Aplikasi Metode Geolistrik Tahanan Jenis Untuk Identifikasi Zona Bidang Gelincir Tanah Longsor Studi Kasus Desa Nglajo Kec. Cepu Kab. Blora
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Hasil pengukuran geolistrik dengan metode Wenner 2D di lapangan diperoleh enam penampang tahanan jenis bawah permukaan di Pulau Laut (Gambar 6), yaitu lintasan
Hasil identifikasi lapisan bawah permukaan daerah rawan tanah longsor pada penelitian yang dilakukan pada enam lintasan, secara keseluruhan lima dari enam lintasan
Lapisan kedua dengan nilai resistivitas 38,4 – 56,2 Ωm dengan ketebalan berkisar 5 meter di bawah permukaan (original ground surface) pada ujung utara dari lintasan ,
Seperti dengan penggolongan zona pada penampang 2D untuk model pseudo 3-D menerapkan hal yang sama dalam menentukan zona resistivitas rendah (ρ < 100 Ωm) ditandai
Pada lintasan 1 dengan panjang lintasan 150 meter didapatkan bahwa lapisan penampang pada kedalaman 20 - 25 meter dibawah permukaan tanah yang dicitrakan dengan warna
Dari hasil penampang resistivitas bawah permukaan daerah penelitian pada lintasan 4 diatas, pada lintasan ini masih terdapat lindi yang membentang pada titik
Ditinjau dari kedalaman, sudut kemiringan lereng dan sudut kemiringan bidang gelincir lintasan 1 dan lintasan 3 dapat diketahui bahwa potensi bahaya longsor yang
Lintasan 1 pada titik GL.14 Titik GL.14 yang menghasilkan lintasan 1 penampang resistivity dapat dijelaskan bahwa sebaran nilai resistivitas bawah permukaan yang ditandai oleh variasi