Wah, Bank Dunia pangkas outlook ekonomi global!.
Kenaikan harga CPO masih berlanjut.
Pemerintah baru, bisnis gas RAJA makin meraja.
BTN akan terbitkan KIK EBA Rp 3 triliun.
DAILY RESEARCH
Statistics
Highlight
Opening Today Nikkei AORD
Change
Market Preview
A
ksi beli kembali berlanjut
terutama ditopang pemodal
lokal pada perdagangan kemarin
membuat IHSG berhasil bergerak
di atas 5200 ditutup di 5214,359
menguat
26
poin
(0,5%).
Pembelian
selektif
kembali
menyasar sejumlah saham sektoral
yang bergerak di otomotif, semen,
konsumsi,
dan
manufaktur.
Sedangkan tekanan jual kembali
m e l a n d a
s a h a m
s e k t o r
pertambangan dan perkebunan
menyusul harga minyak mentah
yang kembali melemah hingga di
bawah USD45/barel kemarin. Dari
kawasan, sentimen digerakkan
dengan data China setelah negara
tersebut pada Desember lalu
mencatatkan
surplus
neraca
perdagangan hingga USDUSD549,61 miliar di atas ekspektasi pasar USD48,9
miliar terutama dipicu kenaikan ekspor 9,7% (yoy) melampaui perkiraan naik
6% dan penurunan impor 2,4% (yoy) lebih kecil dari perkiraan turun 6,2%.
Sementara Wall Street tadi malam bergerak fluktuatif namun ditutup di
teritori negatif. Indeks DJIA setelah menguat 1,4% pada sesi awal akhirnya
ditutup melemah 27 poin (0,15%) di 17613,68. Indeks S&P setelah naik turun
45 poin akhirnya ditutup koreksi 5 poin (0,26%) di 2023,03. Koreksi saham
sektor energi dan komoditas menjadi motor penurunan Wall Street. Pekan ini
sentimen pasar digerakkan oleh rilis laba emiten 4Q14 yang sudah dimulai
dari Alcoa. Perkiraan analis pertumbuhan laba emiten 4Q14 di AS rata-rata
hanya naik 2% melambat dari perkiraan sebelumnya naik 8,5%.
Pada perdagangan hari ini, IHSG masih akan bergerak bervariasi dalam
rentang konsolidasi. Pergerakan IHSG akan menguji resisten di 5225 hingga
5250. Sedangkan level support saat ini di 5200. IHSG berpeluang menguat
terbatas. Sentimen pasar akan lebih banyak digerakkan dari faktor eksternal.
Sedangkan dari domestik, pasar tengah menanti hasil ajuan revisi APBN-2015
ke DPR yang diperkirakan akan menjadi momentum hubungan DPR dan
pemerintah yang lebih rasional dalam mewujudkan sejumlah agenda
pembangunan. Sementara Bank Indonesia pekan ini diperkirakan akan
kembali menahan tingkat bunganya pada level saat ini.
IHSG : S1 5200 S2 5170 R1 5225 R2 5250
Index Last Chg % DJIA 17613.68 (27.16) (0.15) S&P 500 2023.03 (5.23) (0.26) FTSE 100 6542.20 40.78 0.63 CAC 40 4290.28 62.04 1.47 DAX 9941.00 159.10 1.63 NIKKEI 225 16972.01 135.08 0.80 HANGSENG 24215.97 189.51 0.79 STI 3341.07 (3.82) (0.11) SHENZHEN 1452.37 19.81 1.38 SHANGHAI 3235.30 5.98 0.19 Commodities Price Chg % Oil (US$/barrel) 46.04 0.29 0.63 CPO (RM/M.T) 2353.00 (10.00) (0.42) Gold (USD/T.oz) 1234.70 1.40 0.11 Nikel (USD/M.T 15030.00 (475.00) (3.06) Timah (USD/M.T) 19505.00 (145.00) (0.74) Coal (USD/M.T) 57.10 0.35 0.62 Exchange Rates Chg % IDR/USD 12585.00 0.05 0.00 USD/EUR 1.177 (0.01) (0.60) JPY/USD 117.62 (0.27) (0.23) IDR/SGD 9436.44 8.45 0.09 IDR/AUD 10289.57 17.41 0.17 TLKM USD IDR Chg % TLK.NYSE 45.03 2834 (0.04) (0.09)Top Gainers IDR % Chg
BBYB 195 69.60 80
BSWD 2,565 24.50 505 BMTR 2,010 16.20 280
BUMI 114 14.00 14
PTIS 820 9.30 70
Top Losers IDR % Chg
YULE 79 (34.20) (41)
BBLD 755 (20.50) (195)
TRAM 259 (17.80) (56)
GLOB 880 (16.20) (170)
ARTA 292 (12.00) (40)
Top Value IDR % (miliar) TRAM 259 (17.80) 728 B
PGAS 5,625 (3.00) 677 B PWON 479 (7.90) 504 B BMRI 10,750 (0.70) 432 B BBRI 11,825 0.60 372 B
Top Volume IDR % (juta)
TRAM 259 (17.80) 2,371.239 BUMI 114 14.00 2,050.892 CPRO 132 7.30 1,571.942 PWON 479 (7.90) 1,041.179 SIAP 417 0.70 645.979 IHSG 5,214.36 Change 26.43 Change (%) 0.51 Change (%/ytd) (0.24)
Total Value (IDR triliun) 7.820 Total Volume (miliar saham) 10.945 Net Foreign Buy (IDR miliar) (369.000) Up: 161 Down: 303 Unchange: 89
News Update
2
Wah, Bank Dunia pangkas outlook ekonomi global!. Bank Dunia menurunkan prediksi pertumbuhan ekonomi global untuk tahun 2015 dan tahun depan. Alasannya, prospek perekonomian di zona Eropa, Jepang, dan sejumlah ekonomi emerging utama tampak mengecewakan. Dalam laporan Global Economic Prospects yang dirilis hari ini (14/1), Bank Dunia meramal perekonomian global hanya akan tumbuh 3% pada tahun ini. Angka tersebut di bawah prediksi yang dibuat pada Juni lalu sebesar 3,4%. Sementara, tingkat PDB dunia akan tumbuh 3,3% pada 2016. Lebih rendah dari prediksi sebelumnya pada Juni lalu di level 3,5%. Perekonomian global memang mengalami perlambatan pertumbuhan dari prediksi sejak krisis finansial global melanda pada tahun 2007-2009. Bank Dunia mengatakan, prospek pertumbuhan ekonomi yang kuat di Amerika Serikat dan Inggris, membuat kedua negara ini terpisah dari negara maju lainnya, termasuk di dalamnya anggota uni Eropa dan Jepang, yang masih menghadapi risiko perlambatan perekonomian dan kecemasan akan deflasi. Di antara negara-negara emerging market, Brazil dan Rusia yang paling memberatkan prediksi pertumbuhan ekonomi global. Demikian pula halnya dengan China. (Kontan Online)
Bursa Asia pagi dipengaruhi sejumlah sentimen ini. Mayoritas saham yang diperdagangkan di bursa Asia menurun pada transaksi perdagangan hari ini (14/1). Data yang dihimpun Bloomberg menunjukkan, pada pukul 09.40 waktu Tokyo, indeks MSCI Asia Pacific naik 0,1% menjadi 137,98. Kendati demikian, dalam setiap dua saham yang turun, ada satu saham yang naik. Penurunan saham-saham di bursa Asia terjadi seiring penguatan yen yang sudah berlangsung selama empat hari terhadap dollar AS. Sekadar informasi, pagi ini, yen menguat 0,1% menjadi 117,76 per dollar AS. Dengan demikian, penguatan yen sudah mencapai 1,6% sejak 9 Januari lalu. Sentimen lain yang juga mempengaruhi bursa Asia antara lain penurunan harga komoditas. Ambil contoh, harga tembaga kemarin anjlok ke level terendahnya sejak 2009. Selain itu, harga minyak Brent juga turun 1,8% menjadi US$ 46,59 per barel. Sedangkan harga minyak WTI turun 0,4% menjadi US$ 45,89 per barel. Pagi ini, harga minyak WTI naik 0,5%. Sementara itu, indeks Topix Jepang turun 0,3%, indeks S&P/ASX 200 Australia turun 0,3%, dan NZX 50 Selandia Baru naik 0,1%. (Kontan Online)
Kenaikan harga CPO masih berlanjut. Harga minyak sawit alias crude palm oil (CPO) mulai merangkak naik. Kenaikan harga minyak sawit akibat curah hujan tinggi dan banjir yang masih melanda sebagian wilayah Malaysia. Mengutip Bloomberg, Selasa (13/1) pukul 15.20 WIB, harga kontrak pengiriman CPO bulan Maret 2015 di Malaysia Derivative Exchange di level RM 2.367 per metrik ton. Harga naik tipis 4 poin dibandingkan penutupan hari sebelumnya. Dalam sepekan, harga CPO terkerek 4,5%. Harga CPO diuntungkan oleh cuaca buruk di Malaysia. Curah hujan yang tinggi disertai angin kencang di Malaysia berlangsung di Pahang, Perlis, Kedah, Perak, Kelantan, Terengganu Tengah dan Utara, Barat dan Sabah Johor. Cuaca buruk mengganggu panen sawit, sehingga mampu menopang harga. Di sisi lain, Dewan Minyak Sawit Malaysia atau Malaysia Palm Oil Board (MPOB) merilis produksi CPO bulan Desember 2014 merosot 22% dari bulan sebelumnya ke 1,36 juta ton. Selain itu, ada harapan ekspor CPO membaik seiring pemberlakukan pajak nol persen ekspor minyak sawit dari Malaysia dan Indonesia yang merupakan produsen, CPO terbesar dunia. Mata uang ringgit dan rupiah yang melemah turut menyumbang sentimen positif bagi komoditas ini. (Kontan Online)
Pemerintah baru, bisnis gas RAJA makin meraja. PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) menjadi sorotan investor. Selain harga sahamnya naik, emiten ini mendapat angin segar karena disebut-sebut terafiliasi dengan pemerintahan sekarang. Maklum, nama Hapsoro Sukmonohadi atau Happy Hapsoro, suami Puan Maharani atau menantu Megawati, pernah menjabat presiden komisaris RAJA. Lepas dari urusan politik, bisnis RAJA memang sedang moncer. Emiten ini konsisten menyuplai gas ke PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). RAJA juga ekspansif. Tahun ini, ia menganggarkan belanja modal US$ 40 juta untuk pembangunan pipa gas, salah satunya di Gresik, Jawa Timur. Nilai proyek pipa transmisi gas bumi 20 kilometer (km) itu mencapai US$ 23 juta. Pipa transmisi ini akan menyalurkan gas 15 juta standar kaki kubik per hari (mmscfd) ke PLN. (Kontan Online)
BTN akan terbitkan KIK EBA Rp 3 triliun. PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk siap kembali mencari pendanaan lewat skema kolektif-efek beragun aset (KIK EBA). Direktur Utama BTN Maryono mengungkapkan, pihaknya akan merilis penerbitan KIK EBA senilai Rp 3 triliun pada semester I-2015 atau paling lambat pada semester II-2015. Penerbitan KIK EBA ini dapat menjadi bagian dari strategi bank dengan kode saham BBTN dalam mempertahankan rasio kecukupan modal alias capital adequacy ratio (CAR) yang ditargetkan bisa berada pada level 15%-16%. Sementara itu, perseroan masih melakukan kajian penerbitan sekuritisasi aset di negeri jiran Malaysia. Kajian ini dilakukan BTN pasca disepakatinya heads of agreement antara Indonesia dan Malaysia terkait integrasi perbankan di kawasan Asia Tenggara atau ASEAN Banking Integration Framework (ABIF). Maryono menambahkan, untuk sementara ini, kebutuhan pendanaan BTN dipenuhi dari transaksi refinancing alias pembiayaan ulang dengan PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) sebesar Rp 500 miliar. Perjanjian transaksi ini merupakan penegasan program refinancing kredit pemilikan rumah (KPR) yang dilakoni BTN. Sebelumnya, BTN menggelar sekuritisasi aset untuk menambah amunisi ekspansi kredit, khususnya kredit pemilikan rumah (KPR) berjangka waktu cukup panjang. Pada tahun ini, bank milik pemerintah yang fokus pada kredit properti itu menargetkan pertumbuhan kredit di kisaran 16%–18%. Sementara itu, BTN menargetkan mampu meraup pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 20% sepanjang tahun kambing kayu ini. Sekedar mengingatkan, per September 2014 pertumbuhan KPR non subsidi BTN mencapai 17%. Ke depan, BTN optimistis mampu mempertahankan pangsa pasarnya. (Kontan Online)Stock Picks
3SMGR 15900-16400.
Saham sektor semen dalam dua hari perdagangan terakhir berhasil rebound ditutup di Rp16150
setelah level support di Rp15750 berhasil bertahan. Tren penurunan harga minyak mentah dunia yang saat ini berada di
kisaran USD45/barel memberikan dampak positif bagi kinerja sektor semen karena biaya energi dan distribusi akan turun
signifikan. Tahun lalu industri semen menghadapi tantangan perlambatan ekonomi yang menyebabkan melemahnya
pertumbuhan industri properti dan langkah pemerintah yang memangkas belanja kementrian yang berpengaruh
terhadap konsumsi semen nasional. Sepanjang 2014 lalu konsumsi semen nasional hanya tumbuh 3,3% turun dari target
awal 6%. Konsumsi semen nasional 2014 lalu hanya mencapai 59,9 juta ton. Penjualan semen produk SMGR hanya
tumbuh 2,8% mencapai 26,2 juta ton. Tahun ini konsumsi semen di pasar domestik akan kembali naik seiring dengan
rencana pemerintah menggenjot sejumla proyek infrastruktur. Di saat bersamaan sektor properti tahun ini diperkirakan
akan tumbuh lebih baik ketimbang tahun lalu. Ekspektasi turunnya inflasi yang bisa diikuti dengan turunnya tingkat
bunga akan memberikan dampak positif pertumbuhan industri properti. Pendapatan SMGR tahun 2014 lalu diperkirakan
mencapai Rp26,46 triliun atau tumbuh 8%. Sedangkan di bottom line laba bersih diperkirakan mencapai Rp5,56 triliun
hanya tumbuh 3,54% (yoy). Tahun ini pendapatan bersih diperkirakan berpeluang tumbuh 16% mencapai Rp30,69 triliun
dengan volume penjualan semen domestik diperkirakan tumbuh 7%-8% atau mencapai 29,16 juta ton. Sedangkan laba
bersih 2015 diperkirakan tumbuh 32,57% mencapai Rp7,37 triliun dengan marjin 24%. EPS proyeksi 2015 sebesar
Rp1241,89. Pada harga Rp16150 saham SMGR ditransaksikan dengan PE 17,2x (E/14) dan PE 13x (E/15). Saham SMGR
berpeluang ditransaksikan dengan PE 16x setahun ke depan atau berpeluang mencapai target harga di Rp19872 atau
punya ruang penguatan 23% dari harga saat ini. Secara technical berpeluang menguji resisten di kisaran Rp6400 hingga
Rp6500. Sedangkan level support di Rp5900. Maintain Buy, SL 15700
Stock Picks
4
UNTR 17300-18000.
Harga saham United Tractors Tbk (UNTR) kemarin berhasil ditutup di Rp17475,
menguat 2,3% setelah bergerak konsolidasi di kisaran Rp16850 hingga Rp17350. Pasca akuisisi 40% saham
PT Acset Indonusa Tbk (ACST) yang bergerak di bisnis jasa konstruksi awal pekan lalu di harga Rp3250/
saham, harga sahamnya cenderung menguat. Sebelumnya harga saham UNTR sempat anjlok ke Rp16425
(16/12) seiring dengan memburuknya harga komoditas tambang seperti batubara dan melemahnya
penjualan alat berat. Namun, pelemahan rupiah atas dolar AS menguntungkan perseroan karena penjualan
dalam dolar AS. Pendapatan bersih perseroan tahun lalu diperkirakan mencapai Rp55,67 triliun atau
menguat 9% dari 2013 sebesar Rp51 triliun. Hingga 9M14 UNTR telah memperoleh 73,3% dari proyeksi
pendapatan bersih tahun lalu. Sedangkan pencapaian laba bersih tahun lalu diperkirakan mencapai Rp6,12
triliun atau tumbuh 26,71% dari 2013 lalu sebesar Rp4,83 triliun. Hingga 9M14 laba bersih telah mencapai
78% dari perkiraan laba bersih 2014. EPS proyeksi 2014 diperkirakan sebesar Rp1642. Tahun ini proyeksi
pertumbuhan pendapatan bersih diperkirakan tumbuh 30% atau mencapai Rp72,37 triliun. Sedangkan laba
bersih diproyeksikan mencapai Rp7,24 triliun atau tumbuh 18,3% dari 2014. EPS 2015 diproyeksikan
mencapai Rp1941. Kemarin harga sahamnya ditutup di Rp17475. Pada harga Rp17475 saham UNTR
ditransaksikan dengan PE 9x (E/15). Harga saham UNTR berpeluang ditransaksikan dengan PE 12,5x (E/15)
atau mencapai harga Rp24262, punya ruang penguatan 39% dari harga saat ini. Secara technical peluang
penguatan akan menguji resisten di Rp18000. Sedangkan level support di Rp17300. Pergerakan harganya
kemarin membentuk pola hammer di area downtrend mengindikasikan bullish reversal. Maintain Buy, SL
16800
5
Stock Picks
BMTR 1950-2065.
Sepekan terakhir harga saham Global Mediacom Tbk (BMTR) bergerak bullish setelah
tertekan hingga Rp1400 (6/1). Kemarin harga sahamnya berhasil ditutup di atas level Rp2000, di Rp2010. Ini
merupakan penguatan dalam lima hari perdagangan berturut-turut. Research harian ini telah merekomendasi
saham BMTR sejak perdagangan akhir akhir 2014 lalu ketika harga masih di Rp1455 (24/12). Kemarin
penguatan harga sahamnya telah melampaui target harga kami di Rp1886 atau dengan PE 23x (E/15). Tahun
ini kinerja diperkirakan akan membaik dari tahun lalu dengan pendapatan diproyeksikan tumbuh 15%
mencapai Rp12,57 triliun dan laba bersih tumbuh 18,7% mencapai Rp1,13 triliun dengan asumsi marjin
bersih 9%. EPS proyeksi 2015 sebesar Rp81,95. Sedangkan pendapatan tahun lalu diperkirakan hanya
tumbuh 9% mencapai Rp10,93 triliun dari 2013 sebesar Rp10 triliun. Perkiraan pendapatan tersebut lebih
rendah dari proyeksi sebelumnya sebesar Rp11,78 triliun. Sedangkan di bottom line proyeksi laba tahun lalu
diperkirakan hanya mencapai Rp952.83 miliar atau turun dari proyeksi sebelumnya Rp1,4 triliun menyusul
kenaikan beban operasional, depresiasi rupiah atas dolar AS dan perlambatan ekonomi membuat marjin
bersih turun dari perkiraan sebelumnya 12,5% menjadi hanya 8,7%. EPS tahun 2014 lalu diperkirakan hanya
mencapai Rp69. Secara technical peluang penguatan akan menguji resisten di Rp2065. Sedangkan level
support saat ini di Rp1950. Pergerakan harga sahamnya membentuk pola uptrend channel, berada di area
overbught. Trading Buy, SL 1900
Rabu, 14 Januari 2015
Saham Pilihan :
ASII 7125-7300 Buy, SL 6900
BBRI 11750-12000 TB, SL 11700
UNVR 32600-33700 TB, SL 32000
MNCN 2850-3000 Buy, SL 2600
CPIN 3870-3970 Buy, SL 3800
BUMI 104-124 TB, SL 98
BISI 890-1000 TB, SL 820
Stock View
6
Rabu, 14 Januari 2015
EMITEN LAST R1 R2 S1 S2 REV Q1 2014 G (%) EPS Q1 14 G (%) PE IHSG
5214.36 5222.02 5229.69 5201.89 5189.43
PERKEBUNAN AALI 25900 26,016.67 26,133.33 25,741.67 25,583.33 3,725,866.00 36.80 485.51 114.55 13.34 BWPT 385 392.33 399.67 380.33 375.67 LSIP 2015 2,033.33 2,051.67 1,983.33 1,951.67 1,279,973.00 40.33 32.78 122.48 15.37 SGRO 2000 2,016.67 2,033.33 1,986.67 1,973.33 649,627.93 10.94 29.32 141.04 17.05 SIMP 720 726.67 733.33 711.67 703.33 3,171,052.00 2.40 12.14 92.44 14.82 UNSP 50 50.00 50.00 50.00 50.00 659,213.38 36.97 21.64 ‐571.51 0.58PERTAMBANGAN BATU BARA
ADRO 965 990.00 1,015.00 950.00 935.00 9,632,947.40 33.83 45.68 269.20 5.28 BORN 55 57.00 59.00 53.00 51.00 BRAU 81 84.33 87.67 76.33 71.67 BUMI 114 119.00 124.00 104.00 94.00 9,572,406.53 4.50 191.78 ‐751.57 0.15 DEWA 50 50.00 50.00 50.00 50.00 631,292.51 8.52 ‐0.52 ‐77.95 ‐23.93 HRUM 1730 1,733.33 1,736.67 1,728.33 1,726.67 1,460,386.97 ‐32.82 45.54 81.61 9.50 ITMG 14575 14,716.67 14,858.33 14,441.67 14,308.33 5,742,974.57 5.02 968.54 ‐299.21 3.76 PTBA 11200 11,433.33 11,666.67 11,058.33 10,916.67 3,093,648.00 11.39 232.76 8.74 12.03 PTRO 920 925.00 930.00 915.00 910.00 929,699.70 5.15 23.76 ‐67.39 9.68
PERTAMBANGAN MINYAK & GAS BUMI
BIPI 118 119.00 120.00 117.00 116.00 999,850.63 1,185.87 4.39 5,114.26 6.71 ELSA 635 648.33 661.67 623.33 611.67 918,296.00 ‐12.25 7.42 56.06 21.39 ENRG 110 112.00 114.00 107.00 104.00 2,210,590.04 27.13 4.86 2,610.69 5.65 ESSA 2750 2,800.00 2,850.00 2,650.00 2,550.00 126,590.83 22.89 42.71 28.12 16.10 MEDC 3195 3,273.33 3,351.67 3,143.33 3,091.67 2,303,371.50 7.08 122.83 131.12 6.50
PERTAMBANGAN LOGAM DAN MINERAL LAINNYA
ANTM 1085 1,105.00 1,125.00 1,070.00 1,055.00 INCO 3530 3,560.00 3,590.00 3,500.00 3,470.00 2,430,306.44 ‐3.23 20.62 ‐33.11 42.81 TINS 1185 1,203.33 1,221.67 1,168.33 1,151.67 SEMEN INTP 24650 24,741.67 24,833.33 24,516.67 24,383.33 4,499,774.00 6.65 289.47 ‐7.03 21.29 SMCB 2160 2,173.33 2,186.67 2,148.33 2,136.67 2,356,126.00 9.11 42.23 75.57 12.79 SMGR 16150 16,216.67 16,283.33 16,041.67 15,933.33 6,177,992.74 11.44 219.66 5.39 18.38
LOGAM DAN SEJENISNYA
GDST 97 100.33 103.67 93.33 89.67 333,609.60 28.88 2.97 59.01 8.16 JPRS 243 244.67 246.33 240.67 238.33 158,603.63 98.78 6.50 ‐0.37 9.34 KRAS 478 481.00 484.00 476.00 474.00 5,240,035.36 ‐12.47 ‐33.57 ‐698.77 ‐3.56 PAKAN TERNAK CPIN 3895 3,918.33 3,941.67 3,848.33 3,801.67 6,719,521.00 19.02 40.34 ‐7.84 24.14 JPFA 940 960.00 980.00 925.00 910.00 5,674,518.00 14.33 4.97 ‐72.07 47.32
OTOMOTIF DAN KOMPONENNYA
ASII 7175 7,225.00 7,275.00 7,075.00 6,975.00 49,821,000.00 6.73 116.76 9.68 15.36 GJTL 1280 1,288.33 1,296.67 1,273.33 1,266.67 3,199,668.00 5.32 96.23 ‐2.66 3.33
INDUSTRI BARANG KONSUMSI
ICBP 12725 12,900.00 13,075.00 12,525.00 12,325.00 7,355,089.00 21.44 0.12 6.96 24.94 INDF 7425 7,466.67 7,508.33 7,391.67 7,358.33 16,365,578.00 27.30 156.42 90.13 11.87 MYOR 21400 21,783.33 22,166.67 21,058.33 20,716.67 3,498,158.85 30.25 133.69 ‐45.72 40.02 ROTI 1310 1,320.00 1,330.00 1,300.00 1,290.00 464,595.48 27.03 12.10 9.45 27.07 GGRM 60000 60,641.66 61,283.33 59,591.66 59,183.33 15,670,252.00 23.99 736.58 35.34 20.36 INAF 340 345.00 350.00 337.00 334.00 155,073.95 25.62 ‐12.39 250.04 ‐6.86 KAEF 1325 1,355.00 1,385.00 1,295.00 1,265.00 867,027.74 8.45 4.21 ‐4.38 78.73 KLBF 1810 1,816.67 1,823.33 1,801.67 1,793.33 4,066,502.64 16.52 10.52 11.04 43.02
KOSMETIK DAN BARANG KEPERLUAN RUMAH TANGGA
7 EMITEN LAST R1 R2 S1 S2 REV Q1 2014 G (%) EPS Q1 14 G (%) PE
PROPERTI DAN REAL ESTAT
APLN 424 430.00 436.00 418.00 412.00 1,165,134.03 1.99 14.43 20.67 7.35 ASRI 590 598.33 606.67 583.33 576.67 871,134.65 ‐3.40 15.77 ‐23.45 9.35 BKSL 118 119.67 121.33 114.67 111.33 BSDE 1970 1,990.00 2,010.00 1,950.00 1,930.00 1,254,119.10 ‐39.62 27.93 ‐60.73 17.64 COWL 620 628.33 636.67 613.33 606.67 64,709.78 ‐6.38 1.59 ‐30.99 97.22 CTRA 1415 1,443.33 1,471.67 1,398.33 1,381.67 1,202,303.51 ‐10.35 15.01 5.45 23.57 CTRP 855 866.67 878.33 846.67 838.33 251,211.60 ‐58.80 4.89 ‐84.29 43.70 CTRS 2960 2,973.33 2,986.67 2,933.33 2,906.67 347,893.21 27.73 66.20 25.74 11.18 ELTY 50 50.00 50.00 50.00 50.00 KIJA 302 304.33 306.67 299.33 296.67 725,835.40 ‐3.64 15.03 51.33 5.02 MDLN 515 521.67 528.33 506.67 498.33 KONSTRUKSI BANGUNAN ADHI 3575 3,605.00 3,635.00 3,555.00 3,535.00 1,439,602.33 5.83 9.01 40.67 99.16 DGIK 178 180.67 183.33 176.67 175.33 480,924.22 52.77 1.81 ‐44.42 24.59 PTPP 3745 3,770.00 3,795.00 3,695.00 3,645.00 1,999,368.48 55.72 12.69 44.39 73.80 SSIA 1075 1,095.00 1,115.00 1,065.00 1,055.00 918,070.21 ‐17.06 2.64 ‐93.80 101.86 TOTL 1140 1,160.00 1,180.00 1,130.00 1,120.00 547,807.36 ‐6.30 11.12 ‐20.80 25.63 WIKA 3620 3,640.00 3,660.00 3,605.00 3,590.00 2,791,666.54 6.24 27.28 6.78 33.17
INFRASTRUKTUR, UTILITAS DAN TRANSPORTASI
PGAS 5625 5,758.33 5,891.67 5,558.33 5,491.67 JALAN TOL, PELABUHAN, BANDARA DAN SEJENISNYA
CMNP 2955 2,985.00 3,015.00 2,940.00 2,925.00 262,850.17 17.13 53.83 8.63 13.72 JSMR 7000 7,050.00 7,100.00 6,950.00 6,900.00 2,079,705.80 ‐13.14 55.30 16.71 31.64 TELEKOMUNIKASI BTEL 50 50.00 50.00 50.00 50.00 471,133.26 ‐31.12 6.89 ‐316.19 1.81 EXCL 4400 4,441.67 4,483.33 4,341.67 4,283.33 5,512,751.00 9.78 44.41 20.12 24.77 ISAT 4470 4,496.67 4,523.33 4,446.67 4,423.33 5,773,177.00 ‐0.26 147.24 ‐1,224.62 7.59 TLKM 2840 2,848.33 2,856.67 2,828.33 2,816.67 21,250,000.00 8.71 36.20 4.95 19.61 TRANSPORTASI GIAA 615 623.33 631.67 608.33 601.67 9,206,681.81 17.35 ‐82.55 469.78 ‐1.86 MBSS 960 966.67 973.33 951.67 943.33 435,871.55 21.78 59.94 3.87 4.00 WINS 635 668.33 701.67 603.33 571.67 518,942.64 36.32 23.63 53.05 6.72
KONSTRUKSI NON BANGUNAN
INDY 505 510.00 515.00 500.00 495.00 2,753,426.38 52.84 17.64 3.30 7.16 BANK BBCA 13000 13,041.67 13,083.33 12,966.67 12,933.33 10,261,849.00 32.93 148.65 26.73 21.86 BBKP 755 758.33 761.67 748.33 741.67 1,641,517.00 15.99 27.33 9.08 6.91 BBNI 6150 6,191.67 6,233.33 6,091.67 6,033.33 7,526,634.00 26.65 128.30 15.63 11.98 BBRI 11825 11,883.33 11,941.67 11,733.33 11,641.67 17,099,293.00 28.06 240.57 16.71 12.29 BBTN 1170 1,198.33 1,226.67 1,148.33 1,126.67 3,123,112.00 28.06 32.29 2.24 9.06 BDMN 4660 4,765.00 4,870.00 4,590.00 4,520.00 5,612,922.00 17.40 91.25 ‐13.01 12.77 BJBR 820 833.33 846.67 798.33 776.67 2,124,681.00 12.48 33.55 ‐12.29 6.11 BMRI 10750 10,875.00 11,000.00 10,625.00 10,500.00 14,313,290.00 25.54 211.05 10.27 12.73 BNGA 835 843.33 851.67 823.33 811.67 4,883,839.00 15.02 43.71 4.22 4.78
PERDAGANGAN BESAR BRANG PRODUKSI
AKRA 4585 4,623.33 4,661.67 4,548.33 4,511.67 5,630,170.96 3.52 46.44 14.36 24.68 INTA 265 267.67 270.33 259.67 254.33 398,931.00 ‐48.89 37.27 87.86 1.78 UNTR 17475 17,608.33 17,741.67 17,208.33 16,941.67 13,901,385.00 11.66 42.26 39.66 103.37 PERDAGANGAN ECERAN MAPI 5400 5,425.00 5,450.00 5,375.00 5,350.00 2,675,101.00 26.32 27.42 ‐27.88 49.24 RALS 770 775.00 780.00 765.00 760.00 1,184,904.00 9.45 5.73 ‐2.88 33.62
ADVERTISING, PRINTING DAN MEDIA
MNCN 2900 2,973.33 3,046.67 2,758.33 2,616.67 1,496,466.00 9.55 27.61 ‐7.99 26.26 PERUSAHAAN INVESTASI
BRMS 278 283.33 288.67 274.33 270.67 55,860.54 ‐9.06 ‐5.88 94.31 ‐11.83 BNBR 50 50.00 50.00 50.00 50.00 2,503,679.10 190.79 7.10 1,526.00 1.76
Corporate Action
8
RUPS
EMITEN
JENIS
TANGGAL
TEMPAT
BBNI
Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk.
AGM
06/03/2014
The Ballroom ‐ Four Season Hotel Jakarta
MTFN
Capitalinc Investment Tbk.
EGM
10/03/2014
SRIL
Sri Rejeki Isman Tbk
EGM
10/03/2014
Gd. Serbaguna ‐ Diamond Hotel, Jl. Slamet Riyadi No. 392
Solo
BNII
Bank Internasional Indonesia
Tbk.
EGM
12/03/2014
Function Room ‐ Sentral Senayan III Lt. 28, Jl. Asia Afrika No.
8 Senayan Gelora Bung Karno Jakarta 10270
ADHI
Adhi Karya (Persero) Tbk.
AGM
14/03/2014
Ruang Rapat PT. Adhi Karya Tbk, Jl. Raya Pasar Minggu Km.
18, Jakarta selatan
ARNA
Arwana Citramulia Tbk.
AGM
14/03/2014
Plant 2 ‐ PT Arwana Citramulia Tbk., Jl. Raya Gorda RT 004
RW 003 Kibin ‐ Cikande, Serang 42186
WSKT
Waskita Karya (Persero) Tbk
AGM
18/03/2014
Ruang Serbaguna Gd. Waskita Lt. 11, Jl. MT Haryono Kav. 10
Jakarta
CNKO
Exploitasi Energi Indonesia
Tbk
EGM
19/03/2014
Hotel Redtop ‐ Pecenongan
BLTA
Berlian Laju Tanker Tbk
AGM
19/03/2014
Ruang Seminar I‐II, Gedung BEI Tower II Lantai I, Jl. Jend.
Sudirman Kav. 52‐53, Jakarta
BTPN
Bank Tabungan Pensiunan
Nasional Tbk.
AGM
20/03/2014
GIAA
Garuda Indonesia (Persero)
Tbk
EGM
24/03/2014
MITI
Mitra Investindo Tbk.
EGM
24/03/2014
Ruang Serbaguna BEI
BBRM
Pelayarang Nasional Bina
Buana Raya Tbk
AGM
25/03/2014
BBRM
Pelayarang Nasional Bina
Buana Raya Tbk
EGM
25/03/2014
BJBR
Bank Pembangunan Daerah
Jawa Barat dan B
AGM
26/03/2014
Ballroom Hotel Hilton, Jl. HOS Tjokroaminoto No. 41‐43
Bandung
BJBR
Bank Pembangunan Daerah
Jawa Barat dan B
EGM
26/03/2014
Ballroom Hotel Hilton, Jl. HOS Tjokroaminoto No. 41‐43
Bandung
BJTM
Bank Pembangunan Daerah
Jawa Timur Tbk
AGM
26/03/2014
Isyana Ballroom Hotel Bumi Surabaya
BBRI
Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk.
AGM
26/03/2014
INAF
Indofarma Tbk.
AGM
26/03/2014
ITMA
Sumber Energi Andalan Tbk
EGM
27/03/2014
WIKA
Wijaya Karya (Persero) Tbk.
AGM
27/03/2014
Gd. WIKA ‐ Ruang Serbaguna Lt. 11, Jl. DI Panjaitan Kav. 9
Jakarta Timur
BNGA
Bank CIMB Niaga Tbk
AGM
27/03/2014
Soehanna Hall ‐ The Energy Building Lt. 2, Jl. Jend Sudirman
Kav. 52‐53 SCBD Lot 11 A, Jakarta
AGRO
Bank Rakyat Indonesia
Agroniaga Tbk
AGM
27/03/2014
DEWA
Darma Henwa Tbk
AGM
28/03/2014
Ballroom 2 Lt. 1 ‐ JS Luwansa Hotel, Jl. HR Rasuna Said Kav. C
‐22 Jakarta 12940
DEWA
Darma Henwa Tbk
EGM
28/03/2014
Ballroom 2 Lt. 1 ‐ JS Luwansa Hotel, Jl. HR Rasuna Said Kav. C
‐22 Jakarta 12940
IGAR
Champion Pacific Indonesia
Tbk
AGM
28/03/2014
Gd. Pasadenia, Jl. Pacuan Kuda Raya No. 27 Jakarta
Rabu, 14 Januari 2015
Corporate Action
9
EMITEN
JUMLAH
DIVIDEN
CUM DIVIDEN RECORDING DATE
PEMBAYARAN
DIVIDEN
KETERANGAN
NELLY 4 01/09/2014 02/09/2014 18/09/2014 ACST 40 29/08/2014 01/09/2014 17/09/2014 JAWA 2 29/08/2014 01/09/2014 17/09/2014 RDTX 105 22/08/2014 25/08/2014 10/09/2014 DGIK 3 12/08/2014 15/08/2014 22/08/2014 RUIS 8 12/08/2014 13/08/2014 29/08/2014 KIAS 2 12/08/2014 13/08/2014 29/08/2014 SMAR 5 08/08/2014 11/08/2014 27/08/2014 TPMA 11 07/08/2014 08/08/2014 26/08/2014 GGRM 800 06/08/2014 07/08/2014 25/08/2014 LMSH 200 06/08/2014 07/08/2014 25/08/2014 LION 400 06/08/2014 07/08/2014 25/08/2014 DART 28 06/08/2014 07/08/2014 25/08/2014 MDRN 2 04/08/2014 05/08/2014 21/08/2014 ETWA 2 04/08/2014 05/08/2014 21/08/2014 GEMA 7 04/08/2014 05/08/2014 21/08/2014 DPNS 20 04/08/2014 05/08/2014 21/08/2014 PANR 8 04/08/2014 05/08/2014 21/08/2014 MASA 1 25/07/2014 04/08/2014 20/08/2014 BFIN 0 02/07/2014 02/07/2014 02/07/2014 1(satu) saham akan memperoleh Rp.122.21 Rasio Final akan di informa‐ sikan pada saat Recording Date TSPC 75 24/07/2014 25/07/2014 19/08/2014 ASBI 25 23/07/2014 24/07/2014 19/08/2014 PEGE 10 22/07/2014 23/07/2014 15/08/2014 ASDM 57 18/07/2014 21/07/2014 12/08/2014 ULTJ 12 18/07/2014 02/07/2014 02/07/2014 ALDO 2 17/07/2014 18/07/2014 12/08/2014 FORU 10 17/07/2014 18/07/2014 12/08/2014 PWON 5 17/08/2014 18/07/2014 22/08/2014 CLPI 0 17/07/2014 18/07/2014 12/08/2014 USD0.0018 GPRA 2 17/07/2014 18/07/2014 12/08/2014 FAST 30 15/07/2014 16/07/2014 05/08/2014 INDF 142 14/07/2014 15/07/2014 07/08/2014 MFIN 20 14/07/2014 15/07/2014 07/08/2014 DYAN 3 14/07/2014 15/07/2014 06/08/2014 AMFG 80 11/07/2014 14/07/2014 24/07/2014 KBLI 4 10/07/2014 11/07/2014 25/07/2014Disclaimer : Laporan ini dibuat dari opini analis hanya sebagai informasi untuk membantu investor dalam memahami pasar saham Indonesia dan bukan ditujukan untuk memberikan rekomendasi kepada siapa pun untuk membeli atau menjual suatu efek tertentu. Informasi yang ada pada laporan ini diambil dari sumber yang dianggap bisa dipercaya. Namun demikian PT. First Asia Capital tidak menjamin dan bertanggung jawab atas kebenaran dan keakuratan dari informasi dan pendapat yang ada pada laporan ini.