136
BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN
5.1. Kesimpulan
1. Berdasarkan hasil analisa terhadap PT Talito Berkah Abadi (Talito Tour and Travel), terdapat delapan variabel dalam Nine Building Blocks yang harus dilakukan modifikasi, yaitu Key Partnership, Key Activities, Key Resources, Customer
Relationships, Channel, Customer Segments, Cost Structure, dan Revenue Stream.
Modifikasi yang dilakukan adalah sbb.:
a. Key Partnership
Kemitraan yang dimiliki oleh Talito Tour and Travel dengan para vendor-nya adalah berupa joint venture to develop new business, dimana motivasi dari kemitraan ini adalah optimization and economic of scale. Menjalin kemitraan langsung dengan para vendors, baik rekanan yang berasal dari Indonesia (domestic) ataupun asing (terutama di kawasan ASEAN), yang terbagi atas beberapa key partners (KP) sbb.:
1. KP. Transportasi (Darat, Laut, dan Udara), selalu melakukan pengembangan
ticketing system yang dimiliki.
2. KP. Akomodasi (Hotel, Villa, Resort, dan jenis-jenis penginapan lain), melakukan pengembangan dengan booking system online.
3. KP. Restaurant dan jenis-jenis tempat makan lain, melakukan pengembangan dengan booking system online.
137
4. KP. Tempat Rekreasi atau Tiket Masuk Tujuan Wisata, melakukan pengembangan dengan booking system online.
5. KP. Tour Operators (wholesale agent), seperti Bayu Buana Travel, Aero Travel, dan lain-lain, khusus hanya kepada segmentasi konsumen korporasi saja.
6. KP. Tour Leaders dan Tour Guides, dilakukan secara selektif (hanya yang memiliki sertifikasi sebagai TL dan TG).
7. KP. Travel Insurance.
8. KP. Asosiasi/Organisasi khusus perusahaan tour and travel agent, yang diawali dengan keikutsertaan pada ASITA.
b. Key Activities
Termasuk ke dalam kategori production, dimana dalam kesehariannya kegiatan dari perusahaan ini adalah melakukan perancangan, pembuatan, dan pengiriman jasa kepada konsumen atau calon konsumen. Jasa yang ditawarkan meliputi: 1. Travel Consultant
2. Air Ticketing (Domestik/Mancanegara) 3. Hotel Voucher (Domestik/Mancanegara) 4. Travel Documents
138
5. Event Organizer/MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) 6. Umrah and Hajj (bekerjasama dengan tour and travel agent lain yang khusus
memberangkatkan Haji & Umrah, seperti Sahara Kafila Tour and Travel) Dengan memperhatikan hal-hal sbb.:
Fokus kepada kegiatan-kegiatan dalam lingkup group tour (min 10 packs), dengan melakukan peningkatan volume group tour yang akan diberangkatkan dengan penerapan sistem pencarian new potential customers yang sistematis dan rutin melakukan 4DX di setiap pekan.
Melakukan Research and Development (R&D) atas produk-produk group tour yang baru, seperti Festival Tour, Hobby Tour, Learning Tour and Travel,
Honeymoon Package, ataupun University Tour and Travel.
c. Key Resources
1. Physics, yang terdiri atas:
Kantor yang berlokasi di 2 ruko yang ada di ITC Permata Hijau, Jakarta.
Sarana Penunjang, yang meliputi telepon, komputer, printer, scanner, dan sambungan internet 24 jam.
Sistem Teknologi, yang meliputi Sistem Abacus (ticketing system), penerapan online booking system dengan aplikasi atau via website resmi untuk pemesanan hotel, restaurant, dan tiket masuk tujuan wisata, dan
139
melakukan pengembangan sistem pembayaran menggunakan visa atau mastercard dan Paypall.
2. Intellectual, nama perusahaan PT Talito Berkah Abadi dengan merk dagang Talito Tour and Travel. Peningkatan kompetensi dan keterampilan semua karyawan Talito agar siap menjadi Tour Leader di semua perjalanan/kegiatan yang diadakan, baik untuk keberangkatan domestik maupun mancanegara. 3. Human, 5 orang pegawai tetap dan beberapa tour leader dan tour guide yang
sifatnya freelance. Melakukan sistem coaching dan mentoring yang bertujuan untuk peningkatan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM).
4. Financial, sistem pembukuan yang cukup baik dan dikelola oleh satu orang staff keuangan dengan menggunakan sistem akuntasni Zahir. Melakukan
review kinerja keuangan minguuan dengan manajemen, terutama yang terkait
dengan kontrol terhadap posisi Sales (Pendapatan Usaha), COGS (Harga Pokok Produksi), dan SGA (Biaya Operasional dan Administrasi), dan dibuat dalam laporan bulanan yang sistematis oleh staff keuangan yang kemudian diperiksa dan disetujui oleh Direktur Keuangan.
d. Customer Relationships
Membangun customer relationship yang berupa communities, dimana perusahaan membangun hubungan antar sesama anggota dengan membentuk sebuah komunitas jalan-jalan.
140
Komunitas jalan-jalan milik Talito Tour and Travel saat ini tergabung dalam Talito’s Member Group yang sudah berjumlah 94 anggota.
Sarana komunikasi yang dibangun untuk menjaga hubungan dengan komunitas jalan-jalan Talito Tour and Travel adalah melalui:
1. Media Sosial, seperti Facebook, Twitter, Instagram, Path, dan lain-lain. 2. Group Chat, melalui Blackberry Messager ataupun Whatsapp.
3. Website Talito Tour and Travel.
Terhadap kebutuhan menjaga hubungan dengan konsumen melalui ketiga media di atas, perlu adanya seorang PIC khusus (terutama orang yang mengerti tentang perkembangan teknologi informasi).
Dalam menjaga hubungan dengan pelanggan, setiap karyawan Talito Tour and Travel harus memegang teguh prinsip, bahwa dalam setiap pelayanannya: “Pengguna jasa/pelanggan Talito Tour and Travel senang dengan pelayanan yang diberikan dan memiliki hubungan yang baik dengan karyawan Talito Tour and Travel.”
e. Channel
1. Direct (jaluran distribusi langsung), merupakan cara penjualan langsung dari pihak Talito Tour and Travel kepada calon konsumen. Jaluran distribusi ini
141
berlaku untuk konsumen retail (perorangan) dan group tour (dengan minimum anggota 10 packs/keberangkatan).
2. Indirect (jaluran distribusi melalui perantara), merupakan cara penjualan dengan bantuan wholesale agent (d.h.i. tour and travel agent yang volume yang lebih besar). Jaluran distribusi ini berlaku untuk konsumen korporasi (instansi atau perusahaan).
Ditambahkan (sebagai salah satu rencana jangka panjang):
Jalur pemesanan indirect melalui website khusus Talito Tour and Travel, melalui sistem OTA (Online Travel Agent). Merupakan rencana kerja perusahaan jangka panjang.
f. Customer Segments
Termasuk ke dalam tipe mass market dimana bisnis model tidak membedakan segmen pelanggan dan fokus pada penentuan segmentasi pasar, nilai proposisi, kerja sama, dan juga saluran distribusi. Yang terbagi atas:
Berdasarkan jenis konsumen:
1. Retail/Perorangan (termasuk group tour dengan minimum 10 packs disetiap keberangkatannya)
2. Korporasi
142 1. Inbound Travelers
Mulai membidik pasar ini dengan melakukan kerjsama dengan tour
operatos ataupun wholesale agents asing.
2. Outbound Travelers
Berdasarkan jenis calon konsumen/konsumen eksisting: 1. Calon Konsumen
Referensi dari konsumen eksisting ataupun melakukan canvassing kepada
new potential customers.
2. Konsumen Eksisting
Membuat customer profiling dan mulai melakukan analisa terhadap perilaku pengambilan keputusan konsumen, sehingga muncul potensi melakukan repeated order.
g. Cost Structure
Termasuk ke dalam cost structure value driven, dimana perusahaan yang tidak terlalu mementingkan biaya yang akan muncul dalam mendesain sebuah bisnis model, dan lebih fokus terhadap penciptaan nilai. Yang terbagi atas:
1. COGS (fixed costs)
Dengan ketentuan nilai maksimum adalah 80% terhadap Sales. 2. SGA (variable costs)
143
Dengan ketentuan nilai maksimum adalah 13% terhadap Sales. 3. Biaya Lainnya (dapat disebut sebagai Extraordinary Items)
Dengan ketentuan nilai sekitar 1,5-2% terhadap Sales.
Ketentuan tersebut dijalankan berdasarkan penerapan SIA (Sistem Informasi Akuntansi) yang dijalankan dan berada dalam tanggung jawab semua pihak, d.h.i. Bagian Marketing, Bagian Operasional, dan Bagian Akunting.
h. Revenue Stream
Termasuk ke dalam transaction revenues, dimana transaksi yang diperoleh dari sekali pembayaran dari pelanggan dengan sistem pendapatan usage fee yang artinya pendapatan didapatkan dari berapa banyak pelanggan yang menggunakan produk atau jasa yang ditawarkan oleh perusahaan. Yang terbagi atas:
1. Pendapatan utama yang berasal dari penjualan tiket, paket perjalanan wisata (tour), dan booking hotel ataupun hotel voucher.
2. Pendapatan tambahan/lainnya yang berasal dari pendapatan bunga bank dan selisih pendapatan yang diakumulasi dari bulan sebelumnya.
Ditambahkan:
Demi menjaga stabilitas pendapatan usaha di setiap bulannya, maka perusahaan harus melakukan hal-hal sbb.:
144
- Melakukan review secara berkala terhadap 5 komponen penting yang dapat berdampak terhadap peningkatan volume penjualan, yaitu harga jual, produk, biaya promosi, saluran distribusi, dan mutu.
- Melakukan benchmarking dengan kompetitor sejenis.
2. Berdasarkan hasil analisa terhadap PT Talito Berkah Abadi (Talito Tour and Travel), terdapat satu variabel dalam Nine Building Blocks yang tidak harus dilakukan modifikasi, yaitu Value Proposition. Nilai perusahaan yang telah dimiliki dan ingin ditumbuh-kembangkan oleh Talito Tour and Travel adalah nilai kekeluargaan dan nilai pertemanan, dimana di setiap perjalanan yang dilakukan perusahaan ingin memberikan pengalaman kepada setiap konsumen. Dengan tagline perusahaan, yaitu “As a travel company, we don’t take you to travel, we take you to see the WORLD and Live Your Life”, manajemen bersama dengan seluruh karyawan Talito Tour and Travel hanya perlu mempertahankan dan selalu berpedoman pada nilai perusahaan yang dimiliki agar sejalan dengan produk dan layanan yang diberikan kepada konsumen.
145
Berikut adalah Nine Building Blocks Talito Tour and Travel setelah modifikasi: Tabel 5.1. Tabel Nine Building Blocks Talito Tour and Travel setelah Modifikasi
Key Partnership
Kemitraan yang dimiliki oleh Talito Tour and Travel dengan para vendor-nya adalah berupa joint venture to develop new business, dimana motivasi dari kemitraan ini adalah optimization and economic of scale. Menjalin kemitraan langsung dengan para vendors, yang terbagi atas beberapa key partners sbb.: 1. KP. Transportasi
(Darat, Laut, dan Udara), selalu melakukan
pengembangan ticketing system yang dimiliki.
2. KP. Akomodasi (Hotel, Villa, Resort, dan jenis-jenis penginapan lain), melakukan pengembangan dengan booking system online. 3. KP. Restaurant dan
jenis-jenis tempat makan lain, melakukan pengembangan dengan booking system online. 4. KP. Tempat Rekreasi
atau Tiket Masuk Tujuan Wisata, melakukan
pengembangan dengan booking system online. 5. KP. Tour Operators
(wholesale agent), seperti Bayu Buana Travel, Aero Travel,
Key Activities
Termasuk ke dalam kategori production, dimana dalam kesehariannya kegiatan dari perusahaan ini adalah melakukan perancangan, pembuatan, dan pengiriman jasa kepada konsumen atau calon konsumen. Jasa yang ditawarkan meliputi:
1. Travel Consultant
2. Air Ticketing (Domestik/Mancanegara) 3. Hotel Voucher (Domestik/Mancanegara) 4. Travel Documents
5. MICE/Event Organizer (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition)
6. Umrah and Hajj (bekerjasama dengan agent lain yang khusus memberangkatkan Haji & Umrah, seperti Sahara Kafila Tour and Travel)
Dengan memperhatikan hal-hal sbb.:
Fokus kepada kegiatan-kegiatan dalam lingkup group tour (min 10 packs), dengan melakukan peningkatan volume group tour yang akan diberangkatkan dengan penerapan sistem pencarian new potential customers yang sistematis dan rutin melakukan 4DX di setiap pekan.
Melakukan R&D atas produk-produk group tour yang baru, seperti Festival Tour, Hobby Tour, Learning Tour and Travel, Honeymoon Package, ataupun University Tour and Travel.
Value Proposition
Hal yang paling mendominasi kontribusi
pembentukkan nilai proposisi perusahaan adalah customization, yang ditandai dengan:
1. Mayoritas produk tailor made.
2. Harga dan sistem pembayaran negotiable. Semuanya terbentuk dengan adanya proses komunikasi dan negosiasi dengan konsumen. Adapun nilai yang ingin diciptakan adalah nilai “kekeluargaan” dan “pertemanan”. Keinginan para pendiri Talito Tour and Travel untuk menjadikan perusahaan ini tumbuh dan berkembang menjadi sebuah perusahaan yang humble dan selalu membawa kenyamanan bagi konsumen, sesuai dengan tagline perusahaan “We take You to See the WORLD and LIVE YOUR LIFE”.
Customer Relationships
Membangun customer relationship yang berupa communities, dimana perusahaan membangun hubungan antar sesama anggota dengan membentuk sebuah komunitas jalan-jalan. Komunitas jalan-jalan milik Talito Tour and
Travel saat ini tergabung dalam Talito’s Member Group yang sudah berjumlah 94 anggota.
Sarana komunikasi yang dibangun untuk menjaga hubungan dengan komunitas jalan-jalan Talito Tour and Travel adalah melalui: 1. Media Sosial, seperti Facebook, Twitter,
Instagram, Path, dan lain-lain.
2. Group Chat, melalui Blackberry Messager ataupun Whatsapp.
3. Website Talito Tour and Travel.
Terhadap kebutuhan menjaga hubungan dengan konsumen melalui ketiga media di atas, perlu adanya seorang PIC khusus (terutama orang yang mengerti tentang perkembangan teknologi informasi).
Dalam menjaga hubungan dengan pelanggan, setiap karyawan Talito Tour and Travel harus memegang teguh prinsip, bahwa dalam setiap pelayanannya: “Pengguna jasa/pelanggan Talito Tour and Travel senang dengan pelayanan yang diberikan dan memiliki hubungan yang baik dengan karyawan Talito Tour and Travel.”
Customer Segments
Termasuk ke dalam tipe mass market dimana bisnis model tidak membedakan segmen pelanggan dan fokus pada penentuan segmentasi pasar, nilai proposisi, kerja sama, dan juga saluran distribusi. Yang terbagi atas: Berdasarkan jenis
konsumen:
1. Retail/Perorangan (termasuk group tour dengan minimum 10 packs disetiap keberangkatannya) 2. Korporasi
Berdasarkan asal konsumen: 1. Inbound Travelers
Mulai membidik pasar ini dengan melakukan kerjsama dengan tour operatos ataupun wholesale agents asing.
2. Outbound Travelers Berdasarkan jenis calon
konsumen/konsumen eksisting: 1. Calon Konsumen Referensi dari konsumen eksisting ataupun melakukan canvassing kepada new potential customers. 2. Konsumen Eksisting
Membuat customer profiling dan mulai melakukan analisa terhadap perilaku pengambilan keputusan konsumen,
Key Resources
1. Physics, yang terdiri atas:
Kantor yang berlokasi di 2 ruko yang ada di ITC Permata Hijau, Jakarta.
Channel
1. Direct (jaluran distribusi langsung), merupakan cara penjualan langsung dari pihak Talito Tour and Travel kepada calon konsumen. Jaluran
146
dan lain-lain, khusus hanya kepada segmentasi konsumen korporasi saja. 6. KP. Tour Leaders dan
Tour Guides, dilakukan secara selektif (hanya yang memiliki sertifikasi sebagai TL dan TG). 7. KP. Travel Insurance. 8. KP.
Asosiasi/Organisasi khusus perusahaan tour and travel agent, yang diawali dengan keikutsertaan pada ASITA.
*) Semua kemitraan yang dimiliki oleh perusahaan memiliki cakupan kebutuhan domestik dan mancanegara.
Sarana Penunjang, yang meliputi telepon, komputer, printer, scanner, dan sambungan internet 24 jam.
Sistem Teknologi, yang meliputi Sistem Abacus (ticketing system), penerapan online booking system dengan aplikasi atau via website resmi untuk pemesanan hotel, restaurant, dan tiket masuk tujuan wisata, dan melakukan pengembangan sistem pembayaran menggunakan visa atau mastercard dan Paypall.
2. Intellectual, nama perusahaan PT Talito Berkah Abadi dengan merk dagang Talito Tour and Travel. Peningkatan kompetensi dan keterampilan semua karyawan Talito agar siap menjadi Tour Leader di semua perjalanan/kegiatan yang diadakan, baik untuk keberangkatan domestik maupun mancanegara.
3. Human, 5 orang pegawai tetap dan beberapa tour leader dan tour guide yang sifatnya freelance. Melakukan sistem coaching dan mentoring yang bertujuan untuk peningkatan kompetensi SDM.
4. Financial, sistem pembukuan yang cukup baik dan dikelola oleh satu orang staff keuangan dengan menggunakan sistem akuntasni Zahir. Melakukan review kinerja keuangan minguuan dengan manajemen, terutama yang terkait dengan kontrol terhadap posisi sales, COGS, dan SGA, dan dibuat dalam laporan yang sistematis.
distribusi ini berlaku untuk konsumen retail (perorangan) dan group tour (dengan minimum anggota 10 packs/keberangkatan).
2. Indirect (jaluran distribusi melalui perantara), merupakan cara penjualan dengan bantuan wholesale agent (d.h.i. tour and travel agent yang volume yang lebih besar). Jaluran distribusi ini berlaku untuk konsumen korporasi (instansi atau perusahaan).
Ditambahkan:
Jalur pemesanan indirect melalui website khusus Talito Tour and Travel, melalui sistem OTA (Online Travel Agent). Merupakan rencana kerja perusahaan jangka panjang.
sehingga muncul potensi melakukan repeated order.
Cost Structure
Termasuk ke dalam cost structure value driven, dimana perusahaan yang tidak terlalu mementingkan biaya yang akan muncul dalam mendesain sebuah bisnis model, dan lebih fokus terhadap penciptaan nilai. Yang terbagi atas:
1. COGS (fixed costs)
Dengan ketentuan nilai maksimum adalah 80% terhadap Sales. 2. SGA (variable costs)
Dengan ketentuan nilai maksimu adalah 13% terhadap Sales. 3. Biaya Lainnya (dapat disebut sebagai Extraordinary Items)
Dengan ketentuan nilai sekitar 1,5-2% terhadap Sales.
Ketentuan tersebut dijalankan berdasarkan penerapan SIA (Sistem Informasi Akuntansi) yang dijalankan dan berada dalam tanggung jawab semua pihak, d.h.i. bagian marketing, bagian operasional, dan bagian akunting.
Revenue Stream
Termasuk ke dalam transaction revenues, dimana transaksi yang diperoleh dari sekali pembayaran dari pelanggan dengan sistem pendapatan usage fee yang artinya pendapatan didapatkan dari berapa banyak pelanggan yang menggunakan produk atau jasa yang ditawarkan oleh perusahaan. Yang terbagi atas:
1. Pendapatan utama yang berasal dari penjualan tiket, paket perjalanan wisata (tour), dan booking hotel ataupun hotel voucher.
2. Pendapatan tambahan/lainnya yang berasal dari pendapatan bunga bank dan selisih pendapatan yang diakumulasi dari bulan sebelumnya.
Ditambahkan:
Demi menjaga stabilitas pendapatan usaha di setiap bulannya, maka perusahaan harus melakukan hal-hal sbb.: - Melakukan review secara berkala terhadap 5 komponen penting yang dapat berdampak terhadap peningkatan
volume penjualan, yaitu harga jual, produk, biaya promosi, saluran distribusi, dan mutu. - Melakukan benchmarking dengan kompetitor sejenis.
147
5.2. Saran
Terhadap hasil dari modifikasi Nine Building Blocks Talito Tour and Travel, berikut adalah hal-hal yang dapat dilakukan oleh manajemen bersama-sama dengan seluruh karyawan: 1. Buat rencana (timeline) perubahan yang akan dilakukan, sebaiknya dipisahkan berdasarkan
dua jenis yaitu perubahan yang dilakukan dalam jangka pendek dan yang akan dilakukan dalam jangka panjang.
2. Tunjuk masing-masing key person (PIC) dalam setiap perubahan, misalnya:
Perubahan yang berada dalam pelaksanaan dan pengawasan Bagian Marketing dan staff adalah yang terkait dengan variabel-variabel Nine Building Blocks sebagai berikut: a) Key Activities
b) Customer Relationships c) Customer Segments
Perubahan yang berada dalam pelaksanaan dan pengawasan Bagian Operasional dan staff adalah yang terkait dengan variabel-variabel Nine Building Blocks sebagai berikut: a) Key Partnership
b) Key Resources c) Channel
Perubahan yang berada dalam pelaksanaan dan pengawasan Bagian Akunting dan staff adalah yang terkait dengan variabel-variabel Nine Building Blocks sebagai berikut: a) Cost Structure
148
3. Lakukan review terhadap efektifitas perubahan model bisnis, sebaiknya dibuat review bulanan di masing-masing bagian dan review per tiga bulanan untuk keseluruhan perusahaan.