• Tidak ada hasil yang ditemukan

Gambar 4.1 Suasana di Kampoeng Kopi Banaran

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Gambar 4.1 Suasana di Kampoeng Kopi Banaran"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Gambaran Umum 4.1.1 Lokasi Penelitian

Kampoeng Kopi Banaran adalah unit usaha milik PT. Perkebunan Nusantara IX (Persero) yang memiliki tempat berpemandangan indah, sejuk dan dikembangkan sebagai daerah agrowisata. Terletak di tengah areal perkebunan Kopi Kebun Getas Afdeling Assinan, tepatnya Jl. Raya Semarang – Solo Km. 35 dengan ketinggian 480 – 600 mdpl dan suhu udara antara 23ºC - 27ºC.

Fasilitas utama yang ditawarkan saat ini adalah berupa bangunan untuk menikmati sedapnya “Banaran Coffee” atau yang sering disebut Kafe Banaran.

Selain itu juga terdapat beberapa fasilitas lain seperti taman bermain anak – anak yang didalamnya berisi antara lain ayunan, jungkat-jungkit, bola panjat, flying fox

dan sebagainya. Terdapat juga fasilitas lainnya seperti lapangan tenis, mushola, Gedung Pertemuan, Kolam Renang, Gasebo, Taman Buah, Taman Kelinci, Jelajah Kebun dengan ATV dan Kereta Wisata.

(2)

4.1.2 Kondisi Fasilitas Kereta Wisata Kampoeng Kopi Banaran

Salah satu fasilitas yang disediakan oleh Kampoeng Kopi Banaran adalah Kereta Wisata. Kereta Wisata adalah sebuah mobil yang sudah dimodifikasi. Dengan perjalanan sekitar kurang lebih 20 menit, pengunjung akan diajak menggunakan mobil kereta untuk berkeliling kebun kopi yang diselingi dengan pemandangan Rawa Pening dan dilatarbelakangi gugusan gunung. Supir bertugas juga sebagai pemandu yang akan menceritakan tentang kebun dan pengolahan kopi dan membuat pengunjung lebih mengenal tentang kebun kopi yang ada disana.

Harga tiket yang dijual adalah Rp. 70.000/kereta dan dapat ditempati oleh 6-7 orang dewasa. Berkeliling kebun dengan kereta wisata sangat cocok untuk dijadikan alternatif liburan bersama keluarga. Lokasi saat berkeliling dengan kereta wisata pun cukup tinggi sehingga terasa sejuk.

4.2 Karakteristik Responden Pengunjung Kampoeng Kopi Banaran Jumlah pengunjung Kampoeng Kopi Banaran yang diambil sebagai responden adalah sebanyak 68 orang. Untuk karateristik responden meliputi usia, pendidikan, domisili, pendapatan.

4.2.1 Hasil Uji Reliabilitas dan Validitas

Hasil dari uji realibilitas untuk pertanyaan yang menggambarkan penilaian bukti fisik (X1), penilaian keandalan (X2), penilaian daya tanggap (X3), penilaian

jaminan (X4), penilaian kepedulian (X5), dan penilaian kepuasan (X6), Cronbach‟s

Alpha yang didapatkan adalah 0.908.

Tabel 4.1 Hasil Uji Reliabilitas SPSS

Cronbach's Alpha

Cronbach's Alpha Based on Standardized Items

N of Items

.908 .909 20

Adanya tingkatan reliabilitas (Sekaran, 2006) yaitu: 1) Nilai Alpha 0,8-1,0 dikategorikan reliabilitas baik. 2) Nilai Aplha 0,6-0,79 dikategorikan reliabilitas diterima. 3) Nilai Alpha ≤ 0,6 dikategorikan reliabilitas kurang baik.

(3)

reliabilitas dikatakan baik. Hal ini sesuai dengan Sekaran (2006) yang mengatakan jika reliabilitas berada pada rentang 0,8-1,0 dapat dikategorikan reliabilitas baik.

Untuk validitas, tidak ada satupun item yang mempunyai nilai corrected item-total correlation kurang dari rtabel (n-2), dimana n adalah jumlah responden.

Nilai rtabel (68-2) adalah 0,2387. Widiyanto (2012) mengatakan jika nilai rhitung<

rtabel, maka kuisioner yang dipakai tidaklah valid. Sebaliknya jika kuisioner

memiliki nilai rhitung > rtabel, maka kuisioner dianggap valid. Dengan demikian

pertanyaan-pertanyaan didalam kuesioner tersebut adalah valid. Tabel 4.2. Pengujian Validitas Kuisioner No Corrected Item-Total Correlation No Corrected Item-Total Correlation 1 .310 11 .437 2 .460 12 .622 3 .645 13 .711 4 .542 14 .709 5 .607 15 .496 6 .692 16 .348 7 .709 17 .473 8 .697 18 .333 9 .603 19 .295 10 .652 20 .663 4.2.2 Karateristik Responden

Berikut adalah data pengunjung Kampoeng Kopi Banaran yang belum pernah dan sudah menggunakan kereta wisata berdasarkan karakteristik yang meliputi usia, pendidikan, domisili dan pendapatan.

4.2.2.1Usia

Terdapat perbedaan karakteristik berdasarkan usia antara pengunjung yang sudah menggunakan dan belum pernah menggunakan. Rata-rata usia pengunjung yang sudah menggunakan kereta adalah 35 tahun, sedangkan yang belum pernah menggunakan kereta rata-rata berusia 28 tahun.

(4)

Tabel 4.3. Persebaran Karateristik Usia Responden Karateristik Usia (tahun) Usia rata-rata 16 – 31 32 – 62 Jumlah % Jumlah % Belum Pernah Menggunakan 23 67.65 11 32.35 28 Sudah Menggunakan 12 35.29 22 64.71 35 Sumber : Pengolahan Data Crosstab SPSS

4.2.2.2Pendidikan

Untuk latar belakang tingkat pendidikan tidak banyak perbedaan yang terlihat antara karakteristik pengunjung yang sudah dan belum pernah menggunakan kereta wisata. Tingkat pendidikan terbanyak (lebih dari 50%) yang ditemukan pada kedua tipe pengunjung adalah SMA.

Tabel 4.4 Persebaran Karateristik Pendidikan Responden Karateristik

Pendidikan

SD SMP SMA UNIV

Jumlah % Jumlah % Jumlah % Jumlah % Belum Pernah

Menggunakan 2 5.88 4 11.76 18 52.94 10 29.41 Sudah

Menggunakan 3 8.82 0 0 19 55.88 12 35.29 Sumber : Pengolahan Data Crosstab SPSS

4.2.2.3Domisili

Mengenai domisili responden rata-rata mereka yang berasal dari Salatiga dan sebagian dari Kab.Semarang belum pernah menggunakan kereta wisata. Sedangkan untuk pengunjung yang sudah menggunakan kereta wisata kebanyakan berasal dari Semarang dan Kab. Semarang.

Tabel 4.5. Persebaran Karateristik Domisili Responden Karateristik

Domisili

Salatiga Kab. Semarang Semarang Luar Jumlah % Jumlah % Jumlah % Jumlah % Belum Pernah

Menggunakan 12 35.29 13 38.24 6 17.65 3 8.82 Sudah

Menggunakan 6 17.65 11 32.35 10 29.41 7 20.59 Sumber : Pengolahan Data Crosstab SPSS

(5)

4.2.2.4Pendapatan

Tidak ada perbedaan yang terlihat dari tabel pendapatan. Untuk pengunjung yang belum pernah dan sudah menggunakan kereta wisata, memiliki jumlah yang sama. Begitu pula untuk rata-rata, tidak terlalu berbeda jauh antara pendapatan Rp. 2.473.529 (belum pernah menggunakan kereta wisata) dan Rp. 2.455.882 (sudah menggunakan kereta wisata).

Tabel 4.6. Persebaran Karateristik Pendapatan Responden Karateristik Pendapatan Pendapatan rata-rata 200000–1200000 1200000-2500000 Jumlah % Jumlah % Belum Pernah Menggunakan 17 50 17 50 2473529 Sudah Menggunakan 17 50 17 50 2455882

Sumber : Pengolahan Data Crosstab SPSS

Secara umum dapat diketahui bahwa kriteria pengunjung yang belum pernah menggunakan kereta wisata adalah pengunjung yang memiliki rata-rata usia 28 tahun dengan latar belakang pendidikan SMA. Pengunjung juga kebanyakan berasal dari Salatiga dan Kabupaten Semarang dengan pendapatan rata-rata sebesar Rp. 2.473.529.

Dan kriteria pengunjung yang sudah pernah menggunakan kereta wisata adalah pengunjung yang rata-rata berusia 35 tahun dengan latar belakang pendidikan SMA. Pengunjung juga kebanyakan berasal dari Semarang dan Kabupaten Semarang dengan pendapatan rata-rata sebesar Rp. 2.455.882.

4.2.3 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Pengunjung

Persebaran pengunjung Kampoeng Kopi Banaran yang belum pernah dan sudah pernah memakai Kereta Wisata meliputi penilaian terhadap bukti fisik (X1),

keandalan (X2), daya tanggap (X3), jaminan (X4), kepedulian (X5), dan kepuasan

(6)

4.2.3.1Bukti Fisik

Untuk rata-rata penilaian terhadap bukti fisik, didapatkan hasil jika para pengunjung Kampoeng Kopi Banaran yang sudah menggunakan kereta memiliki penilaian lebih tinggi, yang tidak signifikan dibandingkan pengunjung yang belum mencoba menggunakan dan hanya melihat kereta wisata saja.

Tabel 4.7. Persebaran Karateristik Bukti Fisik Responden

Karateristik

X1 Bukti Fisik

Rata-rata 3- 7

(Rendah) 8-12 (Sedang) 13-15 (Tinggi)

Ket Jumlah % Jumlah % Jumlah %

Belum Memakai Kereta 1 2.9 31 91.2 2 5.9 10.23 Tidak Signifikan Sudah Memakai Kereta 0 0 23 67.6 11 32.4 12.15 4.2.3.2Keandalan

Penilaian terhadap keandalan terbanyak ada pada kategori penilaian „sedang‟ (8-12). Penilaian tersebut didapatkan dari 31 orang pengunjung yang belum menggunakan kereta wisata dan 23 orang yang sudah pernah menggunakan kereta wisata. Untuk penilaian keandalan kereta wisata dengan kategori „tinggi‟, terbukti jumlah pengunjung yang sudah menggunakan kereta wisata lebih banyak (11 orang) dibandingkan yang belum menggunakan kereta wisata (2 orang). Dari nilai rata-rata, didapatkan bahwa penilaian keandalan pada pengguna kereta wisata lebih tinggi, yang signifikan dibandingkan pengunjung yang belum menggunakan kereta wisata.

(7)

Tabel 4.8. Persebaran Karateristik Keandalan Responden Karateristik

X2 Keandalan

Rata-rata

3 – 7 (Rendah) 8 – 12 (Sedang) 13 – 15 (Tinggi) Ket Jumlah % Jumlah % Jumlah %

Belum Memakai Kereta 1 2.94 31 91.18 2 5.88 10.24 Signifikan Sudah Memakai Kereta 0 0 23 67.65 11 32.35 12.15 4.2.3.3Daya Tanggap

Penilaian terbanyak terhadap daya tanggap ada pada rentang nilai sedang (8-12). Daya tanggap yang dimaksud adalah pemberian respon tepat, cepat dan pelayanan pegawai Kampoeng Kopi Banaran. Untuk rata-rata penilaian terhadap daya tanggap, didapatkan hasil jika para pengunjung Kampoeng Kopi Banaran yang sudah menggunakan kereta memiliki penilaian lebih tinggi yang signifikan dibandingkan pengunjung yang belum mencoba menggunakan dan hanya melihat kereta wisata saja.

Tabel 4.9. Persebaran Karateristik Daya Tanggap Responden Karateristik

X3 Daya Tanggap

Rata-rata

3 – 7 (Rendah) 8 – 12 (Sedang) 13 – 15 (Tinggi) Ket Jumlah % Jumlah % Jumlah %

Belum Memakai Kereta 2 5.88 30 88.24 2 5.88 10.35 Signifikan Sudah Memakai Kereta 0 0 28 82.35 6 17.65 11.35 4.2.3.4Jaminan

Penilaian terhadap jaminan terbanyak ada pada kategori penilaian „sedang‟ (8-12). Penilaian tersebut didapatkan dari 28 orang pengunjung yang belum menggunakan kereta wisata dan 21 orang yang sudah pernah menggunakan kereta wisata. Untuk penilaian jaminan kereta wisata dengan kategori „tinggi‟, terbukti jumlah pengunjung yang sudah menggunakan kereta wisata lebih banyak (13 orang) dibandingkan yang belum menggunakan kereta wisata (5 orang). Dari nilai rata-rata, didapatkan bahwa penilaian keandalan pada pengguna kereta wisata lebih tinggi yang signifikan dibandingkan pengunjung yang belum menggunakan

(8)

kereta wisata.

Tabel 4.10. Persebaran Karateristik Jaminan Responden Karateristik

X4 Jaminan

Rata-rata

3 – 7 (Rendah) 8 – 12 (Sedang) 13 – 15 (Tinggi) Ket Jumlah % Jumlah % Jumlah %

Belum Memakai Kereta 1 2.94 28 82.35 5 14.71 11.03 Signifikan Sudah Memakai Kereta 0 0 21 61.76 13 38.24 12.65 4.2.3.5Kepedulian

Penilaian terbanyak terhadap kepedulian ada pada rentang nilai „sedang‟ untuk pengunjung yang belum menggunakan kereta wisata dan rentang nilai „tinggi‟ untuk pengunjung yang sudah menggunakan kereta wisata. Kepedulian yang dimaksud adalah mengenai perhatian dari pegawai Kampoeng Kopi Banaran yang melayani kereta wisata. Dari nilai rata-rata, didapatkan bahwa penilaian kepedulian pada pengguna kereta wisata lebih tinggi yang signifikan dibandingkan pengunjung yang belum menggunakan kereta wisata.

Tabel 4.11. Persebaran Karateristik Kepedulian Responden Karateristik

X5 Kepedulian

Rata-rata

2 – 4 (Rendah) 5 – 7 (Sedang) 8 – 10 (Tinggi) Ket Jumlah % Jumlah % Jumlah %

Belum Memakai Kereta 2 5.88 18 52.94 14 41.18 7.35 Signifikan Sudah Memakai Kereta 0 0 9 26.47 25 73.53 8.41 4.2.3.6Kepuasan Berkunjung

Penilaian terhadap kepuasan berkunjung terbanyak ada pada rentang nilai „sedang‟ untuk pengunjung yang belum menggunakan kereta wisata dan rentang nilai „tinggi‟ untuk pengunjung yang sudah menggunakan kereta wisata. Untuk penilaian kepuasan berkunjung dengan kategori „tinggi‟, terbukti jumlah pengunjung yang sudah menggunakan kereta wisata lebih banyak (24 orang) dibandingkan yang belum menggunakan kereta wisata (15 orang). Dari nilai rata-rata, didapatkan bahwa penilaian kepuasan berkunjung lebih tinggi yang

(9)

signifikan dibandingkan pengunjung yang belum menggunakan kereta wisata. Tabel 4.12. Persebaran Karateristik Daya Tanggap Responden

Karateristik X6 Kepuasan Berkunjung Rata-rata Ket 6 – 13 (Rendah) 14 – 21 (Sedang) 22 – 30 (Tinggi) Jumlah % Jumlah % Jumlah % Belum Memakai Kereta 1 2.9 19 55.9 14 41.2 21.15 Signifikan Sudah Memakai Kereta 0 0 8 23.5 26 76.5 23.06

4.3 Analisis Regresi Logistik Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keputusan Penggunaan Kereta Wisata Kampoeng Kopi Banaran

4.3.1 Uji Signifikansi Model 1. Uji G

Nilai Chi-square 31,549 > tabel DF 6 (jumlah variabel independen 6, tingkat kepercayaan 0,05) yaitu 12.59159 atau dengan signifikansi sebesar 0,000 (< 0,05) menunjukkan variabel bebas dapat dimasukan ke dalam model regresi

Tabel 4.13 Omnibus Test

Chi-square Df Sig.

Step 1 Step 31.549 6 .000

Block 31.549 6 .000

Model 31.549 6 .000

Sumber : Analisa Data Primer SPSS 16, 2016 2. Uji Beda T-Test

Dari hasil analisis independent test didapat hasil bahwa variabel X2, X3, X4, X5

dan X6 memiliki nilai probabilitas signifikansi yang lebih kecil dari tingkat

kepercayaan 0,05. Variabel-variabel bebas tersebut adalah Keandalan (X2), Daya

Tanggap (X3), Jaminan (X4), Kepedulian (X5), dan Kepuasan Berkunjung (X6).

Jadi dapat disimpulkan bahwa rata-rata pengunjung yang sudah pernah menggunakan dan yang belum pernah menggunakan kereta wisata berbeda secara signifikan. Hanya satu variabel yaitu Bukti Fisik (X1) yang memiliki nilai

(10)

3. Uji Likelihood

Hasil analisis menunjukkan nilai likelihood pada block number = 0 lebih besar dari nilai likelihood pada block number = 1 (94,268 > 62,719), maka model tersebut baik.

Tabel 4.14. Likelihood Test

Block 0 Block 1

-2 Log likelihood -2 Log likelihood

94.268 66.219 62.972 62.721 62.719 62.719 62.719 4. Uji Hosmer and Lemeshow

Nilai Chi Squaretabel untuk DF 8 (pada taraf signifikansi 0,05) adalah sebesar

11.0705. Nilai Chi Squarehitung7,320 < Chi Squaretable 11.0705 atau nilai

signifikansi sebesar 0,503 > 0,05 menunjukkan bahwa model dapat diterima dan pengujian hipotesis dapat dilakukan.

Tabel 4.15 Hosmer and Lemeshow Test Step Chi-square Df Sig.

1 7.320 8 .503

Sumber : Analisa Data Primer SPSS 16, 2016 5. Uji Goodness of Fit (R2)

Nilai Nagelkerke R Square sebesar 0,495 menunjukkan kemampuan variabel independen dalam menjelaskan variabel dependen adalah sebesar 0,495 atau 49,5% dan terdapat 50,5% (100% – 49,5%) faktor lain di luar model.

Tabel 4.16 Uji R-Square Step -2 Log

likelihood

Cox & Snell R Square

Nagelkerke R Square

1 62.719a .371 .495

Sumber : Analisa Data Primer SPSS 16, 2016 6. Uji Classification Plot

Tabel berikut memberikan nilai overall percentage sebesar 82,4% ((27+29)/68) yang berarti ketepatan model penelitian ini adalah sebesar 82,4%.

(11)

Tabel 4.17. Uji Classification Table Y Keputusan Naik Kereta

Percentage Correct Kriteria Belum memakai

kereta

Sudah memakai kereta

Belum memakai kereta 27 7 79.4

Sudah memakai kereta 5 29 85.3

Overall Percentage 82.4

Sumber : Analisa Data Primer SPSS 16, 2016 4.3.2 Uji Signifikansi Variabel

Berikut adalah hasil analisis regresi logistik terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pengunjung Kampoeng Kopi Banaran dalam menggunakan kereta wisata.

Tabel 4.18. Analisis Regresi Logistik terhadap Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keputusan dalam menggunakan Kereta Wisata di Kampoeng Kopi Banaran

Variabel B Wald Sig. Exp(B) Keterangan

X1 Bukti Fisik -0.763 4.569 0.033 0.466 Signifikan

X2 Keandalan 0.710 7.885 0.005 2.035 Signifikan

X3 Daya Tanggap -0.157 0.512 0.474 0.855 Tidak signifikan

X4 Jaminan 0.628 4.908 0.027 1.874 Signifikan

X5 Kepedulian 0.084 0.053 0.818 1.088 Tidak signifikan

X6 KepuasanBerkunjung 0.301 4.185 0.041 1.351 Signifikan

Konstanta -14.311 12.461 .000 .000 Sumber : Analisa Data Primer SPSS 16, 2016

Keterangan : Tingkat kepercayaan 5%

(12)

Berdasarkan tabel diatas dapat dibuat persamaan yang disusun dari analisis regersi logistik :

Y = ln 𝑝

1 − 𝑝 = −14,31 − 0,763 𝑋1+ 0,710 𝑋2− 0,157 𝑋3+ 0,628 𝑋4

+ 0,084 𝑋5+ 0,301 𝑋6

4.4 Interpretasi Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Responden dalam menggunakan Kereta Wisata

4.4.1 Pengaruh Penilaian Bukti Fisik (X1) terhadap Keputusan Penggunaan

Kereta Wisata

Dari tabel analisa regresi diatas, dapat diketahui X1 atau bukti fisik

mempunyai nilai Sig 0,033 < 0,05 dan nilai wald > Chisquaretabel (4,569 >3,841).

Hal ini berarti bukti fisik memberikan pengaruh yang signifikan terhadap keputusan naik kereta.

Raharjani (2005) menyatakan bahwa apabila suatu perusahaan jasa mempunyai fasilitas yang memadai dan membuat nyaman konsumen dalam menggunakan jasanya tersebut maka akan dapat mempengaruhi konsumen dalam melakukan pembelian jasa. Bukti fisik (lokasi dari jalur kereta wisata, interior desain kereta dan penampilan para pegawainya. yang terlihat) dinilai mampu membuat pengunjung terpengaruh untuk membuat keputusan tidak atau menggunakan kereta wisata.

Besarnya pengaruh akan ditunjukkan melalui nilai Exp (B) atau disebut juga ODDS RATIO (OR). Variabel Bukti Fisik (X1) dengan OR 0,466, orang yang memperhatikan bukti fisik akan cenderung naik kereta wisata sebanyak 0,466 kali lipat dibandingkan orang yang tidak memperhatikan. Nilai B = Logaritma Natural dari 0,466 = -0,763. Semakin kecil nilai B menunjukkan kemungkinan atau peluang dalam memutuskan kereta wisata semakin kecil.

Sebagaimana kondisi di lapangan memang menggambarkan jika jalur atau medan yang dilalui bukanlah jalan yang mulus melainkan berbatu-batu. Kondisi jalan yang melintasi kebun kopi memang tidak diperhalus dengan aspal dan cenderung berbatu-batu serta bergelombang. Untuk desain terminal kereta sendiri juga didesain biasa tanpa ada ornament atau hiasan yang menarik minat pengunjung. Fisik kereta yang sudah terlihat tua dan tidak terawat juga jelas terlihat. Hal ini lah yang menyebabkan pengunjung tidak jadi menggunakan

(13)

kereta wisata. Apabila ditambahkan hiasan yang bisa menggambarkan bagaimana keceriaan dan manfaat yang akan didapat jika menggunakan kereta wisata, besar kemungkinan akan mengubah persepsi pengunjung terhadap bukti fisik dan membuat mereka menggunakan jasa kereta wisata.

4.4.2 Penilaian Keandalan (X2) terhadap Keputusan Penggunaan Kereta Wisata

Keandalan (X2) terbukti memiliki pengaruh yang signifikan terhadap

keputusan naik kereta wisata. Hal tersebut dibuktikan dengan nilai Sig 0,005 < 0,05 dan nilai wald 7.885 > 3.841.

Variabel Keandalan (X2) dengan e0,710 = 2,035. Nilai B yang bernilai

positif menunjukan hubungan yang positif berkenaan dengan keputusan menaiki kereta wisata. Semakin tinggi penilaian variabel keandalan menunjukkan peluang yang tinggi pengunjung dalam memutuskan menggunakan kereta wisata.

Indriani (2012) dalam penelitiannya menyatakan apabila keandalan dikelola dengan baik dapat meningkatkan kepuasan pelanggan. Dengan demikian sebagai penyedia layanan jasa kereta wisata, keandalan dari Kereta Wisata Kampoeng Kopi Banaran dianggap sesuai dengan kebutuhan dan ekspetasi dari pengunjung. Keandalan yang dimaksud di penelitian ini adalah dalam hal pembelian tiket kereta wisata, para pengunjung merasakan kemudahan dan tidak dipersulit dalam melakukan pembelian. Begitu juga dengan harga tiket kereta wisata dinilai oleh pengunjung sudah pantas untuk sebuah kereta wisata yang dapat memuat 5-7 orang dewasa dalam satu kali perjalanan. Serta perjalanan kereta wisata yang tepat waktu membuat pengunjung merasakan kepuasan didalam pelayanan yang diberikan sehingga mempengaruhi keputusan wisatawan untuk menaiki fasilitas kereta wisata di Kampoeng Kopi Banaran. Keandalan memiliki pengaruh terbesar diantara semua faktor dilihat dari nilai Exp(B). Hal ini dapat menjadi kekuatan bagi para pengelola kereta wisata sehingga dapat menjadi sarana untuk lebih menarik perhatian para pengunjung.

(14)

4.4.3 Penilaian Daya Tanggap (X3) terhadap Keputusan Penggunaan Kereta

Wisata

X3 atau daya tanggap mempunyai nilai Sig 0,474 > 0,05 dan nilai wald

0.512< 3.841 yang berarti daya tanggap tidak berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan naik kereta.

Daya Tanggap tidak menjadi acuan wisatawan untuk memutuskan penggunaan kereta wisata. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi adalah karena tidak adanya SOP (Standar Operasional Prosedur). Setiap pegawai memiliki karakter yang berbeda-beda dalam menanggapi konsumen sehingga satu orang dengan yang lain belum tentu mendapat perlakuan yang sama dalam menyampaikan keluhan. Begitu pula dengan kecepatan tanggapan dalam melayani konsumen juga belum ada SOP yang mengatur. Hal ini membuat penilaian daya tanggap dianggap belum bisa mempengaruhi keputusan penggunaan kereta wisata.

4.4.4 Penilaian Jaminan (X4) terhadap Keputusan Penggunaan Kereta Wisata

X4 atau jaminan kereta api mempunyai nilai Sig 0,027 < 0,05 dan nilai

Wald 908 > 3.841yang berarti jaminan kereta api memberikan pengaruh parsial yang signifikan terhadap keputusan naik kereta.

Variabel Jaminan (X4) dari Kereta Wisata menunjukan nilai e0,628=1,874,

dimana nilai Odd Ratio menunjukan hasil positif. Orang yang memperhatikan jaminan kerta wisata akan memiliki kecenderungan sebesar 1,874 kali lipat untuk naik kereta wisata. Hubungan yang positif antara jaminan dengan dengan keputusan menaiki kereta ditunjukkan dengan rasa aman yang diberikan oleh para petugas kereta wisata sebagai jaminan selama berkeliling dengan kereta wisata. Walaupun para pengunjung diajak berkeliling memasuki kebun kopi yang sepi namun terdapat pos jaga di beberapa titik di dalam lokasi kebun. Tidak jarang pula dalam perjalanan mereka bertemu dengan para petani yang memang bertugas untuk merawat tanaman kopi. Hal ini membuat para pengunjung merasa lega selama berada di atas kereta. Petugas kereta juga tidak ragu untuk memberikan informasi atau pengetahuan tentang kopi selama perjalanan meskipun hanya untuk sekedar mengobrol. Dengan demikian, hal ini sesuai dengan hasil penelitian Trini (2004) yang menyatakan keamanan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan konsumen.

(15)

4.4.5 Penilaian Kepedulian (X5) terhadap Keputusan Penggunaan Kereta Wisata

X5 atau kepedulian mempunyai nilai signifikansi 0,818 > 0,05 yang berarti

bukti kepedulian tidak memberikan pengaruh parsial yang signifikan terhadap keputusan naik kereta.

Faktor kepedulian tidak berpengaruh nyata terhadap keputusan dalam penggunaan kereta wisata. Faktor kepedulian sendiri mencakup perhatian yang diberikan oleh petugas dan perlakuan yang sama dan adil yang diberikan petugas kepada pengunjung. Tidak adanya jaminan asuransi dalam tiket yang diberikan dapat dijadikan faktor utama yang membuat konsumen kurang merasa merasa yakin akan kepedulian dari pihak Kampoeng Kopi Banaran terhadap keselamatan mereka meskipun perjalanan memasuki kebun cenderung aman tanpa insiden. 4.4.6 Penilaian Kepuasan Berkunjung (X6) terhadap Keputusan Penggunaan

Kereta Wisata

X6 atau kepuasan berkunjung mempunyai nilai Sig Wald 0,041 < 0,05

yang berarti kepuasan berkunjung memberikan pengaruh parsial yang signifikan terhadap keputusan naik kereta. Nilai wald yang muncul yakni 4.185> 3.841 juga memberikan makna yang sama bahwa kepuasan berkunjung memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan penggunaan kereta wisata.

Tjiptono, (2004) mengungkapkan bahwa kualitas pelayanan memiliki hubungan yang erat dengan kepuasan pelanggan dan kualitas pelayanan mempengaruhi kepuasan pelanggandan pada akhirnya mempengaruhi loyalitas dalam hal ini termasuk minat untuk memakai kereta wisata kembali (Sharp, 2000). Semakin konsumen merasakan kepuasan terhadap pelayanan dan fasilitas dari kereta wisata, maka akan semakin besar kemungkinan konsumen akan memakai jasa kereta wisata kembali. Dengan catatan, harus ada performa yang dipertahankan atau ditingkatkan untuk mempertahankan kepuasan yang dirasakan oleh konsumen. Seperti kebersihan lingkungan KAKOBA, perawatan peralatan outbond, perawatan kendaraan kereta wisata, membuat SOP mengenai cara melayani konsumen, dan promosi yang lebih gencar lagi.

(16)

4.5 Alasan Pengunjung Belum Menggunakan Kereta Wisata

Gambar 4.5 Alasan Pengunjung Belum Menggunakan Kereta Wisata

Gambar diatas menunjukkan bahwa alasan pengunjung belum menggunakan kereta wisata adalah pengunjung datang hanya sebatas mampir ke Agrowisata saja (59%), pengunjung ingin berjalan-jalan saja (23%) dan pengunjung tertarik dengan fasilitas lain yang ada di Agrowisata Kampoeng Kopi Banaran (18%). Fasilitas lain yang ada di Agrowisata seperti ayunan, jungkat-jungkit, bola panjat,

flying fox dan sebagainya. Terdapat juga fasilitas seperti lapangan tenis, mushola, Gedung Pertemuan, Kolam Renang, Gasebo, Taman Buah, Taman Kelinci, dan Jelajah kebun dan ATV.

18% 23% 59% Tertarik dengan fasilitas lain Ingin berjalan-jalan saja Hanya mampir di Restoran

Gambar

Gambar 4.1 Suasana di Kampoeng Kopi Banaran
Tabel 4.1 Hasil Uji Reliabilitas SPSS
Tabel 4.3. Persebaran Karateristik Usia Responden  Karateristik  Usia (tahun)  Usia        rata-rata 16 – 31 32 – 62  Jumlah  %  Jumlah  %  Belum Pernah  Menggunakan  23  67.65  11  32.35  28  Sudah Menggunakan  12  35.29   22  64.71  35  Sumber : Pengolah
Tabel 4.6. Persebaran Karateristik Pendapatan Responden
+7

Referensi

Dokumen terkait

Pada penilaian aspek ke-3 yaitu 96% dan aspek ke-4 yaitu 93% dari keseluruhan siswa menyatakan merasa lebih aktif ketika belajar dan merasakan suasana yang

Salah satu metode yang cocok digunakan dalam upaya pembentukan akhlakul karimah terutama bagi anak-anak adalah dengan menggunakan metode cerita yang termasuk kedalam

Implementation of Legal Fishing Operational Letter (LFOL) in 5 GT-tuna handline fishing boat in Bitung, Indonesia (Penerapan Surat Laik Operasi [SLO] pada kapal perikanan

the second kind. Generating functions of the Stirling numbers of the second kind. Stirling numbers of the second kind obtained by probability. Decomposition of products of prime

Adapun yang mempengaruhi motivasi mahasiswa dalam perkulihan antara lain cara dosen dalam menyampaikan materi perkuliahan sangat menarik, kedatangan dosen yang tepat waktu,

Penyusunan Naskah Akademis Rencana Pengembangan dan Pembangunan Perumahan dan Kawasan Permukiman (RP3KP).. Kota Depok Bangkim 1 laporan 2016

Selain  berdasarkan  hasil  analisis  diatas,  potensi  unggulan  suatu  daerah  juga 

Tujuan : Untuk mengetahui manfaat penatalaksanaan terapi menggunakan metode terapi latihan berupa breathing exercise, senam nifas, static contraction, kegel exercise