Investasi & Studi Kelayakan
Investasi
•
Husnan
(1996)
:
penanaman
sumber
daya
(termasuk
di
dalamnya barang-barang untuk
dijual) untuk mendapatkan hasil
Study Kelayakan
•
Kasmir dan Jakfar (2003) : suatu
kegiatan yang mempelajari secara
mendalam
tentang
kegiatan
usaha atau bisnis yang akan
dijual) untuk mendapatkan hasil
di masa yang akan datang
•
Pujawan
(2004)
:
suatu
pengeluaran atau pengorbanan
yang
dilakukan
untuk
suatu
harapan di masa yang akan
datang
usaha atau bisnis yang akan
dijalankan,
dalam
rangka
menentukan layak atau tidaknya
usaha tersebut dijalankan.
Beberapa metode penilaian kelayakan investasi:
•
NPV
•
IRR
•
Payback Period
Metode Penilaian Kelayakan Investasi
•
Payback Period
•
B/C Ratio
•
MIRR
(Thuesen dan Fabrycky, 1989, Omotayo Brown dan Kwansa, 1999, Sullivan et al., 2000,
Pujawan, 2004, Kierulff, 2008)
Konsep NPV@Risks
(Ye dan Tiong 2000)
•
Metode NPV@Risk = simulasi monte
carlo untuk mengakomodasi faktor
ketidakpastian
•
Prinsip dasar = memasukkan
ketidakpastian (risiko) pada aliran
kas dalam bentuk distribusi
Sumber : Ye dan Tiong 2000
kas dalam bentuk distribusi
probabilitas.
•
Output = tingkat pengembalian
(mean) dan koefisien variasi dari NPV
(representasi dari profil risiko)
Gap Penelitian
Manajemen Risiko AS/NZS ISO
31000:2009
Pengembangan Metode
A.
Establish the Context
B.
Identify Risks
C.
Analyze Risks
1.
Pencarian Likelyhood
2.
Pencarian Consequences
3.
Kalibrasi Risk Matriks
3.
Kalibrasi Risk Matriks
4.
Risk Level
5.
Risk Map
D.
Evaluate Risks
Contoh Studi Kasus
Studi kasus yang digunakan adalah kasus
investasi mesin kompresor pada PT. Alstom
tahun
2011.
Kasus
ini
merupakan
kasus
perbandingan antara pilihan membeli mesin
atau menyewa mesin. Dalam kasus investasi ini
atau menyewa mesin. Dalam kasus investasi ini
memiliki beberapa variability input meliputi
biaya investasi, biaya rental, biaya operasi, nilai
kurs rupiah dan eskalasi kenaikan biaya. NPV
yang dihasilkan dari investasi ini adalah
Rp
298,457,056.37.
Distribusi NPV@Risk
Tornado Diagram
Establish the Context
Tahap pertama dalam manajemen resiko adalah tahap
establish the context. Tahap ini merupakan tahap menentukan
kriteria resiko dan ruang lingkup dari resiko tersebut. Resiko
yang ada dalam analisa kelayakan proyek investasi adalah
resiko finansial yang berkaitan langsung dengan cashflow.
Resiko ini dapat berupa definisi ketika NPV mencapai satu titik
dimana titik tersebut dirasa merugikan bagi manajemen.
Resiko ini dapat berupa definisi ketika NPV mencapai satu titik
dimana titik tersebut dirasa merugikan bagi manajemen.
Kasus Alstom :
Scope Resiko : Resiko Finansial hanya terbatas pada cashflow
Criteria Resiko : NPV ≤ Rp. 149,228,528.18
Identify Risks
•
Identify Risks dilakukan dengan menentukan
variabel-variabel yang menjadi faktor risiko.
Variabel yang termasuk risiko disini adalah
Variability Inputs yang telah ditetapkan
Variability Inputs yang telah ditetapkan
diawal.
Parameter
Value
Unit
Investment Cost
Normal(63000,6300)
$
Maintenance Cost
Normal(3150,315)
$
Overhead Cost
Normal(4784,239.2)
$
Kurs
Normal(9150.74,1428.83)
Rp
Analyze Risks
Pada tahap Analyse Risks, dilakukan analisa dan
pemetaan risiko yang dapat terjadi. Untuk membentuk
suatu peta resiko, diperlukan pencariaan nilai likelyhood
dan consequences. Secara lebih jelas, analisa resiko
dibagi menjadi beberpa tahap sebagai berikut:
dibagi menjadi beberpa tahap sebagai berikut:
•
Pencarian Likekylihood
•
Pencarian Consequences
•
Kalibrasi Risk Matrix
•
Penentuan Risk Level
Pencarian Likelyhood
Untuk mengetahui besarnya nilai faktor resiko
(Variability Input) tersebut menyebabkan
resiko terjadi, dilakukan sebuah metode yang
dinamakan sebagai metode goal seek. Metode
goal seek ini dilakukan dengan menggunakan
fitur tambahan yang ada pada Palisade @Risk.
Likelyhood
Risk
Likelihood
0.50%
0.00%
0.00%
Parameter
Investment Cost
≥
$ 79,193.00
Maintenance Cost
≥
$ 5,535.00
NPV
≤
Rp
149,228,
Overhead Cost
≥
$ 7,196.00
0.00%
27.00%
0.00%
Escalation
≤
-2.66%
149,228,
528
$ 7,196.00
Kurs
≥
Rp 10,025.00
Overhead Cost
≥
Pencarian Consequences
Pencarian
consequences
(konsekuensi)
dilakukan untuk mengetahui dampak yang
terjadi apabila faktor resiko (variability input)
tersebut
benar-benar
terjadi.
Untuk
mengetahui seberapa besar dampak yang
terjadi, maka dilakukan suatu metode yang
disebut dengan Stress Analisys.
0.2 0.4 0.6 0.8 1 CDF Summary Baseline Kurs H19 73.00% to 100.00%
Name Book Stress Analysis Mean Min Max StdDev
(none) (none) baseline 299,846,766.38 (595,840,315.99) 1,194,552,893.40 251,202,235.70 Kurs Calculation of Compressor for Painting rev-2 @Risk Modif 2.xlsx 73.00% to 100.00% 809,442.66 (677,934,036.86) 298,107,911.43 143,491,366.02
Inputs Ranked by Mean Output
0 0.2 -1 E + 0 9 -5 E + 0 8 0 5 0 0 0 0 0 0 0 0 1 E + 0 9 1 .5 E + 0 9
Consequence
Risk
Parameter
Consequences
NPV
≤
Rp
149,228,
Investment Cost
≥
$ 79,193.00
Maintenance Cost
≥
$ 5,535.00
NPV =
NPV =
173,887,188.98
Rp
209,388,841.23
Rp
149,228,
528
Overhead Cost
≥
$ 7,196.00
Kurs
≥
Rp10,025.00
Escalation
≤
-2.66%
NPV =
NPV =
NPV =
230,442,105.69
Rp
809,442.66
Rp
264,516,020.48
Rp
Risk Matriks
Insignificant Minor Moderate Major Catastropic
NPV ≥ $ 223,842,792 $ 149,228,528 ≤ NPV < $ 223,842,792 $ 74,614,264 ≤ NPV < $ 149,228,528 $ 14,992,853 ≤ NPV < $ 74,614,264 NPV < $ 14,992,853 Almost Certain P(X) > 75% Likely 50% < P(X) ≤ 75%
Risk Map
Likely 50% < P(X) ≤ 75% Possible 25% < P(X) ≤ 50% Unlikely 5% < P(X) ≤ 25% KursRare P(X) ≤ 5% Overhead Cost,
Escalation
Investment Cost, Maintenance Cost
Risk Level
Risk
Likelihood
Risk Level
NPV =
Rp
173,887,188.98
0.50%
Rare
NPV =
Rp
209,388,841.23
0.00%
Rare
NPV =
Rp
230,442,105.69
0.00%
Rare
NPV =
Rp
809,442.66
27.00%
Parameter
Consequences
Investment Cost
≥
$ 79,193.00
Low Risk
Minor
Maintenance Cost
≥
$ 5,535.00
Low Risk
Minor
NPV
≤
Rp
149,228,
528
Low Risk
Insignificant
Overhead Cost
≥
$ 7,196.00
NPV =
Rp
809,442.66
27.00%
Unlikely
NPV =
Rp
264,516,020.48
0.00%
Rare
528
≤
-2.66%
Low Risk
Insignificant
Escalation
Kurs
≥
Rp10,025.00
Extreme Risk
Catastropic
Risk Map
Insignificant Minor Moderate Major Catastropic NPV ≥ $ 223,842,792 $ 149,228,528 ≤ NPV < $ 223,842,792 $ 74,614,264 ≤ NPV < $ 149,228,528 $ 14,992,853 ≤ NPV < $ 74,614,264 NPV < $ 14,992,853 Almost Certain P(X) > 75% Likely 50% < P(X) ≤ 75%
Risk Map
Likely 50% < P(X) ≤ 75% Possible 25% < P(X) ≤ 50% Unlikely 5% < P(X) ≤ 25% Kurs Rare P(X) ≤ 5% Overhead Cost,Escalation
Investment Cost, Maintenance Cost
Evaluate Risks
Tahap ketiga dari manajemen resiko adalah
tahap evaluasi resiko. Pada tahap ini, resiko
dievaluasi untuk ditentukan resiko mana yang
harus diprioritaskan untuk ditangani terlebih
harus diprioritaskan untuk ditangani terlebih
dahulu. Pada kasus ini, resiko yang akan
ditunjukkan
proses
penanganannya
adalah
resiko kurs. Sedangkan untuk resiko lainnya tidak
dibahas.
Treat Risks
Tahap keempat adalah tahap penanganan
risiko.
Pada
tahap
sebelumnya,
telah
ditentukan
bahwa
risiko
yang
akan
ditangani pada tahap ini adalah risiko kurs.
Untuk menangani risiko kurs, digunakan
skema hedging. Skema hedging adalah
skema mengunci nilai kurs pada suatu nilai
kesepakatan antara pihak ketiga sebagai
0.4 0.6 0.8 1 CDF Summary Baseline Kurs H19 10000
kesepakatan antara pihak ketiga sebagai
pembeli valas dan investor. Pada kasus ini,
skema kurs diasumsikan dikunci pada nilai
Rp 10,000.00 / USD.
Name Book Stress Analysis Mean Min Max StdDev
(none) (none) baseline 299,433,774 (628,435,261) 1,031,933,354 254,346,959 Kurs Calculation of Compressor for Painting rev-2 @Risk Modif 2.xlsx 10,000 153,363,622 (108,931,980) 375,993,328 70,860,151
Inputs Ranked by Mean Output
0 0.2 -8 E + 0 8 -6 E + 0 8 -4 E + 0 8 -2 E + 0 8 0 2 0 0 0 0 0 0 0 0 4 0 0 0 0 0 0 0 0 6 0 0 0 0 0 0 0 0 8 0 0 0 0 0 0 0 0 1 E + 0 9 1 .2 E + 0 9
Kesimpulan
Metode integrasi NPV@Risk dan Risk Management ini lebih baik
daripada metode NPV@Risk. Dengan metode ini, risiko yang biasanya
hanya dilihat hasil akhirnya, dapat dianalisa lebih mendalam pada
faktor-faktor penyebab risiko tersebut. Metode ini telah diujikan ke
dalam dua buah kasus real dan menghasilkan kesimpulan bahwa
metode ini dapat bekerja secara teoritis. Adapun dalam penggunaan
pada kedua kasus tersebut, ditemukan beberapa kendala yaitu :
pada kedua kasus tersebut, ditemukan beberapa kendala yaitu :
•
Dalam menentukan distribusi dari variability input (faktor risiko),
kadang kala data historis tidak dapat ditemui, sehingga harus
dilakukan dengan expert judgement.
•
Dalam penentuan kriteria resiko. Kriteria resiko dari setiap
pengambil keputusan akan berbeda-beda.
•
Dalam
penentuan
penggolongan
Konsekuensi
risk
matriks.
Pengambil Keputusan yang berbeda mengakibatkan bentuk risk
matrik yang berbeda.
Saran
Penelitian
dalam
tugas
akhir
ini
dapat
dikembangkan
untuk
penelitian-penelitian
manajemen risiko secera kuantitatif lainnya, baik
untuk kasus finansial maupun bukan.
Daftar Pustaka
Goal-seeking analysis [Online]. Computer Business Research. Available:
http://sites.google.com/site/b188sjsu/Home/decision-making/goal-seeking-analysis
[Accessed 6
March 2012].
Goal seek [Online]. Business Dictionary. Available:
http://www.businessdictionary.com/definition/goal-seek.html#ixzz1oJwRuZ4J
[Accessed 6 March 2012].
Goal seeking [Online]. Wikipedia. Available:
http://en.wikipedia.org/wiki/Goal_seeking
[Accessed 6
March 2012].
Use Goal Seek to find the result you want by adjusting an input value [Online]. Microsoft. Available:
http://office.microsoft.com/en-us/excel-help/use-goal-seek-to-find-the-result-you-want-by-adjusting-an-input-value-HP010072683.aspx
[Accessed 7 March 2012].
http://office.microsoft.com/en-us/excel-help/use-goal-seek-to-find-the-result-you-want-by-adjusting-an-input-value-HP010072683.aspx
[Accessed 7 March 2012].
Using Analysis Tools : Goal Seek, Solver, and Data Tables [Online]. Available:
http://ptgmedia.pearsoncmg.com/images/0789729539/samplechapter/CH25_0789729539.pdf
[Accessed 6 March 2012].
Anityasari, M. dan Wessiani, N. A. 2011. Analisa Kelayakan Usaha. Surabaya: Guna Widya.
Authority, A. C. T. I. 2004a. Risk management AS/NZS 4360:2004 Australia: Australian Capital Territory
Insurance Authority.
Daftar Pustaka
Authority, A. C. T. I. 2004b. Risk Management Guidelines Companion to AS/NZS
4360:2004 Australia: Australian Capital Territory Insurance Authority.
Authority, A. C. T. I. 2009. AS/NZS ISO 31000:2009 Risk management - Principles and
Guidelines. Australia: Australian Capital Territory Insurance Authority.
Choi, H. H., Cho, H. N. dan Seo, J. 2004. Risk assessment methodology for underground
construction projects. Journal Of Construction Engineering And Management, 130,
258.
Franke, A. 1987. Risk Analysis in Project Management. International Journal of Project
Franke, A. 1987. Risk Analysis in Project Management. International Journal of Project
Management, 5, 29-34.
Husnan, S. 1996. Manajemen Keuangan - Teori dan Penerapan. Yogyakarta: BPFE.
Husnan, S. dan Suwarsono, M. 2000. Studi Kelayakan Proyek. Yogyakarta: YKPN.
Hyde, J. dan Engel, P. 2002. Investing in a robotic milking system: A Monte Carlo
Daftar Pustaka
Kasmir dan Jakfar 2003. Studi Kelayakan Bisnis. Jakarta: Penerbit Kencana.Kierulff, H. 2008. MIRR: A better measure. Business Horizons, 51, 321-329.
Le Roux, J. dan Brodalka, M. 2004. An Excel (TM)-VBA programme for the analysis of current velocity profiles.
Computers & geosciences, 30, 867-879.
Omotayo Brown, D. dan Kwansa, F. A. 1999. Using IRR and NPV Models to Evaluate Societal Costs of Tourism Projects in Developing Countries. International Journal of Hospitality Management, 18, 31-43.
Öztaş, A. dan Ökmen, Ö. 2004. Risk analysis in fixed-price design–build construction projects. Building and Environment, 39, 229-237.
Palisade 2009. Guide to Using @RISK - Risk Analysis and Simulation Add-In for Microsoft® Excel. New York: Palisade Corporation.
Corporation.
Park, C. S. dan Sharp-Bette, G. P. 1990. Advanced engineering economics. New York: John Wiley & Sons, Inc. Pujawan, I. N. 2004. Ekonomi Teknik. Surabaya: Guna Widya.
Roy, A. 1987. From what if to what's best in DSS. Decision Support Systems, 3, 27-35.
Schmitt, A. J. dan Singh, M. Year. Quantifying supply chain disruption risk using Monte Carlo and discrete-event simulation. In, 2009. IEEE, 1237-1248.
Sullivan, W. G., Wicks, E. M., Luxhoj, J. T. dan Woods, B. M. 2000. Engineering economy. New York: Prentice Hall. Thuesen, G. J. dan Fabrycky, W. J. 1989. Engineering economy. New York: Prentice Hall
Wibowo, A. dan Kochendörfer, B. 2005. Financial Risk Analysis of Project Finance in Indonesian Toll Roads. Journal Of
Construction Engineering And Management, 131, 963.
Ye, S. dan Tiong, R. L. K. 2000. NPV-At-Risk Method in Infrastructure Project Investment Evaluation. Journal Of