39
METODE PENELITIAN
A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian
Penelitian ini mengambil lokasi disalah satu sekolah luar biasa khusus tunalaras di surakarta. Penelitian akan dilakukan di SLB-E Bhina Putera Surakarta yang beralamat di Jl. Bibis Baru No. 3 Cengklik Surakarta.
2. Waktu Penelitian
Penelitian akan dilaksanakan pada bulan Januari 2016 sampai Mei 2016. Tahap persiapan yang meliputi pengajuan judul dan penyusunan proposal dilaksanakan pada bulan Desember 2015 sampai awal Februari 2016. Proses perizinan menyusun skripsi dan penelitian dilaksanakan pada pertengahan bulan Februari 2016. Kegiatan penyusunan instrumen dan uji validitas instrumen dilaksanakan pada pertengahan bulan Februari 2016 sampai awal Maret 2016. Pada akhir bulan Februari 2016 dilaksanakan proses perizinan penelitian di SLB-E Bhina Putera Surakarta. Pada bulan maret 2016 sampai April 2016 juga dilaksanakan penyusunan skripsi bab I, II, dan III. Proses pengambilan data dan pemberian perlakuan dilaksanakan pada pertengahan bulan Maret 2016 sampai awal bulan April 2016. Proses pengolahan data, analisis data, serta penyusunan skripsi bab IV dan V akan dilaksanakan pada pertengahan bulan April 2016 sampai bulan Mei 2016
B. Desain Penelitian
Sebelum memulai sebuah penelitian harus ditentukan terlebih dahulu desain atau rancangan penelitian yang akan digunakan. Menurut Setyosari (2013:175), “Rancangan atau desain penelitian adalah rencana dan struktur penelitian yang disusun sedemikian rupa, sehingga kita dapat memperoleh jawaban atas permasalahan-permasalahan penelitian.” Pada penelitian ini peneliti
menggunakan metode eksperimen. Menurut Sanjaya (2013:37), “Eksperimen adalah metode penelitian yang bertujuan untuk menjelaskan dan meramalkan yang akan terjadi pada suatu variabel manakala diberikan suatu perlakuan tertentu pada variabel lainnya.”
Setelah menentukan metode penelitian yang digunakan, peneliti selanjutnya memilih model desain penelitian yang tepat untuk menguji hipotesis yang ada. Hal ini karena suatu eksperimen terandalkan apabila menggunakan desain yang tepat, bukan desain yang rumit dan canggih (Sudjana dan Ibrahim, 2010:31). Oleh karena itu peneliti memutuskan untuk menggunakan desain penelitian One Group Pre Test-Post Test Design. Menurut Gall, Gall & Borg (2003) dalam Setyosari (2013:182), rancangan penelitian One Group Pre Test-Post Test meliputi tiga langkah, yaitu : (1) pelaksanaan prates untuk mengukur variabel terikat, (2) pelaksanaan perlakuan atau eksperimen, (3) pelaksanaan pascates untuk mengukur hasil atau dampak terhadap variabel terikat. Desain penelitian One Group Pre Test-Post Test dapat digambarkan sebagai berikut:
Keterangan :
O1 : Tes yang dilakukan sebelum diberikan perlakuan (Pretest) O2 : Tes yang dilakukan setelah diberikan perlakuan (Posttest) X : Perlakuan
Dalam penelitian yang berjudul pengaruh penggunaan metode belajar outdoor study terhadap peningkatan prestasi belajar IPS materi kegiatan ekonomi pada anak tunalaras kelas 4 di SLB-E Bhina Putera Surakarta tahun ajaran 2015/2016 ini mengandung variabel, antara lain yaitu :
1. Variabel Bebas (X)
Menurut Suryana (2010:34), “Variabel bebas (independent variable) atau disebut juga antecedent variable, adalah variable penjelas, variable predictor/variable penentu/variable penduga.” Variabel bebas dalam penelitian ini adalah metode belajar outdoor study.
2. Variabel Terikat (Y)
Menurut Suryana (2010:35), “Variable terikat (dependent variable), adalah variabel konsekuensi atau akibat.” Variabel terikat dalam penelitian ini adalah prestasi belajar IPS materi kegiatan ekonomi.
C. Populasi dan Sampel 1. Populasi
Komaruddin dalam Mardalis (2014:53) menyatakan bahwa, “Populasi adalah semua individu yang menjadi sumber pengambilan sampel.” Sedangkan menurut Soenarto dalam Purwanto (2008:241), “Populasi adalah suatu kelompok manusia, rumah, binatang, dan sebagainya yang paling sedikit mempunyai ciri atau karakteristik tertentu.”
Berdasarkan pendapat para ahli tersebut, dapat disimpulkan bahwa populasi adalah suatu individu atau objek yang menjadi sumber pengambilan sampel yang semuanya memiliki ciri atau karakteristik yang sama. Dalam penelitian ini peneliti tidak menggunakan populasi, melainkan menggunakan subjek penelitian anak tunalaras kelas 4 di SLB E Bhina Putera Surakarta yang berjumlah 5 orang.
2. Sampel
Soenarto dalam Purwanto (2008:242) berpendapat bahwa, “Sampel adalah suatu bagian yang dipilih dengan cara tertentu untuk mewakili keseluruhan kelompok populasi.”
Sedangkan Mahmud (2011:155) berpendapat, “Sample adalah contoh yang dianggap mewakili populasi, atau cermin dari keseluruhan objek yang diteliti.”
Berdasarkan beberapa pendapat ahli tersebut, dapat disimpulkan bahwa sampel adalah bagian yang dianggap mewakili populasi yang dipilih dengan cara tertentu. Dalam penelitian ini peneliti tidak menggunakan sampel, melainkan menggunakan subjek penelitian anak tunalaras kelas 4 di SLB E Bhina Putera Surakarta yang berjumlah 5 orang.
D. Teknik Pengambilan Sampel
Sukmadinata (2006 : 252) mengemukakan bahwa “ pengambilan sampel merupakan suatu proses pemilihan dan penentuan jenis sampel dan perhitungan besarnya sampel akan menjadi subjek atau objek penelitian”.
Dalam penelitian ini tidak menggunakan populasi dan sampel, melainkan menggunakan subjek penelitian yang telah ditentukan, sehingga peneliti tidak menggunakan teknik pengambilan sampel.
E. Teknik Pengumpulan Data
Untuk melakukan sebuah penelitian yang dapat bermanfaat bagi orang banyak maka dibutuhkan data yang dapat dipertanggungjawabkan. Menurut Soeratno dan Arsyad (2003:72-73) dalam Widoyoko (2012:17), “Data adalah semua hasil observasi atau pengukuran yang telah dicatat untuk suatu keperluan tertentu.” Dalam penelitian ini teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik tes. Menurut Sudjana dan Ibrahim (2010:100), “Tes adalah alat ukur yang diberikan kepada individu untuk mendapatkan jawaban-jawaban yang diharapkan baik secara tertulis atau secara lisan atau secara perbuatan.” Terdapat dua jenis tes, yaitu:
1. Tes Prestasi Belajar
Tes prestasi belajar mengukur penguasaan atau abilitas tertentu sebagai hasil dari proses belajar.
Tes kecerdasan atau intelegensi mengukur kemampuan atau potensi individu secara umum.tes kecerdasan biasanya mengukur beberapa kemampuan dasar seperti kemampuan numerical, verbal tilikan ruang, dan lain-lain.
Sedangkan menurut Suharsimi Arikunto (1998:139-140) dalam Mahmud (2011:185), “Tes adalah rangkaian pertanyaan atau alat lain yang digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan, intelegensi, kemampuan, atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok.” Ditinjau dari sasaran atau objek yang akan dievaluasi, ada beberapa macam tes dan alat ukur lain, yaitu sebagai berikut. 1. Tes kepribadian atau personality test, yaitu tes yang digunakan untuk
mengungkap kepribadian seseorang.
2. Tes bakat atau aptitude test, yaitu tes yang digunakan untuk mengukur atau mengetahui bakat seseorang.
3. Tes intelegensi atau intelligence test, yaitu tes yang digunakan untuk mengadakan estimasi atau perkiraan terhadap tingkat intelektual seseorang dengan cara memberikan berbagai tugas kepada orang yang akan diukur intelegensinya.
4. Tes sikap atau attitude test, yang sering juga disebut dengan istilah skala sikap, yaitu alat yang digunakan untuk mengadakan pengukuran terhadap berbagai sikap seseorang.
5. Teknik proyeksi atau projective test, istilah projective technique ini mulai dipopulerkan oleh L.K. Frank tahun 1939 di dalam bukunya Projective Methods for the Study of Personality.
6. Tes minat atau measures of interest, yaitu alat untuk menggali minat seseorang terhadap sesuatu.
7. Tes prestasi atau achievement test, yaitu tes yang digunakan untuk mengukur pencapaian seseorang setelah mempelajari sesuatu.
Berdasarkan hal tersebut, maka tes yang cocok untuk mengukur prestasi belajar IPS materi kegiatan ekonomi pada anak tunalaras di SLB-E Bhina Putera
Surakarta adalah dengan tes prestasi belajar. Adapun kisi-kisi instrumen tes prestasi belajar yang akan digunakan dalam penelitian ini yaitu sebagai berikut :
Satuan Pendidikan : SLB-E Bhina Putera Surakarta Kelas / Semester : IV / 2 (Genap)
Mata Pelajaran : IPS
Standar Kompetensi : 2. Mengenal sumber daya alam, kegiatan ekonomi, dan kemajuan teknologi di lingkungan kabupaten/kota dan provinsi
Kompetensi Dasar : 2.1 Mengidentifikasi aktivitas ekonomi yang terkait dengan pemanfaatan alam dan potensi kekhasan daerah
Bentuk Soal : Pilihan ganda dan Isian Jumlah Soal : 20
Kompetensi Dasar Indikator Nomor Soal Jumlah
Soal
2.1 Mengidentifikasi aktivitas ekonomi yang terkait dengan pemanfaatan alam dan potensi kekhasan daerah
2.1.1 Menyebutkan dan menjelaskan pengertian aktivitas ekonomi dan bentuk-bentuk aktivitas ekonomi beserta contohnya
1,2,3,4,5,6,1
6 7
2.1.2 Menyebutkan dan menjelaskan pengertian dan jenis sumber daya alam dan aktivitas ekonomi yang memanfaatkan sumber daya alam beserta contohnya
7,8,9,10,11,
17 6
menjelaskan pengertian dan jenis sumber daya manusia serta aktivitas ekonomi yang memanfaatkan potensi kekhasan daerah
18,19,20
Total 20
Sistem penilaian yang digunakan dalam instrumen tes prestasi belajar dalam penelitian ini sebagai barikut :
F. Teknik Uji Validitas Dan Reliabilitas Instrument
Untuk mengetahui kesiapan intrumen penelitian yang akan digunakan sebagai alat ukur penilaian serta alat untuk mengumpulkan data, maka diperlukan validasi untuk melihat validitas instrumen yang akan digunakan. Menurut Mahmud (2011:167), validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat kesahihan suatu instrumen. Instrumen dikatakan sahih atau apabila memiliki validitas tinggi, demikian pula sebaliknya. Suatu instrumen dikatakan sahih apabila mampu mengukur apa yang diinginkan atau mengungkap data dari variabel yang diteliti secara tepat. Kerlinger (1986) dalam Arifin (2012:245) menjelaskan bahwa validitas instrumen tidak cukup ditentukan oleh derajat ketepatan instrumen untuk mengukur apa yang seharusnya diukur, tetapi perlu juga dilihat dari tiga criteria yang lain, yaitu appropriatness, meaningfulness, dan usefulness. Appropriatness menunjukkan seberapa jauh instrumen dapat menjangkau keragaman aspek perilaku peserta didik. Meaningfulness menunjukkan kemampuan instrumen dalam memberikan keseimbangan soal-soal pengukurannya berdasar tingkat kepentingan dari setiap fenomena. Usefulness
menunjukkan sensitif tidaknya instrumen dalam menangkap fenomena perilaku dan tingkat ketelitian yang ditunjukkan dalam membuat kesimpulan.
Untuk mengukur tingkat validitas instrumen penelitian ini digunakan validitas isi atau conten validity. Validitas isi digunakan untuk mengukur sejauh mana item-item dalam tes mencakup keseluruhan materi yang akan diukur, yang telah disesuaikan oleh kurikulum. Menurut Sudaryono, Margono, dan Rahayu (2013:105), “Validitas isi adalah validitas yang dilihat dari segi isi tes itu sendiri sebagai alat pengukur hasil belajar yaitu : sejauh mana tes hasil belajar sebagai alat pengukur hasil belajar peserta didik, isinya telah dapat mewakili secara representatif terhadap keseluruhan materi atau bahan pelajaran yang seharusnya diteskan.” Berdasarkan kisi-kisi yang telah dibuat, instrumen telah diuji oleh ahli atau validator, berikut ahli atau validator dalam penelitian ini :
Tabel 3.1 Identitas Validator
No Nama Pekerjaan
1 Erma Kumala Sari, S.Psi., M.Psi., Psikolog. NIP. 198411302012122002
Dosen Prodi Pendidikan Luar Biasa 2 Mahardika Supratiwi, S.Psi, MA.
NIP. 198708172015042002
Dosen Prodi Pendidikan Luar Biasa 3 Dra. Siti Istiyati, M.Pd
NIP. 196108191986032001
Dosen Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Berikut laporan hasil validasi yang telah dilakukan oleh para ahli atau validator :
1. Biodata validator I
Nama : Erma Kumala Sari, S.Psi., M.Psi., Psikolog. Pekerjaan : Dosen Prodi Pendidikan Luar Biasa
Tempat : Ruang dosen prodi pendidikan luar biasa Waktu : Surakarta, 3 Maret 2016
Hasil validasi : Dapat digunakan tanpa revisi
Saran : Perhatikan tata cara penulisan soal dan kunci jawaban, serta cara penilaian tes. Soal dan pilihan jawaban sebaiknya berada pada halaman yang sama.
2. Biodata validator II
Nama : Mahardika Supratiwi, S.Psi, MA. Pekerjaan : Dosen Prodi Pendidikan Luar Biasa Ahli : Pengukuran Psikologi
Tempat : Ruang dosen prodi pendidikan luar biasa Waktu : Surakarta, 10 Maret 2016
Hasil validasi : Dapat digunakan tanpa revisi
Saran : Gambar yang digunakan hendaknya diseragamkan, apabila menggunakan animasi dibuat animasi semua, tapi jika gambar manusia (foto kegiatan tertentu) maka harus diseragamkan.
3. Biodata validator III
Nama : Dra. Siti Istiyati, M.Pd
Pekerjaan : Dosen Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Ahli : Penelitian dan Evaluasi Pendidikan
Tempat : Ruang dosen prodi pendidikan guru sekolah dasar Waktu : Surakarta, 15 Maret 2016
Hasil validasi : Dapat digunakan dengan sedikit revisi
Saran : Soal harus jelas (tidak ambigu) namun jawaban tidak boleh terlalu kentara. Sebaiknya soal mengacu pada kejadian di kehidupan nyata daripada materi yang ada di buku.
Lembar validasi terdiri atas kisi-kisi, standar penilaian, soal, dan kunci jawaban dilampirkan pada halaman lampiran. Berdasarkan uji validasi yang telah dilakukan oleh para ahli atau validator, dapat dinyatakan bahwa instrumen tes prestasi belajar ips materi kegiatan ekonomi yang digunakan dalam penelitian ini telah valid dan layak untuk digunakan sebagai instumen penelitian.
G. Teknik Analisis Data
Data yang diperoleh melalui pre test dan post test kemudian diolah dan dianalisa untuk menjawab hipotesis yang ada. Pada penelitian ini menggunakan teknik non-parametrik yaitu teknik analisis tes rangking bertanda wilcoxon (Wilcoxon Sign Rank Test) yang dibantu dengan program SPSS 23. Teknik ini dipilih karena sesuai dengan metode penelitian serta data yang diperoleh dalam penelitian ini. Dimana pada penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain One Group Pretest-Posttest Design, yaitu subjek yang diberikan perlakuan dalam jangka waktu tertentu, kemudian pengaruhnya diukur sebelum dan sesudah perlakuan tersebut diberikan.
Adapun langkah-langkah yang harus dilakukan dalam Wilcoxon Sign Rank Test adalah sebagai berikut:
1) Merumuskan Hipotesis Uji dua ujung
Ho : Penggunaan metode belajar outdoor study tidak berpengaruh dalam meningkatkan prestasi belajar IPS materi kegiatan ekonomi pada anak tunalaras kelas 4 di SLB-E Bhina Putera Surakarta tahun ajaran 2015/2016. Ha : Penggunaan metode belajar outdoor study berpengaruh dalam meningkatkan prestasi belajar IPS materi kegiatan ekonomi pada anak tunalaras kelas 4 di SLB-E Bhina Putera Surakarta tahun ajaran 2015/2016. 2) Pemilihan taraf signifikan (α)
Taraf signifikannya (α) adalah 5% 3) Penentuan uji statistik
Statistik uji yang digunakan adalah Wilcoxon Sign Rank Test dengan program SPSS 23.
4) Keputusan uji
Keputusan uji dalam penelitian ini adalah:
a) Ha ditolak apabila nilai Z yang diperoleh P > 0,05. Dengan demikian hipotesis dalam penelitian ini berbunyi : Penggunaan metode belajar outdoor study tidak berpengaruh dalam meningkatkan prestasi belajar IPS materi kegiatan ekonomi pada anak tunalaras kelas 4 di SLB-E Bhina Putera Surakarta tahun ajaran 2015/2016 sehingga Ha ditolak dan tidak teruji dan tidak ada perbedaan yang signifikan.
b) Ha diterima apabila nilai Z yang diperoleh P < 0,05. Dengan demikian hipotesis dalam penelitian ini berbunyi : Penggunaan metode belajar outdoor study berpengaruh dalam meningkatkan prestasi belajar IPS materi kegiatan ekonomi pada anak tunalaras kelas 4 di SLB-E Bhina Putera Surakarta tahun ajaran 2015/2016 sehingga Ha diterima dan teruji dan terdapat perbedaan yang signifikan.
H. PROSEDUR PENELITIAN
Prosedur penelitian merupakan langkah-langkah yang dilakukan oleh peneliti selama penelitian guna mencapai tujuan penelitian. Adapun prosedur penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Tahap Persiapan
a. Melakukan identifikasi masalah dan pengkajian literatur b. Menentukan subjek penelitian
c. Menyusun proposal penelitian
d. Mengurus perijinan penelitian di SLB-E Bhina Putera Surakarta e. Menyusun instrumen penelitian
2. Tahap Pelaksanaan
a. Memberikan materi pembelajaran dengan menggunakan metode belajar dalam kelas
b. Melakukan pretest untuk melihat sejauh mana pemahaman dan kemampuan anak setelah menerima materi pembelajaran
c. Memberikan perlakuan atau treatment berupa penggunaan metode belajar outdoor study dengan membawa anak ke luar kelas untuk menjelaskan materi pembelajaran sesuai dengan contoh asli yang ada di dunia nyata.
d. Melakukan posttest untuk melihat perbedaan pemahaman dan kemampuan anak setelah diberikan perlakuan atau treatment.
3. Tahap Analisis Data dan Pelaporan
a. Setelah memperoleh data dari pretest dan posttest, kemudian dilakukan analisis data untuk mengetahui efektivitas treatment atau perlakuan yang diberikan kepada anak.
b. Setelah mengetahui hasil analisis data, peneliti membuat kesimpulan mengenai penelitian yang telah dilakukan
Gambar 3.1 Prosedur Penelitian
Tahap persiapan Melakukan identifikasi masalah dan pengkajian literatur
Menentukan subjek penelitian Menyusun proposal penelitian
Mengurus perijinan penelitian Menyusun instrumen penelitian
Melakukan validasi instrumen penelitian
Pemberian materi pembelajaran Pretest
Pemberian treatment Posttest
Analisis data Penarikan kesimpulan
Penyusunan laporan Tahap pelaksanaan
Tahap analisis dan pelaporan