• Tidak ada hasil yang ditemukan

KAK RD Bendung Aur

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "KAK RD Bendung Aur"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

REVIEW DESIGN D.I. DERAS II (

REVIEW DESIGN D.I. DERAS II (BENDUNG AU

BENDUNG AUR)

R)

1.

1. Latar Latar BelakangBelakang

Dalam rangka mewujudkan kedaulatan pangan melalui kebijakan Pemerintah, salah Dalam rangka mewujudkan kedaulatan pangan melalui kebijakan Pemerintah, salah satunya adalah dengan membuka 1 juta hektar lahan sawah baru di luar Pulau Jawa. satunya adalah dengan membuka 1 juta hektar lahan sawah baru di luar Pulau Jawa. Untuk menunjang pembukaan lahan sawah baru tersebut diperlukan sarana irigasi yang Untuk menunjang pembukaan lahan sawah baru tersebut diperlukan sarana irigasi yang merupakan komponen pendukungnya.

merupakan komponen pendukungnya.

Salah satu tugas pokok Bidang Pengairan, Dinas PU Cipta Karya, Tata Ruang dan Salah satu tugas pokok Bidang Pengairan, Dinas PU Cipta Karya, Tata Ruang dan Pengairan Kabupaten Musi Rawas adalah melakukan upaya rehabilitasi sarana Pengairan Kabupaten Musi Rawas adalah melakukan upaya rehabilitasi sarana prasarana irigasi.

prasarana irigasi. Upaya tersebut dapUpaya tersebut dapat dilakukan dengat dilakukan dengan cara merehabilitasi benduan cara merehabilitasi bendungng berikut jaringan

berikut jaringan irigasinyairigasinya..

Daerah Irigasi Deras II seluas 928 Ha, daerah irigasi ini mempunyai 2 bendung sebagai Daerah Irigasi Deras II seluas 928 Ha, daerah irigasi ini mempunyai 2 bendung sebagai sumber air irigasi yaitu bendung Moyan dan Bendung Aur dibangun Tahun 1984/1985 sumber air irigasi yaitu bendung Moyan dan Bendung Aur dibangun Tahun 1984/1985 dan 1987/1988. Secara administrasi daerah irigasi ini meliputi wilayah Desa Sumber dan 1987/1988. Secara administrasi daerah irigasi ini meliputi wilayah Desa Sumber Harta, Kecamatan Sumber Harta. Sumber air bendung Aur berasal dari Sungai Deras. Harta, Kecamatan Sumber Harta. Sumber air bendung Aur berasal dari Sungai Deras. Pemanfaatan air pada Bendung Aur tidak hanya untuk irigasi tetapi untuk Air Minum Pemanfaatan air pada Bendung Aur tidak hanya untuk irigasi tetapi untuk Air Minum (BLU SPAM) dan untuk wisata air, oleh karena itu pasokan air pada intake bendung Aur (BLU SPAM) dan untuk wisata air, oleh karena itu pasokan air pada intake bendung Aur menjadi berkurang. Melalui kegiatan Review Design ini diharapkan dapat mencari menjadi berkurang. Melalui kegiatan Review Design ini diharapkan dapat mencari alternatif sumber air baru yang mampu mensupply air ke bendung Aur sehingga sistem alternatif sumber air baru yang mampu mensupply air ke bendung Aur sehingga sistem irigasi dapat berjalan secara optimal, kebutuhan masyarakat untuk air minum dapat irigasi dapat berjalan secara optimal, kebutuhan masyarakat untuk air minum dapat terpenuhi dan pemanfaatan air sebagai objek wisata Bendung Aur dapat dimaksimalkan. terpenuhi dan pemanfaatan air sebagai objek wisata Bendung Aur dapat dimaksimalkan. 2.

2. Maksud Maksud dan dan TujuanTujuan

Maksud dari pekerjaan Review Design D.I. Deras II (Bendung Aur) adalah: Maksud dari pekerjaan Review Design D.I. Deras II (Bendung Aur) adalah: 

Melakukan Melakukan survey survey sumber sumber air air yang yang ada ada di di daerah daerah studi.studi.

Melakukan Melakukan inventarisainventarisasi si kondisi kondisi bendung bendung yang yang ada ada (eksist(eksisting).ing).

Melakukan reviMelakukan review design secew design secara lengkaara lengkap terhadap keselp terhadap keseluruhan komuruhan komponenponen bendung.

bendung. 

Mencari Mencari alternatalternatif if sumber sumber air air untuk untuk menambah menambah supply supply air pair pada ada bendung bendung AurAur

Melakukan Melakukan review review design design secara secara lengkap lengkap terhadap terhadap kondisi kondisi jaringan jaringan pengairan pengairan yangyang ada.

ada. 

Melakukan Melakukan kajian kajian terhadap terhadap kesesuaian kesesuaian lahan lahan untuk untuk tanah tanah pertanianpertanian

Melakukan Melakukan kajian kajian terhadap terhadap kualitas kualitas air air untuk untuk pertanianpertanian

Melakukan Melakukan perhitungan perhitungan rencana rencana anggaran anggaran biaya biaya dan dan spesifikasi spesifikasi teknis.teknis. Sedangkan tujuan pekerjaan ini adalah:

Sedangkan tujuan pekerjaan ini adalah: 

Mendapatkan Mendapatkan data data kondisi kondisi fisik fisik yang yang ada ada (eksistin(eksisting).g).

Mendapatkan Mendapatkan layout/perlayout/perencanaan encanaan rehabilirehabilitasi tasi bendung bendung pada pada posisi posisi yang yang efisien efisien dandan memenuhi persyaratan teknis.

memenuhi persyaratan teknis. 

Mendapatkan Mendapatkan design design bangunan bangunan dan dan saluran saluran yang yang sesuai sesuai dengan kedengan kebutuhan butuhan yangyang ada dan memenuhi persyaratan teknis.

ada dan memenuhi persyaratan teknis. 

Mendapatkan design Mendapatkan design saluran suplesi saluran suplesi sesuai sesuai dengan dengan kebutuhan yang kebutuhan yang ada ada dandan memenuhi persyaratan teknis.

memenuhi persyaratan teknis. 

Mendapatkan Mendapatkan data data kesesuaiakesesuaian n lahan lahan dan dan kualitas kualitas air air untuk untuk pertanianpertanian

Mendapatkan Mendapatkan dokumen dokumen tender tender pekerjaan pekerjaan fisik fisik yang yang siap siap lelang.lelang. 3. Sasaran

3. Sasaran

Sasaran yang ingin dicapai dari pekerjaan ini adalah : Sasaran yang ingin dicapai dari pekerjaan ini adalah : 

tersusunnytersusunnya a dokumen dokumen perencanaan perencanaan yang yang siap siap lelanglelang

Optimasi Optimasi pemanfaatpemanfaatan an Sumber Sumber Daya Daya air air yang yang adaada

TTerwujudnya erwujudnya suatu suatu jaringan jaringan irigasi irigasi teknis teknis yang yang memadai memadai dan dan efisien efisien sehinggasehingga dapat menunjang program peningkatan produksi pangan.

dapat menunjang program peningkatan produksi pangan. 4.

4. Lokasi Lokasi PekerjaanPekerjaan

Lokasi pekerjaan Review design D.I. Deras II (Bendung Aur) ini berada di Kecamatan Lokasi pekerjaan Review design D.I. Deras II (Bendung Aur) ini berada di Kecamatan Sumber Harta, Kabupaten Musi Rawas.

(2)

5. Sumber Pendanaan

Kegiatan ini dibiayai dari sumber pendanaan APBD Kab. Musi Rawas Tahun Anggaran 2017 pada SKPD Dinas PU Cipta Karya, Tata Ruang dan Pengairan Kabupaten Musi Rawas sebesar Rp. 289.500.000,- (Dua ratus delapan puluh sembilan juta lima ratus ribu rupiah) termasuk PPN.

6. Nama dan Organisasi Prengguna Jasa

Nama organisasi yang menyelenggarakan/melaksanakan pengadaan jasa konsultansi: SKPD : Dinas PU Cipta Karya, Tata Ruang dan Pengairan Kabupaten Musi Rawas

PPK : Perri Putra, SST

7. Data Dasar

Pengumpulan data eksisting termasuk rencana pengembangan wilayah sungai dan RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) yang mencakup tetapi tidak terbatas pada hal-hal sebagai berikut:

Peta dasar skala 1: 25.000Peta citra satelit

Peta tata guna lahan

Peta RTRW

Data Pola dan Rencana Pengelolaan SDA

Data Topografi, Geologi, dan Geoteknik ;Data Hidrologi;

Data Sumber Material Konstruksi;Data Bangunan Hidrolik eksisting ;

Transportasi ;

Agronomi dan Agro-ekonomi ;

Sosial Ekonomi ;

  Lingkungan;

Infrastruktur ; 8. Standar Teknis

Metode, Spesifikasi dan Tata Cara Bagian 8 : Bendung, Bendungan, Sungai, Irigasi dan Pantai

Kriteria Perencanaan 01 Tahun 2013 Bagian Perencanaan Jaringan IrigasiKriteria Perencanaan 02 Tahun 2013 Bagian Bangunan Utama

Kriteria Perencanaan 03 Tahun 2013 Bagian SaluranKriteria Perencanaan 04 Tahun 2013 Bagian BangunanKriteria Perencanaan 05 Tahun 2013 Bagian Petak Tersier

Kriteria Perencanaan 06 Tahun 2013 Bagian Parameter BangunanKriteria Perencanaan 07 Tahun 2013 Bagian Standar Penggambaran

Kriteria Perencanaan 09 Tahun 2013 Bagian Standar Pintu Pengatur Air Irigasi Spesifikasi Teknis

BI 01, 02, dan 03 Gambar Tipe dan Standar Bangunan IrigasiPersyaratan Teknis 01 Bagian Perencanaan Jaringan IrigasiPersyaratan Teknis 02 Bagian Pemetaan Topografi

Persyaratan Teknis 03 Bagian Penyelidikan GeoteknikPersyaratan Teknis 04 Bagian Penyelidikan Model Hidrolis

Permen PU No. 04/PRT/M/2009 tentang Sistem Jaminan Mutu;

SNI 19-6724, 2002 Tata Cara Pengukuran Kontrol Horizontal dan SNI 19-6988, 2004 Tata Cara Pengukuran Kontrol Vertikal;

9. Referensi Hukum

Referensi hukum sebagai acuan dalam kegiatan ini meliputi:

1. Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. 2. Undang – Undang No. 11 Tahun 1974 tentang Pengairan.

3. Undang – Undang No. 18 Tahun 1999 Tentang Jasa Konstruksi ; 4. Undang – Undang No. 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara ; 5. Undang – Undang No. 1 Tahun 2004 Tentang Perbendaharaan Negara ;

6. Undang  –  Undang No. 32 Tahun 2010, tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup ;

(3)

7. Undang-undang No 2 Tahun 2012 Tentang Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum;

8. Peraturan Pemerintah RI No. 27 Tahun 1999 tentang AMDAL 9. Peraturan Pemerintah No. 20 Tahun 2006 tentang Irigasi.

10. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum nomor 32/PRT /2007 tentang Pedoman Operasi Pemeliharaan Irigasi

11. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum nomor 33/PRT /2007 tentang

Pedoman Pemberdayaan P3A/GP3A/IP3A

12. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 70 Tahun 2012 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

13. Peraturan Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) Nomor 14 Tahun 2012 tentang Petunjuk Teknis Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 70 Tahun 2012 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

14. Peraturan Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) Nomor 15 Tahun 2012 tentang Standar Dokumen Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

10. Lingkup Kegiatan

Lingkup kegiatan yang harus dilaksanakan dalam melaksanakan Review design D.I. Deras II (Bendung Aur) terdiri dari:

1. Pekerjaan Pendahuluan

1.1. Menyusun Rencana Mutu Kontrak (RMK)

Menyusun Rencana Mutu Kontrak (RMK) sebagai acuan konsultan dalam pelaksanaaan pekerjaan dan juga sebagai alat kontrol bagi pengguna jasa. Rencana Mutu Kontrak diasistensikan dan disetujui oleh Tim yang dibentuk oleh Kepala Dinas PU Cipta Karya, Tata Ruang dan Pengairan Kabupaten Musi Rawas.

1.2. Pengumpulan Data Sekunder

Meliputi data kondisi eksisting serta pengumpulan data sosial, ekonomi lingkungan dan data teknis untuk melakukan orientasi terhadap lokasi bendung, yang terdiri dari:

- Peta topografi catchment area (daerah aliran sungai). - Bangunan sungai dan sarana prasarana yang ada. - Fasilitas yang ada di sekitar lokasi bendung.

- Tata guna lahan sekitar.

- Batas administratif, kependudukan desa/kelurahan dan kecamatan. - Data hidrologi (stasiun curah hujan, data curah hujan dan lainnya). - Penggunaan air sungai dan kebutuhan air.

- Sosial masyarakat.

- Masalah-masalah di daerah aliran sungai.

Hasil pengumpulan data sekunder ini dituangkan dalam Laporan Pendahuluan.

1.3. Survey Pendahuluan dan Kajian Awal

Survey ini dilakukan setelah mempelajari peta-peta yang ada hasil dari tahapan pengumpulan data sekunder.

Maksud dari survey ini untuk mendapatkan gambaran lebih jelas mengenai kondisi kerusakan jaringan irigasi eksisting dan memperkirakan potensi peningkatan fungsi jaringan irigasi untuk masa yang akan datang. Dari survey ini akan didapatkan antara lain:

- Lokasi (administratif, koordinat, nama sungai dan lainnya).

- Menentukan batas lokasi pengukuran dan titik referensi topografi. - Inventarisasi kerusakan jaringan irigasi dan usulan perbaikannya - Perkiraan luas dan kondisi calon genangan

- Perkiraan manfaat yang diperoleh dari desain jaringan irigasi yang baru - Kepemilikan lahan lokasi jaringan irigasi.

- Dan lainnya yang digunakan sebagai bahan pertimbangan pemilihan lokasi.

(4)

Menjadi hal yang sangat penting dalam pekerjaan review design adalah bagaimana mengenali kerusakan dengan pandangan mata, pengkajian atau dengan investigasi.

1.4. Tinjauan Ulang Perencanaan Terdahulu.

Tahap selanjutnya adalah melakukan peninjauan ulang (review) terhadap perencanaan terdahulu yang meliputi: pengecekan data penunjang (topografi, geologi/mekanika tanah , hidrologi, sedimen dll), pengecekan analisa data dan analisa perhitungan, dan yang terakhir pengecekan gambar perencanaan.

Proses pengecekan data penunjang dimaksudkan untuk mencari :  – Kesalahan data.

 – Kekurangan data

 – Proses pengambilan data keliru.

Hasil survey pendahuluan dan kajian awal dituangkan dalam Laporan Pendahuluan untuk dilakukan pembuatan pra layout  yang kemudian akan dilakukan tahapan perencanaan berikutnya.

Setelah pra layout bendung disetujui oleh Tim Teknis dan PPK, selanjutnya barulah Konsultan dapat melanjutkan survey lapangan secara detail.

2. Survey Lapangan

Untuk melengkapi atau memperoleh data-data dan informasi yang diperlukan untuk perencanaan maka perlu dilakukan survey detail di lapangan dengan menggunakan alat-alat yang disesuaikan dengan kebutuhan.

Survey lapangan yang akan dilaksanakan meliputi: 2.1. Pengukuran dan Penggambaran Topografi

2.1.1. Pengukuran Topografi (Pemetaan Situasi) (1) Peta dasar

Sebagai Peta Dasar dipakai peta topografi dalam skala 1:50.000 dari Bakosurtanal atau peta lainnya yang setara atau lebih, peta tersebut dianggap dapat memberikan gambaran umum bentuk topografi dan batas vegetatif maupun morfologi daerah studi yang cukup memadai sebagai patokan dalam melakukan survey topografi.

(2) Pengukuran Pengikatan

Pengukuran pengikatan dimaksudkan untuk mendapatkan titik-titik referensi posisi horizontal dan posisi vertikal. Apabila dilokasi pekerjaan sudah ada titik referensi berupa benchmark, maka untuk penambahan benchmark baru diikat terhadap referensi tersebut. Titik referensi yang dipergunakan adalah koordinat atau elevasi dari benchmark yang berada disekitar lokasi pengukuran misalnya titik triangulasi NWP atau BM lainnya atas persetujuan Pejabat Pembuat Komitmen. Pemasangan BM dan CP baru dipasang ditempat yang aman, stabil serta mudah dicari, BM dan CP harus diberi no/kode yang jelas dan tahan lama. Apabila belum ada titik BM maupun referensi lainnya, maka koordinat referensi dapat ditetapkan dengan hasil pembacaan alat GPS.

(3) Setiap alat ukur Water Pass dan Theodolit yang akan digunakan harus dicek dan disetujui oleh direksi/PPK

(4) Pengukuran Kerangka Dasar Horizontal (Polygon)

Kerangka dasar horizontal merupakan jalur patok dasar pengukuran Bench Mark (BM) dan Control Point (CP) yang akan digunakan untuk mendapatkan posisi horizontal pengukuran selanjutnya, dengan ketentuan sebagai berikut:

- Pengukuran harus menggunakan poligon tertutup dengan menggunakan bacaan satu seri.(biasa dan luar biasa), kesalahan pengukuran sudut poligon tidak lebih dari 10 n, dimana n adalah jumlah titik poligon.

(5)

- Pengukuran sudut-sudut poligon harus menggunakan alat Theodolit tipe T2 atau T3 dengan ketelitian 1" atau 0,2".

(5) Pengukuran Kerangka Dasar Vertikal (Levelling)

Kerangka dasar vertikal diperoleh dengan melakukan pengukuran sipat datar pada titik-titik jalur polygon tertutup atau terikat sempurna.

Dimaksudkan untuk mendapatkan jaringan vertikal pada kerangka pemetaan. Pengukuran beda tinggi dilakukan double stand dan pergi pulang. Seluruh ketinggian di traversenet (titik-titik kerangka pengukuran) telah diikat terhadap BM. Toleransi salah penutup maksimum yang diijinkan adalah 10"d (mm), dimana d adalah  jumlah jarak dalam Km.

Pengukuran harus ada nivo rambu. Pengukuran levelling harus dilakukan dengan menggunakan alat waterpass automatis seperti NAK.2 atau Ni.2 atau yang sederajat ketelitiannya.

(6) Pengukuran Situasi Detail/Rincian

- Pengukuran situasi detail khususnya dimaksudkan untuk mendapatkan gambaran dari bentuk terrain channel alignment yang sebenarnya. Semua detail lapangan yang tampak (alamiah atau buatan), seperti rumah, fasilitas lain, tebing alur sungai, batas sawah, tegalan, desa, bukit, anak sungai, saluran irigasi serta bangunan-bangunan lain yang berada/sekitar site bendung eksisting dan genangan harus diukur dengan teliti dan benar.

- Pengukuran dilakukan dengan Tachymetri dengan system pengambilan titik-titik detail secara "raai" atau "Polar".

- Ketinggian dan garis tebing alur sungai serta endapan sedimen disekitar bendung eksisting diukur detailnya dengan kerapatan titik sekitar 5 –10meter. Pengambilan titik tersebut diatas diukur dengan cara pengikatan terhadap titik-titik polygon yang telah diketahui posisi koordinatnya.

- Khususnya untuk bangunan yang berada sekitar site bendung eksisting harus dilakukan pengukuran situasi dan profil melintang/rnemanjang.

- Hal lain yang penting diperhatikan adalah elevasi mercu bendung, ketinggian ambang pintu penguras dan pengambilan, elevasi dekzerk dan elevasi penting lainnya harus disipat datar dengan tepat.

(7) Pengukuran Penampang Melintang dan Memanjang

- Pengukuran penampang memanjang dan melintang dilakukan di sepanjang sungai sekurang-kurangnya 1 (satu) km ke hilir dari as bendung eksisting dan 1 (satu) km ke hulu dari as bendung eksisting atau perkiraan elevasi genangan.

- Lebar tampang melintang yang diukur sekurang-kurangnya 50 meter dari tepi alur sungai ke kiri dan ke kanan.

- Pengukuran alur sungai harus mencakup perkiraan terjadinya perubahan regime sungai akibat pembangunan bendung, baik ke arah hulu maupun ke arah hilirnya.

- Arah tampang melintang sedapat mungkin tegak lurus terhadap as sungai, pengukuran pada puncak tebing sungai dan dasarnya dikerjakan seteliti mungkin agar profilnya dapat digambarkan dengan jelas dan benar.

- Titik detail profil alur sungai diukur dengan kerapatan jarak antara maksimum 10 meter dan beda tinggi maksimal 1 meter. - Pengukuran tampang melintang dilakukan dengan cara

Tachimetry.

Khusus dalam pelaksanaan pengukuran situasi sungai dan site bangunan utama, Konsultan dapat melakukan penyesuaian dengan batas kondisi alam sebagai berikut:

(6)

a. Pengukuran situasi sungai

 Sepanjang 2,00 km dengan 1,00 km ke hulu dan 1,00 km ke hilir dari rencana as bangunan utama.

 Sepanjang 250 m ke kiri dan 250 m ke kanan as sungai b. Pengukuran site bangunan utama

 Lebar sungai 20<B<40; skala 1:200  Lebar sungai B>40 m; skala 1 : 500

 Patok dipasang tiap jarak profil 25 m, dan tiap jarak profil 5 m untuk sekitar bendung sepanjang 25 m ke hulu dan 25 m ke hilir.

2.1.2. Penggambaran Peta Situasi

(1) Semua gambar termasuk besar dan ketebalan garis harus sesuai dengan Standar Perencanaan Irigasi, Ditjen Air, Desember 1986 (KP-07).

(2) Semua gambar harus di atas kertas kalkir, ukuran A-1 (594x841 mm).

(3) Peta Situasi dibuat dalam skala 1:1.000 atau 1:2.000

2.2. Pengumpulan Data Hidrologi

Pekerjaan pengumpulan data hidrologi dimaksudkan untuk mengumpulkan data curah hujan dan iklim dari stasiun hujan dan iklim terdekat guna dianalisa dan dievaluasi sesuai dengan kebutuhan perencanaan pembangunan daerah irigasi.

Stasiun curah hujan dan iklim yang ada di dalam DAS dan sekitarnya (lokasi dan panjang pencatatan) disampaikan kepada Direksi untuk ditentukan yang akan digunakan pada studi ini dan mendapat persetujuan tertulis. Data-data hidrologi dapat diperoleh dari Dinas PU Cipta Karya, Tata Ruang dan Pengairan Provinsi, unit Hidrologi BBWS VIII dan lain-lain. Sedangkan data-data yang belum tersedia dapat diperoleh dari instansi terkait lainnya baik yang ada di daerah maupun ada di pusat.

Data-data hidrologi yang perlu dikumpulkan serta kegunaannya adalah sebagai berikut:

a. Data iklim dan lainnya

Pengumpulan data iklim dan yang lain (terbaru) selama minimum 5 tahun berturut turut dari stasiun iklim terdekat.

b. Data curah hujan

Pengumpulan data curah hujan harian maksimum sekurang-kurangnya selama 10 tahun berturut-turut dari stasiun yang terdekat yang telah mendapat persetujuan Direksi.

Data curah hujan maksimum selanjutnya akan dipakai sebagai dasar dalam penentuan debit banjir daerah yang bersangkutan.

2.3. Survey Mekanika Tanah

Pada kegiatan ini secara simultan akan dilakukan pengambilan contoh tanah atau sample yang akan diuji lebih lanjut di laboratorium. Dari hasil uji laboratorium ini diperoleh paramater-parameter sifat fisik dan mekanis, sifat-sifat tanah bawah permukaan tanah, yang nantinya bermanfaat bagi konsultan dalam menentukan tipe pondasi bangunan air yang cocok dengan keadaan tanah setempat.

Uji mekanika tanah ini dilakukan pada lokasi rencana saluran suplesi dengan menggunakan hand bor dengan kedalaman 3-5 m sebanyak 2 titik.

Contoh-contoh tanah yang diambil dari lapangan dibawa ke laboratorium untuk diuji guna mendapat besaran-besaran sifat karakteristik fisik dan mekanika tanah. Pengujian tanah harus dilakukan untuk jenis contoh tanah tidak terganggu (undisturbed sample). Pengujian laboratorium harus dilakukan di laboratorium resmi yang terakreditasi. Daftar pengujian contoh tanah di laboratorium ditunjukkan pada tabel hasil uji laboratorium.

(7)

2.4. Survey Tanah Pertanian

Pengamatan detail, dilakukan hand bor dengan kedalaman 1.5 m, sebanyak 4 titik. Deskripsi profil penuh, dilakukan menurut pedoman yang diterbitkan oleh FAO (1990), untuk mengetahui tingkatan tanah.

Pengambilan sampel tanah dilakukan untuk melihat dan menilai status kesuburan tanah, disesuaikan dengan keadaan fisiografi, bahan induk dan satuan taxonomi tanahnya serta bahan uji lanjutan di laboratorium.

Kegiatan survei tanah pertanian dilakukan bertujuan untuk mendapatkan informasi kesesuaiain peruntukan lahan dengan cara pemetaan tanah dalam hubungannya dengan perencanaan penggunaan lahan, penyelidikan berupa uraian tanah dan perbedaan tanah akiibat pengaruh faktor pembentukan tanah terhadapklasifikasi kesesuaian lahan untuk irigasi.

Selain itu perlu dilakukan uji kualitas air untuk mengetahui sumber air tersebut layak digunakan untuk keperluan pertanian.

2.5. Survey Sosial Ekonomi Pertanian

Survei data sosiologi dan sosial ekonomi yang terdiri dari kondisi demografi, mata pencaharian, penggunaan air, bahan pangan, data transmigrasi dan data statistik terkait lainnya; serta kondisi Agronomi dan Agro-ekonomi masyarakat; Pekerjaan ini meliputi kegiatan-kegiatan sebagai berikut :

1. Mengadakan survey dan inventarisasi perkembangan sosial penduduk. 2. Mengadakan survey dan inventarisasi keadaan agronomi.

3. Mengadakan survey dan inventarisasi keadaan ekonomi masyarakat. 4. Melakukan survey kelembagaan.

5. Melaksanakan identifikasi lingkungan. 3. Pengolahan dan Analisa Data Lapangan

Setelah survey lapangan dan pengumpulan data sekunder selesai dilakukan, maka melakukan pengolahan data-data yang diperoleh untuk dianalisa sehingga hasilnya dapat digunakan dalam perencanaan. Alternatif perencanaan perlu dilakukan untuk mendapatkan hasil perencanaan yang efektif dan efisien. Setiap alternatif yang ditawarkan harus memenuhi d ari segi topografi, hidrologi, mekanika tanah, serta sosial ekonomi dan lingkungan. Pengolahan dan analisis data yang dilakukan meliputi:

3.1. Analisa Hidrologi

Data hidrologi yang dikumpulkan berupa data curah hujan dan iklim dari stasiun hujan dan iklim, selanjutnya dilakukan beberapa analisa perhitungan sebagai berikut:.

a. Perhitungan debit banjir yang akan dipakai sebagai parameter desain bangunan utama.

b. Perhitungan nilai debit andalan (dependable flow, Q-80%). c. Perhitungan kebutuhan air irigasi.

3.2. Analisa Mekanika Tanah

 Analisa mekanika tanah dilakukan pada lokasi rencana saluran suplesi.  Analisa ini memberikan gambaran seluas-luasnya tentang kondisi mekanika tanah yang diperlukan untuk perencanaan, menentukan kekuatan daya dukung tanah tempat bangunan akan didirikan. Detail perencanaan bangunan yang akan dibangun harus dipastikan kondisi geologi teknik tanahnya memungkinkan.

3.3. Analisa Kesesuaian Lahan

Hasil interpretasi terhadap data sumberdaya lahan yang telah dikumpulkan dalam bentuk kesesuaian lahan. Kesesuaian lahan mengandung pengertian tentang kecocokan dari sebidang lahan untuk penggunaan tertentu, sementara evaluasi lahan merupakan proses untuk menaksir tingkat kesesuaian lahan tersebut (FAO, 1976). Oleh karena itu, dalam rangka penataan lahan untuk memperbaiki fungsi ekologi dan hidrologi DAS, dilakukan evaluasi jenis tanaman yang sesuai di daerah survei. Evaluasi lahan

(8)

dalam laporan ini hanya ditujukan untuk mengevaluasi setiap satuan peta tanah (SPT) yang terdapat di daerah survei.

Evaluasi kesesuaian lahan dilakukan pada setiap satuan peta tanah untuk tiap-tiap tanaman yang diusulkan. Penilaian kesesuaian tanaman ini mengacu pada jenis karakteristik lahan dan jenis tanaman yang dievaluasi. Masing-masing tanaman memiliki persyaratan tumbuh yang berbeda-beda, sehingga hasil evaluasi lahan akan muncul beberapa kelas kesesuaian lahan.Tujuan dari evaluasi kesesuaian lahan ini adalah untuk mendapatkan suatu kerangka yang digunakan sebagai dasar dalam membuat suatu model pengelolaan lahan dalam D.I serta untuk menghindari penggunaan lahan yang salah dan kerusakan sumberdaya lahan. Penilaian kesesuaian lahan dinilai berdasarkan karakteristik lahan dan persyaratan tumbuh masing-masing tanaman. Kemudian dilakukan penilaian kelas kesesuaian pada tingkat ordo (sesuai = S dan tidak sesuai = N).

4. Detail Desain

Kegiatan detail desain meliputi hal-hal sebagai berikut:

a. Menghitung dimensi bangunan yang aman secara konstruksi, efektif, efisien dan dapat dipertanggungjawabkan.

b. Semua hasil perhitungan harus dimasukkan dalam catatan desain (laporan Nota Desain) yang memuat antara lain:

Parameter desain yang dipakai untuk saluran dan bangunan (koefisien kekasaran, beban, tegangan).

Contoh perhitungan hidrolik untuk saluran dan sadap, dengan tabel untuk semua saluran dan sadap.

Perhitungan desain bangunan (catatan desain oleh ahli teknik /insinyur)Hal-hal lain jika diminta dan disetujui oleh Direksi/Pemilik pekerjaan.

Teori tentang desain tidak perlu diberikan, tetapi cukup dengan menyebutkan referensi buku atau tabel tersebut diambil.

c. Pembuatan gambar-gambar detail bangunan utama, bangunan pelengkap, saluran, serta bangunan lainnya yang diperlukan, mengikuti Standar Perencanaan Irigasi (KP) antara lain:

o Tampang memanjang dan situasi digambar dalam satu lembar

kertas A 1 dengan ketentuan: i. Situasi skala 1:2.000

ii. Tampang memanjang skala horisontal 1:2.000 dan skala vertikal 1:100 untuk daerah datar, atau 1:200 untuk daerah yang mempunyai terrain curam atau bervariasi.

o Tampang melintang digambar pada kertas A.1 dengan ketentuan:

i. Skala Panjang 1:100 atau 1:50 ii. Skala Tinggi 1:100 atau 1:50

o Gambar Bangunan

Semua bangunan air pada jaringan irigasi harus digambar dalam skala 1:100 dan 1:50.

5. Analisa Biaya Konstruksi (Cost Estimate)

Lembar perhitungan volume pekerjaan (BOQ) agar dirinci untuk seluruh item pekerjaan. Khusus untuk back up volume bangunan air harus disediakan skets yang jelas.

Dalam menghitung RAB, setiap item pekerjaan dihitung dengan Analisa Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) terbaru yang dikeluarkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum. Bila dipandang penggunaan alat-alat berat (mekanis) lebih menguntungkan, maka analisa harga satuan menggunakan cara mekanis.

Selanjutnya dari keseluruhan item pekerjaan konstruksi, harus dibuatkan spesifikasi teknisnya masing-masing. Hal ini dimaksudkan untuk membantu PPK dalam melakukan kontrol kualitas terhadap pelaksanaan pekerjaan fisik nantinya. Keseluruhan hasil lingkup kegiatan ini, konsultan diminta untuk menyusun dalam format Laporan Engineer’s Estimate dan Spesifikasi Teknis.

(9)

6. Analisa Finansial

 Analisis Finansial adalah memberikan keuntungan proyek dari pandangan individu seperti petani, perusahaan swasta, koperasi, proyek, dan sebagainya. Sedangkan  Analisis Ekonomi adalah memperkirakan keuntungan proyek dari pandangan umum dan pandangan nasional secara keseluruhan. Kegiatan ini dilakukan dengan membandingkan manfaat dalam situasi tanpa proyek dan manfaat dalam situasi dengan proyek.

Setelah manfaat dan biaya proyek diidentifikasi, dihitung, dan dinilai dari berbagai alternative usulan proyek, kemudian dapat ditentukan alternative

usulan terbaik. Untuk memilih alternative terbaik dari berbagai usulan proyek, artinya arus biaya dan manfaat yang berbeda-beda di masa yang akan dating, dilakukan dengan perhitungan diskonto dan berdasar pada 3 pendekatan yaitu : Manfaat Netto Sekarang (Net Present Value/ NPV), Tingkat Pengembalian Internal

7. Manual OP

Pembuatan pedoman O&P harus meliputi hal-hal sbb: a. Prosedur operasi meliputi:

  Prosedur perencanaan tanam (luas, jenis, intensitas tanaman, kebutuhan air tanaman, ketersediaan debit andalan, dll)

 Rencana tata tanam dan persetujuannya (melibatkan P3A dan dinas PU dari pengairan sampai dengan cabang dinas)

 Rencana pembagian air

 Operasi musim hujan (prosedur, tindakan selama hujan lebat dll)  Operasi musim kemarau

 Prosedur operasi bangunan utama (operasi pintu pengambilan, pintu penguras, kantong lumpur dll)

 Prosedur operasi pengatur besar (operasi pintu, pengukur debit, dll) b. Prosedur pemeliharaan meliputi:

 Inspeksi pemeliharaan

 Pemeliharaan rutin (uraian pekerjaan dan penugasan, perencanaan pemeliharaan rutin, dll)

  Pemeliharaan berkala (prosedur dan penugasan, rencana jangka panjang, pembuangan lumpur, perawatan periodic pintu dan bangunan ukur dll)

 Prosedur perbaikan darurat

 Sarana operasi dan pemeliharaan yang dipelihara

c. Tindakan darurat (kriteria keadaan darurat banjir, pemberitahuan darurat dan penugasan pegawai, system komunikasi, logistic, prosedur penutupan saluran dll)

d. Organisasi dan personalia (organisasi O & P, daftar personalia, batas wilayah,alokasi tugas, jadwal inspeksi, dll)

e. Catatan dan laporan ( catatan yang harus ditata dan laporan yang harus disusun meliputi operasi dan pemeliharaan,formulir-formulir lainnya, alur data & pengolahan data, dll)

f. Panitia irigasi (struktur organisasi,kegiatan dan panitia irigasi)

g. Perkumpulan petani pemakai air |(struktur organisasi, data yang harus disusun untuk rapat, tugas kaitan dengan P3A, pembagian tugas dll)

h. Penyusunan anggaran tahunan (data yang akan disusun, program dan anggaran pemeliharaan dll)

11. Keluaran

Laporan terdiri dari laporan utama dan laporan penunjang yang disajikan secara jelas dan terinci sebagai berikut:

1. Rencana Mutu Kontrak : 5 Buku

2. Laporan Bulanan : 20 Buku

3. Draft Laporan Pendahuluan dan Lap. Pendahuluan : 20 Buku 4. Draft Laporan Pertengahan dan Lap. Pertengahan : 20 Buku

5. Draft Laporan Akhir dan Laporan Akhir : 20 Buku

6. Laporan Penunjang:

- Laporan Pengukuran Topografi : 5 Buku

- Laporan Hidrologi : 5 Buku

(10)

- Laporan Mekanika Tanah : 5 Buku

- Laporan Sosial Ekonomi : 5 Buku

- Buku Pedoman Operasi dan Pemeliharaan (OP) : 5 Buku

- Laporan Nota Desain : 5 Buku

- Laporan EE dan Spesifikasi Teknis : 5 Buku

7. Gambar-gambar:

- Gambar ukuran A1 : 5 Set

- Gambar ukuran A3 : 5 Set

8. Photo Dokumentasi : 2 Album

9. External Hard Disk : 1 Buah

12. Jangka Waktu Penyelesaian Kegiatan

Jangka waktu penyelesaian pekerjaan ini adalah 120 (seratus dua puluh) hari kalender sejak diterbitkannya Surat Perintah Mulai kerja (SPMK).

13. Tenaga Ahli Posisi Kualifikasi Jumlah Orang Bulan (MM) Pendidikan Keahlian Sertifikat

Keahlian Pengalaman (Tahun) Tenaga Ahli : Team Leader Sarjana Teknik Sipil/ Teknik Sipil Hidro / Pengairan

Sumber Daya  Air / Sungai

SKA Ahli Madya

Bidang SDA 8 4,0  Ahli Hidrologi

Sarjana Teknik Sipil/ Teknik Sipil Hidro / Pengairan

 Analisis Hidrologi

SKA Ahli Muda

Bidang SDA 5 2,0  Ahli Irigasi

Sarjana Teknik Sipil/ Teknik Sipil Hidro / Pengairan

Mendesain bangunan air

SKA Ahli Muda

Bidang SDA 5 4,0  Ahli Geodesi Sarjana TeknikGeodesi  AnalisisGeodesi

SKA Ahli Muda Bidang SDA / Bidang Geodesi

5 2,0

 Ahli Geoteknik Sarjana Teknik Sipil

 Analisis

Geoteknik/Mek anika Tanah

SKA Ahli Muda Bidang SDA / Bidang Geoteknik

5 2,0

 Ahli Pertanian Sarjana Pertanian Menganalisa tanah pertanian --- 5 2,0  Ahli Sosial Ekonomi Sarjana Sosial Ekonomi Menganalisa sosial ekonomi --- 5 2,0 Tenaga Pendukung Surveyor Topografi 4,0 Operator CAD 6,0 Operator Komputer 8,0

Tenaga Lokal Survey Topografi 8,0

Pesuruh Kantor 4,0

14. Jadwal Tahapan Pelaksanaan Kegiatan 1. Kegiatan Pendahuluan

a. Kegiatan Persiapan

b. Pengumpulan Data Sekunder

c. Survey Pendahuluan dan Kajian Awal

2. Kegiatan Survey, Investigasi dan Uji Laboratorium a. Survey Topografi

b. Survey Hidrologi

c. Survey Mekanika Tanah d. Survey Tanah Pertanian e. Survey Kualitas Air

(11)

3. Kegiatan Analisa Data

a. Perhitungan dan Penggambaran Topografi b. Analisa Hidrologi

c. Analisa Mekanika Tanah d. Analisa Kesesuaian Lahan e. Analisa Kualitas Air

4. Kegiatan Detail Desain

a. Detail Desain dan Penggambaran b. Analisa Biaya

c. Analisa Finansial 15. Rencana Mutu Kontrak

Rencana Mutu Kontrak harus dibuat dalam 5 (lima) buku. RMK berisi tentang Quality Plan pekerjaaan. Uang muka dibayarkan bila konsultan telah menyerahkan RMK yang telah disetujui oleh Pejabat Pembuat Komitmen. RMK harus diserahkan selambat-lambatnya 15 (lima belas) hari sejak ditandatanganinya SPMK.

16. Laporan Bulanan

Laporan Bulanan memuat:

1. Kemajuan pekerjaan yang telah dan sedang dikerjakan, dilengkapi dengan progress kegiatan rencana dan realisasi.

2. Permasalahan dan hambatan yang dihadapi serta upaya penyelesaian. 3. Absensi personil.

4. Daftar peralatan yang digunakan.

17. Draft Laporan Pendahuluan dan Laporan Pendahuluan

Draft Laporan Pendahuluan dan Laporan Pendahuluan sekurang-kurangnya memuat: 1. Latar belakang, maksud dan tujuan, sasaran, lingkup pekerjaan.

2. Gambaran umum lokasi pekerjaan (daerah studi), peta-peta dan gambar terkait dengan pekerjaan.

3. Pendekatan dan metodologi. 4. Pelaksanaan dan desk studi.

5. Hasil identifikasi pendahuluan (hasil peninjauan awal lokasi pekerjaan).

6. Data-data sekunder yang berkaitan dengan pekerjaan dan tinjauan awal tentang sumber daya air yang ada, topografi, kualitas air dan tanah pertanian, sosial ekonomi dan lingkungan.

7. Program dan rencana kerja secara rinci untuk kegiatan lapangan maupun kegiatan kantor termasuk menampilkan kurva S, rencana mobilisasi dan jadwal kegiatan tenaga personil dan peralatan yang disajikan dalam bentuk bar chart.

8. Permasalahan dan hambatan yang terjadi serta usulan pemecahannya.

Draft Laporan Pendahuluan harus diserahkan selambat-lambatnya 1 (satu) bulan sejak SPMK diterbitkan sebanyak 15 (lima belas) buku untuk keperluan Diskusi Pendahuluan dan Laporan Pendahuluan sebanyak 5 (lima) buku hasil diskusi (setelah perbaikan). Laporan pendahuluan ini harus dipresentasikan/dibahas dengan tim teknis dan instansi terkait.

18. Draft Laporan Akhir dan Laporan Akhir

Draft Laporan Akhir dan Laporan Akhir memuat:

1. Gambar daerah studi, layout lokasi pekerjaan, peta-peta dan gambar yang terkait dengan pekerjaan.

2. Data-data sekunder dan primer hasil survey sebagaimana diisyaratkan dalam lingkup pekerjaan dan disajikan dalam bentuk peta, tabel, diagram, kurva dan bentuk lainnya untuk memudahkan pemahamannya.

3. Analisa data sekunder dan primer hasil survey dan investigasi sebagai bahan untuk penyusunan review design.

4. Hasil perencanaan dan manfaat teknis dan non teknis konstruksi yang akan dibangun.

5. Dasar-dasar perencanaan atau kriteria desain yang dipergunakan untuk melakukan analisis data dan perhitungan.

6. Permasalahan dan hambatan mungkin terjadi pada saat pelaksanaan konstruksi serta saran upaya pemecahannya.

7. Perencanaan rinci yang meliputi Gambar Desain, Rencana Anggaran Biaya, dan Spesifikasi Teknis.

(12)

Draft Laporan Akhir harus diserahkan selambat-lambatnya 3,5 (tiga setengah) bulan sejak SPMK diterbitkan sebanyak 15 (lima belas) buku untuk keperluan Diskusi Akhir dan Laporan Akhir sebanyak 5 (lima) buku hasil diskusi (setelah perbaikan).

Draft Laporan Akhir harus dipresentasikan/dibahas dengan tim teknis dan instansi terkait.

Seluruh laporan disajikan dalam Bahasa Indonesia menggunakan kaidah EYD, standar karya tulis ilmiah serta mengacu pada standar/Kriteria Perencanaan (SNI) yang diterbitkan Dirjen Pengairan.

Laporan Akhir ini harus diserahkan selambat-lambatnya 120 (seratus dua puluh) hari kalender sejak SPMK diterbitkan.

Muara Beliti, Februari 2017

PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN (PPK)

dto

PERRI PUTRA, SST.

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian di India menunjukkan bahwa pemanfaatan pelayanan antenatal yang adekuat (15%), persalinan yang aman (53%), dan perawatan pascakelahiran (37%) lebih tinggi di antara

Tujuan dari terwujudnya aplikasi ini adalah pengguna dapat mengevaluasi kegiatan olahraga bersepeda mereka dengan mengetahui hasil aktivitasnya selama bersepeda,

Teori yang digunakan dalam kaitan inventarisasi teks cerita transliterasi dan transkripsi teks adalah Teori Filologi, untuk mengetahui struktur cerita yang merupakan kategori

Contoh; Sebuah generator yang sederhana adalah generatot AC, yang terdiri dari sebuah kumparan kawat yang berputar dalam medan magnet serba sama.. GGL yang diinduksikan di dalam

Menurut Bates-Jensen wound assessment tool (Bates-Jensen &amp; Sussman, 1998) beberapa kriteria yang dapat memonitor bau dan dapat membantu dalam pengkajian dan evaluasi

Pada ANOVA yang dilanjutkan dengan uji LSD, hasilnya menunjukkan bahwa pada pengamatan menit ke-120, pemberian ektrak tapak liman dosis 400 mg/kg BB menunjukan adanya hambatan

Dengan alat ukur yang disusun dan dirancang dengan mengunakan sensor arus dan sensor tegangan yang dihubungkan langsung dengan Arduino, maka nilai dari beberapa besaran

Dari hasil penghitungan, didapat Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) atas bangunan untuk tambak bandeng „XYZ” menurut penghitungan KP Pratama Sidoarjo Utara tidak