• Tidak ada hasil yang ditemukan

LEMBARAN DAERAH DJAWA-TENGAH

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "LEMBARAN DAERAH DJAWA-TENGAH"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

DJAWA-TENGAH

Seri

A

1963

Nr 1

DEWAN PERWAKILAN RAKJAT DAERAH GOTONG

ROJONG DAERAH TINGKAT KE-I DJAWA-TENGAH

menetapkanperaturan-daerahsebagai berikut :■

PERATURAN-DAERAH Daerahtingkat ke-I Djawa-Tengah tentang penjerahan sebagian dari tugasnja dalam lapangan Perikanan Darat kepada Daerah tingkat ke-II.

L PENDJELASAN KATA-KATA.

Pasal 1

Jang dimaksudkan dalam peraturan-daerahini dengan: a. Daerah tingkat ke-I ialah:Daerah tingkat ke-IDjawa-Tengah; b. Daerah tingkat ke-II termasuk Kotapradja-kotapradja, dalam wilajah

Daerah tingkatke-IDjawa-Tengah.

II. TENTANG TUGAS-TUGAS JANG DISERAHKAN

UNTUK MEMADJUKAN PERIKANAN DARAT.

Pasal 2.

(1) Daerah tingkat ke-II/Kotapradja diserahi mengurus dan men­ gembangkan hal perikanan darat didalam lingkungan daerahnjamasing- masingmenurut petundjuk-petundjuk tehnis jang ditetapkan oleh Daerah tingkat ke-I c.q. Dinas Perikanan Darat Daerah tingkat ke-I.

(2) Peraturan-peraturan jangditetapkanoleh Daerah tingkat ke-II / Kotapradja tentang urusan perikanan darat didalam daerahnja untuk berlaku, harus mendapat persetudjuan KepalaDaerah Daerahtingkatke-T

(3) Daerah tingkat ke-II / Kotapradja didalam lingkungan 259

(2)

daerahnja, membantu Daerahtingkat ke-I dalam mengumpulkan keteran­ gan- keterangan dan angka-angka untuk kepentinganperikanan daratdalam membuat laporantentang keadaan perikanandarat dalam membuat laporan tentang keadafan perikanan darat didalamwilajah Djawa-Tengah.

III. TENTANG BENIH IKAN, BAHAN-BAHAN DAN

ALAT PERIKANAN DARAT

Pasal 3.

Daerah,tingkat ke-H / Kotapradja mengatur dan menguruspersediaan dan peredaranbenih ikan didalam lingkungan daerahnja.

Pasal 4.

Daerahtingkat ke-II / Kotapraja dapat memesan/ mendatangkandan menjediakan bahan-bahan dan alat-alat untuk kepentingan perikanan darat dalam lingkungan -daerahnjadari persediaan Negaradengan perantaraan Kepala Daerah Daerahtingkat ke-I

IV. TENTANG MENJELENGGARAKAN OBJEK PER­

IKANAN DIPERAIRAN UMUM DAN MENG­

ATUR PENANGKAPAN IKAN.

Pasal 5.

Daerahtingkatke-II / Kotapradja mengatur objek-objek perikanan diperairan umum, memperiindungi serta mengusahakan hasil ikannja sebesar-besarnja guna kepentingan kemakmuranrakjat didalamlingkungan daerahnja.

Pasal 6.

Daerah tingkat ke-II / Kotapradjamengadakanperaturan-peraturan guna mengatur penangkapan ikan diperairan umum sebaik-baiknja dan seefficient-efficientnja.

V.. TENTANG PENERANGAN, PROPAGANDA DAN

DEMONSTRASI. Pasal 7.

Untuk kepentingan kemadjuan dan perbaikan mutuperikanandarat 260

(3)

didalam lingkungan daerahnja, Daerah tingkat ke-II / Kotapradja men­ gadakan penerangan, propaganda, demonstrasi dan lain-lain usaha jang tidak termasuk urusan Daerah tingkat ke-I.

VI. TENTANG PMBERANTASAN DAN PENTJEGAHAN

PENJAKIT DAN GANGGUAN IKAN.

Pasal 8;

Daerahtingkat ke-II /Kotapradja didalamlingkungan daerahnja mem­ bantuDaerah tingkatke-I dalam melaksanakan urusan pemberantasan dan pentjegahanpenjakit dan gangguanikan.

Pasal 9.

Daerah tingkat ke-I memberi obat-obatan dan lain-lain sebagainja untukkeperluanpemberantasan dan pentjegahanpenjakit dan gangguan ikan, jang dapat dipesannja dari pefsediaan Negara dengan perantaraan MenteriPertanian.

VII. TENTANG MENGADAKAN KURSUS-KADER

PERIKANAN. Pasal 10.

Daerah tingkat ke-II / Kotapradja dapat mengadakan kursus-kursus dalam tingkatanrendah (kadervorming) dalam lingkungan daerahnja untuk kepentingan urusan perikanan daerah.

VIII. TENTANG OBJEK-OBJEK BANGUNAN-BANGU­

NAN , TANAH-TANAH, ALAT-ALAT

DAN HUTANG-PIUTANG.

Pasal 11.

(1) KepadaDaerah tingkat ke-II / Kotapradja diserahkan untuk diurus dan dipelihara semua objek-objekperikanan darat milik dinas (Balai- balai Benih Ikan,Tambak-tambak dsb.) ketjuali objek-objek jang mempun-jaisifatpertjobaan danobjek-objek jang fungsinja meliputi beberapa daerah tingkat ke-II / Kotapradja.

(2) Kepada Daerah tingkat ke-II / Kotapradja diserahkan untuk

y 261

(4)

diurus dan dipelihara semua bangunan-bangunan dan tanah-tanah guna menjelenggarakan kewadjiban daerah itu dalam urusanperikanan darat.

(3) Kepala Daerah tingkat ke-II / Kotapradja diserahkan untuk mendjadimiliknjasemua alat-alat danperkakas-perkakas jang dipakai guna kepentinganurusan-urusan perikanan darat.

(4) Hutang-piutang jang bersangkutan dengan urusan-urusan perikanan daratjangdiserahkan,jang ada pada waktu penjerahan, mendjadi tanggungan Daerah tingkat ke-II / Kotapradjajangbersangkutan.

IX. TENTANG PERTJOBAAN.

Pasal 12.

Segala pertjobaan-pertjobaan dalam lapangantehnis perikanan darat adalahsemata-mata urusanDaerah tingkatke-I.

Pasal 13.

Daerah tingkat ke-II / Kotapradja dapat diserahi melaksanakan pertjobaan-pertjobaan dalam lapangan perikanan darat jang dipandang perlu,menurut petundjuk-petundjuk jang ditetapkan oleh Daerah tingkat ke-I.

Pasal 14.

Djika dipandang perluoleh Daerah tingkat ke-I Daerahtingkat ke- II / Kotapradja memberi bantuannja dalam segala pertjobaan jang dilak­ sanakan oleh Daerah tingkat ke-I.

Pasal 15.

Belandja untuk membiajai usaha-usaha dan tindakan-tindakan jang chusus berkenaandenganketentuan-ketentuan dalam pasal 13 dan pasal 14 ditanggungolehDaerahtingkat ke-I. •

X. TENTANG RAPAT-RAPAT DAN PANGGILAN DINAS

OLEH DAERAH TINGKAT KE-I.

(1) Daerah tingkat ke-II/Kotapradja mengusahakan supaja Kepala Dinas Perikanan Darat Daerah tingkat ke-II memenuhi panggilan- panggilandari Daerah tingkat ke-I, untuk mengadakan pembitjaraan-pem-262

(5)

bitjaraanbersama tentang urusan-urusan tehnisdalam lapangan perikanan darat.

(2) Biaja untukmemenuhi panggilan-panggilan itu ditanggung oleh Daerahtingkat ke-I.

XI. TENTANG PEGAWAI.

Pasal 17.

(1) Untuk menjelenggarakan tugas dalam urusan-urusan perikanan darat jang diserahkan,dengan keputusan Kepala Daerah Daerahtingkat ke-I kepada Daerah tingkat ke-II / Kotapradja:

a. diserahkan pegawai-pegawai Daerah tingkat ke-I untuk diangkat mendjadi pegawai Daerah tingkat ke-II/ Kotapradja ;

b. diperbantukanpegawai-pegawai Daerahtingkat ke-I untuk diperban­ tukan kepada Daerah tingkat ke-II / Kotapradja ;

c. diperbantukan pegawai-pegawai Negara jang dipekerdjakan kepada Daerah tingkat ke-I, untuk diperbantukan kepada Daerah tingkat ke-II / Kotapradja.

(2) Penempatan dan pemindahan pegawai-pegawaijang diperban­ tukan kepada Daerah tingkat ke-II/ Kotapradja didalam lingkungan Daerah tingkat ke-II / Kotapradja diselenggarakan oleh Kepala Daerah Daerah tingkat ke-II / Kotapradja jang bersangkutan dengan memberitahukan kepada Menteri Pertanian dan Kepala Daerah Daerah tingkat ke-I.

(3) Pemindahan pegawai Negara,termaksud pada ajat (1)sub cdan pegawai daerah tingkat ke-I termaksud padaajat(1)sub b dari suatu Daerah tingkat ke-II / Kotapradjakelain Daerah tingkat ke- II / Kotapradja, di­ selenggarakan oleh KepalaDaerahDaerah tingkat ke-I.

(4) Penetapandan kenaikan pangkat dan gadji daripegawai Daerah tingkat ke-I jang diperbantukan menurutajat (1)subb, diselenggarakan oleh Kepala Daerah Daerah tingkat ke-Idengan memperhatikanpertimbangan- pertimbanganKepala Daerah Daerah tingkat ke-II /Kotapradja jang ber­ sangkutan.

XII. TENTANG KEUANGAN.

Pasal 18.

Untuk menjelenggarakan urusan perikanan darat dalam daerah 263

(6)

tingkat ke-II/ Kotapradja kepada daerah-daerah tersebut akan diserahkan uang sedjumlah jangakan ditetapkan dalam ketetapanDaerah tingkat ke-I.

XIII. PENUTUP.

Pasal 19.

Peraturan-daerahini dapat disebut “Peraturan penjerahan sebagian dari tugas urusan Perikanan Darat kepada Daerah tingkat ke-II” dan mulai berlaku pada hari pertama sesudah tanggal pengundangannja dalam Lem­ baran Daerah Djawa-Tengah.

Semarang,19 Djuli 1961.

Dewan Perwakilan Rakjat Daerah Gotong Rojong Daerahtingkat ke-I Djawa-Tengah:

Ketua,

MOCHTAR.

Diundangkan pada tanggal 31Desember 1962.

Kepala Daerah,

MOCHTAR.

Peraturan-daerah ini didjalankan berdasarkanpasal 63 ajat (1) Un­ dang-Undang nr 1 tahun 1957.

Semarang, 31 Desember 1962. Sekretaris Daerah,

M. SOEDUONO.

Telahmendapat persetudjuanPanglima Daerah Militer VII / Diponegoro selaku Penguasa DaruratMiliter Daerah Djawa-Tengah dengan surat-keputusan tanggal30 Nopem- ber 1962 No. KPTS-PDMD / 00225 / 11 /1962.

(7)

FENDJELASAN.

Pendjeiasan Umum.

Peraturan-daerah ini adalahpelaksanaan pasal16 P.P. no. 34 tahun 1951 tentang hai penjerahan urusan-urusan Perikanan Darat kepada daerah otonoombawahan.Azas pe­ njerahanini dalam garis-garis besamja telah ditentukan dalam pasal 4 ajat(2) Undang-undang no. 13, no.16 danno.17 tahun1950 tentang pembentukandaerah-daerah Kabupaten dan Kotapradja.

Maksud utama daripada penjerahan ini ialah guna mengisi danmemperkembangkan otonomi Daerahtingkat ke-II dengan kewenangan- kewenangansebagairealisasi Undang- undangno. 13, no.16 dan no. 17 tahun1950. Adapun pelaksanaan penjerahannja akan dilakukan dalam bentukjangselengkap-lengkapnja, artinjapenjerahan itu tidak sadja akan disertai dengan penjerahanobjek-objekperikanandarat,alat-alat dan sebagainjasadja, tetapi djuga dengan penjerahan pegawai jang dibutuhkan, pulakeuangarinja. Satu dan lain mengenai masalah kepegawaiandankeuanganini masih perlu diadakan perundingan dengan Pemerin­ tah Pusat.

Kemungkinan-kemungkinan tidak dapat lantjamja djalannja pelaksanaan tugas-tugas itu oleh Daerah tingkatke-II setelah diserahkan kepadanja, tidakperludichawatirkan, oleh karenaDaerah tingkat ke-I setelah penjerahan, masihtetap mengadakan koordinasi dan pengawasan terhadap DaerahDaerah tingkat ke-II dalam menjelenggarakan urusan-urusan jang diserahkan itu.

Pelaksanaan penjerahan kepada Daerah tingkatke-IIini nanti sedapatmungkin akan dilakukan setjara integral.

Pendjeiasan pasal demipasal

Pasal 1:

tjukup djelas. Pasal 2:

Urusan-urusan jang termasuk urusan rumah-tangga Daerah tingkat ke-I diserahkan kepadadaerah-daerahotonoombawahan.

Agar tugas jangdiserahkan tersebut dapatdidjalankan dengan sebaik-baiknja,maka Daerah tingkat ke-II / Kotapradjamemperhatikanpetundjuk-petundjuk dariDaerah tingkat ke-I.

Mengingat,bahwaDaerah tingkatke-I mempunjaitenaga-tenaga ahli perikanan darat jangdulu memimpin Dinas-dinas Perikanan Darat Daerah Karesidenan, makakepadanja

(8)

dapat diserahi tugas untuk mengamat-amati djalannjapenjuluhan perikanan daratdi Daerah Daerah otonoombawahan jang bersangkutan.

Untuk mendapatkanichtisar tentang perikanan darat seluruh Djawa- Tengah, Daerah Swatantra tingkat ke-I memerlukan laporan-laporan, keterangan-keterangan dan angka- angka tentang perikanan daratdari daerah-daerahotonoom bawahan.

Pasal 3, 4,5, 6,7,8,9,10 :

Dalamusahanjauntuk memadjukan perikanandarat, Daerah tingkat ke-I / Kotapradja dapat mendirikanBalai-balai ikan, jang hasilnja dapatdidjualkepada rakjat gunamengisi kolam-kolam atau sawah.

Untuk keperluan memadjukanpenangkapan ikan, daerah dapat memesan/ men­ datangkan bahan-bahan alat-alat perikanandari luar daerah danluarnegeri. Pembeliannja diatur setjara sentral olehDepartemen Pertanian. Pemesanan dilakukan oleh Daerah tingkat ke- II via Daerah tingkat ke-I. Pendjualan kepada paranelajan dapat setjara kredit atau tunai. Perairan umumseperti rawa-rawa, waduk-waduk, danau,sungi-sungaidan lain-lain dapatdidjadikanobjek perikanan daratdengan djalan mengadakan penebaran benih-benih setjara systematis danplanmatig.

Kelak Daerah tingkat ke-II dapat mengatur penangkapan ikan dalam perairanumum dengan peraturan-peraturan misalnja mengenai-alat- alat penangkapan jang harus dipakai, punpenangkap-penangkapnja dapat dikenakanretribiasi. ' ■

Penerangan,propaganda dandemonstrasi untuk usaha-usaha memadjukanperikanan darat padahakekatnja adalah kewadjiban daerah tingkatke-II, tetapi bilamana perlu kepada Daerah tingkatke-I harusdiberikesempatanpula untuk menjelenggarakanusaha-usaha itu gunakepentingan perikanan darat seluruh Djawa-Tengah pada umumnja.

Mengenai pemberantasan hama dan penjakit ikan jang memerlukankeahlianitumasih disediakan ahli-ahlinja dan Balai-balai Pengetahuan oleh Departemen Pertanian, jang selalu siap membantudaerah atas permintaan.

Maksudmengadakan kursuskader perikanan daratialahuntuk melatihpemuda desa mendjadi peminatperikanandarat jangpandai, sehingga dapat memadjukanusahanja dalam lapanganperikanandaratdandapatmemberi tjontoh didesanja masing-masing.

Pasal 11:

Didalam penjerahan objekperikanan daratkepadaDaerah tingkat ke-IIhendaknja diingat akan tudjuan dan fungsi dariobjek itu jang menjangkut kepentingan beberapa darah.

Olehkarena itu objek-objek ini masih tetapakan diurus olehDaerah tingkat ke-I guna kepentingan perikanandaratseluruhDjawa-Tengah.

266

(9)

Penjerahan suatu tugasdari suatu instansi kepadainstansi lain dengan sendirinja membawa akibat-akibat dalam urusan keuangan, barang-barang inpentaris, dan hutang-piutang.

Pasal 12,13, dan 15 :

Karena di Daerah tingkat ke-I terdapat ahli-ahlijang dapat mengerdjakannja, maka pertjobaan-pertjobaan jang dimaksudtetap meridjadi urusan Daerah tingkat ke-L

Karenahasilpertjobaan-pertjobaan tersebut dapatdigunakan untuk memadjukan usaha- usaha perikanan darat di semuadaerahotonoom bawahan,maka sudah selajaknja Daerah tingkat ke-II wadjib memberi bantuannja.

Sudahselajaknja tindak-tindakDaerah tingkat ke-I jang dilakukandiluar kehendak daerahotonoombawahan dibiajai oleh daerah tingkatke-I sendiri.

Pasal 16:

Untuk memetjahkan soal-soal jang mengenai tchnik seluruh perikanan darat di Djawa-Tengah, sering diperlukan pertukaran pikiran antara pemimpin-pemimpin perikanan darat. Oleh karena itu Daerah tingkatke-II / Kotapradja supaja memberi kesempatan kepada Pemimpin Perikanan Darat Daerah tingkatke-II untuk menghadiri rapat-rapat jang di­ selenggarakanoleh Daerahtingkat ke-I guna keperluan tersebutdengan biaja-biaja dari Daerahtingkat ke-I.

Pasal17:

Mengenai penjerahan pegawai-pegawai Negara jang sekarang diperbantukan kepada Daerah tingkat ke-I untuk kemudian diangkat mendjadipegawai Daerah tingkat ke-II / Kotapradjatidak diatur dalamperaturan-daerah ini,karenaDaerah Swatantra tingkat ke-I tidak berkompetenuntukmengatumja, Hal ini termasuk bidangPemerintahPusat.

Tentang penetapan dan kenaikan pangkat dan gadjidari pegawai Daerah tingkat ke-I jang diperbantukan kepadaDaerahtingkat ke- II,jangpenjelenggaraannjadilakukan oleh Kepala DaerahDaerah tingkat ke-I dengan memperhatikan pertimbangan-pertimbangan Kepala Daerah Daerah tingkat ke-II (ajat 4),perlu didjelaskan bahwa Kepala Daerahtingkat ke-Idalam hal ini tidak akan bertindak pasif,artinjahanjamenungguusul-usuldari Kepala Daerah tingkat ke-II sadja, tetapi harus aktif, jaitu selalu menanjakan tentang konduits pegawai-pegawaijang bersangkutan apabila sudahdekatatau tibawaktunja bagi mereka untuk dinaikkan gadjinja atau pangkatnja.

(10)

Pasal 18: tjukup djelas. Pasal 19:

tjukup djelas.

Referensi

Dokumen terkait

RRI diharapkan memiliki alat ukur pendengar tidak hanya yang aktif namun juga yang pasif, sehingga dalam proses share program, akan lebih memudahkan RRI

Accident-prone locations to traffic accidents in Gunung Kidul are clustered on Yogyakarta-Wonosari road, Karangmojo-Semin road, Wonosari-Semanu road and Wonosari-Baron road..

Ini misalnya adalah showing interest (menunjukkan ketertarikan) pada kehidupan orang lain, bisa diajak berbicara tentang apa yang penting menurut orang lain,

• Dalam keadaan tanpa rangsang : antara Dalam keadaan tanpa rangsang : antara bagian luar dan dalam sel saraf terdapat perbedaan muatan yang disebut potensial perbedaan muatan

Metode yang di terapkan dalam sistem pendukung keputusan dalam menentukan bantuan jaminan kesehatan masyarakat dapat menggunakan AHP (Analitycal Hierarchy Proses)

Harun Nasution adalah sosok ilmuan muslim yang amat berwibawa dan disegani oleh intelektual muslim baik luar maupun dalam negeri, sekaligus menjadi sumber masalah yang

Pemberian segenap diri kepada Allah dan kepada saudara, yang hari demi hari menimba semangat dari Injil, seperti dilakukan oleh kedua bruder Feliks, itulah motivasi kokoh-kuat