• Tidak ada hasil yang ditemukan

MAHASISWA FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "MAHASISWA FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

1

COMMUNICATION SKILL TRAINING

PADA PT. TEMPRINA MEDIA GRAFIKA CABANG MALANG OLEH :

Rizky Ananda Nurdinsyah, Panji Wahyu Algani, Dwi Ajeng Juniarti, Nur Jannah, Hastari Ajeng Mukti Rahayu

MAHASISWA FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

ABSTRAK

Pelatihan dilakukan pada hari sabtu 26 November 2016 di Gedung Radar kanjuruhan – Kepanjen Malang. Pelatihan dilakukan berdasarkan hasil dari TNA (Training Need Analysis) yang telah dilakukan. Dari hasil hasil TNA tersebut maka diketahui sebuah GAP atau kesenjangan kebutuhan dalam perusahaan yang dapat diselesaikan dengan melakukan training. Proses training atau pelatihan dilakukan dengan tujuan untuk menyelesaikan kesenjangan kebutuhan yang dialami oleh PT. Temprina Media Grafika cabang Malang. Pelatihan dilakukan dengan menggunakan beberapa metode yaitu diantaranya adalah metode ceramah, psikodrama, tes tulis, games dan studi kasus. Dari hasil pelatihan yang telah dilakukan diketahui bahwa karyawan dari PT. Temprina Media Grafika mengalami peningkatan pemahaman terkait dengan komunikasi organisasi jika dilihat dari hasil pre-test dan post-test yang telah dilakukan. Proses pelatihan menurut hasil evalusi dapat berjalan dengan lancar dan dapat memenuhi kebutuhan dari karyawan PT. Temprina Media Grafika Cabang Malang.

Latar Belakang

Pada dasarnya seorang individu adalah makhluk sosial, yaitu dimana seorang individu akan membutuhkan individu lain sepanjang perjalanan hidupnya. Menurut Wimo (dalam Dayakisni dan Hudaniyah, 2009) Individu akan

melakukan interaksi sosial, yaitu suatu hubungan antara individu satu dengan individu lainnya dimana individu yang satu dapat mempengaruhi individu yang lainnya sehingga terdapat hubungan yang saling timbal balik. Sementara

(2)

2 menurut Soekanto (dalam Dayakisni dan Hudaniyah, 2009) mendefinisikan interaksi sosial sebagi hubungan antara orang per orang dengan kelompok manusia. Interaksi sosial tidak akan terjadi tanpa memenuhi dua syarat, yaitu adanya kontak sosial dan adanya komunikasi. kontak sosial dapat terjadi anatara individu dengn individu, individu dengan kelompok dan antara kelompok dengan kelompok.

Dalam pembahasan kali ini akan lebih difokuskan pada hubungan antar individu dengan kelompok. Dimana menurut Hartoto (2008) kelompok adalah kumpulan dari orang-orang yang mempunyai hubungan dan berinteraksi, dimana dapat mengakibatkan tumbuhnya rasa kebersamaan. Definisi lain disampaikan oleh Mayor Polak (dalam Hartoto 2008) yang mendefinisikan kelompok sebgai suatu group, yaitu sejumlah orang yang ada antara hubungan satu sama lain dan hubungan itu bersifat sebagi sebuah struktur. Bila kita membicarakan terkait dengan struktur, tidak lepas kaitannya dengan organisasi. Organisasi menrut Cholisoh (2013) merupakan

sekelompok individu yang terstruktur dan sistematis yang berada dalam sebuah sistem, yang didalamnya terdapat wadah untuk saling berinteraksi atau bekerja sama secara rasional, sistematis, terpimpin dalam memanfaatkan sumber daya yang ada secara efektif dan efesien untuk mencapai suatu tujuan bersama. Bila kita membicarakan sebuah organisasi maka erat kaitannya dengan perusahaan yang juga memiliki struktur.

Dalam suatu perusahaan individu haruslah memiliki loyalitas lebih dan meluangkan banyak waktunya dalam organisasi tersebut untuk turut memberikan kontribusi secara maksimal dalam perusahaan tersebut dengan tujuan untuk dapat mencapai tujuan dari organisasi. Seperti pada perusahaan PT. Temprina Media Grafika Cabang Malang yang juga merupakan anak perusahaan dari Jawa Pos Group yang bergerak pada bidang percetakan tidak pula lepas dari suatu permasalahan atau kesenjangan kebutuhan yang ada dalam perusahaan tersebut. Dari hasil TNA (Training Need Analysis) yang telah dilakukan diketahui bahwa terdapat

(3)

3 kesenjangan kebutuhan dalam perusahaan antara actual

performance dengan expected

performance. Dimana beberapa

kesenjangan kebutuhan tersebut dapat diselesaikan dengan menggunakan training dan non training. Kesenjangan kebutuhan yang dapat diselesaikan dengan menggunakan training adalah terkait dengan keterampilan berkomunikasi pada karyawan PT. Temprina Media Grafika Cabang Malang. Kesenjangan kebutuhan terkait dengan keterampilan berkomunikasi tersebut diketahui setelah seluruh proses TNA dilakukan baik TNA pada level organization, task dan person.

Tujuan

Tujuan dari dilakukannya pelatihan adalah untuk menyelesaikan kesenjangan kebutuhan yang dilakukan dengan menggunakan training dengan sasaran utamanya adalah karyawan yang bekerja pada PT. Temprina Media Grafika Cabang Malang dengan tema yang diambil berdasarkan hasil TNA adalah terkait dengan

communication skill atau

keterampilan berkomunikasi

Metode

Metode yang digunakan selama berjalannya proses pelatihan adalah dengan mengunakan beberapa meode yaitu diantaranya metode ceramah, studi kasus, games, tes tulis dan psikodrama. Pemilihan metode tersebut disesuaikan dengan tema dan kegiatan yang dilakukan selama proses berjalannya pelatihan. Metode ceramah sendiri menurut Hasibuan dan Moedjiono (dalam saifurrijal, 2012) adalah cara penyampaian bahan pelajaran dengan komunikasi lisan. Sedangkan menurut Roestiyah (dalam saifurrijal, 2012) metode ceramah adalah cara mengajar yang digunakan untuk menyampaikan keterangan atau informasi, atau uraian tentang suatu pokok persoalan serta masalah secara lisan.

Metode studi kasus menurut Merriam (dalam Yuhartati, 2010) studi kasus merupakan proses menggali kesatuan atau fenomena tunggal ‘kasus’ yang dibatasi oleh waktu dan aktivitas (program, kejadian, proses, institusi atau kelompok sosial). Metode bermain atau games Menurut Ellis (dalam Lestari, 2015) bermain sebagai aktivitas mencari stimulasi yang

(4)

4 dapat meningkatkan dorongan menuju tingkat yang optimal. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kegiatan bermain dapat menjadi dorongan dalam mengaktifkan motivasi-motivasi yang ada pada diri siswa dan membuat mereka kembali memiliki motivasi yang tinggi dalam mengikuti proses belajar di sekolah.

Metode tes tulis menurut Arifin (dalam Arifin, 2010) merupakan tes yang menuntut jawaban dari individu secara tertulis, tes diberikan kepada perorangan atau kelompok pada waktu, tempat dan soal tertentu. Sedangkan metode psikodrama menurut Jacob L.Moreno (dalam Harits, 2016) adalah, Psikodrama adalah suatu pendekatan terapi kelompok, dimana klien memainkan peran dan situasi kehidupan yang lalu, sekarang, atau mendatang dalam sebuah percobaan untuk meraih pemahaman yang lebih dalam sehingga mencapai perasaan haru.

Hasil Pembahasan

Pelatihan dilakukan pada hari Sabtu, 26 November 2016. Selama proses pelatihan seluruh kegiatan dan metode yang telah ditentukan

sebelumnya digunakan sebagai alat bantu berjalannya proses pelatihan. Pelatihan dimulai pada pukul 13.00 WIB dan berakhir pada pukul 18.00 WIB, seluruh metode yang telah ditentukan selama proses kegiatan pelatihan berlangsung digunakan sebagai suatu cara untuk menyampaikan seluruh kegiatan pelatihan, metode yang digunakan bervariasi dengan tujuan agar peserta pelatihan tidak bosan dengan metode yang sama. Ada beberapa metode yaitu diantaranya adalah metode ceramah digunakan untuk proses penyampaian materi, metode tes tulis digunakan pada kegiatan pre-test dan post-test, metode studi kasus dan psikodrama digunakan sebagai suatu role play bagi peserta untuk lebih mendalami materi yang sudah diberikan dan yang terakhir adalah menggunakan metode games yang mana peserta diajak bermain suatu permainan yang dapat membangun keterampilan berkomunikasi yang efektif sesuai dnegan materi yang disampaikan.

Berdasarkan hasil analisis evaluasi yang telah didapatkan setelah dilakukannya pelatihan terkait dengan keterampilan

(5)

5 berkomunikasi atau communication skill diketahui bahwa pada evaluasi learning terlihat bahwa peserta pelatihan mengalami peningkatan nilai dilihat dari nilai pre-test dan post-test. Nilai pre-test didapatkan dari pemberian tes tulis pada karyawan terkait dengan komunikasi organisasi sebelum diberikanya materi dan nilai post-test didapatkan dari pemberian tes tulis pada karyawan setelah diberikannya materi oleh trainer. Peningkatan nilai tersebut mengindikasikan bahwa adanya peningkatan pemahaman karyawan terkait dengan komunikasi organisasi.

Hasil evaluasi kegiatan training keterampilanm berkomunikasi (communication skill ) oleh peserta training. Hasil yang didapat secara garis besar sudah memenuhi tujuan yang telah ditetapkan. Sebagian besar karyawan merasakan bahwa fasilitas yang diberikan pada saat training sudah memenuhi syarat atau sudah memadai untuk memenuhi kebutuhan dari karyawan. Suasana selama proses berjalannya pelatihan juga dapat dikatakan kondusif dan peserta training terlihat antusias dalam mengikuti setiap sesi

pelatihan. Metode yang digunakan pada saat pelatihan dianggap karyawan sudah menarik. Peserta pelatihan atau karyawan juga merasa bahwa materi yang diberikan dapat memberikan pengetahuan terkait dengan keterampilan berkomunikasi dan materi yang diberikan dapat dikemas dengan menarik Pada sesi games peserta beranggapan bahwa permainan yang dimainkan tersebut dapat memberikan pemahaman peserta training atau pelatihan terkait dengan communication skill, peserta training terlihat sangat antusias dalam melakukan permainan yang diberikan oleh trainer, namun untuk penilaian terhadap Waktu seikit rendah dikarenakan kebanyakan karyawan menginginkan proses pelathan dilakukan pada hari libur agar tidak mengganggu jam kerja karyawan.

Hasil evaluasi terhadap trainer juga menunjukkan penilaian yang positif dimana karyawan secara keseluruhan merasakan bahwa trainer mampu untuk menyampaikan materi dengan baik, menyesuaikan pokok pembicaraan dengan tema dari pelatihan, trainer juga dirasa cukup mampu dalam berinteraksi dengan

(6)

6 karyawan dengan menyampaikan pokok-pokok bahsan yan masih sesuai dengan tema pelatihan dan penampilan atau performance trainer yang dirasa baik dan dirasa mampu untuk menempatkan diri.

Kesimpulan

Dari hasil uraian atau penjelasan diatas, maka dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa, pelatihan dilakukan pada karyawan PT. Temprina Media Grafika Cabang Malang dengan tema communication skill. Tema tersebut diambil berdasarkan hasil dari TNA yang telah dilakukan baik pada level organization, task dan person. Pelatihan dilakukan pada hari Sabtu, 26 November 2016. Selama proses berjalannya pelatihan perserta terlihat antusias dan terlihat mampu untuk memahami materi yang diberikan dimana peserta juga melakukan praktik secara langsung

atau Role Play materi yang sudah dibahas bersama-sama dalam proses pelatihan.

Hasil evaluasi reaksi dan evaluasi trainer menunjukkan respon yang positif dimana karyawan memberikan nilai atau poin rata-rata 3.0 dengan klasifikasi baik dalam proses pelaksanaannya. Untuk hasil evaluasi learning menunjukkan bahwa ada peningkatan nilai pada pre-test dan post-test yang telah dilakukan. Meskipun tidak seluruh karyawan dapat mencapai target sasaran yang telah ditentukan, namun nilai yang diperoleh pada post-test tetap mengalami kenaikan dibandingkan dengan nilai pre-test.

(7)

7

DAFTAR PUSTAKA

Arifin, Zainal. 2010. Evaluasi Pembelajran (Teori dan Praktik). Jurusan Kurikulum Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pndididkan. Universitas Pendidikan Indonesia Bandung.

Cholisoh Siti. 2013. Organisasi. Sistem Informasi Universitas Gunadarma Dayakisnih Tri dan Hudaniah. 2009. Psikologi Sosial. Malang; UMM Press

Harits, Faisal Abdurrachman. 2016. Pengaruh Psikodrama Terhadap Peningkatan Optimisme Masa Depan Pada Mahasiswa. Fakultas Psikologi. Universitas Muhammadiyah Surakarta

Hartoto. 2008. Pendidikan Dan Hubungan Antara Kelompok. Jurusan Kurikulum Dan Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Makassar

Lestari, Iis Nurfitria. 2015. Skripsi. Pengaruh Metoe Permainan Terhadap Motivasi Belajar Matematika Siswa kelas II SD Negeri Plebengan. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Jurusan Pendidikan Pra Sekolah dan Sekolah Dasar Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Yogyakarta

Saifurrijal. 2012. Skripsi. Kolaborasi Metode Ceramah Dengan Model Pembelajaran Deep

Dialogue/Critical Thinking (Dd/Ct) Untuk Meningkatkan Partisipasi Dan Hasil Belajar Pada Mata Pelajaran Chasis Dam Suspensi Siswa Kelas XI SMK N2 Pengasih Tahun Ajaran 2011/2012. Jurusan Pendidikan Teknik Otomotif Fakultas Teknik, Universitas Negeri Yogyakarta

Yuhartati. 2012. Metode Studi Kasus. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Pemerintahan. Universitas Indonesia

Referensi

Dokumen terkait

 %adi kesehatan masyarakat adalah suatu usaha suatu kelompok masyarakat untuk   %adi kesehatan masyarakat adalah suatu usaha suatu kelompok masyarakat untuk   selalu..  selalu berada

Setelah pengoraganisasian jelas baik itu tanggung jawab dan deskripsi jabatan maka selanjutnya adalah pelaksanaan. Pelaksaan ini meruapakan salah satu fungsi penting dalam

Berdasarkan analisa data yang telah dilakukan peneliti, diperoleh kesimpulan bahwa dalm proses pelaksananya telah dilakukan dengan baik oleh pihak manajemen yang

Realitas dalam lomba pidarta basa Bali sampai saat ini masih banyak yang kurang memahami pidarta sehingga pidarta dikacaukan dengan Dharma Wacana.. Pidarta yang

Peningkatan akses penduduk miskin terhadap layanan kesehatan melalui stimulasi dana Jaminan Kesehatan bersumber dari APBD (JAMKESDA). Peningkatan sarana-prasarana dan

Sehingga hipotesis kerja dalam penelitian ini diterima, yaitu ada hubungan antara Servant Leadership dengan efektifitas tim pada tim Program Hibah Kompetisi Institusi Jurusan

Kenyataan buruk atas anak-anak yang berkonflik hukum merupakan pekerjaan rumah pemerintah dalam menangani permasalahan anak dengan tetap meng- hormati hak-hak anak. Sebagai

Untuk menguji pengaruh variabel Kualitas Pelayanan (X1)dan Sarana Prasarana (X2) secara silmultan terhadap variabel Kepuasan Peserta Didik (Y) digunakan uji F.Dengan hasil nilai