BAB 1 PENDAHULUAN. massa. Ini terbukti dari adanya berbagai program komunikasi melalui media

Teks penuh

(1)

BAB 1 PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang

Pada zaman sekarang ini kita tidak bisa melepaskan diri dari media massa. Ini terbukti dari adanya berbagai program komunikasi melalui media massa seperti surat kabar, majalah, radio, dan televisi. Belum lagi munculnya media online yaitu internet. Perkembangan teknologi informasi media, sekarang ini memberikan andil yang sangat besar dalam perkembangan dan kemajuan komunikasi massa, dari semua media komunikasi yang ada, dan televisilah yang paling berpengaruh dalam kehidupan manusia.

Diantara media massa, Televisi merupakan barisan yang paling belakang yang hadir sebagai kekuatan bisnis di Indonesia. Media cetak telah berkembang lebih dahulu sebagai kekuatan bisnis. Tetapi kemampuan media Televisi tidak bisa diragukan lagi, Televisi merupakan salah satu media yang mempunyai kekuatan terbesar dalam membuat agenda setting bagi permisanya.

Televisi menawarkan ideologinya sendiri yang khas, dengan tayangan-tayangan seperti berita, fiksi, propaganda, bujukan (iklan), hiburan dan pendidikan. Televisi mencampur-adukkan berbagai realitas pengalaman kita yang berlainan, mimpi, khayalan, histeria, kegilaan, halusinasi, ritual, kenyataan, harapan dan angan-angan sehingga kita sendiri sulit mengidentifikasikan pengalaman kita yang sebenarnya. Televisi pada hakikatnya melakukan penetrasi yang lebih besar terhadap kehidupan kita daripada ideologi-ideologi konvensional yang kita kenal selama ini.

(2)

Hanya saja caranya begitu halus sehingga sulit terdeteksi.

Televisi sebagai bagaian dari kebudayaan audio-visual baru merupakan satu media massa yang paling kuat pengaruhnya dalam pembentukkan sikap dan kepribadian seseorang secara luas. Televisi mampu menekan pesan secara efektif dengan memusatkan pandangan pemirsa melalui ilustrasi visual, tata gerak, warna, dan berbagai bunyi atau suara. Tidak mengherankan Televisi memiliki daya tarik luar biasa jika sajian program acara tersebut menyesuaikan dengan karakter Televisi dan pemirsa yang terpengaruh oleh Televisi (Wibowo, 1997 : 1).

Salah satu televisi swasta nasional yang berkembang saat ini adalah METRO TV. Menyandang status sebagai stasiun televisi berita, lebih dari 70% program yang dihadirkan Metro TV di layar kaca khalayak, tentunya merupakan program berita.

Menarik bagi peneliti mengamati bagaimana Metro TV menghadirkan konsep dan karakteristik yang khas bagi setiap programnya, meskipun hampir semua program yang ada merupakan program berita.

Adapun keuntungan bagi para penonton setia Metro TV, tidak lain adalah informasi lebih cepat disajikan di layar kaca, akurat dan terpercaya. Cepat, karena apabila ada kejadian yang baru, para wartawan Metro TV akan langsung ke tempat kejadian, dan melaporkan kejadian tersebut secara langsung. Berita-berita yang aktual adalah hal yang paling diutamakan agar cepat tersaji dihadapan permisa.

Akurat, karena para wartawan Metro TV terdiri dari orang-orang yang berpengalaman, ditambah dengan analisis yang tajam dari para ahli dan profesional.

(3)

Terpercaya, karena para wartawan Metro TV mempunyai prinsip untuk tidak menerima “amplop” atau uang imbalan dari narasumber atau siapapun yang berkaitan atau terlibat dalam berita yang diangkat. Hal ini untuk menghindari berita yang tidak transparan. Mendapatkan berita yang jelas dan tidak memihak, jelas karena Metro TV tidak akan menggunakan ungkapan yang susah dimengerrti oleh hadirin, transparan dan tidak ditutup-tutupi. Tidak memihak, karena Metro TV tidak akan memberikan opini sendiri terhadap suatu berita, menjelaskan sesuatu tanpa mencoba untuk menggiring pikiran audience.

Peneliti dalam hal ini memfokuskan penelitian terhadap program Economic Challenges, yang merupakan salah satu program siaran berita di stasiun televisi Metro TV. Ditayangkan pada hari Senin pukul 21.30 sampai 22.30 WIB dengan pembawa acara yaitu Bapak Suryopratomo yang juga merupakan seorang Direktur Pemberitaan di Metro TV. Keunggulan dari program Economic Challenges adalah pembahasannya yang lebih spesifik ke persoalan ekonomi, karena persoalan bangsa Indonesia yang sangat tidak kalah penting dan terkadang terbengkalai, salah satunya adalah persoalan ekonomi. Dikhususkan kepada Bangsa Indonesia melalui program ini masyarakat jadi lebih mengetahui persoalan-persoalan apa yang tengah dialami oleh bangsanya. Ini juga merupakan alasan mengapa sebenarnya masyarakat Indonesia harus menyaksikan acara ini, karena acara ini bisa membantu masyarakat untuk membuka mata akan hal-hal ekonomi. Hal yang menarik dalam program Economic Challenges adalah pembahasan yang dikemas dalam bentuk dialog atau in depth interview.

(4)

Program tersebut mencoba menggabungkan antara berita yang disuguhkan dan tanya jawab langsung dengan narasumber. Beberapa program lain yang ditayangkan Metro TV menampilkan berita yang memperbolehkan pemirsanya bertanya langsung kepada narasumber melalui telepon interaktif.

Hal ini ditujukan agar khalayak atau pemirsa merasa memiliki kedekatan dengan penyiar atau narasumber yang biasa merupakan tokoh penting. Program berita formal juga sudah banyak ditayangkan di layar kaca, seperti Seputar Indonesia di RCTI, Apa Kabar Indonesia di Trans Tv, juga Liputan 6 di SCTV, tetapi berbeda dengan Metro Tv dalam mengemasnya karena mereka menyisipkan sedikit berita hiburan dalam program acaranya.

Peneliti di Metro TV ditempatkan sebagai seorang Assistant Produksi, ruang lingkup kerja praktek Penulis yaitu di lantai 2, Metro TV. Kantor Metro TV terletak di Jalan Pilar Mas Raya Kavling A-D, Kebun Jeruk, Jakarta Barat.

Pekerjaan yang dilakukan peneliti pada saat magang antara lain; membuat surat menyurat yang berhubungan dengan undangan, seperti misalnya perubahan waktu tayang, perubahan lokasi shooting, konfirmasi seluruh kru yang terkait dalam pelaksanaan produksi acara, menyiapkan hal-hal yang diperlukan di lapangan, mempersiapkan audience dan konsumsi lalu akomodasi audience. Mencatat rating dan share yang didapat dari program live.

Pada intinya inovasi yang dilakukan program-program berita tersebut ialah dengan menyuguhkan informasi atau berita yang aktual dan faktual, tetapi dikemas dalam balutan soft news sehingga tampil lebih baru dan menarik dan dampaknya dapat menjangkau khalayak lebih luas. Inovasi

(5)

semacam ini dibutuhkan untuk mematahkan stigma program penyiaran berita cara lama yang kaku dan membosankan. Melalui cara itu program berita tetap dapat bertahan ditengah persaingan antar sesama program berita maupun persaingan dengan program hiburan yang semakin mendominasi.

I.2 Ruang Lingkup

I.2.1 Pembatasan Masalah

Demi menghindari ruang lingkup penelitian yang terlalu luas yang dapat menyebabkan ketidakfokusan dalam penelitian, maka peneliti membuat batasan secara spesifik hal – hal yang akan diteliti. Adapun pembatasan masalah yang akan diteliti adalah ;

• Peran produser dalam sebuah acara televisi.

• Strategi produser dalam meningkatkan kualitas program Economic Challenges.

I.2.2 Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan, maka perumusan masalah sebagai berikut ;

• Bagaimana peran seorang produser dalam sebuah acara televisi?

• Bagaimana strategi produser untuk meningkatkan kualitas program Economic Challenges?

(6)

I.3. Tujuan dan Manfaat

Tujuan peneliti dalam melakukan penelitian ini adalah

a. Supaya peneliti dapat mengetahui peran seorang produser dalam sebuah acara televisi dan untuk mengetahui strategi yang digunakan oleh Produser program Economic Challenges yang ditayangkan di Metro TV dalam meningkatkan kualitas program.

Manfaat penelitian dapat dilihat secara ; a. Akademis

: Secara akademis, hasil penelitian ini diharapkan mengembangkan kajian ilmu komunikasi untuk mengetahui strategi produser dalam menyajikan materi berita di media televisi. Serta sebagai bukti bahwa penelitian ini memilki signifikasi dalam hal teori dan metodologi sebagai fenomena komunikasi.

b. Praktis

: Secara praktis, penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan kepada redaksi atau produser program berita dalam menyajikan materi berita kepada pemirsanya.

c. Sosial

: Secara sosial, penelitian ini diharapkan dapat memberikan sesuatu yang berguna untuk penonton, pembaca skripsi ataupun khalayak lainnya.

(7)

I.4 Metodologi

Pada penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Data kualitatif ialah data dalam bentuk bukan angka. Data

kualitatif dapat berupa teks, dokumen, gambar, foto, yang ditemukan di lapangan selama melakukan penelitian.

Metode pengumpulan datanya adalah dengan cara ; a. Wawancara

Wawancara adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian yang menggunakan pertanyaan lisan kepada subjek penelitian yaitu dengan cara komunikasi secara langsung dengan pimpinan Metro TV, karyawan atau pihak-pihak yang mempunyai wewenang dalam mengoperasikan program berita di Metro TV.

Wawancara yaitu in depth interview adalah teknik yang digunakan dalam penelitian pendekatan kualitatif. Keunggulan utama wawancara ialah memungkinkan peneliti mendapatkan jumlah data yang banyak. ( Jonathan Sarwono,2006 ; 224) Narasumber atau key informant dalam peneltiian ini adalah; a. Produser

b. Staff produksi c. Host

(8)

b. Observasi

Observasi adalah pengamatan secara langsung untuk memperoleh gambaran yang jelas mengenai hal-hal bersangkutan dengan objek penelitian.

I.5 Sistematika Penulisan

Demi mempermudah dalam penyusunan proposal penelitian, peneliti membuat kerangka sistematika penulisannya, sebagai berikut ;

BAB 1 : PENDAHULUAN

Dalam bab ini diuraikan mengenai latar belakang masalah,

perumusan masalah, pembatasan masalah, identifikasi masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan sistematika

penulisan.

BAB 2 : LANDASAN TEORI

Dalam bab ini diuraikan landasan teori dari berbagai leteratur

yang digunakan untuk membahas permasalahan dan penjelasan dari penelitian-penelitian sebelumnya. BAB 3: INTI PENELITIAN

Bab ini membahas secara dalam mengenai kerangka berpikir dan meliputi perumusan objek penelitian atau

(9)

populasi dan sample, metode pengumpulan data, analisis data atau permasalahan.

BAB 4: HASIL PENELITIAN

Dalam bab ini diuraikan secara garis besar kerangka skripsi yang merupakan jawaban atau solusi dari permasalahan di dalam objek penelitian, pengolahan terhadap data yang terkumpul dan pembahasan hasil penelitian.

BAB 5: SIMPULAN DAN SARAN

Bab ini berisi simpulan dan saran dari hasil penelitian ini.

(10)

BAB 2 LANDASAN TEORI

2.1 Komunikasi

2.1.1 Pengertian Komunikasi

Komunikasi adalah pengiriman pesan dari A ke B. Merupakan salah satu dari aktivitas manusia yang dikenali oleh semua orang namun sangat sedikit yang dapat mendefinisikannya secara memuaskan. Komunikasi memiliki variasi definisi yang tidak terhingga seperti, saling berbicara satu sama lain, televisi, penyebaran informasi, gaya rambut kita, dan kritik sastra. Teori Komunikasi dari Shannon dan Weaver (1949;Weaver, 1949b), diterima luas sebagai salah satu berkembangnya Ilmu Komunikasi, memandang komunikasi sebagai transmisi pesan. Pemikiran mereka berkembang selama Perang Dunia II di dalam BELL TELEPHONE LABORATORIES di Amerika Serikat, dan fokus utama mereka adalah mencari jalan bagaimana agar saluran-saluran komunikasi dapat digunakan seefisien mungkin.

Model dasar mereka tentang komunikasi menampilkan komunikasi sebagai proses linier yang sederhana. Sebelum membahas implikasi dab sebelum berupaya mengevaluasinya, dijelaskan pada model (Gambar 1). Model ini secara umum mudah dipahami pada pandangan pertama. Karakteristik sederhana dan searah sangat jelas terlihat.

(11)

   

(Gambar 2.1) Model Komunikasi Shannon dan Weaver

Shannon dan Weaver mengindentifikasikan tiga tingkatan permasalahan, yaitu ;

A. Tingkat A (Permasalahan Teknis) : Seberapa akurat sebuah simbol dapat mentransmisikan komunikasi ? B. Tingkat B (Permasalahan Semantik)

: Seberapa tepat simbol yang ditransmisikan menyampaikan makna yang diinginkan ? C. Tingkat C (Permasalahan Keefektifan)

: Seberapa efektif makna yang diterima

mempengaruhi perilaku seperti yang diinginkan ?

2.2 Komunikasi Massa

2.2.1 Pengertian Komunikasi Massa

Komunikasi massa adalah komunikasi melalui media massa yaitu cetak maupun elektronik. Komunikasi massa berasal dari

Sumber Pengirim ... Penerima Destinasi

(12)

pengembangan kata media of mass communication yaitu media komunikasi massa.

Massa adalah kumpulan orang-orang yang hubungan antar sosialnya tidak jelas dan tidak mempunyai struktur tertentu. Menurut Gerbner (1967), seorang ahli komunikasi, “Mass communication is the technologically and institutionally based production and distribution of the most broadly shared continous flow of messages in industrial societies” (Jalaluddin, 2003 : 188).

Gerbner berpendapat bahwa komunikasi massa adalah suatu produksi dan distribusi pesan yang terus-menerus dalam masyarakat industri yang berlandaskan teknologi dan lembaga.

Dari pendapat ahli komunikasi tersebut, peneliti menyimpulkan bahwa komunikasi massa adalah sebuah bentuk komunikasi yang disampaikan kepada masyarakat luas di berbagai wilayah.

2.2.2 Ciri-ciri Komunikasi Massa

a. Komunikator dalam Komunikasi Massa Melembaga

Komunikasi massa melibatkan suatu lembaga dan komunikatornya bergerak dalam organisasi yang kompleks, sehingga komunikasi massa merupakan komunikator terlembagakan.

b. Komunikan dalam Komunikasi Massa bersifat Heterogen

Bersifat anonim karena komunikator dan komunikan tidak saling mengenal dan heterogen karena terdiri dari berbagai lapisan

(13)

masyarakat yang berbeda usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan dan sebagainya.

c. Pesannya bersifat Umum

Komunikasi massa itu bersifat terbuka artinya komubnikasi massa ditujukan untuk semua orang bukan hanya pada satu pihak, oleh karena itu, pesan dalam komunikasi massa bersifat umum.

d. Komunikasinya Berlangsung Satu Arah

Komunikasi melalui media massa, maka komunikator dan komunikannya tidak dapat berhubungan secara langsung, dengan kata lain, komunikasi massa itu bersifat satu arah.

e. Komunikasi Massa Menimbulkan Keserempakan

Keserempakan kontak dengan sejumlah besar penduduk dalam jarak yang jauh dari komunikator dan penduduk satu sama lain berada dalam keadaan terpisah.

f. Komunikasi Massa Mengandalkan Peralatan Teknis g. Komunikasi Massa dikontrol oleh Gatekeeper

2.2.3 Fungsi Komunikasi Massa

Menurut Jay Black dan Frederick C. Whitney (1988) antara lain :

a. Menginformasikan (to inform) b. Memberi hiburan (to entertain) c. Membujuk (to persuade)

(14)

Sementara itu fungsi komunikasi massa jika menurut John Vivian dalam bukunya “The Media of Mass Communication” (1991) disebutkan; providing information, providing entertainment, helping to persuade, dan mendorong kohesi sosial (contributing to social cohesion).

2.3 Media Massa

2.3.1 Pengertian Media Massa

Media massa adalah alat-alat dalam komunikasi yang bisa menyebarkan pesan secara serempak, cepat kepada audience yang luas dan heterogen. Kelebihan media massa dibanding dengan jenis komunikasi lain adalah ia bisa mengatasi hambatan ruang dan waktu. Bahkan media massa mampu menyebarkan pesan hampir seketika pada waktu yang tak terbatas (Nurrudin, 2007).

Media massa merupakan alat yang digunakan dalam penyampaian pesan dari sumber kepada khalayak dengan menggunakan alat-alat komunikasi mekanis seperti surat kabar, film, radio, TV. Media massa adalah faktor lingkungan yang mengubah perilaku khalayak melalui proses pelaziman klasik.

Dari perspektif budaya, media massa telah menjadi acuan utama untuk menentukan definisi-definisi terhadap suatu perkara dan media massa memberikan gambaran atas realitas sosial. Media massa juga menjadi perhatian utama masyarakat untuk mendapatkan hiburan dan mnyediakan lingkungan budaya bersama bagi semua orang. Peran media massa dalam ekonomi juga terus meningkat bersamaan dengan

(15)

meningkatnya pertumbuhan industry media, diversifikasi media massa, dan kekuatan media massa di Indonesia (Morissan, 2010 : 1).

2.3.2 Jenis – Jenis Media Massa

Media massa, sebagai media yang menunjang komunikasi massa terbagi atas 2 jenis, yaitu media cetak dan media elektronik.

1. Media Cetak

Media cetak adalah suatu media statis yang mengutamakan fungsinya sebagai media penyampaian informasi, maka media cetak terdiri dari lembaran dengan sejumlah kata, gambar, atau oto dalam tata warna dan halaman putih, dengan fungsi utama untuk memberikan informasi atau menghibur. Media cetak juga adalah suatu dokumen atas segala hal yang dikatakan orang lain dan rekaman peristiwa yang ditangkap oleh jurnalis dan diubah dalam bentuk kata-kata, gambar, foto, dan sebagainya (Ardianto, et al 2009 :99).

2. Media Elektronik

Media elektronik meruapakan media komunikasi atau media massa yang menggunakan alat-alat elektronik (mekanis), media elektronik kini terdiri dari : (Deddy Iskandar, 2005 : 4)

a. Radio b. Film c. Televisi

(16)

d. Internet

2.4 Televisi

2.4.1 Perkembangan Televisi

Di Indonesia, televisi pertama kali diperkenalkan pada tahun 1962 ketika Indonesia mendapat kehormatan untuk menyelenggarakan pesta olahraga Asian Games di Jakarta. Waktu itu jangkauan siaran TVRI baru mencakup Jakarta dan Bogor dan sekitarnya, pada saat itu siaran dilakukan 2 jam per hari. Tetapi dengan adanya penambahan jaringan 200 km dengan kapasitas transmitter 25 watt, maka liputan TVRI telah dapat diterima di Bandung dan beberapa daerah lainnya, di Jawa Barat. Tiga tahun sesudah beroperasinya TVRI stasiun Jakarta, Stasiun TVRI Yogyakarta diresmikan pemakaiannya pada tahun

2.4.2 Karakteristik Televisi

Televisi mempunyai karakternya sendiri yang kuat. Televisi adalah media massa yang dihadirkan dengan tampilan suara dan gambar yang benar-benar bersifat untuk menghibur dan cara cepat untuk mengetahui berita atau informasi yang ingin kita dapatkan.

Karakteristik televisi antara lain (Elvinaro dan Erdinaya, 2004:127)

(17)

Televisi memiliki kelebihan dibandungkan media penyiaran lainnya yaitu dapat didengan sekaligus dilihat, disebut juga audiovisual.

2. Berpikir dalam gambar

Kita dapat menerjemahkan kata-kata yang mengandung gagasan yang menjadi gambar secara individual dan merangkai gambar-gambar individual sedemikian rupa, sehingga mengandung makna tertentu.

3. Pengoperasian lebih kompleks

Dibandingkan dengan radio siaran, pengoperasian televisi jauh lebih kompleks, dan lebih banyak melibatkan orang. Peralatan yang digunakanpun lebih banyak dan untuk mengoperasikannya lebih rumit dan harus dilakukan oleh orang-orang yang terampil dan terlatih.

2.4.3 Keunggulan Televisi

Banyak hal yang dapat dijadikan keunggulan bagi televisi, yaitu tampilan gambar yang disertai suara sangat menarik untuk menghibur dan memenuhi kehausan kita akan suatu informasi. Kecepatan yang sangat tidak diragukan lagi, karena pesan bisa disebarkan melalui televisi dalam sekejap mata kepada seluruh masyarakat Indonesia.

(18)

2.5 Program Televisi

Berbagai jenis program dikelompokkan berdasarkan jenisnya menjadi dua bagian, yaitu program informasi dan program hiburan, tetapi jika dilihat dari sifatnya, maka dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu program faktual (meliputi program berita, dokumenter dan reality show ) dan program fiksi (meliputi program komedi dan drama) (Morissan, 2005).

2.5.1 Pengertian Program Televisi 1. Program Informasi (Berita)

Segala jenis siaran yang tujuannya untuk memberikan tambahan pengetahuan bagi khalayak. Daya tarik program ini adalah informasi itu sendiri, sehingga informasi inilah yang dijual kepada audiens.

2. Program Hiburan (Entertainmet)

Segala bentuk siaran yang bertujuan untuk menghibur audies dalam bentuk musik, lagu, cerita dan permainan. Program yang termasuk dalam kategori hiburan adalah drama, musik dan permainan.

2.5.2 Jenis-Jenis Program Televisi

Program televisi merupakan acara-acara yang ditayangkan oleh stasiun televisi. Program TV dibagi menjadi program berita dan program non-berita. Jenis program televisi dapat dibedakan berdasarkan format teknis atau berdasarkan isi. Format teknis merupakan format-format umum yang menjadi acuan terhadap bentuk

(19)

program televisi seperti talk show, dokumenter, film, kuis, musik, intrustruksional dan lain-lain.

Berdasarkan isi, program televisi berbentuk berita dapat dibedakan berupa program hiburan, drama, olahraga dan agama. Sedangkan untuk program televisi berbentuk berita secara garis besar dikategorikan kedalam “hard news” dan “soft news”.

1. Hard News

Berita keras merupakan sebuah berita yang sajiannya berisi segala informasi penting dan menarik yang harus disiarkan oleh media penyiaran karena sifatnya yang harus segera diketahui oleh masyarakat dan disebut dengan straight news. Contoh infotainment yang merupakan salah satu bentuk program berita dan fungsinya lebih besar sebagai hiburan bagi audience. (Morissan, 2008:219)

2. Soft News

Berita lunak adalah sebuah program berita yang menyajikan informasi penting dan menarik yang disampaikan secara mendalam (indepth) namuntidak bersifat harus segera ditayangkan (misalnya: news magazine, current affair, talk show dan lain-lain). (Morrisan, 2007: 207-221)

(20)

2.6 Berita Televisi

2.6.1 Pengertian Berita Televisi

Berita Televisi adalah peristiwa atau kejadian yang memiliki nilai berita serta memenuhi kelayakan dari sisi visual, audio, dan kaidah etika.

Berita adalah laporan atau pemberitahuan tentang segala peristiwa aktual yang menarik perhatian orang banyak, peristiwa yang melibatkan fakta dan data yang ada di alam semesta ini, yang terjadinya pun aktual dalam arti “baru saja” atau hangat dibicarakan oleh banyak orang. Adapun cara melaporkan atau memberitahukan sesuatu, supaya menarik perhatian orang banyak. (Suhandang, 2005: 104)

2.6.2 Jenis-Jenis Berita Televisi

Hard News : Berita atau peristiwa yang harus secara langsung atau cepat ditayangkan karena memiliki nilai penting dan baru. Pendekatan berbasiskan fakta (isi dan gambar). Contoh ; pesawat jatuh, gunung meletus.

Soft News : Berita atau peristiwa yang tidak perlu disampaikan cepat karena tidak memiliki aspek kesegeraan. Berita ringan mengutamakan sisi-sisi menarik, memberi warna pada sebuah peristiwa. Contoh ; kegiatan tim medis di lokasi bencana alam. • Feature : berita yang mengisahkan tentang pribadi, obyek dengan menggunakan pendekatan kisah. Contoh ; kehidupan pemulung atau orang pinggiran.

(21)

2.6.3 Kriteria Kelayakan Berita Televisi a. Penting

: Peristiwa yang mendapat perhatian besar publik karena mempengaruhi dan membawa dampak bagi kehidupan publik. Contoh ; Harga BBM naik, Tsunami Aceh.

b. Aktual

: Peristiwa yang baru terjadi sehingga perlu disampaikan secara cepat. Contoh ; gempa bumi.

c. Kedekatan

: Peristiwa yang memiliki kedekatan dengan pemirsa yang menjadi sasarn. Kedekatan ini bisa berupa jarak maupun emosi. Contoh ; Berita tentang 12 WNI yang ditahan tentara Israel.

d. Signifikansi

: Peristiwa yang dibingkai secara lebih spesifik agar menyasar pada kepentingan pemirsa. Contoh ; Berita tentang penandatanganan MOU pembangunan pabrik tekstil. Berita ini dapat dikemas dengan angle signifikansi MOU bagi penyerapan tenaga kerja di sektor tekstil.

e. Magnitude

: Peristiwa yang ukuran atau bobot pentingnya ditentukan berdasarkan banyak sedikitnya kuantitas, angka-angka. Contoh ; Kecelakaan Pesawat Adam Air.

(22)

f. Ketokohan

: Peristiwa yang berhubungan dengan orang penting. Contoh ; Video Seks Ariel “Peterpan” dan Luna Maya.

g. Human Interest

: Peristiwa yang menyentuh emosi, membangkitkan empati pemirsa. Contoh ; pertemuan Nirmala Bonat dengan keluarganya.

h. Menarik

: Peristiwa yang menarik perhatian orang meskipun tidak mempengaruhi kehidupan banyak orang. Contoh ; Adu ketangkasan Matador.

i. Dramatis

: Persitiwa yang terkait dengan pencapaian yang diluar dugaan. Contoh ; kesebelasan Indonesia menjadi juara dunia. j. Unik

: Peristiwa yang langka dan khas. Contoh ; Temuan mengenai manusia purba, manusia tertinggi dunia.

Semakin banyak unsur yang terkandung dalam sebuah peristiwa, semakin tinggi nilai berita dari peristiwa tersebut, seperti contohnya berita tentang meninggalnya tokoh penting seperti Pak Soeharto.

(23)

2.7 Strategi

Strategi merupakan sejumlah keputusan dan aksi yang ditujukan untuk mencapai tujuan dan menyesuaikan sumber daya organisasi dengan peluang dan tantangan yang dihadapi dalam lingkungan industrinya. Dengan demikian, beberapa ciri strategi yang utama adalah (Koencorom 2005:12)

1. Goal directed actions, aktivitas yang menunjukkan “apa” yang diingikan organisasi dan “bagaimana” mengimplementasikannya. 2. Mempertimbangkan semua kekuatannya internal (sumber daya

dan kapabilitas), serta memperhatikan peluang dan tantangan. Hakikat strategi menurut Onong Uchayana Effendy (2003:84) adalah perencanaan dan manajemen untuk mencapai tujuan tersebut strategi tidak berfungsi sebagai peta jalan yang hanya menunjukkan jalan saja, melainkan harus mampu menunjukkan bagaimana taktik operasionalnya. Demi membuat sebuah acara program televisi yang menarik, ada lima acuan dasar yang sangat penting dalam perencanaanya, memproduksi dan menyiarkan suatu acara bagaimanapun sidat dan bentuknya.

Kelima acuan ini satu dengan lainnnya saling terkait, yakni antara lain: a. Ide

Ide merupakan sebuah pikiran, dalam hal ini yang seringkali memikirkan ide adalah seorang produser. Sesuai dengan teori komunikasi, ide merupakan rencana pesan yang akan disampaikan kepada khalayak penonton melalui medium televisi dengan maksud dan tujua ntertentu, karena itu sewaktu akan menuangkan idenya dalam bentuk sebuah naskah, ide

(24)

tersebut harus selalu memperhatikan faktor pemirsa, agar apa yang disajikan dalam berntuk acara siaran dapat mencapai sasarannya.

b. Pengisi acara Siaran (Narasumber)

Pengisi acara siaranlah yang dianggap sesuai atau layak dengan tema program acara, kesesuaian tersebut dimaksudkan agat acara daoat berjalan sesuai dengan ide yang telah direncanakan sebelumnya. Pengisi acara sangat mempengaruhi jalannya acara program televisi, seperti seorang presenter yang mengantar suatu sajian, seperti ketika menginformasikan segmen-segmen yang akan dihadirkan atau disajikan pada suatu tayangan, sebagai pengantar sajian, seorang presenter boleh menambah daya tarik dari materi yang disajikan lewat kata-katanya dan mampu menghidupkan suatu sajian dengan kata-katanya.

c. Peralatan Penunjang Acara

Lampu-lampu dengan berbagai jenis dan karakternya diperuntukkan agar dapat menghasilkan gambar-gambar yang baik dan berkualitas, microphone, dekorasi studio, siklorama yang berupa dinding studio, dengan peralatan komunikasi yang dapat menghubungkan antara satu kamar operasional dengan kamar operasional lainnya (ruang kendali siaran dan studio).

(25)

Disamping itu, sebuah atau lebih pesawat monitor yang diperlukan untuk melihat proses gambar yang sedang diproduksi. Pada pengendalian proses produksi di studio, dibangun beberapa ruang operasional yang dilengkapi dengan berbagai peralatan elektronis serta alat perekam gambar.

d. Kelompok Kerja Produksi

Kelompok kerja produksi ini adalah unit satuan kerja yang menangani kerja produksi secara bersama-sama (kolektif) sampai hasil karyanya dinyatakan layak untuk disiarkan.

e. Pemirsa

Pemirsa adalah sasaran dari setiap acara yang disiarkan dan pemirsa merupakan faktor yang ikut menentukan berhasil atau tidaknya acara yang diproduksi.

Strategi program sebagaimana yang dikemukakan Pringle Star dan rekannya mengenai perencanaan program bahwa: Program planning involves the development of short, medium, and long range plans to permit the station to attain its programming and financial objectivities. Ini berarti bahwa perencanaan program mencakup pekerjaan mempersiapkan rencana jangka pendek, menengah dan jangka panjang yang memungkinkan stasiun penyiaran untuk mendapatkan tujuan program dan tujuan keuangannya. Pada stasiun televisi, perencanaan program diarahkan pada produksi program apa

(26)

yang akan diproduksi, pemilihan program yang akan dibeli (akuisisi), dan penjadwalan program untuk menarik sebanyak mungkin audience yang tersedia pada waktu tertentu (Morissan, 2009 : 332).

2.8 Kerangka Berpikir

2.9 Teori-Teori Khusus 2.9.1 Analisis SWOT

Analisis SWOT adalah metode perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan (strength), kelemahan (weakness), peluang (opportunities), dan ancaman (threats) dalam sutu proyek atau suatu spekualasi bisnis. Keempat faktor itu yang akronim SWOT (strength, weakness, opportunities, dan thretas).

Berikut adalah cara sederhana yang dapat dilakukan dalam menerapkan analisis SWOT adalah : (Suharyadi etal, 2007 : 115) Program Economic

Challenges

SOP Program Berita

Peningkatan Kualitas Program Economic

Challenges

(27)

1. Melihat kekuatan (Strengths) sesuatu yang dimiliki pada stasiun televisi dalam hal ini program acara tersebut. 2. Melihat kelemahan (Weakness) segala sesuatu yang

dimiliki agar stasiun berserta tim produksi tidak memaksakan diri melakukan usaha yang sebanarnya tidak dapat diilakukan karena kira memiliki kekuarangan yang tertentu.

3. Melihat peluang (Opportunities) Adanya kesempatan yang dapat dimanfaatkan dan memberikan keuntungan.

4. Melihat ancaman (Threats) terhadap usaha-usaha yang beresiko tinggi melihat siklus yang pendek dan tidak teratur. Terlebih pesaing-pesaing kita yang memiliki kemampuan lebih dari kita.

2.9.2 Agenda Setting

Teori Agenda Setting ditemukan oleh McComb dan Donald L.Shaw, sekitar tahun 1968. Teori ini berasumsi bahwa media mempunyai kemampuan mentransfer isu untuk mempengaruhi agenda publik. Khalayak akan menganggap suatu isu itu penting karena media menanggap isu itu penting juga (Griffi, 2003:490). Teori agenda setting mempunyai kesamaan dengan teori peluru yang menanggap medua mempunyai kekuatan mempengaruhi khalayak. Bedanya, Teori Peluru memfokuskan pada sikap (afektif), pendapat bahkan perilaku. Agenda Setting memfokuskan pada kesadaran dan pengetahuna (kognitif).

(28)

Stephen W. Littlejohn & Karren Foss (2005:280) mengutip Rogers & Dearing yang menyatakan bahwa fungsi agenda setting merupakan proses liner yang terdiri dari tiga bagian, yaitu:

a. Agenda media itu sendiri harus disusun oleh awak media. b. Agenda media dalam beberapa hal mempengaruhi atau

berinteraksi dengan agenda publik terhadap pentingnya isu yang nantinya mempengaruhi agenda kebijakan.

c. Agenda kebijakan (Policy) adalah apa yang dipikirkan para pembuat kebijakan publik yang dianggap penting oleh publik.

(29)

BAB 3

PERUMUSAN OBJEK PENELITIAN

3.1 Objek Penelitian

3.1.1 Sejarah Metro TV

MetroTV adalah sebuah stasiun televisi swasta Indonesia yang didirikan oleh PT Media Televisi Indonesia. Stasiun ini resmi mengudara sejak 25 November 2000 di Jakarta.

PT Media Televisi Indonesia merupakan anak perusahaan dari Media Group, suatu kelompok usaha media yang dipimpin oleh Surya Paloh, yang juga merupakan pemilik surat kabar Media Indonesia. PT Media Televisi Indonesia memperoleh izin penyiaran atas nama "MetroTV" pada tanggal 25 Oktober 1999. Pada tanggal 25 November 2000, MetroTV mengudara untuk pertama kalinya dalam bentuk siaran uji coba di 7 kota. Pada awalnya hanya bersiaran 12 jam sehari, sejak tanggal 1 April 2001, MetroTV mulai bersiaran selama 24 jam.

Stasiun TV ini pada awalnya memiliki konsep agak berbeda dengan yang lain, sebab selain mengudara selama 24 jam setiap hari, stasiun TV ini hanya memusatkan acaranya pada siaran warta berita saja. Tetapi dalam perkembangannya, stasiun ini kemudian juga memasukkan unsur hiburan dalam program-programnya.

Metro TV adalah stasiun pertama di Indonesia yang menyiarkan berita dalam bahasa Mandarin: Metro Xin Wen, dan juga satu-satunya stasiun TV di Indonesia yang tidak menayangkan program sinetron. Metro TV juga

(30)

menayangkan siaran internasional berbahasa Inggris pertama di Indonesia Indonesia Now yang dapat disaksikan dari seluruh dunia.

Stasiun ini dikenal memiliki presenter berita terbanyak di Indonesia. Metro TV juga menayangkan program e-Lifestyle, yakni program talkshow yang membahas teknologi informasi dan telekomunikasi. Metro TV dimiliki Media Group pimpinan Surya Paloh yang juga memiliki harian Media Indonesia dan Lampung Post.

Berbeda dengan stasiun Televisi lain yang berlomba-lomba dalam menanyangkan acara-acara hiburan dan gosip untuk menarik hati khalayak, Metro TV menetapkan hati dan berkomitmen penuh untuk melayani masyarakat dengan cara memberikan berita selama 24 jam penuh.

Dalam menjalankan roda bisnisnya, Metro TV diharapkan dapat memberikan kontribusi berita yang berimbang bagi para pemirsanya. Keunikkan inilah yang mendorong peneliti untuk menjalankan Magang di Metro TV. Dinamika kerja di dalam stasiun Televisi yang menanyangkan berita dan program-program produksi lain yang berkaitan dengan berita selama 24 jam penuh merupakan suatu pengalaman kerja yang sangat berharga.

3.1.2 Logo Metro TV

(31)

Logo Metro Tv dirancang tampil dalam citraan tipografis sekaligus citraan gambar, oleh karena itu komposisi visulanya merupakan gabungan antara tekstual (diwakili huruf-huruf : M-E-T-R-T-V) dengan visual (diwakili simbol bidang elips emas kepala burung elang). Elips emas dengan kepala burung elang pada tempat diposisi huruf “O”, dengan pertimbangan kesamaan struktur huruf “O” dengan elips emas dan menjadi pemisah bentuk-bentuk teks M-E-T-R dengan T-V. Hal itu mengingat, dirancang agar pelihat akan menangkap dan membaca sekaligus melafalkan METR-TV sebagai METRO TV.

Logo Metro TV dalam kehadirannya secara visual tidak saja dimaksudkan sebagai simbol informasi atau komunikasi Metro TV secara institusi, tetapi berfungsi sebagai sarana pembangun image yang cepat dan tepat dari masyarakat terhadap institusi Metro TV.

Melalui tampilan logo, masyarakat luas mendapatkan gerbang masuk, mengenal, memahami serta meyakini visi, misi serta karakter Metro TV sebagai institusi. Logo Metro TV dalam rancang rupa bentuknya berlandaskan pada hal-hal berikut ;

a. Simpel dan tidak rumit,

b. Memberi kesan global dan modern, c. Menarik dilihat dan mudah diingat, d. Dinamis dan lugas,

e. Berwibawa namun familiar,

f. Memenuhi syarat-syarat teknis dan estetis untuk aplikasi print, elektronik dan filmis, dan

(32)

g. Memenuhi syarat teknis dan estetis untuk metamoforsis dan animatif.

Selain menampilkan unsur simbol teks atau huruf, Metro TV menampilkan juga simbol gambar Bidang Elips dan Kepala Burung Elang yang berarti ;

1. Bidang Elips Emas sebagai latar dasar teraan kepala burung elang yang merupakan proses metamorfosis atas beberapa bentuk, yaitu ;

a. Bola Dunia : sebagai cakupan yang global dari sifat informasi, komunikasi dan seluruh kiprah operasional institusi Metro TV.

b. Telur Emas : sebagai simbol bold yang tampil penuh kewajaran. Telur juga merupakan simbol kesempurnaan dan merupakan image suatu bentuk (institusi) yang secara struktur puncak prestasi dan puncak kualitas.

c. Elips : sebagai simbol citraan lingkar (ring) benda planet, tampil kiring ke kanan sebagai kesan bergerak, dinamis. Lingkar (ring) planet sendiri sebagai simbol dunia cakrawala angkasa, satelit sesuatu yang erat berkait dengan citraan dunia elektronik dan penyiaran.

d. Elang : simbol kewibawaan, kemandirian, keluasan penjelajahan dan wawasan. Simbol kejelian, awas, tajam, tangkas namun penuh keanggunan gerak hidupnya anggun.

(33)
(34)
(35)

3.1.4 Standart Operational Procedure Metro TV

Standar Operasional Prosedur adalah pedoman atau acuan untuk melaksanakan tugas pekerjaan sesuai dngan fungsi dan alat penilaian kinerja instasi pemerintahan berdasarkan indikator teknis, administrasif dan prosedural sesuai dengan tata kerja, prosedur kerja dan sistem kerja pada unit kerja yang bersangkutan. Tujuan SOP adalah menciptakan komitmen mengenai apa yang dikejarkan oleh satuan unit kerja instasi pemerintahan untuk mewujudkan good governance.

Standar operasional prosedur tidak saja bersifat internal tetapi juga eksternal, karena SOP celain digunakan untuk mengukur kinerja organisasi publik yang berkaitan dengan ketepatan program dan waktu, juga digunakan untuk menilai kinjera organisasi publik di mata masyarakat berupa responsivitas, respponsibilitas, dan aktuanbilitas kinerja instansi pemerintah. Hasil kajian SOP menunjukkan tidak semua satuan unit kerja instasi pemerintah memiliki SOP, karena itu sudah seharusnya setiap satuan unit kerja pelayanan publik instansi pemerintah memiliki Standar Operasional Prosedur sebagai acuan dalam berindak, agar akuntabilitas kinerja instasi pemerintah dapat dievaluasi dan terukur.

I. PRODUKSI ACARA STUDIO

1. Kerabat kerja yang terlibat dalam produksi studio adalah : a. Produser

b. Programme Director

c. Floor Director / Stage Manager

(36)

e. VTR Operator / Editor f. Audio Operator g. Lighting Operator h. Kameramen i. Technical Support j. Talent / Pengisi Acara k. Dekorasi dan Property Unit l. Asisten Produksi

m. Control Make Up dan Wardrobe

2. Persiapan produksi acara studio dilakukan paling lambat 3 jam sebelum acara dimulai (seperti gladi resik, cek materi (foto dan dokumen), lighting, checksound, menset kamera untuk dijadikan white balance) sebelum acara dimulai dan seluruh persiapan harus telah selesai maksimal 30 menit sebelum acara dimulai.

3. Produksi acara yang sifatnya siaran langsung studio.

4. Sebelum Produksi acara rekaman dilakukan, Produser dan Programme Director bersama Tim yang terkait, harus mempersiapkan dan memeriksa kembali materi acara berupa :

a. Rundown Program

b. Kaset Materi / Rekaman (Kaset kosong, Kaset VT) c. Materi Pendukung Produksi Lain

d. Selama produksi acara studio berlangsung seluruh kerabat kerja yang terlibat harus menggunakan rundown program.

(37)

e. Selama produksi acara studio berlangsung seluruh kerabat kerja dan pengisi acara wajib menjaga keamanan dan kenyamanan produksi.

f. Setelah produksi acara studio selesai seluruh kerabat kerja dan pengisi acara dilarang meninggalkan studio sebelum Produser dan Programme Director memeriksa dan melakukan check ulang hasil rekaman. Apabila dinilai tidak layak, maka produser berhak melakukan rekaman ulang pada waktu yang tekat disepakati bersama.

g. Setelah selesai produksi acara studio, Produser wajib menulis laporan penggunaan studio.

II. PRODUKSI ACARA

1. Produksi acara studio maupun luar studio harus melalui tahap- tahap sebagai berikut :

a. Tahapan Pra- Produksi b. Tahapan Produksi

c. Tahapan Pasca Produksi 2. Tahap Pra- produksi terdiri dari :

a. Penyusunan konsep atau tema apa yang akan diangkat di episode hari ini.

b. Rapat Produksi untuk melakukan penentuan tema dan narasumber yang masuk kriteria.

(38)

c. Melakukan pendalaman riset untuk mendapatkan data narasumber apakah bisa masuk kriteria tema yang telah ditentukan.

3. Tahap Produksi terdiri dari :

a. Syuting acara studio atau luar studio. 4. Tahap Pasca Produksi terdiri dari :

a. Editing b. Evaluasi

5. Kerabat kerja yang terlibat dalam masing – masing tahap produksi adalah sebagai berikut :

a. Pra Produksi

Yaitu : Produser, Tim Riset, Reporter, Produser Assistant. b. Produksi

Yaitu : Seluruh Kerabat Kerja Produksi Studio dan Luar Studio.

c. Pasca Produksi

Yaitu : Editor, Produser dan Produser Assitant.

6. Produksi acara studio maupun luar studio seperti acara Pagelaran musik, Drama, Teater dan program yang dianggap khusus, harus melakukan Latihan dan Gladi Resik sebelum produksi acara dilakukan.

7. Seluruh paket acara yang di produksi secara Live/ Langsung atau Tapping/ Rekaman, harus di dokumentasikan dan direkam dalam format kaset atau digital.

(39)

8. Materi hasil produksi acara Live / Siaran Langsung atau Tapping/ Rekaman harus dipegang oleh Produser dan diserahkan ke Editor langsung di capture lalu di edit untuk dilakukan pemeriksaan ulang sebelum disiarkan.

9. Dalam hal produksi siaran langsung, atas izin Kepala Studio, Produser dapat menghentikkan siaran apabila ditemukan materi/narasi/visual maupun tayangan yang dianggap membahayakan kepentingan Nasional, SARA dan Pornografi.

III. Penggunaan Peralatan Produksi Studio

1. Peralatan liputan luar studio terdiri dari : Kamera, Lighting, Audio (Clip On atau Handy Mic), Tripod.

2. Untuk melakukan liputan harus ada penjadwalan lalu dicatat di Koordinator Liputan atau Koordinator Camera untuk kebutuhan kameramen.

3. Untuk penggunaan peralatan produksi dan penggunaan studio harus mendapatkan izin dari manager teknik dan diketahui oleh Kepala Studio.

4. Permintaan penggunaan peralatan liputan luar studio harus diajukan paling lambat 1 hari sebelumnya kecuali untuk liputan News atau Program lain yang sifatnya mendesak dan harus mendapat persetujuan dari Koordinator Liputan.

5. Urut-urutan penggunaan peralatan liputan luar studio adalah sebagai berikut:

(40)

a. Pemohon mengisi buku penjadwalan penggunaan peralatan produksi studio.

b. Reporter dan kameramen harus memeriksa seluruh jenis dan jumlah peralatan yang akan digunakan harus sesuai dengan kebutuhan. Pemohon tidak dibenarkan untuk mengambil atau menyiapkan peralatan sendiri.

c. Pengguna peralatan produksi harus menggunakan peralatan tersebut sesuai dengan fungsinya. Tidak dibenarkan merekayasa dan mengalihfungsikan peralatan untuk kepentingan lain diluar fungsinya.

d. Pengguna peralatan liputan luar studio WAJIB menjaga dan merawat peralatan agar tidak mengalami kerusakan, lecet atau cacat pada fisik dan komponen alat, atau hilang.

e. Peralatan yang sudah digunakan harus langsung dikembalikan ke CamStore setelah memeriksa kembali seluruh jenis dan jumlah peralatan yang digunakan sudah sesuai dengan semestinya.

f. Tidak dibenarkan menggunakan peralatan produksi luar studio untuk kepentingan lain tanpa izin dari Kepala Studio.

IV. PRODUKSI LIPUTAN

1. Kerabat kerja yang terlibat dalam produksi Liputan adalah : a. Reporter

b. Kameramen

(41)

2. Persiapan produksi Liputan dilakukan paling lambat 1 hari sebelum Liputan dilakukan, mungkin bisa dilakukan Liputan dalam keadaan mendesak.

3. Reporter dan Kameramen memeriksan Jadwal Liputan dan penugasan Liputan dari Produser dan melakukan Liputan berdasarkan penugasan Reporter dan Kameramen dilarang melakukan peliputan diluar Penugasan.

4. Sebelum produksi Liputan dilakukan, Reporter dan Kameramen harus mempersiapkan dan memeriksa kembali peralatan produksi liputan berupa:

a. Kamera b. Baterai Kamera

c. Michrophone dengan Logo d. Lighting ( Bila Diperlukan) e. Kaset / Memory Card f. Peralatan Tulis Menulis

5. Seluruh peralatan yang digunakan harus dicatat penggunaanya pada saat peralatan keluar dan kembali.

6. Selama produksi Liputan berlangsung Reporter melakukan urut- urutan sebagai berikut :

a. Reporter berkoordinasi ke narasumber kapan untuk waktu Liputan.

b. Melakukan survey lokasi peliputan dan menempatkan peralatan produksi liputan di tempat yang aman dan strategis dalam pengambilan gambar.

(42)

c. Melakukan wawancara narasumber dengan menggunakan Clip On.

d. Kameramen wajib memeriksa kembali hasil rekaman gambar sebelum meninggalkan lokasi peliputan.

e. Reporter wajib mencatat hasil riset dari hasil atau wawancara maupun penanggung jawab acara selama liputan berlangsung. 7. Setelah produksi Liputan selesai Reporter dan Kameramen kembali ke

Metro TV untuk melakukan urut- urutan sebagai berikut :

a. Memeriksa kembali peralatan yang digunakan selama produksi liputan.

b. Kameramen mengembalikan seluruh peralatan yang digunakan selama produksi liputan kepada Koordinator Liputan.

c. Seluruh peralatan yang telah digunakan harus dicatat dakam Buku Laporan Penggunaan Peralatan.

d. Transkrip data hasil Liputan.

e. Reporter menyusun naskah berita hasil liputan.

f. Naskah yang telah jadi harus diperksa oleh produser yang bertugas.

g. Setelah mendapat persetujuan dari produser, reporter mengikuti proses editing pembuatan VT profile Narasumber. h. Editing materi dilakukan oleh Kameramen didampingi oleh

(43)

i. Materi Liputan yang telah selesai di edit lalu di save ke dalam folder khusus yang telah disiapkan untuk materi tapping.

j. Reporter wajib melakukan pemeriksaan kembali atas materi berita yang dibuat sebelum disiarkan. Apabila ditemukan kesalahan atau kekeliruan maka reporter wajib melaukan editing ulang sebelum disiarkan. 8. Apabila dianggap perlu, Reporter wajib memberikan informasi

tambahan atau latar belakang informasi kepada Presenter/ Host sebelum materi disiarkan.

9. Materi berita yang telah disiarkan harus dihapus dari folder dan disimpan ke dalam folder tersendiri.

10. Setiap materi berita yang di produksi dan disiarkan adalah miliki Metro TV dan tidak dapat dipinjamkan atau diberikan kepada pihak lain tanpa sepengetahuan dan izin dari Koordinator Liputan dan Produser.

11. Materi yang telah disiarkan dapat diedit kembali sebagai bahan produksi berita/ program lainnya atau kepentingan pembuatan progran lain tanpa menghapus materi tersebut.

V. Urutan Kegaiatan Produksi 1. Tahap Pra Produksi

a. Setiap sebelum penyelanggaraan produksi, adanya meeting yang terdiri dari Tim dan Host yang dilakukan setiap senin untuk mematangkan tapping yang akan

(44)

dilaksanakan hari rabu, dan mendapat persetujuan dari Kepala Studio.

b. Melakukan meeting produksiyang dipimpin oleh Produser dan didampingi oleh Tim dan Program Director untuk menghasilkan draft produksi yang mencakup Naskah, Rundown, Storyboard, Dafatr Pengisi Acara/ Talent, Daftar Crew, dan Jadwal Produksi.

c. Melakukan Techinical Meeting yang dihadiri oleh Produser, Program Director, Techinical Director dan Pengisi Acara/ Talent.

d. Mempersiapkan Dekorasi, Properti dan kelengkapan produksi lainnya sebelum acara disiarkan.

2. Tahap Produksi

1. Seluruh Tim WAJIB menggunakan seragam Metro TV dalam setiap penyelenggaraan produksi.

2. Melakukan Briefing sebelum Produksi dimulai dan 3 jam sebelum produksi dimulai.

3. Melakukan produksi acara sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.

4. Seluruh Tim yang bertugas menepati posisi sesuai dengan penugasan.

3. Tahap Pasca Produksi

1. Paket acara rerkaman WAJIB melakukan CAPTURE video langsung setelah rekaman selesai dilakukan.

(45)

2. Editing materi acara dilakukan berdasarkan jadwal penggunaan alat dan deadline penyiaran.

3. Seluruh materi yang telah siap siar harus di preview oleh Produser yang bertugas dan Host.

4. Materi acara yang telah disiarkan WAJIB disimpan dalam File/ Folder Arsip.

3.1.5 Visi dan Misi Metro TV a. Visi Metro TV

: Visi Metro TV adalah untuk menjadi stasiun Televisi Indonesia yang berbeda dan menjadi nomor satu dalam program beritanya, menyajikan program hiburan dan gaya hidup yang berkualitas. Memberikan konsep unik dalam beriklan untuk mencapai loyalitas dari pemirsa maupun pemasang iklan.

b. Misi Metro TV

a. Pertama, untuk membangkitkan dan mempromosikan kemajuan Bangsa Negara melalui suasana yang demokratis, agar unggul dalam kompetisi global, dengan menjunjung tinggi moral dan etika. b. Kedua, untuk memberikan nilai tambah di industri pertelevisian dengan memberikan pandangan baru, mengembangkan penyajian informasi yang berbeda dan memberikan hiburan yang berkualitas. c. Ketiga, dapat mencapai kemajuan yang signifikan dengan

(46)

kualitas dan kesejahteraan para karyawannya dan menghasilkan keuntungan yang signifikan bagi pemegang saham.

3.2 Program Economic Challenges

3.2.1 Profil Program Economic Challenges

Economic Challenges adalah tayangan berita mingguan Metro TV yang ditayangkan setiap hari Senin pada pukul 21.30 WIB sampai 22.30 WIB.

Target Audience Metro TV adalah M/F (male atau female), 20+ (dua puluh tahun ke atas), AB Class dengan karakteristik selera tinggi, cerdas, haus informasi, berpendidikan, dan profesional. Adapun keuntungan dari para target audience yaitu permisa bisa mendapatkan informasi yang lebih cepat, akurat dan terpercaya.

(47)

3.2.2 Struktur Organisasi Program Economic Challenges Executive Produser : Win Mohammad Adab

Host : Suryopratomo

Production Staff : Jati Sulaiman

3.2.3 Tanggung Jawab Produser Program Economic Challenges Tugas Produser

1. Mempersiapkan desain produksi program dan memimpin tim produksi dalam pembuatan program dari pra produksi dan pasca poduksi, sampai dengan program tersebut tayang.

2. Terbagi dalam perencanaan antara lain ;

a. Jadwal kerja tim produksi dan rencana on air. b. Tema atau topik serta narasumber.

c. Sarana dan prasarana produksi. 3. Proses Produksi

a. Tidak ada pelanggaran policy atau kebijakan. b. Produksi lancar sesuai target produksi, ada evaluasi

dan koordinasi tiap minggu.

c. Tersedia sipnosis atau content yang menggambarkan isi cerita program dengan baik untuk event khusus. 4. Kualitas dan Kuantitas Program

a. Rating, share sesuai target program.

b. Tidak ada komplain dari internal dan eksternal. 5. Pengelola SDM (Sumber Daya Manusia)

(48)

tepat waktu.

b. Perilaku seluruh anggota Tim sesuai dengan nilai Corporate Culture.

6. Hubungan Kerja A. Internal

a) News Ghathering, News Talent ,News Service : koordinasi persiapan online dan off line serta materi berita.

b) Staf produksi : proses produksi program c) Promo dan PR

B. Eksternal

a) Narasumber : penggalian informasi atau data. b) Instansi pemerintahan terkait : memperluas jaringan dan wawasan, dan mempermudah liputan. c) Klien : kerja sama

C. Wewenang

a) Menentukan tema yang akan on air b) Memutuskan untuk men-drop program

3.2.4 Jadwal kerja Program Economic Challenges 1. Senin :

a. Produksi PKG, grafik, rundown, filler b. Konfirmasi audience

(49)

2. Selasa :

a. Evaluasi dan Rapat Pertemuan 3. Rabu :

a. Riset dan Data

b. Finalisasi Perencanaan c. Konfirmasi Audience 4. Kamis :

a. Finalisasi Perencanaan Topik dan Narasumber b. Mengundang narasumber

c. Mendistribusikan memo 5. Jumat :

a. Konfirmasi narasumber b. Rapat back-up plan

3.2.5 Visi dan Misi Program Economic Challenges 1. Visi Program

: Jangkar informasi ekonomi menjelang dan sesudah Pemilu 2004 Agenda besar ekonomi yang harus dikerjakan oleh Pemerintahan Baru hasil Pemilu 2004

2. Misi Program

a. Inspirasi bagi pemerintahan baru untuk mengatasi persoalan ekonomi di Indonesia

b. Inspirasi pelaku bisnis untuk pengambil keputusan perekonomian menjelang dan sesudah Pemilu 2004

(50)

c. Mampu meramal perkembangan ekonomi dari hari ke hari menjelang dan sesudah Pemilu 2004

d. Menjadi jembatan penghubung antara aspirasi lapisan ekonomi lemah dengan partai politik yang akan memegang kebijakan ekonomi.

3.3 Metode Pengumpulan Data Teknik Pengumpulan Data 3.3.1 Primer

Data primer yaitu penelitian yang memperoleh data secara langsung dari sumber asli (tidak melalui perantara) yaitu dengan cara

melakukan wawancara di stasiun TV Metro TV. • Wawancara

Wawancara adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian yang menggunakan pertanyaan lisan kepada subjek penelitian yaitu dengan cara komunikasi secara langsung dengan pimpinan Metro TV, karyawan atau pihak-pihak yang mempunyai wewenang dalam mengoperasikan program berita di Metro TV. Narasumber atau key informant dalam peneltiian ini adalah ; a. Produser

b. Staff produksi c. Host

(51)

Observasi adalah pengamatan secara langsung untuk memperoleh gambaran yang jelas mengenai hal-hal bersangkutan dengan objek penelitian.

3.3.2 Sekunder

Data Sekunder yaitu data penelitian yang diperoleh peneliti secara tidak langsung (tidak melalui media perantara), yang diperoleh dan dicatat oleh stasiun Metro TV.

• Data Tertulis

Pada umumnya data sekunder berupa

catatan atau laporan historis yang telah tersusun dalam arsip (data dokumenter) yang dipublikasikan dan data yang tidak dipublikasikan oleh Metro TV. Data sekunder yang digunakan adalah data internal yang merupakan dokumen operasional yang dikumpulkan, dicatat, dan disimpan oleh Metro TV.

3.4 Narasumber

3.4.1 Pengertian Narasumber

Narasumber adalah orang yang memberi informasi karena narasumber mengetahui benar tentang permasalahannya. Dalam penelitian ini, peneliti mewawancarai narasumber yang tidak lain adalah orang yang mengetahui benar dapat membarikan infromasi mendalam akan masalah yang terkait dengan penelitian ini.

(52)

3.4.2 Profil Narasumber 1. Narasumber 1

Nama : Win Mohammad Adab Pendidikan : s1

Status Jabatan : Produser Program Economic Challenges

2. Narasumber 2

Nama : Jati Sulaiman Pendidikan : s1

Status Jabatan: Staf Produksi Program Economic Challenges

3. Narasumber 3

Nama : Suryopratomo Pendidikan : s2

(53)

BAB 4

HASIL PENELITIAN

4.1 Penyajian Data Penelitian

4.1.1 Standar Berita di Metro TV yang berkualitas

Sosok media ditentukan oleh sosok pengelolahnya, Metro TV harus menunjukan identitasnya yaitu, identitas sebagai sebuah stasiun televisi yang selalu menyampaikan informasi yang berkualitas sehingga bisa mencerdaskan dan mencerahkan bangsa, karena dikelola oleh orang-orang yang memiliki komitmen kuat untuk ikut memajukan bangsa dan negara.

Metro TV untuk bisa menjalankan peran itu, maka Metro TV harus membuat buku panduan. Buku panduan yang menjadi pegangan bersama dalam bekerja, sehingga produk yang dihasilkan sesuai dengan standar yang digariskan dan akhirnya sesuai dengan harapan untuk menyajikan informasi yang bermanfaat bagi pemirsa.

Buku ini dibuat detil, karena ingin menggariskan secara tegas mana yang “boleh” dan ‘tidak boleh” oleh Metro TV. Semua itu bukan untuk membatasi kreativitas, tetapi untuk mengukuhkan Metro TV sebagai stasiun televisi yang terpercaya karena selalu menyajikan informasi yang akurat dan berkualitas.

(54)

Dimana peristiwa atau kejadian yang memiliki nilai berita serta memenuhi kelayakan dari sisi visual, audio dan kaidah etika.

A. Kriteria Kelayakan Berita Televisi a) Penting

: Peristiwa yang mendapat perhatian besar publik karena mempengaruhi dan membawa dampak bagi kehidupan publik. Contoh ; Harga BBM naik, Tsunami Aceh.

b) Aktual

: Peristiwa yang baru terjadi sehingga perlu disampaikan secara cepat. Contoh ; gempa bumi. c) Kedekatan

: Peristiwa yang memiliki kedekatan dengan pemirsa yang menjadi sasarn. Kedekatan ini bisa berupa jarak maupun emosi. Contoh ; Berita tentang 12 WNI yang ditahan tentara Israel.

d) Signifikansi

: Peristiwa yang dibingkai secara lebih spesifik agar menyasar pada kepentingan pemirsa. Contoh ; Berita tentang penandatanganan MOU pembangunan pabrik tekstil. Berita ini dapat dikemas dengan angle signifikansi MOU bagi penyerapan tenaga kerja di sektor tekstil.

(55)

e) Magnitude

: Peristiwa yang ukuran atau bobot pentingnya ditentukan berdasarkan banyak sedikitnya kuantitas, angka-angka. Contoh ; Kecelakaan Pesawat Adam Air.

f) Ketokohan

: Peristiwa yang berhubungan dengan orang penting. Contoh ; Video Seks Ariel “Peterpan” dan Luna Maya.

g) Human Interest

: Peristiwa yang menyentuh emosi, membangkitkan empati pemirsa. Contoh ; pertemuan Nirmala Bonat dengan keluarganya. h) Menarik

: Peristiwa yang menarik perhatian orang meskipun tidak mempengaruhi kehidupan banyak orang. Contoh ; Adu ketangkasan Matador.

i) Dramatis

: Persitiwa yang terkait dengan pencapaian yang diluar dugaan. Contoh ; kesebelasan Indonesia menjadi juara dunia.

j) Unik

: Peristiwa yang langka dan khas. Contoh ; Temuan mengenai manusia purba, manusia tertinggi dunia.

(56)

B. Isi dan Kemasan Berita

a) Isi berita dikemas sesuai dengan fakta yang terekam dikamera atau faktor tambahan hasil penggalian dari reporter, dengan menjunjung tinggi pedoman editorial redaksi.

b) Isi berita tidak mengandung gosip, spekulasi dan sensasi.

C. Bahasa

a) Redaksi menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, tercermin pada kemasan berita dan penyampaian berita oleh presenter.

b) Redaksi menggunakan bahasa yang mudah di mengerti.

c) Redaksi tidak menggunakan bahasa yang kasar, sinis, menghina, merendahkan martabat dan porno. d) Redaksi diperkenankan menggunakan istilah asing,

terutama yang sifatnya teknis dan belum ada padanannya dalam bahasa Indonesia. Namun penggunaaan istilah asing tersebut harus diikuti dengan penjelasan mengenai artinya.

D. Dubbing

a) Dubbing naskah berita memperhatikan aspek kejelasan dan kelancaran sesuai dengan kaidah

(57)

bahasa yang baik dan benar, termasuk tidak menggunakan dialek daerah tertentu.

b) Penyajian berita mesti memperhatikan ritme, intonasi, tanda baca yang benar sehingga mudah dimengerti.

c) Tidak diperkenankan membacakan naskah berita dengan infotainment style.

d) Tidak diperkenankan membaca naskah berita dengan nada mengejek, ataupun merendahkan orang.

E. Gambar

a) Gambar merefleksikan fakta yang sebenarnya, bukan hasil rekayasa untuk membesar-besarkan masalah serta mengecilkan persoalan, atau beritikad buruk menyerang individu atau kelompok tertentu.

b) Gambar kekerasan tidak ditayangkan secara fulgar tetapi diedit dengan prinsip hasil editing sudah bisa mewaikil fakta.

c) Setiap pengambilan gambar peristiwa, selalu memasukkan unsur estabilishing shot. Gambar estabilishing shot penting untuk memberikan gambaran secara menyeluruh tentang suatu peristiwa dan tempat kejadian perkara. Penempatan

(58)

estabilishing shot disesuaikan dengan kebutuhan, bisa diawal atau diakhir berita.

Adapun SWOT ( Strength, Weakness, Oppurtunity dan Threats) program Economic Challenges, yaitu Strength, satu-satunya yang menyajikan berita-berita tentang persoalan ekonomi makro dan dikemas dalam program talkshow.

Weakness, atau kelemahan dari program Economic Challenges adalah karena komitmen untuk menjadikan Economic Challenges sebagai program yang membahas tentang persoalan ekonomi, maka Economic Challenges mempunyai segmentasi audiens yang tidak sebanyak program hiburan.

Opportunity, yaitu keuntungan dari program Econonic Challenges adalah pemirsa mendapatkan informasi yang lebih cepat, akurat dan terpercaya, mengenai persoalan-persoalan ekonomi karena berita yang disajikan jelas dan tidak memihak.

Threats, yaitu ancaman bagi program Economic Challenges adalah komitmen sebagai program yang selalu membawakan berita tentang persoalan ekonomi yang terjadi di Indonesia merupakan tanggung jawab yang agak berat bagi program Economic Challenges. Apabila informasi yang diterima oleh audiens kurang, maka kredibilitas program Economic Challenges sebagai saluran berita ekonomi akan jatuh.

(59)

4.1.2 Strategi Produksi Program Economic Challenges

Economic Challenges merupakan program acara yang menetapkan ide sampai berita tersebut ditayangkan harus melalui strategi produksi dari tahapan pra produksi, produksi dan pasca produksi.

a. Dalam tahapan pra-produksi ada ide, persiapan dan perencanaan yang harus dilakukan oleh team Economic Challenges yang tidak lain adalah Mas Win Mohammad Adab dan Mas Jati Sulaiman.

b. Setelah tahap itu, diadakannya produksi dimana kerjasama team yang baik pada saat live atau taping berlangsung.

c. Terakhir pada tahapan pasca produksi, dimana tujuan yang ingin dicapai adalah agar dapat menanyangkan tayangan yang memuaskan.

4.2 Pembahasan Hasil Penelitian

Dalam proses produksi acara Economic Challenges terdapat tiga tahapan proses produksi yaitu pra-produksi, produksi dan pasca produksi.

4.2.1 Tahapan Pra Produksi

Inovasi dan kreatifitas sangat dibutuhkan dalam perindustrian televisi, karena persaingan yang sangat ketat juga perkembangan segala hal yang semakin hari semakin meningkat, serta idealisme tertentu telah menjadi satu acuan. Tim kerja Economic Challenges terpicur untuk terus menguak

(60)

berita ekonomi agar masyarakat tetap antusias dan sadar akan issue ekonomi yang sedang terjadi juga agar generasi muda menjadi lebih tanggap. Evaluasi kerja dan perencanaan konten berita dilakukan oleh tim Economic Challenges, dan ini terus dipertahankan agar semakin banyak orang yang tanggap akan masalah ekonomi. Produser Economic Challenges yaitu Mas Win , mengungkapkan ;

“Aku bilang dari tahun ke tahun penetrasi brandingnya Economic Challenges di policy maker, di ceo, di mahasiwa, kalau kita search tadi di google banyak yang sudah familiar dengan Economic Challenges. Apalagi setiap kali aku bertemu dengan jangankan middle manajement ya, yang staff aja mereka sudah ta, oo Economic Challenges.. itu aku pikir sebuah progress yang luar biasa karenakan program ini spesifik. Bukan program yg general yang semua orang akan tahu. Jadi penerimaan policy maker , dan ceo itu penting. Itu menurut aku sudah merupakan pencapaian yang cukup bagus, karena Economic Challenges di desain bukan untuk menggarab seluruhnya ya, kecuali todays dialog, kalau misalnya hanya dikenal policy maker, seandainya hanya dikenal oleh ceo salah, karena dia todays dialog seharusnya dia merangkum seluruhnya, tapi kan ec memang targetnya mereka. Tetapi karena semakin dikenal otomatis progress itu bagus.”

Dalam pernyataan Producer Program “Economic Challenges”, bahwa siaran Economic Challenges sudah mengepakan sayapnya, telah berhasil melewati target audience yang ditentukan pada awalnya, karena terlihat dari banyaknya mahasiswa yang menyaksikan, juga jika dilihat dari via twitter banyak sekali anak muda yang memberikan komentar positif tentang Economic Challenges. Tahap pra produksi ini, tim

(61)

kerja mereancang konten yang akan disiarkan pada tiap minggunya.

” Pra produksinya aku selalu meeting waktu kamu ngedarin memo tuh, aku jati itu kita diskusikan. Kita abis tuh minggu depan apa, kita hitung tuh mana yang kira-kira tidak basi minggu depan, terus mana kira-kira menarik dan bisa ratingnya tinggi. Setelah itu kita finalisasi tuh, apakah kita dapat narasumber yang prominen sesuai dengan opsi A, kalau ga turun ke opsi B. Lalu dibikin rundownnya, dibikin paketnya, kemudian tiba-tiba kalau misalnya senin narasumber ngga jadi langsung kita berubah arah, seninpun kita bisa berubah arah.itu ya proses produksinya yah aku, bikin riset data apa yang bisa mendukung mungkin ada klien yang ngasih data, nah kalau misalnya ada pihak ketiga atau klien, proses pra produksinya kan meeting dengan pihak ketiga tuh. Misalnya meeting ke Garuda, meeting pertamina, bisa 3 atau 4 kali tuh. Kesana atau mereka ke Metro. Kita pertemukan kepentingan mereka, kita akomodasi tetapi kita bungkus dengan jurnalisme yang elegan, yang tidak terkesan selling. Nah itu proses produksi seperti itu. Kemudian kita feedback kembali mereka, kita kasih rundown ke mereka, apakah mereka setuju, apakah aku juga setuju. Terus tuh prosesnya by email komunikasinya. Nah ekseskusinya hari Senin itu pas menjelang on air itu. Kita bak bik buk bikin paketnya, bikin macem-macem.”

Melihat tim dari Economic Challenges yang hyanya dijalankan oleh Mas Win selaku producer dan Mas Jati selaku staff produksi, ini sudah sangat membuahkan rating dan share yang tidak biasa, jika disesuaikan dengan target audience Metro TV, program Economic Challenges ini sudah mencakup audience yang lebih dari yang diinginkan. Jika dilihat dari sisi ide, Economic Challenges merupakan program berita yang di setiap segmennya merupakan rancangan yang tersusun dalam pikiran tim kerja Economic Challenges, untuk memberikan berita yang penting bagi masyarakat terutama hal-hal yang

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :