• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pendahuluan Material Cara Kerja

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Pendahuluan Material Cara Kerja"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

1

PENGHILANGAN LIGNIN PADA JERAMI DENGAN MENGGUNAKAN

CAMPURAN SODIUM HIDROKSIDA DAN AMMONIUM

HIDROKSIDA UNTUK MENDAPATKAN GLUKOSA SEBAGAI BAHAN

BAKU BIOETANOL

Ayu Putri Ramadhani, Nisa Nilam Sari, Munas Martynis, Reni Desmiarti Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknologi Industri Universitas Bung Hatta

*e-mail: [email protected]

Abstract

Pretreatment is one of the important steps in bioconversion of lignocellulosic biomass to produce bioethanol. Pretreatment, called by delignification process, is needed to remove lignin content from biomass and therefore enhance the productivity of bioethanol conversion. Many researchers were trying to have a better method for delignification by using many chemical solutions in various conditions, such as NaOH, Ca(OH)2, NH4OH, etc. In this study, delignification was carried out in mixture solution from ammonia and sodium hydroxide at a mild condition (25oC, 24 hour, and 1 atm) for various reagent of pretreatment. Rice straw was used as a potential lignocellulosic biomass in Indonesia, which is mainly consisting of 33 wt% cellulose, 26 wt% hemicelluloses, and 18 wt% lignin, respectively. The results indicate that about 52 wt% lignin was removed with the mix solution. The sodium hydroxide and ammonium hydroxide mixture solution shown the better result for delignification process compare to use them separately.

Abstrak

Pretreatment (pengolahan awal) merupakan salah satu langkah penting dalam biokonversi biomassa lignoselulosa untuk menghasilkan bioetanol. Pengolahan awal atau proses delignifikasi, diperlukan untuk menghilangkan lignin dari biomassa sehingga meningkatkan produktivitas konversi bioetanol. Banyak peneliti mencoba beberapa metode yang lebih baik untuk delignifikasi dengan menggunakan berbagai larutan kimia berbasis basa dalam berbagai kondisi, seperti NaOH, Ca(OH)2, NH4OH, dan jenis-jenis basa lainnya. Dalam penelitian ini, delignifikasi dilakukan dengan menggunakan campuran ammonium hidroksida dan natrium hidroksida pada kondisi ringan (25oC, 24 jam, dan 1 atm) untuk berbagai rasio reagen pretreatment. Jerami padi digunakan sebagai biomassa lignoselulosa yang berpotensi di Indonesia, yang terdiri dari selulosa 33% (berat), hemiselulosa 26% (berat), dan lignin 18% (berat). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekitar 52% berat lignin dapat dihilangkan dengan menggunakan larutan campuran ammonium hidroksida dan natrium hidroksida dengan perbandingan rasio 1:1. Selanjutnya, keberhasilan pengolahan awal ini juga dapat dianalisis melalui peningkatan ketercernaan selulosa oleh enzim pada proses lanjutan (proses sakarifikasi/hidrolisis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin banyak lignin yang hilang pada proses pengolahan awal dapat mempengaruhi derajat ketercernaan enzim. Pada pengolahan awal dengan menggunakan larutan campuran ammonium hidroksida dan natrium hidroksida dengan perbandingan rasio 1:1, besarnya perolehan glukosa hasil sakarifikasi adalah sebesar 462 mg/dL. Hasil ini jauh diatas hasil yang diperoleh jika menggunakan air saja (92 mg/dL), NaOH saja (320 mg/dL), dan ammonium hidroksida saja (360 mg/dL). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan larutan campuran ammonium hidroksida dan NaOH menunjukkan hasil yang lebih baik untuk proses delignifikasi dan meningkatkan perolehan glukosa dibandingkan dengan menggunakan masing-masing larutan secara terpisah.

(2)

2

Pendahuluan

Salah satu bahan baku biomassa lignoselulosa yang berpotensi dan tersedia untuk produksi bioetanol adalah jerami padi. Data BPS Indonesia menunjukkan perolehan jerami padi adalah sekitar 77 juta ton hasil panen padi setiap tahun. Ini akan menghasilkan 77-115.000.000 ton jerami padi. Jerami padi belum digunakan secara luas sebagai produk yang bermanfaat, seperti sumber energi. Hal ini dapat menyebabkan pencemaran lingkungan (polusi air dan polusi udara) dan akibatnya mempengaruhi kesehatan masyarakat. Sebagai biomassa lignoselulosa, jerami padi mengandung sekitar 32-47% selulosa, 19 - 27% hemiselulosa, dan 5-24% lignin (Saha, 2003). Selulosa dan hemiselulosa (dikenal dengan komponen karbohidrat) dapat dihidrolisis menjadi gula sederhana, dan kemudian difermentasi menjadi bioetanol oleh mikroorganisme.

Kemungkinan proses untuk memanfaatkan biomassa lignoselulosa menjadi etanol adalah konversi biologis (biokonversi), yang merupakan enzim dan mikroorganisme digunakan sebagai reagen. Derajat ketercernaan biomassa lignoselulosa terhadap enzimatik hidrolisis atau fermentasi proses disebabkan oleh lignin mungkin mencakup rantai komponen karbohidrat lanjut mengurangi aksesibilitas mereka untuk enzim dan mikroorganisme, bersama-sama dengan kristalinitas tinggi selulosa (Kim dan Lee, 2006). Oleh karena itu, langkah pretreatment diperlukan untuk mengubah struktur mikroskopis dan makroskopis bahan serta komposisi kimia, sehingga konversi enzimatik menjadi gula monomer dapat dilakukan lebih cepat dengan hasil yang lebih besar (Mosier et al., 2005). Beberapa penelitian mendukung pretreatments kimia seperti pengobatan

dengan HCl (Hsu et al, 2010;.. Saha et al, 2005); natrium hidroksida dan kapur (Kaar dan Holtzapple, 2000; Kim dan Holtzapple, 2005); atau ammonium hidroksida cair (Jung et al, 2011;.. Salvi et al, 2010).

Hipotesis penelitian ini adalah bahwa lignin yang terkandung dalam jerami padi akan lebih mudah larut dalam larutan campuran antara NaOH dan ammonium hidroksida (NH4OH), akan meningkatkan

efek dari pretreatment yang dibandingkan dengan larutan ammonium hidroksida, Natrium hidroksida, dan air pada suhu kamar. Hasil ini juga bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi sinergis ketika menggunakan campuran Natrium hidroksida - ammonium hidroksida untuk mengetahui berapa rasio campuran basa paling baik yang diperoleh pada proses pretreatment.

Material

Jerami padi dipasok dari usaha tani padi di Padang Pariaman, Sumatera Barat. Jerami padi tersebut dipotong acak sepanjang 1 cm, dicuci, dan dikeringkan dalam oven pada suhu 40oC selama 24 jam untuk mencapai kadar air dari 5 - 10% berat. Bahan yang telah kering disimpan di kantong plastik dan disimpan pada suhu kamar.

Cara Kerja

20 gram jerami padi direndam dalam campuran 0,1 M NaOH - NH4OH 5%

dengan variasi rasio reagen pretreatment pada kondisi kamar. 0,1 M NaOH, air, dan NH4OH 5% digunakan sebagai

delignifikasi reagen yang sama sebagai campuran untuk melihat perbandingan antara campuran basa dan asam. Ketika waktu delignifikasi tercapai, sampel disaring dan dicuci dengan air sampai pH normal (± 7) dapat dicapai. Jerami padi

(3)

3 yang diolah kemudian dikeringkan dalam oven pada suhu 40oC selama 24 jam. Bahan kering disimpan di kantong plastik dan disimpan pada suhu kamar.

Pembahasan

Grafik hubungan ini dapat dilihat pada

Gambar 1:

Gambar 1 Hubungan antara lignin yang hilang terhadap reagen pretreatment

Berdasarkan Gambar 1 grafik hubungan antara Lignin yang hilang terahadap reagen preatreatment dapat disimpulkan bahwa pada perlakuan 1 dengan menggunakan pelarut 200 ml aquades diperoleh kadar lignin yang hilang terendah yaitu 22,08 %. Sementara pada perlakuan 2 (pelarut 67 ml NaOH dan 133 ml NH4OH) kadar lignin yang hilang

mengalami peningkatan menjadi 35,74 %. Pada perlakuan 3 (pelarut 200 ml NaOH) kadar lignin yang hilang menjadi 42,12 %. Dengan pelarut 133 ml NaOH (perlakuan 4) dan 67 ml NH4OH kadar lignin yang

semakin meningkat menjadi 46,37 %. Sementara dengan perlakuan 5 ( pelarut 200 ml NH4OH) kadar lignin yang hilang

menjadi 47,33 % dan dengan pelarut 100 ml NaOH dan 100 ml NH4OH (perlakuan

6) kadar lignin yang hilang paling tinggi diantara perlakuan lainnya yaitu 52,62 %. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan perendaman dengan larutan basa lemah NH4OH dapat menghilangkan

lignin sebanyak 1,7053 gram, lebih banyak

dibandingkan dengan perendaman menggunakan larutan basa kuat NaOH (1,52 gram). Hal ini sesuai dengan hasil peneliti yang terdahulu (Kim dan Lee, 2007).

Ternyata pada pencampuran yang seimbang ( 1 : 1)antara kedua basa ini dapat memberikan hasil yang lebih tinggi dibandingkan dengan pemakaian masing-masing basa kuat atau basa lemah saja.

Kesimpulan

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan maka dapat diambil kesimpulan sebagi berikut :

1. Proses penghilangan lignin yang paling optimal terdapat pada reagen pretreatment campuran NaOH : NH4OH (1:1) dengan persentase 52,62%

2. Proses hidrolisis yang paling optimal terdapat pada reagen pretreatment campuran NaOH : NH4OH (1:1) yang mampu menghasilkan 4,62 mg/ml glukosa 3. Semakin banyak lignin yang hilang

pada proses delignifikasi maka semakin banyak pula glukosa yang dihasilkan pada proses hidrolisis.

Daftar Pustaka

Jung Y.H., Kim I.J., Kim J.J., Oh K.K., Han J.-I., Choi I.-G., Kim K.H. (2011) Ethanol Production from Oil Palm Trunks Treated with Aqueous Ammonia and Cellulase.

Bioresource Technology 102:7307 - 7312.

Kaar W.E., Holtzapple M.T. (2000) Using Lime Pretreatment to Facilitate The Enzymic Hydrolysis of Corn Stover. Biomass and Bioenergy 18:189 - 199.

Kim S., Holtzapple M.T. (2005) Lime Pretreatment and Enzymatic Hydrolysis of Corn Stover.

(4)

4 Bioresource Technology 96:1994 - 2006.

Kim T.H., Lee Y.Y. (2006) Fractionation of Corn Stover by Hot-water and Aqueous Ammonia Treatment. Bioresource Technology 97:224 - 232.

Mosier N., Wyman C., Dale B., Elander R., Lee Y.Y., Holtzapple M., Ladisch M. (2005) Features of Promising Technologies for Pretreatment of Lignocellulosic Biomass. Bioresource Technology 96:673-686

Saha B.C. (2003) Hemicellulose Bioconversion. Industrial

Microbiology and Biotechnology 30:279 - 291.

Saha B.C., Iten L.B., Cotta M.A., Wu Y.V. (2005 ) Dilute Acid Pretreatment, Enzymatic Saccharification, and Fermentation of Rice Hulls to Ethanol. Biotechnology Progress 21:816 - 822.

Salvi D.A., Aita G.M., Robert D., Bazan V. (2010) Dilute Ammonia Pretreatment of Sorghum and Its Effectiveness on Enzyme

Hydrolysis and Ethanol Production. Applied Biochemistry and

(5)

5

JURNAL PENELITIAN

PENGHILANGAN LIGNIN PADA JERAMI DENGAN MENGGUNAKAN CAMPURAN SODIUM HIDROKSIDA DAN AMMONIUM HIDROKSIDA UNTUK

MENDAPATKAN GLUKOSA SEBAGAI BAHAN BAKU BIOETANOL

Padang, Desember 2015 Mengetahui,

Pembimbing 1 Pembimbing II

Gambar

Grafik  hubungan  ini  dapat  dilihat  pada  Gambar 1:

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi terkait struktur ukuran dan beberapa parameter populasi seperti laju pertumbuhan, tingkat kematian, tingkat

Menyusun kubus menyerupai stupa, digunakan untuk , mengenalkan warna mengenalkan jumlah motorik halus konsentrasi Harga Rp.45.000,- Menara Balok Digunakan untuk :

Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui profil nasabah bank sampah yang memiliki predikat terbaik dalam sistem pengelolaan bank sampah di

Työttömien lukumäärä Pirkanmaalla kasvoi vuonna 2009 kaikissa ammattiryhmissä, mutta teollisuuden ja rakentamisen osalta työttömien määrä lisääntyi jopa lähes 50 %

Hal itu terlihat dari struktur kitab Efesus 1-3 yang membahas mengenai kekayaan rohani yang kekal yang berasal dari sorga, yang dikaruniakan kepada semua orang

memiliki nilai standardized total effects sebesar 0.29 dan t-value sebesar 2.86, sehingga hipotesis 3 yang menyatakan iklan televisi terhadap keputusan pembelian berpengaruh sebesar

Dari dimensi pasar, dengan beralihnya kepemilikan dari wewenang pemerintah pusat melalui pemerintah provinsi ke pemerintah daerah (kabupaten), terjadi perubahan

Bauran promosi menurut Menurut Kotler dan Armstrong (2008:408) adalah Bauran promosi adalah alat komunikasi dalam promosi untuk menyampaikan produk yang dihasilkan