Oleh : dr Annisa Zahra Mufida, SpPD Spesialis Penyakit Dalam
1. Dyspepsia
2. Gastri/s
3. Pep/c Ulcer
4. Irritable Bowel Syndrome (IBS)
5. Hepa//s A
§ Kumpulan gejala “rasa /dak nyaman” pada
Epigastrium. Yakni : rasa nyeri, terbakar, penuh setelah makan, Cepat kenyang, kembung, dan sendawa berlebihan
§ Berlangsung sedikitnya dalam 3 bulan,
dengan awal mula gejala /mbul 6 bulan sebelum diagnosis
Ø E/ologi :
• Dispepsia fungsional (75%)
• Dispepsia organik (Ulkus pep/kum, ca gaster, GERD, dll)
Keluhan dyspepsia sangat /dak spesifik. Klinisi dituntut untuk memper/mbangakn penyebab minor yang lebih mengancam jiwa (kanker lambung, nyeri yang terkait
PJK) dengan pemeriksaan yang tepat.
Quick Review Gastroentrologi Dr. Annisa Zahra M, Sp.PD
Pramoda K, et al.
Defini/oon, Pathogenesis, and Management of That Cursed Dyspepsia Clinical Gastroenterology and Hepatology 2018;16:467-‐479
MOTILITAS HIPERSENSITIVITAS VISERAL PAPARAN ASAM INFEKSI H PYLORI PASKA INFEKSI INTOLERANSI MAKANAN SSP
Delayed gastric emptying/ antral hypomo/lity
Wall disten/on, H+
Stres, anxiety, gangguan /dur, etc
Quick Review Gastroentrologi Dr. Annisa Zahra M, Sp.PD
Keluhan dari UPPER GI Alarm symtoms/ >55 th NSAIDs / Aspirin Dominant HEART BURN Non ivasive HP test
Quick Review Gastroentrologi Dr. Annisa Zahra M, Sp.PD
Endoscopy with biopsy for Helicobacter pylori
Functional
dyspepsia Organic disease: PUD, GERD, cancer Reassurance
Life style changes Treat H.pylori, if present Trial of PPI for 4-8 weeks, especially if heartburn
Consider IBS (altered bowel habits, abdominal pain)
Symptoms persist
Reconsider: is diagnosis correct ? Consider: gastroparesis
Consider: depression, psychosocial issue Trial of antidepressants
Trial of prokinetics
Refractory disabling symptoms: Consider high-dose PPI trial Psychological therapies Hypnotherapy Referral to functional disorder program Treat as indicated If patients has: • Age > 55 years • Alarm features:
• Unexplained weight loss • Bleeding/ anemia
• Dysphagia
• Protracted vomiting
• Change in character of chronic symptoms • Fear of cancer or organic disease
Consider:
• Dietary indiscretion • Medical induced • Cardiac disease
• Condition associate with gastroparesis
• Hepatobilliary disoders • Other systemic disease
If patient has:
Age < 55 years and
No alarm features or
Chronic, mild symptoms or
Prior full evaluation
Clinical evaluation:
Determine reason for presentation History and physical examination
Quick Review Gastroentrologi Dr. Annisa Zahra M, Sp.PD
Dyspepsia in patients < 55 years
Alarm features:
Family history or ethnic risk of GI cancer
Excessive worry
Non-invasive Hp test UBT
Fecal antigen test Serology H.pylori positive: Eradication therapy H.pylori negative: Reassurance Lifestyle changes Symptoms persist:
PPI trial for 4-8 weeks Improvement Stop PPI If symptoms relapse w Intermittent or continuous PPI w Consider EGD No Improvement EGD with biopsy
for H.pylori
Functional dyspepsia if Hp test still (+), treat with 2nd line regimen
Organic disease GERD PUD Cancer NO YES Empirical therapy
Quick Review Gastroentrologi Dr. Annisa Zahra M, Sp.PD
Kriteria Dyspepsia Berdasarkan ROME IV Func/onal Dyspepsia PDS EPS Post prandial DyspepGc Symptoms (PDS) § Bloa/ng § Early sa/ety § Nausea § Retching § Vomi/ng
§ Loss of appe/te
Epigastric Pain Syndrome (EPS) § Upper Abdominal Pain § Stomach cramps @annisazahra_sppd
@annisazahra_sppd
1. Modifikasi Diet
§ Makanan berlemak § Makanan /nggi garam
§ Makanan yang terfermentasi § Minuman berkarbonasi
§ Makanan pedas 2. An/depresant
§ Tricyclic an/depresant § SSRI
3. Eradikasi Helicobacter Pylori * 4. Prokine/k
§ Metoklopamid § Domperidon
5. PPI (Proton pump inhibitor) 6. Antasida
7. H2 receptor blocker 8. Mucoprotector
@annisazahra_sppd
•
Gastri/s : proses inflamasi pada mukosa dan
submukosa lambung
•
Merupakan diagnosis endoskopi
•
Sebagian kasus inflamasi mukosa gaster /dak
berkorelasi dengan keluhan dan gejala klinis
pasien
@annisazahra_sppd E/ology : § Helicobacter pylori § Bile reflux § Dietary habit § Drugs
§ Psychological and gene/c factors : emo/onal stress
§ Chronic disease § Other
Mekanisme pertahanan mukosa gaster terganggu
Terjadi penetrasi asam ke dalam barier mukosa gaster
Terjadi kontak HCL dengan mukosa
Injury pembuluh darah
Edema mukosa, perdarahan, pembentukan ulkus
@annisazahra_sppd
•
Endoskopi
•
Biopsi
Klasifikasi Kyoto GastriGs A-‐C inac/ve stomach
D-‐F antrum predominant gastri/s G-‐I Pangastri/s
J-‐L Corpus predominat gastri/s
World J Gastroenterol 2020 September 14; 26(34):5146-‐5155
@annisazahra_sppd
•
Terapi an/ asam
@annisazahra_sppd
Pilihan PPI (Proton Pump Inhibitor) : -‐ Omeprazole 20mg
-‐ Lansoprazole 30 mg -‐ Pantoprazole 40 mg -‐ Esomeprazole 40 mg -‐ Rabeprazole 20 mg
@annisazahra_sppd
PPI : Proton Pump Inhibitors H2 blocker : Histamin2 blocker
Sumber : Nature Review I Drug Discovery
Histamine
Acetylcholine
Gastrin
Proton Pump Parietal cell
@annisazahra_sppd
PPI : Proton Pump Inhibitors H2 blocker : Histamin2 blocker
Sumber : Nature Review I Drug Discovery
Histamine
Acetylcholine
Gastrin
Proton Pump Parietal cell
Menginhibisi sekresi asam pada jalur histamin saja. Tapi sekresi asam masih dapat
dipicu lewat jalur lain
Menginhibisi sekresi asam pada jalur akhir di pompa nya
@annisazahra_sppd
q
Meningkatkan mekanisme
pertahanan mukosa gaster
q
Melalui sekresi :
§ Mukus : barrier pelindung § Bikarbonat : buffer
§ Prostaglandin : mencegah ak/fasi proton pump
q
Tidak mempengaruhi
produksi asam
q
Antasida menetralisasi
asam saat sudah berada di
lumen gaster
q
Membentuk lapisan gel
yang menempel pada ulkus
dan melindunginya
q
Tidak mempengaruhi
produksi asam
q
Absobsi sistemik : minimal
q
Efek samping : kons/pasi
@annisazahra_sppd
1. Jika gejala ringan berikan H2 blocker (rani/dine, cime/dine)
2. Berikan “fast ac/ng rescue” antasida (alumunium hydroxide,
magnesium hydroxide, atau calcium carbonate) untuk
mengurangi gejala dengan segera
3. Mulai pemberian PPI dengan durasi pender 2-‐ 4minggu à
evaluasi terapi
4. Berikan PPI 15-‐30 menit sebelum makan
5. Diperbolehkan kombinasi PPI dan H2 blocker pada kasus
yang berat
6. Gejala refrakter setelah pemberian PPI à Rujuk untuk
endoskopi
@annisazahra_sppd
Clinical Gastroenterology and Hepatology. 2018
1. Nyeri epigastrik
menjalar ke punggung 2. 2-‐5 jam setelah makan 3. Membaik setelah makan
Ulserasi yang terjadi pada mukosa GIT akibat paparan asam dan pepsin
1. Nyeri hebat sesaat setelah makan
2. Jarang membaik setelah makan/antasida
Dapat menyebabkan:
Perdarahan Perforasi Metaplasia
@annisazahra_sppd Slide >>>
Angel Lanas et al.
@annisazahra_sppd
Forrest ClassificaGon
Tipe 1 : perdarahan akGf
a. SpurGng b. Oozing
Ghosh, et al. Postgrad Med J 2002;78:4–14
@annisazahra_sppd
Forrest ClassificaGon
Tipe II : Tanda bekas perdarahan
Ghosh, et al. Postgrad Med J 2002;78:4–14
a. Non-‐Bleeding Visible Vessel
@annisazahra_sppd
Forrest ClassificaGon
Tipe III : Tukak dengan dasar bersih
Ghosh, et al. Postgrad Med J 2002;78:4–14
@annisazahra_sppd
q
IBS merupakan penyakit gastrointesGnal fungsional.
q
Tidak ada diagnosis pas/ à sehingga menggunakan konsesnus/
kesepakatan yang tervalidasi, dan /dak ada pemeriksaan
penunjang khusus untuk menentukan diagnosis IBS.
q
Faktor yang menyebabkan IBS :
o gangguan mo/litas o intoleransi makanan o abnormalitas sensoris o interaksi brain-‐gut axis o hipersensi/vitas visceral
o paska infeksi usus (virus, giardia, atau amuba)
Nyeri atau Gdak nyaman di perut
yang berulang sedikitnya 3 hari per bulan, selama 3 bulan terakhir,
Disertai gejala:
*membaik setelah defekasi
*onset berhubungan dg perubahan frekuensi defekasi *Onset berhubungan dg perubahan bentuk feses
@annisazahra_sppd
Hipermo/litas terjadi terutama pada kolon bagian distal, kurang lebih 20 cm dari anus. Gerakan yang abnormal tersebut berupa kontraksi yang segmental dan bukan peristal/c. Gerakan ini menghambat
pengularan feses dan gas; dan bukan mendorongnya ke bagian distal.
@annisazahra_sppd
Abdominal
@annisazahra_sppd
q
Apakah nyeri yang dirasakan hanya
pada satu tempat atau berpindah?
Pada IBS nyeri
berpindah
q
Seberapa sering merasakan nyeri ?
Pada IBS /dak tentu
q
Berapa lama nyeri dirasakan ?
Pada IBS sebentar
q
Bagaimana keadaan nyeri setelah BAB
Adapted from Longstreth GF, et al. 2006. Func>onal Bowel Disorders.
@annisazahra_sppd
§
Gejala IBS dapat bervariasi.
§
Kriteria ROME III membagi
menjadi beberapa subgrup,
yaitu IBS C, IBS M, IBS-‐D, IBS-‐
U.
§
Untuk diagnosis kuat IBS,
pasien harus sudah
mengalami gejala paling /dak
6 bulan.
Predominant symptom First step Second step
Bloa/ng Adjust diet
Treat cons/pa/on Probio/c (e.g.. Containing Bifidobacteria infan/s) Nonabsorbable en/bio/c (eg rifaximin)
TCA, SSRI Cons/pa/on Fiber supplement
Polyethylene glycol Lubriprostone Linaclo/de Diarrhea Loperamide 5-‐HTs antagonist
(eg alosetron) Abdominal Pain An/spasmodic,
peppermint oil Tricyclic an/depressant, SSRI, psychological therapy
SSRIs, selec/ve serotonin reuptake inhibitors *Citalopram, escitalopram, fluoxe/ne, sertraline
•
Hepa//s akut : injury hepatosit yg bersifat akut.
•
Ditandai dengan peningkatan SGPT/ ALT (Alanine
transaminase) dan SGOT/ALP (Alkaline phospatase)
•
Peningkatan : 20-‐50 x n
•
Perbandingan SGOT/SGPT : 0,7
•
Perbandingan SGOT/GGT : >1
•
Penyebab Hepa//s Akut :
–
Hepa//s akut viral
–
Hepa//s akut non-‐viral
1. Enzim yang berhubungan dengan kerusakan sel
§
SGOT
§
SGPT
§
LDH
§
GLDH
2. Enzim yang berhubungan dengan kolestasis
§
Gamma GT
§
Alkali fosfatase
3. Enzim yang berhubungan dengan kapasitas sintesis haG
§
Kolinesterase
@annisazahra_sppd
•
Penyebab : Virus Hepa//s A, B, C, D, E
•
Gejala :
–
Lemas, cepat lelah
–
Anoreksia, mual muntah
–
Demam, sakit kepala
–
Nyeri abdomen kanan atas
@annisazahra_sppd Slide >>>
•
Disebabkan oleh virus hepa//s A
•
Penularan : fecal oral dari makanan atau minuman yang
terkontaminasi virus
•
5 pola klinis hepa//s A :
1. Infeksi asimptoma/k : biasanya pada anak usia < 5-‐6 tahun 2. Infeksi hepa//s A simptoma/k : demam, urin seper/ teh, feses
pucat
3. Hepa//s kolesta/s : pruritus, hiperbilirubinemia, peningkatan Gamma GT, peningkatan alkaline phosphatase
4. Hepa//s A relaps 5. Gagal ha/ fulminan
@annisazahra_sppd Slide >>>
•
Gejala umum : demam, myalgia, mual muntah, ikterus, nyeri
perut, diare, urin seper/ teh, feses pucat
•
Hepatomegali (78% kasus)
•
Ikterus (71% kasus dewasa simptoma/k)
•
Splenomegali dan limfadenopa/ (jarang)
•
Manifestasi ekstrahepa/k dan a/pikal :
– keterlibatan kulit, vasculi/s leukositoklasik, pankrea//s, kardi/s, glomerulonefri/s, pneumoni/s, hemolisis, trombositopenia, anemia aplas/c, krioglobulinemia, artri/s, kelainan neurologis seper/
mnonenuri/s, ensefali/s, sindroma Guilain-‐Barre, dan myeli/s transversal.
90% kasus infeksi hepa//s A
Sembuh sempurna dengan terapi supor/f
Acute
infec/on Infec/on Chronic CIRRHOSIS transplant Liver DEATH Hepatocellular Carcinoma Decompensated Liver failure 90% in perinatal 5% in adults
Higher in HIV, immune suppressed 5-‐10%
10-‐30%
2-‐6%
23% within 5y
Torresi J et al. Gastroenterology. 2000 Fatovich G et al. Hepatology. 1995 Moyer LA et al. Am J Prev Med. 1994
@annisazahra_sppd Infeksi virus Hepa//s C Infeksi akut (20-‐30% bergejala) Infeksi kronik (75%-‐85%) Fulminan <1% Sembuh spontan 15%-‐25% Infeksi kronik ak/f Manifestasi ekstrahepa/k (1-‐2%) Sirosis ha/ (10-‐20%) Dalam 20th Karsinoma hepatoselular 1-‐5%/tahun Sirosis dekompensata 50%/5th
Konsensus Nasional Penatalaksanaan Hepa//s C di Indonesia 2017
1. Penyebab tersering dari gastri/s adalah a. NSAID, dan pola hidup yang /dak sehat b. NSAID, merokok, pola makan /dak sehat
c. NSAID, stress, cafein, pola makan Gdak sehat d. NSAID dan kuman H. Epidermidis
e. NSAID, steroid, stress
2. Pembagian gastri/s dilakukan dengan sutu system, yang membagi
penyakit ini menjadi /ga /pe yaitu monahopik, atropik, dan bentuk khusus. Sistem yang banyak digunakan untuk mengklasifikasikan gastri/s adalah a. Klasifikasi New York
b. Klasifikasi Tel Aviv c. Sydney System d. Klasifikasi London
e. Barstow Gastri>s System
3. Gastri/s kronik atropi mul/focal merupakan factor risiko
pen/ng dari karsinoma gaster dan
a. Displasia epitel mukosa
b. Displasia antrum
c. Displasia mukosa mulGfocal
d. Sarkoma gaster
e. Polip gaster
4. NSAID merusak mukosa lambung melalui mekanisme sistemik
dan topical. Perusakan topical dari NSAID terjadi akibat sifat
NSAID yang
a. Basa
b. Netral
c. Lipofilik
d. Hidroatraktan
e. Hidrogenasi
@annisazahra_sppd5. Komplikasi tukak gaster yang dapat terjadi adalah, kecuali
a. Pendarahan
b. Perforasi
c. Penetrasi
d. Obstruksi
e. Paralisis
@annisazahra_sppd6. Proses angiogenesis yang muncul sebagai respon terhadap
kerusakan berat dari gaster diperantarai oleh
a. VEGF
b. TNF Alpha
c. Histamin
d. PG
e. PGB1
@annisazahra_sppd7. Gambaran radiologi dari tukak gaster yang mengarah pada
keganasan berupa adanya
a. Bird’s Beak
b. Paruh burung
c. Dilatasi lumen
d. Filling Defect
e. Emptying Defect
8. Efek samping dari sukralfat pada terapi tukak gaster
adalah
a. KonsGpasi
b. Gastroenteri/s
c. Gagal ginjal kronik
d. Hepatotoksik
e. Asidosis
9. Tn. J, 50 tahun, datang dengan keluhan nyeri
epigastrium. Nyeri terasa seper/ terbakar, /dak nyaman,
nyeri berkurang ke/ka sesudah makan, sesudah minum
susu dan antasida. Pemeriksaan tanda vital dalam batas
normal. Abdomen nampak soeple, terdapat nyeri tekan
epigastrium. Diagnosis yang mendeka/ pada pasien ini
adalah
a. Tukak jejunum
b. Tukak duodenum
c. Inflamatory bowel disease
d. Crohn’s diseae
e. Penyakit Celiac
10. Gejala alarm pada dyspepsia kronik yang dapat
membedakan antara dyspepsia fungsional dan dispepsi
organic seper/ tukak duodenum adalah, berikut ini
kecuali
a. Umur 45-‐50 tahun saat keuluhan muncul
b. Hematmesis
c. Sindroma metabolic
d. Anoreksia
e. Penurunan BB
11. Ulkus duodenum dapat menyebabkan beberapa komplikasi
seper/ pendarahan, perforasi, dan penetrasi,dan gastric outlet
obstruc>on. Tanda khas dari komplikasi ini adalah ditemukannya
a. Succusion splash
b. Gastric wave
c. Duodenal wave
d. Crumpling sound
e. Wave form
@annisazahra_sppd
§ Suara yang dapat ditemui pada kasus : obstruksi pyorus atau intes/nal.
§ Pasien harus dalam keadaan puasa (min. 4 jam) § Stetoskop diletakkan di daerah epigastrium dan lalu
12. Cime/din dan rani/dine merupakan salah satu terapi pilihan
pada tukak duodenum yang terjadi tanpa infeksi H. Pylori dan
tanpa penggunaan NSAID. Obat ini bekerja dengan cara
a. Menatralisir asam lambung
b. Menjadi buffer
c. Menghambat pengaruh histamin
d. Menghambat sekresi prostalglandin
e. Menghambat sekresi asam lambung
13. Seorang perempuan usia 50 tahun datang dengan keluhan BAB berwarna hitam sejak 5 hari lalu. Pasien diketahui memiliki riwayat minum obat pegel linu sejak 1 bulan terakhir karena lutut terasa nyeri. Pada pemeriksaan
gastroskopi didapatkan ulkus dengan gambaran rembesan darah di daerah anthrum (Forrest IB).
Tatalaksana yang tepat pada pasien ini adalah : a. Hemoclip pada ulkus
b. Argon plasma coagula/on (APC) c. Omeprazole bolus 40 mg intravena
d. Somatosta/n bolus 250 mcg dilanjutkan drip 3 mg/12 jam
e. Kombinasi omeprazole 2x40 mg intravena dengan antasida 3x 15 cc
14. Seorang perempuan berusia 35 tahun, datang ke poliklinik dengan
keluhan nyeri ulu ha/. Pasien telah menderita sakit maag sejak 1 tahun yang lalu. Hasil endoskopi ditemukan adanya ulkus duodeni dengan infeksi
Helicobacter pylori.
Terapi lini pertama pada pasien ini adalah :
a. Lansoprazol 1x30 mg, Amoksisilin 2x500 mg, Klaritromisin 2x500 mg b. Lansoprazol 2x30 mg, Amoksisilin 2x1000mg, Klaritromisin 1x500 mg c. Lansoprazol 1x30 mg, Metronidazol 3x500mg, Klaritromisin 2x500 mg d. Lansoprazol 2x30 mg, Amoksisilin 2x1000 mg, Klaritromisin 2x500 mg e. Lansoprazol 1x30 mg, Metronidazol 3x500mg, Klaritromisin 1x500 mg
15. Tn. J, 28 tahun, datang dengan keluhan kuning sejak 2 hari. Sebelumnya satu minggu lalu pasien mengeluh demam hilang /mbul, disertai dengan lemas, /dak mau makan dan mual muntah. Saat ini tanda vital dalam batas normal, hanya demam dengan suhu 37,8 derajat C. Pada pemeriksaan fisik nampak ikterus di sklera dan disertai hepatomegali. Diagnosis yang paling mendeka/ pada kasus ini adalah
a. Hepa//s kronis
b. HepaGGs virus akut c. Cholelithiasis
d. Choledocholithiasis e. Pankrea//s
16. Manifestasi ekstrahepa/k pada hepa//s A memang jarang
terjadi, namun sudah banyak dilaporkan di berbagai literatur.
Berikut ini yang termasuk dalam manifestasi tersebut, kecuali
a. Trombositopenia
b. Anemia aplas/c
c. Sindroma Guillain-‐Barre
d. Artri/s
e. MALT Lymphoma
17. Imunoglobulin sebagai profilaksis dari hepa//s A, diberikan
secara … dengan dosis …
a. Intravena 0,02-‐0,06 ml/kg
b. Intramuskular 0,02-‐0,06 ml/kg
c. Intraoral 0,01 ml/kg
d. Subkutan 0,02 ml/kg
e. Intrakutan 0,01 ,ml/kg
@annisazahra_sppd18. Pernyataan di bawah ini sesuai untuk infeksi hepa//s virus C :
a. Bisa langsung menjadi kanker ha/ primer
b. Imunisasi adalah upaya pencegahan efek/f
c. Sebagian besar kasus akut Gdak sembuh sempurna
d. Termasuk golongan virus DNA
e. Tatalaksana untuk kasus ringan adalah pemberian ribavirin
19. Seorang mahasiswa kedokteran mengalami trauma tertusuk jarum sun/k saat melakukan injeksi terhadap pasien yang dirawat di bangsal. Dari
rekaman medis diketahui pasien terdiagnosa sebagai penderita hepa//s B dan C tetapi HIV nega/ve. Mahasiswa tersebut segera melakukan
pemeriksaan serologi untuk hepa//s B dan C. Dari pemeriksaan laboratorium didapatkan : HBsAg nega/ve, an/-‐HBsAb posi/ve, an/-‐HBc IgG nega/ve.
Manakah dari pernyataan berikut yang benar tentang hasil pemeriksaan sesuai status hepa//s mahasiswa tersebut ?
a. Prioritas untuk mendapatkan vaksinasi hepa//s B b. Terdiagnosa sebagai hepa//s B acut
c. Kemungkinan terhadap infeksi hepa//s B belum dapat tersingkirkan
d. Melakukan pemeriksaan ulang status hepaGGs B dan C 6 bulan kedepan e. Secepatnya melakukan pemeriksaan PCR
20. Berikut ini pernyataan yang tepat mengenai virus hepa//s B, kecuali a. Merupakan virus RNA
b. Termasuk golongan hepadnaviridae c. Terdapat 8 geno/pe yang diketahui
d. Geno/pe B dan C yang paling banyak ditemukan di asia e. Lebih infeksius pada pasien hepa//s C
21. Pada tumor ha/ yang /dak disebabkan oleh sirosis ha/ akan
ditemukan peningkatan enzim berikut di awal penyakit
a. SGOT
b. SGPT
c. SGOT, SPGT, fosfatse alkali
d. SGPT, Gamma GT
e. Fosfatase alkali, dan Gamma GT
22. Seorang perempuan 30 tahun datang ke poliklinik dengun nyeri perut di daerah ulu ha/ sejak 6 bulan. Nyeri dirasakan seper/ mengganjal disertai diare 4-‐5 kali sehari berlendir tanpa disertai darah. Nyeri terutama dirasakan pada pagi hari dan berkurang saat sore hari. Tidak ada keluhan mual, muntah, dan demam. Buang air kecil /dak ada keluhan. Pada pemeriksaan feses
didapatkan serat posi/f, lendir posi/f, lemak nega/f dan amilum nega/f. Diagnosis yang paling tepat pada pasien ini, adalah:
a. Dispepsia
b. Koli/s ulsera/f c. Penyakit Crohn
d. Sindrom kolon iritabel e. Diare kronik malabsorbsi
23. Pengobatan pada sindroma kolon iritabel ringan dengan
keluhan kembung dapat dilakukan dengan pemberian
a. Antasida 3x1 tablet
b. Omeprazole 2x20 mg
c. Klaritomisin 2x 500 mg
d. Me/lselulosa 3 g/hari à fiber
e. Psilium 50 gram/hari à fiber
24. Rangsangan psikis/emosi secara fisiologi dapat
mempengaruhi tubuh lewat nervus
a. Glosofaringues
b. Thoracalis longus
c. Serratus anterior
d. Vagus
e. Thoracorodsalis
@annisazahra_sppd25. Berikut ini merupakan pernyataan yang tepat mengenai
dismo/litas saluran cerna yang benar pada sindroma kolon
iritabel, kecuali
a. Berhubungan dengan stress fisik
b. Berhubungan dengan stress psikis
c. Terdapat pada kolon distal
d. Kontraksi peristalGc
e. Menghambat pengeluaran feses dan gas
Everybody can have the
skill
But your
attitude
define who you are
dr. Annisa Zahra Mufida, Sp.PD Dokter Spesialis Penyakit Dalam Email : [email protected] IG @annisazahra_sppd