LEMBARAN DAERAH
KABUPATEN LOMBOK BARAT
NOMOR 7 TAHUN 2007 SERI E NOMOR 7 TAHUN 2007 PERATURAN DAERAH KABUPATEN LOMBOK BARAT
NOMOR 7 TAHUN 2007 TENTANG
PERSYARATAN,TATACARA PEMILIHAN,PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN PERANGKAT DESA
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI LOMBOK BARAT,
Menimbang : a. bahwa kewenangan desa untuk mengatur dan mengurus masyarakatnya berdasarkan hak asal-usul dan nilai-nilai sosial budaya masyarakat setempat harus tetap dilaksanakan dalam perspektif administrasi pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan berpedoman pada Peraturan Perundang-undangan yang berlaku;
b. bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 26 Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 tentang Desa,dipandang perlu untuk menetapkan pedoman yang berkaitan dengan Perangkat Desa dengan tidak mengabaikan nilai-nilai sosial budaya masyarakat setempat;
a. bahwa berdasarkan pertimbangan huruf a dan huruf b perlu membentuk Peraturan Daerah tentang Persyaratan,Tata Cara Pemilihan,Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa.
Mengingat :1. Undang-undang Nomor 69 Tahun 1958 tentang Pembentukan Daerah-daerah Tingkat II dalam wilayah Daerah Tingkat I Bali,Nusa Tengara Barat dan Nusa Tenggara Timur (Lembaran Negara Tahun 1958 Nomor 115,Tambahan Lembaran Negara Nomor 1655);
2. Undang-undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 53,Tambahan Lembaran Negara Nomor 4389);
1. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 125,Tambahan Lembaran Negara Nomor 4437);sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 8 Tahun 2005 (Lembaran Negara Tahun 2005 Nomor 108,Tambahan Lembaran Negara nomor 4548); 2. Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 tentang Desa
(Lembaran Negara Tahun 2005 Nomor 158,Tambahan Lembaran Negara Nomor 4587);
3. Peraturan Daerah Kabupaten Lombok Barat Nomor 22 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kabupaten Lombok Barat Nomor 14 Tahun 2000 tentang Kewenangan Urusan Rumah Tangga Kabupaten Lombok Barat (Lembaran Daerah Kabupaten Lombok Barat Tahun 2001 Nomor 23,Tambahan Lembaran Daerah Nomor 40);
Dengan Persetujuan Bersama
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN LOMBOK BARAT
Dan
BUPATI LOMBOK BARAT MEMUTUSKAN ;
Menetapkan : PERATURAN DAERAH KABUPATEN LOMBOK BARAT
TENTANG PERSYARATAN, TATACARA PEMILIHAN,PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN
PERANGKAT DESA. BAB I
KETENTUAN UMUM Pasal 1
Dalam Peraturan Daerah ini yang dimaksud dengan : 1. Bupati ialah Bupati Lombok Barat;
2. Pemerintah Daerah adalah Bupati beserta Perangkat Daerah sebagai unsur penyelenggara Pemerintah Daerah;
3. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang selanjutnya disingkat DPRD adalah Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Lombok Barat; 4. Desa atau yang disebut dengan nama lain,selanjutnya disebut Desa
adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki bats-batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat,berdasarkan asal-usul dan adat istiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam Sistem Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia;
5. Camat ialah Camat pada Kecamatan dimana desa berada;
6. Pemernintahan Desa adalah penyelenggaraan urusan pemerintah desa dan Badan Permusyawaratan Desa dalam mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat berdasarkan asal-usul dan adat istiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia;
7. Pemerintah Desa atau yang disebut dengan nama lain,yang selanjutnya disingkat BPD adalah Lembaga yang merupakan perwujudan demokrasi dalam penyelenggaraan pemerintahan desa sebagai unsur penyelenggara pemerintahan desa.
Pasal 2
(1) Perangkat Desa adalah bagian dari Pemerintah Desa yang terdiri dari sekretaris desa dan perangkat desa lainnya.
(2) Perangkat Desa lainnya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri dari :
a. Unsur Staf;
b. Unsur Pelaksana Tekhnis yaitu unsur Pembantu Kepala Desa dalam hal-hal yang bersifat tekhnis seperti Pekasih dan Penghulu Desa;dan c. Unsur Kewilayahan yaitu unsur Pembantu Kepala Desa diwilayah
Bagian Desa seperti Kepala Dusun.
BAB II
PERSYARATAN MENJADI PERANGKAT DESA
Pasal 3
Yang dapat diangkat menjadi Perangkat Desa lainnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (2) adalah penduduk Desa Warga Negara Republik Indonesia yang;
a. Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;
b. Setia dan taat kepada Pancasila dan UUD 1945;
c. Berpendidikan sekurang-kurangnya Sekolah dasar atau yang sederajat yang dibuktikan dengan Ijazah formal;
d. Berumur sekurang-kurangnya 20 Tahun dan setinggi-tingginya 60 tahun; e. Sehat Jasmani dan Rohani;
f. Berkelakuan baik;
g. Tidak pernah dihukum penjara karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan hukuman pidana minimal 5 (lima) tahun;
h. Terdaftar sebagai penduduk dan bertempat tinggal tetap didesa yang bersangkutan;dan
i. Memenuhi syarat lain yang sesuai dengan adat istiadat setempat.
BAB III
PENGANGKATAN DAN/ATAU PEMILIHAN PERANGKAT DESA
Bagian Kesatu
Pengangkatan Sekretaris Desa Pasal 4
(1) Sekretaris Desa diisi dari Pegawai Negeri Sipil yang memenuhi persyaratan sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku.
(2) Persyaratan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yaitu ; a. Berpendidikan paling rendah SMU atau sederajat; b. Mempunyai pengetahuan teknis pemerintahan;
c. Mempunyai kemampuan dibidang administrasi perkantoran;
d. Mempunyai pengalaman dibidang administrasi keuangan dan dibidang perencanaan;
e. Memahami sosial budaya masyarakat setempat;dan f. Bersedia tinggal didesa yang bersangkutan.
(3) Sekretaris Desa diangkat dengan Keputusan Sekretaris Daerah atas nama Bupati.
Bagian Kedua
Pengangkatan Kepala Urusan Pasal 5
(1) Penduduk warga masyarakat desa yang memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud dalam pasal 3 dapat diangkat menjadi Kepala Urusan dengan mengajukan permohonan tertulis kepada Kepala Desa dengan ditembuskan kepada Camat.
(2) Kepala Desa menetapkan nama-nama warga masyarakat desa yang telah memenuhi persyaratan sebagai calon Kepala Urusan setelah
melalui proses seleksi yang disertai dengan pertimbangan-pertimbangan dari BPD diajukan kepada Camat untuk mendapat nota persetujuan.
Bagian Ketiga
Pengangkatan dan/atau Pemilihan Pelaksana Teknis Lapangan Pasal 6
Penduduk warga masyarakat desa dari profesi tertentu yang memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud dalam pasal 3 dapat diangkat dan/atau dipilih menjadi pelaksana teknis lapangan yang sebutannya disesuaikan dengan kondisi sosial budaya dan adat istiadat setempat.
Pasal 7
(1) Penduduk warga masyarakat desa dari kelompok profesi tertentu mengadakan urun rembug guna memilih nama calon yang diajukan kepada Kepala Desa untuk diangkat menjadi palaksana teknis lapangan yang sebutannya disesuaikan dengan kondisi sosial budaya dan adat istiadat setempat.
(2) Kepala Desa mengajukan nama-nama calon sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dengan disertai pertimbangan-pertimbangan dari BPD diajukan kepada Camat untuk mendapat nota persetujuan.
Bagian Keempat
Pengangkatan dan atau Pemilihan Kepala Dusun Pasal 8
Penduduk warga dusun dalam desa yang bersangkutan yang memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud dalam pasal 3 dapat diangkat dan/ atau dipilih menjadi Kepala Dusun.
Pasal 9
Yang dapat memilih Kepala Dusun adalah penduduk warga dusun Warga Negara Republik Indonesia yang :
a. Terdaftar sebagai penduduk dusun yang bersangkutan secara sah sekurang-kurangnya 6 (enam) bulan yang tidak terputus-putus;
b. Sudah mencapai usia 17 Tahun atau pernah kawin;dan
c. Tidak dicabut hak pilihnya berdasarkan putusan pengadilan yang mempunyai kekuatan hukum tetap.
Pasal 10
Tata cara Pencalonan dan/atau pemilihan kepala dusun disesuaikan dengan kondisi sosial budaya dan adat istiadat yang ditetapkan dengan Peraturan Desa.
Pasal 11
Calon Kepala Dusun terpilih diajukan oleh Kepala Desa kepada Camat untuk mendapat Nota Persetujuan.
BAB IV
PENGANGKATAN DAN PELANTIKAN
Pasal 12
(1) Selambat-lambatnya 15 (lima belas) hari setelah menerima calon sebagaimana dimaksud dalam pasal 5,6 dan Pasal 8,Camat menerbitkan Nota Persetujuan.
(2) Apabila dalam waktu 15 (lima belas) hari Camat tidak menerbitkan Nota Persetujuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tanpa pemberitahuan tertulis yang disertai dengan alasan-alasan yang dapat dipertanggungjawabkan,maka Camat dianggap telah menyetujui usulan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5,6 dan Pasal 8.
(3) Alasan-alasan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) harus didasari oleh hal-hal yang berkaitan dengan :
a. Persyaratan calon Kepala Desa; b. Mekanisme pengangkatan;dan/atau
c. Alasan-alasan lain yang sesuai dengan kondisi sosial budaya masyarakat setempat.
Pasal 13
Selambat-lambatnya 15 (lima belas) hari setelah menerima nota persetujuan Camat,Kepala Desa menerbitkan Keputusan tentang Pengangkatan Perangkat Desa dengan mencantumkan nomor dan tanggal nota persetujuan Camat.
Pasal 14
Dalam hal Camat tidak menerbitkan Nota Persetujuan terhadap Calon Perangkat Desa yang diajukan oleh Kepala Desa karena alasan-alasan yang sesuai dengan Pasal 12 ayat (3),Kepala desa dapat mengajukan nama-nama calon lain pengganti nama calon yang telah diajukan sebagaimana dimaksud dalam pasal 5,6 dan pasal 8.
Pasal 15
(1) Selambat-lambatnya 15 (lima belas) hari setelah ditetapkannya Keputusan Kepala Desa sebagaimana dimaksud dalam pasal 13,Kepala Desa melantik pejabat yang bersangkutan.
(2) Pada saat pelantikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1),Pejabat yang bersangkutan bersumpah menurut agamanya dan/atau berjanji dengan sungguh-sungguh dihadapan Kepala Desa,Anggota BPD dan Pemuka-pemuka masyarakat lainnya.
(3) Susunan kata-kata sumpah/janji Perangkat Desa adalah sebagai berikut :
Demi Allah (Tuhan) saya bersumpah/berjanji bahwa saya akan memenuhi kewajiban saya selaku Perangkat Desa dengan sebaik-baiknya,sejujur-jujurnya dan seadil-adilnya;
Bahwa saya akan selalu taat dalam mengamalkan dan mempertahankan Pancasila sebagai dasar negara;
Dan bahwa saya akan menegakkan kehidupan demokrasi dan Undang-undang Dasar 1945 serta melaksanakan segala Peraturan PerUndang-undang- Perundang-undangan dengan selurus-lurusnya yang berlaku bagi Desa,Daerah dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Pasal 16
Apabila pelaksanaan pelantikan perangkat desa jatuh pada hari libur,maka pelantikan dilaksanakan pada hari kerja berikutnya atau sehari sebelum hari libur.
Pasal 17
Pelantikan perangkat desa sebagaimana dimaksud dalam pasal 15 yang tidak dapat dilaksanakan tepat waktu karena alasan-alasan yang dapat dipertanggungjawaban dapat ditunda selama-lamanya 15 (lima belas) hari sejak ditetapkannya Keputusan Kepala Desa.
BAB V
PEMBERHENTIAN DAN PEMBERHENTIAN SEMENTARA
Pasal 18
Perangkat Desa lainnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (2) diberhentikan oleh Kepala Desa karena :
a. Meninggal dunia;
b. Mengajukan permohonan berhenti atas permintaan sendiri; c. Tidak lagi memenuhi syarat atau melanggar sumpah;dan
d. Melakukan perbuatan yang bertentangan dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku dan atau norma yang hidup dalam masyarakat.
Pasal 19
(1) Perangkat Desa yang dituduh atau tersangkut dalam suatu tindak pidana dapat diberhentikan sementara tanpa menunggu persetujuan BPD.
(2) Pemberhentian sementara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dengan Keputusan Kepala Desa.
(3) Apabila berdasarkan penyidikan dari penyidik umum atau berdasarkan keputusan pengadilan tingkat pertama dinyatakan bahwa perangkat desa yang bersangkutan tidak terbukti melakukan perbuatan yang dituduhkan,maka kepala desa mencabut Keputusan kepala Desa tentang pemberhentian sementara.
(4) Apabila berdasarkan keputusan pengadilan tingkat pertama terbukti melakukan perbuatan yang dituduhkan sebagaimana dimaksud pada ayat (1),sedangkan perangkat desa yang bersangkutan melakukan upaya banding,maka selambat-lambatnya 1 (satu) tahun sejak putusan pengadilan tingkat pertama upaya banding belum selesai,maka perangkat desa yang bersangkutan dapat diberhentikan tanpa menunggu persetujuan BPD.
Pasal 20
Perangkat Desa yang melanggar larangan sebagaimana dimaksud dalam pasal 22 dapat diberhentikan dari jabatannya.
BAB VI
TINDAKAN PENYIDIKAN DAN LARANGAN
Pasal 21
Tindakan penyidikan dan penyelidikan terhadap perangkat desa dilaporkan kepada Kepala Desa selambat-lambatnya 2 x 24 jam.
Pasal 22
Perangkat Desa dilarang melakukan hal-hal sebagai berikut :
a. Melakukan kegiatan-kegiatan atau melalaikan kewajibannya yang merugikan kepentingan Negara,Pemerintah Daerah dan Masyarakat; b. Melakukan perbuatan yang bertentangan dengan peraturan
perundang-undangan yang berlaku dan/atau norma-norma yang hidup dan berkembang dalam kehidupan masyarakat,serta melakukan perbuatan lain yang dapat menghilangkan kepercayaan masyarakat terhadap kepemimpinan Perangkat Desa.
BAB VII
KETENTUAN PENUTUP
Pasal 23
Pada saat Peraturan Daerah ini mulai berlaku,maka Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2001 tentang Tata Cara Pengangkatan dan atau Pemilihan Perangkat desa (Lembaran Daerah Tahun 2001 Nomor 6,Tambahan Lembaran Daerah Nomor 23)dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.
Pasal 24
Hal-hal yang belum diatur dalam Peraturan Daerah ini sepanjang mengenai pelaksanaannya diatur lebih lanjut dengan Peraturan Bupati.
Pasal 25
Peraturan Daerah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.
Agar setiap orang mengetahuinya,memerintahkan pengundangan Peraturan Daerah ini dengan penempatannya dalam Lembaran Daerah Kabupaten Lombok Barat.
Ditetapkan di Gerung Pada tanggal 5 Juli 2007
BUPATI LOMBOK BARAT Cap Ttd
H.ISKANDAR
Diundangkan di Gerung Pada tanggal 6 Juli 2007
SEKRETARIS DAERAH KABUPATEN LOMBOK BARAT
Cap Ttd
Drs.H.LALU SRINATA,MM Pembina Utama Muda (IV/c) Nip.610 006 062
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN LOMBOK BARAT TAHUN 2007 NOMOR 7
PENJELASAN ATAS
PERATURAN DAERAH KABUPATEN LOMBOK BARAT NOMOR 7 TAHUN 2007
TENTANG
PERSYARATAN,TATA CARA PEMILIHAN,PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN PERANGKAT DESA
I. Umum
Pemerintahan Desa sebagai struktur terendah dari Tatanan Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan garda terdepan sekaligus merupakan cermin dari Tata Pemerintahan secara umum.Oleh karena itu Perangkat Desa yang merupakan bagian daer Pemerintah Desa diharapkan mempunyai kemampuan dalam bidang tugas dan fungsinya masing-masing,sehingga penyelenggaraan pemerintahan,pembangunan dan pembinaan kemasyarakatan di desa yang berdaya guna dan berhasil guna dapat terlaksana.
Dengan diterbitkannya Peraturan Pemerintah Nomor 72 tahun 2005 tentang Desa,maka perlu adanya penyesuaian atas Peraturan Daerah yang mengatur tentang Tata Cara Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa.Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa tersebut diharapkan nantinya tidak semata-mata dilandasi oleh kepentingan-kepentingan pribadi atau kelompok,tetapi lebih ditekankan pada penyelenggaraan pemerintahan,pembangunan dan pembinaan kemasyarakatan.
II. Penjelasan Pasal Demi Pasal Pasal 1 Cukup Jelas Pasal 2 Ayat (1) Cukup jelas Ayat (2) Huruf a
Unsur staf adalah unsur pembantu kepala desa dalam lingkup sekretariat Desa seperti Kepala-kepala Urusan Pasal 3 Cukup jelas Pasal 4 Cukup jelas Pasal 5 Ayat (1) Cukup jelas Ayat (2)
Yang dimaksud dengan seleksi adalah kegiatan penelitian terhadap syarat administrasi dan kemampuan calon Perangkat Desa.
Pasal 6
Yang dimaksud dengan warga masyarakat desa dari profesi tertentu adalah warga masyarakat yang mempunyai peran,fungsi dan tugas yang sama dalam masyarakat seperti kelompok warga masyarakat tani, kelompok keamanan dan ketertiban desa dan sebagainya.
Pasal 7 Cukup jelas Pasal 8 Cukup jelas Pasal 9 Cukup jelas Pasal 10 Cukup jelas Pasal 11 Cukup jelas Pasal 12 Cukup jelas Pasal 13 Cukup jelas Pasal 14 Cukup jelas
Pasal 15 Cukup jelas Pasal 16 Cukup jelas Pasal 17 Cukup jelas Pasal 18 Cukup jelas Pasal 19 Cukup jelas Pasal 20 Cukup jelas Pasal 21 Cukup jelas Pasal 22 Cukup jelas Pasal 23 Cukup jelas Pasal 24 Cukup jelas Pasal 25 Cukup jelas
TAMBAHAN LEMBARAN DAERAH KABUPATEN LOMBOK BARAT NOMOR 85