilakukan evaluasi kinerja yang akan dilakukan oleh atasan masing-masing. Hasil dari evaluasi secara berkala harus diketahui oleh Kordinator Satuan Pelayanan terkait kemudian dikirim ke bagian Satuan Pelayanan Kepegawaian dan disahkan oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha untuk keperluan :

C1. Pertimbangan penetapan kategori tenaga apakah dapat di tingkatkan sebagai tenaga kontrak maupun tenaga tetap.

C2. Pertimbangan untuk promosi, mutasi dan demosi.

D. Diklat Pegawai / Karyawan

Mekanisme penunjukkan diklat tenaga baik fungsional maupun tenaga administrasi dan manajemen terdapat 2 kategori :

D1. Karyawan pada unit kerja terkait mengikuti pelatihan yang telah dirancang sesuai peta kebutuhan RSU Kecamatan untuk kepentingan organisasi, terkait dengan peningkatan dan pengembangan di Rumah Sakit. Pelatihan tersebut dirancang setiap tahun dan masuk dalam program RBA RSU Kecamatan. D2. Karyawan tersebut dapat juga di usulkan oleh unit kerjanya melalui

(18)

D3. Karyawan yang mengikuti pendidikan harus memiliki ijin / surat tugas dari direktur RSU Kecamatan.

E. Kesejahteraan Karyawan

Mekanisme pemberian kesejahteraan bagi karyawan berdasarkan kebijakan yang ada di RSU Kecamatan :

E1. Untuk Pekerja Harian Lepas (PHL), hak yang diberikan adalah :

 Gaji

E2. Untuk karyawan kontrak pertama, hak yang diberikan adalah :

 Gaji

 Insentif

 BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan

 Tunjangan lain sesuai dengan kemampuan RSU Kecamatan

 Transport / Shift/ Lembur / Nerus / On call (Khusus karyawan tertentu) E3. Untuk karyawan kontrak kedua, hak yang diberikan adalah :

 Gaji

 Insentif

 BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan

 Cuti

 Tunjangan lain sesuai dengan kemampuan RSU Kecamatan

 Transport / Shift/ Lembur / Nerus / On call (Khusus karyawan tertentu) E4. Untuk karyawan non PNS Tetap (Pegawai Tetap BLUD), hak yang diberikan

adalah :

 Gaji

 Insentif

 BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan

 Cuti

 Tunjangan lain sesuai dengan kemampuan RSU Kecamatan

 Transport / Shift/ Lembur / Nerus / On call (Khusus karyawan tertentu)

(19)

E5. Untuk PNS, hak yang diberikan adalah :

 Gaji dan tunjangan sesuai dengan peraturan yang berlaku

 Cuti

F. Pengurusan Administrasi PNS / Non PNS

Mekanisme pengurusan administrasi kepegawaian baik PNS / Non PNS agar setiap usulan atau permohonan untuk proses administrasi kepegawaian, harus melalui atau diketahui oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha / Koordinator Satuan Pelayanan dan unit kerja masing-masing, lalu diteruskan ke bagian Satuan Pelayanan Kepegawaian untuk proses selanjutnya.

3. Penilaian Kinerja Karyawan

Penilaian Kinerja di RSU Kecamatan meliputi : A. Penilaian Kedisiplinan

Penilaian Kedisiplinan ini dilakukan kepada seluruh Karyawan RSU Kecamatan. Penilaian kedisiplinan di laksanakan berdasarkan kehadiran dengan menggunakan data absensi dari mesin absensi maupun form absensi manual untuk melihat ;

a. Jumlah Kehadiran

b. Angka Keterlambatan/Cepat pulang

Kehadiran berpengaruh langsung terhadap besaran tunjangan yang diterima karyawan sesuai dengan kemampuan RSU Kecamatan. Keterlambatan waktu kehadiran berdampak pada besarnya tunjangan.

Penilaian kehadiran ini dikordinir oleh satuan pelaksana kepegawaian dengan melibatkan unit terkait dan data rekap setiap satu bulan sekali.

B. Penilaian Kompetensi.

Penilaian Kompetensi ini dilakukan kepada seluruh Karyawan Tetap RSU Kecamatan, yang dipersyaratkan untuk menduduki suatu posisi.

(20)

dengan 1 tahun kedepan atau sampai dengan karyawan tersebut dipindahkan dari posisinya. Penilaian dilakukan berdasarkan posisi yang dipangkunya secara multirater (360 0), terdiri dari empat unsur, yaitu :

a. Atasan langsung b. Bawahan langsung c. Sejawat

d. Diri sendiri

C. Penilaian Kinerja Pegawai Harian Lepas dan Kontrak.

Penilaian Kinerja Pegawai Harian Lepas dan Kontrak ini dilakukan sebelum masa kontraknya habis sebagai bahan pertimbangan untuk memperpanjang atau mengakhiri kerjasama maupun untuk pengangkatan menjadi karyawan tetap RSU Kecamatan. Berikut adalah bentuk penilaian yang dilakukan :

KOMPONEN UMUM 1 2 3 4 5

1. FOKUS PADA HASIL KERJA

• Mampu mencapai target kerja sesuai dengan tenggat waktu.

• Mampu merencanakan dan mengelola sumber daya untuk mencapai hasil yang memuaskan. • Dapat mengatasi kendala dengan supervisi

minimum.

KOMPONEN UMUM 1 2 3 4 5

2. HASIL KERJA

• Mencapai hasil kerja sesuai dengan standar. • Jarang melakukan kesalahan.

(21)

3. KOMUNIKASI

• Mampu memberikan pendapat/masukan kepada atasan, rekan kerja atau bawahan secara

sistematis dan akurat secara lisan dan tulisan. • Mampu memahami keadaan situasi dan kondisi

pada saat berkomunikasi (menyampaikan pesan, ide dan gagasan)

4. TANGGUNGJAWAB

• Berkomitmen menyelesaikan pekerjaan tanpa perlu dimonitor oleh atasan.

• Dapat diandalkan menyelesaikan pekerjaan dengan mandiri dan tepat waktu.

• Dapat terus melaksanakan tugas dalam situasi tekanan.

• Tidak mengelak dari tugas dan wewenang yang diberikan dan bersedia menerima konsekuensi yang timbul dari pekerjaannya.

• Bersedia memberikan waktu lebih dalam menyelesaikan tugas.

5. MOTIVASI

• Mempunyai semangat tinggi dalam melaksanakan pekerjaannya.

• Selalu berusahan meningkatkan kualitas kerja dan

KOMPONEN UMUM 1 2 3 4 5

• mengembangkan sistem kerja yang baik.

(22)

6. KREATIFITAS

• Mampu memberikan ide-ide yang secara langsung dapat diterapkan untuk perbaikan kualitas kerja.

• Mampu memecahkan masalah dengan caranya sendiri tanpa selalu terikat dengan peraturan yang sudah ada.

• Continuous improvement. 7. DISIPLIN

• Melaksanakan dan mematuhi aturan yang sudah ditetapkan.

• Tidak absen untuk alasan yang dibuat-buat. • Tidak mempermainkan aturan.

8. INTEGRITAS

• Jujur dan tidak menyembunyikan informasi yang diperlukan oleh atasan, rekan kerja dan bawahan dalam pengambilan keputusan terkait dengan pekerjaan.

• Dapat dipercaya menyimpan rahasia perusahaan. • Tidak menyalahgunakan wewenang dan jabatan

untuk kepentingan pribadi yang dapat merugikan perusahaan.

KOMPONEN UMUM 1 2 3 4 5

9. ORIENTASI PELAYANAN

(23)

• Memberikan pelayanan terbaik dengan

menunjukkan kualitas pekerjaan melebihi standar yang ditetapkan.

10. KECERDASAN EMOSIONAL

• Menunjukkan emosional yang stabil pada saat mendapat tekanan pekerjaan yang tinggi. • Peka terdahap perasaan orang lain.

• Mampu menjaga situasi dan hubungan kerja yang baik dengan atasan, rekan kerja atau bawahan. 11. KERJASAMA TEAM

• Mampu bekerjasama dalam team.

• Tetap mendukung keputusan team sekalipun keputusan yang diambil tidak sesuai dengan keputusan pribadi.

12. PENGUASAAN BIDANG KERJA

• Memiliki pengetahuan dan keterampilan memadai sesuai bidang kerjanya.

• Dapat bekerja mandiri dengan sedikit supervisi. • Mempunyai semangat mengembangkan diri untuk

mencapai penguasaan pengetahuan yang lebih tinggi guna menunjang pekerjaan.

KOMPONEN UMUM 1 2 3 4 5

13. EFISIENSI dan CONTROLING

• Tidak melakukan pemborosan (material, finansial dan waktu) untuk melakukan hal-hal yang kurang relevan dengan pekerjaan.

(24)

14. LEADERSHIP

• Menjadi teladan bagi rekan kerja atau bawahan. • Dapat membimbing rekan kerja atau bawahan

dalam menyelesaikan tugas.

• Mampu merencanakan, mengelola pelaksanaan pencapaian perencanaan, serta mengevaluasi tugas.

15. INISIATIF

• Melaksanakan pekerjaan secara mandiri tanpa disupervisi

• Bersedia membantu pekerjaan rekan kerja apabila telah selesai mengerjakan tugasnya.

Untuk Penilaian kinerja Karyawan yang akan diangkat menjadi karyawan tetap dilakukan penilaian tambahan yaitu dengan wawancara langsung.

Wawancara tersebut meliputi :

NO KOMPONEN 1 2 3 4 5KRITERIA KETERANGAN

1

Pengetahuan (Memahami

pengetahuan/ ketram-pilan bidang

pekerjaanya serta perkembangannya)

2

Komunikasi (memberikan pendapat, ide, masukan kepada atasan rekan kerja atau bawahan secara sistimatis

dan akurat)

3

Tanggung Jawab (bekomitmen menyelesaikan pekerjaan , tidak mengelak bila diberikan tugas, bersedia menerima konsekuensi yang timbul dari memberikan tugas dan bersedia memberikan waktu lebih

(25)

4

Motivasi (Mempunyai semangat tinggi dalam melaksanakan pekerjaan, selalu berusahaan meningkatkan kualitas kerja dan mengembangkan sistem

kerja yg baik

5

Kreatifitas (dapat menyampaikan ide untuk perbaikan kerja, dapat memecahkan masalah dengan

caranya sendriri

6

Orientasi pelayanan (memiliki semangat membantu orang lain

(eksternal maupun internal

7

Kerjasama Team ( Bekerjasama dalam kelompok / team , bersedia

mendukung keputusan team)

8

Supervisi dan kontroling (mempunyai konsep pengawasan dan kontroling terhadap pekerjaan dan orang-orang

yang berada dibawah

pengawasannya)

9

Kepemimpinan (Dapat menjadi teladan bagi rekan kerja dan bawahan, bersedia membimbing rekan kerja dan bawahan dan dapat merencanakan dan mengelola pelaksanaan kegiatan

serta mengevaluasi tugas

10

Analisa masalah (Dapat mengetahu sebab, akibat dan penyelesaian suatu

masalah)

TOTAL NILAI

Kriteria nilai

1. Rendah sekali kemampuanya menujukkan di jauh bawah rata-rata 2. Rendah kemampuan menunjukan dibawah rata-rata

(26)

4 Tinggi kemampuannya diatas rata-rata

5 Sangat Tinggi Kemampuanya sangat memuaskan

D. Penilaian Kinerja Pegawai Negeri Sipil

Untuk Penilaian Kinerja Pegawai Negeri Sipil mengikuti ketentuan yang berlaku dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi serta Badan Kepegawaian Daerah.

Penilaian kinerja pegawai yang dilakukan meliputi : 1. Penilaian kinerja Pegawai Harian Lepas

Penilaian ini dilakukan oleh atasan langsung dengan tujuan untuk menetapkan apakah seorang Pegawai Harian Lepas layak untuk di angkat menjadi pegawai kontak di RSU Kecamatan.

2. Penilaian kinerja pegawai kontrak (tahun pertama dan kontrak tahun ke dua)

Penilaian kinerja pegawai kontrak melibatkan atasan langsung dan satuan pelayanan kepegawaian dengan melakukan wawancara dan atau pengkajian terlebih dahulu untuk kelanjutan kontrak atau pengangkatan pegawai tetap.

3. Penilaian kompetensi pegawai (Assesmen) pada karyawan yang telah berstatus

sebagai pegawai tetap. Assesmen ini dilakukan untuk melihat kompetensi setiap karyawan yang disesuaikan dengan persyaratan kompetensi jabatan masing-masing. Data hasil assesment di simpan oleh satuan pelayanan kepegawaian.

4. Kegiatan Orientasi

Program orientasi karyawan baru adalah program yang bertujuan memperkenalkan kehidupan sosial, budaya, dan lingkungan kerja di RSU Kecamatan. Penekanan yang diberikan kepada karyawan baru tersebut dalam hal:

1. Proses pengenalan dan penyesuaian pegawai baru terhadap pekerjaan yang akan dilakukan dan kondisi lingkungan pekerjaannya

2. Menyiapkan mental bagi karyawan baru dalam menghadapi peralihan suasana dari lingkungan pendidikan ke dunia kerja yang nyata

(27)

4. Mengenal secara singkat lingkungan pekerjaan yang baru.

Program Orientasi terdiri atas Program Orientasi Umum dan Teknis.

A. Orientasi Umum

Merupakan proses pengenalan secara umum. Orientasi ini diselenggarakan oleh Diklat RSU Kecamatan dengan melibatkan unit terkait sebagai pengajar (trainer). Orientasi ini dilaksanakan selama 3 (tiga) hari berturut-turut. Secara garis besar pelatihan ini meliputi:

1. Profil RSU Kecamatan 2. Tata aturan yang berlaku

3. Produk layanan dan Alur Pelayanan Utama. 4. Service Excellence.

MATERI ORIENTASI UMUM

Hari Pertama

Waktu Lama Materi Narasumber

08.00 – 09.00 45 menit - Pembukaan Diklat '09.00 - 10.00 60 menit - Sejarah, Visi, Misi, Motto

dan Tata Nilai RSU Kecamatan

- Struktur Organisasi RSU Kecamatan

Diklat

10.15 - 10.30 15 menit TEA BREAK

10.30 - 11.15 45 menit Alur Pelayanan RSU

Kecamatan Diklat

11.15 – 12.00 45 menit Produk Layanan dan Tata

tertib Diklat

12.00 – 13.00 60 menit ISOMA

13.00 – 14.00 60 menit Gedung & Fasilitas RSU

Kecamatan Gedung

(28)

Hari Kedua

Waktu Lama Materi Narasumber

08.00 - 09.15 75 menit Peraturan Pegawai RSU Kecamatan

Satuan Pelayanan Kepegawaian

09.15 – 10.00 45 menit Telephony Skill & Handling

Complain Diklat

10.15 - 10.30 15 menit TEA BREAK

10.30 – 12.00 90 menit Etika RSU Kecamatan

Satuan Pelayanan Kepegawaian 12.00 – 13.00 60 menit ISOMA

13.00 – 14.00 60 menit Pencegahan Pengendalian

Infeksi RS Panitia INOK

14.00 – 15.00 60 menit K3 RSU Kecamatan Panitia K3RS

15.00 – 15.45 45 menit Service Excellence Diklat

Hari Ketiga

Waktu Lama Materi Narasumber

08.00 - 08.45 45 menit Keperawatan RSU Kecamatan Keperawatan

08.45 – 09.30 45 menit Rekam Medis RSU Kecamatan.

Rekam Medis 09.30 – 10.15 45 menit Farmasi RSU Kecamatan Farmasi

10.15 - 10.30 15 menit TEA BREAK

10.30 - 11.15 45 menit Laboratorium RSU Kecamatan Laboratorium

11.15 – 12.00 45 menit Radiologi RSU Kecamatan Radiologi

12.00 – 13.00 60 menit ISOMA

(29)

14.00 – 15.00 60 menit Pasien Safety Panitia PS

15.00 – 15.15 15 menit Post test Diklat

15.00 – 15.30 15 menit Penutupan Diklat

B. Orientasi Teknis

Dalam rangka untuk meningkatkan kinerja pegawai di RSU Kecamatan diperlukan mekanisme untuk melakukan pembinaan dan pembekalan secara teknis kepada pegawai yang baru ditempatkan di unit terkait. Program pelatihan teknis ini dilaksanakan dalam 2 (dua) hari untuk mempermudah dalam pelaksanaan tugas dan melakukan pengenalan terhadap tugas pokok dan fungsi sesuai dengan tujuan awal rekrutmen, serta beradaptasi dengan lingkungan RSU Kecamatan

Disamping itu masa orientasi teknis akan memberikan pemahaman dan pengenalan bagi para pegawai pada tugas dan fungsi dirinya masing-masing di unit dimana karyawan tersebut akan ditempatkan, sehingga mereka dapat segera melaksanakan tugas dan fungsinya dengan segera dan mampu memberikan dukungan yang tepat kepada pelaksanaan tugas pelayanan di RSU Kecamatan. Selanjutnya sebagai pegawai yang baru di tempatkan di unit terkait di lingkungan RSU Kecamatan perlu diberikan pendampingan agar dapat menyesuaikan diri dengan nilai-nilai dan budaya kerja RSU Kecamatan. Penyesuaian diri yang tepat dan cepat semakin mendukung sikap kerja para pegawai baru dan sinergi dengan lingkungannya, sehingga apabila ada permasalahan yang berkaitan dengan cara menyesuaikan diri, para pegawai baru memiliki bekal untuk dapat menyelesaikan secara mandiri dan tidak mempengaruhi kinerja dan akhirnya tidak berdampak buruk pada pelayanan kepada masyarakat.

Orientasi teknis merupakan proses pengenalan secara khusus, tentang unit yang akan ditempati oleh karyawan tersebut. Adapun materi yang diberikan pada pelatihan orientasi tehnis secara garis besar meliputi :

a. SOP (standar operasional prosedur) yang disesuaikan dengan penempatan dan fungsi kerja pegawai baru.

(30)

c. Alur pelayanan yang disesuaikan dengan penempatan dan fungsi kerja pegawai baru.

d. Pengenalan lingkungan Instalasi/bagian/seksi.

e. Alur pelayanan unit dan bagian tertentu yang relevan dengan unitnya.

f. Uraian tugas dan wewenang sesuai dengan posisi penempatan di

- Perkenalan dgn karyawan/i di unit kerjanya dan unit terkait

'09.00 -10.00

60 menit

- Visi, Misi, Falsafah dan Tujuan unit kerjanya - Struktur Organisasi unit kerjanya

10.00 - 11.00

60

menit Uraian Pekerjaan di unit kerjanya dan unit terkait 11.00 –

12.00

60 menit

Medical Staf Bylaws & Kebijakan Pelayanan unit kerjanya dan unit terkait

menit SPO terkait unit kerjanya dan unit terkait

Hari Kedua

Waktu Lama Materi

08.00 - 09.30

75

menit Alur Pelayanan unit kerjanya dan unit terkait 09.30 –

12.00

45

menit Formulir- unit kerjanya dan unit terkait 12.00 –

13.00

60

menit ISOMA

(31)

14.00 menit 14.00 –

15.00

60

menit Tata Hubungan dengan unit lain I

5. Sanksi

1) Direktur memberikan sanksi hukuman disiplin terhadap Pegawai yang melakukan pelanggaran disiplin dan tata tertib kerja setelah mempertimbangkan rekomendasi dari Kepala Seksi/Subbag dalam bentuk Surat Keputusan.

2) Kepala Seksi/Subbag wajib memberikan teguran dan/atau memberitahukan kepada pegawai bawahannya perihal kesalahan dan/atau kriteria pelanggaran disiplin dan tata tertib kerja yang telah dilakukannya.

3) Jenis dan tingkat sanksi terhadap pelanggaran adalah : a. Pelanggaran ringan berupa :

i. Peringatan lisan; ii. Peringaan tertulis

b. Pelanggaran Sedang berupa Skorsing

c. Pelanggaran Berat berupa Pemutusan hubungan kerja.

4) Sanksi terhadap pelanggaran dapat dijatuhkan tanpa harus menurut tingkatannya, tetapi dinilai dari bobot pelanggaran yang dilakukan dan/atau dampak yang ditimbulkan atas pelanggaran tersebut bagi kepentingan RSU Kecamatan.

5) RSU Kecamatan menerapkan sanksi kepada Pegawai yang mendapatkan surat peringatan sebagai berikut :

a) Pengurangan insentif sebesar-besarnya 10% (sepuluh puluh persen) kepada Pegawai yang mendapatkan peringatan pertama.

b) Pengurangan insentif sebesar-besarnya 20% ( puluh persen) atau demosi maksimal penurunan 1 (satu) level jabatan dari level jabatan terakhir kepada Pegawai yang mendapatkan peringatan kedua.

(32)

6. Pemutusan Hubungan Kerja

1) PHK adalah pengakhiran hubungan kerja karena suatu hal tertentu yang mengakibatkan berakhirnya hubungan kerja antara serta hak dan kewajiban Pegawai dan RSU Kecamatan.

2) Hubungan kerja berakhir dengan hormat apabila : a. Pegawai meninggal dunia;

b. Pegawai sakit berkepanjangan atau mengalami cacat bukan akibat kecelakaan kerja;

c. Pegawai mencapai batas usia pensiun; d. Atas permintaan Pegawai sendiri;

e. Berakhirnya jangka waktu Perjanjian Kerja;

f. Adanya keadaan atau kejadian tertentu yang dicantumkan dalam Perjanjian Kerja, peraturan RSU Kecamatan, yang dapat menyebabkan berakhirnya hubungan kerja;

g. Mangkir kerja selama 5 (lima) hari kerja atau lebih berturut-turut tanpa keterangan secara tertulis yang dilengkapi dengan bukti yang sah dan telah dipanggil oleh RSU Kecamatan 2 (dua) kali secara patut dan tertulis, karena hal demikian dikualifikasikan mengundurkan diri dan diproses sesuai ketentuan yang berlaku;

h. Adanya putusan pengadilan dan/atau putusan atau penetapan lembaga penyelesaian perselisihan hubungan industrial yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap;

i. Melakukan pelanggaran berat atau karena alasan mendesak, dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan yang berlaku;

j. Melakukan pelanggaran ringan dalam masa berlakunya peringatan tertulis III (tiga).

3) PHK dengan tidak hormat dapat terjadi apabila :

(33)

Undang Undang Dasar 1945 atau terlibat dalam gerakan atau melakukan kegiatan yang menentang Negara; dan

b. Melakukan tindak pidana berdasarkan ketentuan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap, karena melakukan suatu tindak pidana kejahatan yang ada atau tidak ada hubungannya dengan jabatan, dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

7. Pertemuan atau Rapat

Dalam rangka koordinasi pekerjaan manajerial RSU Kecamatan, maka diadakan rapat rutin yang wajib dihadiri oleh seluruh manajeman atau unit terkait adalah :

 Rapat Manajemen

 Rapat Manajemen dengan unit layanan

 Morning Report

 Ronde Dokter

 Rapat Komite Medis

(34)

III. TATA KELOLA KEUANGAN

I. Pendahuluan

Tata kelola Keuangan atau pola pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum Daerah yang selanjutnya disingkat PPK-BLUD adalah pola pengelolaan keuangan yang memberikan fleksibilitas berupa keleluasaan untuk menerapkan dan praktik bisnis yang sehat untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dalam rangka memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa.(Pergub no. 165 tahun 2012 )Badan Layanan Umum Daerah (BLUD ) adalah satuan kerja perangkat daerah atau unit kerja pada satuan kerja perangkat daerah.Pemerintah Provinsi daerah Khusus Ibukota Jakarta yang mempunyai tugas dan fungsi memberikan pelayanan kepada masyarakat berupa penyediaan barang dan /atau jasa yang dijual tanpa mengutamakan mencari keuntungan dan dalam melakukan kegiatannya didasarkan padaprinsip efisiensi,efektifitas dan produktifitas.

II. Pendapatan BLUD

Pendapatan BLUD adalah pendapatan yang di terima oleh BLUD selama satu tahun anggaran

Pendapatan BLUD RSU Kecamatan dapat bersumber dari : a. Jasa layanan :

Pendapatan BLUD yang bersumber dari jasa layanan berupa imbalan yang diperoleh dari jasa layanan yang diberikan kepada masyarakat

b. Hibah :

(35)

c. Hasil kerjasama dengan pihak lain :

Pendapatan BLUD yang bersumber dari hasil kerjasama dengan pihak lain dapat berupa perolehan dari kerjasama operasional, sewa-menyewa, dan usaha lainnya yang mendukung tugas dan fungsi BLUD

d. APBD :

Pendapatan BLUD yang bersumber dari APBD berupa pendapatan yang berasal dari otoritas kredit anggaran pemerintah daerah bukan dari kegiatan pembiayaan APBD

e. APBN :

Pendapatan BLUD yang bersumber dari APBN dapat berupa pendapatan yang berasal dari pemerintah dalam rangka pelaksanaan dekonsentrasi , tugas pembantuan, dan / atau bantuan lainnnya

f. Lain- lain pendapatan BLUD yang sah

Antara lain hasil penjualan yang tidak dipisahkan,hasil pemanfaatan ,jasa giro,pendapatan bunga,keuntungan selisih nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing,komisi,potongan ataupun bentuk lain sebagai akibat dari penjualan dan / atau pengadaan barang dan / atau jasa oleh BLUD dan / atau hasil investasi.

(36)

Pelaksana anggaran mempunyai tugas :

1. Menyusun perencanaan anggaran masing-masing kelompok tahunan, bulanan dan mingguan.

2. Bertanggung jawab dalam realisasi anggaran belanja masing-masing 3. Bertanggung jawab menyelesaikan administrasi SPJ pembelian. 4. Melakukan evaluasi / monitoring minimal 1(satu) kali dalam sebulan.

Kelompok Pelaksana Anggaran terdiri dari : 1. Pelaksana Anggaran SDM, terbagi dari :

a. PeA Rekruitment

Bertanggung jawab menyusun atau mengkoordinir kebutuhan anggaran rekruitment dan melaksanakan kegiatan rekruitment pegawai RSU Kecamatan.Sawah Besar

b. PeA Diklat

Bertanggung jawab menyusun atau mengkoordinir kebutuhan anggaran diklat baik formal dan informal dan melaksanakan kegiatannya.

c. Kepegawaian

Bertanggung jawab menyusun atau mengkoordinir kebutuhan kepegawaian atau remunerasi/gaji dan tunjangan termasuk jasa medis dokter. Sistem Remunerasi RSU Kecamatan. Sawah Besar disusun sesuai peraturan pegawai.

2. Pelaksana Anggaran Rumah Tangga

Bertanggung jawab menyusun atau mengkoordinir kebutuhan rumah tangga dan melaksanakan belanja rumah tangga.

3. Pelaksana Anggaran Farmasi

(37)

4. Pelaksana Anggaran Gedung

Bertanggung jawab menyusun atau mengkoordinir kebutuhan belanja pemeliharaan gedung, melaksanakan belanja peralatan medis dan non medis dan melaksanakan belanja pemeliharaan. 1. Perencanaan dan Anggaran

Sebagai Rumah Sakit daerah yang menerapkan PPK BLU, maka BLU mempunyai kewajiban membuat Rencana Bisnis setiap lima tahun dan membuat RBA setiap satu tahun sekali sesuai dengan anggaran pemerintah daerah.

RSU Kecamatan menyusun rencana strategis bisnis lima tahunan dengan mengacu kepada Rencana Strategis Kementerian Negara/Lembaga (Renstra-KL) atau Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

RSU Kecamatan..menyusun RBA tahunan dengan mengacu kepada rencana strategis bisnis.

RBA disusun berdasarkan basis kinerja dan perhitungan akuntansi biaya menurut jenis layanannya. ;

RBA disusun berdasarkan kebutuhan dan kemampuan pendapatan yang diperkirakan akan diterima dari masyarakat, badan lain, dan APBN/APBD.

RBA berisi seluruh uraian program kerja dan kegiatan anggaran secara rinci dan jelas, baik kegiatan yang dibiayai dari pendapatan operasional maupun yang masih dibiayai dari subsidi.

(38)

RBA disusun internal organisasi, dengan melibatkan semua bagian dan unit, dan di koordinir oleh bagian Perencanaan dan Anggaran.

RKA disusun dan diinput dalam Sistem Informasi Perencanaan Provinsi DKI Jakarta dengan alamat web : https://www.bapedadki.net

DPA disusun dan diinput dalam Sistem Informasi Pengelolaan Keuangan Daerah, dengan alamat web : http://sipkd.jakarta.go.id/sipkd-dki

2. Pelaksanaan Anggaran

Pelaksanaan anggaran RSU Kecamatan Sawah Besar dilaksanakan sesuai DPA yag telah disahkan. Pelaksanaan anggaran dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan daerah tentang Penatalaksanaan Anggaran dan Belanja Daerah Provinsi DKI Jakarta. Untuk anggaran operasional, pertangggung jawabannya dalam satu kegiatan yaitu belanja operasioanl layanan umum.Secara administrasi pelaksanaan anggaran ada di bawah koordinasi Perbendaharaan

3. Mobilisasi Dana Perbendaharaan

Pengelolaan transaksi uang secara teknis mempunyai organisasi sebagai berikut :

(39)

Melayani transaksi pelayanan yang dilakukan di Klinik dan RAWAT INAP, yaitu pembayaran tindakan dan obat klinik diluar paket yang digunakan oleh pasien.

b. Kasir Rawat Inap;

Melayani transaksi pelayanan yang dilakukan di rawat inap. c. Kasir Farmasi Penjualan;

Melayani transaksi pelayanan penjualan obat/alkes farmasi dengan resep dan penjualan obat bebas.

d. Kasir Keuangan;

Melayani pembayaran hutang pihak ketiga dan menerima pembayaran piutang.

e. Penata Rekening Rawat Inap;

Menginput seluruh kegiatan tindakan dan pemeriksaan yang dilakukan di Rawat Inap, termasuk mengkoordinasikan dengan unit penunjang lainnya.

f. Supervisor Pelayanan Kasir;

Mensupervisi langsung pelayanan transaksi kasir Rawat Jalan,RAWAT INAP dan Farmasi, dan mempunyai wewenang untuk membatalkan transaksi, sesuai ketentuan dan menerima setoran transaksi untuk shif sore atau malam.

g. Bendahara Penerima.

Menerima setoran uang dari seluruh kasir sebagai penerimaan rumah sakit.

h. Bendahara Pengeluaran .

Mengelola pengeluaran uang Rumah Sakit sesuai ketentuan.

4. Akuntansi dan Mobilisasi dana

(40)

IV. TATA KELOLA PELAYANAN

Tata kelola pelayanan RSU Kecamatan.disusun berdasarkan standar pelayanan profesional setiap bagian.

Standar pelayanan disusun sebagai kebijakan pelayanan di RSU Kecamatan dilengkapi dengan standar pelayanan operasional.

Standar operasi pelayanan yang telah disusun: 1) Standar operasi pelayanan rawat jalan 2) Standar operasi pelayanan gawat darurat 3) Standar operasi pelayanan rawat khusus 4) Standar operasi pelayanan bedah

5) Standar operasi pelayanan farmasi 6) Standar operasi pelayanan rekam medik 7) Standar operasi pelayanan penunjang khusus 8) Standar operasi pelayanan fisioterapi

9) Standar operasi pelayanan rawat inap 10) Standar operasi pelayanan laboratorium 11) Standar operasi pelayanan radiologi 12) Standar operasi pelayanan gizi 13) Standar operasi pengelolaan limbah

14) Standar operasi pelayanan pemulasaraan jenazah 15) Standar operasi pelayanan laundry

PEDOMAN PELAYANAN MEDIS.

Pedoman pelayanan medis profesi merupakan hal penting dan merupakan acuan dalam upaya peningkatan mutu dan pengembangan rumah sakit dimana mutu rumah sakit sangat ditentukan oleh faktor manusia, oleh karena itu faktor pembentukan perilaku serta pendidikan dan pelatihan adalah hal penting yang harus di utamakan.

A. Falsafah dan tujuan.

(41)

Falsafah manajemen medis:

 Primum non nocere : senantiasa mempunyai niat untuk menyembuhkan tidak untuk mencederai sejak awal dalam menangani pasien.

 Seluruh tindakan medis dan pelayanan medis semata mata dilakukan untuk kesembuhan pasien.

 Bersikap adil, jujur serta empati  Melayani dengan sepenuh hati.

Pedoman Pelayanan medis meliputi ; a) Umum

b) Tanggung jawab medis terhadap pasien.

Umum

1. Seluruh pasien yang memanfaatkan pelayanan medis RSU Kecamatan dapat berupa konsultasi, pengobatan di rawat inap, rawat jalan, rawat inap, operasi, pemeriksaan laboratorium, radiologi, farmasi serta rujukan.

2. Oleh karena adanya keterbatasan yang tidak bisa dihindari maka mungkin terjadi ketidakpuasan ataupun komplain dari pasien atau keluarganya, baik di poliklinik maupun unit lainnya.

Untuk itu diperlukan suatu pedoman pelayanan medis bagi petugas paramedis /medis RSU Kecamatan dalam melayani setiap pasien yang datang.

Tanggung jawab Medis terhadap pasien

1. Pada dasarnya tanggung jawab secara umum terhadap pasien yang memanfaatkan fasilitas di RSU Kecamatan merupakan tanggung jawab manajemen RSU Kecamatan.

(42)

3. Dalam melaksanakan pelayanan medis para perawat serta petugas medis dan non medis lainnya turut serta bertanggung jawab untuk terciptanya pelayanan medis yang diharapkan, baik oleh pihak pasien maupun oleh pihak manajamen.

B. Pelayanan Medis di Unit Rawat jalan  Pelayanan medis di unit rawat jalan meliputi;

1. Menyiapkan pasien untuk diperiksa oleh dokter, sesuai dengan spesialistiknya.

2. Dokter melaksanakan pelayanan medis yang diperlukan.

3. Melaksanakan pencatatan hasil pemeriksaan pasien di rekam medis pasien dan memberi kode ICD X.

4. Bila memakai hospital information system, maka dokter dan perawat mengisi data dikomputer sesuai ketentuan yang berlaku.

 Tugas Perawat :

a. menerima pasien dari bagian admission atau rekam medis.

b. melakukan pemeriksaan berupa penimbangan berat badan, mengukur tekanan darah, serta mengisi status pasien sesuai ketentuan

c. mendaftar urutan pasien disusun sesuai waktu kedatangan pasien dan nomor urut yang sudah dimiliki pasien agar pada saat dokter dating memeriksa, pemanggilan sudah berurutan kepada pasien dijelaskan untuk menunggu di depan unit rawat jalan/ruang tunggu .

d. setelah dokter datang, pasien dipanggil sesuai urutan kedatangan atau nomor urut yang sudah dimiliki pasien.

e. sebelum dokter memeriksa pasien, perawat menyiapkan pasien selengkapnya setelah siap baru dokter memeriksa.

(43)

g. setelah pemeeriksaan dokter akan membuat resep atau surat pengantar ke bagian penunjang medic ( misalnya laboratirium, radiology, dll )

h. perawat memberitahu pasien lokasi yang dituju, sebelumnya pasien diminta untuk membayar di loket

i. setelah selesei pemeriksaan di bagian penunjang tadi pasien bisa kembali ke dokter lagi, tergantung bagaimana perjanjian yang dilakukan oleh dokter yang memeriksa.

 Pedoman pelayanan konsul atau rujukan di unit rawat jalan

a. Bila pasien akan dikonsulkan ke dokter spesialis lainnya maka, dokter membuat surat konsul, diberikan kepada pasien, dan diantar kebagian poli yang di tuju dan dilakukan serah diterima dengan perawat di bagian poli yang dituju tadi

b. Bila dokter yang dituju tidak praktek maka dilaporkan ke bagian informasi atau admission, dan dokter tersebut ditelpon dan dibuat perjanjian apakah pasien di suruh tunggu dokter akan segera datang, atau datang pada waktu jam prakteknya .

c. Bila konsulnya bersifat cito maka dokter tersebut harus datang dan bila tidak bisa datang dalam waktu singkat ( tergantung kasus ) maka diwajibkan mendelegasikan ke dokter lain yang ada untuk memeriksanya dan dokter yang ada wajib memberikan konsultansi/melakukan pemeriksaan pada pasien tersebut

d. Bila pasien harus di rawat inap maka dibuat surat untuk di rawat inap dan pasien/keluarganya kembali kebagiann admission untuk menanyakan tempat. Jika tempat ada dibuatkan administrasi perawatan. Lalu petugas bagian admission akan membawa ke unit rawat inap yang dituju.

* Alur pasien datang di unit rawat jalan

(44)

RAWAT INAP Unit Rawat Jalan Rawat Jalan

Laboratorium/Radiologi/ Konsultan Unit Lain Apotik

Kasir Pulang

Dokter Spesialis di ruang rawat jalan :

a. Datang tepat waktu sesuai jadwal praktek yang disepakati.

b. Bertanggung jawab terhadap seluruh pemeriksaan/tindakan medik yang dilakukan dalam ruang pemeriksaan rawat jalan

c. Melakukan pemeriksaan/tindakan sesuai dengan kemapuan professional yang tertinggi yang diketahui serta semata – mata untuk mengetahui serta menegakan diagnose bagi pasiannya.

d. Bila diperlukan untuk memberikan resep maka dokter spesialis menulis resep yang obatnya disediakan oleh rumah sakit.

e. Selama melaksanakan pemeriksaan pada pasien berprilaku sopan sesuai etika profesi kedokteran dan memperlihatkan kecerdasan emosional yang tinggi, empati serta nilai – nilai dalam bekerja yang disepakati dengan RSU Kecamatan

(45)

 Umum

Tugas Pokok pelayanan rawat inap di RSU Kecamatan. adalah memberikan pelayanan/pengobatan dan perawatan kesehatan kepada pasien yang dirawat pada tiap unit, Meliputi :

a. Penerimaan dan pencatatan identitas passion

b. Penelitian surat pengantar dari dokter / Instruksi dokter

c. Menerima pasien dari poliklinik, kamar operasi, HCU, RAWAT INAP d. Memberikan pelayanan pengobatan sesuai instruksi dokter yang

merawat

e. Menyelenggarakan pengawasan / pengamatan, secara terus menerus / harian terhadap keadaan sakitnya pasien

f. Menjaga ketertiban baik administrasi dan kebersihan dalam ruang perawatan

g. Mengadakan sensus harian di tiap unitnya

h. Dokter umum purna waktu melaksanakan pengawasan pada setiap pasien yang ada di ruang rawat inap sesuai lantai perawatan, dan melaporkan kepada dokter spesialis yang merawat dila ada hal –hal yang diperlukan

i. Head Nurse pada tiap unit perawatan bertanggung jawab terhadap seluruh asuhan keperawatan yang dilaksanakan .

 Pedoman pelayanan medis pada saat pasien sudah dalam rawat inap a. Pelaksanaan administrasi dilakukan oleh perawat ruang/petugas

administrasi ruang rawat inap

b. Menerima surat masuk yang dibuat oleh dokter dari unit rawat jalan, rawat inap, OK, VK, HCU dan rujukan dari dokter tamu

c. Mengisi buku pencatatan pasien rawat inap d. Melengkapi catatan rekam medis pasien

e. Menjelaskan kepada pasien/keluarganya mengenal hakdan kewajiban selama perawatan dan selama berada di lingkungan RSU Kecamatan

f. Kepala perawat ruangan memperkenalkan dokter ruangan yang akan mengawasi pasien, kepada pasien / keluarganya.

g. Sejalan dengan tugas tadi perawat lainnya menyiapkan tempat tidur yang akan dipakai, serta perlengkapan kesehatan yang diperkukan h. Head Nurse setelah itu melaporkan kepada dokter ruangan yang

(46)

sudah masuk rawat inap agar dokter mengetahuinya dan memantau perkembangan pasien

i. Setelah itu dokter ruangan mengecek apakah ada instruksi dokter owner/dokter spesialis yang perlu dilaksanakan segera atau adakah keadaan yang terjadi pada saat masuk perawatan dan melaporkannya ke dokter spesialis yang akan merawat, bahwa pasien sudah masuk dengan keadaan yang sesungguhnya pada saat pasien diterima.

j. Sejak pasien dilaporkan masuk rawat inap, tanggung jawab medik pasien berada pada dokter spesialis yang merawat

k. Dokter ruangan harus ikut memperhatikan catatan medik pasien l. Kepala perawat ruangan harus mengawasi kelenkapan pengisian

catatan asuhan keperawatan yangakan diberikan dan di cek silang dengan catatan rencana pengelolaan medic secara dari dokter spesialis yang merawat pasien

m. Kepala perawat tiap ruangan wajib member penjelasan kepada pasien / keluargaan akan rencana asuhan keperawatan yang akan dilaksanakan

n. Dokter ruangan wajib mengawasi seluruh pengelolaan medik serta asuhan keperawatan yang akan dilaksanakan, dan bila terjadi hal yang tidak di inginkan atau komplikasi / efek dari pengobatan / asuhan keperawatan segera melaporkan ke dokter spesialis yang merawat

o. Dokter spesialis wajib menjelaskan kepada pasien dan keluarganya akan pengobatan dan tindakan yang akan diberikan dan segala kemungkinan komplikasi dan efek samping yang mungkin terjadi selama pengobatan dan tindakan

(47)

 Tugas dokter spesialis penanggung jawab medis

a. Dokter penanggung jawab pelayanan medis terhadap pasien setelah menerima laporan pasien masuk rawat, mempunyai kewajibann. b. Mengadakan pemeriksaan lengkap dan menentukan, tindakan –

tindakan serta instruksi lanjut dann mencatat riwayat penyakit pada catatan medis pasien

c. Dalam naskah catatan medis harus berisikan :

 Tugas dokter spesialis penanggung jawab tiap lantai anamneses lengkap

 Pemeriksaan fisik lengkap

 Hasil pemeriksaan laboratorium lengkap/radiologi/usg. Dll.

 Diagnosa sementara / diagnosa kerja

 Rencana pengobatan / tindakan yang akan dilakukan

 Berkas – berkas persetujuan penolakan pasien / keluarganya terhadap rencana pengobatan / tindakan yang akan dilakukan dokter

 Seluruh instruksi dokter baik secara tertulis langsung oleh dokter maupun yang disampaikan secara lisan melalui telepon

 Instruksi tentang makanan pasien, akan melakukan tindakan, bukan oleh perawat / dokter ruangan tindakan

 Keadaan pasien setiap saat

d. Setiap sesuatu yang akan dilakukan selama pasien dirawat

e. Penjelasan ( informed consent ) kepada pasien / keluarganya pasien wajib diberikan oleh dokter spesialis yang akan melakukan tindakan, bukan oleh perawat / dokter ruangan

 Tugas dokter Penangung Jawab Lantai

a. Melakukan pengawasan dan pemeriksaan fisik ( fungsi vital) dan keadaan umum pasien setiap saat sesuai waktu / shift jaganya

b. Memberikan laporan kepada dokter spesialis penanggung jawab pasien tentang keadaan pasien bila terdapat keadaan yang tidak sesuai / penyimpangan

(48)

d. Setiap saat memantau keadaan pasien dan mencatatnya dalam laporan tiap akhir jaga shift dan diserah terimah kasih ke dokter jaga berikutnya

e. Setiap keluhan pasien pada saat jaga harus di catat oleh dokter jaga lantai dan bilamana dirasakan perlu atau emergency wajib melaporkan setiap saat kepada dokter spesialis yang mempunyai pasien tersebut

D. Pedoman Pelayanan pada Pasien Pada Waktu Akan Pulang / Lepas Keperawatan

Setelah mendapat persetujuan dari dokter spesialis yang merawat bahwa pasien boleh pulang makayang harus dilakukan perawat / petugas ruang rawat inap adalah sebagai berikut

a. Menyiapkan seluruh naskah riwayat penyakit atau catatan medik selama perawatan dan diserahkan kepada dokter ruangan untuk diperiksa lagi kelengkapan

b. Dokter spesialis yang merawat memeriksa ulang dan setelah lengkap, harus saat itu juga membuat resum medik untuk pasien tersebut dan ditanda tangani

c. Setelah lengkap di tanda tangani maka seluruh catatan medik tersebut akan diambil oleh petugas rekam medik paling lambat 2 kali 24 jam setelah pasien pulang, lebih cepat lebih baik

d. Pasien pada waktu pulang diberikan :

 Surat jadwal waktu control ulang

 Resum medik pasien yang bersangkutan selama di rawat di RSU Kecamatan.

 Surat dari dokter spesialis yang merawat berisikan anjuran yang diperlukan selama pasien di rumah sampai waktu control ulang

(49)

Yang dimaksud dengan pasien gawat yang dirawat adalah pasien yang sedang dirawat dan memperlihatkan adanya gejala perburukan keadaan umum dan adanya perubahan pada fungsi vital pasien

Tata cara perawatan pasien khusus adalah sebagai berikut

a. Apabila diketahui adanya perburukan keadaan umum pasien, segera dokter jaga lantai melaporkan dan memberikan bantuan awal, minimal tindakan ABC pada resusitasi, pada saat bersamaan segera memanggil keluarga untuk memberikan penjelasan awal .

b. Segera laporkan keadaan pasien kepada dokter spesialis yang merawat pasien.

c. Dokter spesialis yang merawat harus datang dan sebelum tiba ditempat dapat memberikan instruksi awal dan dapat dipertanggung jawabkan secara medis .

d. Dokter spesialis setelah tiba ditempat harus menentukan keadaan pasien, apakah akan di rawat di ruang inap atau harus alih rawat ke ruang rawat khusus seperti HCU, atau tindakan lainnya berupa konsultasi ke dokter spesialis lainnya secara cito.

e. Pasien yang gawat demikian bila tetap di rawat di ruang rawat, wajib mendapat perhatian yang ketat setiap saat

f. Perawat jaga harus membuat catatan perawatan / pengawasan dalam periode tertentu sesuai yang ditentukan oleh dokter spesialis yang merawat .

g. Head Nurse ruang rawat inap juga wajib mengawasi pasien bersama dengan dokter jaga lantai dan berkonsultasi bila ada hal – hal yang perlu dikaitkan dengan perawatan asuhan keperawatan terhadap pasien gawat tersebut

F. Pedoman Pelayanan Medis untuk pasien yang perlu tindakan bedah  Umum

(50)

 Pedoman pelayanan Medik

Dokter spesialis yang akan melakukan tindakan bedah, sebelum tindakan operasi dilakukan haru menjelaskan secata jelas kepada seluruh keluarga atas tindakan yang akan dilakukan berupa :

 Rencana jalanya tindakan operasi, bila perlu menjelaskan jaringan yang akan diangkat/operasi

 Perkiraan lamanya tindakan

 Kesulitan yang mungkin dapat dialami operasi berjalan

 Komplikasi yang mungkin terjadi baik selama operasi maupun sesudah operasi

 Prognosis keadaan penyakitnya setelah operasi

 Setelah operasi selesei dokter bedah harus menemui keluarga untuk menjelaskan jalannya operasi sampai selesai

a. Setelah mengerti tentang penjelasan yang diberikan kemudian dokter meminta persetujuan tindakan medis kepada pasien / keluarga apakah setuju dilakukan tindakan bila pasien / keluarga belum setuju, dicatat juga di status/rekam medik pasien .

b. Bila setuju untuk dilakukan tindakan medis maka wakil keluarga / pasien harus menandatangani persetujuan operasi . c. Dokter spesialis yang akan melakukan tindakan bedah harus

pula sebelumnya memeriksa seluruhnya hasil – hasil pemeriksaan penunjang medik berupa laboratorium, radiologi, ultrasonografi dan lain lainnya yang dianggap perlu

d. Setelah itu dokter spesialis yang akan melakukan tindakan, mengkonsulkan pasien tersebut ke dokter ahli anastesi .

e. Dokter spesialis anastesi wajib memberikan informed consent juga kepada pasien mengenai jenis anastasi, resiko –resiko yang dapat terjadi, serta hal –hal yang akan dirasakan selama pembinaan berlangsung ( informed consent untuk ahli anastesi dibuat pada lemabaran tersendiri )

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan peneliti melakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pelayanan profesionalisme dokter dokter spesialis dengan kepuasan pasien umum di Ruang Rawat Inap

Dalam penulisan tugas akhir ini masalah dibatasi pada antrian di bagian Tempat Pendaftaran Pasien Rawat Inap (TPPRI) dan pelayanan di ruang perawatan Instalasi Rawat Inap A dan B

Definisi Operasional Penanggung jawab ruang rawat inap adalah dokter yang mengkoordinasikan kegiatan pelayanan rawat inap sesuai kebutuhan pasien Frekuensi.

Dalam penulisan tugas akhir ini masalah dibatasi pada antrian di bagian Tempat Pendaftaran Pasien Rawat Inap (TPPRI) dan pelayanan di ruang perawatan Instalasi Rawat Inap A dan B

Marsono, Y., 2015, Evaluasi Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Pneumonia Dengan Metode Gyssens di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Umum Dokter Moewardi Surakarta,

Untuk Jam pulang pasien rawat inap hanya bisa dilakukan di jam kerja kasir : Tidak menerima pelayanan dokter umum. Untuk Jam pulang pasien rawat inap hanya bisa dilakukan di jam

Berdasarkan survei yang dilakukan perusahaan pada tahun 2014 terhadap pelayanan instalasi rawat inap, setiap pasien rawat inap selalu memberikan keluhan terhadap

Tjitrowardojo Purworejo 2016-2021 31 2 Instalasi Rawat Inap mempunyai tugas pokok menyelenggarakan pelayanan asuhan medik dan asuhan keperawatan paripurna bagi pasien rawat inap, serta