• Tidak ada hasil yang ditemukan

Konstruksi Identitas Personal Capres 201 (1)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Konstruksi Identitas Personal Capres 201 (1)"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

KONSTRUKSI IDENTITAS PERSONAL

KANDIDAT CAPRES 2014 (Analisis Framing Pemberitaan Teks di

situs“tvonenews.tv”dan“vivanews.com” Periode Juli 2013 terhadap Identitas

Personal Aburizal Bakrie)

Lidya Oktavia Pratiwi 105120201121013

ABSTRAK

Media massa erat hubungannya dengan komunikasi politik. Media massa cenderung digunakan oleh elit politik untuk mencari dukungan. Media Massa memiliki kekuatan untuk mengarahkan pemikiran masyrakat menuju apa yang media pikirkan melalui pemberitaannya. Melihat kenyataan itu, seharusnya media massa bersifat netral dalam memberitakan suatu hal.

Namun opini tersebut berbanding terbalik dengan fakta. Munculnya konglomerasi media membuat berita yang disajikan pada media massa turut serta membawa suatu kepentingan. Sebagai contoh: Salah satu pengusaha yang juga merupakan politisi Partai Golkar yang dikenal sebagai ARB memiliki beberapa media baik elektronik maupun online. ARB turut serta menggunakan jaringan media yang dimilikinya baik elektronik maupun online yang menggunakan teknologi lebih canggih untuk membentuk identitas personalnya sebagai sosok calon pemimpin yang ideal. Penelitian ini berusaha melihat serta membandingkan nilai keobjektivitasan berita dan bagaimana berita mengenai ARB disajikan pada media yang online yang konvesional (berasal dari televisi) yaitu tvonenews.tv dan media Non konvensional yaitu viva.co.id.

Penelitian ini menggunakan jenis kualitatif deskriptif dengan tujuan

memaparkan bagaimana media

mengkonstruksi realitas sosial khususnya identitas personal seorang tokoh melalui pemberitaannya. Dengan pendekatan framing yang menganalisis unsur-unsur yang ditonjolkan pada pemberitaan sehingga mampu membentuk identitas personal seorang tokoh. Dari penelitian ini, ditemukan fakta bahwa baik media konvesional tv maupun independent cenderung memiliki tone positif dalam memberitakan ARB. Khususnya media konvensional tv, tone positif mengenai sosok ARB gencar ditayangkan baik berupa foto, teks berita maupun video.

Kata Kunci : Media Massa, Konglomerasi Media, Framing media, Konstruksi Identitas Personal

Pendahuluan

(2)

pikirkan. Analisis framing merupakan salah satu alternatif model analisis yang dapat mengungkap rahasia dibalik sebuah perbedaaan bahkan pertentangan media dalam mengungkapkan fakta. Analisis framing dipakai untuk mengetahui bagaimana realitas dibingkai oleh media. Selain itu, framing ini disebut juga sebagai second level of agenda-setting sehingga membuat berita tidak lagi jadi apa tapi lebih kepada bagaimana berita tersebut dibentuk khususnya untuk membangun identitas personal seorang tokoh. Keterkaitan antara framing dan agenda setting dalam

Daerah. Hal ini mampu membuat berbagai

(3)

identitas personalnya sebagai kandidat calon presiden. Berdasarkan riset yang sebelumnya sudah dilakukan mengenai Dampak Dari Konglomerasi Media Massa Di Indonesia Terhadap Opini Dan Perilaku Khalayak, membuktikan bahwa Sebagian besar dari mereka selain menjalankan bisnis media massa, tidak sedikit juga yang menguasai bisnis lainnya dengan menggunakan media massa sebagai alat promosi ataupun pembentuk citra dan opini dari bisnis mereka lainnya.

Media pemberitaan viva.co.id dan tvonenews.tv merupakan media yang dimiliki oleh ARB yang menunjang pembentukan identitas personal ARB sebagai sosok pemimpin yang ideal melalui pemberitaannya. Keunggulan media online yang bisa diakses kapanpun dan dimanapun membuat media ini turut digunakan untuk mengkonstruksi identitas personal ARB. Melihat karakteristik media online jika dibandingkan dengan media tradisional seperti koran, membuat framing pemberitaan memiliki perbedaan serta keunikan. fenomena penggunaan media massa untuk mengkonstruksi identitas personal seorang tokoh politik membuat peneliti mengangkat tema penelitian mengenai Konstruksi Identitas Personal Kandidat Capres 2014 (Analisis Framing Pemberitaan Teks di Situs “TvOnenews.tv” dan “viva.co.id” Periode 1 sampai dengan 31 Juli 2013 terhadap Identitas Personal Aburizal Bakrie). Hal ini mengkaji secara mendalam bagaimana terjadinya pembentukan isu yang ada di masyarakat sampai kepada pembentukan frame terhadap tokoh-tokoh tersebut melalui media yang mereka miliki khususnya ARB yang selama bulan Juli berusaha membentuk identitas personalnya di masyarakat.

Penelitian ini memiliki manfaat yaitu manfaat akademis yaitu memberikan

pemahaman lebih mendalam mengenai bagaimana terbentuknya teks media dengan kesengajaan, terutama oleh institusi pembuat berita terkait kepentingan pemilik media. Selain itu, di sisi praktis penelitian ini bermanfaat sebagai tolak ukur untuk mengetahui keobjektivitasan pembuatan berita terhadap kepentingan pemilik media tersebut.

Pembahasan

Viva.co.id dan Varian Pembentukan Opini Positif tentang ARB

(4)

headline, judul berita, pemilihan kata pada badan berita maupun kalimat penegas melalui kutipan maupun wawancara tokoh dalam berita.

TvOnenews.tv dan Varian Pembentukan Opini Positif tentang ARB

TvOnenews.tv merupakan salah satu media online yang dilengkapi dengan teknologi streaming yang dapat digunakan oleh audience untuk menyaksikan kembali segala tayangan yang pernah tayang di TvOne. TvOne sebelumnya merupakan stasiun televisi bernama “Lativi” yang dimiliki oleh mantan Menaker era Soeharto, Abdul Latief yang juga pemilik Pasaraya Sarinah. Pada saat itu, konsep penyusunan acaranya adalah banyak menonjolkan masalah yang berbau klenik, erotisme, berita kriminalitas dan beberapa hiburan ringan lainnya. Sejak tahun 2006, sebagian sahamnya juga dimiliki oleh Grup Bakrie yang juga memiliki stasiun televisi antv. Sejak kepemilikiannya berganti, komposisi 70 persen berita, sisanya gabungan program olahraga dan hiburan. Kemajuan yang tidak dimiliki oleh Lativi sebelumnya merubah bentuk pemberitaan pada saluran streaming ini lebih seperti video dengan durasi tertentu layaknya tayangan yang pernah tayang sebelumnya di TvOne, dengan efek audio visual membuat pengakses lebih mudah mengikuti berbagai hal yang disediakan. Beberapa pemberitaan mengenai ARB pada saluran streaming ini ditayangkan secara terang-terangan, jika dibandingkan dengan viva.co.id, saluran streaming ini merupakan “televisi kedua” jika diakses. Segala pesan disampaikan secara langsung, dengan efek audiovisual yang mendukung, saluran ini dianggap lebih memiliki pengaruh dalam pembentukan opini mengenai sosok ARB.

Bentuknya yang seperti televisi, dengan dukungan audiovisual membuat framing

yang ditujukkan kepada audience lebih memiliki pengaruh dibandingkan dengan sekedar membaca teks.Audiovisual berfungsi menambah kesan seakan audience yang mendengarkan pemberitaan tersebut turut berpartisipasi pada kegiatan bersangkutan sehingga opini positif mengenai sosok ARB lebih cepat terbentuk.

Perbandingan Isi Pemberitaan ARB pada Media Online Viva.co.id dan TvOnenews.tv dalam memberitakaan sosok ARB

Berdasarkan penjabaran pada

sub.bab sebelumnya, adapun analisis

perbedaan pemberitaan ARB pada situs-situs

(5)

No Media online PRO ARB Netral Kontra ARB

1 tvonenews.tv tanjung Pasir TangerangARB Kunjungi Warga

Yayasan ARB Bantu Korban Banjir Pluit ARB Dengarkan Curhat

Nelayan ARB Temui Pengusaha

Kecil di Bangkalan Madura

ARB Berdialog Dengan Pelaku UKM di

Samarinda ARB Ajak Masyarakat

Jaga Perdamaian

Total 5 berita pro ARB 0 Netral 0 Kontra

2 viva.co.id

ARB: Kader Golkar Jangan Terlena

Angka Survei (“Jangan terlena

survei yang menempatkan Golkar

di urutan atas.”) Blusukan ke Pasar

Cilegon, ARB 'Panen' Keluhan (“Pedagang

mengeluh harga melonjak pasca kenaikan

BBM.”) 134 Perguruan Silat Banten Dukung ARB ("Jangan minder dengan bangsa lain. Silat kita tak

kalah baik.") Blusukan ke Pasar Cilegon, ARB 'Panen'

Keluhan (“Pedagang mengeluh harga melonjak pasca kenaikan

BBM.”)

ARB: Agar Tak Ganggu Pasar Tradisional, Supermarket Perlu Diatur(“Keberadaan pasar modern itu cukup

(6)

ARB: Elit Politik Perlu Perkuat Silaturahmi ("Silaturahmi politik, biar jangan berantem

terus,")

ARB: Islam Agama Jalan Tengah yang

Toleran ("Islam mengajarkan keseimbangan hidup

di dunia dan akhirat.")

Total

ARB Tak Mau Calon Wakil Presiden yang

Liberal (“ARB menyatakan visinya negara kesejahteraan, tak

cocok dengan liberal.”)

6 Berita Pro ARB 2 Berita Netral 0 Kontra ARB

Sumber : http://www.viva.co.id dan http://tvonenews.tv

Tabel 5. Nilai Objektivitas Berita

Berdasarkan pengelompokan berita diatas, peneliti menemukan kecenderungan pemberitaan yang ada pada viva.co.id maupun tvonenews.tv merupakan pemberitaan yang mendukung ARB. Dengan kata lain pembuatan berita pada kedua situs ini cenderung melibatkan emosi dan subjektifitas pembuat berita yang membawa kepentingan ARB selaku pemilik, khususnya dalam pembentukan identitasnya sebagai calon pemimpin

Hal tersebut relevan terhadap teori Agenda Setting yang telah dijelaskan pada bab 2, yang mana media mengarahkan pemikiran publik menuju apa yang media pikirkan. Dalam penelitian ini, ARB meruapakan aktor utama dalam pemberitaan sehingga kedua media online ini berusaha

mengarahkan pemikiran masyarakat menuju apa yang media gambarkan dalam berita.

Penjabaran yang sebelumnya telah dilakukan menghasilkan fakta bahwa tone pemberitaan pada kedua situs ini mengarahkan pemikiran masyarakat menuju sosok ARB sebagai tokoh yang baik, dicintai masyarakatnya, dihormati dan sebagainya.

kecenderungan pemberitaan yang muncul di viva.co.id dan TvOnenews.tv antara lain sebagai berikut:

(7)

bahwa TvOne merupakan saluran televisi yang memiliki banyak data yang lengkap mengenai berbagai pemberitaan tak terkecuali mengenai kegiatan ARB untuk keperluan Pemilu 2014. Teknologi streaming yang digunakan untuk memudahkan masyarakat mengakses pemberitaan yang sama tanpa batas waktu membuat framing banyak ditemukan. Berbagai pemberitaan mengenai kegiatan ARB dimunculkan dengan visualisasi beragam, dengan bentuk dan gerak serta suara yang mampu membuat penonton atau penikmat berita seakan mengikuti langsung kegiatan tersebut. Sedangkan viva.co.id merupakan salah satu portal online pemberitaan layaknya Koran yang bisa diakses kapanpun dimanapun dengan tingkat up grade cepat, namun kesulitannya adalah kebanyakan masyarakat kurang memahami maksud yang disampaikan pembuat berita terlebih setiap menitnya selalu muncul berita baru dengan tema yang sama. Jika tidak pembentukan identitas personal ARB sebagai calon pemimpin. Bentuk skrip pada situs ini berupa teks dengan unsur 5W+1H sehingga penyampaian maksud kepada pembaca cenderung menggunakan penegas berupa kalimat implisit yang mengarah pada kepentingan pemilik. Sedangkan pada TvOnenews.tv penyamapaian pesan kepada audience cenderung terang-terangan mengenai sosok ARB beserta kegiatannya. Foto maupun tayangan bergerak secara masyarakat dengan kegiatan-kegiatan yang dilakukan tokoh bersangkutan.

Berdasarkan perbedaan yang sebelumnya telah dianalisis, media yang telah disebutkan memiliki perbedaan menurut Model Pan dan Kosicki antara lain sebagai berikut:

(8)

maupun implisit dari

Berita yang dibuat pada media online yang dimiliki ARB cenderung memihak pada kepentingan pemilik dalam rangka pembentukan identitas personal ARB sebagai calon pemimpin yang ideal. Hal tersebut sejalan dengan konsep konstruksi pada pemberitaan, sebagaimana dijelaskan oleh Wahid (2010, h.35) sebagai berikut:

Berita dipandang sebagai hasil konstruksi dari realitas sehingga sangat potensial terjadi peristiwa sama yang dikonstruksi secara berbeda oleh beberapa media massa. Wartawan atau jurnalis bisa jadi mempunyai pandangan dan konsepsi yang berbeda ketika melihat suatu peristiwa yang terwujud dalam teks berita. Hal tersebut tergantung dari kepentingan wartawan ataupun media itu sendiri.

Berdasarkan hal tersebut peneliti membandingkan teori yang ada diatas dengan kenyataan berupa berita yang dimuat pada situs terkait. Jurnalis atau pembuat berita cenderung menggambarkan sisi positif ARB sebagai pemilik media. Kesubjektivitasan pembuat berita didasari oleh kepentingan ARB selaku pemilik yang mencalonkan diri sebagai presiden pada pemilu 2014. Kecenderungan penggunaan media massa sebagai sarana komunikasi

politik oleh elit-elit politik karena media massa memiliki kemampuan untuk mengarahkan agenda publik menuju hal yang dianggap penting oleh media. Hal tersebut telah dijelaskan sebelumnya melalui teori Agenda Setting.

Secara lebih lanjut, teori Agenda Setting dikembangkan menjadi suatu konsep yang membuat media massa lebih perkasa dalam mengkonstruksi fakta. Menonjolkan beberapa sisi, menggunakan bahasa tertentu membuat jurnalis atau pembuat berita mampu menggiring interpretasi khalayak sesuai perspektifnya. Konsep ini lebih dikenal sebagai framing. Selain itu, konsep ini juga mampu membentuk suatu bagian dalam berita menjadi realitas yang menonjol dan lebih mudah dikenal.

Penggunaan internet kini yang cukup besar di masyarakat Indonesia merupakan “arena” yang bisa dimanfaatkan oleh pemilik media untuk mempublikasikan seputar dirinya kepada masyarakat. Dengan kecanggihan serta kelebihan internet dibanding media lain, membuat media online ini mendapat tempat tersendiri di masyarakat. Seperti penegasan Hamad (2004, h.27) pada pembahasan sebelumnya antara lain:

(9)

Berdasarkan hal tersebut, banyak kalangan politik yang pada akhirnya menggunakan media online yang mereka miliki untuk menarik simpati dan mencari dukungan masyarakat dengan mempublikasikan kegiatannya melalui pemberitaan yang dimuat di media tersebut. Dengan fasilitas yang disediakan oleh media tersebut, jurnalis bisa menjadi “tangan kanan” pemilik ketika meng-upload berita bersangkutan serta bisa mengetahaui respon masyarakat yang telah menikmati berita tersebut melalui fasilaitas yang telah disediakan.

Berdasarkan hal tersebut, ditemui fakta bahwa media online yang dimiliki oleh pemilik merupakan “surga” karena media tersebut digunakan sesuka hati khususnya bagi pemilik media dalam rangka menyalurkan kepentingan politik khususnya pembentukan identitas personal di hadapan masyarakat melalui pemberitaannya. Hal ini turut membuktikan kutipan Cangara (2009, h.374) antara lain.

Fenomena baru dalam

pembentukan opini publik dimana tokoh-tokoh politik menjadikan dirinya selayaknya selebritis yang berusaha dikenal melalui media. Dengan adanya kedekatan dengan wartawan, maka pemberitaan mengenai dirinya dapat dikonstruksi sedemikian rupa yang pada akhirnya berpengaruh kepada identitas personal dan popularitasnya di hadapan masyarakat. Bagi politisi cerdas, mereka berusaha mengeksploitasi media dengan statement atau argumentasi yang menarik perhatian masyarakat selayaknya selebritis yang memperebutkan citra.

Secara garis besar perbandingan isi pemberitaan terhadap nilai objektivitas berita pada kedua situs tersebut yang dapat

ditemukan oleh peneliti adalah sebagai berikut:

1. Jika dibandingkan dari sisi pembuatan berita oleh jurnalis yang membawa kepentingan pemilik media, tvonenews.tv cenderung subjektif dalam memberitakan ARB dibandingkan viva.co.id. konsep yang diusung dalam pembuatan berita cenderung disesuaikan dengan kepentingan pemiliknya khususnya pada masa kampanye. Beberapa hal seperti isi dan fakta pada mulanya diseleksi sehingga makna tertentu yang ditonjolkan mampu menggiring perspektif khalayak menuju apa yang media tersebut pikirkan. Cara pandang penulis berita merupakan hal utama, yang mana dia (penulis) dengan perspektifnya berusaha mengolah suatu isu yang muncul, menghadirkan ke masyarakat dengan pemaknaan serta penonjolan beberapa hal dalam isu tersebut sehingga masyarakat bersimpati pada subyek yang diberitakan. TvOnenews.tv merupakan “saluran kedua” setelah TvOne yang digunakan untuk menyalurkan kepentingan politik ARB. Mendapat dukungan data langsung dari televisi, membuat situs ini menjadi saluran “pembentuk citra” bagi pemilik yang bisa diakses dimanapun dan kapanpun oleh masyarakat luas. Dengan keunggulan dari sisi audiovisual, membuat tvonenews.tv menjadi saluran yang meninggalkan makna lebih dalam di pemikiran khalayak ketika mengkonstruksi berita dibandingkan dengan viva.co.id.

(10)

menemukan salah satu pemberitaan yang bersifat netral ketika memberitakan ARB. Hal tersebut didasari oleh teori Agenda Setting dan konsep framing yang diusung oleh media massa dalam pembuatan berita. Seperti pendapat Mcombs dan Shaw (dalam Wirawan, 2008, h.2) menyatakan sebagai berikut:

Agenda Setting merupakan teori yang menyatakan bahwa media massa merupakan pusat penentu kebenaran dengan kemampuan media massa untuk mentransfer dua elemen yaitu kesadaran informasi ke dalam agenda public dengan mengarahkan kesadaran publik serta perhatiannya kepada isu-isu yang dianggap penting oleh media massa. Teori Agenda Setting bisa dilihat dari seringnya media massa memilihkan topik tertentu bagi pemirsa atau pembaca sehingga mereka menjadi akrab dengan topik tersebut dan dianggap penting.

Berdasarkan hal tersebut, pembuat berita membuat agenda sesuai dengan pandangannya. Pada kasus ini, jurnalis tvonenews.tv cenderung mengagendakan berita positif mengenai ARB. Mengarahkan topik menjadi sesuatu yang penting bagi masyarakat mengenai ARB sebagai calon Presiden. Sedangkan pada viva.co.id agenda diarahkan sesuai kepentingan pemilik namun tanpa melupakan nilai objektivitas berita tersebut. Selain itu pula, konsep framing yang diusung oleh media massa membantu menonjolkan bagian-bagian tertentu dalam berita sehingga khalayak lebih mengingatnya.

3. Dari sisi penyampaian maksud dan pesan dalam berita, terdapat perbedaan diantara kedua situs ini. Viva.co.id selaku media online yang dimiliki ARB cenderung

menggunakan bahasa halus dengan

menyisipkan makna mendalam.

Penyampaian maksud berita dilakukan secara implisit. Sedangkan pada tvonenews.tv bahasa yang digunakan cenderung bahasa ringan yang digunakan sehari-hari. Disampaikan secara langsung melalui wawancara, karena dilengkapi oleh fasilitas streaming sehingga masyarakat bisa mengakses layaknya televisi. Hal tersebut dianggap mampu meninggalkan kesan lebih mendalam pada penikmat berita.

Refleksi Identitas Personal ARB Pada Pemberitaan di situs viva.co.id dan tvonenews.tv.

Aburizal Bakrie atau yang lebih dikenal dengan ARB merupakan salah satu pebisnis sekaligus politikus di Indonesia. Sebagai pebisnis yang dikenal cukup sukses, ARB juga merupakan salah seorang pemilik media elektronik yaitu ANTV dan TvOne serta media online yaitu tvonenews.tv dan viva.co.id. Merupakan hal yang wajar di Indonesia mengenai konglomerasi media, yang mana media massa turut serta membawa kepentingan dari pemilik, baik kepentingan bisnis maupun politik. Penjabaran mengenai pemilik media yang menjadi aktor utama dalam pemberitaan membuat setiap berita dibentuk sedemikian rupa sesuai kepentingan pemilik.

(11)

contoh pada kedua situs yang dimilikinya, peneliti menemukan tone positif terhadap identitas personal ARB sebagai tokoh politik. Pemberitaan yang ada mengarahkan masyarakat untuk beropini positif terhadap segala kegiatan yang dilakukan oleh ARB dalam rangka memenuhi kebutuhan rakyat.

Pembuatan berita pada media massa pada dasarnya memiliki dua type, sebagaimana dikutip dalam Louw (2007, h.125) yang menyatakan bahwa media massa memiliki dua wajah dalam rangka membentuk suatu pemberitaan. Turut serta dijelaskan bahwa tipe wajah media massa berupa “face” dan ”mask”. Face merupakan bentukan berita yang menggambarkan personality tokoh yang diberitakan, sedangkan mask merupakan berita yang dibuat oleh media massa untuk membentuk jati diri tokoh bersangkutan sesuai dengan apa yang media harapkan, bisa melalui aksi tokoh, argumen atau hal-hal yang seakan menggambarkan jati diri tokoh tersebut.

Berdasarkan hal tersebut, peneliti menemukan kecendurangan tipe mask pada pemberitaan yang ada pada kedua situs online yang dimiliki oleh ARB. Berita diarahkan melalui aksi-aksi yang dilakukan oleh ARB kepada masyarakat. Secara tidak langsung, media membentuk identitas personal ARB menjadi tokoh yang digambarkan ideal oleh media.

Kecenderungan tipe mask pada dasarnya memiliki bahaya tersembunyi. Jika media massa seharusnya merupakan wahana yang bersifat objektif dan netral dalam memberitakan, namun karena adanya kepentingan pemilik maka hal tersebut jelas berpengaruh pada pemberitaan yang disajikan pada media bersangkutan.

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Berdasarkan penjabaran dan analisis yang telah dijelaskan sebelumnya, peneliti menyimpulkan antara lain sebagai berikut: 1. Meskipun kedua media yang dimiliki ARB cenderung memberitakan positif mengenai sosoknya, namun media ini memiliki keunikan dan perbedaan dalam memberitakan. Melalui viva.co.id frame yang dibentuk melalui teks berita dengan bahasa yang implisit membawa kepentingan ARB selaku pemilik. Bisa berbentuk kalimat penegas, kutipan wawancara atau bahkan pemilihan kata-kata bersifat memihak untuk mendukung retorik yang ada pada berita. Sedangkan melalui tvonenews.tv frame pemberitaan melalui keterangan disertai foto yang dijadikan penegas segala kegiatan ARB pada situs tersebut.

2. Keunikan sekaligus kelebihan lain dari media online ketika membingkai berita dibandingkan dengan media tradisional seperti koran, adalah pemberian feed back antara pengakses dan administrator yang bisa dilakukan secara cepat sehingga pada jangka panjangnya menciptakan kelompok diskusi pada situs tersebut. Dengan adanya pemberian feed back dalam bentuk komentar komentar menandakan pengakses secara tidak sadar sudah terbentuk persepsinya mengenai berita tersebut, atau dalam hal ini mengenai identitas personal ARB sebagai actor yang diberitakan.

(12)

televisi meskipun ditemukan beberapa berita yang bersifat netral terhadap identitas personal ARB tapi kecenderungannya membela kepentingan ARB.

4. Dilihat secara isi maupun bentuk dan konten berita sekalipun tone pemberitaannya memihak ARB tapi data disajikan secara berbeda. Pada viva.co.id konten berbentuk teks, dan teks dibedakan atas beberapa jenis subyek untuk menimbulkan kesan eksis bagi ARB yang selalu terlibat dalam segala bidang pemberitaan. Sedangkan tvonenews.tv secara konten dibedakan berdasarkan bentuk berita, yaitu foto berita, teks berita maupun video streaming.

5. Melalui pemberitaan yang dibuat oleh media online tersebut, mengagendakan pembentukan identitas personal ARB sebagai sosok pemimpin yang ideal bagi masyarakat. Terkait konglomerasi media yang terjadi di Indonesia, ARB merupakan salah satu pemilik media yang menjadi aktor utama dalam setiap pemberitaan sehingga tone yang muncul pada pemberitaannya cenderung memihak pada ARB.

Saran

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, adapun beberapa saran yang bisa diungkapkan antara lain sebagai berikut:

Akademis:

1. Penggunaan media diharapkan melihat dari sudut pandang media dengan kepemilikan yang berbeda sehingga dapat dilihat lebih signifikan mengenai bagaimana framing media tersebut dalam rangka pembentukan identitas personal tokoh dihadapan masyarakat.

2. Penggabungan dua atau bebrapa teori yang berbeda yang memiliki keterkaitan dalam analisisnya. Ketika muncul penelitian dengan teknik analisis yang serupa tapi berbeda teorinya maka hasil analisis

pemberitaan terhadap suatu hal atau tokoh menjadi lebih menarik untuk dikaji.

Praktis:

1. Pada penelitian selanjutnya, bisa dilakukan dengan menggunakan dua jenis media yaitu tradisional sehingga lebih menarik untuk diteliti dengan menunjukkan keunikan dari masing-masing media.

Daftar Pustaka

1. Cangara, David. 2009. Komunikasi Politik. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

2. Eriyanto, 2002. Analisis Framing, Konstruksi, Ideologi, dan Politik Media. Yogyakarta: LKiS.

3. Ghanem. 1997. Idealisme Media dan Politik Kepentingan. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

4. Hamad, Nur. 2004. Internet sebagai Media Komunikasi Politik. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

5. Nimo, Nn.. 1989. Jurnalism and Public Opinion. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

6. Sobur. 2006. Framing, Konstruksi, Ideologi, dan Politik Media. Jakarta: Remaja

(13)

Gambar

Tabel 5. Nilai Objektivitas Berita

Referensi

Dokumen terkait

Adanya perbedaan atas cakupan bahasan yang dikembangkan kedua media tersebut, yakni Koran Tempo dan Jawa Pos terhadap Insiden Monas 1 Juni 2008, menjadi dasar awal bagi peneliti