• Tidak ada hasil yang ditemukan

ejournal Ilmu Pemerintahan Volume 2 Nomor 3

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "ejournal Ilmu Pemerintahan Volume 2 Nomor 3"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

eJournal Ilmu Pemerintahan, 2014, 2 (3) :2224 - 2235 ISSN 0000-0000, ejournal.ip.fisip-unmul.ac.id

© Copyright 2014

KEPEMIMPINAN CAMAT DALAM MENINGKATKAN

KINERJA PEGAWAI PADA KANTOR CAMAT SAMARINDA UTARA DI KOTA SAMARINDA

Nur Riska

eJournal Ilmu Pemerintahan

Volume 2 Nomor 3

(2)

eJournal Ilmu Pemerintahan, 2014, 2 (3) :2224 - 2235 ISSN 0000-0000, ejournal.ip.fisip-unmul.ac.id

© Copyright 2014

KEPEMIMPINAN CAMAT DALAM

MENINGKATKAN KINERJA PEGAWAI PADA

KANTOR CAMAT SAMARINDA UTARA DI

KOTA SAMARINDA

Nur Riska1

Abstrak

Artikel ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana Kepemimpinan Camat Dalam Meningkatkan Kinerja Pegawai Di Kantor Kecamatan Samarinda Utara Kota Samarinda dengan indikator : Bagaimana Kepemimpinan Camat Dalam Meningkatkan Kinerja Pegawai Pada Kantor Camat Samarinda Utara Di

Kota Samarinda dan juga untuk mengetahui faktor – faktor pendukung dan

penghambat Kepemimpinan Camat Dalam Meningkatkan Kinerja Pegawai Pada Kantor Camat Samarinda Utara Di Kota Samarinda. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif kualitatif. Analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif yang diawali dengan proses pengumpulan data, penyederhanaan data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dalam penelitian ini mengunakan teknik pengumpulan data dengan studi kepustakaan, studi lapangan yaitu dengan melakukan pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara untuk mendapatkan informasi yang lebih jelas sesuai dengan yang dibutuhkan dalam penelitian. Dari hasil penelitian diperoleh gambaran secara keseluruhan bahwa kepemimpinan camat di kecamatan samarinda utara sudah cukup baik dengan melihat indikatornya yaitu Inisiatif, Motivasi, Pembinaan dan Tanggung jawab. Adapun yang menjadi faktor penghambat dan pendukung terhadap Kepemimpinan Camat Dalam Meningkatkan Kinerja Pegawai Di Kantor Kecamatan Samarinda Utara Kota Samarinda seperti kurangnya pengawasan dan adanya fasilitas kantor yang memadai.

Kata Kunci : Kepemimpinan, Kinerja Pegawai, Kecamatan Samarinda Utara

Pendahuluan

Pada era reformasi tuntutan masyarakat terhadap pelayanan terus diperjuangkan, bahkan telah diaplikasikan kedalam kehidupan sehari-hari, meski demikian harapan masyarakat untuk mendapatkan layanan yang berkualitas

1 Mahasiswa Program S1 Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman. Email: [email protected]

(3)

Kepemimpinan Camat dalam Meningkatkan Kinerja Pegawai (Nur Riska)

2225

belum dapat terealisasikan, jauh dari harapan. Terutama layanan yang dilakukan oleh lembaga publik justru isu yang berkembang mengecewakan.

Ini menunjukkan tidak konsistennya komitmen pemerintah terhadap statement yang dilontarkan diberbagai media, tentang keprimaan dalam layanan publik, tetapi yang terjadi justru pelayanan yang diberikan belum sesuai esensi normatif sebagaimana yang dikemukakan dalam Kepmenpan Nomor 25 Tahun 2004 tentang indeks kepuasan masyarakat. Karena itu komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas pelayanan hanya sekedar konsep yang dituangkan dalam rencana strategis tetapi tidak dibarengi dengan tindakan yang riil, karena itu tidak mengherankan jika harapan masyarakat untuk mendapatkan layanan yang berkualitas belum dapat terlaksana.

Kondisi seperti ini tentunya tidak terlepas dari peranan sumberdaya manusia, pendapat seperti tersebut diatas sejalan dengan Undang - Undang Nomor 8 Tahun 1974 Pasal 1 Ayat (1) Tentang Pokok - Pokok Kepegawaian sebagaimana telah diubah dengan Undang - Undang Nomor 43 Tahun 1999 Pasal 2 yang dalam penjelasannya menyatakan bahwa kelancaran penyelenggaraan tugas pemerintahan dan pembangunan nasional sangat tergantung pada kesempurnaan aparatur negara khususnya pegawai negeri.

Kecamatan dilihat dari sistem pemerintahan Indonesia, merupakan ujung tombak dari pemerintahan daerah yang langsung berhadapan dengan masyarakat luas. Citra birokrasi pemerintahan secara keseluruhan akan banyak ditentukan oleh kinerja organisasi tersebut.

Kepemimpinan merupakan salah satu faktor penting dalam menjalankan roda organisasi terlebih lagi pada organisasi pemerintahan. Kepemimpinan seorang Camat sangat penting dalam mengayomi kerja pemerintahan yang dijalankannya terlebih ditengah pelaksanaan otonomi daerah sekarang ini, maka hal yang paling menentukan adalah sikap profesionalitas dari aparatur pemerintahan. Hal tersebut menjadi suatu tuntutan pada Camat Samarinda Utara sebagai salah satu unit kerja pemerintah yang berada pada Kecamatan Samarinda Utara Kota Samarinda, dimana Camat selaku pemimpin diharapkan dapat mewujudkan perubahan-perubahan yang diinginkan oleh pegawai maupun masyarakat.

Pemimpin memiliki pengaruh yang cukup besar bagi pegawainya karena maju tidaknya suatu organisasi sangat tergantung pada kemampuan seorang pemimpin dalam membina dan mengarahkan anggotanya untuk mencapai tujuan bersama. Sebagai aparat ia dituntut untuk merespon berbagai perubahan dan ragam kebutuhan publik dengan meningkatkan Kinerja pegawai pada Kantor Camat Samarinda Utara melalui peningkatan kemampuan Camat (pemimpin) yang meliputi pemberian inisiatif kepada pegawai, pemberian motivasi kepada pegawai, pembinaan kepada pegawai, serta penanaman rasa tanggung jawab kepada pegawai dalam melaksanakan tugas sesuai dengan fungsinya.

Realitas menunjukkan bahwa kondisi pegawai masih jauh dari yang diharapkan, dimana kinerja pegawai pada kantor camat masih perlu adanya

(4)

eJournal Ilmu Pemerintahan, Volume 2, Nomor 3, 2014: 2224 - 2235

2226

perbaikan, dimana salah satu faktor yang menentukan adalah dari kepemimpinan camat. Peningkatan kinerja pegawai menjadi sangat penting dan perlu dilakukan secara terencana, terarah, dan berkesinambungan dalam rangka meningkatkan kemampuan dan profesionalisme. Sasaran dari pengembangan kinerja pegawai adalah untuk meningkatkan kerja operasional pegawai pada kantor camat dalam melaksanakan tugas - tugas pemerintahan. Selain itu, kinerja pegawai yang tinggi akan bermuara pada lahirnya komitmen yang kuat dalam penyelesaian tugas - tugas rutin sesuai tanggungjawab dan fungsinya masing - masing secara lebih efisien, efektif, dan produktif.

Jelaslah betapa pentingnya kepemimpinan camat dalam meningkatkan kinerja pegawai sebagai unsur pelaksana kegiatan pemerintahan. Oleh karena itu pemerintah membuat berbagai ketentuan yang mengatur tentang kepegawaian. Perhatian pemerintah ini pada dasarnya tidak lepas dari kondisi kebutuhan pembangunan dewasa ini dimana pegawai sebagai unsur aparatur negara harus memiliki dedikasi dan kualitas yang tinggi sehingga mampu menghadapi berbagai kesulitan yang akan muncul dalam proses penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan.

Kerangka Dasar Teori

Kepemimpinan

Ada sebagian orang mengatakan bahwa kepemimpinan itu sebagai seni, dimulai untuk menjadi pemimpin lebih menekan pada kecakapan, keahlian atau pengalaman serta pembawaan dari lahir.

Menurut Wursanto (2005:107),“ kepemimpinan adalah suatu kegiatan mempengaruhi orang lain untuk bekerjasama guna mencapai tujuan yang diinginkan”. Setiap organisasi selalu memiliki tujuan yang ingin dicapai. Setiap individu dalam suatu organisasi juga memiliki tujuan. Tujuan individu atau perorangan yang dimiliki harus selaras dengan tujuan organisasi. Dalam proses pencapaian tujuan organisasi tersebut diperlukan sosok pemimpin yang dapat menyatukan dan mengkoordinir anggota

Menurut Sophia (2008:74) Kepemimpinan itu timbul dalam suatu organisasi. Hal ini memang benar, walaupun pada hakekatnya lebih tegas dikatakan bahwa kepemimpinan itu akan timbul kapan dan dimanapun dan pada umumnya mencakup empat hal:

1) Adanya Inisiatif, yaitu bagaimana seorang pemimpin mampu memberikan solusi yang tepat dan cepat terhadap bawahannya dalam melaksanakan tugas sesuai dengan fungsinya.

2) Adanya motivasi, yaitu bagaimana seorang pemimpin mampu memberikan dukungan kepada bawahannya agar dapat melaksanakan tugasnya dengan lebih baik.

3) Adanya pembinaan, yaitu bagaimana seorang pemimpin membina bawahannya agar maksimal dalam menjalankan tugasnya.

(5)

Kepemimpinan Camat dalam Meningkatkan Kinerja Pegawai (Nur Riska)

2227

4) Tanggung jawab, yaitu bagaimana seorang pemimpin memberikan rasa tanggung jawab kepada bawahannya agar tidak lalai dalam melaksanakan tugasnya.

Dengan demikian bentuk kepemimpinan tidak akan sama dengan lainnya, oleh karena organisasi yang satu akan berlainan dengan yang lain. Hal ini akan bergantung pada beberapa faktor seperti jenis organisasi, besar kecilnya organisasi, tujuan, fungsi, jenis kegiatan, tugas pokok dan lain sebagainya.

Kinerja

Kinerja berasal dari kata to perform yang artinya melakukan suatu kegiatan dan menyempurnakan sesuai dengan tanggung jawabnya dengan hasil seperti yang diharapkan.

Menurut Mahsun (2006 : 63), bahwa kinerja merupakan gambaran mengenai tingkat pencapaian pelaksanaan suatu kegiatan, program, kebijakan dalam mewujudkan sasaran, tujuan, misi, dan visi yang tertuang dalam perencanaan strategi organisasi. Sedangkan Simanjuntak (2005 : 23), menyatakan bahwa kinerja adalah tingkatan pencapaian hasil atas pelaksanaan tugas tertentu dalam rangka mewujudkan pencapaian hasil untuk mencapai tujuan perusahaan.

Pegawai

Pengertian mengenai pegawai dapat diperoleh dari undang-undang nomor 8 tahun 1974 tentang pokok-pokok kepegawaian di dalam ketentuan pasal 1 yang memberikan batasan sebagai berikut :

a) Pegawai adalah mereka yang setelah memenuhi syarat-syarat yang ditentukan dalam peraturan-undangan yang berlaku, diangkat oleh pejabat yang berwenang dan diserahi tugas dalam sesuatu jabatan negeri atau diserahi tugas Negara lainnya yang ditetapkan berdasarkan sesuatu peraturan perundang-undangan dan digaji menurut peraturan perundangundangan yang berlaku

b) Tidak ditemukan batasan mengenai apa yang dimaksud dengan pegawai undang-undang nomor 8 tahun 1974 hanya memberikan pengelompokan bahwa pegawai itu berdiri dari pegawai Negara sepadan dengan anggota TNI. Dengan demikian baik PNS maupun TNI mempunyai persamaan yaitu bahwa keduanya merupakan Pegawai Negara. Disamping itu terdapat pula kesamaan lainnya yaitu bahwa keduanya merupakan aparatur Negara, abdi Negara dan abdi masyarakat. Yang berbeda hanyalah di dalam hal pembinaannya di bedakan karena mempunyai tugas yang berbeda.

Sedangkan menurut Musanef (2002:23), pegawai yaitu orang yang melakukan pekerjaan dengan mendapat imbalan jasa berupa gaji dan tujangan dari pemerintah atau badan usaha swasta. Kemudian menurut Wursanto (2007:57), bahwa pegawai merupakan setiap orang yang mengyumbangkan jasanya

(6)

eJournal Ilmu Pemerintahan, Volume 2, Nomor 3, 2014: 2224 - 2235

2228

kepada suatu badan usaha, baik kepada usaha swasta (pegawai swasta) maupun kepada usaha pemerintah (pegawai pemerintah atau pegawai negeri ).

Konsep Kinerja Pegawai

1. Kinerja Individu

Menurut Sedarmyanti (2001:43) mengatakan bahwa kinerja individu adalah bagaimana seseorang mampu melaksanakan pekerjaanya atau untuk kerjanya. Dengan kata lain kinerja individu adalah kemampuan atau kapasitas individu untuk mengerjakan tugas dalam suatu pekerjaan.

Menurut Zauhar (2001:43), mengatakan “Peningkatan kinerja Individu dapat dilihat dari keterampilan, kecakapan praktisnya, kompetensi, pengetahuan dan informasinya, pengalaman, sikap dan prilakunya, kebijaknnya, kreativitasnya, moralitasnya, kerja sama, dan lain-lain. Kinerja dapat dilihat dari aspek kerja samanya, keutuhannya, disiplin, loyalitasnya dan lain-lain”.

2. Kinerja Kelompok

Menurut Robins (2007:56) mengatakan bahwa tingkat potensial kinerja suatu kelompok bergantung sebagian besar pada sumber daya yang dibawa masing-masing anggota kelompok. Sumber daya yang dimaksud adalah:

1) Kemampuan

Bagian kinerja kelompok dapat diramalkan dengan menilai kemampuan intelektual dan relevan dengan tugas dari masing-masing anggota. Kemampuan ini menentukan parameter untuk apa yang dapat dilakukan para anggota dan bagaimana mereka akan melakukannya secara efektif dalam suatu kelompok.

2) Karakteristik kepribadian

Ciri-ciri kepribadian mempengaruhi kinerja kelompok yang sangat mempengaruhi bagaimana individu itu berinteraksi dengan anggota kelompok yang lain, yaitu kemahiran bergaul (sosiabilitas), kemandirian (self-reliance), dan ketidak bergantungan (kebebasan).

Menurut Zauhar (2002:32) menyatkan bahwa kinerja kelompok dapat dilihat dari:

1) Aspek kerjasama 2) Aspek keutuhan 3) Aspek disipilin 4) Aspek loyalitas.

Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Pegawai

Banyak faktor yang dapat berperan mencipatakan kinerja organisasi, di antaranya visi dan misi, struktur organisasi, prosedur kerja, sistem intensif, disiplin kerja sama, kepemimpinan dan lain-lain. Hal tersebut telah dibuktikan dengan berbagai penelitian. Dalam mengetahui faktor yang mempengaruhi kinerja, perlu dilakukan pengkajian teori kinerja, secara umum faktor fisik dan non fisik sangat mempengaruhi. Berbagai kondisi lingkungan fisik sangat

(7)

Kepemimpinan Camat dalam Meningkatkan Kinerja Pegawai (Nur Riska)

2229

mempengaruhi kondisi karyawan dalam bekerja. Selain itu, kondisi fisik juga akan mempengaruhi berfungsinya faktor lingkugan non fisik yang dapat menghambat kinerja pegawai.

Menurut Robins (2007:56) mengatakan “sejumlah faktor struktural menunjukan suatu hubungan kinerja. Diantara faktor yang lebih menojol adalah persepsi peran, norma, ukuran kelompok, susunan demografinya, dan tugas kelompok”.

Definisi Konsepsional

Definisi konsepsional adalah merupakan pembahasan suatu konsep dengan menggunakan konsep lain. Dalam penelitian ini penulis menguraikan definisi konsepsional yang menyangkut judul sikripsi agar mempermudah dalam memahami maksud pembahasan lain. Definisi konsepsional dari penelitian ini adalah:

Kepemimpinan Camat adalah suatu kemampuan untuk mempengaruhi tingkah laku, kebiasaan dan sikap pandang pegawai untuk mengikuti kehendak dan kemauan camat selaku pemimpin sebagai usaha mencapai tujuan dalam meningkatkan kinerja pegawai melalui Inisiatif, Motivasi, Pembinaan, dan Tanggung jawab di Kantor Camat Samarinda Utara.

Fokus Penelitian

Adapun yang menjadi fokus dalam penelitian ini adalah:

1. Kepemimpinan Camat Dalam Meningkatkan Kinerja Pegawai , yang meliputi :

1.1 Pemberian Inisiatif Kepada Bawahan ; 1.1.1 Memberikan ide/gagasan 1.1.2 Memberikan keleluasaan 1.2 Pemberian Motivasi Kepada Bawahan;

1.2.1 Memberikan Penghargaan

1.2.2 Membangun Semangat Kerja 1.3 Pembinaan Kepada Bawahan;

1.3.1 Pembinaan Disiplin 1.3.2 Memberikan Arahan 1.4 Menanamkan Rasa Tanggung jawab;

1.4.1 Penyelesaian Tugas Tepat Waktu 1.4.2 Mengadakan Evaluasi

2 Faktor pendukung Kepemimpinan Camat Dalam Meningkatkan Kinerja

Pegawai pada Kantor Camat Samarinda Utara di Kota Samarinda.

3 Faktor penghambat Kepemimpinan Camat Dalam Meningkatkan Kinerja Pegawai pada Kantor Camat Samarinda Utara di Kota Samarinda

(8)

eJournal Ilmu Pemerintahan, Volume 2, Nomor 3, 2014: 2224 - 2235

2230

Dalam penelitian ini, pemilihan nara sumber dilakukan melalui Teknik

Sensus. Menurut Sugiyono (2008:67) sensus yaitu tehnik penentuan sample

sumber data apabila semua anggota populasi di gunakan sebagai sample, dimana seluruh populasi diselidiki tanpa terkecuali.

Hasil Penelitian dan Pembahasan

Setiap Camat menghendaki instansi yang dipimpinnya dapat mencapai kinerja yang tinggi, namun harapan ini banyak yang belum tercapai. Tantangan dan hambatan, serta kondisi lingkungan instansi itu sendiri (fisik dan manusia) yang dipimpinnya merupakan faktor-faktor yang dapat menghambat tercapainya harapan yang dimaksud, apabila tidak dikelola dengan baik.

Sumber daya manusia, merupakan faktor terpenting dalam keberhasilan atau kegagalan dalam pencapaian tujuan tersebut. Namun, demikian harapan tersebut sangat ditentukan oleh Kepemimpinan Camat dalam memenejemeni instansinya. Sebab, pegawai adalah manusia yang dinamis, yang memerlukan perlakuan atau perlu pengetahuan yang dituntut oleh Camat dalam merencanakan, mengorganisir, mengarahkan dan mengontrol aktivitas kinerja pegawai secara keseluruhan.

1. Pemberian Inisiatif Kepada Bawahan

Dalam hal pemberian inisiatif yang dilakukan camat kepada pegawai dari hasil observasi yaitu dengan memberikan ide/gagasan berupa arahan dan penjelasan mengenai penyelesaian tugas-tugas yang ada secara detail berdasarkan tupoksi yang ada melalui pertemuan formal maupun informal serta ide/gagasan yang diberikan dalam bentuk lisan atau tulisan. Selain itu bentuk inisiatif lain yang diberikan camat berupa memberikan keleluasaan kepada pegawai untuk bisa kreatif dalam menjalankan tugas dan menyelesaikan setiap permasalahan dimana pegawai diberikan kesempatan untuk berinovasi dalam menjalankan tugas namun tidak terlepas dari kontrol camat. Dengan adanya pemberian inisiatif berupa ide atau gagasan dan keleluasaan maka sangat berpengaruh terhadap peningkatan kinerja pegawai, dilihat dari cara pegawai yang terbuka dalam memberikan kritik atau saran kepada camat selaku pimpinan pemerintahan di tingkat kecamatan, misalnya memberikan pendapat atau masukan terhadap rencana kegiatan yang akan dilakukan dalam tingkat Kecamatan Samarinda Utara, serta kemampuan pegawai dalam menentukan tindakan yang harus dilakukan ketika membutuhkan penyelesaian dengan cepat dalam kendala tugas yang ada. Kemampuan camat dalam memberikan inisiatif kepada pegawai tentunya memacu para pegawai untuk bisa memiliki inisiatif dalam diri seperti camat selaku pemimpin mereka.

(9)

Kepemimpinan Camat dalam Meningkatkan Kinerja Pegawai (Nur Riska)

2231 Dalam hal pemberian motivasi yang dilakukan camat kepada pegawai dari hasil observasi yaitu dengan memberikan penghargaan melalui pemberian bonus di luar gaji honorer, serta tidak segan-segan memberikan pujian langsung kepada pegawai yang memiliki prestasi kerja yang baik dalam penyelesaian tugas rutin. Dan dari segi membangun semangat kerja camat selaku pemimpin memberikan solusi atau ide serta saran terhadap permasalahan yang menjadi kendala dalam setiap tugas, sehingga pegawai merasa memiliki semangat dalam bekerja. Dengan adanya bentuk motivasi yang diberikan terlihat adanya peningkatan kinerja pegawai dimana pegawai terlihat lebih semangat dalam menyelesaikan tugas sesuai dengan target yang di tentukan karena pegawai merasa telah di perhatikan dengan pemenuhan kebutuhan dirinya dan memacu pegawai untuk bisa menghasilkan mutu pekerjaan yang bisa dipertanggungjawabkan, serta dapat menjaga kenyamanan dalam suasana bekerja sehingga dapat mengurangi kesalahpahaman antar pegawai yang ada kecamatan Samarinda Utara.

3. Pembinaan Terhadap Bawahan

Dalam hal pembinaan terhadap pegawai yang dilakukan camat dari hasil observasi yaitu dengan melakukan pembinaan disiplin baik itu disiplin kehadiran, disiplin mengenai kerapian dan kesesuaian dalam berpakaian maupun disiplin terhadap penyelesaian tugas-tugas, pembinaan mental yang dilakukan melalui kegiatan ceramah keagamaan, serta adanya pemberian sanksi apabila melanggar disiplin tersebut yaitu dengan adanya teguran langsung secara berkala dari camat, surat peringatan atau bahkan penundaan kenaikan pangkat. Selain itu pembinaan juga dilakukan dengan memberikan arahan berupa petunjuk kepada pegawai untuk bisa menyesuaikan diri dengan tugas-tugas yang memerlukan keterampilan khusus, misalnya keahlian pegawai dalam menggunakan fasilitas internet yang akan menunjang hasil kerja. Dari pembinaan yang dilakukan terdapat dampak terhadap kinerja pegawai, yaitu pegawai bisa lebih menyesuaikan diri dalam penyelesaian tugas-tugas yang di berikan, serta pegawai bisa menguasai pekerjaan lain di luar bidang keahliannya.

4. Menanamkan Rasa Tanggung Jawab

Dalam hal penanaman rasa tanggung jawab yang dilakukan oleh camat belum berjalan maksimal. Dari segi penyelesaian tugas tepat waktu ternyata masih ada tugas-tugas yang tidak selesai sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan dengan alasan adanya kendala datang dengan tiba-tiba, padahal seharusnya sebesar apapun kendalanya harus segera diselesaikan dan mampu menanggung resiko yang ada nantinya. Hal ini yang menandakan rasa tanggungjawab yang dimiliki pegawai masih rendah. Kemudian dalam hal

(10)

eJournal Ilmu Pemerintahan, Volume 2, Nomor 3, 2014: 2224 - 2235

2232

mengadakan evaluasi camat selaku pemimpin terkadang melimpahkan kepada sekcam atau kasi-kasi yang terkait untuk turun tangan, dan evaluasi juga tidak dilakukan secara berkala hanya ketika memang dibutuhkan. Padahal seharusnya hal ini sudah menjadi keharusan untuk dilakukan secara rutin diluar kegiatan rapat staff yang memang dilakukan secara teratur.

5. Faktor Pendukung Kepimimpinan Camat Dalam Meningkatkan

Kinerja Pegawai di Kecamatan Samarinda Utara Kota Samarinda

Faktor pendukung yang tidak kalah penting adalah adanya sarana dan parasarana yang memadai untuk menunjang kinerja pegawai yang ada di Kecamatan Samarinda Utara. Adapun yang menjadi Pendukung Kepimimpinan Camat Dalam Meningkatkan Kinerja Pegawai di Kecamatan Samarinda Utara Kota Samarinda ialah fasilitas kantor.

Fasilitas adalah segala sesuatu yang dapat mempermudah kerja dan memperlancar kerja dalam rangka mencapai suatu tujuan. Fasilitas kantor merupakan suatu kebutuhan pegawai pada saat berada ditempat kerja, dengan adanya fasilitas kantor juga bisa mendukung kelancaran kerja pegawai, fasilitas kantor itu bermacam – macam, namun disini upaya yang diberikan dalam meningkatkan kinerja pegawai yaitu dengan memenuhi kebutuhan yang berkaitan dengan rasa nyaman pada saat berada dikantor, dengan adanya ruang rapat, meja dan kursi yang layak, tempat parkir yang luas, dan loket pelayanan untuk masyarakat, jaringan internet/WIFI, serta kelengkapan alat elektronik seperti laptop dan komputer, serta printer.

6. Faktor Penghambat Kepimimpinan Camat Dalam Meningkatkan

Kinerja Pegawai di Kecamatan Samarinda Utara Kota Samarinda

Yang menjadi penghambat Kepemimpinan Camat Dalam Meningkatkan kinerja pegawai tidak terlepas dari kurang efektifnya kehadiran camat di kantor, di karenakan sering terjun kelapangan langsung, sehingga menyebabkan kurangnya pengawasan kepada pegawai yang ada dalam menjalankan suatu pekerjaan yang di berikan sehingga akan berpengaruh terhadap pelayanan yang seharusnya bisa dirasakan nyaman oleh masyarakat.

Untuk meningkatkan kinerja pegawai di perlukan adanya suatu pengawasan dari seorang pimpinan terhadap bawahan itu sendiri. Pengawasan tindakan nyata dan paling efektif dalam mewujudkan kedisiplinan pegawai. Apabila pengawasan yang kurang akan mempengaruhi terhadap tingkat kinerja pegawai yang ada di tempat kerja tersebut.

Dari pengamatan penulis, di mana pengawasan yang di lakukan oleh pimpinan tersebut yang ada di Kecamatan Samarinda Utara masih kurang

(11)

Kepemimpinan Camat dalam Meningkatkan Kinerja Pegawai (Nur Riska)

2233 sehingga masih ada pegawai yang bercerita atau membicarakan hal - hal lain pada saat jam kerja tersebut dan juga kurangnya kesadaran pimpinan untuk memberikan teguran terhadap pegawai yang tidak menjalankan tugasnya tersebut.

Adapun faktor lain yang menjadi penghambat kepemimpinan camat dalam meningkatkan kinerja pegawai adalah faktor lingkungan, yaitu jarak antara instansi dengan tempat tinggal pegawai, karna semakin jauh jarak tempat tinggal pegawai dengan tempat instansi kerja maka akan semakin berkurang motivasi pegawai untuk lebih giat dalam bekerja. Dan penulis mengetahui tidak sedikit pegawai yang jarak rumah dengan kantor mereka cukup jauh. Selain itu juga sering kali kendala macet dan banjir yang sering terjadi pada akses jalan menuju kontor kecamatan samarinda utara yang mengakibatkan sulit ketika harus sampai di kantor tepat pada waktunya. Tentunya dalam hal ini untuk mewujudkan kinerja yang baik akan menimbulkan hambatan dalam pelaksanaannya.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil uraian-uraian yang telah penulis deskripsikan atau kemukakan pada bab-bab sebelumnya, maka berikut ini penulis akan menyimpulkan uraian-uraian tersebut sebagai berikut :

Kepemimpinan Camat dalam meningkatkan kinerja pegawai pada Kantor Camat Samarinda Utara Kota di Samarinda dapat di simpulkan sebagai berikut :

1. Camat memberikan inisiatif kepada pegawai dengan cara memberikan ide/gagasan berupa solusi dalam penyelesaian permasalahan serta dengan memberikan keleluasaan kepada pegawai dalam menyelesaikan tugas berupa kebebasan dalam berinovasi dan memberi ruang berfikir dalam mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi.

2. Camat memberikan motivasi kepada pegawai dengan pemberian penghargaan berupa pujian atau honor tambahan kepada pegawai yang berprestasi dan juga aktif dalam berkomunikasi dengan para pegawai untuk meningkatkan kinerja pegawai.

3. Camat memberikan pembinaan terhadap pegawai yaitu dengan melakukan pembinaan disiplin dimana adanya pemberian sanksi terhadap yang melanggar aturan yang berlaku serta pembinaan mental para pegawai dengan mengikuti ceramah agama. Selain itu camat memberikan arahan kepada pegawai berupa petunjuk dalam melaksanakan tugas-tugas yang memerlukan keahlian khusus dengan maksud untuk membantu mengembangkan kemampuan dan

(12)

eJournal Ilmu Pemerintahan, Volume 2, Nomor 3, 2014: 2224 - 2235

2234

kompetensi yang dimiliki pegawai sehingga berdampak terhadap peningkatan kinerja pegawai dalam rangka meningkatkan kinerja pegawai demi terciptanya tujuan bersama.

4. Camat dalam menanamkan rasa tanggungjawab kepada pegawai dirasakan belum optimal. Hal ini terlihat dari masih adanya tugas-tugas yang tidak selesai dengan tepat waktu/tertunda. Selain itu evaluasi yang kurang optimal karena tidak semua evaluasi dilakukan oleh camat melainkan bisa di limpahkan kepada sekcam atau kasi-kasi terkait dan dilakukan ketika hanya di butuhkan tidak secara rutin.

5. Secara umum di simpulkan bahwa Camat dapat meningkatkan kinerja pegawai melalui pemberian insiatif, motivasi, dan pembinaan kepada pegawai pada kantor Camat Samarinda Utara di Kota Samarinda.

A. Faktor Pendukung Kepemimpinan Camat dalam meningkatkan kinerja Pegawai di Kecamatan Samarinda Utara Kota Samarinda :

Dapat disimpulkan bahwa Faktor Pendukung Kepemimpinan Camat dalam meningkatkan kinerja pegawai yaitu fasilitas kantor. Dengan kata lain adanya sarana dan prasarana yang lengkap untuk menunjang kinerja pegawai yang ada di kantor kecamatan sehingga pekerjaan yang dihasilkan oleh pegawai sesuai dengan standar yang sudah ditentukan oleh kecamatan. Secara keseluruhan pegawai sudah menjalankan tugas dengan baik sehingga camat sebagai pemimpin merasa senang dengan kemampuan pegawai dalam menghasilkan mutu pekerjaan yang tentunya berkaitan dengan peningkatan pada pelayanannya.

B. Faktor penghambat Kepemimpinan Camat dalam meningkatkan kinerja Pegawai di Kecamatan Samarinda Utara Kota Samarinda :

Faktor penghambat Kepemimpinan Camat dalam meningkatkan kinerja pegawai yaitu kurang efektifnya kehadiran camat di kantor, di karenakan sering terjun kelapangan langsung, sehingga menyebabkan kurangnya pengawasan kepada pegawai yang ada dalam menjalankan suatu pekerjaan yang di berikan pengawasan pimpinan kepada pegawai. Selain itu faktor lain yang ikut mempengaruhi adalah jarak tempuh yang jauh antara rumah pegawai dengan kantor camat samarinda utara yang berdampak pada kurangnya semangat kerja pegawai dan berpengaruh terhadap kinerja pegawai itu sendiri dalam memberikan pelayanan.

(13)

Kepemimpinan Camat dalam Meningkatkan Kinerja Pegawai (Nur Riska)

2235 Berdasarkan hasil penelitian dan pengamatan langsung dilapangan mengenai Kepemimpinan Camat dalam meningkatkan kinerja Pegawai di Kecamatan Samarinda Utara Kota Samarinda, disini peneliti menyampaikan saran-saran yang kiranya dapat bermanfaat bagi pihak terkait dan pihak-pihak yang ingin mengembangkan penelitian sejenis, saran-saran tersebut diantaranya sebagai berikut:

1. Hendaknya Camat mampu menanamkan rasa tanggungjawab yang lebih besar kepada pegawai secara tegas terutama dalam hal penyelesaian tugas tepat waktu dan juga mampu melakukan evaluasi dalam hal ini pengawasan sebagai kontrol dari atasan terhadap pegawai yang sudah menjadi kewajiban bagi setiap pemimpin untuk bisa menghasilkan kinerja pegawai yang lebih baik pada Kantor Camat Samarinda Utara di Kota Samarinda.

2. Camat selaku pimpinan di Kecamatan Samarinda Utara hendaknya memberikan pemahaman kepada pegawai untuk bisa berangkat ke kantor lebih awal agar terhindar dari kendala macet, sehingga para pegawai bisa datang tepat waktu.

Daftar Pustaka

Mahsun, M, 2006, Pengukuran Sektor Publik, BPFE. Yogyakarta

Munasef, 2002, Manajemen Kepegawaian Di Indonesia. Jakarta : PT Gunung Agung

Sedarmayanti, 2001, Sumber Daya Manusia Dan Produktivitas Kerja. Mandar Maju, Bandung

Robbins, 2007, Perilaku Organisasi. Jakarta : Salemba Empat

Simanjuntak, Payaman, 2005, Manajemen Dan Evaluasi Kinerja. Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Jakarta

Sophia. 2008. Kesesuaian Antara Gaya Kepemimpinan Dengan Tingkat

Kematangan Karyawan, Mandar Maju, Bandung.

Sugiyono, 2008, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. CV.Alfabeta, Bandung

Wursanto, 2005, Dasar-dasar Organisasi, Yogyakarta : Andi Offset Wursanto, 2007, Manajemen Kepegawaian 1, Yogyakarta : Kasinius

Zauhar, Soesilo, 2001, Administrasi Pelayanan Publik Fakultas lmu Administrasi Universitas Brawijaya

Dokumen – Dokumen

Keputusan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara Nomor 25 Tahun 2004 Tentang Indeks Kepuasan Mayarakat

Undang-Undang No 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah

Referensi

Dokumen terkait

Kesimpulan yang dapat diambil selama melakukan Proyek Akhir yang telah dilaksanakan pada Sub Bagian Tata Usah UPT BLK Pasuruan yaitu: telah dibuat work flow prosedur pengelolaan

Penilaian user berdasarkan kuesioner (terlampir) yang telah disebar kepada 20 siswa dan 5 guru setelah mencoba menggunakan aplikasi pembelajaran berbasis multimedia ini

Pada konteks tindakan berdasarkan Hermeneutik Kritis Jurgen Habermas dalam buku The Theory of Communication Action, ada empat tindakan yang dibagi oleh Habermas

Kajian Fisiko Kimia dan Daya Terima Organoleptik Selai Nenas yang Menggunakan Pektin dari Limbah Kulit Kakao.. Jurnal Teknologi dan Industri

Dengan mengenali kerentanan khusus pada kelompok perempuan tersebut dan bahwa diskriminasi berbasis gender hanyalah satu dari sekian banyak bentuk diskriminasi yang ditemukan

Lihat skala utama kemudian catat di table pengamatan (membaca alat ukur harus dengan posisi yang tegak lurus, artinya tidak boleh dari arah serong maupun

Karena pukulan smash merupakan suatu teknik pukulan yang bertujuan untuk mematikan pertahanan lawan, dan juga pada saat bermain lawan sering melakukan kesalahan

Puji syukur ke hadirat Allah SWT berkat limpahan rahmat dan karunia- Nya, sehingga peneliti dapat menyelesaikan tugas akhir yang berjudul JURNALISME DAMAI