No. 2/Th.IX/Februari 2007
PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI
KOTA YOGYAKARTA BULAN FEBRUARI 2007 INFLASI SEBESAR 0,54 PERSEN
BADAN PUSAT STATISTIK
PROPINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Jl. Brigjend Katamso (Kompleks THR), Yogyakarta 55152Telp. (0274) 387752-Hunting Fax : (0274) 375310 E-mail : [email protected]
Homepage : http://regional.bps.go.id/~yogya
Bulan Februari 2007 kota Yogyakarta mengalami inflasi sebesar 0,54 persen dengan indeks 153,13. Inflasi tahun 2007 (Januari-Pebruari) sebesar 1,43 persen dan laju inflasi tahun ke tahun (Pebruari 2007 terhadap Pebruari 2006) sebesar 9,02 persen.
Inflasi yang terjadi pada bulan Pebruari 2007 disebabkan oleh naiknya harga - harga pada hampir semua kelompok pengeluaran kecuali kelompok kesehatan yang mengalami deflasi 0,16 persen. Enam kelompok yang mengalami kenaikan angka indeks adalah:kelompok bahan makanan 0,92 persen; kelompok makanan jadi 0,71 persen; kelompok perumahan 0,43 persen; kelompok sandang 1,47 persen; kelompok pendidikan 0,39 persen dan kelompok transportasi 0,03 persen.
Komoditi yang memberikan sumbangan inflasi cukup besar antara lain : beras 0,5966 persen; upah tukang bukan mandor 0,1420; soto 0,0513; emas perhiasan 0,0484; minyak goreng 0,0421; surat kabar harian 0,0299; ongkos jahit 0,0212; gudeg 0,0209; gula pasir 0,0182 dan sawi hijau 0,0177.
Dari 45 kota yang dilakukan penghitungan IHK tercatat kota Semarang mengalami inflasi tertinggi, yaitu sebesar 1,69 persen dan sebaliknya kota Gorontalo mengalami deflasi terbesar 3,62 persen.
Pada bulan Pebruari 2007 ini harga beras kembali mengalami kenaikan yang cukup tinggi, Meskipun operasi pasar telah dilakukan diberbagai daerah, namun hal ini tidak dapat menahan kenaikan harga beras. Mundurnya musim tanam padi dan keterlambatan impor beras merupakan penyebab terjadinya kenaikan harga. Di sisi lain, harga komoditas sayur-sayuran justru mengalami penurunan yang drastis dikarenakan mulai datangnya musim panen sayuran di berbagai wilayah. Tercatat angka inflasi kota Yogyakarta pada bulan Pebruari 2007 sebesar 0,54 persen dengan angka indeks 153,13, lebih tinggi dari bulan sebelumnya sebesar 152,31.
Dari tujuh kelompok pengeluaran konsumsi di kota Yogyakarta, enam kelompok pengeluaran mengalami kenaikan angka indeks yaitu: Kelompok bahan makanan naik 0,92 persen; kelompok makanan jadi, minuman rokok dan tembakau 0,71 persen; kelompok perumahan 0,43 persen; kelompok sandang 1,47 persen; kelompok pendidikan 0,39 persen dan kelompok transpor dan komunikasi sebesar 0,03 persen. Sebaliknya untuk kelompok kesehatan mengalami deflasi 0,16 persen.
Komoditi yang memberikan sumbangan inflasi cukup besar antara lain : beras 0,5966 persen; upah tukang bukan mandor 0,1420; soto 0,0513; emas perhiasan 0,0484; minyak goreng 0,0421; surat kabar harian 0,0299; ongkos jahit 0,0212; gudeg 0,0209; gula pasir 0,0182 dan sawi hijau 0,0177.
Gambar 1.
Perkembangan Inflasi Kota Yogyakarta Pebruari 2006 – Pebruari 2007
0,21 0,64 1,05 0,83 0,84 1,07 0,79 1,17 0,89 0,43 0,60 -0,17 0,54 -1 -0,5 0 0,5 1 1,5 2
Tabel 1
Sumbangan Inflasi Kelompok Pengeluaran Terhadap Inflasi Kota Yogyakarta Bulan Pebruari 2007
Kelompok Pengeluaran Persentase
Sumbangan Inflasi
[1] [2]
Umum
1. Bahan Makanan
2. Makanan Jadi, Minuman Rokok & Tembakau 3. Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar 4. Sandang
5. Kesehatan
6. Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga 7. Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan
0,54 0,18 0,15 0,10 0,08 -0,01 0,04 0,00 Tabel 2
Laju Inflasi Kota Yogyakarta Pebruari 2007, Tahun 2007 dan Tahun ke Tahun menurut Kelompok Pengeluaran
I H K (2002=100) Kelompok Pengeluaran Pebruari
2006 Desember 2006 Januari 2007 Pebruari 2007
Inflasi Pebruari 2007 *) Laju Inflasi Tahun 2007 **) Laju Inflasi Tahun ke Tahun ***) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) Umum 140,46 150,97 152,31 153,13 0,54 1,43 9,02 1. Bahan Makanan 135,41 147,32 151,38 152,78 0,92 3,71 12,83 2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau 140,41 150,71 151,16 152,23 0,71 1,01 8,42 3. Perumahan 144,47 153,28 154,72 155,39 0,43 1,38 7,56 4. Sandang 125,05 133,63 133,58 135,55 1,47 1,44 8,40 5. Kesehatan 142,09 164,10 164,71 164,45 -0,16 0,21 15,74 6. Pendidikan, Rekreasi,
dan Olah Raga 143,52 164,09 164,07 164,71 0,39 0,38 14,76
7. Transpor dan
Komunikasi 144,04 145,56 146,12 146,17 0,03 0,42 1,48
*) Persentase perubahan IHK Pebruari 2007 terhadap bulan Januari 2007 **) Persentase perubahan IHK Pebruari 2007 terhadap bulan Desember 2006 ***) Persentase perubahan IHK Pebruari 2007 terhadap bulan Pebruari 2006
Gambar 2
Laju Inflasi Kota Yogyakarta Tahun 2007 menurut Kelompok Pengeluaran
PERUBAHAN INDEKS HARGA DI KOTA YOGYAKARTA
MENURUT KELOMPOK PENGELUARAN
Bahan Makanan
Kelompok bahan makanan pada bulan Pebruari 2007 mengalami kenaikan angka indeks sebesar 0,92 persen. Pada bulan ini IHK kelompok bahan makanan tercatat sebesar 152,78; lebih tinggi dibandingkan IHK bulan Januari 2007 yang tercatat sebesar 151,38. Kelompok ini memberikan andil terbesar terhadap angka inflasi umum yang terjadi di kota Yogyakarta yaitu sebesar 0,18 persen.
Dari 11 sub kelompok pengeluaran tercatat 4 sub kelompok mengalami kenaikan angka indeks dan sebaliknya 7 sub kelompok lainnya mengalami penurunan angka indeks. Sub kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan indeks adalah sub kelompok padi-padian naik 10,65 persen; sub kelompok lemak dan minyak naik sebesar 1,61 persen; Sub kelompok kacang-kacangan 0,77 persen dan sub kelompok ikan diawetkan 0,25 persen. Sebaliknya sub kelompok yang mengalami penurunan angka indeks adalah sub kelompok sayur-sayuran turun sebesar 10,40 persen; sub kelompok bumbu-bumbuan 5,22 persen; sub kelompok buah-buahan 4,01 persen; sub kelompok ikan segar 2,83 persen; sub kelompok daging dan hasil-hasilnya 1,77 persen; sub kelompok telur, susu dan hasilnya 1,47 persen dan sub kelompok bahan makanan lainnya 1,53 persen.
1,43 3,71 1,01 1,38 1,44 0,21 0,38 0,42 0 1 2 3 4 P e r s e n Umum Bahan Makanan Mak. Jadi,Min, Rok &Temb
Perumahan Sandang Kesehatan Pendidikan Transpor & Komunikasi
Beberapa komoditi yang mengalami kenaikan harga sehingga menyebabkan inflasi pada kelompok ini antara lain adalah beras naik 12,23 persen dengan andil 0,5966 persen; minyak goreng naik 4,15 persen dengan andil 0,0421 persen; sawi hijau naik 15 persen dengan andil 0,0177 persen; nangka muda naik 18,07 persen dengan andil 0,0145 persen dan pepaya naik 4,82 persen dengan andil 0,0105 persen. Sebaliknya komoditi yang mengalami penurunan harga dengan memberikan andil negatif terhadap angka inflasi antara lain adalah wortel turun 25,58 persen dengan andil –0,0703 persen; jeruk turun 13,28 persen dengan andil –0,0659 persen; cabe rawit turun 29,68 persen dengan andil –0,0407 persen; telur ayam ras turun 5,53 persen dengan andil-0,0405 persen dan kentang turun 19,03 persen dengan andil –0,0381 persen.
Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau
Pada bulan Pebruari 2007 ini kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau mengalami inflasi sebesar 0,71 persen dengan memberikan andil terhadap inflasi umum sebesar 0,15 persen. Angka indeks pada bulan ini sebesar 152,23 lebih tinggi dibanding angka indeks pada bulan sebelumnya yaitu sebesar 151,16.
Dari 3 sub kelompok yang tergabung pada kelompok ini, semua sub kelompok mengalami kenaikan indeks. Sub kelompok makanan jadi naik sebesar 0,70 persen; sub kelompok minuman yang tidak beralkohol naik 1,04 persen dan sub kelompok tembakau dan minuman beralkohol naik sebesar 0,34 persen.
Komoditi yang mengalami kenaikan harga pada kelompok ini antara lain adalah nasi soto naik 5,11 persen dengan andil sebesar 0,0513 persen; gudeg naik 2,75 persen dengan andil 0,0209 persen; gula pasir naik 1,11 persen dengan andil 0,0182 persen dan ayam goreng naik 1,00 persen dengan andil 0,0094 persen. Sementara itu komoditi yang mengalami penurunan harga di antaranya adalah bir turun 2,97 persen dengan andil –0,0002 persen dan sari jeruk turun 0,05 persen dengan andil –0,0001 persen.
Perumahan
Pada bulan ini kelompok perumahan mengalami inflasi sebesar 0,43 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 154,72 pada bulan Januari 2007 menjadi 155,39 pada bulan Pebruari 2007. Dari 4 sub kelompok yang ada, 3 sub kelompok mengalami kenaikan angka indeks, yaitu sub kelompok biaya tempat tinggal naik 1,23 persen, sub kelompok perlengkapan rumahtangga naik 0,28 persen dan sub kelompok penyelenggaraan rumahtangga naik 0,95 persen. Sedangkan untuk sub kelompok sub kelompok bahan bakar, penerangan dan air mengalami deflasi sebesar 1,57 persen.
Beberapa komoditi yang mengalami kenaikan harga serta memberikan andil positif terhadap pembentukan inflasi umum di antaranya adalah tarip tukang bukan mandor naik 7,63 persen dengan andil 0,1420 persen; genteng naik 5,33 persen dengan andil 0,0142 persen; upah pembantu rumahtangga naik 1,27 persen dengan andil 0,0123 persen dan semen naik 2 persen dengan andil 0,0097 persen.
Sebaliknya komoditi yang mengalami penurunan harga dengan memberikan andil negatif di antaranya adalah minyak tanah turun 4,78 persen dengan andil –0,0971 persen; karpet turun 0,77 persen dengan andil –0,0002 dan kayu balokan turun 0,02 persen dengan andil –0,0001 persen.
Sandang
Kelompok sandang pada bulan ini mengalami inflasi sebesar 1,47 persen dengan angka indeks sebesar 135,55; jauh lebih tinggi dari bulan lalu yang tercatat sebesar 133,58. Kenaikan harga emas perhiasan merupakan pemicu terjadinya inflasi pada kelompok ini.
Sub kelompok sandang laki-laki mengalami kenaikan angka indeks sebesar 0,16 persen; sub kelompok sandang wanita naik 0,11 persen; sub kelompok sandang anak-anak naik 0,27 persen dan sub kelompok barang pribadi dan sandang lain naik 4,64 persen.
Beberapa jenis barang dan jasa yang mengalami kenaikan harga dan menyebabkan terjadinya inflasi pada kelompok ini diantaranya adalah: emas perhiasan naik 5,11 persen dengan andil 0,0513 persen; ongkos jahit pakaian naik 11,33 persen dengan andil 0,0212 persen; kemeja panjang katun naik 2,15 persen dengan andil 0,0024 persen dan celana panjang jeans naik 1,14 persen dengan andil 0,0019 persen. Sebaliknya komoditi yang mengalami penurunan harga adalah sepatu turun 2,42 persen dengan andil –0,0023 persen; bahan baju sersin turun 0,86 persen dengan andil –0,0012 persen dan baju kaos/t-shirt turun 0,17 persen dengan andil –0,0004 persen.
Kesehatan
Kelompok kesehatan pada bulan Pebruari 2007 mengalami deflasi sebesar 0,16 persen dengan angka indeks mencapai 164,45, lebih rendah dari bulan sebelumnya yang mencapai 164,71. Penurunan ini disebabkan oleh penurunan angka indeks pada sub kelompok perawatan jasmani dan kosmetika yang turun 0,82 persen dan sub kelompok obat-obatan turun sebesar 0,10 persen. Sedangkan untuk sub kelompok jasa kesehatan naik sebesar 0,16 persen dan sub kelompok jasa perawatan jasmani relatif tidak mengalami perubahan angka indeks.
turun 0,51 persen dengan andil –0,0030 persen dan hand body lotion turun 0,98 persen dengan andil – 0,0011 persen. Sedangkan komoditi yang mengalami kenaikan harga adalah tarip dokter umum naik 0,94 persen dengan andil 0,0029 persen dan dokter spesialis naik 0,62 persen dengan andil 0,0015 persen.
Pendidikan, Rekreasi, dan Olahraga
Harga barang dan jasa yang tergabung pada kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga pada bulan Pebruari 2007 sedikit mengalami kenaikan angka indeks. Angka indeks pada bulan ini sebesar 164,71 sedikit lebih tinggi dibanding dengan angka indeks pada bulan sebelumnya yaitu sebesar 164,07.
Kenaikan angka indeks terjadi pada sub kelompok kursus-kursus/pelatihan naik sebesar 1,32 persen; sub kelompok perlengkapan/peralatan pendidikan naik 1,00 persen; sub kelompok rekreasi naik 1,80 persen dan sub kelompok olahraga naik 0,01 persen. Sedangkan untuk sub kelompok jasa pendidikan tidak mengalami perubahan angka indeks. Komoditas yang mengalami kenaikan harga adalah surat kabar harian naik 6,29 persen dengan andil 0,0299 persen; biaya bimbingan belajar naik 1,90 persen dan biaya foto copy naik 5 persen dengan andil masing-masing sebesar 0,0039 persen.
Transpor dan Komunikasi
Indeks Harga Konsumen kelompok transpor dan komunikasi pada bulan Pebruari 2007 mengalami kenaikan angka indeks yaitu sebesar 0,03 persen. Indeks pada bulan ini tercatat sebesar 146,17 sedikit lebih tinggi dari angka indeks pada bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 146,12.
Kenaikan angka indeks terjadi pada sub kelompok transpor sebesar 0,03 persen dan sub kelompok sarana dan penunjang transpor sebesar 0,23 persen. Sebaliknya sub kelompok Komunikasi dan pengiriman mengalami penurunan angka indeks sebesar 0,03 persen. Sedangkan untuk sub kelompok jasa keuangan relatif tidak mengalami perubahan angka indeks.
Beberapa komoditi yang mengalami kenaikan harga adalah bahan pelumas/oli naik 1,81 persen dengan andil 0,0066 persen; accu naik 6,22 persen dengan andil 0,0010 persen dan tarip cuci mobil naik 3,45 persen dengan andil 0,0006 persen. Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga antara lain adalah pertamax turun 0,11 persen dengan andil –0,0039 persen dan telepon seluler turun 0,42 persen dengan andil –0,0007 persen.
Tabel 3.
Indeks Harga Konsumen Kota Yogyakarta bulan Januari dan Pebruari 2007,
Perubahannya serta Sumbangan Inflasi (2002=100)
IHK KODE KELOMPOK / SUB KELOMPOK Januari
2007 Pebruari 2007 Inflasi Pebruari 2007 (%) ANDIL INFLASI [1] [2] [3] [4] [5] [6] 00000 UMUM 152,31 153,13 0,54 0,54 10000 BAHAN MAKANAN 151,38 152,78 0,92 0,18
10100 Padi-padian,umbi2-an & hasilnya 172,76 191,16 10,65 0,59 10200 Daging dan hasil-hasilnya 125,70 123,47 -1,77 -0,05
10300 Ikan Segar 135,57 131,73 -2,83 -0,02 10400 Ikan Diawetkan 135,81 136,15 0,25 0,01 10500 Telur,susu,dan hasil-hasilnya 121,14 119,36 -1,47 -0,03 10600 Sayur-sayuran 177,17 158,75 -10,40 -0,19 10700 Kacang-kacangan 174,13 175,47 0,77 0,01 10800 Buah-buahan 139,88 134,27 -4,01 -0,07 10900 Bumbu-bumbuan 172,54 163,53 -5,22 -0,09
11000 Lemak dan minyak 155,49 157,99 1,61 0,02
11100 Bahan makanan lainnya 128,94 126,97 -1,53 0,00 20000 MAKANAN JADI, MINUMAN, ROKOK & TEMBAKAU 151,16 152,23 0,71 0,15
20100 Makanan jadi 149,02 150,07 0,70 0,10
20200 Minuman yang tdk beralkohol 164,75 166,47 1,04 0,04 20300 Tembakau dan minuman beralkohol 145,54 146,03 0,34 0,01
30000 PERUMAHAN 154,72 155,39 0,43 0,10
30100 Biaya tempat tinggal 153,92 155,81 1,23 0,18 30200 Bh.bakar,penerangan dan air 181,80 178,95 -1,57 -0,10 30300 Perlengkapan Rumahtangga 118,23 118,56 0,28 0,00 30400 Penyelenggaraan Rumahtangga 129,97 131,20 0,95 0,02 40000 SANDANG 133,58 135,55 1,47 0,08 40100 Sandang laki-laki 120,44 120,63 0,16 0,00 40200 Sandang wanita 120,16 120,29 0,11 0,00 40300 Sandang anak-anak 135,02 135,38 0,27 0,00
40400 Barang pribadi dan lainnya 166,87 174,62 4,64 0,07
50000 KESEHATAN 164,71 164,45 -0,16 -0,01
50100 Jasa kesehatan 220,57 220,92 0,16 0,01
50200 Obat-obatan 144,24 144,10 0,10 0,00
50300 Jasa Perawatan Jasmani 176,23 176,23 0,00 0,00 50400 Perawatan jasmani & kosmetika 117,02 116,06 -0,82 -0,01 60000 PENDIDIKAN,REKREASI,OLAH RAGA 164,07 164,71 0,39 0,04 60100 Jasa Pendidikan 205,66 205,66 0,00 0,00 60200 Kursus-kursus/Pelatihan 108,34 109,77 1,32 0,00 60300 Perlengkapan/peralatan pendidikan 113,76 114,90 1,00 0,01 60400 Rekreasi 102,50 104,34 1,80 0,03 60500 Olahraga 106,13 106,14 0,01 0,00
70000 TRANSPOR DAN KOMUNIKASI 146,12 146,17 0,03 0,00
70100 Transpor 158,44 158,49 0,03 0,00
70200 Komunikasi dan pengiriman 115,23 115,20 -0,03 0,00 70300 Sarana & penunjang transpor 134,87 135,18 0,23 0,00