MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA RISALAH SIDANG PERKARA NOMOR 39/PUU-XIV/2016
Teks penuh
Dokumen terkait
Bahwa dalam Undang-Undang KUP ini tidak ada pasal yang mengatur mengenai kewajiban perpajakan bagi wajib pajak yang diterbitkan nomor pokok wajib pajak dan/atau dikukuhkan sebagai
Namun demikian, Pemerintah menyerahkan sepenuhnya kepada Yang Mulia Ketua Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi untuk mempertimbangkan dan menilainya, apakah Pemohon memiliki
Bahwa pengeluaran anggaran tersebut sangat jauh berbeda dengan kebijakan Pemohon selaku Pemerintah Daerah Kabupaten Gowa dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan terhadap
Bahwa Para Pemohon I, II, III, dan IV, V, VI, VII sebagai perorangan dan Pemohon VII sebagai badan hukum privat, secara konstitusional telah dirugikan pemenuhan
1) Bahwa Pemohon adalah perseorangan warga negara Indonesia yang telah diputus hubungan kerjanya oleh PT Sandi Putra Makmur. Pemohon merasa bahwa hak-hak
Ketua dan Majelis Hakim Konstitusi yang saya muliakan, apabila dilihat materi permohonan yang diajukan Pemohon, syarat yang diuji menimbulkan implikasi yang tidak sederhana
4) Pemerintah berpendapat bahwa kerugian konstitusional Pemohon yang dinyatakan dalam permohonan Pemohon adalah kerugian konstitusional yang tidak beralasan,
Dengan demikian, maka kami dalam arti kata Pemohon merasa dirugikan terhadap undang-undang tersebut karena dalam Undang- Undang Dasar Tahun 1945, dalam Pasal 1 ayat