• Tidak ada hasil yang ditemukan

EL-UJRAH: [JOURNAL OF ISLAMIC BANKING AND FINANCE]

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "EL-UJRAH: [JOURNAL OF ISLAMIC BANKING AND FINANCE]"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

25 | E l - U j r a h : J o u r n a l O f I s l a m i c B a n k i n g a n d F i n a n c e

Analisis Manajemen Risiko Pada Pembiayaan Murabahah Di BPRS Berkah Ramadhan

Atiqi Chollisni Nasution, Abdullah Hafidzy1

1Sekolah Tinggi Ekonomi Syariah (STES) Islamic Village

Email : [email protected]@gmail.com

Abstrak

Pada perbankan Syariah di Indonesia, akad murabahah menjadi produk pembiayaan yang utama, maka diperlukan manajemen risiko yang baik dan optimal. Manajemen risiko yang optimal dapat menciptakan kemaslahatan bank dan nasabah, dengan demikian bank dapat mengurangi tingkat risiko serta dapat mengendalikan risiko secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen risiko pada pembiayaan murabahah di BPRS Berkah Ramadhan Islamic Village Tangerang. Penelitian ini menggunakan metode analisis kualitatif dengan teknik pengambilan data melalui observasi, wawancara secara mendalam dan dokumentasi. Teknik purposive sampling digunakan dalam pemilihan informan, yakni dengan memilih narasumber yang dianggap paling mengetahui terkait dengan topik penelitian. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dalam meminimalisir terjadinya risiko pada pembiayaan murabahah, BPRS Berkah Ramadhan menjalankan prinsip 5C. Penerapan manajemen risiko pada BPRS Berkah Ramadhan sudah mengikuti standar tata kelola manajemen risiko perbankan Indonesia. Adapun proses manajemen risiko pembiayaan murabahah, BPRS Berkah Ramadhan tidak mengenakan denda/sanksi atas keterlambatan pembayaran yang dilakukan oleh nasabah, serta memberikan restrukturisasi pada pembiayaan murabahah bermasalah.

Kata kunci: Murabahah, Manajemen risiko, Pembiayaan bermasalah.

Abstract

In Islamic banking in Indonesia, the murabahah contract is the main financing product, so good and optimal risk management is needed. Optimal risk management can create benefits for banks and customers, thereby reducing risk levels and controlling risks effectively. This study aims to analyze risk management in murabahah financing at BPRS Berkah Ramadhan Islamic Village Tangerang. This study uses a qualitative analysis method with data collection techniques through observation, in-depth interviews and documentation. Purposive sampling technique is used in selecting informants, namely by selecting sources who are considered the most knowledgeable related to the research topic. The results of this study indicate that in minimizing the risk of murabahah financing, BPRS Berkah Ramadhan applies the 5C principle. The implementation of risk management at BPRS Berkah Ramadhan has followed the standards of risk management governance in Indonesian banking. As for the risk management process for murabahah financing, BPRS Berkah Ramadhan does not impose fines / sanctions for late payments made by customers, and provides restructuring of problematic murabahah financing.

(2)

26 | E l - U j r a h : J o u r n a l O f I s l a m i c B a n k i n g a n d F i n a n c e Pendahuluan

Hampir semua bank syariah secara umum sudah menggunakan murabahah sebagai produk pembiayaan bank yang utama, meliputi sekitar 75 % dari total kekayaan perusahaan.1 Dalam akad Murabahah penjual berhak meminta jaminan

barang kepada pembeli. Pada konsepnya jaminan bukanlah suatu kewajiban rukun maupun syarat dalam akad murabahah, namun diperbolehkan agar pembeli tidak main-main dalam transaksi tersebut dan meminimalisir terjadinya moral hazard.

BPRS Berkah Ramadhan menjadi salah satu lembaga keuangan perbankan yang menyediakan pembiayaan murabahah kepada masyarakat dalam bentuk berupa produk pembiayaan konsumtif kebutuhan primer seperti pembiayaan pembelian kendaraan bermotor, alat elektronik dan penbiayaan renovasi rumah.

Dalam pelaksanaannya, risiko yang sering dihadapi oleh bank dalam pembiayaan murabahah meliputi terjadinya risiko pembayaran yaitu terjadinya pembayaran angsuran dari nasabah yang kurang lancar hingga mengalami kredit macet atau gagalnya pelunasan angsuran, serta gagalnya nasabah membayar kewajiban atau tagihan angsuran secara penuh sesuai dengan batas waktu yang telah disepakati.

Dilihat dari banyaknya risiko yang ada pada akad pembiayaan murabahah maka diperlukan pelaksanaan manajemen risiko yang optimal dalam menaggulangi kemungkinan risiko-risiko yang akan terjadi. Risiko tersebut sangat berbahaya bagi kegiatan bank syariah karena dapat mengakibatkan penurunan kinerja bank, kepercayaan masyarakat pada bank syariah dan lain-lain maka risiko harus dikelola dengan baik. Manajemen risiko berfungsi untuk mengelola risiko agar bank syariah memperoleh hasil yang optimal, jika risiko dikelola dengan baik.

Tinjauan Pustaka Manajemen Risiko

Manajemen risiko pada hakikatnya ialah sekumpulan metodologi serta prosedur yang dimanfaatkan dalam meneliti, mengukur, melakukan mitigasi, memantau, dan mengelola risiko yang terjadi dari seluruh kegiatan bank. Manajemen risiko menjadi usaha dalam memanfaatkan risiko agar peluang memperoleh keuntungan dapat terjadi secara berkesinambungan (sustainable) karena risiko akibat seluruh kegiatan bank sudah diperhitungkan.2

Bagi kaum muslim manajemen risiko menjadi sesuatu yang perlu untuk dilakukan, dimana manajemen risiko yang baik mencerminkan bahwa manusia berupaya manjaga pemberian dari Allah SWT berupa harta kekayaan. Kegagalan dalam mengelola risiko tidak langsung membawa kerugian kepada Allah SWT,

1 Oneng Muawanah, “Pelaksanaan Akad Murabahah Wal Wakalah Pada Pembiayaan Renovasi

Rumah Di Bank Pembiayaan Rakyat Syariah Kantor Pusat Rancaekek Bandung,” 2019, h 4,

(3)

27 | E l - U j r a h : J o u r n a l O f I s l a m i c B a n k i n g a n d F i n a n c e

akan tetapi hanya berdampak pada manusia yang telah gagal dalam mengendalikan risiko tersebut.3

Tata kelola manajemen risiko mencangkup evaluasi terhadap perumusan tingkat risiko yang akan diambil (Risk appetite), toleransi risiko (Risk tolerance), serta kecukupan pengawasan aktif (Oversight) oleh dewan komisaris dan dewan direksi terkait dengan pelaksanaan kewenangan dan tanggung jawab dewan komisaris dan direksi. Kebijakan dan prosedur yang dimiliki bank harus didasarkan pada strategi manajemen risiko.4

Mitigasi Risiko

Mitigasi risiko pembiayaan adalah sejumlah teknik dan kebijakan dalam mengelola risiko pembiayaan untuk meminimalkan kemungkinan terjadinya atau dampak dari kerugian pembiayaan. Setelah risiko diukur dan diidentifikasi, diharapkan risiko dapat dihentikan sebisa mungkin, namun bila risiko tetap terjadi maka perlu dilakukan upaya mitigasi agar dampak yang ditimbulkan risiko tersebut bias diminimalisir sekecil mungkin.5

Risiko pembiayaan sering kali dikaitkan dengan risiko gagal bayar. risiko ini mengacu pada potensi kerugian yang dihadapi bank ketika pembiayaan yang diberikan macet.6

Mitigasi risiko pembiayaan adalah sejumlah teknik dan kebijakan dalam

mengelola risiko pembiayaan untuk meminimalkan kemungkinan kemungkinan terjadinya atau dampak dari kerugian pembiayaan.

Pembiayaan Murabahah

Kata murabahah digunakan dari bahasa Arab yaitu al-ribh ( حبرلا ) yaitu kelebihan serta tambahan atas perdagangan. Dengan kata lain, al-ribh dapat diterjemahkan menjadi keuntungan. Sedangkan arti murabahah menurut istilah yaitu jual beli barang pada harga asli ditambah keuntungan yang disetujuan dua pihak, sehingga penjual harus paham harga pokok dan berapa keuntungan sebagai tambahannya7

Murabahah ialah akad jual beli atas suatu barang, yaitu penjual menyertakan harga perolehan barang kepada pembeli lalu menjualnya kepada pihak pembeli dengan menyertai keuntungan yang diinginkan sesuai nominal tertentu. Pada akad murabahah penjual menjual barangnya dengan memberikan kelebihan untuk harga

3 Chairunnisa Wahyu Utami, “Evaluasi Manajemen Risiko Pembiayaan Murabahah Pada

Bank Syariah Mandiri KCP Graha Raya Serpong Utara,” UIN Syarif Hidayatullah, July 2015, 24.

4 Ikatan Bankir Indonesia, Manajemen Kesehatan Bank Berbasis Risiko, (Jakarta, 2016), h.

87

5 Anandito Nirwantoro. “Mitigasi Risiko Pembiayaan Tanpa Agunan Pada Produk Mikro IB Dalam Perspektif Ekonomi Islam” (Yogyakarta, 2018), h. 44

6 Ahmad Farhat Amaliyah, “Manajemen Risiko Terhadap pembiayaan Murabahah Di Bank Pembiayaan Rakyat Syariah” (Yogyakarta, 2018) h. 239

(4)

28 | E l - U j r a h : J o u r n a l O f I s l a m i c B a n k i n g a n d F i n a n c e

beli atas harga jual. Perbandingan harga jual dengan harga beli disebut dengan margin keuntungan.8

Murabahah pada istilah fikih Islam memiliki arti sebuah bentuk jual beli

tertentu dimana penjual menyebutkan biaya pendapatan barang, mencangkup biaya barang dan biaya-biaya lain yang digunakan untuk mendapatkan barang tersebut, dan tingkat keuntungan (margin) yang diharapkan.9

Prosedur Pembiayaan

Istilah prosedur sudah tidak asing lagi digunakan baik itu dalam kehidupan sehari-hari. Prosedur mencangkup mengenai cara dan aturan untuk melaksanakan suatu kegiatan tertentu, sehingga kegiatan tersebut dapat dilaksanakan dengan efisien dan terkoordinir dengan baik.10

Prosedur juga berarti rangkaian tugas yang saling berkaitan dan tersusun secara teratur yang berisi tentang tata cara dalam menjalankan suatu pekerjaan. Prosedur dapat berbentuk tulisan maupun lisan. Dalam menjalankan sebuah prosedur, terdapat etika atau aturan-aturan yang harus dipenuhi dan dilaksanakan. Hal tersebut dimaksudkan agar tujuan yang ditetapkan dapat dicapai dengan efektif dan efisien dan juga untuk menghindari risiko yang mungkin terjadi.11

METODE PENELITIAN

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif karena penelitian ini menguraikan kondisi nyata dari peristiwa yang terjadi. Penelitian kualitatif merupakan sebuah penelitian dimana hasil dari penelitian tidak didapat dengan prosedur statistik atau metode kuantifikasi lainnya, tetapi melalui pengumpulan data, analisis dan kemudian diinterpretasikan.12 Penelitian ini berjenis deskriptif

dan cenderung menggunakan analisis dengan pendekatan induktif.13 Karakteristik

dari penelitian kualitatif yaitu mendeskripsikan suatu keadaan yang sebenarnya atau disebut juga naturalistik karena penelitian yang dilakukan berdasarkan fakta yang ada. Penelitian kualitatif memfokuskan pada perincian mengenai permasalahan yang terjadi dalam kehidupan sosial secara lebih rinci. Dalam hal ini, peneliti melakukan penelitian secara langsung ke lapangan untuk mengamati

8 Shindy Marcela Nasir & Siswadi Sululing, “Accounting In Murabahah,” Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Luwuk XIX (January 2015). h. 113.

9 Yesi Purwandari, “Tinjauan Hukum Islam Terhadap Praktik Ta’widh Pada Akad Murabahah,”

h.20.

10 Vernalia Tara Nahjiati, “Penerapan Prosedur Pembiayaan BSM Implan Di Bank Syariah Mandiri, Branch Office Praya” (Yogyakarta, 2018) h. 18

11 Anna Mariana, “Prosedur pemberian Pembiayaan Terhadap Upaya Pemberdayan Ekonomi masyarakat Dalam Perspektif Ekonomi islam” (Lampung, 2018) h. 23

12 Albi Anggito Setiawan Johan, Metodologi penelitian kualitatif (Sukabumi: CV Jejak

(Jejak Publisher), 2018), h. 9.

13 Eko Sugiarto, Menyusun Proposal Penelitian Kualitatif: Skripsi dan Tesis: Suaka Media

(5)

29 | E l - U j r a h : J o u r n a l O f I s l a m i c B a n k i n g a n d F i n a n c e

peristiwa secara detail sampai peneliti menemukan secara rinci apa yang diinginkan.14

Berkenaan dengan penelitian mengenai analisis manajemen risiko pada produk pembiayaan murabahah di BPRS Berkah Ramadhan Islamic Village Tangerang, maka penelitian ini mengambil penelitian di BPRS Berkah Ramadhan Islamic Village Tangerang.

Dalam penelitian kualitatif peneliti merupakan instrumen penelitian. Kesuksesan pengumpulan data didasari oleh keahlian peneliti dalam mendalami situasi sosial yang djadikan fokus penelitian. Peneliti harus melakukan wawancara dengan subyek yang diteliti, harus bisa mengamati situasi yang sebenarnya terjadi, mengabadikan kejadian, simbol dan tanda yang terjadi, serta merekam pembiacaraan yang terjadi

Dalam pengujian kevalidan data, metode penelitian kualitatif terdiri uji credibility, transferability, dependability dan confirmability.15

1. Uji Credibility

Uji kredibiltas data atau kepercayaan atas data hasil penelitian kualitatif yaitu seperti dilaksankan dengan memperpanjang observasi, peningkatan ketekunan dalam penelitian, triangulasi, analisis kasus negatif.

a. Memperpanjang observasi, mengharuskan peneliti kembali ke lapangan, mengulang dan melanjutkan pengamatan, wawancara kembali dengan sumber data yang sudah ditemui atupun yang baru.

b. Meningkatkan ketekunan, yaitu melaksanakan pengamatan dengan lebih teliti dan saling berhubungan. Dengan cara tersebut akan dipastikan data dan rangkaian kejadian dapat direkam lebih pasti dan teratur.

c. Triangulasi, ialah pemeriksaan data dari berbagai sumber dengan berbagai proses dan berbagai waktu. Triangulasi bertujuan untuk membandingkan hasil penelitian dengan berbagai pihak untuk memastikan kepercayaannya. d. Analisis kasus negatif, berarti kasus yang ditemukan tidak sesuai atau tidak sama dengan hasil penelitian. Dengan demikian, peneliti menelusuri data yang berbeda atau berlawanan dengan data yang sudah dikemukakan e. Menggunakan bahan referensi, sebagai penopang untuk menunjukan data

yang sudah didapatkan oleh peneliti. Seperti data hasil wawancara perlu didukung dengan adanya rekaman berupa alat perekam suara, gambar-gambar yang berhubungan dengan data-data yang ditemukan.

f. Mengadakan membercheck, yaitu pemeriksaan data yang didapat peneliti kepada pemberi data. Manfaat membercheck untuk melihat seberapa jauh data yang didapat sesuai dengan apa yang diberikan oleh pemberi data. Apabila data yang diperoleh disepakati oleh para pemberi data berarti data tersebut valid.

2. Uji Transferability

14 Anggi Anggito Setiawan, Metodologi penelitian kualitatif, h. 10–11.

15 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D, (Bandung : Alfabeta,

(6)

30 | E l - U j r a h : J o u r n a l O f I s l a m i c B a n k i n g a n d F i n a n c e

Dalam uji transfrability, peneliti dituntut agar membuat laporan hasil penelitian dengan menguraikan secara lengkap, jelas, teratur dan bisa dipercaya. Supaya pembaca memahami hasil dari penelitian tersebut.

3. Uji Dependability

Uji depenability disebut juga realibilitas yaitu dilaksanakan dengan mengaudit seluruh proses penelitian. Sebuah penelitian dapat disebut reliabel apabila orang lain bisa mengulangi proses penelitian tersebut.

4. Uji Konfirmability

Uji konfirmability disebut juga dengan uji obyektivitas penelitian. Penelitian ini disebut obyektif jika hasil penelitian sudah disetujui oleh banyak pihak.

HASIL PEMBAHASAN

Prosedur Pembiayaan Murabahah Di BPRS Berkah Ramadhan

BPRS Berkah Ramadhan memiliki lima produk pembiayaan murabahah yaitu pembiayaan payroll, pembiayaan modal usaha, pembiayaan pembelian rumah, pembiayaan renovasi rumah dan pembiayaan konsumtif yang bertujuan untuk dapat memenuhi kebutuhan masyarakat seperti pembeliaan kendaraan maupun elektronik.16

dalam pengajuan pembiayaan murabahah jika calon nasabah tidak memenuhi salah satu persyaratan untuk mengajukan pembiayaan, maka pihak bank akan memberikan toleransi kepada calon nasabah dengan memberikan beberapa waktu ke depan untuk melengkapi persyaratan tersebut. Seperti untuk pengajuan modal usaha, nasabah tersebut tidak memiliki laporan keuangan usaha yang dapat diteliti oleh bank, maka pihak bank akan memberikan edukasi kepada nasabah untuk membuat laporan pengeluaran dan pendapatan harian dari usahanya tersebut. Namun, apabila nasabah tidak lolos dari hasil BI Checking yang dilakukan oleh bank karena nasabah tersebut pernah melakukan pembiayaan bermasalah, maka pembiayaan yang diajukan oleh calon nasabah kepada bank akan ditolak walaupun jaminan yang diajukan oleh nasabah tersebut bagus karena syarat utama dalam pembiayaan yaitu nasabah harus lolos dari hasil BI Checking.17

prosedur pembiayaan murabahah yang dilakukan oleh BPRS Berkah Ramadhan sebagai berikut:18

a. Calon nasabah mendatangi kantor BPRS Berkah Ramadhan dengan membawa surat permohonan pengajuan pembiayaan, di mana dalam surat tersebut calon nasabah harus memberikan tujuan yang jelas untuk apa pembiayaan tersebut diajukan serta mencantumkan jumlah nominal pembiayaan yang diperlukan.

16 Dewi Reni, 17 Juli 2020, Wawancara dengan Komisaris BPRS Berkah Ramadhan.

17 Ahmad Haerudin, 13 Juli 2020, Wawancara dengan Kepala Bagian Pembiayaan BPRS Berkah

Ramadhan

18 M. Rizky Alfiansyah, 13 Juli 2020, Wawancara dengan Account Officer BPRS Berkah

(7)

31 | E l - U j r a h : J o u r n a l O f I s l a m i c B a n k i n g a n d F i n a n c e

b. Calon nasabah akan diminta untuk mempersiapkan berkas atau data yang diperlukan untuk pengajuan pembiayaan murabahah.

1) Pembiayaan Payroll:

a) Fotocopy KTP Suami-Istri b) Fotocopy Kartu Keluarga c) Fotocopy Surat Nikah d) SK Karyawan

2) Pembiayaan Modal Usaha a) Fotocopy KTP

b) Fotocopy Kartu Keluarga

c) Fotocopy Laporan Keuangan Usaha atau Fotocopy Slip Gaji (untuk karyawan)

d) Fotocopy Sertifikat atau BPKB 3) Pembiayaan Konsumtif

a) Fotocopy KTP

b) Fotocopy Kartu Keluarga

c) Fotocopy Laporan Keuangan Usaha atau Fotocopy Slip Gaji (untuk karyawan)

c. Bank akan meneliti berkas-berkas yang sudah dilampirkan oleh calon nasabah tersebut serta dilakukan BI Checking.

d. Bank akan melakukan analisa pembiayaan yaitu dengan 5C (Character,

Capacity, Capital. Collateral dan Condition of Economy) untuk dapat

memastikan apakah nasabah tersebut layak untuk diberikan pembiayaan atau tidak.

e. Proses pencairan dana dengan akad murabahah bil wakalah dilakukan secara bertahap. Tahap pertama, bank akan mencairkan dana sebesar 80% dari jumlah pembiayaan yang diajukan oleh nasabah untuk pembelian barang. Tahap kedua, bank akan kembali mencairkan dana sebesar 20% yang merupakan sisa dari jumlah pembiayaan yang diajukan. Pencairan dana sebesar 20% akan dilakukan oleh bank ketika nasabah sudah memberikan laporan-laporan pembelian barang dan pihak bank sudah melakukan survey untuk memastikan kebenaran atas pembelian barang tersebut.

Strategi Meminimalisir Resiko Pembiayaan Murabahah di BPRS Berkah Ramadhan

dalam meminimalisir terjadinya risiko pada pembiayaan murabahah, pada saat calon nasabah mengajukan pembiayaan kepada BPRS Berkah Ramadhan, nasabah menyerahkan persyaratan seperti Fotocopy KTP, Fotocopy Kartu Keluarga, Fotocopy Laporan Keuangan Usaha atau Fotocopy Slip Gaji untuk karyawan, lalu bank akan melakukan pemeriksaan ulang terkait dengan data dan dokumen yang diberikan oleh calon nasabah yaitu dengan melakukan wawancara secara langsung dan melakukan survey ke lapangan khususnya ke lingkungan tempat tinggal dan tempat bekerja calon nasabah untuk memastikan kebenaran dari data dan dokumen tersebut.19

(8)

32 | E l - U j r a h : J o u r n a l O f I s l a m i c B a n k i n g a n d F i n a n c e

Analisa yang dilakukan BPRS Berkah Ramadhan antara lain: 1) Character

Character atau watak dari calon nasabah pembiayaan merupakan

pertimbangan utama yang dilakukan oleh bank untuk dapat memutuskan apakah pembiayaan tersebut layak atau tidak untuk diberikan kepada nasabah. Tujuan dari menganalisa karakter atau watak dari nasabah ini untuk mendapatkan gambaran akan kemauan dan itikad baik nasabah dalam membayar angsuran.

Analisa character yang dilakukan oleh bank kepada calon nasabah dengan melakukan beberapa hal. Pertama, bank akan melakukan wawancara dengan calon nasabah mengenai identitas dan latar belakang nasabah. Kedua, pihak bank juga akan melakukan survey ke tempat tinggal calon nasabah untuk menanyakan character dari calon nasabah kepada tetangga lingkungan calon nasabah. Ketiga, melakukan analisa melalui BI Checking untuk mengetahui apakah nasabah tersebut pernah bermasalah dalam melakukan pembiayaan atau tidak.

2) Capacity

Analisis capacity bertujuan untuk mengetahui kemampuan calon nasabah dalam memenuhi kewajibannya sesuai dengan jangka waktu yang telah ditentukan oleh bank. Pihak bank harus mengetahui dengan pasti kemampuan calon nasabah dalam memenuhi kewajibannya melalui pendapatan utama dari calon nasabah dilihat dari nominal slip gaji nasabah. Bank akan menghitung berapa besar biaya untuk kebutuhan pokok nasabah dan biaya-biaya lainnya. Setelah itu bank akan dapat menyimpulkan bahwa dari jumlah gaji sekian nasabah tersebut mampu membayar kewajiban sebesar sekian. Selain itu, jika nasabah tersebut seorang pebisnis makan bank akan melakukan analisa melalui laporan keuangan rugi/laba dari usaha tersebut.

3) Capital

Capital merupakan modal sendiri yang dimiliki oleh calon nasabah.

Tujuan dari analisis capital yaitu mengukur kemampuan usaha calon nasabah untuk mendukung pembiayaan dengan modal yang dimiliki. Penilaian modal yang dilakukan oleh pihak bank kepada calon nasabah dilihat dari aset yang dimiliki oleh calon nasabah. pihak bank akan melihat apakah usaha yang dijalankan oleh calon nasabah tersebut berjalan dengan baik atau tidak. Jika pertumbuhan usaha tersebut bagus, maka harus dibuktikan dari aset atau laporan keuangan tahunan tersebut untuk dapat membuktikan kepada pihak bank bahwa usaha yang dijalankan benar-benar berjalan dengan baik.

4) Collateral

Collateral adalah jaminan harta benda yang dimiliki oleh calon

nasabah. Pembiayaan yang diajukan oleh calon nasabah di bawah 50 juta untuk karyawan Islamic Village tidak dibutuhkan jaminan. Namun, untuk calon nasabah selain dari karyawan Islamic Village diwajibkan untuk

(9)

33 | E l - U j r a h : J o u r n a l O f I s l a m i c B a n k i n g a n d F i n a n c e

memberikan jaminan. Jaminan ini digunakan untuk melihat itikad baik dari calon nasabah tersebut, sebagai upaya meminimalisir risiko gagal bayar. Jaminan tersebut digunakan sebagai the second way out artinya apabila nasabah melakukan gagal bayar pada waktu yang sudah ditentukan dan kolektibilitasnya sudah mencapai 4 (diragukan), maka pihak bank akan melakukan eksekusi jaminan tersebut. Tapi hal itu bukan merupakan tujuan utama, karena tujuan utamnya yaitu keberhasilan pembayaran yang dilakukan oleh nasabah.

5) Condition

Condition adalah kondisi usaha yang dijalankan oleh calon nasabah.

tujuan analisis ini untuk mengetahui apakah usaha yang dijalankan oleh calon nasabah memiliki prospek yang baik atau tidak untuk ke depannya. Selain itu, jika dilihat dari keadaan saat ini apakah pembiayaan yang diajukan oleh calon nasabah tersebut cocok untuk kondisi saat ini atau tidak. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kondisi usaha yaitu pertama, faktor lingkungan alam, seperti panas, dingin, daerah bencana alam dan lain sebagainya. Kedua, faktor dari kebijakan pemerintah terkait dengan kebijakan ekonomi, politik, keamanan dan lainnya.

Proses Manajemen Risiko

Dalam melaksanakan proses manajemen risiko BPRS Berkah Ramadhan malakukan Identifikasi risiko. Identifikasi yang dilakukan BPRS Berkah Ramadhan merupakan identifikasi risiko yang dilakukan dengan menganalisis informasi dari permohonan yang dilakukan oleh calon nasabah. BPRS Berkah Ramadhan juga melakukan pengukuran risiko, pengukuran risiko dilakukan dengan mengidentifikasi risiko yang mungkin timbul dikemudian hari dan sekaligus menetapkan solusinya, karena BPRS tidak dapat mengetahui seperti apa perkembangan usaha nasabah kedepannya, seperti apa keuangan nasabah kedepannya. BPRS Berkah Ramadhan juga melakukan pemantauan risiko dengan memonitoring laporan keuangan nasabah dan datang langsung ke tempat usaha nasabah, melihat sejauh mana perkembangan usaha nasabah. Pemantauan juga dapat dilakukan dengan melihat apakah pembayaran angsuran yang dilakukan nasabah mengalami keterlambatan pembayaran atau tidak.

Pengendalian risiko yang dilakukan oleh BPRS Berkah Ramadhan dalam pembiayaan bermasalah tergantung tingkat kolektibilitas kelancaran pembayaran nasabah, jika nasabah mengalami keterlambatan nasabah kurang dari 1 bulan, BPRS Berkah Ramadhan tidak mengenakan denda/sanksi, tetapi hanya melakukan komunikasi dan wawancara kepada nasabah untuk menanyakan penyebab terjadinya keterlambatan pembayran nasabah, untuk tingkatan kolektibilitas selanjutnya bank akan melakukan restrukturisasi, namun jika setelah restrukturisasi nasabah tetap menagalami pembiayaan bermasalah atau menjadi pembiayaan macet, maka bank akan mengeksekusi jaminan nasabah tersebut.

Pengendalian yang dilakukan oleh BPRS Berkah Ramadhan sudah sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan Bank Indonesia Nomor 13/23/PBI/2011 tentang Penerapan Manajemen Risiko Bagi Bank Umum Syariah Dan Unit Usaha

(10)

34 | E l - U j r a h : J o u r n a l O f I s l a m i c B a n k i n g a n d F i n a n c e

Syariah. Penerapan manajemen risiko pada pasal 2 ayat (1) paling kurang mencangkup:

a. Pengawasan aktif Dewan Komisaris, Direksi, dan Dewan Pengawas Syariah; b. Kecukupan kebijakan, prosedur, dan penetapan limit manajemen risiko; c. Kecukupan proses identifikasi, pengukuran, pemantauan, dan pengendalian

risiko, dan

d. Sistem pengendalian yang menyeluruh.

Kesimpulan

Berdasarkan penelitian yang telah peneliti lakukan, terdapat beberapa kesimpulan yang dapat peneliti uraikan, yaitu sebagai berikut:

1. Dalam prosedur pengajuan pembiayaan murabahah di BPRS Berkah Ramadhan, nasabah dapat datang ke kantor BPRS Berkah Ramadhan serta membawa surat pengajuan permohonan pembiayaan serta membawa dokumen/berkas yang diperlukan, dan jika nasabah tidak dapat memenuhi persyaratan penyertaan laporan keuangan usaha nasabah, maka pihak BPRS akan membantu nasabah untuk membuat laporan keuangan tersebut. BI

Checking juga menjadi salah satu persyaratan penting dalam pengajuan

pembiayaan murabahah.

2. Dalam melakukan strategi meminimalisir risiko pembiayaan murabahah, BPRS Berkah Ramadhan melakukan analisis kelayakan nasabah menggunakan prinsip 5C yaitu Analisa Character dengan melakukan wawancara terhadap nasabah serta tetangga lingkungan nasabah, analisa

Capacity dengan menilai laporan keuangan nasabah atau slip gaji nasabah

guna menilai kemampuan nasabah dalam membayar, analisa Capital deengan menilai modal yang dimiliki nasabah, analisa Collateral dengan menilai jaminan yang dijaminkan oleh nasabah, serta analisa Condition dengan menilai prospek usaha nasabah untuk jangka waktu kedepannya.

3. Pada proses manajemen risiko, BPRS Berkah Ramadhan melakukan identifikasi risiko dengan menganalisa informasi dari nasabah, lalu pengukuran risiko yaitu dengan menganalisa risiko yang akan timbul dikemudian hari serta mencari solusinya. Pemantauan risiko dilakukan dengan memonitoring laporan keuangan usaha nasabah dan melihat kelancaran pembayaran nasabah, serta pengendalian risiko yang dilakukan dengan restrukturisasi dalam menyelamatkan pembiayaan bermasalah. Restrukturisasi dilakukan apabila masih terdapat itikad baik dari nasabah dan prospek usaha nasabah masih tergolong cukup baik.

Saran

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan di atas maka saran yang dapat penulis sampaikan yaitu sebagai berikut:

1. Bagi BPRS Berkah Ramadhan

a. Pihak BPRS Berkah Ramadhan diharapkan mampu menganalisa data/dokumen-dokumen calon nasabah lebih baik lagi, sehingga diharapkan bank terhindar dari risiko pemalsuan data/dokumen yang diberikan oleh calon nasabah.

(11)

35 | E l - U j r a h : J o u r n a l O f I s l a m i c B a n k i n g a n d F i n a n c e

b. Dalam menjalankan kebijakannya, BPRS Berkah Ramadhan diharapkan dapat lebih selektif lagi dalam menentukan kelayakan nasabah pembiayaan murabahah. Analisis aspek 5C harus lebih mendalam sehingga diharapkan nasabah yang diberikan pembiayaan adalah nasabah yang kooperatif dan mampu melunasi kewajibannya.

c. BPRS Berkah Ramadhan diharapkan mampu menganalisis terjadinya risiko pembiayaan bermasalah sejak dini, sehingga kemungkinan terjadinya risiko pembiayaan dapat diminimalisir secepat dan sebaik mungkin.

2. Bagi Peneliti Selanjutnya

Peneliti mengharapkan untuk peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian lebih dalam dan lebih terperinci lagi, yaitu penelitian dapat dilakukan dengan menganalisa manajemen risiko di beberapa bPRS di Indonesia dengan area penelitian yang lebih luas, sehingga didapatkan hasil penelitian yang lebih baik dan akurat lagi.

DAFTAR PUSTAKA A. Buku

Anshori, Abdul Ghofur. 2018. ”Perbankan Syariah di Indonesia". UGM PRESS. Adrianto dan Firmansyah, Anang. 2019. "Manajemen Bank Syariah". Penerbit

Qiara Media.

Alam, S. 2007. "Ekonomi : - Jilid 3. Vol. 3". Jakarta: Erlangga.

Antonio, Muhammad Syafi’i. 2013 ”Bank syariah: dari teori ke praktik". 20th ed. Gema Insani.

Hamdi, Asep Saepul dan E. Bahruddin. 2015. "Metode Penelitian Kuantitatif

Aplikasi dalam Pendidikan". Yogyakarta Deepublish.

Ikatan Bankir Indonesia. 2016. "Manajemen Risiko 1." . Gramedia Pustaka Utama, (h.1).

Ikatan Bankir Indonesia. 2014. "Mengelola Kredit Secara Sehat". Gramedia Pustaka Utama

Ikatan Bankir Indonesia. 2016. "Tata Kelola Manajemen Risiko Perbankan. Grasindo".

Mamik, Dr. 2015. "Metodologi Kualitatif". Jawa Timur: Zifatama Jawara. Yusuf, A. Muri. 2016. "Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif & Penelitian

Gabungan". Prenada Media.

Maralis, Reni dan Aris Triyono. 2019. "Manajemen resiko". 1st ed. Yogyakarta: CV Budi Utama.

(12)

36 | E l - U j r a h : J o u r n a l O f I s l a m i c B a n k i n g a n d F i n a n c e

Veithzal, Rivai dan Rifki Ismal. 2013. 'Islamic Risk Management for Islamic

Bank". Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Setiawan, Albi Anggito, Johan. 2018. "Metodologi penelitian kualitatif". Sukabumi: CV Jejak Publisher.

Sugiarto, Eko. 2017. "Menyusun Proposal Penelitian Kualitatif: Skripsi dan

Tesis: Suaka Media". Diandra Kreatif.

Firmansyah, Anang dan Budi W. Mahardhika. 2018. “Pengantar Manajemen”. h.1. Yogyakarta: CV Budi Utama

B. Jurnal

Hastuti, Fahmi Gunawan dan Heksa Biopsi Puji. 2018 "Senarai Penelitian

Pendidikan, Hukum, dan Ekonomi di Sulawesi Tenggara". Deepublish.

Siahaan, Hinsa. 20013 "Manajemen Resiko - Konsep,Kasus,Implementasi". Jakarta: Elex Media Komputindo.

Ilyas, Rahmat. 2015. “Konsep Pembiayaan Dalam Perbankan Syari’ah.” Jurnal Penelitian, no. 1 (h.9).

Sholahuddin, M. 2004 “Risiko Pembiayaan Dalam Perbankan Syariah.” Fakultas

Ekonomi Universitas Muhammadiyah Surakarta (h.8).

Manzilati, Asfi. 2017. ”Metodologi Penelitian Kualitatif: Paradigma, Metode,

dan Aplikasi". Universitas Brawijaya Press.

Usman, Rachmadi. 2010. "Produk dan Akad Perbankan Syariah di Indonesia

(Implementasi dan Aspek Hukum)". Citra Aditya Bakti.

Dimyati, Johni. 2013. "Metodologi Penelitian Pendidikan dan Aplikasinya Pada

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)". Kencana.

Nasir, Shindy Marcela dan Siswadi Sululing. 2015. “Accounting In Murabahah.” Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Luwuk XIX January. Hayati, Sri. 2017. "Manajemen Resiko untuk Bank Perkreditan Rakyat dan

Lembaga Keuangan Mikro". 1st ed. Yogyakarta: Penerbit Andi.

Wijaya, Hengki. 2018 "Analisis Data Kualitatif Ilmu Pendidikan Teologi. Sulawesi Selatan: Sekolah Tinggi Theologia Jaffray.

Mardin, Andi Rahmat. 2018 “Manajemen Risiko Pembiayaan iB Muamalat

Multiguna Akad Murabahah Di Pt. Bank Muamalat Indonesia Kantor Cabang Kendari”. (h.13),.

Utami, Chairunnisa Wahyu. 2015 “Evaluasi Manajemen Risiko Pembiayaan

Murabahah Pada Bank Syariah Mandiri KCP Graha Raya Serpong Utara.” UIN Syarif Hidayatullah.

(13)

37 | E l - U j r a h : J o u r n a l O f I s l a m i c B a n k i n g a n d F i n a n c e

Yusuf, Muhammad. 2013. “Analisis Penerapan Pembiayaan Murabahah

Berdasarkan Pesanan dan Tanpa Pesanan serta Kesesuaian dengan PSAK 102.”

Zamzam, Firdaus dan Fakhry. 2018. "Aplikasi Metodologi Penelitian". Deepublish

Skripsi

Rahmadhant, Dina. 2019 ”Analisis Manejemen Risiko Dalam Pembiayaan Modal

Kerja Usaha Mikro Kecil Menengah (Studi Kasus BMT Bina Insan Sejahtera Mandiri Syariah Cabang II Kelapa Dua Tangerang)”.

Nurdiansyah, Dede. 2009 “Persepsi Nasabah Terhadap Produk Pembiayaan

Murabahah BPRS Al-Salam” (h.1).

Apriyanti, Irma. 2018 “Manajemen risiko pembiayaan musyarakah dan

mudharabah pada bprs harta insan karimah ciledug perspektif analisis swot”.

khuzaimah. 2010 “Strategi Mengelola Risiko Pada Pembiayaan Konsumtif Di Pt.

Bank Syrai’ah Mandiri Cabang Dumai Di Tinjau Dari Ekonomi Islam”

Anouw, M.Th Yulian. 2018. "Kepemimpinan Rumah Tangga Suku Meere:

Membangun Keluarga Kristen yang Utuh di Gereja Kemah Injil Papua Barat". BPK Gunung Mulia.

Nur Khusniyah, Ubid Salim, “Manajemen Risiko Berbasis Spiritual Islam”,

Universitas Brawijaya, 2018. h.193

Ulfa, Nailil. 2012. “Penerapan Akad Ba’i Bitsaman Ajil Pada Pembiayaan

Renovasi Rumah Di BMT Hudatama Semarang” Institut Agama Islam

Negeri Walisongo Semarang.

Muawanah, Oneng 2019. “Pelaksanaan Akad Murabahah Wal Wakalah Pada

Pembiayaan Renovasi Rumah Di Bank Pembiayaan Rakyat Syariah

Kantor Pusat Rancaekek Bandung”.

http://digilib.uinsgd.ac.id/18327/4/4_bab1.pdf.

Rahman, Taufik. 2019. “Manajemen Risiko Dengan Prinsip 5C Pada Produk

Pembiayaan Murabahah Di BMT Khairul Ikhwan Martapura”.

Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin.

Afrida, Yenti. 2016. “Analisis Pembiayaan Murabahah DI Perbankan Syariah”. Institut Agama Islam Negeri Imam Bonjol Padang, (h.1,2).

Purwandari, Yesi. 2018 “Tinjauan Hukum Islam Terhadap Praktik Ta’widh Pada

(14)

38 | E l - U j r a h : J o u r n a l O f I s l a m i c B a n k i n g a n d F i n a n c e

BTN Syariah Kantor Cabang Semarang”. Undergraduate, UIN Walisongo

Semarang. C. Website http//www.slideshare.net http//www.asliri.id htpp//www.hertanto.co.id D. Hasil Wawancara

Dewi Reni. Wawancara dengan ibu Dewi Reni Komisaris BPRS Berkah Ramadhan Islamic Village Tangerang, 2020

Ahmad Haerudin. Wawancara dengan bapak Ahmad Haerudin kepala bagian pembiayaan BPRS Berkah Ramadhan Islamic Village Tangerang, 2020 M.Rizky Alfiansyah. Wawancara dengan bapak M.Rizky Alfiansyah Account

Officer BPRS Berkah Ramadhan Islamic Village Tangerang, 2020

Referensi

Dokumen terkait

b.Kibasan pecut pertama mulai menggembalakan anak cucu, cicit ke pasar Gawok.. Kegiatan dilakukan pada setiap jum’at bertepatan kalender jawa Kliwon, yang dimaknai oleh

1) Normal probability plot of the studentized residuals to check for normality of residuals. 2) Studentized residuals versus predicted values to check for constant error. 3)

Metode analisis penelitian ini menggunakan uji analisis regresi linier berganda dengan uji t pada variabel religiusitas tidak memiliki pengaruh dikarenakan data

Budaya organisasi adalah suatu persepsi bersama yang disepakati dan dilaksanakan oleh anggota-anggota organisasi dalam suatu sistem organisasi (Jones, 2006). Budaya

Child Behavior Checklist(CBCL) adalah instrumen komprehensif yang dianggap sebagai standar emas untuk menilai adanya gangguan psikososial seperti gangguan emlosional

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulan bahwa penelitian ini terdapat hubungan signfikan antara konsep diri dan dukungan sosial terhadap

Satu rangkap berkas (poin a sampai j) dimasukkan ke dalam map (warna biru untuk S1 / D.IV dan warna merah untuk D.III) sesuai urutan di atas dengan menuliskan nama dan kode yang

Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data yang telah dilakukan oleh peneliti maka dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar peserta didik pada mata pelajaran fisika