BAB III
METODE PENELITIAN
3.1. Jenis Penelitian
Jenis Penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif, yaitu dengan menggambarkan perbedaan antara anggota member card dan non member card untuk mengetahui frekuensi belanja, tingkat pembelian, serta loyalitas konsumen berdasarkan fakta-fakta yang diperoleh dari survey. Sedangkan jenis data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah data kualitatif dan data kuantitatif. Data kuantitatif merupakan data yang berbentuk angka-angka yang dapat dihitung dengan membaca tabel-tabel maupun angka-angka yang tersedia. Data kualitatif merupakan data yang tidak berbentuk angka dan dipergunakan secara deskriptif dari hasil penelitian seperti: sejarah perusahaan, dan pendapat pihak manajemen perusahaan.
3.2. Definisi Operasional Variabel Penelitian
Definisi operasional dari masing-masing variabel yang akan diteliti adalah:
1. Frekuensi Belanja : merupakan seberapa kali konsumen datang berbelanja di tempat perbelanjaan dalam sebulan, hal ini yang menjadi lokasi penelitian yaitu INDOGROSIR.
2. Tingkat pembelian : merupakan seberapa banyak jumlah uang yang dikeluarkan oleh konsumen untuk membeli barang / produk tiap kali transaksi di INDOGROSIR, dan seberapa banyak jenis barang yang dibeli konsumen tiap kali transaksi di INDOGROSIR.
3. Loyalitas konsumen : merupakan sejauh mana seorang konsumen secara konsisten berbelanja di INDOGROSIR, yaitu ingin melakukan pembelian ulang di Indogrosir, ingin membeli item produk lain / baru di Indogrosir, akan merekomendasikan Indogrosir kepada orang lain, dan yakin Indogrosir terbaik dibandingkan tempat belanja lain.
3.3. Populasi, Sampel, dan Tehnik Pengambilan Sampel
Populasi adalah keseluruhan objek penelitian yang dapat terdiri dari manusia, benda-benda, hewan, tumbuh – tumbuhan, gejala – gejala, nilai test atau peristiwa – peristiwa sebagai sumber data yang memiliki karakteristik tertentu di dalam suatu penelitian ( Nawawi, 1998 : 141 ). Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah para konsumen Indogrosir Surabaya, baik yang memiliki membercard ataupun yang tidak memiliki membercard.
Sampel merupakan bagian dari populasi yang karakteristiknya akan diteliti dan sample mewakili keseluruhan populasi ( Singarimbun, 1989 : 149 ). Waktu dan tanggal penelitian diambil secara acak dengan cara melempar dadu. Penelitian dilakukan selama 6 hari yang meliputi hari biasa dan hari libur. Sampel diambil sebanyak 200 responden dimana responden dibatasi hanya mereka yang berbelanja di Indogrosir dalam 3 bulan terakhir, dan yang berdomisili di Surabaya saja. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah probability sampling dengan tipe simple random sampling yaitu: pengambilan sample dimana masing-masing elemen populasi memiliki peluang yang sama untuk dijadikan sampel, pengambilan populasi dilakukan secara acak.
3.4. Metode Pengukuran Data
Penstrukturan kuesioner yang dilakukan oleh peneliti menggunakan skala rasio, skala nominal, skala interval.
Skala rasio adalah data bersifat angka dalam arti sesungguhnya dan dapat dioperasikan secara matematika, baik perkalian, pembagian, penjumlahan, dan pengurangan ( Singgih Santoso, Fandy Tjiptono , 2002 : 99 ).Yang menggunakan skala rasio yaitu kuesioner pada butir pertanyaan frekuensi belanja dan tingkat pembelian.
Skala nominal yaitu data yang bersifat tidak ada hubungan jarak dan tidak ada asal mula hitungan (Donald R Cooper, C Wiliam Emory, 1996 : 154 ).Yang menggunakan skala nominal yaitu kuesioner pada butir pertanyaan nama, domisili, jenis kelamin, status, pekerjaan, pertama kali mengetahui Indogrosir dari, apakah anda memiliki member card indogrosir, apakah dalam 3 bulan terakhir ini anda berbelanja di Indogrosir Surabaya, dan loyalitas.
Skala interval yaitu data yang bersifat berurutan dan berjarak (Donald R Cooper, C William Emory, 1996 : 157 ).Yang menggunakan skala interval yaitu kuesioner pada butir pertanyaan kelompok usia.
3.5. Metode Pengumpulan Data
Data dikumpulkan melalui beberapa cara, antara lain : 1. Metode Interview (Survei pendahuluan)
Dengan mengadakan dan melakukan wawancara langsung dengan pihak manajemen yang bersangkutan (pimpinan atau manajer).
2. Metode Kuesioner
- Membagikan kuesioner kepada 200 responden berdasarkan karakteristik populasi.
- Peneliti menjelaskan dan membimbing responden tentang cara pengisian kuesioner.
- Responden mengisi kuesioner secara langsung. 3. Studi Kepustakaan
Penulis mencari, membaca dan mempelajari literature-literature serta bahan-bahan kuliah yang mendukung topic untuk mendapatkan landasan teori yang berhubungan dengan pokok permasalahan.
Selanjutnya data-data yang telah terkumpul diolah melalui beberapa tahapan antara lain:
Editing, yaitu melakukan penelitian kembali catatan-catatan atau data yang diperoleh dari responden dengan tujuan meningkatkan keandalan (reliability) data yang hendak diolah dan dianalisis.
Coding, adalah usaha mengklasifikasikan jawaban-jawaban para responden menurut macamnya dengan tujuan untuk mengklasifikasikan jawaban-jawaban ke dalam kategori-kategori yang penting.
Tabulasi, yaitu proses menghitung frekuensi yang terbilang di dalam masing -masing kategori. Tabulasi dilakukan dengan tujuan agar data lapangan akan segera tampak ringkas dan bersifat rangkuman sehingga data dapat dibaca dengan mudah.
3.6. Metode Pengolahan dan Analisa Data
Sebelum Kuesioner disebarkan kepada seluruh responden, maka diadakan pengujian validitas dan pengujian reliabilitas. Yang dimaksud dengan uji validitas dan uji reliabilitas adalah :
1. Analisis Reliabilitas
Reliabilitas adalah tingkat dari kestabilan dari suatu alat ukur dalam mengukur suatu gejala. Pada prinsipnya realibilitas menunjukkan sejauh mana pengukuran itu dapat memberikan hasil yang relative tidak berbeda bila dilakukan pengukuran kembali terhadap subyek yang sama. Syarat keandalan suatu instrument menurut kemantapan, keajegan, atau stabilitas hasil pengamatan dengan instrument, seandainya barang/orang atau apapun yang diamati dalam keadaan tidak berubah dalam kurun waktu pengamatan pertama dan pengamatan kedua atau pengamatan-pengamatan selanjutnya (Hadi:1997). Adapun cara yang digunakan untuk mencari realibilitas kuesioner adalah dengan menggunakan tehnik analisis varians yang dikembangkan dengan Hyot.
Dengan menggunakan tehnik analisis varians ini, data hasil pengukuran dianggap sebagai data hasil eksperimen, bentuk desainnya adalah dua klasifikasi tanpa ulangan. Klasifikasi pertama merupakan subyek sedangkan klasifikasi kedua adalah butir atau item. Tiap-tiap sel terdiri dari satu subyek atau satu item (Hadi, 1997:24). Rumus untuk tekniknya sebagai berikut :
rii = 1 - Mks Mke
Keterangan :
rii = koefisien reliabilitas Mke = mean kuadrat kesalahan Mks = mean kuadrat antar subyek
Suatu alat analisis/instrument dikatakan reliabel jika nilai alfanya lebih besar dari 0,6 (Maholtra,1999). Setelah kuesioner telah selesai dilakukan pengujian kemudian kuesioner disebarkan kepada semua responden, yaitu para konsumen yang pernah berkunjung dan berbelanja di INDOGROSIR, Surabaya.
2. Analisis Validitas
Validitas adalah taraf sejauh mana suatu alat pengukur dapat mengukur apa yang seharusnya diukur. Untuk menguji validitas dari kuesioner, dalam pengujian ini digunakan rumus Product Moment Coefficient of Correlation, yaitu dengan mengkorelasikan antara skor yang diperoleh pada masing-masing item dengan skor total. Skor total adalah nilai yang diperoleh dari hasil penjumlahan semua skor item (Hadi, 1997:27). Jika nilai korelasi itu positif dan signifikansi, maka item tersebut dapat dikatakan valid. Analisa validitas yang digunakan yaitu validitas content, karena mengukur sejauh mana isi dan setiap butir – butir mewakili secara memadai populasi dari semua unsur penelitian yang relevan ( Donald R Cooper, C Wiliam Emory, 1996 : 165 ). Rumus korelasi product moment sebagai berikut:
∑
∑
∑
∑
∑
∑ ∑
− − − = 2 2 2 2 ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( y y N x x N y x xy N rxy Keterangan:rxy = koefisien korelasi antara butir dan total x = nilai dari butir
y = nilai dari total butir N = Banyaknya subyek
Jika hasil pemrosesan dengan komputer pada taraf signifikan 5 % menunjukkan hasil lebih kecil dari atau sama dengan taraf signifikan tersebut yaitu 0,05 maka butir tersebut dinyatakan valid, tetapi jika lebih besar dari 0,05 maka butir tersebut dinyatakan gugur (Hadi, 1997:30)
3. Uji Hipotesis Beda t-test
Untuk menguji apakah rata-rata lebih dari dua sampel berbeda secara signifikan atau tidak maka metode penelitian ini menggunakan model Independent sampel t-test (Donald R Cooper, 1998:484). Proses perhitungan langkah awal dihitung terlebih dahulu rata-rata realisasi penerimaan, dengan asumsi:
t0 < t1 = H0 ditolak
Model ini digunakan dengan satu alat yaitu:
) 1 1 ( 0 ) ( ) ( 2 1 2 2 1 2 1 n n S X X t p + − − − = µ µ 2 ) 1 ( ) 1 ( 2 1 2 2 2 2 1 1 2 − + − + − = n n S n S n Sp i kelompok deviasi Standart S gabungan deviasi Standart S i kelompok data Banyaknya n i kelompok data rata -Rata Hitung t Nilai i 2 p i = = = = = i X t