• Tidak ada hasil yang ditemukan

Standar Penilaian menurut BSNP dan Perme

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Standar Penilaian menurut BSNP dan Perme"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

A. Pengertian Standar Penilaian

Standar penilaian pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan mekanisme, prosedur, dan instrumen penilaian hasil belajar peserta didik.1

Sedangkan Standar penilaian pendidikan menurut PP. No. 19 Ayat (11) adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan mekanisme dan instrument penailaian hasil belajar peserta didik. Di dalam pasal 63 ayat (1) dikemukakan penilaian pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas: (a) penilaian hasil belajar oleh pendidik (b) penilaian hasil belajar oleh satuan pendidik, dan (c) penilaian hasil belajar oleh pemerintah.

B. Prinsip Penilaian

Terdapat beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam melakukan evaluasi. Seberapapun baiknya prosedur evaluasi yang diikuti dan disempurnakan evaluasi perlu diterapkan, jika tidak dipadukan dengan prinsip-prinsip penunjangnya maka hasil evaluasi pun akan kurang dari yang diharapkan. Diantara prinsip-prinsip evaluasi sebagai berikut:

a. Mendidik, artinya proses penilaian hasil belajar harus mampu memberikan sumbangan positif pada peningkatan pencapaian hasil belajar peserta didik, dimana hasil penilaian harus dapat memberikan umpan balik dan motivasi kepada peserta didik untuk lebih giat belajar. b. Terbuka atau transparan, artinya bahwa prosedur penilaian,

kriteria penilaian ataupun dasar pengambilan keputusan harus disampaikan secara transparan dan diketahui oleh pihak-pihak terkait secara obyektif.

c. Menyeluruh, artinya penilaian hasil belajar yang dilakukan harus meliputi berbagai aspek kompetensi yang akan dinilai yang terdiri dari ranah pengetahuan kognitif, keterampilan

(2)

psikomotor, sikap, dan nilai afektif yang direfleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak.

d. Terpadu dengan pembelajaran, artinya bahwa dalam melakukan penilaian kegiatan pembelajaran harus mempertimbangkan kognitif, afektif, dan psikomotor, sehingga penilaian tidak hanya dilakukan setelah siswa menyelesaikan pokok bahasan tertentu, tetapi juga dalam proses pembelajaran.

e. Obyektif, artinya proses penilaian yang dilakukan harus meminimalkan pengaruh-pengaruh atau pertimbangan subyektif dari penilai.

f. Sistematis, yaitu penilaian harus dilakukan secara terencana dan bertahap serta berkelanjutan untuk dapat memperoleh gambaran tentang perkembangan belajar siswa.

g. Berkesinambungan, yaitu evaluasi harus dilakukan secara terus menerus sepanjang rentang waktu pembelajaran. h. Adil, mengandung pengertian bahwa dalam proses

penilaian tidak ada siswa yang diuntungkan atau dirugikan berdasarkan latar belakang sosial ekonomi, agama, budaya, bahasa, suku bangsa, warna kulit, dan gender.

i. Akuntabilitas

Sejauh mana keberhasilan progam pengajaran perlu disampaikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan dengan pendidikan sebagai laporan pertanggung jawaban. Pihak-pihak yang termasuk adalah orang tua, masyarakat sekitar, dan lembaga pendidikan sendiri. Pihak ini perlu mengetahui keadaan kemajuan belajar siswa agar dapat dipertimbangkan pemanfaatannya.2

j. Valid

(3)

Evaluasi dapat dikatan benar apabila test yang digunakan dapat memberikan keterangan atau gambaran tentang apa yang diinginkan. Misal apa bila untuk mengetahui psikomotorik peserta didik, maka test harus menggunakan pertanyaan-pertanyaan yang bersifat psikomotorik.3

C. Tujuan Penilaian

1. Penilaian bertujuan untuk mengetahui potensi seorang murid sampai dimanakah pontensi anak tersebut.

2. Penilaian untuk mengetahui sampai dimanakah anak dapat mencapai berbagai macam pelajaan.

3. Penilaian bertujuan untuk mengetahui letak kelemahan-kelemahan atau kesulitan-kesulitan yang dialami oleh murid. Bahkan kesulitan yang bersifat umum maupun yang berisfat khusu (Individu). Dengan mengetahui kesulitan-kesulitan tersebut seorang guru lebih mudah dalam memberikan bantuan kepada peserta didik.4

D. Teknik Instrumen Penilaian

a) Teknik Penilaian

1. Penilaian hasil belajar oleh pendidik menggunakan berbagai teknik penilaian berupa tes, observasi, penugasan perseorangan atau kelompok, dan bentuk lain yang sesuai dengan karakteristik kompetensi dan tingkat perkembangan peserta didik.

2. Teknik tes berupa tes tertulis, tes lisan, dan tes praktik atau tes kinerja.

3. Teknik observasi atau pengamatan dilakukan selama pembelajaran berlangsung dan/atau di luar kegiatan pembelajaran.

4. Teknik penugasan baik perseorangan maupun kelompok dapat berbentuk tugas rumah dan/atau proyek.

(4)

b) Instrumen Penilaian

1. Instrumen penilaian hasil belajar yang digunakan pendidik memenuhi persyaratan (a) substansi, adalah merepresentasikan kompetensi yang dinilai, (b) konstruksi, adalah memenuhi persyaratan teknis sesuai dengan bentuk instrumen yang digunakan, dan (c) bahasa, adalah menggunakan bahasa yang baik dan benar serta komunikatif sesuai dengan taraf perkembangan peserta didik.

2. Instrumen penilaian yang digunakan oleh satuan pendidikan dalam bentuk ujian sekolah/madrasah memenuhi persyaratan substansi, konstruksi, dan bahasa, serta memiliki bukti validitas empirik.

3. Instrumen penilaian yang digunakan oleh pemerintah dalam bentuk UN memenuhi persyaratan substansi, konstruksi, bahasa, dan memiliki bukti validitas empirik serta menghasilkan skor yang dapat diperbandingkan antar sekolah, antar daerah, dan antar tahun.

E. Mekanisme dan Prosedur Penilaian

Kegiatan hasil belajar pada hakikatnya merupakan kegiatan untuk mengukur perubahan perilaku siswa. Standar nasional pendidikan mengungkapkan bahwa penilaian hasil belajar oleh peserta didik dilakukan secara berkesinambungan untuk memantau proses, kemajuan, dan perbaikan hasil dalam bentuk ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, dan ulangan kenaikan kelas.

a) Mekanisme Penilaian 1. Ulangan Harian

(5)

Ulangan harian minimal dilakuakan tiga kali dalam setiap semester. Untuk mengetahui kelulusan siswa dalam menempuh KD peserta pendidik harus menentukan KKM.5

2. Ulangan Tengah Semester

Ulangan tengah semester dilakukan setelah pembelajaran mencapai beberapa standar kompetensi tertentu. Soal UTS terdiri dari seperangkat soal yang harus dijawab oleh peserta didik mengenai materi standard kompetensi dasar yang telah dibahas dalam setengah semester pertama. UTS dilakukan satu kali dalam satu semester, namun ada guru yang tidak melaksanakannya, cukup dengan ulangan harian, atau tugas.

3. Ulangan Akhir Semester

Ulangan akhir semester sering disebut juga ulangan umum, dengan bahan yang diujikan sebagai berikut:

1) Ulanga akhir semester pertama soalnya diambil dari materi standar, standar kompetensi, dan kompetensi dasar semester pertama.

2) Ulangan akhir semester kedua soalnya merupakan gabungan dari maeri standar, standar kompetensi, kompetensi dasar semester pertama dan kedua dengan penekanan pada materi standar, standar kompetensi, dan kompetensi dasar semester kedua. 4. Ulangan Kenaikan Kelas

Ulangan kenaikan kelas dilakukan pada akhir semester genap. Ulangan kenaikan kelas sama dengan ujian akhir semester genap dengan materi standar, standar kompetensi, dan kompetensi dasar yang diujikan merupakan gabungan materi standar, standar kompetensi, dan kompetensi dasar semester ganjil dan genap dengan penekanan pada materi

(6)

standar, standar kompetensi, dan kompetnsi dasar semester genap.

Ulangan kelas dilakukan untuk menentukan peserta didik yang berhak pindah atau naik ke kelas yang berada di atasnya. Sedangkan ulangan kenaikan kelas yang dilakukan pada semester genap terakhir merupakan ulangan untuk menentukn kelulusan.

Penialaian hasil belajar yang mencakup ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, dan ulangan kenaikan kelas sebagaimana yang diuraikan di atas harus dilakukan secara menyeluruh, mencakup aspek pengatahuan, keterampilan, dan nilai, serta sikap peserta didik secara proposional. Untuk itu guru harus mengembangkan kisi-kisi penilaian yang lengkap agar mencakup seluruh standar kompetensi dan kompetensi dasar dengan seluruh aspeknya.

5. Program Pengayaan dan Remidial

Program ini merupakan pelemgkap dan penjabaran dari ulangan harian, tengah semester dan akhir semester. Tujuan dari remedial ini untuk mengetahui ketuntasan belajar siswa pada setiap evaluasi yang diberikan oleh guru. Siswa dapat dikatakan tuntas bila dapat mencapai tujuan pembelajaran minimal 65 %. Maka siswa yang mendapat kesulitan untuk mencapai tujuan pembelajaran perlu diadakan remedial.6

b) Prosedur Penilaian

1. Penilaian ditujukan untuk mengukur pencapaian kompetensi. Untuk itu harus dipahami bahwa proses penilaian merupakan bagian integral dari kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh pendidik untuk mengetahui tingkat pencapaian standar kompetensi lulusan.

(7)

2. Penilaian menggunakan acuan kriteria, yakni keputusan diambil berdasar apa yang seharusnya dapat dilakukan oleh peserta didik setelah mengikuti proses pembelajaran. Sesuai dengan penerapan dari kurikulum yang berbasis kompetensi, penilaian yang dilakukan harus didasarkan pada acuan kriterium, yaitu membandingkan hasil yang telah dicapai peserta didik dengan kriteria yang telah ditetapkan.

3. Penilaian dilakukan secara keseluruhan dan berkelanjutan. Penilaian oleh pendidik, bukan merupakan bagian terpisah dari proses pembelajaran, sehingga proses penilaian dilakukan sepanjang rentang proses pembelajaran. Apabila peserta didik telah mencapai standar maka dapat dinyatakan lulus dalam mata pelajaran tertentu, tetapi bila belum mencapai standar maka harus mengikuti pengajaran remidi sampai dapat mencapai standar kompetensi minimal yang dipersyaratkan.

4. Hasil penilaian digunakan untuk menentukan tindak lanjut; tindakan lanjutan dari penilaian dapat berupa perbaikan proses pembelajaran, program remidi bagi peserta didik yang tingkat pencapaian hasil belajarnya berada di bawah kriteria ketuntasan dan program pengayaan bagi peserta didik yang telah mencapai kriteria ketuntasan.

5. Penilaian harus sesuai dengan pengalaman belajar yang ditempuh dengan proses pembalajaran. Hal ini terkait erat dengan pemahaman bahwa penilaian tidak dipisahkan dari kegiatan pembelajaran secara keseluruhan.

(8)

Penilaian hasil belajar oleh pendidik dilakukan secara berkesinambungan, bertujuan untuk memantau proses dan kemajuan belajar peserta didik serta untuk meningkatkan efektivitas kegiatan pembelajaran. Penilaian tersebut meliputi kegiatan sebagai berikut:

1. menginformasikan silabus mata pelajaran yang di dalamnya memuat rancangan dan kriteria penilaian pada awal semester, mengembangkan indikator pencapaian KD dan memilih teknik penilaian yang sesuai pada saat menyusun silabus mata pelajaran. 2. mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian sesuai dengan

bentuk dan teknik penilaian yang dipilih. Melaksanakan tes, pengamatan, penugasan, dan/atau bentuk lain yang diperlukan. 3. mengolah hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar

dan kesulitan belajar peserta didik, dan mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan peserta didik disertai komentar yang mendidik.

4. memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran, dan melaporkan hasil penilaian mata pelajaran pada setiap akhir semester kepada pimpinan satuan pendidikan dalam bentuk satu nilai prestasi belajar peserta didik disertai deskripsi singkat sebagai cerminan kompetensi utuh.

5. melaporkan hasil penilaian akhlak kepada guru Pendidikan Agama dan hasil penilaian kepribadian kepada guru Pendidikan Kewarganegaraan sebagai informasi untuk menentukan nilai akhir semester akhlak dan kepribadian peserta didik dengan kategori sangat baik, baik, atau kurang baik.7

G. Penilaian Oleh Satuan Pendidikan

(9)

Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan dilakukan untuk menilai pencapaian kompetensi peserta didik pada semua mata pelajaran. Penilaian tersebut meliputi kegiatan sebagai berikut:

1. Menentukan KKM setiap mata pelajaran dengan memperhatikan karakteristik peserta didik, karakteristik mata pelajaran, dan kondisi satuan pendidikan melalui rapat dewan pendidik.

2. mengkoordinasikan ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, dan ulangan kenaikan kelas. Serta menentukan kriteria kenaikan kelas bagi satuan pendidikan yang menggunakan sistem paket melalui rapat dewan pendidik.

3. menentukan kriteria program pembelajaran bagi satuan pendidikan yang menggunakan sistem kredit semester melalui rapat dewan pendidik, dan menentukan nilai akhir kelompok mata pelajaran estetika dan kelompok mata pelajaran pendidikan jasmani, olah raga dan kesehatan melalui rapat dewan pendidik dengan mempertimbangkan hasil penilaian oleh pendidik

4. menentukan nilai akhir kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia dan kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dilakukan melalui rapat dewan pendidik dengan mempertimbangkan hasil penilaian oleh pendidik dan nilai hasil ujian sekolah/madrasah.

5. melaporkan hasil penilaian mata pelajaran untuk semua kelompok mata pelajaran pada setiap akhir semester kepada orang tua/wali peserta didik dalam bentuk buku laporan pendidikan, serta melaporkan pencapaian hasil belajar tingkat satuan pendidikan kepada dinas pendidikan kabupaten/kota.

(10)

kewarganegaraan dan kepribadian; kelompok mata pelajaran estetika; dan kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga, dan kesehatan. (c). lulus ujian sekolah/madrasah. (d). lulus UN.8

H. Penilaian Oleh Pemerintah

1. Penilaian hasil belajar oleh pemerintah dilakukan dalam bentuk UN yang bertujuan untuk menilai pencapaian kompetensi lulusan secara nasional pada mata pelajaran tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi.

2. UN didukung oleh suatu sistem yang menjamin mutu dan kerahasiaan soal serta pelaksanaan yang aman, jujur, dan adil. 3. Dalam rangka penggunaan hasil UN untuk pemetaan mutu

program dan/atau satuan pendidikan, Pemerintah menganalisis dan membuat peta daya serap berdasarkan hasil UN dan menyampaikan ke pihak yang berkepentingan

4. Hasil UN menjadi salah satu pertimbangan dalam pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan.

5. Hasil UN digunakan sebagai salah satu pertimbangan dalam menentukan kelulusan peserta didik pada seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya.

6. Hasil UN digunakan sebagai salah satu penentu kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan yang kriteria kelulusannya ditetapkan setiap tahun oleh Menteri berdasarkan rekomendasi BSNP.9

Referensi

Dokumen terkait

Dari sembilan macam kegiatan penilaian hasil belajar oleh pendidik maka yang termasuk kegiatan pelaporan hasil penilaian ada dua macam yaitu: (1) melaporkan hasil penilaian

Menurut ketentuan Standar Penilaian Pendidikan pada Permendiknas Nomor 20/2007 bagian E.8 (Penilaian oleh Pendidik), yang dikuatkan oleh bagian D.13 (Mekanisme dan Prosedur

Semarang. Standar penilaian pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan mekanisme, prosedur, dan instrumen penilaian hasil belajar peserta

Dalam konteks penilaian hasil belajar, depdiknas ( 2003 ) mengemukakan prinsip-prinsip umum penilaian adalah mengukur hasil-hasil belajar yang telah ditentukan dengan jelas dan

Berdasarkan best subset regression diperoleh hasil untuk memprediksi Akrditasi SMA/SMK di Kabupaten Minahasa Tenggara berdasarkan Standar Nasional Pendidikan

1) Standar penilaian pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan mekanisme, prosedur, dan instrumen penilaian hasil belajar peserta didik.

Dari 9 macam kegiatan penilaian hasil belajar oleh pendidik maka yang termasuk kegiatan pelaporan hasil penilaian ada 2 macam yaitu: (1) melaporkan hasil

Kegiatan penilaian hasil belajar di madrasah meliputi; 1 penilaian harian PH yaitu penilaian yang dilakukan untuk mengukur capaian kompetensi peserta didik setelah menyelesaikan satu