• Tidak ada hasil yang ditemukan

Model Suasana Kerja Harmonis pada Karyawan Perkebunan Kelapa Sawit di Sumatera Utara: Pendekatan Kualitas Kehidupan Kerja (Qwl)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "Model Suasana Kerja Harmonis pada Karyawan Perkebunan Kelapa Sawit di Sumatera Utara: Pendekatan Kualitas Kehidupan Kerja (Qwl)"

Copied!
65
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)

ii

RINGKASAN

Sektor perkebunan menjadi salah satu primadona penyumbang devisa bagi negara. Peningkatan produk sektor perkebunan, tidak hanyak dilihat secara teknis untuk mengahsilkan CPO dan olahan lainnya saja. Kualitas kehidupan bekerja dari para karyawan sangat mempengaruhi produktivitas perusahaan untuk menghasilkan CPO yang baik pula. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara produktivitas dan kualitas kehidupan bekerja karyawan yang ada di perusahaan perkebunan baik itu BUMN, milik swasta nasional, dan swasta asing.

(4)

iii DAFTAR ISI

RINGKASAN ... II

DAFTAR ISI ... III

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1 LATAR BELAKANG ... 1

1.2 PERUMUSAN MASALAH ... 3

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 4

2.1 PENDEKATAN WALTON ... 4

2.2 MATRIKSROADMAPPENELITIAN ... 6

BAB III. TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN ... 8

3.1 TUJUAN PENELITIAN ... 8

3.2 MANFAAT PENELITIAN ... 8

BAB IV. METODE PENELITIAN ... 9

4.1 RANCANGAN PENELITIAN ... 9

4.2. POPULASI,SAMPEL DAN TEKNIK PENGAMBILAN SAMPEL ... 9

4.3. VARIABEL PENELITIAN ... 9

4.4. METODE DAN TEKNIK ANALISA PENELITIAN ... 10

V. HASIL DAN LUARAN YANG DICAPAI ... 12

5.1. SEJARAH PERUSAHAAN... 12

5.2. RUANG LINGKUP BIDANG USAHA ... 13

5.3. ORGANISASI DAN MANAJEMEN ... 13

5.4 PROSES PRODUKSI ... 18

5.5. URAIAN PROSES ... 20

5.6. MESIN DAN PERALATAN... 26

5.7. UTILITAS ... 37

5.8. SAFETY AND FIRE PROTECTION ... 38

5.9. ANALISIS DATA ... 39

BAB VI. KESIMPULAN DAN SARAN ... 47

(5)

1 BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Di dalam menjalankan roda bisnis perusahaan, karyawan menjadi elemen penting di dalamnya. Keberadaan karyawan menjadi sangat penting ketika mereka bekerja secara maksimal. Maksimalnya kinerja yang diberikan oleh para karyawan sangat bergantung kepada kondisi lingkungan baik internal maupun eksternal perusahaan. Diasumsikan bahwa para pekerja yang bekerja di organisasi manapun akan bekerja secara maksimal ketika kondisi lingkungan kerja yang dirasa nyaman. Kenyamanan yang ditimbulkan akan berdampak positif bagi perusahaan, misalnya produktivitas semakin meningkat, integrasi antar pekerja semakin erat, konflik antar pekerja semakin diminimalisir, hingga hubungan antara karyawan biasa dengan petinggi perusahaan tidak terdikotomi secara jelas.

Dalam konsep Manajemen Kualitas Menyeluruh (Total Quality Management + TQM), organisasi perlu peka terhadap perubahan yang berlaku. Perubahan itu dapat disebabkan oleh kehendak konsumen yang senantiasa berubah, atau keinginan pekerja yang juga turut berubah. Pekerja tidak lagi dianggap sebagai orang suruhan semata-mata, tetapi sebaliknya pekerja diberikan peluang sebaik mungkin untuk memberikan pandangan dan teguran. Setiap pekerja, baik di level bawah maupun level atas haruslah bertanggung jawab memberikan sumbangan mereka yang tersendiri kepada majikan atau perusahaan. Pekerja tidak semestinya puas pada upah ata gaji yang diperolehnya tetapi mereka harus turut merasakan seperti kepuasan emosi, rohani, moral, dan juga sejauh mana pekerja tersebut merasa puas untuk bekerja dalam suatu organisasi. Mereka akan merasa puas seandainya pandangan, pendapat dan pemikiran mereka diperhatikan dan dipertimbangkan dalam membangun organisasi tersebut. Para pekerja perlu didorong untuk menghadiri kursus-kursus intensif, seminar, motivasi, latihan kemahiran dan lain-lain. Interaksi luaran dengan konsumen juga sangat diperlukan agar pihak konsumen senantiasa puas dengan apa yang akan mereka peroleh.

(6)

2

karena organisasi mengharapkan kemampuannya untuk menyumbangkan tenaga dan pikirannya seoptimum mungkin untuk memajukan organisasi tersebut, disamping untuk meningkatkan kariernya. Kualitas juga tidak diharapkan datang secara kebetulan. Ia perlu diusahakan untuk meningkatkannya. Dalam usaha persaingan yang sehat, harapan konsumen dan juga majikan terhadap pekerjanya sangatlah tinggi. Pekerja yang tidak mampu menjalankan tugas secara wajar dan berketerampilan akan menghambat prestasi produksi ataupun pelayanan yang diharapkan. Akibatnya, orang lain akan menyaingi barang ataupun jasa yang dihasilkan.

Menurut Kementerian Pertanian, selama tahun 2013 sektor perkebunan di Indonesia menyumbang devisa dari perolehan ekspor senilai 21,4 milliar dollar AS dengan volume sebanyak 23,3 juta ton. Perolehan devisa hasil ekspor dari sektor perkebunan terdiri dari komoditi sawit sebesar 11,5 milliar AS, karet 5,27 milliar dollar AS, kopi 920 juta dollar dan kakao 780 juta dollar AS (AntaraNews.com). Adapun yang akan menjadi rencana target capaian sebagai berikut :

Tabel 1. Rencana Target Capaian

No Jenis Luaran

Indikator Capaian TS1) TS+1

1 Publikasi Ilmiah Internasional Draft Published

2 Pemakalah Dalam Temu Ilmiah Internasional Tidak Ada Draft

3 Keynote Speaker dalam

pertemuan ilmiah

Internasional Tidak Ada Tidak Ada

Nasional Tidak Ada Draft

4 Visiting Lecturer Internasional Tidak Ada Tidak Ada

5 Hak Kekayaan Intelektual (HKI)

Paten Tidak Ada Tidak Ada

Paten Sederhana Tidak Ada Tidak Ada

(7)

3

Merek Dagang Tidak Ada Tidak Ada

Rahasia Dagang Tidak Ada Tidak Ada

Desain Produk Industri Tidak Ada Tidak Ada

Indikasi Geografis Tidak Ada Tidak Ada

Perlindungan Varietas Tanaman

Tidak Ada Tidak Ada

Perlindungan Topografi Sirkuit Terpadu

Tidak Ada Tidak Ada

6 Teknologi Tepat Guna Tidak Ada Tidak Ada

7 Model/Purwarupa/Desain/Karya Seni/Rekayasa Sosial Draft Penerapan

8 Buku Ajar (ISBN) Tidak Ada Tidak Ada

1.2 Perumusan Masalah

Dari penjelasan di atas, maka rumusan masalah penelitian ini adalah:

1. Bagaimana kualitas kehidupan bekerja (Quality Of Working Life) karyawan perkebunan pada perkebunan milik negara ?

(8)

4 BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pendekatan Walton

Walton (1975) telah menggariskan delapan kriteria untuk mendefenisiskan kualitas kehidupan bekerja yang meliputi: penghasilan yang cukup dan adil, lingkungan kerja yang sehat dan selamat, perkembangan kemampuan manusia, perkembangan dan keselamatan kerja, integrasi sosial dalam organisasi kerja, hak-hak pekerja dalam organisasi kerja, ruang kehidupan menyeluruh dan keterkaitan sosial dalam kehidupan bekerja. Batasan dari kriteria tersebut adalah sebagai berikut:

1. Penghasilan Yang Cukup dan Adil

Merujuk kepada gaji, bonus serta penghargaan lainnya yang diterima adalah memuaskan untuk memenuhi keperluan-keperluan hidup asasi, keselamatan serta kepauasan dan secara relatifnya adalah bersifat sama rata dengan jumlah, kualitas dan jenis kerja yang dilakukan.

2. Lingkungan Kerja Yang Menjamin Kesehatan dan Keselamatan kerja

Merujuk kepada keadaan lingkungan kerja termasuklah tempat kerja yang selamat dan terhindar daripada bahaya yang membawa kemalangan kepada pekerja. Aspek-aspek keadaan kerja yang harus diperhatikan adalah waktu bekerja yang sepantasnya, keadaan fisik kerja yang tidak menganggu tahap kesehatan pelerja dan yang dapat meminimumkan kemalangan sewaktu kerja. Selain juga harus memperhatikan suasana kerja yang nyaman dan harmonis, bebas dari pencemaran dan mempunyai kelengkapan dan prasarana yang mencukupi dan berfungsi dalam melaksanakan tugas.

3. Peluang untuk Menggunakan dan Mengembangkan Kemampuan Diri

(9)

5

dapat menggunakan berbagai kemahiran dan kemampuannya dalam menata, mendesain dan terlibat langsung terhadap tugas yang dilakukannya.

4. Peluang untuk Berkembang dan Jaminan untuk Mendapatkan keselamatan Berterusan

Merujuk kepada peluang-peluang yang wujud pada masa depan seperti menfdapatkan keahlian dan pengetahuan yang baru, peluang memajukan diri dan tidak ada halangan untuk memperoleh kesempatan belajar, kenaikan pangkat dan jaminan bahwa tidak ada pembuangan kerja (meja kosong) atau pemecatan kerja pada masa depan.

5. Integrasi Sosial Dalam Organsasi Kerja

Merujuk kepada hubungan kerjasama dan perasaan saling mempercayai di semua tingkatan, baik pada tingkat manajer, pekerja bawahan ataupun rekan sekerja dan bebas daripada prasangka dan SARA. Program-program kekeluargaan dan rekreasi dilakukan untuk mewujudkan sikap bersosialisasi diantara pekerja.

6. Hak-Hak Pekerja Dalam Organisasi Kerja

Merujuk kepada hak-hak beribadat, hak-hak asasi dan kebebasan menyuarakan tanpa hambatan disebabkan rasa takut terhadap hukuman, layanan yang seksama, dan demokrasi di tempat kerja, sikap terbuka pihak atasan dan perasaan saling hormat antara pekerja-atasan.

7. Ruang Kehidupan Menyeluruh

(10)

6 8. Keterkaitan Sosial Kehidupan Bekerja

Merujuk kepada tanggung jawab sosial yang dilakukan oleh organisasi kepada masyarakat disekelilingnya. Tindakan organisasi tersebut mewujudkan rasa bangga kepada pekerjanya karena dapat bersama-sama menjadi keluarga organisasi tersebut. Sebaliknya tidak timbul rasa bangga terhadap organisasi yang penuh kepada penyelewengan dalam kehidupan sosial pekerjanya seperti keterlibatan dengan narkoba, pelacuran, korupsi, dan sebagainya.

2.2 MATRIKS ROAD MAP PENELITIAN Kegiatan Informan/Responden Data

Sekunder

-. Karyawan di bidang administrasi

-. Karyawan teknik pengolahan

-. Karyawan lapangan

-. Karyawan support

Jurnal Kuesioner Instrumen

penelitan realibel

-. Karyawan di bidang administrasi

-. Karyawan teknik pengolahan

-. Karyawan lapangan

(11)

7

-. Karyawan di bidang administrasi

-. Karyawan teknik pengolahan

-. Karyawan lapangan

-. Karyawan support

Jurnal -. Kuesioner Pola hubungan dari setiap

-. Karyawan di bidang administrasi

-. Karyawan teknik pengolahan

-. Karyawan lapangan

-. Karyawan support

(12)

8 BAB III. TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN 3.1 Tujuan Penelitian

Tujuan utama yang ingin dilihat dari penelitian ini adalah mencoba memahami dan mendeskripsikan kualitas kehidupan bekerja seorang karyawan. Selain itu, menguji dan mengaanalisis hubungan yang signikan antara karakteristik responden dan kualitas bekerja. Untuk memperjelas tujuan penelitian ini dapat dilihat sebagai berikut :

1. Menguji dan menganalisis hubungan yang signifikan diantara karakteristik responden pekerja perkebunan dengan komponen Quality Of Working Life.

2. Menguji dan menganalisis hubungan yang signifikan bagi setiap komponen pada Quality

Of Working Life yang ada di perkebunan

3. Menguji dan menganalisis tingkat Quality Of Working Life diantara masing-masing perkebunan.

4. Menguji dan menganalisis pada setiap item dari unsur-unsur Quality Of Working Life sehingga dapat diketahui unsur mana yang menjadi kekuatan dan kelemahan dari masing-masing perkebunan

3.2 Manfaat Penelitian

Adapun manfaat dari penelitian ini adalah:

1. Mampu memetakan kondisi kualitas bekerja dari pekerja perkebunan khususnya di kebun dolok ilir.

2. Mengetahui formula yang tepat untuk menciptakan suasana yang harmonis untuk para pekerja yang ada di perusahaan perkebunan.

(13)

9 BAB IV. METODE PENELITIAN

4.1 Rancangan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisa kualitas kehidupan bekerja

(Quality of Working Life)dari pekerja perkebunan dengan menggunakan delapan kriteria dari

Walton (1975). Rancangan penelitian ini adalah studi kausal, sebab tujuan penelitian berusaha menjelaskan hubungan sebab akibat dalam bentuk pengaruh antar variable melalui pengujian hipotesis.

4.2. Populasi, Sampel dan Teknik Pengambilan Sampel

Populasi pada penelitian ini adalah para pekerja/karyawan di perusahaan perkebunan. Perkebunan yang dijadikan sebagai lokasi penelitian adalah perkebuna milik negara yaitu PTPN III di Sumatera Utara. Jumlah sampel sebanyak 200 responden. Responden terdiri dari karyawan pimpinan dan karyawan pelaksana di unit kebun kebun. Mereka mencakup bidang pekerjaan di bidang administrasi, teknik pengolahan, lapangan, dan support. Teknik pengambilan sampel dilakukan secaraproportional random sampling. Adapun kriteria untuk dijadikan sampel adalah pekerja yang sudah bekerja selama 5 tahun ke atas. Alasan ini dipilih karena responden sudah mampu mendeskripsikan kondisi kualitas kehidupan bekerjanya selama di tempat bekerja.

4.3. Variabel Penelitian

(14)

10 4.4. Metode dan Teknik Analisa Penelitian

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatifyang digunakan untuk mengukur kekuatan hubungan atau perbedaan setiap dimensi kualitas kehidupan bekerja. Metode kualitatif digunakan hanya untuk metode pengumpulan data hingga analisis data. Tujuannya untuk menambah kevalidan data sehingga analisis yang dihasilkan semakin tajam.

Teknik analisa data untuk menjawab masalah penelitian dan menguji hipotesis penelitian menggunakan bentuk statistik deskriptif dan tabel frekuensi, analisa korelasi, analisa t-test dan analisa Anova. Bentuk statistik deskriptif dan tabel frekwensi seperti: persentase, min dan standard deviasi digunakan untuk menerangkan tentang asa atau ciri responden karyawan perkebunan. Analisa korelasi/inferensia merupakan suatu teknik yang digunakan untuk menerangkan hubungan antara dua variabel. Apakah hubungan ini berbentuk linear atau sebaliknya. Jika terdapat hubungan diantara dua variabel, maka kedua-duanya dikatakan berkorelasi apakah positif ataupun negatif.

Adequate And Fair Compensation Safe And Healthy Working Immediately Opportunity For Continued Growth And Security Opportunity To Use And Develop

Human Capacities Social Integration In The Work

Organization

Contitusionalism In The Work Organization

Work And Total Life Space Social Relevance Of Work Life

Kemampuan memotivasi diri

PRODUKTIVITAS

Quality of Working Life

Membangun rasa percaya diri Bertanggung jawab dalam pekerjaan Menyenangi pekerjaan

(15)

11

Analisa t-test dengan prosedur satu sampel digunakan untuk membandingkan nilai min bagi suatu variabel dengan satu nilai tertentu yang telah ditetapkan. Analisa Anova digunakan untuk menghasilkan analisa varians satu arah untuk satu variable terikat berdasarkan satu variabel bebas yang dinamakan sebagai faktor. Teknik yang digunakan dalam prosedur Anova searah (one way Anova) adalah merupakan perluasan bagi prosedur sampel bebas t-test. Dengan teknik ini dapat dibenarkan bahwa pengujian terhadap perbedaan min pada variabel terikat untuk dua kelompok atau lebih dapat dilakukan secara bersamaan.

4.5 Diagram Fishbone

PRODUKTIVITAS BEKERJA Adequate And

Fair Compensation

Safe And Healthy Working

Contitusionalism In The Work Organization Social Relevance Of

Work Life

Immediately Opportunity For Continued Growth

And Security

Opportunity To Use And Develop Human

Capacities

Social Integration In The Work Organization Work And

(16)

12 V. HASIL DAN LUARAN YANG DICAPAI 5.1. Sejarah Perusahaan

Pada awalnya Kebun Dolok Ilir dibuka oleh Maskapai bangsa Belanda yang diberi nama Hendle Vereninging Amsterdam (HVA) pada tahun 1915 dengan ditanami komoditi Serat Nenas (Agape Sisalana) & Serat Pisang (Manila Henep). Semasa Pengembalian Irian Barat ke Indonesia tahun 1958 Kebun Dolok Ilir di Nasionalisasikan oleh pemerintah Indonesia dan mulai dikelola oleh bangsa Indonesia.

Kebun Dolok Ilir berada di Kabupaten Simalungun Kecamatan Dolok Batu Nanggar & Kabupaten Serdang Bedagai Kecamatan Dolok Merawan dengan luas

Konsesi 7.348,80 Ha.

Adapun Periodeisasi pengelolaannya adalah :

1. Tahun 1915 s/d 1957 HVA

2. Tahun 1958 s/d 1961 PPN – BARU

3. Tahun 1961 s/d 1964 PPN – SUMUT III

4. Tahun 1964 s/d 1965 ANTAN III

5. Tahun 1965 s/d 1968 PPN – SERAT

6. Tahun 1968 s/d 1985 PNP – VII

7. Tahun 1985 s/d 1996 PTP – VII

8. Tahun 1996 s/d sekarang

PTP. Nusantara IV (Persero) Berdasarkan PP. Rep. Indonesia No. 9 Tahun 1996

Sejak tahun 1958 tanaman serat dialihkan menjadi tanaman Kelapa sawit. Konversi ini dilakukan secara bertahap dan selesai tahun 1974. Secara Geografis Kebun Dolok Ilir berada :

(17)

13 2. Sebelah BARAT Dolok Merawan

3. Sebelah SELATAN Sinaksak – Pematang Siantar

4. Sebelah UTARA Kebun Sibulan, Pabatu dan Laut Tador

5.2. Ruang Lingkup Bidang Usaha

PTP. Nusantara IV Unit Kebun Dolok Ilir adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang pengolahan Tandan Buah Segar (TBS) menjadi Minyak Sawit (CrudePalm Oil) dan Inti Sawit (Palm Kernel) yang telah dilakukan proses pengeringansehingga diperoleh minyak yang diinginkan. Untuk hasil sampingan pengolahan (ampas) digunakan sebagai bahan bakar boiler dalam memproduksi uap. Hasil dari produksi PTP. Nusantara IV Unit Kebun Dolok Ilir akan dijual kepada perusahaan yang membutuhkannya sebagai bahan yang akan diolah selanjutnya.

5.3. Organisasi dan Manajemen

Organisasi dan Manajemen adalah dua hal yang sulit untuk dipisahkan, tetapi keduanya hanya bisa dibedakan. Organisasi berasal dari istilah Yunani “Organum” yang dapat berarti alat, bagian, anggota atau badan. Organisasi adalah sekelompok orang yang bekerjasama untuk mencapai tujuan yang sama juga. Dan manajemen adalah ilmu tentang perencanaan, pengorganisasian, penyusunan, pengarahan dan pengawasan sumber daya manusia untuk mencapai tujuan yang sudah ditetapkan.

5.3.1. Struktur Organisasi

Struktur organisasi dan manajemen yang baik adalah struktur organisasi yang fleksibel dimana struktur organisasi tersebut harus berkembang, hidup dan bergerak sesuai dengan kondisi yang dialami perusahaan.

Berdasarkan pembagian tugas dan tanggung jawab maka struktur organisasi pada PTP. Nusantara IV Unit Kebun Dolok Ilir adalah merupakan organisasi dengan bentuk Garis dan Staf yang dipimpin oleh seorang Manajer Unit. Struktur organisasi pada PTP. Nusantara IV Unit Kebun Dolok Ilir dapat dilihat pada Gambar 2.1.

(18)

14

Salah satu sarana agar organisasi dapat berjalan dengan baik, sehat dan efisien haruslah melaksanakan azas-azas organisasi yaitu seperti pembagian tugas, wewenang dan tanggung jawab yang jelas.

Adapun uraian tugas dan tanggung jawab setiap jabatan pada PTP. Nusantara IV Unit Kebun Dolok Ilir dapat dilihat dibawah ini :

1. Manajer Unit

• Menyusun dan melaksanakan Policy Umum sesuai dengan pedoman dan instruksi kerja dari Direksi

• Mengkoordinir Penyusunan anggaran belanja tahunan

• Memimpin rapat kerja Asisten Kebun yang dilaksanakan secara periodik • Bertanggung Jawab Kepada Manajer Grup & Direksi

• Mengatur Hubungan bidang Measyarakatan 2. Kepala Dinas Tanaman

• Merupakan wakil Manajer Unit memimpin operasi dibidang tanaman. • Mengkoordinir pelaksanan tugas asisten afdeling masing-masing • Bertanggung jawab kepada Manajer Unit

• Dalam keadaan tertentu dapat menjabat sebagai Manajer Unit 3. Kepala Dinas Teknik

• Merupakan wakil manajer Unit memimpin kegiatan-kegiatan di bidang Teknik • Mengkoordinir tugas-tugas Asisten di bagian Teknik

• Bertanggung Jawab kepada Manajer Unit 4. Kepala Dinas Pengolahan

• Merupakan wakil manajer Unit memimpin kegiatan-kegiatan di bidang Pengolahan • Mengkoordinir tugas-tugas harian Asisten Harian Pengolahan & Asisten jaga Pabrik. • Mengawasi jalannya kegiatan pabrik

• Bertanggung Jawab kepada Manajer Unit 5. Kepala Dinas Tata Usaha

(19)

15

• Mengkoordinir tugas-tugas administrasi di Sentral Gudang • Bertanggung Jawab Kepada Manajer Unit

6. Asisten Sdm & Umum

• Administrasi Pekerja/penduduk di Lingkungan Kebun

• Administrasi Penerimaan Karyawan Baru & Pemberhentian Karyawan • Perumahan karyawan di Emplasmen

• Mengelola pendidikan sekolah taman kanak-kanak, sekolah madrasah dan Pramuka Dolok Ilir dengan Gudep 015 –016.

• Mengawasi Kegiatan Pos Yandu (KB, Penimbangan Balita) • Melayani kegiatan masyarakat untuk beragama dan berolah raga

• Membuat Laporan Peristiwa Masalah Umum (LPMU) bulanan dan Triwulan ke Kantor Direksi PTPN-IV di Medan.

• Mengajukan usulan jatah pakaian dinas karyawan dan mengusulkan karyawan yang berdinas 25, 30 & 35 tahun untuk menerima penghargaan/jubilaris.

• Surat menyurat kepada Instansi Pemerintah, Sipil. TNI/Polri, dan melayani pihak-pihak yang berurusasn dengan perusahaan.

• Mengelola Administrasi JAMSOSTEK. • Mengelola Administrasi DAPENBUN • Urusan sosial dan lain-lain

• Mengawasi Agraria tingkan kebun

• Bertanggung Jawab langsung kepada Manajer Unit. 7. Perwira Pengamanan (Pa.Pam)

• Memimpin tugas pengamanan dalam lingkungan kebun terutama objek-objek vital yang rawan terhadap gangguan.

• Bertanggung jawab kepada Manajer Unit 8. Asisten Transport

• Mengkoordinir kegiatan dibidang tugas pengangkutan yang meliputi

(20)

16 9. Tugas Asisten

• Mengkoordinir pelaksanaan tugas-tugas mandor dan krani bawahannya masing-masing.

• Mengawasi kelancaran tugas-tugas pembaharuan sesuai dengan bidang tugasnya masing-masing.

5.3.3. Jumlah Tenaga Kerja dan Jam Kerja

Untuk mendukung kelancaran proses pengoperasian pabrik PTPN IV PKS Dolok Ilir memiliki tenaga kerja sebanyak 220 karyawan dan pimpinan. Susunan dan jumlah tenaga kerja dapat dilihat pada Tabel 2.1.

Tabel 2.1. Susunan dan Jumlah Tenaga Kerja PTPN IV PKS Dolok Ilir

No KETERANGAN

JUMLAH (Orang)

1 Manager 1

2 Maskep 1

3 Asisten Tata Usaha 1

4 Asisten Teknik 2

5 Asisten Pengelolaan 2

6 Asisten Laboratorium 1

7 Karyawan Pengolahan Shift I 40

8 Karyawan Pengolahan Shift II 40

9 Karyawan Laboratorium/Sortasi 33

10 Karyawan Bengkel 35

11 Karyawan Dinas Sipil 15

12 Karyawan Administrasi 17

Sumber : Data Personalia Bagian Kepegawaian PTPN IV PKS Kebun Dolok Ilir

(21)

17

Tabel 2.2. Jam Kerja Bagian Produksi

Shift I Jam Kerja 07.00 – 19.00 Wib

Senin s/d Sabtu Jam Istirahat 10.00 – 11.00 Wib

dan

15.00 – 16.00 Wib

Shift II Jam Kerja 19.00 – 07.00 Wib

Senin s/d Sabtu Jam Istirahat 21.00 – 22.00 Wib

dan

02.00 – 03.00 Wib

Sumber : Data Personalia Bagian Kepegawaian PTPN IV PKS Kebun Dolok Ilir

Sedangkan untuk jam kerja karyawan pada bagian Administrasi dapat dilihat pada Tabel

2.3.

Tabel 2.3. Jam Kerja Bagian Administrasi

Senin s/d Jum‟at Jam Kerja 07.00 – 16.00 Wib

Jam Istirahat 12.00 - 14.00 Wib

Sumber : Data Personalia Bagian Kepegawaian PTPN IV PKS Kebun Dolok Ilir

Sabtu Jam Kerja 07.00 – 16.00 Wib

(22)

18 5.3.4. Sistem Pengupahan dan Fasilitas Lainnya

Sistem pengupahan pada perusahaan ditentukan berdasarkan menurut tingkat golongannya. Pekerja merupakan kegiatan yang dilakukan oleh karyawan dalam hubungan kerja dengan mendapat gaji pokok. Banyak cara atau sistem pembayaran gaji yang dilakukan perusahaan, setiap perusahaan memakai sistem yang berbeda-beda. Dengan dasar tersebut akan membawa keuntungan bagi perusahaan tanpa merugikan karyawan.

Fasilitas yang disediakan oleh PTP. Nusantara IV Unit Kebun Dolok Ilir, diantaranya :

1. Perumahan untuk karyawan

2. Tunjangan keselamatan kerja, duka cita dan hari raya 3. Sarana pendidikan

4. Fasilitas untuk beribadah 5. Rumah sakit

6. Listrik dan air 7. Sarana olah raga

5.4 Proses Produksi

Proses produksi merupakan kegiatan kebudayaan manusia menambah kegunaan nilai barang dan jasa yang berlangsung dipabrik mulai dari bahan baku menjadi suatu produk jadi. PT. Perkebunan Nusantara IV Unit Kebun Dolok Ilir adalah salah satu perusahaan yang bergerak dibidang pengolahan minyak sawit (Crude Palm Oil) dan inti sawit (Palm Kernel).

5.4.1. Bahan

Bahan yang digunakan dalam pengolahan minyak sawit dapat dibagi menjadi tiga yaitu bahan baku, bahan tambahan dan bahan penolong.

1. Bahan Baku

Bahan baku adalah bahan utama yang digunakan dalam pembuatan produk, ikut dalam proses produksi dan memiliki persentase terbesar dibandingkan bahan-bahan lainnya. Bahan baku yang digunakan dalam proses produksi adalah buah kelapa sawit yang disebut “Tandan

(23)

19

a. Dura

Spesifikasi : Bentuk buah agak bulat Tebal

pericarp 6 mm Tebal cangkang

2-5 mm

Percent pericarp terhadap buah, 70 % Percent inti terhadap buah, 10 %

b. Pesifera

Spesifikasi : Ukuran buah lebih kecil Tebal

pericarp, sangat tebal Tebal cangkang, 0-0,1 mm

Percent pericarp terhadap buah, 95 % Percent inti terhadap buah, 5 %

c. Tenera

Spesifikasi : Buah agak lonjong Tebal pericarp, 4-10 mm Tebal cangkang, 1-25 mm

Percent intip terhadap buah, 5 %

2. Bahan Tambahan

(24)

20 3. Bahan Penolong

Bahan penolong adalah bahan yang digunakan dalam proses produksi, yang ditambahkan ke dalam proses pembuatan produk sehingga dapat meningkatkan mutu produk. Pada proses produksi ini tidak ditemukan adanya bahan penolong yang digunakan.

5.4.2. Spesifikasi Produk

Sebagai hasil produk yang dihasilkan di PTP. Nusantara IV Kebun Dolok Ilir adalah minyak sawit mentah (CPO) dan inti sawit. Adapun spesifikasi produk yang dihasilkan adalah sebagai berikut :

- Minyak sawit (Crude Palm Oil), dengan spesifikasi sebagai berikut :

Kadar Air < 0,15 %

Kadar Kotoran < 0,015 %

Kadar Asam Lemak < 0,5 %

- Inti Sawit ( Kernel ), dengan spesifikasi sebagai berikut :

Kadar Air < 8,0 %

Kadar Kotoran < 6,0 %

Kadar Asam Lemak Bebas < 1,0 %

Inti Pecah < 15 %

Inti Berwarna < 60%

5.5. Uraian Proses

(25)

21 1. Pengolahan Minyak Kelapa Sawit

Pengolahan minyak kelapa sawit dimaksudkan untuk memperoleh minyak kelapa sawit yang berasal dari daging buah, sedangkan inti sawit untuk memperoleh inti dari biji (Nut). Proses pengolahan minyak kelapa sawit terdiri dari beberapa proses antara lain :

1. Stasiun Penerimaan Buah ( Fruit Station)

Penerimaan Tandan Buah Sawit (TBS) yang diangkut dari kebun sebelum diterima, ditimbang terlebih dahulu dengan cara sebagai berikut :

- Truk berisi TBS ditimbang dan dinyatakan sebagai bruto.

- Setelah ditimbang TBS dibongkar di Loading Ramp dan truk kosong ditimbang kembali dan dinyatakan sebagai tara.

- Selisih antara bruto dan tara adalah netto dan merupakan berat TBS yang diterima di pabrik.

TBS yang diterima dimasukan ke dalam Loading Ramp yang sebelumnya

diadakan peyortiran terhadap mutu dan buah kelapa sawit yang dilakukan sesuai criteria panen yang diterapkan. Setelah itu buah dimasukkan ke dalam lori-lori yang telah disediakan untuk di bawa ke perebusan. Kapasitas I lori adalah 30 Ton.

Guna dari penimbangan dilakukan adalah

• Untuk mengetahui Jumlah TBS yang diterima untuk diolah • Menghitung rendamen minyak & inti

2. Stasiun Rebusan (Sterilizing Station)

Rebusan merupakan suatu bejana besar terbuat dari besi yang memiliki pintu masuk

lori. Dibagian atas terdapat pipa keluar uap untuk merebus TBS. Dibagian bawah terdapat pipa

pembuangan air kondensat dan dibagian belakang terdapat pipa pembuangan udara. Untuk

merebus buah digunakan uap air dengan tekanan 2,6 -3,0 Kg/cm2. Lama waktu proses perebusan

(26)

22 Tujuan Perebusan TBS. :

• Menghentikan aktifitas enzim pembentuk ALB. Enzim pada umumnya tidak aktif lagi pada suhu 50 C, karena itu suhu 140 – 150 C menghentikan kegiatan enzim.

• Melunakkan buah agar brondolan mudah terlepas dari tandannya • Menurunkan kadar air dalam buah

• Memudahkan proses pemisahan minyak dari serabut • Mengurangi kadar air dalam inti

Sistem perebusan yang dipakai pada PKS Kebun Dolok Ilir memakai sistem 3 puncak

(Triple Peak System) atau dikenal dengan sistem tiga kali membuang angin/uap.

3. Stasiun Bantingan (Threshing Station)

Pada proses ini dilakukan pelepasan buah dari tandan setelah perebusan yang dilakukan mesin perontok buah. Mesin ini berupa bejana silinder berbentik drui dari baja berkisi berjarak 40 mm. Untuk meloloskan buah yang terlepas. Tandan akan terbantung kedinding, pada suatu ketinggian tertentu sehingga buah menjadi terlepas dari tandan. Tandan dimasukkan dari atas dan karena letaknya miring maka tandan akan kembali terpental keatas dan terjatuh lagi kebawah. Tandan sudah sempurna kosong diambil dan yang belum kosong dipisahkan dan dibawa kembali melalui conveyer untuk direbus ulang. Tandan kosong melalui confeyor dibawa ketempat penampungan sementara untuk dibawa ke lapangan sebagai mulsa/pupuk. Setelah dari Thresher

station buah selanjutnya dimasukkan ke dalam Digester yaitu tabung/ketel yang berdiri tegak

dan mempunyai putaran yang dilengkapi dengan pisau-pisau pengaduk/perombak.

Di dalam tabung pengadukan, buah diremas oleh pisau-pisau pengaduk yang berputar, sehingga daging buah dirombak menjadi lumat dan lepas dari bijinya, lama waktu perombakan adalah 20-30 menit. Tujuan dari perombakan daging buah adalah untuk memudahkan pengembalian dan pengepressan minyak dari masa adukan.

(27)

23

Buah yang membrondol dari Thresher dimasukkan ke dalam Digester yaitu tabung/ketel yang berdiri tegak dan mempunyai putaran yang dilengkapi dengan pisau-pisau pengaduk/perombak.

Di dalam tabung pengadukan, buah diremas oleh pisau-pisau pengaduk yang berputar, sehingga daging buah dirombak menjadi lumat dan lepas dari bijinya, lama waktu perombakan adalah 20-30 menit. Tujuan dari perombakan daging buah adalah untuk memudahkan pengembalian dan pengepressan minyak dari masa adukkan.

5. Stasiun Presan (Pressing Station)

Disini buah akan dilumatkan untuk melepaskan daging buah dari biji melalui proses pemanasan. Digester berupa bejana yang dilengkapi pisau pengaduk, Buah yang lepas dari tandan pada proses terdahulu daging buahnya akam dilumatkan guna memecahkan jaringan sel minyaknya. Untuk pemanasannya dipakai uap panas, untuk mencapai temperatur tersebut diperlukan 30 menit. Umpan yang masuk dijaga agar seimbang dengan yang keluar. Massa minyak yang terbentuk bubur diperoleh dari tanki adukan kemudian dikempa atau dipress agar minyak terpisah dari ampasnya, alat yang dipakai adalah Srew Press yang menghasilkan tekanan oleh kerja 2 uliran yang berputar berlawanan arah. Tekanan sangat menentukan keberhasilan proses ini. Tekanan yang sesuai harus dapat menghasilkan atau memisahkan minyak yang tinggi dari ampas dan sedikit mungkin bijimpecah. Waktu pengempaan 6 – 10 menit dan suhu 85 – 90 C. Minyak kasar yang keluar ditampung pada bak tertentu melalui saringan getar untuk memisahkan serabut biji.

6. Stasiun Pemurnian Minyak (Clarification Station)

Minyak dari pengadukan dan pengempaan dialirkan ke Crude Oil Tank melalui Sand

Trap Tank yang berfungsi menangkap pasir yang terikut dengan minyak dan Vibrating Screen

yang berfungsi memisahkan kotoran berupa sabut dan kotoran lainnya yang tidak dapat lolos dari saringan/ayakan.

(28)

24

a. Continuous Settling Tank

Continuous Settling Tank adalah bejana pengendap. Minyak dalam tangki inimasih

bercampur dengan sludge ( Lumpur, air dan kotoran lainnya ). Pemisahan minyak dari sludge berdasarkan perbedaan berat jenis antar minyak dengan sludge melalui proses pengendapan. Agar pemisahan minyak dan sludge dapat berlangsung terus menerus dan sempurna, maka temperature di dalam tangkiperlu dijaga 950 C dengan mengalirkan uap melalui pipa pemanas (coil). Minyak dialirkan ke Pure OilTank Sludge dan dialirkan ke Sludge Tank.

b. Pure Tank

Pure Tank adalah bejana penampang minyak sebelum diolah denganmenggunakan Oil

Purifier. Temperatur minyak tetap 900-950 C agar minyak tetap cair sehingga mudah diproses.

c. Oil Purifier

Oil Purifier adalah suatu mesin yang berfungsi memisahkan minyak darikotoran dan air.

Pemisahan minyak dari kotoran/sludge adalah berdasarkan dengan berat jenis dengan cara memberikan gaya Centrifugal. Putaran alat ini 7500 permenit, kemudian minyak yang dihasilkan dipompakan ke Vacum Drier untuk dikeringkan, sedangkan sludge dialirkan ke fat-fit.

d. Vacuum Drier

Vacuum Drier berfungsi mengeringkan minyak. Proses pengeringan adalahdengan cara

mengabutkan minyak di dalam vacum. Air akan menguap meninggalkan minyak kemudian minyak yang sudah bebas air ini dipompakan kedalam tangki timbun.

e. Sludge Tank

Sludge Tank adalah bejana penampung sludge sebelum diolah menggunakan sludge

separator. Temperatur sludge tetap dijaga 900– 950C agar tetap mencair,sehingga mudah

diproses.

(29)

25

Sludge Sparator adalah suatu mesin yang berfungsi memisahkan minyak darikotoran

kasar dan air. Pemisahan minyak dari kotoran/sludge adalah berdasarkan perbedaan berat jenis dengan cara memberikan gaya centrifugal. Minyak yang dihasilkan dipompakan ke Continuous

Settling Tank sedangkan sludgenya dialirkan ke fat –fit. Seluruhnya sludge dari pabrik dialirkan

ke fat-fit untuk mengutip minyak yang masih ada, sisanya berupa limbah yang dialirkan ke

sistem penanganan limbah. 7. Stasiun Pengolahan Biji (Nut Cracking Station)

Ampas kempaan merupakan campuran serat dan biji dibawa dengan CakeBreaker

Conveyer ke Depericarter. CBC. Dilapisi jaket pemanas uap selamaperjalannya akan menghisap

air sehingga sampai ke Depericarter kadar air sudah lebih rendah. Kipas penghisap serat dan sampah halus pada Depericarter akan memisahkan biji. Serat dan sampah dikeluarkan melalui

Fibre Cyclon dan seterusnya dipakai sebagai bahan bakar ketel uap. Biji dari Depericarter

dikeluarkan melalui Polishing Drum yang memisahkan serat yang melekat pada biji. Biji yang telah dipolish selanjutnya diamgkut dengan Nut Elevator ke Silo Biji untuk dipanasi. Agar inti mudah terlepas dari cangkang maka biji dipanasi. Kadar air sebelumnya kesilo adalah 21 % dan setelah pemanasan 12 %.

Pada proses pemecahan biji dipakai Nut Grading Scren dan Crakcer. Biji fraksi kecil yang lolos akan memasuki karakter khusus dan fraksi besar akan dibawa ke Krake Biji besar. Biji kecil membutuhkan lemparan yang lebih kuat sehingga memerlukan putaran 1000 – 11000 rpm. Atau lebih sedang biji besar cukup putaran 850 – 900 rpm. Inti dipisah dari cangkang dengan hindrisiklon yaitu tabung vertikal yang dapat berputar. Pecahan biji bersama air berputar apad tabung, inti yang berat jenisnya lebih kecil atau berkumpul ditengah sedang cangkang dibagian tepi. Pada proses ini kraksel sebelum dimasukkan pada bak air, dipompakan ketabung ketabung vertikal, Inti dari Hidrosiklon dikeringkan pada silo inti dengan pemanasan secarabertingkat dengan pemanas Heater mulai dari atas 40 – 50 C, ditengah 50 – 60 C dan dibawah 60 – 70 C. Sebelum inti kering dimasukkan ke goni perlu dibersihkan dari serat yang terbawa dengan Winnoring.

2. Pengolahan Inti Sawit

(30)

26

Pengepresan masa adukan menghasilkan 2 bagian besar, yaitu minyak dan press cake (bungkil). Press Cake adalah terdiri dari sabut (Fiber) dan inti (Nut).Bungkil yang sudah terurai

ke Separating Columb, oleh fan diisap dan masuk ke Conveyor bahan bakar ketel uap melalui

Fibre Cyclone, sedangkan biji jatuh dan masuk ke Polishing Drum, proses pemisahan sabut

disebut Depericarper.

b. Pemisahan Inti dan Cangkang

Selama biji berada di dalam Nut Silo diberi panas untuk menurunkan kadar air biji dengan tujuan agar inti lepas dari cangkangnya. Setelah keluar biji dari NutSilo, dipecahkan melalui mesin pemecah biji (Nut Craker), misalnya Sludge Grading Nut Craker, Ripple Mill dan sejenisnya. Pecahan biji (Cracker Mixer) diteruskan ke pneumatic system menggunakan conveyor dan elevator. Pneumatic sistem berfungsiuntuk memisahkan inti (Kernel) dari Craker

Mixer. Alat pemisah inti ini ada juga yang menggunakan Hydrocyclone.

c. Pengeringan Inti Sawit

Inti sawit yang sudah terpisah, oleh conveyor dan elevator dibawa dan dimasukkan ke dalam Kernel Silo, cangkang dan kotoran lainnya diisap oleh fan dan masuk ke konveyor bahan bakar ketel uap melalui Shell Cyclone dan Shell TransportFan yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar boiler, sedangkan janjangan yangdibuang dengan truck dapat dimanfaatkan sebagai pupuk tanaman Kelapa Sawit.

5.6. Mesin Dan Peralatan

Teknologi merupakan fasilitas fisik dan nonfisik dimana keduanya berguna dalam pekerjaan-pekerjaan praktis mulai dari yang sederhana sampai yang kompleks. Teknologi didefinisikan sebagai pengetahuan yang tidak terlepas dari ruang lingkup, produk, proses, mesin, metode dan sistem yang digunakan dalam menciptakan barang dan jasa.

(31)

27 5.6.1. Mesin Produksi

Mesin dan peralatan yang digunakan dalam menjalankan proses pengolahan dari bahan baku sampai bahan setengah jadi yang berupa minyak, yaitu kelapa sawit dengan bahan bakunya. Beberapa jenis mesin yang digunakan dalam proses produksi dimana prinsip kerja dari setiap masing-masing mesin berbeda dalam sistem kerja dan hasil dari mesin produksi yang digunakan. Adapun mesin dan peralatan yang digunakan PTP. Nusantara IV PKS Kebun Dolok Ilir dalam kegiatan produksi pengolahan Minyak Sawit Crude Palm Oil dan Inti Sawit Palm Kernel.

Mesin-mesin produksi yang digunakan adalah sebagai berikut:

1. Sterilizer Station

Spesifikasi sterilizer 8 lori adalah :

- Diameter = 2.700 mm

- Panjang = 28.500 mm

- Kapasitas = 21 ton

- Tekanan uap = 0 – 3,5 kg/cm2

- Temperatur uap = 115°C – 130oC - Dibuat oleh = Kesco

- Jumlah = 3 unit

- Fungsi = Sebagai ruangan untuk tempat perebusan buah.

2. Threshing Station a. Hoisting

Crane

Merk = Takuma

Kapasitas = 6,5 ton

(32)

28

Fungsi = Untuk mengangkat buah di dalam lori ke thresser

b. Automatic feeder

Panjang = 5860 mm

Lebar = 3300 mm

Kapasitas = 35 ton/jam

Putaran = 24 rpm

Fungsi = Untuk menggerakkan dan mengatur kecepatan pada mesin polishing drum (bantingan).

3. Theresher ( Mesin penebah )

Diameter = 2057 mm

Panjang = 5029 mm

Putaran = 22 – 25 rpm

Kapasitas = 35 ton/jam

Fungsi = Sebagai tempat bantingan agar buah dapat terlepas dari

tandannya.

4. Empty Bunches Conveyor ( Konveyor Janjangan Kosong )

HORIZONTAL INCLINED

Panjang = 25.000 mm 20.000 mm

Garpu/timba = 109 pcs 82 pcs

Type = Reinold Reinold

Pitch = 4” 4”

(33)

29 Panjang rantai = 46.000 mm 40.000 mm

Daya = 3 Kw 5,5 Kw

Putaran = 11 rpm 15 rpm

Fungsi = Membawa janjangan kosong.

5. Empty Bunch Hopper ( Penimbun janjangan kosong )

Tinggi = 5000 mm

Panjang = 17500 mm

Lebar = 10000 mm

Putaran = 27 rpm

Fungsi = Untuk membongkar jajangan langsung ke trailer – trailer

atau truk – truk yang ditempatkan di bawah hopper.

6. Fruits Elevator ( Timba – timba buah )

Panjang = 3000 mm

Kapasitas = 35 ton/jam

Daya = 5,5 Kw

P.Timba = 525 mm

L.Timba = 220 mm

Putaran = 45 rpm

Fungsi = Mengangkat buah untuk disuplai ke Fruits distributing

Conveyor.

7. Pressing Station

a. Fruits Distributing Conveyor

(34)

30

Panjang = 7.000 mm

Daya = 4 Kw

Putaran = 35 rpm

Fungsi = untuk membawa berondolan-berondolan menuju digester.

8. Digester

Internal diameter = 1200 mm

Tinggi kontener = 3000 mm

Isi = 3200 ltr

Kapasitas = 10 ton/jam

Putaran = 25 rpm

Daya = 22 Kw

Type = LD 3200

Jumlah = 4 unit

Fungsi = melumatkan berondolan-berondolan sebelum di press.

9. Twin Screw Press

Panjang = 4910 mm

Lebar = 1478 mm

Tinggi = 1035 mm

Kapasitas = 10 – 12 ton/jam

(35)

31

Type = LP 10 – 12

Jumlah = 4 unit

Fungsi = untuk memisahkan buah yang sudah lumat menjadi minyak

dan cake.

10. Clarification Station a. Vibrio

Separator

Merek = Takuma

Diameter = ± 1524 mm (60” )

Jumlah = 2 unit

Putaran = 1480 rpm

Fungsi = untuk memisahkan partikel-partikel besar yang ada dalam

crude oil yang dialirkan dari sand trap tank.

b. Crude Oil Tank

Kapasitas = 5 M3

Jumlah = 1 unit

Diameter = 5000 m

Fungsi = untuk penampungan minyak pertama.

c. Continuous Settling Tank

Kapasitas = 90 M3

Jumlah = 1 unit

(36)

32

Fungsi = untuk memisahkan minyak dari bahan lain bukan minyak.

d. Sludge Tank

Kapasitas = 24 M3

Jumlah = 1 unit

Fungsi = untuk mempersiapkan cairan sisa agar lebih muda diproses

kembali pada decanter.

e. Oil Tank

Kapasitas = 24 M3

Jumlah = 4 unit

Fungsi = untuk menampung minyak yang berasal dari continious tank

dan untuk mengurangi kadar air yang terkandung dalam

minyak.

f. Sludge Drain Tank

Kapasitas = 15 M3

Panjang = 5000 m

Lebar = 2000 m

Tinggi = 1500 m

Fungsi = untuk menampung hasil pengutipan minyak dari sludge

separator.

g. Hot Well Water Tank

(37)

33

Fungsi = untuk menampung kelebihan dari tangki air panas, air

kondensasi dan air pendingin turbin.

h. Sludge Oil Recovery Tank

Kapasitas = 150 M3

Jumlah = 2 unit

11. Kernel Recovery Station a.

Depericarper

Kapasitas = 30 ton TBS/jam

Jumlah = 1 unit

Putaran = 1500 rpm

Fungsi = untuk memisahkan biji atau nut dari sabut/fibre dan

campuran lain yang tergolong fraksi ringan.

b. Cake Breaker Conveyor

Diameter = 700 mm

Daya = 18,5 Kw

Putaran = 60 rpm

Kapasitas = 35 ton TBS/jam

Jumlah = 1 unit

Fungsi = untuk memecahkan gumpalan-gumpalan ampas yang keluar

dari screw press dan juga untuk mengurangi kadar air yang

terdapat dalam ampas agar memiliki persyaratan bagi bahan

(38)

34 c. Polishing Drum

Diameter = 1000 mm

Panjang = 7900 mm

Putaran = 47 rpm

Daya = 4 Kw

Fungsi = untuk memisahkan kernel dengan bahan lain yang bukan

kernel.

d. fibre Cyclone

Diameter cyclone = 2500 mm

Tinggi = 2440 mm

Kapasitas = 35 ton/jam

Jumlah = 1 unit

Fungsi = untuk menampung serat-serat yang terangkat akibat tekanan

isap.

e. Nut Conveyor

Diameter = 300 mm

Kapasitas = 5 ton biji/jam

Putaran = 1440 rpm

Fungsi = untuk membawa kernel menuju transport pneumatic biji. f. Pneumatic Nut Transport

(39)

35

Daya = 25 Kw

Putaran = 2900 rpm

Jumlah = 1 unit

Fungsi = untuk membawa kernel menuju Nut Silo.

g. Nut Silo

Kapasitas = 30 M3

Jumlah = 2 unit

Fungsi = untuk tempat penampung nut sebelum dipecahkan.

h. Ripple Mill

Type = E 450

Rotor speed = 960 rpm

Kapasitas = 6 ton nut/jam

Daya = 7,5 Kw

Jumlah = 2 unit

Fungsi = untuk memecahkan nut yang diperoleh dari silo nut.

i. Cracked Mixture Conveyor

Diameter = 380 mm

Jumlah = 2 unit

Daya = 2,2 Kw

Putaran = 35 rpm

Fungsi = untuk membawa inti agar dipisahkan menjadi kernel dan

(40)

36 j. Kernel Pneumatic Separator

Tinggi I = 1730 mm

Diameter = 1830 mm

Tinggi II = 610 mm

Diameter = 910 mm

Jumlah = 2 unit

Fungsi = untuk memisahkan cracker mixture pada LTDS, dimana

sheel tenera yang halus dapat dibuang.

k. Claybath Separator

Panjang = 6.000 mm

Lebar = 2.006 mm

Spesifik grafity lumpur = 1.11 – 1.14 kg/dm3

Jumlah = 1 unit

Fungsi = untuk memisahkan inti dengan cangkang berdasarkan

pada perbedaan berat jenis.

12. Kernel Silo Dryer

Kapasitas = 40 M3 Motor kipas = 15 Kw

Putaran = 1450 rpm

Kec. Kipas = 2100 rpm

Jumlah = 2 unit

Fungsi = untuk mengeringkan inti dengan jalan pemanasan

(41)

37 asam lemak bebas.

13. Kernel Bulk Silo

Kapasitas = 400 ton inti

Jumlah = 1 unit

Fungsi = untuk gudang penimbunan kernel yang siap untuk

dipasarkan.

5.6.2. Peralatan

Umumnya material handling yang digunakan di PTP. Nusantara IV Unit Kebun Dolok Ilir adalah garpu besi yang berukuran besar yang berfungsi untuk mengangkat janjangan ke atas truk.

5.7. Utilitas

Utilitas merupakan sarana pendukung yang harus dipenuhi dalam proses produksi, setiap perusahaan mempunyai peralatan baik itu yang langsung berhubungan dengan proses produksi maupun peralatan penunjang lainnya. Untuk menghasilkan produk setengah jadi ataupun produk jadi, untuk itu utilitas harus dijaga keberadannya untuk mengoptimalkan kerja.

1. Genset

Fungsi : Pembantu power listrik atau pembangkit listrik bagi mesin dan peralatan jika arus listrik PLN terputus.

2.Forklift

(42)

38 5.8. Safety and Fire Protection

Keselamatan kerja merupakan sarana utama untuk pencegahan kecelakaan kerja, cacat dan kematian yang diakibatkan oleh kecelakaan kerja. Kecelakaan kerja yang terjadi dapat mengakibatkan hambatan-hambatan yang sekaligus juga merupakan kerugian secara tidak langsung seperti kerusakan mesin dan peralatan kerja, terhentinya proses produksi untuk beberapa saat hal ini akan menyebabkan tingginya biaya produksi.

Masalah keselamatan harus benar-benar diperhatikan pada saat perancangan dan bukan baru dipikirkan kemudian setelah pabrik didirikan. Namun sekalipun pabrik sudah beroperasi, perencanaan tetap penting untuk mencapai standar keselamatan kerja yang tinggi. Salah satu usaha untuk memperkecil biaya produksi adalah dengan menggunakan mesin-mesin yang dilengkapi dengan alat pelindung yang aman guna memperkecil akibat yang ditimbulkan mesin tersebut jika terjadi kecelakaan.

Terdapat beberapa prinsip dalam perencanaan keselamatan dan efisiensi produksi di PTP. Nusantara IV Unit Kebun Dolok Ilir yaitu :

• Menciptakan keadaan yang aman untuk berjalan dilantai, tangga-tangga, tempat dan daerah kerja dan sebagainya.

• Memfasilitasi transportasi yang harus disertai perlengkapan keselamatannya. • Mengisolasi daerah-daerah yang berbahaya.

• Tersedianya alat-alat pemadam kebakaran yang memadai pada berbagai tempat yang rawan kebakaran.

Cara untuk mencegah terjadinya kecelakaan adalah dengan menggunakan peralatan pelindung diri yang tergantung pada jenis pekerjaan dilapangan dan alat-alat pelindung diri yang meliputi :

• Pelindung telinga khusus digunakan khusus bagi pekerja yang mendapatkan kebisingan di sekitar mesin boiler dan sebagainya.

(43)

39

• Topi/helm khusus untuk melindungi kepala pekerja saat bekerja dari benda yang jatuh atau melayang dari atas di daerah sekitar proses produksi.

• Tali pengaman (safety belt) untuk pekerja yang bekerja ditempat-tempat tinggi.

5.9. Analisis Data

5.9.1 Deskripsi Kondisi Kenyamanan Kerja Pada Divisi Teknik

Untuk menggambarkan bagaiman kondisi kenyamanan kerja dari karyawan di Unit Kebun Dolok Ilir, maka peneliti mencoba untuk membaginya kedalam 3 bagian yaitu Divisi Teknik, Divisi Kantor Administrasi, dasn Divisi Afdeling. Dari ketiganya ini dicari bagian-bagian atau faktor apa saja yang menjadi penentu apakah karyawan itu bekerja dengan nyaman atau tidak. Pada sub bab ini yang pertama seklai akan dibahas adalah divisi teknik. Adapun penjelasannya sebagai berikut:

A. Penghasilan yang cukup adil

Pertanyaan 1 2 3 4 5 Mean Std

Biaya beras diberikan

kepada karyawan 0 0 0

25 89.3%

3

10.7% 4.11 0.315 Fasilitas berobat gratis

untuk karyawan dan Biaya perjalanan saat

dinas keluar kota 0 0 0

3 10.7%

25

(44)

40

Dari tabel di atas, bahwa khususnya karyawan yang bekerja di bidang teknik mengatakan bahwa gaji yang mereka terima cukup dan hanya 14,3% yang mengatakan gaji mereka tidak cukup. Perusahaan juga memberikan fasilitas seperti perobatan gratis, biaya beras (89.3%) dan karyawan sebagian besar mengatakan hal itu sesuai. Bahkan perusahaan juga membiayai perjalanan dinas setiap karyawannya.

B. Lingkungan yang menjamin kesehatan dan keselamatan kerja

Pertanyaan 1 2 3 4 5 Mean Std

(45)

41

C. Peluang untuk menggunakan dan mengembangkan kemampuan diri

Pertanyaan 1 2 3 4 5 Mean Std

terhadap hasil evaluasi perusahaan

(46)

42

D. Peluang untuk berkembang dan jaminan untuk mendapatkan keselamatan berkelanjutan

kesempatan untuk naik jabatan

Dengan adanya pembaharuan-pembaharuan ide di tingkat karyawan, maka perusahaan memberikan sinyal positif kepada karyawan. Perusahaan memberikan kesempatan bagi karyawannya untuk promosi jabatan ketika mereka sudah dikatakan layak. Artinya, masing-masing karyawan memiliki kesempatan yang sama untuk naik jabatan. Sebanyak 22 responden mengatakan kalau perusahaan sangat memungkinkan sekali karyawannya untuk naik jabatan.

E. Integrasi sosial dalam organisasi kerja

Pertanyaan 1 2 3 4 5 Mean Std

Deviasi Terdiri dari beberapa

etnis 0 0 0

20 71.4%

8

28.6% 5.71 0.460 Pernah terjadi kasus

(47)

43

pihak manajerial 0

1

Selain itu, perusahaan juga menuntut karyawannya untuk terus memiliki rasa sosial yang tinggim baik itu tertuang dalam keorganisasian maupun dalam hubungan sesama pekerja. Struktur karyawan sendiri terdiri dari beragam etnis walaupun di dominasi oleh etnis jawa sendiri. Adanya multietnis tersebut, tidak membuat perusahaan untuk membeda-bedakan perlakuan dari masing-masing karyawan. Sebanyak 15 responden mengatakan bahwa hubungan mereka dengan sesama karyawan sangat baik bahkan 71,4% responden tetap membina hubungan yang baik dengan pihak atasannya.

F. Hak-hak pekerja dan organisasi kerja

Pertanyaan 1 2 3 4 5 Mean Std Nyaman dengan budaya

(48)

44

masing pekerja 14.3% 75% 10.7%

Sesama pekerja saling menghargai perilaku

Perusahaan juga tidak melarang karyawannya untuk berorganisasi baik yang ada di dalam lingkungan perusahaan maupun diluar perusahaan. Sebanyak 75% responden mengatakan kalau perusahaan memberikan kebebasan berekspresi bagi para karyawannya dan 85% responden mengatakan bahwa perusahaan menghargai perilaku dari masing-masing karyawan .

G. Ruang kehidupan menyeluruh

Pertanyaan 1 2 3 4 5 Mean Std

menikmati waktu luang dengan keluarga

diberikan sesuai 0

2 Waktu istirahat sesuai

0 1

Tingginya beban jam kerja yang dimiliki oleh karyawan cukup membuat pengaruh terhadap rutinitas dengan keluarga. Sebanyak 63% responden mengatakan bahwa pengaruh pekerjaan terhadap rutinitas keluarga cukup besar. Ketika produksi TBS sedang naik maka jam lembur akan bertambah sehingga waktu dengan keluarga juga akan tersita. Penyitaan waktu itu juga tidak melihat hari-hari apa saja, bahkan di hari libur juga terus berjalan dan itu dihitung sebagai jam kerja lembur.

H. Keterkaitan sosial kehidupan bekerja

Pertanyaan 1 2 3 4 5 Mean Std

Deviasi

(49)

45 Mengikuti salah satu

organisasi perusahaan

pekerja dengan baik

0 0 4

Setelah adanya hubungan yang baik antara pekerja dan perusahaan, maka terbentuk ikatan sosial diantara keduanya. Para karyawan akan bangga memakai atribut perusahaan karena

sudah terbangun „image” yang baik. Sebanyak 67,8% responden mengatakan bangga dengan pekerjaan yang dikerjakan saat ini. Untuk itu, secara keseluruhan, perusahaan sudah memperlakukan karyawan dengan baik yaitu sebanyak 85, 7% responden menyikapinya.

5.9.2 Deskripsi Kondisi Kenyamanan Kerja Pada Divisi Kantor Administrasi

Pertanyaan 1 2 3 4 5 Mean Std

Deviasi Perusahaan memberikan gaji

yang cukup kepada karyawan 0 0 Gaji yang diberikan seimbang

dengan pekerjaan dan kebutuhan keluarga

dengan kemampuan dan pendidikan Biaya beras diberikan kepada

karyawan 0 0 0

25 83.3%

5

16.7% 4.17 0.379 Fasilitas berobat gratis untuk

(50)

46

46.7% 53.3% Biaya perjalanan saat dinas

keluar kota 0 0 0

3 10%

27

90% 4.90 0.305

5.9.3 Deskripsi Kondisi Kenyamanan Kerja Pada Divisi Afdeling

Pertanyaan 1 2 3 4 5 Mean Std Waktu istirahat sesuai

(51)

47 BAB VI. KESIMPULAN DAN SARAN

6.1 Kesimpulan

Adapun kesimpulan yang dapat ditarik dari penelitian ini adalah

1. Bahwa karyawan perkebunan merasa cukup terhadap gaji yang diterima walaupun dari beberapa karyawan afdeling menganggap gaji mereka tidak cukup.

2. Jumlah jam kerja yang diberikan perusahaan juga tidak terlalu signifikan menganggu kegiatan lainnya. Jam kerja yang diberikan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki oleh karyawan.

3. Perusahaan juga tidak menutup kemungkinan bagi karyawan yang ingin mengembangkan kemampuan diri mereka di perusahaan. Perusahaan juga membutuhkan ide-ide baru dari karyawan.

4. Hubungan yang terbina selama ini juga berjalan dengan baik. Hubungan dengan sesama pekerja tetap berjalan dengan baik, bahkan mereka memiliki komunitas-komunitas didalamnya. Hubungan dengan atasan juga terbina dengan baik, hal itu terlihat bahwa tidak ada

6.2 Saran

Adapun saran dari penelitian ini adalah

1. Perlu dibina kembali hubungan diantara karyawan aga semakin harmonis hubungan antra sesama pekerja dan pihak atasan.

(52)

48 DAFTAR PUSTAKA

Cascio, Wayne. F. 1995. Managing Human Resources: Productivity, Quality of Working Life. Profits, 4th Edition, McGraw-Hill Inc., USA

Jayakumar, A and K. Kalaiselvi. 2012. Quality of Working Life: An Overview. International Journal of Marketing, Financial Service, and Management Research. Vo1. 1, Issue 10,

October 2012, viewed 14 Oktober 2014,

(http://indianresearchjournals.com/pdf/IJMFSMR/2012/October/12.pdf)

Ray, Gauri. S. 2013. Improving Quality of Working Life among Nursing Home Staff: It’s Realy

Needed ?. International Journal Of Caring Science. Vol. 6, Issue 3, September-December

2013, viewed 16 October 2014,

(http://www.internationaljournalofcaringsciences.org/docs/11.%20Rai.pdf)

Sinha, Chandranshu. 2012. Factors Affecting Quality of Working Life: Empirical Evidence From

Indian Organizations. Australian Journal Of Business and Management Research. Vol. 1

No. 11: 31-40. Viewed 13 Oktober2014,

(http://www.ajbmr.com/articlepdf/AJBMR_20_07_4.pdf)

Walton, R.E. 1975. Criteria For Quality of Working Life, dalam Davis, L and A. B Cherns. The

Quality of Working Life. Vol. 1: 91-104., New York

Worral, Less and Cary Cooper. 2012. The Quality of Working Life 2012: Managers’ Wellbeing,

Motivation, and Productivity. Chartered Management Istitute: London, viewed 14

Oktober 2014,

(53)

49 I. INFORMASI UMUM

1. Nama Perusahaan/Unit : Alamat : No. Telp :

Fax :

E-mail : Tahun didirikan : Jenis produksi : 2. Nama yang di interview :

Usia :

Jenis Kelamin :

3. Pendidikan terakhir : a. Pascasarjana (S2,S3) b. Sarjana (S1)

c. SMA/Sederajat

d. Lainnya,……….. 4. Jabatan saat ini :

5. Penghasilan per bulan :

II. QUALITY OF WORKING LIFE

A.

PENGHASILAN YANG CUKUP ADIL

1. Apakah perusahaan memberikan gaji yang cukup bagi anda ? a. Perusahaan sangat tinggi memberikan gaji kepada saya b. Gaji yang saya dapatkan tinggi dari perusahaan

c. Gaji yang saya dapatkan cukup untuk memenuhi kebutuhan d. Gaji yang saya dapatkan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan e. Gaji yang saya dapatkan sama sekali tidak mencukupi kebutuhan saya

2. Apakah gaji yang diberikan perusahaan seimbang dengan pekerjaan dan kebutuhan keluarga ? a. Gaji yang diberikan sangat sesuai dengan pekerjaan dan semua kebutuhan keluarga

b. Gaji yang diberikan sesuai dengan pekerjaan dan beberapa kebutuhan keluarga c. Gaji yang diberikan cukup sesuai dan kadang cukup memenuhi kebutuhan keluarga d. Gaji yang diberikan tidak sesuai dengan pekerjaan

(54)

50

3. Apakah perusahaan memberikan upah sesuai dengan kemampuan dan pendidikan yang anda miliki ?

a. Perusahaan memberikan gaji kepada saya sangat sesuai dengan kemampuan dan pendidikan b. Perusahaan memberikan gaji kepada saya sesuai dengan kemampuan dan pendidikan saya c. Perusahaan memberikan gaji kepada saya kadang sesuai kadang tidak sesuai dengan

kemampuan

d. Perusahaan tidak menyesuaikan gaji dengan kemampuan dan pendidikan yang saya miliki e. Perusahaan sangat tidak menyesuaikan antara gaji dengan kemampuan dan pendidikan saya

4. Apakah perusahaan memberikan biaya beras kepada anda ?

a. Perusahaan tidak pernah telat memberikan biaya beras kepada saya b. Perusahaan rutin memberikan biaya beras

c. Perusahaan kadang memberikan kadang tidak memberikan biaya beras d. Perusahaan satu kali dalam setahun memberikan beras

e. Perusahaan sama sekali tidak pernah memberikan beras selama saya bekerja

5. Apakah perusahaan memberikan fasilitas berobat gratis ketika anda dan anggota keluarga anda sedang sakit ?

a. Perusahaan menanggung semua biaya berobat saya ketika saya sedang sakit sampai sehat walaupun penyakit saya tergolong berat

b. Perusahaan menanggung semua biaya berobat saya dan keluarga saya dalam jangka waktu tertentu

c. Perusahaan hanya menanggung biaya berobat saya tetapi tidak menanggung biaya berobat kelaurga saya

d. Perusahaan tidak menanggung biaya berobat saya ketika saya sakit

e. Perusahaan sama sekali tidak menanggung biaya berobat saya dan keluarga saya

6. Apakah perusahaan memberikan biaya perjalanan ketika sedang melakukan dinas keluar kota ? a. Perusahaan menanggung semua biaya perjalanan dan akomodasi ketika ada tugas keluar kota b. Perusahaan hanya menanggung biaya transportasi ketika ada tugas keluar kota

c. Perusahaan hanya menanggung 20% dari biaya tugas keluar kota d. Perusahaan tidak menanggung biaya perjalanan dan akomodasi

e. Perusahaan sama sekali tidak pernah memberikan biaya akan tugas keluar kota

B.

LINGKUNGAN YANG MENJAMIN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA

7. Apakah anda nyaman dengan jumlah jam kerja yang diberikan perusahaan kepada anda ? a. Saya merasa sangat nyaman dengan kesesuaian jam kerja yang diberikan perusahaan b. Saya nyaman dengan jam kerja yang diberikan perusahaan

(55)

51

e. Perusahaan tidak memperhatikan jam kerja pekerja sehingga saya merasa sangat kelelahan bekerja

8. Terkait dengan jam lebur, apakah anda nyaman dengan jam lembur anda ?

a. Saya sangat sering mendapatkan jam lembur dari perusahaan dikarena merasa nyaman di kantor dan upah lembur yang cukup

b. Saya sering mendapatkan jam lembur dari perusahaan dan merasa nyaman bekerja tetapi upah yang diberikan belum sesuai

c. Saya kadang merasa nyaman kadang merasa tidak nyaman bekerja lembur diperusahaan d. Saya merasa tidak nyaman dengan jam lembur yang diberikan dikarenakan suasana kantor yang

tidak nyaman

e. Saya merasa sangat tidak nyaman dengan jam lembur yang diberikan dikarenakan suasana kantor yang tidak nyaman dan upah yang tidak sesuai

9. Apakah anda bekerja menggunakan perangkat-perangkat/alat-alat yang berhubungan dengan teknologi ? (mis: computer, jaringan internet, mesin berteknologi tinggi, dll)

a. Saya sangat sering menggunakan alat-alat berteknologi tinggi b. Saya sering menggunakan alat-alat berteknologi tinggi

c. Saya kadang-kadang menggunakan alat-alat berteknologi tinggi d. Saya jarang menggunakan alat-alat berteknologi tinggi

e. Saya tidak pernah menggunakan alat-alat berteknologi tinggi

10. Sesuai dengan kondisi perusahaan, apakah anda nyaman dengan alat-alat/ teknologi yang dimiliki oleh perusahaan ?

a. Saya sangat nyaman bekerja karena didukung dengan penggunaan teknologi yang mutakhir sehingga memudahkan pekerjaan saya

b. Saya nyaman bekerja karena didukung dengan penggunaan teknologi yang cukup tinggi sehingga memudahkan pekerjaan saya

c. Saya kadang merasa nyaman dan kadang merasa tidak nyaman bekerja dengan teknologi yang dimiliki oleh perusahaan

d. Saya merasa tidak nyaman bekerja karena teknologi yang dimiliki perusahaan tanggung-tanggung

e. Saya merasa sangat tidak nyaman bekerja karena teknologi yang dimiliki perusahaan sudah tidak layak pakai dan menghambat pekerjaan saya

11. Apakah perusahaan anda menyediakan alat-alat yang berhubungan dengan keselamatan kerja ? a. Perusahaan saya sangat peduli dengan keselamatan kerja sehingga alat-alat itu banyak

tersedia

b. Perusahaan cukup peduli dan alat-alat keselamatan kerja ada tersedia

c. Perusahaan setengah-setengah peduli terhadap penyediaan keselamatan kerja d. Perusahaan tidak peduli dengan alat-alat keselamatan kerja

(56)

52

12. Apakah alat-alat keselamatan kerja yang dimiliki perusahaan aman dan nyaman untuk digunakan ?

a. Alat-alat keselamatan kerja yang dimiliki sangat aman dan nyaman digunakan sehingga pekerja tidak ragu untuk bekerja

b. Alat-alat keselamatan kerja yang dimiliki cukup aman dan nyaman digunakan sehingga pekerja tidak ragu untuk bekerja

c. Alat-alat keselamatan kerja yang dimiliki sebagian ada yang rusak sehingga pekerja sedikit ragu untuk bekerja

d. Alat-alat keselamatan kerja yang dimiliki ada yang rusak sehingga pekerja ragu untuk bekerja e. Alat-alat keselamatan kerja yang dimiliki semuanya dalam kondisi rusak sehingga pekerja

tidak aman untuk bekerja

13. Terkait dengan kelelahan dan kejenuhan dikarenakan pekerjaan anda, apa yang anda rasakan ? a. Saya hampir tidak pernah merasakan jenuh akan pekerjaan saya karena kenyamanan yang

diberikan oleh perusahaan (gaji dan suasana kerja)

b. Saya jarang merasakan jenuh akan pekerjaan saya karena kenyamanan yang diberikan oleh perusahaan (gaji)

c. Saya kadang merasakan jenuh akan pekerjaan saya karena kenyamanan yang diberikan oleh perusahaan kadang nyaman kadang tidak

d. Saya cukup sering merasakan jenuh akan pekerjaan saya karena kenyamanan yang diberikan oleh perusahaan tidak sesuai

e. Saya sangat sering merasakan jenuh akan pekerjaan saya karena kenyamanan yang diberikan oleh perusahaan (gaji dan suasana kerja) sangat tidak sesuai

C. PELUANG UNTUK MENGGUNAKAN DAN MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN DIRI

14. Apakah anda diberikan hak otonomi/ kesempatan untuk mengambil keputusan atau memberi masukan ?

a. Saya sangat sering untuk dimintai pendapat tentang keputusan-keputusan yang akan diambil oleh perusahaan

b. Saya pernah untuk dimintai pendapat tentang keputusan-keputusan yang akan diambil oleh perusahaan

c. Kadang-kadang saya dimintai pendapat tentang keputusan-keputusan yang akan diambil oleh perusahaan

d. Saya tidak pernah untuk dimintai pendapat tentang keputusan-keputusan yang akan diambil oleh perusahaan

Gambar

Tabel 1. Rencana Target Capaian
Tabel 2.1. Susunan dan Jumlah Tenaga Kerja PTPN IV PKS Dolok Ilir
Tabel 2.3. Jam Kerja Bagian Administrasi

Referensi

Dokumen terkait

dapat dilihat bahwa kemampuan memecahkan masalah siswa pada kelompok siswa tidak berbeda, yaitu pada kelompok atas, sedang, dan bawah ditunjukkan pada nilai sig 0,178 &gt;

[r]

Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan varietas padi gogo berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun per rumpun, jumlah anakan per rumpun,

Berdasarkan teori di atas dapat dirumuskan hipotesis penelitian yaitu, Ho: tidak ada pengaruh pembiasaan refleksi terhadap kemampuan mengelola emosi pada siswa kelas V SD

[r]

Kemampuan keluarga dalam merawat usia lanjut etnis Jawa baik pada aspek psikologis dan etnis Madura baik pada aspek spiritual dan interaksi sosial.. Terdapat perbedaan antara etnis

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara ibu hamil pre eklamsi dengan kejadian berat badan lahir rendah di RSUD Sleman Yogyakarta tahun 2007-2008, dengan

Sebagian besar responden menyatakan bahwa kualitas hasil evaluasi naskah oleh redaksi JPP tergolong baik (93,94% responden), saran perbaikan yang diberikan oleh redaksi JPP