KATA PENGANTAR
DAN
DAFTAR ISI
ota Surabaya memiliki kedudukan yang sangat strategis dan menjadi pusat pengembangan wilayah bagian timur Indonesia. Dinamika dan aktivitas kota yang sangat tinggi memacu terjadinya perkembangan kota yang sangat cepat. Pembangunan kota yang tidak terintegrasi dengan kawasan di sekitarnya akan menimbulkan permasalahan-permasalahan yang kompleks seperti masalah kesehatan lingkungan, pencemaran, penyediaan air bersih dan sebagainya. Perlindungan terhadap lingkungan hidup menjadi tanggung jawab bersama dan tidak terlepas dari aspek pembangunan ekonomi dan sosial.
Pelaksanaan program pembangunan berwawasan lingkungan menghadapi berbagai tantangan khususnya menyangkut sumber daya dan peningkatan kapasitas, termasuk upaya sosialisasi yang lebih luas serta pemberdayaan masyarakat. Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Kota Surabaya mengarah pada perbaikan kualitas lingkungan hidup kota, yang dijabarkan dalam kebijakan dan strategi pengendalian dan pengelolaan lingkungan hidup kota berdasarkan permasalahan lingkungan yang dihadapi.
Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Surabaya merupakan lembaga dengan tugas pokok dan fungsi melaksanakan : pengendalian dan pengawasan lingkungan, penanggulangan dampak lingkungan dan pemulihan dampak lingkungan. Tugas pokok BLH tersebut meru-pakan pilar dalam mewujudkan pembangunan kota yang
ber-wawasan lingkungan. Untuk itu perlu dilakukan sosialisasi dan pengenalan ke masyarakat sehingga pengetahuan dan peran serta masyarakat dalam mendukung pembangunan kota yang ber-kelanjutan dapat terwujud.
Profil Badan Lingkungan Hidup disusun berdasarkan kompetensi bidang lingkungan hidup yang mengacu pada peraturan perundang-undangan yang berlaku dengan program kegiatan dan target capaian diharapkan dapat bersinergi dengan program pem-bangunan kota secara menyeluruh untuk periode tahun 2011 – 2015.
Surabaya, 2013 Kepala Badan Lingkungan Hidup
KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI iii
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG 1
1.2 VISI DAN MISI 1
1.3 TUJUAN 2
1.4 SASARAN 3
1.5 KEBIJAKAN 4
BAB 2 GAMBARAN BADAN LINGKUNGAN HIDUP
2.1 SEJARAH RINGKAS 5
2.2 STRUKTUR ORGANISASI 6
2.3 POTENSI 8
2.4 TUGAS POKOK DAN FUNGSI BLH 11
BAB 3 PELAYANAN BADAN LINGKUNGAN HIDUP
3.1 AMDAL / UKL-UPL 41
3.2 IZIN GANGGUAN (HO) 45
3.3 IZIN ABT 47
3.4 PENGADUAN LINGKUNGAN 47
3.5 IZIN PEMBUANGAN LIMBAH CAIR (IPLC) 50
BAB 4 PROGRAM, KEGIATAN DAN PRESTASI BADAN LINGKUNGAN HIDUP
4.1 PROGRAM 53
4.2 KEGIATAN 54
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Paradigma pembangunan berkelanjutan merupakan pembangunan yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan saat ini, tanpa mengurangi hak dan kesempatan generasi mendatang. Tantangan model pembangunan berkelanjutan adalah mengembangkan pembangunan ekonomi yang tidak menghancurkan lingkungan dan sistem sosial kemasyarakatan.
Kini tantangan yang ada adalah pembangunan ekologis yang mengharuskan pembangunan menghasilkan mutu lingkungan hidup yang lebih baik, termasuk dilakukan kegiatan urban bio-diversity. Pada era otonomi daerah, pemerintah daerah menjadi leading dalam pembangunan dengan kekuasaan dan kewenangan besar dalam kehidupan lokal.
Pembangunan berkelanjutan dan ekologis menurut kerjasama sektor swasta dan masyarakat untuk mereformasi produk-produk dan pendekatan manajemen, juga menuntut pemerintah daerah untuk merubah cara kerja agar kerjasama terkelola dengan baik. Reformasi ini harus menjamin bahwa pelayanan yang diberikan pemerintah daerah dapat berkelanjutan dan terdistribusi merata pada generasi yang akan datang.
1.2 VISI DAN MISI
Badan Lingkungan Hidup Kota Surabaya sebagai lembaga pengelola lingkungan hidup kota memiliki visi yang akan diimplementasikan dalam program kegiatan tahun 2011-2015. Sejalan dengan visi Pemerintah Kota Surabaya dan dengan memperhatikan tugas pokok dan fungsi yang dimiliki serta kondisi dan proyeksi yang diinginkan ke depan, maka Badan Lingkungan Hidup Kota Surabaya menetapkan visi :
“ Menjadi Badan Lingkungan Hidup yang Handal, Proaktif dan Partisipatif “
Dengan maksud upaya untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup yang meliputi kebijaksanaan penataan, pemanfaatan, pengem-bangan, pemeliharaan, pemulihan, pengawasan, dan pengendalian lingkungan hidup yang profesional, transparan, akuntabel dengan melibatkan peran serta masyarakat, dunia usaha serta pihak-pihak terkait, sesuai peraturan perundangan. Untuk mendukung visi yang telah ditetapkan, maka Badan Lingkungan Hidup kota Surabaya mempunyai misi sebagai berikut :
1. Misi menjadi Badan Lingkungan Hidup yang HANDAL melalui peningkatan sumber daya manusia yang didukung oleh pening-katan kualitas intelektual, mental-spiritual, keterampilan serta sarana dan prasarana.
2. Misi menjadi Badan Lingkungan Hidup yang PROAKTIF melalui peningkatan pelayanan terhadap perijinan dan permasalahan lingkungan.
3. Misi menjadi Badan Lingkungan Hidup yang PARTISIPATIF melalui peningkatan peran serta masyarakat dalam rangka menjaga kelestarian fungsi lingkungan.
1.3 TUJUAN
Visi dan misi yang telah ada selanjutnya dijabarkan kedalam tujuan sebagai berikut :
1. Meningkatkan kapasitas dan kemampuan aparatur lingkungan hidup dalam rangka menuju pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan.
2. Mencegah dan mengendalikan pencemaran / perusakan sumber daya alam dan lingkungan.
3. Mewujudkan penaatan kegiatan usaha dan masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan hidup.
4. Meningkatkan kualitas dan akses informasi lingkungan.
5. Membangun dan mendorong partisipasi masyarakat yang peduli lingkungan.
1.4 SASARAN
Untuk mencapai tujuan tersebut, maka ditentukan sasaran-sasarannya, yaitu:
1. Menurunkan beban pencemaran lingkungan hidup dengan melakukan pemantauan dan pengawasan.
2. Mengendalikan pencemaran lingkungan dari sumber pence-maran.
3. Meningkatkan perlindungan kawasan konservasi sumber daya alam.
4. Memperkuat instrumen kebijakan lingkungan hidup kota. 5. Meningkatkan pengembangan teknologi ramah lingkungan. 6. Meningkatkan tata kelola yang baik di bidang lingkungan hidup. 7. Meningkatkan efektifitas pelayanan perijinan bidang lingkungan
hidup.
8. Meningkatkan sarana prasarana pemantauan lingkungan.
9. Membangun kesadaran dan peran masyarakat akan hak dan kewajiban dalam pengelolaan lingkungan hidup.
10. Membangun kemitraan dengan lembaga lain dalam upaya perlindungan dan pelestarian lingkungan.
11. Meningkatkan peran masyarakat dalam bidang informasi dan pemantauan kualitas lingkungan hidup.
12. Membangun sistem informasi lingkungan hidup yang berkualitas dan komprehensif.
1.5 KEBIJAKAN
Kebijakan-kebijakan Badan Lingkungan Hidup Kota Surabaya adalah: 1. Optimalisasi pengendalian, penanggulangan serta pemulihan
dampak pencemaran lingkungan.
2. Peningkatan instrumen dan peraturan pencegahan pencemaran dan atau kerusakan lingkungan hidup.
3. Mewujudkan Laboratorium Lingkungan yang terakreditasi. 4. Mewujudkan masyarakat yang peduli, mandiri dan tanggap
terhadap pengelolaan lingkungan hidup kota.
5. Peningkatan penaatan dan penegakan hukum lingkungan ber-dasarkan baku mutu lingkungan.
6. Peningkatan instrumen dan peraturan pencegahan pencemaran dan atau kerusakan Lingkungan Hidup.
7. Meningkatkan kesadaran dan komitmen yang tinggi di kalangan pemerintah, dunia usaha dan masyarakat untuk berpartisipasi dalam pelestarian lingkungan hidup.
8. Peningkatan pengendalian dan pengawasan kawasan pesisir dan laut melalui monitoring baku mutu air laut.
9. Intensifikasi dan eksentensifikasi sumber-sumber penerimaan daerah serta peningkatan kualitas pengeluaran daerah.
10. Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, berwibawa, efisien profesional, dan tertib administrasi.
BAB II
GAMBARAN
BADAN LINGKUNGAN
HIDUP
2.1 SEJARAH RINGKAS
Badan Lingkungan Hidup Kota Surabaya awalnya merupakan sub bagian dari Bagian Perekonomian yang berada di lingkungan Sekretariat Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surabaya. Organisasi lingkungan hidup tersebut berubah menjadi Bagian Lingkungan Hidup yang juga berada di lingkungan Sekretariat Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surabaya.
Seiring dengan perkembangan pembangunan kota, Bagian Lingkungan Hidup berubah menjadi Dinas Lingkungan Hidup pada awal tahun 2001, perubahan Dinas Lingkungan Hidup menjadi Badan Pengendalian Lingkungan Hidup berdasarkan Peraturan Walikota no. 62 tahun 2005 tentang Penjabaran Tugas dan Fungsi Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Kota Surabaya. Kemudian Badan Pengendalian Lingkungan Hidup berubah menjadi Badan Lingkungan Hidup berdasarkan Peraturan Daerah no. 8 tahun 2008 tentang Organisasi Perangkat Daerah dan Peraturan Walikota No. 37 tahun 2011 tentang Rincian Tugas dan Fungsi Lembaga Teknis Daerah Kota Surabaya.
2.2 STRUKTUR ORGANISASI
JABATAN NAMA
Kepala Badan Lingkungan Hidup Ir. Musdiq Ali Suhudi, MT.
Sekretariat Anton Tarayuda, SH. CN.
Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian
Djoeharijah, SH.
Kepala Sub Bagian Keuangan Justina Mudji Rahaju, ST. Kepala Bidang Pengendalian Dampak
Lingkungan
Novi Dirmansah, SE. Kepala Sub Bidang Analisa Pencegahan
Dampak Lingkungan
Anies Wijayanti, ST. Kepala Sub Bidang Pengawasan Dan
Pengendalian Lingkungan
Nina Prihardini, ST. Kepala Bidang Pemulihan Dan
Peningkatan Kualitas Lingkungan
Ir. Chamidha, MT. Kepala Sub Bidang Pemulihan Kualitas
Lingkungan
Ir. Bambang Widjanarko Kepala Sub Bidang Peningkatan Dan
Penyuluhan Kualitas Lingkungan
Ir. Satrio Eko Wibowo, MSi.
Kepala Bidang Penanggulangan Dampak Lingkungan
Ir. Widiastuti Hapsari, MT. Kepala Sub Bidang Investigasi Dan
Evaluasi
Antho Handiono, SP. MM. Kepala Sub Bidang Penanggulangan
Dan Penindakan
Ir. Prastowo
Kepala UPTB Ir. Henny Dwi Ferita, MT.
PROFIL BADAN LINGKUNGAN HIDUP
2.3 POTENSI
Badan Lingkungan Hidup Kota Surabaya didukung oleh 63 personil, dengan latar belakang pendidikan meliputi Sarjana Teknik Lingkungan, Teknik Kimia, Teknik Industri, Pertanian, Perikanan, dan lain-lain.
0 5 10 15 20 25 30 35
SD/Sederajat SMP/Sederajat SMA/Sederajat D3 D4 S1 S2 S3
1 0 14 4 0 33 8 0 JUMLAH PEGAWAI NEGERI SIPIL
BERDASARKAN TINGKAT PENDIDIKAN
PROFIL BADAN LINGKUNGAN HIDUP
30 31 32 33 Laki-laki Perempuan 32 31 JUMLAH PEGAWAI NEGERI SIPIL
BERDASARKAN JENIS KELAMIN 0 5 10 15 20 0 2 13 12 19 6 8 0 JUMLAH PEGAWAI NEGERI SIPIL BERDASARKAN USIA
PROFIL BADAN LINGKUNGAN HIDUP
Selain didukung oleh sumber daya manusia, untuk memperlancar pelaksanaan pekerjaan dan kegiatan, Badan Lingkungan Hidup Kota Surabaya didukung pula dengan sarana dan prasarana yang terang-kum sebagai berikut :
NO. JENIS SARANA JUMLAH
1. Kendaraan roda 4 6 2. Kendaraan roda 2 A 7 3. Komputer 36 4. Komputer server 2 5. OHP 1 6. Laptop 6 7. Printer 22 8. Printer laserjet 7 9. Scanner 2 10. Handycam 2 11. Jaringan internet 1 12. Laboratorium udara, air, tanah 1 13. Alat Uji Emisi Gas Buang 1
14. Brankas 3 15. Dispenser 3 16. Kamera Digital 5 17. Pesawat faximiil 2 18. Pesawat telepon 10 19. Exhause Fan 7 20. UPS 2 21. Kamera 4 22. Meja + kursi 174 23. Kursi rapat 61
24. Mesin hitung listrik 1
25. Mesin foto copy 1
26. Mesin ketik 3
27. Mesin Ketik Elektrik 1 28. Papan Tulis Elektronik 2
29. Lemari Es 3
30. Peralatan pemantauan kualitas udara ambien terpadu (AQMS)
Pusat pengolahan data stasiun pemantau udara
1 Peralatan kalibrasi udara 1
Display udara 5
32. Sumur pantau 4 33. Vandorn 2 34. Turbidity 2 35. Pelampung 30 36. Rain Sampler 1 37. COD Analisa 1 38. Ph Meter 1 39. Gelas Ukur 1 40. Senter 10
Sumber : BLH Kota Surabaya, 2012
2.4 TUGAS POKOK DAN FUNGSI BLH
Mengacu pada Peraturan Walikota Surabaya Nomor 37 Tahun 2011, rincian dan tugas Badan Lingkungan Hidup Kota Surabaya adalah sebagai berikut :
1. SEKRETARIAT
Mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Badan Ling-kungan Hidup di bidang ketatausahaan. Rincian tugas Sekretariat sebagai berikut :
pelaksanaan koordinasi penyusunan rencana program, anggaran dan laporan;
pelaksanaan pembinaan organisasi dan ketatalaksanaan; pengelolaan administrasi kepegawaian;
pengelolaan surat menyurat, dokumentasi, rumah tangga dinas, kearsipan dan perpustakaan;
pemeliharaan rutin gedung dan perlengkapan / peralatan kantor;
pelaksanaan hubungan masyarakat dan keprotokolan; pelaksanaan bantuan hukum dan penyelesaian sengketa
pemrosesan administrasi penetapan dan pemberian izin atas penyediaan, peruntukan, penggunaan, dan pengusahaan sumber daya air pada wilayah sungai dalam satu kota;
pemrosesan administrasi penetapan dan pemberian izin penyediaan, peruntukan, penggunaan, dan pengusahaan air tanah;
pemrosesan administrasi pemberian izin penyelenggaraan pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di wilayahnya;
pengawasan dan pengendalian atas pelaksanaan norma, standar, prosedur dan kriteria (NSPK);
pemrosesan administrasi pemberian izin penyelenggaraan prasarana dan sarana air limbah di wilayah kota;
penyusunan peraturan daerah berdasarkan norma, standar, prosedur dan kriteria (NSPK) yang ditetapkan oleh peme-rintah dan pemepeme-rintah provinsi;
pemrosesan administrasi pemberian izin pengumpulan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) pada skala kota, kecuali minyak pelumas / oli bekas;
pemrosesan administrasi pemberian izin lokasi pengo-lahan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3);
pemrosesan administrasi pemberian izin penyimpanan sementara limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di industri atau usaha suatu kegiatan;
pemrosesan administrasi pemberian izin pembuangan air limbah ke air atau sumber air;
pemrosesan administrasi pemberian izin pemanfaatan air limbah ke tanah untuk aplikasi pada tanah;
pelaksanaan dan pemantauan penaatan atas perjanjian internasional di bidang pengendalian dampak lingkungan skala kota;
pemantauan pengendalian pelaksanaan konvensi dan pro-tokol skala kota;
pemrosesan administrasi pemberian izin gangguan;
pemrosesan administrasi pemberian rekomendasi teknis untuk izin pengeboran, izin penggalian dan izin penurapan mata air pada cekungan air tanah pada wilayah kota;
pemrosesan administrasi pemberian rekomendasi lokasi tempat penyimpanan migas;
pemrosesan administrasi pemberian rekomendasi pendirian gudang bahan peledak dalam rangka kegiatan usaha migas di daerah operasi daratan dan di daerah operasi pada wilayah kota;
Sekretariat membawahi 2 sub bagian yaitu Bagian Umum dan
Kepegawaian serta Bagian Keuangan dengan fungsi sebagai
berikut:
1a. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai fungsi :
menyiapkan bahan penyusunan rencana program dan
petunjuk teknis di bidang umum dan kepegawaian;
menyiapkan bahan pelaksanaan rencana program dan petunjuk teknis di bidang umum dan kepegawaian;
menyiapkan bahan koordinasi dan kerjasama dengan lem-baga dan instansi lain di bidang umum dan kepegawaian;
menyiapkan bahan pengawasan dan pengendalian program di bidang umum dan kepegawaian;
menyiapkan bahan evaluasi dan penyusunan pelaksanaan tugas;
melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh
Sekre-taris sesuai tugas dan fungsinya.
Staff Badan Lingkungan Hidup berpartisipasi dalam kerja bakti rutin setiap hari Jumat
1b. Sub Bagian Keuangan mempunyai fungsi :
menyiapkan bahan penyusunan rencana program dan
petunjuk teknis di bidang umum dan kepegawaian;
menyiapkan bahan pelaksanaan rencana program dan petunjuk teknis di bidang umum dan kepegawaian;
menyiapkan bahan koordinasi dan kerjasama dengan lembaga dan instansi lain di bidang umum dan kepe-gawaian; menyiapkan bahan pengawasan dan pengendalian program
di bidang umum dan kepegawaian;
menyiapkan bahan evaluasi dan penyusunan pelaksanaan tugas;
melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Sekre-taris sesuai tugas dan fungsinya.
2. BIDANG PENGENDALIAN DAMPAK LINGKUNGAN
Rincian tugas Bidang Pengendalian Dampak Lingkungan, sebagai berikut :
pemrosesan teknis perizinan/rekomendasi sesuai Bidang; penyelenggaraan pencegahan dan penanggulangan
pen-cemaran lingkungan skala kota;
pengendalian daya rusak air yang berdampak skala kota; pengawasan dan pengendalian atas pelaksanaan Standar
Pedoman dan Manual (SPM);
penilaian Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) bagi jenis usaha dan/atau kegiatan yang mempunyai dampak penting terhadap lingkungan hidup di kota, sesuai dengan standar, norma dan prosedur yang ditetapkan oleh peme-rintah;
pemberian rekomendasi Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL/UPL);
pengawasan terhadap pelaksanaan pengelolaan dan
pemantauan lingkungan hidup bagi jenis usaha dan/atau kegiatan yang wajib dilengkapi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dalam wilayah kota;
pengawasan terhadap pelaksanaan pengelolaan dan
pemantauan lingkungan hidup bagi seluruh jenis usaha dan/atau kegiatan di luar usaha dan/atau kegiatan yang wajib dilengkapi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dalam wilayah kota;
pengelolaan kualitas air skala kota;
penetapan kelas air pada sumber air skala kota; pemantauan kualitas air pada sumber air skala kota; pengendalian pencemaran air pada sumber air skala kota; pemantauan kualitas udara ambien emisi sumber tidak
bergerak skala kota;
pelaksanaan koordinasi dan pelaksanaan pemantauan kua-litas udara skala kota;
pengawasan terhadap penaatan penanggungjawab usaha dan/atau kegiatan yang dapat menyebabkan terjadinya pencemaran udara dari sumber bergerak dan tidak bergerak skala kota;
pemantauan kualitas udara ambien dalam ruangan;
penetapan kriteria teknis baku kerusakan lingkungan hidup skala kota yang berkaitan dengan kebakaran hutan dan/atau lahan;
pengawasan atas pengendalian kerusakan dan/atau pence-maran lingkungan hidup yang berkaitan dengan kebakaran hutan dan/atau lahan yang berdampak atau diperkirakan dapat berdampak skala kota;
pengendalian kerusakan dan/atau pencemaran lingkungan hidup yang berkaitan dengan kebakaran hutan dan/atau lahan skala kota;
penetapan kriteria kota baku kerusakan lahan dan/atau tanah kota untuk kegiatan pertanian, perkebunan dan hutan tanaman berdasarkan kriteria baku kerusakan tanah nasional; penetapan kondisi lahan dan/atau tanah;
pengawasan atas pengendalian kerusakan lahan dan/atau tanah akibat kegiatan yang berdampak atau yang diper-kirakan dapat berdampak skala kota;
pengaturan pengendalian kerusakan lahan dan/atau tanah untuk produksi biomassa skala kota;
penyelenggaraan pelayanan di bidang pengendalian ling-kungan hidup skala kota;
pengawasan terhadap pencemaran lingkungan yang
diakibatkan kegiatan industri di kota;
pelaksanaan studi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) atau Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL/UPL) di bidang tanaman pangan dan hortikultura wilayah kota;
pelaksanaan bimbingan dan studi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) atau Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL/UPL) di bidang peternakan wilayah kota;
bimbingan pelaksanaan amdal di bidang peternakan, tanaman pangan dan hortikultura wilayah kota.
Bidang Pengendalian Dampak Lingkungan membawahi 2 sub bagian yaitu Sub Bidang Analisa Pencegahan Dampak Lingkungan dan Sub
Bidang Pengawasan dan Pengendalian Lingkungan dengan fungsi
sebagai berikut :
2a. Sub Bidang Analisa Pencegahan Dampak Lingkungan
mem-punyai fungsi :
menyiapkan bahan penyusunan rencana program dan
petunjuk teknis di bidang analisa pencegahan dampak lingkungan;
menyiapkan bahan pelaksanaan rencana program dan petunjuk teknis di bidang analisa pencegahan dampak lingkungan;
menyiapkan bahan koordinasi pembinaan dan kerjasama dengan lembaga dan instansi lain di bidang analisa pencegahan dampak lingkungan;
menyiapkan bahan pengawasan dan pengendalian di bidang pembinaan analisa pencegahan dampak lingkungan;
menyiapkan bahan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas;
melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang Pengendalian Dampak Lingkungan sesuai tugas dan fungsinya.
Tinjauan lapangan ke sebuah klinik kecantikan yang mengajukan izin gangguan
Pengawasan terhadap pabrik / gudang yang memiliki izin gangguan
2b. Sub Bidang Pengawasan dan Pengendalian Lingkungan
mem-punyai fungsi :
menyiapkan bahan penyusunan rencana program dan
petunjuk teknis di bidang pengawasan dan pengendalian lingkungan;
menyiapkan bahan pelaksanaan rencana program dan petunjuk teknis di bidang pengawasan dan pengendalian lingkungan;
menyiapkan bahan koordinasi dan kerjasama dengan lembaga dan instansi lain di bidang pengawasan dan pengendalian lingkungan;
menyiapkan bahan pengawasan dan pengendalian di bidang pengawasan dan pengendalian lingkungan;
menyiapkan bahan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas;
melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang Pengendalian Dampak Lingkungan sesuai tugas dan fungsinya.3. BIDANG PEMULIHAN DAN PENINGKATAN KUALITAS LINGKUNGAN
Mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Badan Ling-kungan Hidup di bidang pemulihan dan peningkatan kualitas lingkungan. Rincian tugas Bidang Pemulihan dan Peningkatan Kualitas Lingkungan, sebagai berikut :
pemrosesan teknis perizinan/rekomendasi sesuai Bidang; pelaksanaan pengelolaan sumber daya air pada wilayah
sungai dalam satu kota dengan memperhatikan efektivitas, efisiensi, kualitas, dan ketertiban;
pelaksanaan konservasi sumber daya air pada wilayah sungai dalam satu kota;
penyusunan peraturan daerah mengenai kebijakan dan strategi pengembangan air minum di kota;
penyusunan peraturan daerah mengenai norma, standar, prosedur dan kriteria (NSPK) pelayanan prasarana dan sarana air minum berdasarkan Standar, Pedoman dan Manual (SPM) yang disusun pemerintah dan pemerintah provinsi;
penyusunan rencana induk pengembangan Sistem
Penyediaan Air Minum (SPAM) wilayah kota;
pengawasan terhadap seluruh tahapan penyelenggaraan pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang berada di wilayah kota;
pelaksanaan evaluasi terhadap penyelenggaraan pengem-bangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang utuh di wilayah kota;
penyusunan peraturan daerah mengenai kebijakan
pengembangan prasarana dan sarana air limbah di wilayah kota mengacu pada kebijakan nasional dan provinsi;
penyelenggaraan bantuan teknis pada Kecamatan serta kelompok masyarakat di wilayah kota dalam penyeleng-garaan prasarana dan sarana air limbah;
pengawasan penaatan instrumen pengendalian pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan skala kota;
penyusunan peraturan daerah di bidang penerapan
instrumen ekonomi untuk pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan kota;
Bekerjasama dengan Dishub melakukan pengujian emisi terhadap kendaraan roda empat
pembinaan dan pengawasan penerapan instrumen ekonomi dalam pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan untuk daerah yang bersangkutan;
penerapan instrumen ekonomi dalam pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan;
pembinaan dan pengawasan penerapan sistem manajemen lingkungan, ekolabel, produksi bersih, dan teknologi berwawasan lingkungan yang mendukung pola produksi dan konsumsi yang berkelanjutan pada skala kota;
pelaksanaan monitoring, evaluasi dan pelaporan pelak-sanaan fasilitasi konservasi dan rehabilitasi lingkungan lingkup skala kota;
penyusunan peraturan perundang-undangan daerah di bidang air tanah;
penyusunan data dan informasi cekungan air tanah skala kota;
penetapan wilayah konservasi air tanah dalam wilayah kota; penetapan nilai perolehan air tanah pada cekungan air tanah
dalam wilayah kota;
pengelolaan data dan informasi air tanah serta pengusahaan air tanah di wilayah kota;
penetapan potensi air tanah di wilayah kota;
pelaksanaan inventarisasi geologi dan sumber daya mineral, batubara, panas bumi, migas dan air tanah pada wilayah kota;
pembinaan industri dalam rangka pencegahan pencemaran lingkungan yang diakibatkan oleh industri tingkat kota; penetapan kebijakan pengelolaan sumber daya air kota; penetapan pola pengelolaan sumber daya air pada wilayah
penetapan rencana pengelolaan sumber daya air pada wilayah sungai dalam satu kota;
penetapan dan pengelolaan kawasan lindung sumber air pada wilayah sungai dalam satu kota;
pembentukan wadah koordinasi sumber daya air di tingkat kota dan/atau padawilayah sungai dalam satu kota;
pemberdayaan para pemilik kepentingan dalam pengelolaan sumber daya air tingkat kota;
pemberdayaan kelembagaan sumber daya air tingkat kota; pendayagunaan sumber daya air pada wilayah sungai dalam
satu kota;
penyelenggaraan sistem informasi sumber daya air tingkat kota.
Bidang Pemulihan dan Peningkatan Kualitas Lingkungan mem-bawahi 2 sub bagian yaitu Sub Bidang Pemulihan Kualitas
Lingkungan dan Sub Bidang Peningkatan dan Penyuluhan Kualitas Lingkungan dengan fungsi sebagai berikut :
3a. Sub Bidang Pemulihan Kualitas Lingkungan mempunyai fungsi :
menyiapkan bahan penyusunan rencana program dan
petunjuk teknis di bidang pemulihan kualitas lingkungan; menyiapkan bahan pelaksanaan rencana program dan
petunjuk teknis di bidang pemulihan kualitas lingkungan; menyiapkan bahan koordinasi dan kerjasama dengan
lembaga dan instansi lain di bidang pemulihan kualitas lingkungan;
menyiapkan bahan pengawasan dan pengendalian di bidang pemulihan kualitas lingkungan;
menyiapkan bahan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas;
melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang Pemulihan dan Peningkatan Kualitas Lingkungan sesuai tugas dan fungsinya.
Staff BLH melakukan pengambilan udara ambient
BLH Kota Surabaya berperan serta dalam Pameran Lingkungan Hidup di Sumenep - Madura
3b. Sub Bidang Peningkatan dan Penyuluhan Kualitas Lingkungan
mempunyai fungsi :
menyiapkan bahan penyusunan rencana program dan
petunjuk teknis di bidang peningkatan dan penyuluhan kualitas lingkungan;
menyiapkan bahan pelaksanaan rencana program dan
petunjuk teknis di bidang peningkatan dan penyuluhan kualitas lingkungan;
menyiapkan bahan koordinasi dan kerjasama dengan
lembaga dan instansi lain di bidang peningkatan dan penyuluhan kualitas lingkungan;
menyiapkan bahan pengawasan dan pengendalian di bidang peningkatan dan penyuluhan kualitas lingkungan;
menyiapkan bahan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas;
melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang Pemulihan dan Peningkatan Kualitas Lingkungan sesuai dengan tugas dan fungsinya.
4. BIDANG PENANGGULANGAN DAMPAK LINGKUNGAN
Mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas BLH di bidang penanggulangan dampak lingkungan. Rincian tugas Bidang Penanggulangan Dampak Lingkungan, sebagai berikut:
pemrosesan teknis perizinan/rekomendasi sesuai bidangnya; penyelesaian masalah lingkungan di wilayah kota;
pembentukan lembaga tingkat kota sebagai penyelenggara prasarana dan sarana air limbah di wilayah kota;
pelaksanaan kerjasama dengan dunia usaha dan masyarakat dalam penyelenggaraan pengembangan prasarana dan sara-na air limbah kota;
pelaksanaan monitoring penyelenggaraan prasarana dan sarana air limbah di kota;
pelaksanaan evaluasi terhadap penyelenggaraan pengem-bangan air limbah di kota;
pengawasan pelaksanaan pengelolaan Limbah Bahan
Berbahaya dan Beracun (B3) skala kota;
pengawasan pelaksanaan pemulihan akibat pencemaran limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) pada skala kota; pengawasan pelaksanaan sistem tanggap darurat skala kota; pengawasan penanggulangan kecelakaan pengelolaan limbah
Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) kota;
pengawasan terhadap penaatan persyaratan yang tercantum dalam izin pembuangan air limbah ke air atau sumber air;
Pengambilan Sampling Air Laut di Wilayah Kenjeran dan Pelabuhan oleh tim dari BLH dan BTKL
Pengambilan Sampling Air Laut di Wilayah Kenjeran dan Pelabuhan oleh tim dari BLH dan BTKL
penerapan paksaan pemerintahan atau uang paksa terhadap pelaksanaan penanggulangan pencemaran air skala kota pada keadaan darurat dan / atau keadaan yang tidak terduga lainnya;
pengaturan pengelolaan kualitas air dan pengendalian pence-maran air skala kota;
pengaturan terhadap pencegahan pencemaran dan peru-sakan wilayah pesisir dan laut skala kota;
pengaturan terhadap pengendalian pencemaran dan / atau kerusakan wilayah pesisir dan laut skala kota;
penetapan lokasi untuk pengelolaan konservasi laut;
pemantauan kualitas lingkungan wilayah pesisir dan laut skala kota;
pengaturan pelaksanaan terhadap monitoring kualitas lingkungan pesisir dan laut skala kota;
penegakan hukum terhadap peraturan pengendalian
pencemaran dan / atau kerusakan pesisir laut yang dike-luarkan oleh daerah kota atau yang dilimpahkan kewe-nangannya oleh pemerintah;
penanggulangan pencemaran dan / atau kerusakan ling-kungan akibat bencana skala kota;
penetapan kawasan yang beresiko rawan bencana skala kota; penetapan kawasan yang beresiko menimbulkan bencana
lingkungan skala kota;
pembinaan dan pengawasan penerapan Standar Nasional Indonesia dan standar kompetensi personil bidang penge-lolaan lingkungan hidup pada skala kota;
penetapan kebijakan pelaksanaan pengendalian dampak perubahan iklim skala kota;
penetapan kebijakan perlindungan lapisan ozon dan peman-tauan skala kota;
pemantauan dampak deposisi asam skala kota;
pelaksanaan koordinasi dan fasilitasi pelaksanaan konservasi dan rehabilitasi lingkungan skala kota;
pelaksanaan fasilitasi konservasi dan rehabilitasi lingkungan skala kota;
koordinasi dalam perencanaan konservasi keanekaragaman hayati skala kota;
penetapan dan pelaksanaan kebijakan konservasi dan pemanfaatan berkelanjutan keanekaragaman hayati;
penetapan dan pelaksanaan pengendalian kemerosotan keanekaragaman hayati skala kota;
pemantauan dan pengawasan pelaksanaan konservasi
keanekaragaman hayati skala kota;
penyelesaian konflik dalam pemanfaatan keanekaragaman hayati skala kota;
pengembangan manajemen sistem informasi dan penge-lolaan database keanekaragaman hayati skala kota.
Tim KEHATI (Keanekaragaman Hayati) 2013
Tim KEHATI (Keanekaragaman Hayati)
melakukan survey pagi, siang dan malam
Staff BLH sedang melakukan sampling Bahan Perusak Ozon (BPO) di tempat usaha yang menggunakan bahan untuk AC
Bidang Penanggulangan Dampak Lingkungan membawahi 2 sub bagian yaitu Sub Bidang Investigasi dan Evaluasi serta Sub Bidang
Penanggulangan dan Penindakan dengan fungsi sebagai berikut : 4a. Sub Bidang Investigasi dan Evaluasi mempunyai fungsi :
menyiapkan bahan penyusunan rencana program dan
petunjuk teknis di bidang investigasi dan evaluasi;
menyiapkan bahan pelaksanaan rencana program dan petun-juk teknis di bidang investigasi dan evaluasi;
menyiapkan bahan koordinasi dan kerjasama dengan lembaga dan instansi lain di bidang investigasi dan evaluasi; menyiapkan bahan pengawasan dan pengendalian di bidang
investigasi dan evaluasi;
menyiapkan bahan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas;
melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang Penanggulangan Dampak Lingkungan sesuai tugas dan fungsinya.
4b. Sub Bidang Penanggulangan dan Penindakan mempunyai
fungsi :
menyiapkan bahan penyusunan rencana program dan
petunjuk teknis di bidang penanggulangan dan penindakan;
menyiapkan bahan pelaksanaan rencana program dan
petunjuk teknis di bidang penanggulangan dan penindakan; menyiapkan bahan koordinasi dan kerjasama dengan
lem-baga dan instansi lain di bidang penanggulangan dan penindakan;
menyiapkan bahan pengawasan dan pengendalian di bidang penanggulangan dan penindakan;
menyiapkan bahan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas;
melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang Penanggulangan Dampak Lingkungan sesuai dengan tugas dan fungsinya.
5. UNIT PELAKSANA TEKNIS BADAN (UPTB) LABORATORIUM LINGKUNGAN
Mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas bidang pengendalian lingkungan hidup khususnya pengelolaan labo-ratorium lingkungan. Rincian tugas UPTB sebagai berikut: pelaksanaan perencanaan program;
pelaksanaan pengelolaan, pengembangan dan pemeliharaan sarana dan prasarana laboratorium lingkungan;
pelaksanaan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas; pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala
Badan sesuai dengan tugas dan fungsinya.
Staff UPTB Laboratorium melakukan pengujian sampling
Staff UPTB Lab. melakukan pengambilan sampling
UPTB mempunyai empat sub unit beserta masing-masing fungsinya yaitu sebagai berikut :
5a. Sub Bagian Tata Usaha mempunyai fungsi :
menyusun perencanaan dan kegiatan operasional UPTB; melaksanakan urusan keuangan, rumah tangga,
perleng-kapan dan peralatan serta kebersihan kantor; melaksanakan administrasi kepegawaian;
melaksanakan pembinaan kelembagaan dan
ketatalak-sanaan;
melaksanakan koordinasi penyusunan laporan;
pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala UPTB sesuai tugas dan fungsinya.
5b. Sub Unit Laboratorium Pengujian Air mempunyai fungsi :
melaksanakan pemantauan kualitas air di lapangan; melaksanakan pengambilan sampel air;
melaksanakan pengujian dan analisa sampel air di labo-ratorium;
melaksanakan pengawasan dampak lingkungan;
pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberkan oleh Kepala UPTB sesuai tugas dan fungsinya.
5c. Sub Unit Laboratorium Pengujian Tanah, mempunyai fungsi :
melaksanakan pemantauan kualitas tanah di lapangan;
melaksanakan pengujian dan analisa sampel tanah di laboratorium;
melaksanakan pengambilan sampel tanah; melaksanakan pengawasam dampak lingkungan;
pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala UPTB sesuai tugas dan fungsinya.
5d. Sub Unit Laboratorium Pengujian Udara, mempunyai fungsi:
melaksanakan pemantauan kualitas udara di lapangan;
melaksanakan pengambilan sampel udara, pelaksanakan pengujian dan analisa sampel udara di laboratorium;
melaksanakan pengawasan dampak lingkungan;
pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala UPTB sesuai tugas dan fungsinya.
UPTB Laboratorium Lingkungan Hidup di Bratang - Surabaya
BAB III
PELAYANAN
BADAN LINGKUNGAN
HIDUP
Badan Lingkungan Hidup Kota Surabaya memberikan pelayanan pengurusan perizinan sebagai bentuk pengendalian dan penga-wasan pemerintah terhadap lingkungan di kota Surabaya. Pela-yanan pengurusan perizinan atau tahapannya dapat dilihat melalui menu-menu pada website Badan Lingkungan Hidup Kota Surabaya di alamat http://lh.surabaya.go.id
3.1 AMDAL / UKL-UPL
AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) merupakan kajian dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup, dibuat pada tahap perencanaan, dan digunakan untuk pengambilan keputusan. Agar pelaksanaan AMDAL berjalan efektif dan dapat mencapai sasaran yang diharapkan, pengawasannya dikaitkan dengan meka-nisme perijinan. Peraturan pemerintah tentang AMDAL secara jelas menegaskan bahwa AMDAL adalah salah satu syarat perijinan, dimana para pengambil keputusan wajib mempertimbangkan hasil studi AMDAL sebelum memberikan ijin usaha / kegiatan.
Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) adalah salah satu instrument pengelolaan lingkungan yang merupakan salah satu persyaratan perizinan bagi pemrakarsa yang akan melaksanakan suatu usaha / kegiatan di berbagai sektor.
Dokumen UKL-UPL dibuat pada fase perencanaan proyek sebagai kelengkapan dalam memperoleh perizinan. UKL-UPL diwajibkan pula bagi usaha / kegiatan yang telah berjalan namun belum memiliki UKL-UPL. UKL-UPL dibuat untuk proyek-proyek yang dampak lingkungannya dapat diatasi, skala pengenda-liannya kecil dan tidak kompleks.
Persentasi Pengajuan UKL-UPL
Sidang Komisi Amdal untuk Universitas Petra
Sidang Komisi Amdal untuk Pembangunan Gedung De Vasa
3.2 IZIN GANGGUAN (HO)
Izin Gangguan adalah izin yang diberikan bagi tempat-tempat usaha berdasarkan Undang-Undang Gangguan Stbl. 1926 Nomor 226, Stbl. 1940 Nomor 450. Pelayanan diberikan kepada perusahaan yang telah memiliki AMDAL atau bagi Badan yaitu sekumpulan orang dan atau modal yang merupakan kesatuan baik yang melakukan usaha maupun yang tidak melakukan usaha yang meliputi perseroan terbatas, perseroan komanditer, perseroan lainnya, badan usaha milik negara atau daerah dengan nama dan dalam bentuk apapun, firma, kongsi, koperasi, dana pensiun, persekutuan, perkumpulan, yayasan, organisasi massa, organisasi sosial, politik, atau organisasi yang sejenis, lembaga, bentuk usaha tetap dan bentuk badan lainnya. Penetapan izin berlaku 3 (tiga) tahun atau sampai terjadi perubahan jenis usaha, kepemilikan perusahaan dan perluasan kegiatan usaha. Tinjauan lapangan ke salah satu apartment yang mengajukan izin gangguan
Tinjauan lapangan ke salah satu apartment yang mengajukan izin gangguan
3.3 IZIN ABT
Izin ABT atau izin pemanfaatan Air Bawah Tanah adalah izin yang diberikan kepada pelaku kegiatan atau usaha yang memanfaatan air bawah tanah.
3.4 PENGADUAN LINGKUNGAN
Pengaduan lingkungan adalah jenis pengaduan yang meliputi pencemaran atau kerusakan lingkungan diarahkan ke BLH Surabaya Bidang Penanggulangan Dampak Lingkungan.
Pengaduan Lingkungan dilakukan dengan pengisian form yang meliputi :
a. Identitas pelapor.
b. Perkiraan sumber pencemaran dan atau perusakan ling-kungan hidup.
c. Alat bukti yang disampaikan.
d. Lokasi terjadinya pencemaran dan atau kerusakan ling-kungan hidup.
e. Waktu diketahuinya pencemaran dan atau perusakan ling-kungan hidup.
f. Media lingkungan yang terkena dampak.
Tinjauan lapangan dan rapat pembahasan pengaduan lingkungan sebagai tindakan dari adanya kasus pengaduan lingkungan
Verifikasi lapangan ke sebuah tempat usaha yang mengajukan izin pembuangan limbah cair
3.5 IZIN PEMBUANGAN LIMBAH CAIR (IPLC)
IPLC adalah upaya pengendalian pencemaran air agar terwujud kelestarian fungsi air yaitu air yang ada pada sumber-sumber air dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan sesuai dengan perun-tukannya. Dengan ketentunan Pasal 27 ayat (1) Perda Jatim No 2/2008 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air di Propinsi Jatim yaitu setiap penanggung jawab usaha dan / atau kegiatan yang akan membuang air limbah ke air / sumber air wajib mengajukan izin pembuangan air limbah sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
3.6 IZIN TPS B3
Izin TPS B3 adalah izin pembangunan tempat penyimpanan sementara yang diberikan kepada kegiatan yang menghasilkan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) dan yang akan melakukan pengelolaan dengan penyimpanan limbah B3 yang dihasilkan. Tata laksana dan perizinannya diatur dalam Peraturan Walikota Surabaya Nomer 26 Tahun 2010 tentang Tata Laksana Perizinan Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun.
Tinjauan lapangan ke perusahaan yang mengajukan izin TPS Limbah B3
Persentasi perusahaan yang mengajukan izin TPS Limbah B3
BAB IV
PROGRAM, KEGIATAN,
DAN POTENSI
BADAN LINGKUNGAN
HIDUP
4.1 PROGRAM
Badan Lingkungan Hidup Kota Surabaya pada periode ini memiliki beberapa program kerja yang akan dilaksanakan, yaitu :
a. Program Pengendalian Pencemaran Dan Perusakan Lingkungan Koordinasi Penilaian Kota Sehat / Adipura.
Pengendalian Pencemaran Kawasan Pesisir dan Laut. Pelaksanaan Car Free Day.
Pendataan dan Pembinaan Kegiatan / Usaha Penghasil dan Pengguna Limbah B3.
Peningkatan Edukasi dan Komunikasi Masyarakat di Bidang Lingkungan.
Penyuluhan dan Pengendalian Polusi dan Pencemaran. Pengembangan Data dan Informasi Lingkungan.
Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).
Pengelolaan Kualitas Air.
Penanganan Permasalahan Lingkungan Hidup.
Operasional dan Pemeliharaan Stasiun Monitoring Udara Ambien.
Pengendalian Dampak Perubahan Iklim.
Pengelolaan Keanekaragaman Hayati Ekosistem.
Operasional dan Pemeliharaan Laboratorium Lingkungan Hidup.
Pembinaan dan Pengawasan Sumber Daya Air.
Pengadaan Sarana dan Prasarana Laboratorium Lingkungan Hidup (DAK Bidang Lingkungan Hidup)
b. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran Penyediaan Barang dan Jasa Perkantoran.
c. Program peningkatan sarana dan prasarana aparatur.
Pengadaan dan Pemeliharaan Sarana dan Prasarana per-kantoran.
d. Program Peningkatan dan Pengembangan Pengelolaan Keu-angan Daerah
Intensifikasi dan Ekstensifikasi Sumber-Sumber Pendapatan Daerah dari Retribusi Ijin.
4.2 KEGIATAN
Selain memiliki program-program kerja, Badan Lingkungan Hidup Kota Surabaya juga memliki beberapa kegiatan. Kegiatan-kegiatan tersebut antara lain :
1. ADIPURA
Sesuai dengan Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 93 Tahun 2004 tentang Program Bangun Praja / Adipura yaitu program kerja berlingkup Nasional yang dikelola oleh Kementerian Lingkungan Hidup dalam rangka mewujudkan Tata Praja Lingkungan. Program ini dimaksudkan untuk membantu mening-katkan kapasitas Pemerintah Daerah dalam pengelolaan lingkungan hidup dan bertujuan untuk mendorong kemampuan Pemerintah Daerah dalam melaksanakan pemerintahan yang baik dibidang lingkungan hidup dan peran serta masyarakat Kota Surabaya untuk mewujudkan kota “Bersih dan Hijau”.
Expose dan Pembinaan Adipura oleh KemenLH yang juga dihadiri Ibu Walikota Surabaya
2. ADIWIYATA
Program Adiwiyata, adalah program yang bertujuan untuk mendorong dan membantu sekolah-sekolah agar dapat turut melaksanakan upaya pemerintah menuju pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan bagi kepentingan generasi yang akan datang.
Pelaksanaan Program Adiwiyata mengharapkan setiap warga sekolah ikut terlibat dalam kegiatan sekolah menuju lingkungan yang sehat dan menghindari dampak lingkungan yang negatif. Manfaat kegiatan Adiwiyata :
1. Merubah perilaku warga sekolah untuk melakukan budaya pelestarian lingkungan.
2. Meningkatkan efisiensi dalam pelaksanaan kegiatan operasional sekolah.
3. Meningkatkan penghematan sumber dana melalui pengu-rangan sumber daya dan energi.
4. Meningkatkan kondisi belajar mengajar yang lebih nyaman dan kondusif bagi semua warga sekolah.
5. Menciptakan kondisi kebersamaan bagi semua warga sekolah. 6. Dapat menghindari berbagai Resiko Dampak Lingkungan di
wilayah sekolah.
7. Menjadi tempat pembelajaran bagi generasi muda tentang pemeliharaan dan pengelolaan lingkungan hidup yang baik, dan benar.
Forum dan Workshop yang diadakan oleh BLH Kota Surabaya untuk sekolah-sekolah di Surabaya yang mengikuti Adiwiyata
Penjurian ke sekolah-sekolah untuk Adiwiyata Tingkat Mandiri
Penjurian ke sekolah-sekolah untuk Adiwiyata Tingkat Nasional
Penjurian ke sekolah-sekolah untuk Adiwiyata Tingkat Nasional
3. SURABAYA ECO CAMPUS (SEC)
Eco-campus adalah kampus yang memiliki kepedulian dan berbudaya lingkungan dan telah melakukan pengelolaan lingkungan secara sistematis dan berkesinambungan serta merupakan refleksi dari seluruh warga civitas akademika dalam lingkungan kampus agar selalu memperhatikan aspek kesehatan dan lingkungan di sekitarnya.
Keberhasilan kampus peduli lingkungan (Eco-campus) sangat ditentukan oleh sistem manajemen lingkungan yang diterapkan, kepedulian individu, monitoring dan evaluasi, kemudian perbaikan sistem apabila diperlukan dan pada pelaksanaannya dilakukan secara terpadu dan gotong royong (partisipatif).
4. SURABAYA ECO PESANTREN
Eco-pesantren adalah sebuah institusi pendidikan islam yang mempunyai kepedulian pada aktivitas yang tanggap terhadap lingkungan hidup. Sesuai data dari Direktori Departemen Agama, Pondok Pesantren di Indonesia berjumlah 17.000, sehingga sangat potensial untuk menjadi mitra dalam Program Lingkungan Hidup (PLH).
Indikator dan kriteria program Eco-Pesantren :
1. Pengembangan kebijakan pondok pesantren ramah lingkungan. 2. Pengembangan kurikulum lingkungan berbasis Islam.
3. Pengembangan kegiatan ekstra kurikulum berbasis tadabbur alam.
4. Pengembangan dan atau pengelolaan sarana dan prasarana pendukung pondok pesantren.
Penjurian Eco Campus di salah satu kampus Surabaya dan sudut kampus yang masuk ke dalam kriteria penjurian
Sudut-sudut pesantren yang dinilai pada saat penjurian Eco Pesantren
Peran Eco-pesantren adalah : 1. Inisiator
Mindset kurikulum Islam yang berwawasan dan berbasis lingkungan.
2. Pelopor
Lingkungan fisik pesantren yang berwawasan dan berbasis lingkungan.
3. Penggerak dan Dinamisator
Melalui kyai / ustadz dan dukungan berbagai pihak. 4. Mediator dan fasilitator
Sumber daya, tempat pelatihan dan referensi lingkungan hidup.
5. KARYA ILMIAH DAN ASAH TERAMPIL
Salah satu bentuk pengelolaan lingkungan adalah menumbuhkem-bangkan kesadaran pada seluruh elemen masyarakat mengenai pentingnya mempertahankan keanekaragaman hayati. Salah satu elemen masyarakat yang cukup berperan adalah dunia Pendidikan. Anak didik tingkat SD dan SMP merupakan tumpuan harapan untuk masa mendatang. Pola pikir dan perilaku yang berwawasan ling-kungan perlu ditanamkan kepada Anak Didik khususnya tingkat SD dan SMP, agar mereka nantinya dapat menjadi manusia yang ramah terhadap lingkungan dan dapat mempertahankan keanekaragaman hayati yang akhirnya dapat meningkatkan kualitas hidup mereka. Tujuan dari kegiatan Lomba Karya Ilmiah Tingkat SMP, SMU adalah : 1. Meningkatkan pola pikir dan daya nalar anak didik terhadap
2. Meningkatkan kemampuan dan pengetahuan anak didik terhadap masalah berkurangnya atau punahnya keaneka-ragaman hayati.
3. Memacu anak didik untuk mau mempelajari tentang upaya untuk mempertahankan keanekaragaman hayati.
4. Terciptanya teknologi tepat guna yang tetap mampu untuk mempertahankan keanekaragaman hayati.
5. Ajang penyaluran bakat dan minat pelajar pada penelitian dibidang lingkungan hidup.
Tujuan kegiatan Lomba Asah Trampil Tingkat SD dan SMP adalah : 1. Meningkatkan pola pikir dan perilaku yang benar terhadap
pengelolaan lingkungan.
2. Menumbuhkembangkan kreatifitas dalam pengelolaan ling-kungan.
3. Memacu keinginan untuk mempelajari lebih jauh tentang mempertahankan keanekaragam hayati.
6. CAR FREE DAY
Car Free Day atau hari bebas kendaraan bermotor, yang meru-pakan upaya pemerintah kota Surabaya untuk mengurangi tingkat polusi udara. Pelaksanaan Car free Day dilakukan pada hari Minggu mulai dari pukul 06.00 sampai 10.00 dengan menutup jalan dari kendaraan bermotor roda 2, mobil dan angkutan umum.
Car Free Day ini dilakukan di beberapa lokasi, antara lain : 1. Jalan Darmo
2. Jalan Kertajaya 3. Jalan Tunjungan
Peserta Lomba Karya Ilmiah melakukan persentasi hasil karyanya Kepala BLH menyerahkan piala dan apresiasi kepada pemenang lomba Karya Ilmiah
Peserta lomba Asah Terampil sedang mengerjakan karyanya
Kabid. Pemulihan dan Peningkatan Kualitas Lingkungan BLH menyerahkan piala dan apresiasi
Car Free Day di Jalan Darmo
Car Free Day di Jalan Kertajaya
Car Free Day di Jalan Tunjungan
4.3 PRESTASI / PENGHARGAAN
Dengan dukungan sarana dan prasarana serta Sumber Daya Manusia yang ada, Badan Lingkungan Hidup Kota Surabaya berhasil berprestasi di ajang nasional dan internasional dalam ruang lingkup lingkungan hidup. Prestasi-prestasi yang diraih diharapkan dapat memacu Badan Lingkungan Hidup pada khususnya dan masyarakat Surabaya pada umumnya untuk makin peduli dan bertanggung-jawab terhadap lingkungan. Beberapa prestasi yang telah diraih Kota Surabaya sampai dengan periode tahun 2012 antara lain :
1. Adipura dan Adipura Kencana
Surabaya mendapatkan penghargaan Piala Adipura secara berturut-turut sejak 2006 sampai 2012. Bahkan tahun 2012 Surabaya berhasil kembali mendapatkan Piala Adipura Kencana. Dengan demikian Surabaya telah memperoleh Piala Adipura Kencana sebanyak 6 kali yakni tahun 1992, 1993, 1995, 1996, 1997 dan 2012.
Kepala BLH, Ir. Musdiq Ali Suhudi, MT., menerima Adipura Kencana 2012 di Istana Negara
Ibu Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, menerima Piala Adipura Kencana dari Bapak Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono
Ibu Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, menerima Piala Status Lingkungan Hidup Daerah dari Bapak Menteri Lingkungan Hidup RI, Balthasar Kambuaya
2. Adiwiyata
Penghargaan adiwiyata terdiri atas dua macam. Yang pertama adalah Sekolah Adiwiyata Mandiri, yaitu sekolah yang menunjukkan peningkatan kinerja selama 3 (tiga) tahun berturut-turut. Sedangkan yang kedua adalah penghargaan Sekolah Adiwiyata Nasional, yakni sekolah yang baru men-dapatkan adiwiyata.
Adiwiyata Mandiri diraih SD Santa Maria dan SDN Kandangan I. Sedangkan Adiwiyata Nasional diraih SDN Kandangan 2, SD Sekolah Insan Mulia, SD Islam Yamasa, SMPN 26, SMPN 4, SMK Katolik Mater Amabilis.
Ibu Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, bersama jajaran Kepala dan Staf serta Piala Adiwiyata Nasional dan Adipura Kencana
3. IGRA (Indonesian Green Region Award)
Indonesian Green Regional
Award merupakan penghargaan kepada daerah yang memiliki komitmen, perhatian, serta pro-gram nyata terkait isu lingkungan hidup yang digagas oleh Majalah SWA dan Kantor Berita Radio 68H.
Dari tiga kali penyelenggaraan IGRA, Surabaya untuk kedua kalinya meraih predikat juara I sejak tahun 2011. Prestasi ini merupakan hasil dari upaya pelestarian lingkungan di Surabaya. Selain itu salah satu kunci kesuksesan Surabaya yaitu adanya inovasi dan konsistensi dalam penataan ruang terbuka hijau (RTH), penghematan energi, pengelolaan sampah dan lain sebagainya. Piagam penghargaan serta trofi IGRA 2012 diterima oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Surabaya Mukhlas Udin yang mewakili Walikota Surabaya, Tri Rismaharini
4. Status Lingkungan Hidup Daerah (SLHD)
Status Lingkungan Hidup Daerah merupakan susunan laporan yang berisi berbagai informasi mengenai lingkungan hidup di suatu daerah.
SLHD menggambarkan status kualitas lingkungan yang terdiri dari 3 komponen. Komponen pertama meliputi seluruh data yang terkait dengan lingkungan mulai dari air, tanah, udara, hutan. Komponen kedua adalah beban pencemaran dan komponen ketiga menyangkut langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah daerah guna menangani aspek-aspek yang menyangkut lingkungan tersebut. Tahun 2012 Surabaya berhasil memperoleh Piagam Status Lingkungan Hidup Daerah (SLHD) 2011 ranking 10 besar.
Penghargaan SLHD dan Staff BLH berfoto dengan penghargaan SLHD
Penyambutan Piala Adipura, Adiwiyata, SLHD dan lain-lain di Taman Surya
Penyambut an Piala Adipura, Adiwiyata, SLHD dan lain-lain di Taman Surya