Drama nabi ibrahim docx 1

13  Download (1)

Teks penuh

(1)

Nabi Ibrahim adalah putera Aaazar {Tarih} bin Tahur bin Saruj bin Rau’ bin Falij bin Aaabir bin Syalih bin Arfakhsyad bin Saam bin Nuh A.S.Ia dilahirkan di sebuah tempat bernama “Faddam A’ram” dalam kerajaan “Babylon” yang pada waktu itu diperintah oleh seorang raja bernama “Namrud bin Kan’aan.”

Kerajaan Babylon pada masa itu termasuk kerajaan yang makmur dan rakyatnya hidup senang, sejahtera dalam keadaan serba cukup sandang maupun pangan serta sarana-sarana yang menjadi keperluan pertumbuhan jasmani mereka. Akan tetapi tingkatan hidup rohani mereka masih berada di tingkat jahiliyah. Mereka tidak mengenal Tuhan Pencipta yang telah

mengurniakan mereka dengan segala kenikmatan dan kebahagiaan duniawi. Persembahan mereka adalah patung-patung yang mereka pahat sendiri dari batu-batu atau terbuat dari lumpur dan tanah.

Penguasa negeri tersebut adalah seorang raja yang sangat jahat, ia mengaku dirinya sebagai tuhan, ia mengaku dapat menjadikan orang miskin menjadi kaya, orang terhina menjadi mulia dan orang sengsara menjadi bahagia dengan kehendaknya.

Namrud : Hahahaha…. akulah namrud, Raja dari segala raja, raja yang mempunyai kekuasaan mutlak. Semua orang harus tunduk kepadaku, akulah yang dapat merubah nasib semua orang di dunia ini. Aku lah Namrud sang penguasa alam semesta. Ha ha ha ha….

Pada sustu malam, Namrud bermimpi ada seorang anak laki-laki yang masuk ke dalam kamarnya dan mengambil mahkotanya lalu memecahkannya. Seketika itu juga ia langsung bangun. Pada apagi harinya ia memanggil para ahli mimpi kerajaan.

Namrud : wahai apara ahli mimpi, semalam aku bermimpi ada seorang anak kecil yang masuk ke dalam kamarku kemudian mengambil mahkotaku dan menghancurkannya. Apa sebenarnya arti dari mimpiku ini?

Ahli Nujum : ampun baginda raja… menurut tafsiran hamba, akan terlahitr seorang anak laki-laki dari rakyat kita ini yang akan tumbuh menjadi anak yang hebat dan pemberani dan setelah besar akan menghancurkan kekuasaan raja. Namrud : Apa!!!! Pengawal… mulai detik ini, siapapun dari rakyatku yang melahirkan anak laki-laki maka anak tersebut harus dibunuh. Sispapu…

siapapun tanpa terkecuali.

Mulai hari itu, namrud menjadi sangat kejam dan garang. Ia lalu

(2)

maka ia akan menunggunya sampai anak tersebut lahir, dan ketika anak tersebut lahir…

Ibu : Pak, sebentar lagi aku akan melahirkan, ak sangat takut sekali jika anak yang lahir ini adalah seorang anak laki-laki, karena pengawal raja sudah menunggu kita setiap hari.

Bapak : tenanglah bu, kita serahkan saja semuanya kepada Tuhan… Pengawal : Aku akan menungu kalian berdua sampai anak uang kau kandung tersebut lahir, jika ia perempuan maka aku akan pergi, tetapi jika ia laki-laki maka akan aku tebas batang lehernya.Ternyata yang lahir adalah seorang anak laki-laki, dan pengawalpun langsung menebas batang lehernya dan membunuhnya…

Pengawal : Ambil anak laki-laki tersebut, anak laki-laki tersebut harus kita bunuh..

Ibu : Jangan pengawal, jangan bunuh anakku….

Pengawal : Tidak, anak tersebut harus di bunuh, ambil anaknya… Pengawal tersebut lalu mengambil anaknya dan membunuhnya… Ibu : Hu hu hu hu….

Disebuah tempat yang lain terdapat pula seorang ibu yang sedang mengandung dan siap melahirkan, ia sangat atuk jika anak yang dilahirkannya adalah

seorang anak laki-laki dan tertangkap oleh pengawal kerajaan, maka sudah pasti anak tersebut akan dibunuhnya.

Ibu : Ya Allah… berikanlah pertolonganmu agar hamba dapat menyelamatkan anak yang sedang hamba kandung ini.

Pada suatu malam, karena merasa anak dalam kandungannya akan segera melahirkan, dan takut jika anak yang dikandungnya adalah seorang anak laki-laki, kemudian ibu tersebut pergi ke sebuah gua yang sangat jauh dari

(3)

dengan pengawal kerajaan yang akan membunuh semua anak laki-laki yang lahir.

Ibu : Alhamdulillah ya Allah…. engkau telah memberikan hamba seorang anak laki-laki yang sangat tampan, tapi hamba merasa takut jika anak yang hamba lahirkan ini tertangkap oleh pengawal kerajaan, karena sudah pasti anak ini akan dibunuhnya. Hamba mohon perlindungan-Mu ya Allah…

Karena takut tertangkap, maka sang ibu kemudian memutuskan untuk merawat anaknya di dalam gua, setiap malam hari ia kembali ke gua uantuk melihat anaknya dan memberi makan kepadanya. Anak tersebut kemudian di beri nama Ibrahim, semenjak masih bayi ibrahim sudah mempunyai kelebihan-kelebihan di antaranya ialah jari jempol Ibrahim bisa mengeluarkan susu yang sangat manis, sehingga ia tak pernah merasa kehausan ketika di tinggal oleh Ibunya pada siang hari. Ketika ibrahim sudah mneginjak masa remaja, ia memberanikan diri untuk keluar dari gua yang megurungnya selama beberapa tahun.

Ibrahim : Subhanallah… sungguh luas sekali Alam ini? Bertahun-tahun aku tinggal di dalam gua dan tak pernah melihat alam yang luas lagi indah ini… ketika malam tiba, ia lalu berfikir tentang siapa sebenarnya yang ada di balik alam ini, siapa yang menciptakannya dan siapa pula yang mengaturnya. Kemudian Ibrahim melihat bulan…

Ibrahim : Bulan ini sangat indah dan terang bersinar, pasti ini adalah Tuhanku.

Tetapi pada pagi harinya bulan tersebut menghilang

Ibrahim : Bulan itu bukan Tuhanku, aku benci Tuhan yang suka menghilang

Kemudian ia melihat matahari…

Ibrahim : mungkin matahari itulah tuhanku, karena cahayanya lebih terang dari cahaya bulan.

Tetapi pada sore harinya matahari tersebut tenggelam, sehingga Ibrahim mengatakan bahwa ia tidak menyukai Tuhan yang suka tenggelam

(4)

Kemudian di malam itu ia melihat banyak bintang-bintang bertebaran, alu ia berucap kembali

Ibrahim : aku suka bintang-bintang tersebut menjadi Tuhanku, karena jumlahnya sangat bayak dan sangat menerangiku diwaktu gelap gulita.

Tatapi ketika pagi muncul, bintang-bintang tersebut hilang semuanya… Ibrahim : aku benci terhadap Tuhan yang suka menghilang. Lalu ibrahim mengambil kesimpulan bahwa Tuhan yang sebenarnya adalah tuhan yang menciptakan alam semesta ini.

Setelah pembantaian oleh pengawal kerajaan sudah tidak terjai lagi terhadap anak-laki-laki yang baru saja dilahirkan, Ibrahim kemudian di ajak oleh ibunya pulang kerumahnya. Ia merasa sangat kaget dan heran kepada orang-orang yang dilaluinya, karena orang-orang yang ia lihat sangat tidak beradab dan bahkan ada yang sedang menyembah patung-patung. Ketika sampai di rumah: Ibu : Ibrahim, inilah rumah kita, mulai sekarang engkau akan tinggal disini…

Ibrahim : Terima kasih bu…

Ibrahim yang kaget ketika melihat orang-orang menyembah patung, tiba-tiba lebih kaget lagi ketika melihat ayahnya yang membuat patung tersebut. Pada suatu hari, ia bertanya terhadap ciptaan ayahnya:

Ibrahim : Ayah, Patung apakah ini?

Ayah : Itu adalah patung dari Tuhan-Tuhan wahai anakku!

Nabi Ibrahim sangat keheranan melihat hal tersebut, kemudian timbul dalam dirinya melalui akal sehatnya penolakan terhadap apa yang dilihatnya. Uniknya, Nabi Ibrahim justru bermain-main dengan patung itu, bahkan terkadang ia menunggangi punggung patung-patung itu seperti orang-orang yang biasa menunggang keledai dan binatang tunggangan lainya. Pada suatu hari, ayahnya melihatnya saat menunggang punggung patung yang bernama Mardukh. Saat itu juga ayahnya marah dan memerintahkan anaknya agar tidak bermain-main dengan patung itu lagi. Kemudian Ibrahim bertanya:

(5)

Ayah : Itu adalah Mardukh, tuhan para tuhan wahai anakku, dan kedua telinga yang besar itu sebagai simbol dari kecerdasan yang luar biasa.

Ibrahim tampak tertawa dalam dirinya padahal saat itu beliau baru menginjak usia tujuh tahun.

Nabi Ibrahim pernah mengejek ayahnya saat beliau masih kecil. Suatu hari, Ibrahim bertanya kepada ayahnya:

Ibrahim : Siapa yang menciptakan manusia wahai ayahku?

Ayah : Manusia, karena akulah yang membuatmu dan ayahku yang membuat aku.

Ibrahim :bukan begitu wahai ayahku, karena aku pernah mendengar seseorang yang sudah tua yang berkata: “Wahai Tuhanku mengapa Engkau tidak memberi aku anak.”

Ayah : Benar wahai anakku, Allah yang membantu manusia untuk membuat manusia namun Dia tidak meletakkan tangan-Nya di dalamnya. Oleh karena itu, manusia harus menunjukkan kerendahan di hadapan Tuhannya dan memberikan kurban untuk-Nya.

Ibrahim : Berapa banyak tuhan-tuhan itu wahai ayahku? Ayah : Tidak ada jumlahnya wahai anakku.

Ibrahim : Apa yang aku lakukan wahai ayahku jika aku mengabdi pada satu tuhan lalu tuhan yang lain membenciku karena aku tidak mengabdi pada-Nya? Bagaimana terjadi persaingan dan pertentangan di antara tuhan?

Bagaimana seandainya tuhan yang membenciku itu membunuh tuhanku? Boleh jadi ia membunuhku juga.”

Ayah : Ha ha ha ha…. Kamu tidak perlu takut wahai anakku, karena tidak ada permusuhan di antara sesama tuhan. Di dalam tempat penyembahan yang besar terdapat ribuan tuhan. Meskipun demikian, belum pernah kita mendengar satu tuhan memukul tuhan yang lain.

Ibrahim : Kalau begitu terdapat suasana harmonis dan kedamaian di antara mereka.

(6)

Kemudian Ibrahim bertanya lagi

Ibrahim : Dari apa tuhan-tuhan itu diciptakan wahai ayah?

Ayah : yang Ini dari kayu-kayu pelepah kurma, yang itu dari zaitun, dan berhala kecil itu dari gading. Lihatlah alangkah indahnya. Hanya saja, ia tidak memiliki nafas.

Ibrahim : Jika para tuhan tidak memiliki nafas, maka bagaimana mereka dapat memberikan nafas? Bila mereka tidak memiliki kehidupan bagiamana mereka memberikan kehidupan? Wahai ayahku, pasti mereka bukan Allah.” Mendengar ucapan Ibrahim itu, sang ayah menjadi berang dan marah sambil berkata:

Ayah : Seandainya engkau sudah dewasa niscaya aku pukul dengan kapak ini.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Related subjects : Nabi Ibrahim Nabi Ibrahim a.s

Pindai kode QR dengan aplikasi 1PDF
untuk diunduh sekarang

Instal aplikasi 1PDF di