• Tidak ada hasil yang ditemukan

KEAMANAN PANGAN DALAM PENYELENGGARAAN MA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "KEAMANAN PANGAN DALAM PENYELENGGARAAN MA"

Copied!
29
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

NAMA KELOMPOK

1. Deviana Nur Agustin

2. Monica isabilita

3. M. Iqbal

4. Norhidayati

5. Nurul Huda

(3)

KEAMANAN PANGAN

Keamanan pangan menurut undang undang no 7 tentang

pangan adalah kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah

pangan dari kemungkinan cemaran biologis, kimia, dan benda lain

yang dapat mengganggu, merugikan, dan membahayakan kesehatan

manusia.

Definisi

lainnya

keamanan

pangan

diartikan

sebagai

(4)

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEAMANAN

PANGAN

1. kontaminasi. → masuknya zat

asing ke dalam makanan yang tidak

dikehendaki atau diinginkan.

kontaminasi dikelompokkan ke dalam

empat macam yaitu :

a.

kontaminasi

mikroba

seperti

bakteri, jamur, cendawan.

b. kontaminasi fsik seperti rambut,

debu, tanah, serangga dan kotoran

lainnya.

c. kontaminasi kimia seperti pupuk,

pestisida, mercury, arsen, cyianida dan

sebagainya.

d.

kontaminasi

radiokatif

seperti

(5)

TERJADINYA KONTAMINASI DAPAT DIBAGI DALAM TIGA

CARA YAITU :

1. Kontaminasi langsung (direct contamination)

→ adanya bahan pemcemar yang masuk ke dalam makanan secara

langsung karena ketidaktahuan atau kelalaian baik disengaja maupun tidak di-sengaja. Contoh: potongan rambut masuk ke dalam nasi

2. Kontaminasi silang (cross contamination)

→ kontaminasi yang terjadi secara tidak langsung sebagai akibat ketidaktahuan dalam pengolahan makanan. Contoh : makanan mentah bersentuhan dengan makanan masak, makanan bersentuhan dengan pakaian atau peralatan kotor.

3. Kontaminasi ulang (recontamination)

(6)

KERACUNAN

Keracunan adalah timbulnya gejala klinis suatu penyakit atau gangguan kesehatan lainnya akibat mengkonsumsi makanan yang tidak hygienis. Makanan yang menjadi penyebab

keracunan umumnya telah tercemar oleh unsur-unsur fsika, mikroba atau kimia dalam dosis yang membahayakan.

(7)

KERACUNAN DAPAT TERJADI KARENA :

1. Bahan makanan alami yaitu makanan yang secara alam telah mengandung racun seperti jamur beracun, ikan, buntel, ketela hijau, umbi gadung atau umbi racun lainnya.

2. Infeksi mikroba yaitu bakteri pada makanan yang masuk ke dalam tubuh dalam jumlah besar (infektif) dan menimbulkan penyakit seperti cholera, diare, disentri.

3. Racun/toksin mikroba yaitu racun atau toksin yang dihasilkan oleh mikroba dalam makanan yang masuk kedalam tubuh dalam jumlah membahayakan (lethal dose).

4. Zat kimia yaitu bahan berbahaya dalam makanan yang masuk ke dalam tubuh dalam jumlah membahayakan.

(8)

KEAMANAN PANGAN

DALAM PENYELENGGARAAN MAKANAN RUMAH SAKIT

Upaya untuk menjamin keamanan makanan adalah dengan menerapkan jaminan mutu yang berdasarkan keamanan makanan.

Prinsip Keamanan makanan meliputi;

1) Good Manufacturing Practices (GMP);

2). Hygiene dan sanitasi makanan (Penyehatan Makanan); dan 3). Penggunaan bahan tambahan makanan.

(9)

Good Manufacturing Practices

(GMP) atau Cara Pengolahan Makanan

yang baik dan benar merupakan kaidah cara pengolahan makanan

yang baik dan benar untuk menghasilan makanan/produk akhir

yang aman, bermutu dan sesuai selera konsumen.

Secara rinci tujuan kaidah ini adalah :

1. melindungi konsumen dari produksi makanan yang tidak aman dan

tidak memenuhi syarat;

2. memberikan jaminan kepada konsumen bahwa makanan yang

diproduksi sudah aman dan layak dikonsumsi; dan

3. mempertahankan dan meningkatkan kepercayaan terhadap

makanan yang disajikan

(10)

1. PEMILIHAN BAHAN MAKANAN

Dalam pemilihan bahan makanan ada beberapa hal

utama yang perlu diperhatikan, yaitu:

1. Memilih dan ciri-ciri makanan yang berkualitas

2. Memperhatikan tanda kerusakan bahan makanan

3. Memperhatikan Penggunaan Bahan Tambahan

(11)
(12)

3. PENYIMPANAN BAHAN MAKANAN

(13)

SECARA UMUM TEMPAT PENYIMPANAN HARUS MEMENUHI PERSYARATAN-PERSYARATAN SEBAGAI BERIKUT :

1. Tempat penyimpanan bahan makanan harus terhindar dari kemungkinan kontaminasi baik oleh bakteri, serangga, tikus dan hewan lainnya maupun bahan berbahaya.

2. Penyimpanan harus memperhatikan prinsip First In First Out (FIFO) dan First Expired First Out (FEFO) yaitu bahan makanan yang disimpan terlebih dahulu dan yang

mendekati masa kadaluarsa digunakan lebih dahulu.

3. Tempat atau wadah penyimpanan harus sesuai dengan jenis bahan makanan contohnya bahan makanan yang cepat rusak disimpan dalam lemari pendingin dan bahan

makanan kering disimpan ditempat yang kering dan tidak lembab. 4. Ketebalan dan bahan padat tidak lebih dari 10 cm

(14)

6. Penyimpanan bahan makanan olahan pabrik

7. Makanan dalam kemasan tertutup disimpan

pada suhu + 10oC.

8. Penyimpanan bahan makanan harus

memperhatikan suhu sebagai berikut :

(15)

3. PENGOLAHAN MAKANAN

Cara pengolahan makanan yang baik dan benar dapat menjaga mutu dan keamanan hasil olahan makanan.

a. Tempat pengolahan makanan atau dapur harus memenuhi persyaratan teknis higiene sanitasi untuk mencegah risiko

pencemaran terhadap makanan dan dapat mencegah masuknya lalat, kecoa, tikus dan hewan lainnya.

b. Pemilihan bahan (sortir) untuk memisahkan/membuang bagian bahan yang rusak/afkir dan untuk menjaga mutu dan keawetan makanan serta mengurangi risiko pencemaran makanan.

(16)

D. PERALATAN

1) Peralatan yang kontak dengan makanan

a) Peralatan masak dan peralatan makan harus terbuat

dari bahan tara makanan (food grade) yaitu peralatan

yang aman dan tidak berbahaya bagi kesehatan.

b) Lapisan permukaan peralatan tidak larut dalam

suasana asam/basa atau garam yang lazim terdapat

dalam makanan dan tidak mengeluarkan bahan

berbahaya dan logam berat beracun.

(17)

d) Perlengkapan pengolahan seperti kompor, tabung gas,

lampu, kipas angin harus bersih, kuat dan berfungsi

dengan baik, tidak menjadi sumber pencemaran dan

tidak menyebabkan sumber bencana (kecelakaan).

e) Peralatan bersih yang siap pakai tidak boleh dipegang

di bagian yang kontak langsung dengan makanan atau

yang menempel di mulut.

f) Kebersihan alat artinya tidak boleh mengandung

Eschericia coli dan kuman lainnya.

(18)

2) Wadah penyimpanan makanan

a) Wadah yang digunakan harus

mempunyai tutup yang dapat menutup

sempurna dan dapat mengeluarkan

udara panas dari makanan untuk

mencegah pengembunan (kondensasi).

b) Terpisah untuk setiap jenis makanan,

makanan jadi/masak serta makanan

(19)

e. Persiapan pengolahan harus dilakukan dengan

menyiapkan semua peralatan yang akan digunakan dan

bahan makanan yang akan diolah sesuai urutan prioritas.

(20)

G. PRIORITAS DALAM MEMASAK

1. Dahulukan memasak makanan yang tahan lama seperti goreng-gorengan yang kering.

2. Makanan rawan seperti makanan berkuah dimasak paling akhir.

3. Simpan bahan makanan yang belum waktunya dimasak di kulkas/lemari es.

4. Simpan makanan jadi/masak yang belum waktunya dihidangkan dalam keadaan panas.

5. Perhatikan uap makanan jangan sampai masuk ke dalam makanan karena akan menyebabkan kontaminasi ulang.

6. Tidak menjamah makanan jadi/masak dengan tangan tetapi harus menggunakan alat seperti penjepit atau sendok.

(21)

H. HIGIENE PENANGANAN MAKANAN

1. Memperlakukan makanan secara hati-hati dan

seksama sesuai dengan prinsip higiene sanitasi

makanan.

(22)

4. PENYIMPANAN MAKANAN MASAK

a. Makanan tidak rusak, tidak busuk atau basi yang ditandai dari rasa, bau, berlendir, berubah warna, berjamur, berubah aroma atau adanya cemaran lain.

b. Memenuhi persyaratan bakteriologis berdasarkan ketentuan yang berlaku.

c. Jumlah kandungan logam berat atau residu pestisida, tidak boleh melebihi ambang batas yang diperkenankan menurut ketentuan yang berlaku.

d. Penyimpanan harus memperhatikan prinsip frst in frst out (FIFO) dan

(23)

e. Tempat atau wadah penyimpanan harus terpisah untuk setiap jenis makanan jadi dan mempunyai tutup yang dapat menutup sempurna tetapi berventilasi yang dapat mengeluarkan uap air.

f. Makanan jadi tidak dicampur dengan bahan makanan mentah.

(24)

5. PENGANGKUTAN MAKANAN

Pengangkutan bahan makanan

1. Tidak bercampur dengan bahan berbahaya dan beracun (B3).

2. Menggunakan kendaraan khusus pengenkut bahan makanan yang higienis.

3. Bahan makanan tidak boleh diinjak, dibanting dan diduduki. 4. Bahan makanan yang selama pengangkutan harus selalu

dalam keadaan dingin, diangkut dengan menggunakan alat pendingin sehingga bahan makanan tidak rusak seperti

(25)

Pengangkutan makanan jadi/masak/siap santap

1. Tidak bercampur dengan bahan berbahaya dan beracun (B3). 2. Menggunakan kendaraan khusus pengangkut makanan

jadi/masak dan harus selalu higienis.

3. Setiap jenis makanan jadi mempunyai wadah masing-masing dan bertutup. Hindari ditumpuk, diduduki, diinjak dan dibanting. 4. Wadah harus utuh, kuat, tidak karat dan ukurannya memadai

dengan jumlah makanan yang akan ditempatkan. Wadah tidak dibuka tutup selama perjalanan.

5. Isi tidak boleh penuh untuk menghindari terjadi uap makanan yang mencair (kondensasi).

6. Pengangkutan untuk waktu lama, suhu harus diperhatikan dan diatur agar makanan tetap panas pada suhu 60C atau tetap

(26)

6. PENYAJIAN MAKANAN

a. Tempat penyajian

Perhatikan jarak dan waktu tempuh dari tempat

pengolahan makanan ke tempat penyajian serta

hambatan yang mungkin terjadi selama

pengangkutan karena akan mempengaruhi

kondisi penyajian. Hambatan di luar dugaan

(27)

b. Prinsip penyajian makanan

1. Prinsip pewadahan yaitu setiap jenis makanan ditempatkan dalam

wadah yang terpisah dan memiliki tutup untuk mencegah terjadinya

kontaminasi silang.

2. Prinsip kadar air yaitu makanan yang mengandung kadar air tinggi

baru dicampur menjelang penyajian untuk menghindari makanan cepat

basi.

3. Prinsip

edible part

yaitu setiap bahan yang disajikan merupakan bahan

yang dapat dimakan, hal ini bertujuan untuk menghindari kecelakaan

salah makan.

4. Prinsip pemisah yaitu makanan yang disajikan dalam dus harus dipisah

(28)

5. Prinsip panas yaitu penyajian makanan yang harus disajikan

dalam keadaan panas, hal ini bertujuan untuk mencegah

pertumbuhan bakteri dan meningkatkan selera makan.

6. Prinsip bersih yaitu setiap peralatan/wadah yang digunakan

harus higienis, utuh, tidak cacat atau rusak.

7. Prinsip

handling

yaitu setiap penanganan makanan tidak boleh

kontak langsung dengan anggota tubuh.

8. Prinsip tepat penyajian disesuaikan dengan kelas pelayanan dan

kebutuhan. Tepat penyajian yaitu tepat menu, tepat waktu, tepat

(29)

Referensi

Dokumen terkait

perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user86.Sawi Monumen Sawi monumen tubuhnya amat tegak dan berdaun kompak. Penampilan sawi jenis ini sekilas mirip dengan petsai. Tangkai daun berwarna putih berukuran agak lebar dengan tulang daun yang juga berwarna putih. Daunnya sendiri berwarna hijau segar. Jenis sawi ini tegolong terbesar dan terberat di antara jenis sawi lainnya. D.Syarat Tumbuh Tanaman Sawi Syarat tumbuh tanaman sawi dalam budidaya tanaman sawi adalah sebagai berikut : 1.Iklim Tanaman sawi tidak cocok dengan hawa panas, yang dikehendaki ialah hawa yang dingin dengan suhu antara 150 C - 200 C. Pada suhu di bawah 150 C cepat berbunga, sedangkan pada suhu di atas 200 C tidak akan berbunga. 2.Ketinggian Tempat Di daerah pegunungan yang tingginya lebih dari 1000 m dpl tanaman sawi bisa bertelur, tetapi di daerah rendah tak bisa bertelur. 3.Tanah Tanaman sawi tumbuh dengan baik pada tanah lempung yang subur dan cukup menahan air. (AAK, 1992). Syarat-syarat penting untuk bertanam sawi ialah tanahnya gembur, banyak mengandung humus (subur), dan keadaan pembuangan airnya (drainase) baik. Derajat keasaman tanah (pH) antara 6–7 (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user9E.Teknik Budidaya Tanaman Sawi 1.Pengadaan benih Benih merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan usaha tani. Kebutuhan benih sawi untuk setiap hektar lahan tanam sebesar 750 gram. Benih sawi berbentuk bulat, kecil-kecil. Permukaannya licin mengkilap dan agak keras. Warna kulit benih coklat kehitaman. Benih yang akan kita gunakan harus mempunyai kualitas yang baik, seandainya beli harus kita perhatikan lama penyimpanan, varietas, kadar air, suhu dan tempat menyimpannya. Selain itu juga harus memperhatikan kemasan benih harus utuh. kemasan yang baik adalah dengan alumunium foil. Apabila benih yang kita gunakan dari hasil pananaman kita harus memperhatikan kualitas benih itu, misalnya tanaman yang akan diambil sebagai benih harus berumur lebih dari 70 hari. Penanaman sawi memperhatikan proses yang akan dilakukan misalnya dengan dianginkan, disimpan di tempat penyimpanan dan diharapkan lama penyimpanan benih tidak lebih dari 3 tahun.( Eko Margiyanto, 2007) Pengadaan benih dapat dilakukan dengan cara membuat sendiri atau membeli benih yang telah siap tanam. Pengadaan benih dengan cara membeli akan lebih praktis, petani tinggal menggunakan tanpa jerih payah. Sedangkan pengadaan benih dengan cara membuat sendiri cukup rumit. Di samping itu, mutunya belum tentu terjamin baik (Cahyono, 2003). Sawi diperbanyak dengan benih. Benih yang akan diusahakan harus dipilih yang berdaya tumbuh baik. Benih sawi sudah banyak dijual di toko-toko pertanian. Sebelum ditanam di lapang, sebaiknya benih sawi disemaikan terlebih dahulu. Persemaian dapat dilakukan di bedengan atau di kotak persemaian (Anonim, 2007). 2.Pengolahan tanah Sebelum menanam sawi hendaknya tanah digarap lebih dahulu, supaya tanah-tanah yang padat bisa menjadi longgar, sehingga pertukaran perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user10udara di dalam tanah menjadi baik, gas-gas oksigen dapat masuk ke dalam tanah, gas-gas yang meracuni akar tanaman dapat teroksidasi, dan asam-asam dapat keluar dari tanah. Selain itu, dengan longgarnya tanah maka akar tanaman dapat bergerak dengan bebas meyerap zat-zat makanan di dalamnya (AAK, 1992). Untuk tanaman sayuran dibutuhkan tanah yang mempunyai syarat-syarat di bawah ini : a.Tanah harus gembur sampai cukup dalam. b.Di dalam tanah tidak boleh banyak batu. c.Air dalam tanah mudah meresap ke bawah. Ini berarti tanah tersebut tidak boleh mudah menjadi padat. d.Dalam musim hujan, air harus mudah meresap ke dalam tanah. Ini berarti pembuangan air harus cukup baik. Tujuan pembuatan bedengan dalam budidaya tanaman sayuran adalah : a.Memudahkan pembuangan air hujan, melalui selokan. b.Memudahkan meresapnya air hujan maupun air penyiraman ke dalam tanah. c.Memudahkan pemeliharaan, karena kita dapat berjalan antar bedengan dengan bedengan. d.Menghindarkan terinjak-injaknya tanah antara tanaman hingga menjadi padat. ( Rismunandar, 1983 ). 3.Penanaman Pada penanaman yang benihnya langsung disebarkan di tempat penanaman, yang perlu dijalankan adalah : a.Supaya keadaan tanah tetap lembab dan untuk mempercepat berkecambahnya benih, sehari sebelum tanam, tanah harus diairi terlebih dahulu. perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user11b.Tanah diaduk (dihaluskan), rumput-rumput dihilangkan, kemudian benih disebarkan menurut deretan secara merata. c.Setelah disebarkan, benih tersebut ditutup dengan tanah, pasir, atau pupuk kandang yang halus. d.Kemudian disiram sampai merata, dan waktu yang baik dalam meyebarkan benih adalah pagi atau sore hari. (AAK, 1992). Penanaman dapat dilakukan setelah tanaman sawi berumur 3 - 4 Minggu sejak benih disemaikan. Jarak tanam yang digunakan umumnya 20 x 20 cm. Kegiatan penanaman ini sebaiknya dilakukan pada sore hari agar air siraman tidak menguap dan tanah menjadi lembab (Anonim, 2007). Waktu bertanam yang baik adalah pada akhir musim hujan (Maret). Walaupun demikian dapat pula ditanam pada musim kemarau, asalkan diberi air secukupnya (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). 4.Pemeliharaan tanaman Pemeliharaan dalam budidaya tanaman sawi meliputi tahapan penjarangan tanaman, penyiangan dan pembumbunan, serta pemupukan susulan. a.Penjarangan tanaman Penanaman sawi tanpa melalui tahap pembibitan biasanya tumbuh kurang teratur. Di sana-sini sering terlihat tanaman-tanaman yang terlalu pendek/dekat. Jika hal ini dibiarkan akan menyebabkan pertumbuhan tanaman tersebut kurang begitu baik. Jarak yang terlalu rapat menyebabkan adanya persaingan dalam menyerap unsur-unsur hara di dalam tanah. Dalam hal ini penjarangan dilakukan untuk mendapatkan kualitas hasil yang baik. Penjarangan umumnya dilakukan 2 minggu setelah penanaman. Caranya dengan mencabut tanaman yang tumbuh terlalu rapat. Sisakan tanaman yang tumbuh baik dengan jarak antar tanaman yang teratur (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user12b.Penyiangan dan pembumbunan Biasanya setelah turun hujan, tanah di sekitar tanaman menjadi padat sehingga perlu digemburkan. Sambil menggemburkan tanah, kita juga dapat melakukan pencabutan rumput-rumput liar yang tumbuh. Penggemburan tanah ini jangan sampai merusak perakaran tanaman. Kegiatan ini biasanya dilakukan 2 minggu sekali (Anonim, 2007). Untuk membersihkan tanaman liar berupa rerumputan seperti alang-alang hampir sama dengan tanaman perdu, mula-mula rumput dicabut kemudian tanah dikorek dengan gancu. Akar-akar yang terangkat diambil, dikumpulkan, lalu dikeringkan di bawah sinar matahari, setelah kering, rumput kemudian dibakar (Duljapar dan Khoirudin, 2000). Ketika tanaman berumur satu bulan perlu dilakukan penyiangan dan pembumbunan. Tujuannya agar tanaman tidak terganggu oleh gulma dan menjaga agar akar tanaman tidak terkena sinar matahari secara langsung (Tim Penulis PS, 1995 ). c.Pemupukan Setelah tanaman tumbuh baik, kira-kira 10 hari setelah tanam, pemupukan perlu dilakukan. Oleh karena yang akan dikonsumsi adalah daunnya yang tentunya diinginkan penampilan daun yang baik, maka pupuk yang diberikan sebaiknya mengandung Nitrogen (Anonim, 2007). Pemberian Urea sebagai pupuk tambahan bisa dilakukan dengan cara penaburan dalam larikan yang lantas ditutupi tanah kembali. Dapat juga dengan melarutkan dalam air, lalu disiramkan pada bedeng penanaman. Satu sendok urea, sekitar 25 g, dilarutkan dalam 25 l air dapat disiramkan untuk 5 m bedengan. Pada saat penyiraman, tanah dalam bedengan sebaiknya tidak dalam keadaan kering. Waktu penyiraman pupuk tambahan dapat dilakukan pagi atau sore hari (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user13Jenis-jenis unsur yag diperlukan tanaman sudah kita ketahui bersama. Kini kita beralih membicarakan pupuk atau rabuk, yang merupakan kunci dari kesuburan tanah kita. Karena pupuk tak lain dari zat yang berisisi satu unsur atau lebih yang dimaksudkan untuk menggantikan unsur yang habis diserap tanaman dari tanah. Jadi kalau kita memupuk berarti menambah unsur hara bagi tanah (pupuk akar) dan tanaman (pupuk daun). Sama dengan unsur hara tanah yang mengenal unsur hara makro dan mikro, pupuk juga demikian. Jadi meskipun jumlah pupuk belakangan cenderung makin beragam dengan merek yang bermacam-macam, kita tidak akan terkecoh. Sebab pupuk apapun namanya, entah itu buatan manca negara, dari segi unsur yang dikandungnya ia tak lain dari pupuk makro atau pupuk mikro. Jadi patokan kita dalam membeli pupuk adalah unsur yang dikandungnya (Lingga, 1997). Pemupukan membantu tanaman memperoleh hara yang dibutuhkanya. Unsur hara yang pokok dibutuhkan tanaman adalah unsur Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K). Itulah sebabnya ketiga unsur ini (NPK) merupakan pupuk utama yang dibutuhkan oleh tanaman. Pupuk organik juga dibutuhkan oleh tanaman, memang kandungan haranya jauh dibawah pupuk kimia, tetapi pupuk organik memiliki kelebihan membantu menggemburkan tanah dan menyatu secara alami menambah unsur hara dan memperbaiki struktur tanah (Nazarudin, 1998). 5.Pengendalian hama dan penyakit Hama yang sering menyerang tanaman sawi adalah ulat daun. Apabila tanaman telah diserangnya, maka tanaman perlu disemprot dengan insektisida. Yang perlu diperhatikan adalah waktu penyemprotannya. Untuk tanaman sayur-sayuran, penyemprotan dilakukan minimal 20 hari sebelum dipanen agar keracunan pada konsumen dapat terhindar (Anonim, 2007). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user14OPT yang menyerang pada tanaman sawi yaitu kumbang daun (Phyllotreta vitata), ulat daun (Plutella xylostella), ulat titik tumbuh (Crocidolomia binotalis), dan lalat pengerek daun (Lyriomiza sp.). Berdasarkan tingkat populasi dan kerusakan tanaman yang ditimbulkan, maka peringkat OPT yang menyerang tanaman sawi berturut-turut adalah P. vitata, Lyriomiza sp., P. xylostella, dan C. binotalis. Hama P. vitatamerupakan hama utama, dan hama P. xylostella serta Lyriomiza sp. merupakan hama potensial pada tanaman sawi, sedangkan hamaC. binotalis perlu diwaspadai keberadaanya (Mukasan et al., 2005). Beberapa jenis penyakit yang diketahui menyerang tanaman sawi antara lain: penyakit akar pekuk/akar gada, bercak daun altermaria, busuk basah, embun tepung, rebah semai, busuk daun, busuk Rhizoctonia, bercak daun, dan virus mosaik (Haryanto et al., 1995). 6.Pemanenan Tanaman sawi dapat dipetik hasilnya setelah berumur 2 bulan. Banyak cara yang dilakukan untuk memanen sawi, yaitu: ada yang mencabut seluruh tanaman, ada yang memotong bagian batangnya tepat di atas permukaan tanah, dan ada juga yang memetik daunnya satu per satu. Cara yang terakhir ini dimaksudkan agar tanaman bisa tahan lama (Edy margiyanto,

Kontak Resmi WA : +62 819 3171 8989 Ijazah Asmak Sunge Rajeh. Keberadaan Ijazah Asmak Sunge Rajeh Sangat diburu para pencari ilmu dan pendekar di seluruh dunia. Setelah menemukan Ijazah Asmak Sunge Rajeh (ASR) dan mendapatkan keilmuan dari Ijazah Asmak Sunge Rajeh boleh dirasakan Keilmuan Tingkat tinggi. Karena kehebatan sangat dahsyat. Siap ditajrib, dicoba, ditest Keilmuan yang Mampu ditransfer jarak jauh dimanapun berada, kapanpun waktunya, dan mampu dimiliki oleh siapapun yang berkeinginan untuk memilikinya. Guru Ilmu Hikmah, pengamal ilmu hikmah, pemilik ilmu hikmah, Spiritualis, guru spiritual, Guru Supranatural, Pemilik Perguruan, Pemilik Padepokan, Pengasuh Perguruan, Pengasuh Padepokan, Pengasuh pondok, Guru Ilmu gaib,santri perguruan, pelajar perguruan, murid perguruan, siswa perguruan wajib menemukan Ijazah Asmak Sunge Rajeh. Dapatkan Ijazah Asmak Sunge Rajeh ( ASR ) secara sempurna dengan sanad yang shahih. Ijazah Asmak Sunge Rajeh ( ASR ) merupakan keilmuan Asma yang sangat ampuh Jalan Pintas menjadi spiritualis sejati Asma yang sangat diburu oleh spiritualis di muka bumi Keampuhannya telah dibuktikan dan dirasakan oleh pemakainya diberbagai negara dimuka bumi ini merupakan raja dan mustikanya ilmu kesaktian. Kekuatan gaibnya sangat luar biasa, dan termasuk ilmu langka yang multi fungsi. Artinya, dapat dipergunakan untuk segala macam keperluan. Tak heran jika ada yang berpendapat, bahwa Ijazah Asmak Sunge Rajeh (ASR) bagaikan mewarisi 10 macam ilmu kesaktian yang sangat ampuh. Hebatnya lagi, bersifat siap pakai, bisa langsung difungsikan tanpa perlu ditirakati atau dipuasai terlebih dahulu, serta bukan berbentuk isim, gembolan, benda pusaka, jimat dan semacamnya. Setiap kali diperlukan, cukup dengan mengucapkan beberapa kata khusus yang sangat pendek, singkat dan mudah diingat. Sifatnya pun permanen dan untuk seumur hidup. bisa diamalkan oleh siapa saja baik muslim maupun non muslim. di dalam Ijazah Asmak Sunge Rajeh terkumpul bermacam macam khasiat ilmu kesaktian kelas tinggi, diantaranya: Ilmu Pawang Hujan (untuk mengusir mendung dan menghentikan hujan lebat, Ilmu Khulhu Sungsang (agar kebal dari berbagai macam serangan ilmu hitam), Aji Panglimunan (dalam keadaan terjepit dapat menghilang), Aji Pukulan Maut (musuh bisa muntah darah atau pingsan), Aji Tameng Baja (Kebal senjata tajam dan senjata api), Aji Tiwikrama (Saat dikeroyok oleh musuh bisa tampak seperti raksasa yang sangat menakutkan), Aji Macan Putih (Membuat lawan menjadi takut dan gemetar), Aji Gembolo Geni (Membakar tubuh mahluk halus), Aji Bandung Bondowoso (dapat mengangkat benda berat dan menangkis serangan musuh), Aji Pupu Bayu (Membuat lumpuh tenaga lawan),kebal,sakti,ampuh, dll. Ijazah Asmak Sunge Rajeh ( ASR ) luar biasa ini merupakan salah satu ilmu gaib yang dimiliki oleh Nabi Khidir AS. (Balya bin Malkan), seorang nabi yang dipercaya telah ada sejak jaman Nabi Musa dan hingga sekarang masih dipercaya hidup serta diantara tugasnya adalah sebagai penjaga lautan. Ijazah Asmak Sunge Rajeh ( ASR ) telah beliau turunkan kepada beberapa orang, yang dianggap pantas untuk mewarisinya. Insya Allah bisa dicoba setiap saat. Di antara Manfaat Asma Sunge Rajeh ASR dalam Asmak Sunge Rajeh ialah : * Mempengaruhi pikiran orang lain untuk berbagai tujuan positif. * Mengaktifkan daya pengasihan dan menerapkan puter giling. * Mendamaikan setiap persoalan rumit yang sedang dialami. * Keselamatan dalam pengeroyokan massal ataupun pengepungan. * Dapat menghentikan keluarnya darah akibat luka. * Penyembuhan diri sendiri dan orang lain. * Dapat menetralisir rumah dan tanah angker atau ada jin penunggu jahat. * Membuat pelarisan untuk toko, kedai dan sejenisnya. * Mempercepat jenjang karir dan menciptakan keberuntungan. * Bisa digunakan untuk mempengaruhi atasan ataupun majikan. * Membuang aura negatif dalam tubuh. * Dapat mengatasi berbagai masalah alam di lautan dan daratan seperti serangan ombak besar, terjangan badai, tiupan angin puting beliung, menjinakkan hewan buas di hutan, dan lain sebagainya. * Bisa dipakai untuk nagih hutang, dll * Terlindung dari ledakan bom atau serangan sedahsyat apapun. * Memiliki kekuatan pukulan tangan * Pengasihan umum dan khusus * Keberanian Luar Biasa * Kewibawaan Tingkat Tinggi * Merendam Amarah orang lain * Kekuatan Tangan Luar Biasa * Anti Pukulan Tangan dan Benda Tumpul * Kekuatan Fizik – Tidak Mudah Lelah * Meningkatkan Kekuatkan Ilmu Yang Ada * Melumpukan Kesaktian Ilmu Lawan * Selamat Dari Senjata Tajam, Senjata Api dan Lendakkan Bom * Selamat dari Kecelakaan Darat,Laut dan Udara * Menundukkan Musuh * Menagih Hutang agar lancer * Meluluhkan hati seseorang * Pulihkan Tanah yang “keras” * Pulihkan Tanah yang di tanam sihir/barang * Menangkal Sihir,Teluh,Tenung,Santet,Hipnotis dan Ilmu Gendam * Ditakuti/disegani segala macam mahkluk halus,jin,setan,hantu dan lain-lain * Mengobati orang kesurupan,terkena guna-guna, penyakit medis dan non-medis * Pagar Rumah, Kedai dan lain-lain * Menghentikan badai/rebut atau angina putting beliung * Menghentikan ombak yang ganas * Menjinakkan Haiwan yang ganas * Usir Tamu yang tak di undang atau rusuhan * Pawang Hujan – Usir Hujan/Mendung * Mendatangkan Hujan * Agar Di sayangi oleh majikan * Memudah proses kelahiran * Penglimunan * Mengisi Asma dan sejenisnya agar ampuh * Menghantam Musuh Jarak Jauh * Mengisi Kekuatan pada orang lain * Menetrulakan racun dan sejenisnya, baik di dalam makanan dan minuman * Mendapat kepercayaan dari orang besar * Memaksa pencuri agar mengembalikan barang telah di curinya * Menpertajamkan indera ke-enam * Menpengaruhi fikiran orang lain * Menutup Sesuatu Tempat Agar Sepi/Tutup * Sebagai ilmu keselamatan dan kekuatan kekebalan * Selamat dari senjata tajam dan tumpul serta senjata api di mana saja. * Kewibawaan dan menggentarkan musuh. * Membuat pemagaran gaib untuk tempat dan lain sebagainya. * Menangkal sihir, teluh, santet, hipnotis, gendam dan sejenisnya dan bisa membalikkan lagi kepada pengirimnya. * Dan Masih Banyak Lagi Khasiat lainnya Mengijazahkan juga Asma BERIKUT INI : ASMA SUNGE RAJEH (ASR) CIREBON (SEMUA TINGKAT ASMA SUNGE RAJEH (ASR) MADURA SELATAN (SEMUA TINGKAT) ASMA SUNGE RAJEH (ASR) BLORA, ASMA SUNGE RAJEH (ASR) MADURA UTARA, ASMA SUNGE RAJEH (ASR) SOLO ASMA SINGA RAJEH ASMA KAYU RAJEH / ASMA KAJUH RAJEH / ASMA KAJUK RAJEH ASMA GAJAH RAJEH ASMA GENI RAJEH ASMA TANAH RAJEH ASMA LAUT RAJEH ASMA BLEDUG AWU RAJEH ASMA NUR RAJEH ASMA LANGIT RAJEH ASMA RAJEH PETIR ASMA RAJEH KUBRO ASMA SHAHADAT RAJEH ASMA SINGKIR RAJEH ASMA RAJA IBLIS ASMA TASIK MIRING ASMA SUNGE RAJEH SUNAN KALIJOGO ASMA SUNGE RAJEH ACEH ASMA SUNGE RAJEH BAGHDAD ASMA RAJEH PAMUNGKAS DLL HUBUNGI USTADZ HABIB ALAMAT: Yogyakarta, 55000 Indonesia. Kontak Resmi WA : +62 819.3171.8989 [Tidak buka cabang] PERHATIAN : Hati-hati mempelajari keilmuan tanpa adanya Pengijazahan karena terbukti berakibat buruk terhadap kejiwaan anda. HATI-HATI!!! Terhadap oknum yang mengatasnamakan guru Asmak Sunge Rajeh. Kontak resmi hanya yang tertera di laman

Mesin es balok adalah alat yang digunakan untuk memproduksi es dalam bentuk balok besar yang umumnya digunakan dalam industri makanan, minuman, perikanan, atau kebutuhan komersial lainnya. Mesin ini bekerja dengan cara membekukan air dalam cetakan yang telah disiapkan, dan setelah proses pembekuan selesai, es akan keluar dalam bentuk balok padat. Mesin es balok biasanya terdiri dari beberapa komponen utama, antara lain: Tangki Air: Menyediakan air yang akan dibekukan untuk membuat es balok. Sistem Pendingin: Menggunakan refrigeran untuk menurunkan suhu air hingga membeku. Sistem ini bisa berupa pendingin dengan kompresor atau sistem pendingin lainnya. Cetakan Es: Berfungsi sebagai wadah untuk menampung air yang dibekukan. Cetakan ini umumnya berbentuk balok besar yang dapat dipotong menjadi ukuran lebih kecil jika diperlukan. Sistem Pembuangan Es: Setelah es membeku, mesin akan mengeluarkan balok es tersebut dengan cara memanaskan cetakan atau menggunakan mekanisme mekanik untuk memisahkan es dari cetakan. Panel Kontrol: Untuk mengatur suhu, waktu pembekuan, dan kondisi mesin agar proses pembuatan es berjalan dengan baik. Mesin ini dapat menghasilkan es dalam berbagai ukuran dan kapasitas, mulai dari skala kecil untuk kebutuhan rumah tangga hingga skala besar untuk industri. Es balok yang dihasilkan oleh mesin ini memiliki ketahanan yang cukup lama dan sangat efektif untuk digunakan dalam penyimpanan bahan makanan, pengiriman produk laut, dan keperluan lain yang membutuhkan suhu rendah. HUBUNGU KAMI: CALL: 0812-3131-6315 #MesinEsKristalKapasitas100Kg #MesinEsKristalKapasitas200Kg #MesinEsKristalKapasitas300Kg #MesinEsKristalKapasitas500Kg

Mesin es balok adalah alat yang digunakan untuk memproduksi es dalam bentuk balok besar yang umumnya digunakan dalam industri makanan, minuman, perikanan, atau kebutuhan komersial lainnya. Mesin ini bekerja dengan cara membekukan air dalam cetakan yang telah disiapkan, dan setelah proses pembekuan selesai, es akan keluar dalam bentuk balok padat. Mesin es balok biasanya terdiri dari beberapa komponen utama, antara lain: Tangki Air: Menyediakan air yang akan dibekukan untuk membuat es balok. Sistem Pendingin: Menggunakan refrigeran untuk menurunkan suhu air hingga membeku. Sistem ini bisa berupa pendingin dengan kompresor atau sistem pendingin lainnya. Cetakan Es: Berfungsi sebagai wadah untuk menampung air yang dibekukan. Cetakan ini umumnya berbentuk balok besar yang dapat dipotong menjadi ukuran lebih kecil jika diperlukan. Sistem Pembuangan Es: Setelah es membeku, mesin akan mengeluarkan balok es tersebut dengan cara memanaskan cetakan atau menggunakan mekanisme mekanik untuk memisahkan es dari cetakan. Panel Kontrol: Untuk mengatur suhu, waktu pembekuan, dan kondisi mesin agar proses pembuatan es berjalan dengan baik. Mesin ini dapat menghasilkan es dalam berbagai ukuran dan kapasitas, mulai dari skala kecil untuk kebutuhan rumah tangga hingga skala besar untuk industri. Es balok yang dihasilkan oleh mesin ini memiliki ketahanan yang cukup lama dan sangat efektif untuk digunakan dalam penyimpanan bahan makanan, pengiriman produk laut, dan keperluan lain yang membutuhkan suhu

Mesin es balok adalah alat yang digunakan untuk memproduksi es dalam bentuk balok besar yang umumnya digunakan dalam industri makanan, minuman, perikanan, atau kebutuhan komersial lainnya. Mesin ini bekerja dengan cara membekukan air dalam cetakan yang telah disiapkan, dan setelah proses pembekuan selesai, es akan keluar dalam bentuk balok padat. Mesin es balok biasanya terdiri dari beberapa komponen utama, antara lain: Tangki Air: Menyediakan air yang akan dibekukan untuk membuat es balok. Sistem Pendingin: Menggunakan refrigeran untuk menurunkan suhu air hingga membeku. Sistem ini bisa berupa pendingin dengan kompresor atau sistem pendingin lainnya. Cetakan Es: Berfungsi sebagai wadah untuk menampung air yang dibekukan. Cetakan ini umumnya berbentuk balok besar yang dapat dipotong menjadi ukuran lebih kecil jika diperlukan. Sistem Pembuangan Es: Setelah es membeku, mesin akan mengeluarkan balok es tersebut dengan cara memanaskan cetakan atau menggunakan mekanisme mekanik untuk memisahkan es dari cetakan. Panel Kontrol: Untuk mengatur suhu, waktu pembekuan, dan kondisi mesin agar proses pembuatan es berjalan dengan baik. Mesin ini dapat menghasilkan es dalam berbagai ukuran dan kapasitas, mulai dari skala kecil untuk kebutuhan rumah tangga hingga skala besar untuk industri. Es balok yang dihasilkan oleh mesin ini memiliki ketahanan yang cukup lama dan sangat efektif untuk digunakan dalam penyimpanan bahan makanan, pengiriman produk laut, dan keperluan lain yang membutuhkan suhu rendah. HUBUNGU KAMI: CALL: