MANAJEMEN
PELAYANAN PUBLIK :
•
MEMAHAMI KONSEPSI DASAR
MANAJEMEN PELAYANAN PUBLIK
• ADMINISTRASI PUBLIK DAN PELAYANAN PUBLIK (mengapa pelayanan publik, apa dan bagaimana hubungannya dengan administrasi publik : tinjauan praktis dan teoritik)
• HAKEKAT MAKNA PELAYANAN PUBLIK • APA DAN MENGAPA MANAJEMEN
PELAYANAN PUBLIK • RUANG LINGKUP MPP
Pelayanan Pemerintah
(Savas, 1987):
• The delivery of a services by a
government agency using its own
employees.
• Tujuan : mensejahterakan masyarakat dari
suatu negara yang menganut walfare
Pelayanan Publik
(Miftah Thoha, 2000) :
Usaha yang dilakukan seseorang atau
kelompok orang atau instansi tertentu
melalui penyediaan barang dan jasa yang
bertujuan memberi kemudahan kepada
masyarakat
dalam
rangka
mencapai
tujuan
Pelayanan Publik
(Poltak Sinambela, 2006
) :
Pemberian
layanan
(melayani)
keperluan orang atau masyarakat yang
mempunyai
kepentingan
pada
organisasi itu sesuai dengan aturan
pokok
dan
tata
cara
yang
telah
ditetapkan
Pelayanan publik :
(UU 25/2009)
kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan bagi setiap warga negara dan penduduk atas barang, jasa, dan/atau pelayanan administratif yang disediakan oleh penyelenggara pelayanan publik.
So…….
• Assisting or benefitting individuals through
making useful things available to them
• Something made available to the whole of
population, and it involves things which
people can not normally provide for
themselves
• Kegiatan membantu, menyiapkan, mengurus,
dan menyediakan kebutuhan publik dalam
bentuk barang ataupun jasa secara memuaskan • Service quality can mean as activity assist,
preparing, managing, and providing public requirement in the form of goods and or service by satisfying
• Pemberian pelayanan prima kepada masyarakat
yang merupakan perwujudan kewajiban
aparatur pemerintah sebagai abdi masyarakat
• Fokus pada kepuasan pelanggan (customer
Why Public Service ?
Kebutuhan semua orang, semua stakeholder (pemerintah, swasta dan masyarakat)
Merupakan ranah-domain di mana semua pihak beriteraksi dengan atribut hak dan kewajibannya Ranah-bidang di mana nilai-nilai citizenship
dilekatkan
Perwujudan dari negara kesejahteraan (perwujudan dari tanggung jawab sosial politik pemerintah)
ADMINISTRASI PUBLIK = PELAYANAN PUBLIK ???
• TERKAIT DENGAN INTERVENSI KOLEKTIF INSTITUSI NEGARA ATAS MENINGKATNYA PRIVAT PROBLEM MENJADI PUBLIC
PROBLEM (CAIDEN, 1982)
• ORGANISASI DAN MANAJEMEN DARI
URUSAN-URUSAN ATAU TUJUAN-TUJUAN PEMERINTAHAN
• PERUMUSAN DAN PELAKSANAAN
KEBIJAKAN UNTUK PENYELESAIAN ATAU PEMECAHAN MASALAH-MASALAH PUBLIC
AP SEBAGAI PROSES
ESENSI, HAKEKAT, ATAU STATE OF THE ART DARI KEGIATAN ADMINISTRASI PUBLIK ADALAH PELAYANAN PUBLIK
SEBAGAI ORGANISASI
FUNGSI DAN TUGAS UTAMA LEMBAGA ADMINISTRASI PUBLIK ADALAH PELAYANAN PUBLIK
DENGAN DEMIKIAN KINERJA SISTEM ADMINISTRASI PUBLIK DAPAT DINILAI DARI KINERJA PELAYANAN PUBLIK (pelayanan sebagai bidang kegiatan utama dari administrasi publik)
SETIAP DAN SEGALA AKTIVITAS ADMINISTRASI PUBLIK TIDAK DITUJUKAN PADA DIRINYA SENDIRI MELAINKAN DIORIENTASIKAN UNTUK PEMECAHAN MASALAH PUBLIK DAN PERWUJUDAN KEPENTINGAN PUBLIK
PENYEDIAAN BARANG DAN JASA KEPADA PUBLIK
TITIK TEMU ADM PUBLIK DAN
PELAYANAN PUBLIK
• Public problem, public need, public interest
• Pelayanan publik adalah “core” fungsi praktik adm publik
• Pelayanan publik adalah (determinan) kinerja adm publik
• Kajian pelayanan publik merupakan bagian studi Adm Publik
• Perkembangan paradigma adm publik berpengaruh pada pelayanan publik
STUDI ADMINISTRASI POLITICAL NEG. MAJU SUBTANTIF/ APPROACH SPASIAL NEG BERKEMBANG PUBLIC SERVICE DEVELOPMENT ADMINISTRATION MANAJERIAL ADMINISTRATION FOR PUBLIC POSITIONING PSM ON PA MANAJEMEN PELAYANAN PUBLIK LEGAL
Kesimpulan
• Pelayanan melibatkan dua entitas/ subyek : penyelenggara/pemberi layanan dan penerima / pengguna layanan
• Kebutuhan akan pelayanan muncul karena kebutuhan masyarakat maupun akibat dari suatu kebijakan
• Penyelenggara layanan bisa berupa : pemerintah dan institusi lain yang diperbolehkan (swasta)
• Bagi pemerintah pelayanan adalah tugas dan kewajiban • Bagi masyarakat pelayanan adalah hak dasar
• Produk layanan bisa berupa barang dan jasa
PENTINGNYA MANAJEMEN
PELAYANAN PUBLIK
• SEMAKIN KOMPLEKSNYA PENYELENGGARAAN PELAYANAN PUBLIK (TUNTUTAN, AKTOR,
OBYEK/PRODUK PELAYANAN)
• DEMOKRATISASI DALAM PENYELENGGARAAN PELAYANAN (PEMERINTAHAN)
• BANYAKNYA FAKTA KINERJA PELAYANAN YANG
BURUK KARENA ASPEK MANAJEMEN (KEGAGALAN PELAYANAN KARENA ASPEK MANAJEMEN)
• TANPA MANAJEMEN, PELAYANAN PUBLIK BUKAN HANYA TIDAK MAMPU MENYELESAIKAN MASALAH PUBLIK, TETAPI JUGA MEMBUAT MASALAH BARU • SEMAKIN BERKEMBANGNYA STUDI ADMINISTRASI
RUANG LINGKUP MPP
• Penerapan fungsi-fungsi manajemen
dalam proses layanan
• Mencakup deskripsi desain layanan
• Evaluasi kinerja layanan
• Perencanaan (Redesain) layanan
• Organisasi sumber-sumber daya untuk
pelayanan
• Penataan dan pengembangan organisasi
penyediaan layanan
PERKEMBANGAN PARADIGMA
ADMINISTRASI PUBLIK &
PELAYANAN PUBLIK :
ADM PUBLIK
MANAJEMEN PELAYANAN PUBLIK OLD PUBLIC ADMINISTRATION NEW PUBLIC MANAGEMENTPrinsip-prinsip tradisional Adm. Publik
• Diorganisasikan secara hierarchical
• Sistem dan prosedur berdasarkan prinsip one-best-way
• Pemerintah (Administrasi publik) sebagai
penyelenggara semua pelayanan publik yang telah ditetapkan oleh kebijakan publik
• Pegawai negeri bertindak berdasarkan kepentingan publik (public interest)
• Memerlukan birokrasi yang profesional, pegawai negeri yang bersikap netral, karir sampai
Karakter utama Old Public Administration
(Denhard & Denhard,2003)
1. Peran
AP
terbatas
pada
proses
perumusan
kebijakan,
peran
utamanya
adalah
implementasi
kebijakan
2. Pemberian pelayanan dilaksanakan
oleh para administrator yang harus
bertanggungjawab
kepada
pejabat
terpilih (pejabat politik) dan diberi
diskresi yang sangat terbatas
Lanjutan :
3. Program-program publik dikelola oleh organisasi yang herarkhis dimana para
pemimpinnya (manager) mengontrol dari atas ke bawah
4. Tujuan yang hendak dicapai oleh organisasi pemerintahan adalah efisiensi dan rasional 5. Organisasi publik bila ingin efisien harus
dikelola dengan sistem tertutup dimana keterlibatan masyarakat sangat terbatas 6. Tugas utama administrasi publik
Profil Layanan Publik : Perspektif OPA
• Pelayanan publik bersifat administratif dan
tidak ada tanggung jawab individual terhadap hasilnya
• Monopoli layanan oleh organisasi publik • Layanan “single best way”
• Layanan dilaksanakan dengan “Protap, juklak, juknis yang jelas dan hierarkhis
• Efektivitasi-efisiensi sebagai core value
• Tanggung jawab layanan kepada political master
Masalah Adm Publik dan Pelayanan publik
dengan OPA
• Birokrasi sering tidak bekerja seperti apa yang diharapkan
• Upaya mencari one best way sering terjebak pada
rigidity
• Ada kecenderungan birokrasi pemerintah melaksanakan sendiri penyelenggaraan pelayanan masyarakat
• Tuntutan masyarakat terhadap administrasi publik agar mempertanggung jawabankan langsung kepada publik • Para pegawai negeri ternyata banyak yang tidak netral
Trend Adm. Publik
• Adm. Publik tidak hanya mengandalkan
mekanisme birokrasi bagi penyelenggaraan pelayanan publik tetapi juga menerapkan alternatif mekanisme pasar. Alternatif yang lebih efisien dan lebih baik kualitas
pelayanannya yang akan dipilih
• Birokrasi pemerintah lebih banyak mengatur (regulatory) dari pada menyelenggarakan
pelayanan (service delivery)
• Memasukan unsur persaiangan ke dalam pelayanan publik baik berupa persaingan pasar, quasi persaingan atau benchmarking
Saran Christopher Hood :
1. Menyerahkan tugas-tugas sektor publik
kepada manajer profesional
2. Menetapkan secara eksplisit standar dan
ukuran kinerja
3. Menegaskan pentingnya “hasil”
daripada “proses” sehingga hasil harus
terus menerus dikendalikan
4. Meningkatkan efektifitas dan efisiensi
dengan mendesentralisasikan
New Public Management
(Holmes & Shand, 1995)
• Menselaraskan wewenang dan tanggung jawab dalam rangka peningkatan kinerja
• Lebih menekankan akuntabilitas dan
transparansi dengan mensyaratkan pelaporan hasil dan biaya pencapaiannya
• Sistem budgeting dan manajemen untuk
New Public Management
(Lihat: OECD, 1996)
• Bermaksud mengembangkan budaya yang berorientasi kinerja (performance-oriented culture) di sektor publik
• Desentralisasi keputusan alokasi sumber daya dan pelaksanaan pelayanan publik
• Lebih fokus pada hasil (efisiensi, efektifitas dan kualitas pelayanan) dan sistem manajemen
yang lebih fleksible
• Memperkuat kapasitas strategik di pusat untuk menuntun perubahan manajemen publik
NPM Model 1: The Efficiency Drive
(New Taylorism or New Thatcherite)
• An increase attention to financial control • A stronger general managerial spine
• More standard setting and bench-marking • More provider responsiveness to customers • A reduction of self regulating power of
professions
NPM Model 2: Downsizing
and Decentralization
• An extention of the early stress on market-mindedness to more elaborate and develop quasi-markets
• A split between a small strategic core and a
large operational periphery and contracting out of non-strategic functions
• Delayering and downsizing
• A split between public funding and independent sector provision
• An attempt to move away from standardized forms of service to a service system
NPM Model 3:
In Search of Excellence
• Emphasize on organizational development
and learning
• Radical decentralization with performance
judged by results
• Explicit attempts to secure culture change
• A more assertive and strategic human
NPM Model 4:
Public Service Orientation
• A major concern with service quality
• Reflection of users than customers
• Stress on the development of societal
learning
• Stress on securing on participation and
accountability
PELAYANAN PUBLIK DAN NPM :
KONSEKUENSI PARADIGMATIK
• Hadirnya privat sector dalam layanan publik • Layanan pemerintah dengan fungsi “steering” • Orientasi hasil dari layanan publik• Pentingnya standar evaluasi kinerja layanan • Layanan berorientasi customer
• Efektivitas-efisiensi, desentralisasi, downsizing, privatisasi, kompetisi
• Pengguna jasa layanan sebagai consumen and customer
Manajemen Publik
1. Pelayanan yang diberikan lebih urgen daripada swasta, yaitu tidak sekedar memberikan pelayanan yang
menguntungkan saja
2. Pelayanan yang diberikan biasanya monopoli atau semi monopoli, yaitu mengelola bidang bidang yang urgent sebagai kewajiban negara
3. Pelayanan relatif berdasarkan regulasi, yaitu dalam
melaksanakan kegitannya menekankan pemberlakuan aturan aturan yang ada.
4. Pelayanan tidak ditentukan oleh harga pasar, yaitu
bukan menekankan pada keseimbangan permintaan dan penawaran dalam mekanisme pasar
5. Pelayanan lebih ditentukan oleh penilaian publik, yaitu dalam mengukur kinerja pelayanan yang diberikan
Citizens Charter
• Adalah pernyataan visi, misi, nilai dan
standar serta komitmen untuk bertindak
secara transparan dalam
penyelenggaraan pelayanan publik
• Komitmen instansi pemerintah tentang
standar pelayanan, mekanisme
penyampaian keluhan masyarakat sesuai
dengan prinsip good governance
Citizens Chapter (contd)
• Pernyataan kewajiban bersama antara instansi pemerintah (atau organisasi bisnis) dan
masyarakat (atau pelanggan)
• Citizens chapter secara spesifik menyatakan janji tentang komitmen instansi pemerintah
terhadap pelayanan masyarakat dan apa jenis pelayanan serta norma pelayanan termasuk lama waktu pelayanan yang diperlukan
JV Denhardt & RB Denhard, 2003
:
• Publics servants do not deliver
customer service ; they deliver
democracy . (Pegawai pemerintah
tidak bekerja untuk melayani
pelanggan, tetapi untuk mewujudkan
nilai-nilai demokrasi)
Lanjutan :
• Government shouldn’t be run like a
businnes; it should be run like a
democracy. ( Pemerintahan
seyogjanya tidak dijalankan seperti
layaknya sebuah perusahaan tetapi
melayani masyarakat secara
demokratis : adil, merata, tidak
diskriminatif, jujur dan akuntabel )
7 Gagasan Inti Paradigma NPS
:
1. Serve Citizens, Not Customers 2. Seek The Public Interest
3. Value Citizenship Over entrepreneurship 4. Think Strategically, Act Democratically 5. Recognize That Accountabillity is not
Simple
6. Serve Rather Than Steer
Perubahan Paradigma Pelayanan
Publik (Denhart & Denhart, 2003)
Old Public Administration New Public Management New Public Service Primary theoretical and epistemological foundation Political theory, social and political commentary augmented by naïve social science Economic theory, more sophisticated dialogue based on positivist social science Democratic theory, varied approaches to knowledge including positive, interpretive, critical and postmodern Siapa yang dilayani Klien dan konstituen Pelanggan (customers) Warga negara (Citizens)
Perubahan Paradigma Pelayanan
Publik (Denhart & Denhart, 2004)
Old Public Administration
New Public Management
New Public Service
Peranan Pemerintah Rowing:Mendisain dan melaksanakan pelayanan publik Streering:sebagai katalis dan memanfaatkan mekanisme pasar Serving, negotiating and brokering: berbagai kelompok kepentingan dan menciptakan nilai bersama Mekanisme pencapaian tujuan kebijakan Menjalankan program melalui instansi pemerintah yang ada Mencapai tujuan kebijakan melalui mekanisme pasar dengan pelaku utama swasta dan masyarakat Membanguna koalisi antara pemerintah, swasta dan masyarakat Diskresi admonistrasi
Terbatas Luas Terbatas dan ada pertangung jawaban
Perubahan Paradigma Pelayanan
Publik (Denhart & Denhart, 2004)
Old Public Administration New Public Management New Public Service Struktur organisasi Birokratis, otoritas hierakhis ke dalam, kontrol dan regulasi ke masyarakat
Layanan publik yg terdesentralisasi, tetapi kendali utama tetap di tangan pemerintah
Kolaboratif, kepemimpinan bersama secara internal dan eksternal
Motivasi Gaji dan tunjangan
serta perlindungan sbg pegawai negeri
Semangan wirausaha dan keinginan ideologis mengurangi ukuran pemerintah Pelayanan masyarakat,, keingin memberikan kontribusi kepada masyarakat Pendekatan akuntabilitas Secara hierarkhis administrator bertanggung jawab kepada pejabat politik
Market driven, responsif kepada customers/citizens Akuntabilitas hukum, nilai masyarakat, norma politik, profesional dan kepentingan masyarakat