• Tidak ada hasil yang ditemukan

Lingkungan Tumbuh Tanaman Padi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "Lingkungan Tumbuh Tanaman Padi"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

Lingkungan Tumbuh Tanaman Padi

Padi (Oryza sativa L.) tumbuh baik di daerah tropis maupun subtropis. Untuk padi sawah, ketersediaan air yang mampu menggenangi lahan tempat penanaman sangat penting. Oleh karena air menggenang terus-menerus maka tanah sawah harus memiliki kemampuan menahan air yang tinggi, seperti tanah lempung. Untuk kebutuhan air tersebut, diperlukan sumber mata air yang besar, kemudian ditampung dalam bentuk waduk (danau). Dari waduk inilah sewaktu-waktu air dapat dialirkan selama periode pertumbuhan padi sawah.

Taksonomi tanaman Padi adalah: Kingdom : Plantae

Divisi : Spermatophyta Sub divisi : Angiospermae Class : Monocotiledonae Ordo : Poales

Familia : Poaceae Genus : Oryza

Species : Oryza sativa, L

(2)

Penggunaan Air Bagi Tanaman Padi

Air dalam kehidupan tanaman berfungsi sebagai penjamin kelangsungan proses fisiologi dan biologi pertumbuhannya, yaitu:

1. Untuk pemakaian konsumtif (evapotranspirasi) 2. Untuk proses asimilasi

3. Sebagai pelarut unsur-unsur hara

4. Sebagai media pengangkut unsur-unsur di dalam tubuh tanaman 5. Sebagai pengatur tegangan sel (turgor)

6. Sebagai bagian dari tanaman itu sendiri

Air irigasi di areal pertanian, selain berfungsi sebagai penjamin kelangsungan proses fisiologi dan biologi bagi tanaman, juga berfungsi untuk:

1. Memberikan kelembaban yang diperlukan pada tanah tempat tumbuhnya tanaman

2. Pencucian garam-garam didalam tanah

3. Melindungi tanah terhadap bahaya kekeringan dimusim kemarau 4. Menyuburkan tanah dan memudahkan pengolahannya.

(Dumairy, 1992).

Kebutuhan Air Tanaman Padi

(3)

Tabel 1. Jumlah Kebutuhan Air Per Hari Tanaman Padi Sawah Berdasarkan Jenis Kebutuhannya (mm/hari)

Jenis Kebutuhan Jumlah Kebutuhan (mm/hari)

Evapotranspirasi *Tergantung jenis tanah dan keadaan air tanah

(Dumairy, 1992).

Kebutuhan Air Irigasi

Kebutuhan air irigasi (Irrigation Water Requirement, IWR) adalah jumlah air yang harus dimasukkan ke jaringan irigasi melalui pintu pengmabilan utama, sesuai dengan kebutuhan/permintaan dan dengan memperhitungkan pula jumlah air yang hilang. Kehilangan air dapat terjadi karena evaporasi dan perkolasi. Perhitungan kebutuhan air irgasi dimaksudkan untuk mengetahui banyaknya air yang harus dimasukkan melalui pintu pengambilan utama, untuk dialirkan ke petak persawahan melalui saluran-saluran irigasi yang ada (Dumairy, 1992).

Evapotranspirasi

(4)

Evapotranspirasi merupakan faktor dasar untuk menentukan kebutuhan air dalam rencana pengairan bagi lahan-lahan pertanian dan merupakan proses yang penting dalam siklus hidrologi (Kartasapoetra dkk, 1994).

Evapotranspirasi dipengaruhi oleh suhu, pelaksanaan pemberian air, panjangnya musim tanam, presipitasi, dan faktor lainnya. Volume air yang ditranspirasikan oleh tanam-tanaman tergantung dimana air dibuang dan juga temperatur dan kelembaban udara, gerakan air, intensitas dan lamanya sinar matahari, tahapan perkembangan tanaman, jenis dan keadaan alami daun-daunan (Hansen dkk, 1992).

Nilai Evapotranspirasi dapat ditentukan dengan menggunakan metode Blaney - Criddle:

Eto = p (0.46 T Mean + 8)...(1) Dimana: p : rata - rata harian persentase siang

T mean: suhu rata - rata harian (oC) Maka,

ETc = Kc x ETo...(2)

Dimana: ETc : Evapotranspirasi Aktual / Tanaman (mm/hari) Kc : Koefisien tanaman

ETo : Evapotranspirasi Acuan (mm/hari)

Tahap I: Menghitung suhu rata-rata harian jika ada alat pengukur otomatis suhu minimum dan maksimum harian

T max

=

Jumlah nilai T max selama satu bulan

Jumlah hari dalam satu bulan

T min

=

Jumlah nilai T min selama satu bulan

(5)

T mean

=

T max + T min

2

Tahap 2: Menentukan rata-rata harian persentase siang dengan menggunakan tabel yang tersedia, dengan diketahui data :

• Letak Lintang (Utara atau Selatan)

• Latitude (berapa derajatgaris lintang daerah penelitian tersebut)

Perkolasi

Perkolasi adalah pembebasan air ke dalam lapisan tanah bagian dalam, berlangsung secara vertikal dan horizontal, perembesan ini sangat dipengaruhi oleh sifat-sifat fisik tanah (antara lain permeabilitas dan tekstur tanah), pengendapan-pengendapan lumpur, dan kedalaman muka air tanah. Berlangsungnya yaitu sebagai akibat dari gaya berat (Kartasapoetra dkk, 1994).

Pengukuran laju perkolasi dapat dilakukan dengan menggunakan metode Silider

dengan rumus:

P

=

h1- h2

t1- t2 ...(3)

Dimana:

P : laju perkolasi (mm/hari)

h1 - h2 : beda tinggi air dalam silinder waktu t1 dan t2 (mm) t1 - t2 : selisih waktu pengamatan tinggi air dalam silinder (hari)

Curah Hujan bagi Tanaman Padi

(6)

bila kebutuhan air tanaman dari jenis - jenis tanaman telah diketahui (Guslim, 1997).

Penggenangan

Penggenangan air dapat dilkukan dengan melihat keadaan misalnya, apabila benih masih terlalu kecil, dan cuaca menunjukkan bahwa akan terjadi hujan, maka penggenangan air perlu dilakukan agar benih tidak larut dan tidak rusak oleh air hujan tersebut. Jika benih sudah agak besar, tumbuhnya sudah kuat, genangan air tidak perlu banyak-banyak, 2 atau 3 hari sebelum benih akan dicabut, persemaian harus digenangi air lagi, maksudnya agar tanah menjadi lunak dan memudahkan pencabutan (Sugeng, 1998).

Agar produktifitas dan pertumbuhan tanaman menjadi baik, penggenangan bukan dilakukan secara sembarangan. Ketinggian air genangan perlu disesuaikan dengan fase pertumbuhan tanaman sebagai berikut.

a. Awal pertumbuhan

Setelah bibit ditanam, petakan sawah harus digenangi air setinggi 2-5 cm dari permukaan tanah. Penggenangan air dilakukan selama 15 hari atau saat tanaman mulai membentuk anakan.

b. Pembentukan Anakan

(7)

c. Masa Bunting

Pada masa bunting, air sangat dibutuhkan dalam jumlah yang banyak. Oleh karena itu ketinggian genangan airnya pun harus cukup tinggi, yaitu sekitar 10 cm

d. Pembungaan

Selama fase pembungaan, ketinggian air diperthankan antara 5-10 cm. Kebutuhan air pada fase ini cukup banyak. Namun, bila mulai tampak keluar bunga maka sawah perlu dikeringkan selama 4-7 hari. Ini dilakukan agar pembungaan terjadi atau berlangsung secara serentak.

e. Pengeringan

Pengeringan dilkukan 10 hari sebelum panen agar semua bulir padi masak secara merata (Andoko, 2002).

Tahapan pertumbuhan tanaman yang paling peka terhadap kelebihan genangan adalah di persemaian, selama tanam (pemindahan bibit dari persemaian ke lahan) dan permulaan masa berbunga (panicle). Secara umum dapat dikatakan apabila tanaman padi tergenang melebihi separuh tinggi tanaman selama lebih dari 3 hari berurutan maka akan mengurangi produksi secara nyata. Apabila kurang dari 3 hari maka pengurangan hasil tidak begitu nyata (Kalsim, 1995).

Pengertian, Tujuan, dan Manfaat Drainase

(8)

juga berdampak menekan beberapa penyakit penting, seperti hawar pelepah dan busuk batang (Suprayono dan Setyono, 1997).

Tujuan drainase pertanian adalah reklamasi (pembukaan) lahan dan pengawetan tanah untuk pertanian, menaikkan produktivitas tanaman dan produktivitas lahan (menaikkan intensitas tanam dan memungkinkan diversifikasi tanaman) serta mengurangi ongkos produksi. Tujuan tersebut di atas dicapai melalui dua macam pengaruh langsung dan sejumlah besar pengaruh tidak langsung. Pengaruh langsung terutama ditentukan oleh kondisi hidrologi, karakterisitik hidrolik tanah, rancangan sistem drainase yakni: a. Penurunan muka air tanah di atas atau di dalam tanah, b. Mengeluarkan sejumlah debit air dari sistem. Pengaruh tak langsung ditentukan oleh iklim, tanah, tanaman, kultur teknis aspek sosial dan lingkungan (Kalsim, 1995).

(9)

bakteri tanah, (7) membersihkan penggaraman tanah, (8) menjamin suhu tanah yang lebih tinggi (Hansen dkk, 1992).

Modulus Drainase

Tujuan dari drainase lahan adalah untuk membuang sejumlah air dalam jangka waktu yang wajar. Drainase yang dibangun untuk membuang air kelebihan yang berasal dari hujan umumnya direncanakan untuk membuang suatu jumlah tertentu dalam 24 jam. Nilai - nilai yang disarankan adalah kira - kira 1 persen dari curah hujan tahunan rata - rata. Modulus drainase seperti didefenisikan di atas biasanya akan berada dalam kisaran antara seperempat dan seperdua kali curah hujan 24 jam 1-tahunan dan dapat diambil sebagai pendekatan bagi peresapan dari hujan 24 jam 1-tahunan dikurangi jumlah air yang dibutuhkan oleh tanah untuk mencapai kapasitas lapang (Linsley dan Franzini, 1991).

Kelebihan genangan di petakan sawah disebabakan oleh: hujan lebat, limpasan air irgasi atau drainase, rembesan dari saluran irigasi. Penentuan modulus drainase untuk padi dapat dilakukan dengan cara:

1. Memplotkan hujan maksimum untuk beberapa hari berurutan pada berbagai periode ulang dan penentuan tinggi genangan maksimum yang masih diizinkan 2. Simulasi tinggi genangan harian dengan neraca air harian di petakan sawah.

Penentuan modulus drainase untuk padi sawah berdasarkan perhitungan neraca air harian:

Wli = WLi-1 + Ri + IRi + Qini - Pi - ETi - Qoi...(4)

Dimana:

(10)

Qini : Limpasan dari petakan lain pada hari ke - i (mm) IRi : Air irigasi yang diberikan pada hari ke - i (mm) Pi : Perkolasi pada hari ke - i (mm)

ETi : Evapotranspirasi pada hari ke - i (mm)

Qoi : Drainase yang dilakukan pada hari ke - i (mm) (Kalsim, 1995).

3. Penentuan Modulus Drainase untuk padi sawah dapat dilakukan dengan menggunakan persamaan:

Dn = RTn + n (I - ET - P) - ∆S...(5) Dimana:

n : Jumlah hari hujan berurutan

Dn : Pengeluaran air permukaan selama n hari berurutan (mm)

RTn : Hujan maksimum n hari berurutan dengan periode ulang T tahun (mm)

I : Air irigasi (mm/hari) ET : Evapotranspirasi (mm/hari) P : Perkolasi (mm/hari)

∆S : Tampungan tambahan di sawah pada 150 mm lapisan air maksimum,

tampungan ∆S pada akhir hari berurutan (n) diambil maksimum 50 mm.

Sehingga Modulus Drainase (Dm)

=

Dn (mm)

n (hari)

Gambar

Tabel 1. Jumlah Kebutuhan Air Per Hari Tanaman Padi Sawah Berdasarkan Jenis

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan Penelitian ini adalah untuk memperoleh bukti empiris apakah terdapat perbedaan yang signifikan dalam pengukuran kinerja akuntansi perusahaan pada dua

Berdasarkan tabel 4.8 menunjukkan bahwa prestasi belajar siswa kelas V yang termasuk dalam kelompok status sosial ekonomi menengah di MIN Sungai Lulut tahun

[r]

317 dalam program K3 terdapat sasaran yang tidak terukur, posedur lingkungan kerja belum jelas parameter dan metode pengukuran yang digunakan serta penyediaan Alat

materi disajikan dalam konteks tema yang jelas. 6) Siswa lebih bergairah belajar karena dapat berkomunikasi dalam situasi nyata, untuk mengembangkan suatu kemampuan

Instrumen merupakan poin penting dalam sebuah penelitian, instrumen berfungsi untuk memperoleh data yang dinginkan dari sebuah penelitian seperti yang diungkapkan

DKI dan putusan kasasi Nomor 1134 K/ Pid/ 2014 serta putusan peninjauan kembali Nomor 37 K / Pid/ 2016, dengan tidak terbukti adanya perbuatan membuat surat palsu

Segenap Dosen Program Studi Teknik Mesin Universitas Muria Kudus.. yang telah memberikan bekal ilmu pengetahuan dalam