BAB 2
DESKRIPSI PROYEK
2.1 Terminologi Judul
Judul Proyek :Urban Creativity Zone
Urban : adalah wilayah yang mempunyai kegiatan utama
bukan pertanian dengan susunan fungsi kawasan sebagai tempat permukiman
perkotaan, pemusatan dan distribusi pelayanan jasa pemerintahan,
pelayanan sosial, dan kegiatan ekonomi.
Creativity : atau kreatifitas adalah penemuan atau asal usul setiap hal baru
(produk, solusi, karya seni, karya sastra, lelucon, inovasi, dll) yang memiliki nilai.
Dari definisi diatas, arti kreativitas menekankan pada dua hal utama, yaitu “baru”
dan “nilai”. Kata “baru” berarti hal yang belum ada sebelumnya atau inovatif dari
sudut pandang individu, komunitas atau masyarakat di wilayah tertentu. Kata “nilai”
berarti manfaat yang dirasakan oleh individu, komunitas atau masyarakat di daerah
tertentu.
Zone : atau Zona adalah daerah (di kota) dengan pembatasan khusus atau
kawasan.
Jadi, “Urban Creativity Zone” ialah sebuah area untuk komunitas kreatif
baik itu kreatif dalam bidang seni maupun dalam bidang olahraga, dan didalamnya
komunitas komunitas dapat menyalurkan energi mereka dan berekspresi selain
untuk komunitas area ini bisa juga sebagai tempat hiburan alternatif bagi keluarga.
2.2 Tinjauan Umum
terbuka publik harus dapat digunakan untuk berbagai kegiatan dan kepentingan luas. Demokratis berarti ruang terbuka publik seharusnya dapat digunakan oleh masyarakat umum dari berbagai latar belakang sosial, ekonomi dan budaya serta aksesibel bagi penyandang cacat tubuh, lanjut usia dan berbagai kondisi fisik manusia. Sedangkan bermakna berarti ruang terbuka publik harus memiliki tautan dengan manusia, dunia luas, dan konteks sosial. Perkembangan kota yang pesat, menyebabkan banyak masalah, salah satu diantaranya adalah terjadinya
perubahan fungsi lahan. Kebiasaan yang sering dilakukan oleh Pemerintah kota dan pihak swasta adalah merubah fungsi ruang terbuka hijau menjadi ruang terbangun. Dampak dari kesemuanya itu adalah hilangnya fasilitas umum yang bisa menjadi ajang untuk bersosialisasi antar sesama (Carr, 1992).
Ruang terbuka membantu meningkatkan kepercayaan masyarakat atau
meningkatkan kohesi, dan tata ruang terbuka publik mampu menjadi lebih dari
sekedar tempat untuk rekreasi: mengintegrasikan infrastruktur hijau ke dalam
infrastruktur masyarakat yang dibangun dan akan menghasilkan manfaat
lingkungan yang kuantitatif (Braza, 2003).
Berkurangnya ruang terbuka publik ini tidak saja merupakan persoalan pakar
lingkungan, tetapi menjadi beban psikologis masyarakat kota akan kebutuhan ruang
sebagai aktualisasi diri (Sukawi, 2007).
Stephen Carr, dkk (1992) melihat ruang terbuka publik sebagai ruang milik
bersama, tempat masyarakat melakukan aktivitas fungsional dan ritualnya dalam
suatu ikatan komunitas, baik kehidupan sehari-hari maupun dalam perayaan
berkala yang telah ditetapkan sebagai sesuatu yang terbuka, tempat masyarakat
melakukan aktivitas pribadi dan kelompok. Pengertian-pengertian mengenai ruang
Beberapa pengertian ruang terbuka publik tersebut, adalah:
1. Ruang terbuka publik adalah lahan tidak terbangun di dalam kota
dengan penggunaan tertentu. Pertama, ruang terbuka kota didefinisikan
sebagai bagian dari lahan kota yang tidak ditempati oleh bangunan dan
hanya dapat dirasakan keberadaanya jika sebagian atau seluruh
lahannya dikelilingi pagar. Selanjutnya ruang terbuka didefinisikan
sebagai lahan dengan penggunaan spesifik yang fungsi atau kalitas
terlihat dari komposisinya (Rapuano, 1964).
2. Ruang terbuka publik merupakan ruang wadah aktivitas sosial yang
melayani dan juga mempengaruhi kehidupan masyarakat kota. Ruang
terbuka juga merupakan wadah dari kegiatan fungsional maupun
aktivitas ritual yang mempertemukan sekelompok masyarakat dalam
rutinitas normal kehidupan sehari-hari maupun dalam kegiatan periodik
(Carr,1992).
3. Ruang terbuka publik merupakan elemen vital dalam sebuah ruang kota
karena keberadaannya di kawasan yang berintensitas kegiatan tinggi.
Sebagai lahan tidak terbangun, ruang terbuka biasanya berada di
lokasi strategis dan banyak dilalui orang (Nazarudin, 1994).
2.3 Tinjauan Khusus
2.3.1 Skateboard
Skateboard pertama kali ditemukan pada pertengahan tahun 1950, seiring
dengan era surfing di daerah California, Amerika Serikat. Pertama kali muncul,
skateboard masih diciptakan oleh tangan manusia dan terbuat dari kayu yang
gabungkan dengan ban sepatu roda dan disambungakan oleh trucks dari sepatu
roda juga yang sangat tebal dan berat. Pada saat itu orang juga belum mengenal
Kemudian pada tahun 1970an Frank Nasworthy membuat ban skateboard
dengan bahan polyurethane atau biasa dipanggil Cadillac.
Di periode 1980-an dipicu oleh perusahaan skateboard yang dikelola oleh
skateboarders. Fokus awalnya ialah di jalur vert yang melanda skateboarding.
Penemuan no-hands aerial (nanti dikenal sebagai ollie) oleh Alan Gelfand di Florida
pada 1976. dan perkembangannya penemuan grabbed aerial oleh George Orton
Gambar 2.1
Sumber : www.skatepark.org
Gambar 2.2
dan Tony Alva di California.trick ini membuat para skater bisa melakukan perform di
ramp vertical.Karena kebanyakan orang tidak bisa membangun vert ramp atau tidak
mempunyai akses ke ramp, bermain distreet/jalanan menjadi populer. Freestyle
street seperti Rodney Mullen menciptakan banyak trick dasar,di antaranya trik
dasar modern seperti impossible dan kickflipPengaruh freestyle street skating masih
menjadi trend selama pertengahan 80an, tetapi street skating masih dilakukan di
papan vert yang lebar dengan nose yang pendek. sakteboard pada tahun 1980an
berkembang dengan cepat tetapi terhambat dengan akomodasi street skating.
tahun 1990an sampai sekarang digenerasi sekarang skateboarding
didominasi dengan street skating .dengan lebar papan 7¼ sampai 8 inci dan panjang
30 sampai 32 inci.Ukuran roda relatif kecil agar papan terlihat lebih terang, dan agar
roda berputar lebih cepat, dengan begitu membuat trik lebih mudah didapatkan.
Bentuk kontemporer skateboard didapat dari freestyle papan 1980s dengan bentuk
dan lebar relatif sempit yang sangat simetris. Bentuk ini sudah menjadi standar
dipertengahan 90an. Go Skateboarding Day dibuat pada tahun 2004 oleh kelompok
perusahaan skateboarding untuk mempromosikan skateboarding dan menolong
agar skateboarding lebih dikenal oleh dunia. dirayakan setiap tahun pada 21 Juni.
Dahulu bila ada Event Nasional paling banyak peserta dari Jakarta dan
Bandung sedangkan sekarang untuk pesertanya sudah mulai dari berbagai daerah di
Indonesia dan tidak sedikit dari skater-skater daerah yang berprestasi di
Event-event nasional.
Semenjak adanya asosiasi dari para oldschool/senior biasa di sebut ISA
membuat event event di Indonesia mulai terorganisir dengan baik sponsor brand
pun mulai masuk untuk Event event bertaraf Nasional maupun International
didukung mulai menjamurnya skateshop atau toko toko olah raga extreme dan
sekelas distro yang menjual produk skate di Indonesia membuat Skateboard mulai
Sarana skatepark pun juga berubah dahulu cuma standart besi, box dan rail ,
sekarang alat yang dipertandingkan sudah setaraf internasional
Dukungan pemerintah pusat pun mulai mengalir di buatnya pertandingan
skate terbesar di Bali dengan pesertanya dari berbagai Negara di hadiri oleh Mentri
Olah raga dengan Event ini membuktikan bahwa komunitas anak skate sudah bisa
diterima dan di kenal oleh masyarakat maupun pemerintah setempat. Tinggal kita
membenahi lagi kekurangan kekurangan kita seperti membangun skatepark yang
memadai, kerjasama berbagai pihak pasti Industri skate bisa lebih maju, tidak hanya
dari segi bisnis tetapi skateboardernyapun turut berprestasi.Beberapa contoh
skateboarder-skateboarder muda indonesia yang telah dikenal namanya sampai ke
luar negeri adalah : Deny Lizam TX,Pevi Permana,Tony Sruntul,Putu Yogi dan Agung
HB
2.3.2 Komunitas
Istilah komunitas memiliki dua arti komutatif berbeda: 1 ) komunitas dapat
merujuk pada biasanya kecil , unit sosial dari berbagai ukuran yang berbagi
nilai-nilai umum . Istilah ini juga dapat merujuk kepada komunitas nasional maupun
komunitas internasional , dan 2 ) dalam biologi , komunitas adalah sekelompok
organisme hidup berinteraksi berbagi lingkungan penduduk.
Gambar 2.3
Dalam komunitas manusia , niat , keyakinan , sumber daya , preferensi ,
kebutuhan , risiko , dan sejumlah kondisi lain mungkin ada dan umum,
mempengaruhi identitas peserta dan tingkat keterpaduan .
Kata "community" berasal dari bahasa Prancis Lama communite yang
berasal dari bahasa latin communitas. ( com , " dengan / bersama-sama " + munus ,
" hadiah" ) , istilah yang luas untuk persekutuan atau masyarakat terorganisir .
Berikut Ini adalah Komunitas-Komunitas yang ada di Kota Medan :
1. Akademi Berbagi Medan ( AKBER MEDAN )
Prinsipnya sama seperti AKBER di daerah-daerah lain, sama
dengan 32 kota di Indonesia + Singapura. Inti kegiatannya buat
kelas-kelas sharing tentang apa aja yang positif (termasuk juga bagaimana
caranya menjadi komunitas yang kreatif sehingga bisa membentuk kota
yang kreatif). Karenasocial movement maka konsepnya free bagi
siapapun yang mau belajar. Yang sharing juga suka rela berbagi
ilmu/pengalamannya, begitu juga dengan penyedia tempat, semuanya
free. AKBER MEDAN relawannya ada 4 orang. Kelas pertama Maret
2011. AKBER dimanapun tidak membuat basecamp khusus, kelasnya
berpindah-pindah sesuai tema dan penyedia tempat. AKBER di kota
Medan termasuk salah satu yang berjalan dengan baik. Minimal ada
satu kelas dalam 2 bulan. Dari rata-rata jumlah peserta yang ikut kelas
AKBER MEDAN, AKBER MEDAN termasuk yang paling ramai setelah
2. Medan Art (ME&ART)
Basicnya street art (seperti bomber). Tetapi para anggota
Medan Art tidak suka disebut bomber. Karena itu bahasa kasarnya.
Bahasa seninyagraffiti wall. Anggotanya sebanyak 5 orang. 4 di Medan
dan 1 di Jogja. Berdiri sejak 6 Oktober 2011. Komunitas ini punya fan
base yang disebutMedan Art Familyyang anggotanya sekitar 500 orang
dengan macam-macam kreatifitas. Seperti fotografi, skate, dancing, dll.
Medan Art cukup berkembang karena karya karya sudah cukup banyak
menghiasi Kota Medan
Gambar 2.4
Sumber : www.akbermedan.wordpress.com
Gambar 2.5
3. Piknik Asik Medan
Komunitas ini termasuk komunitas baru . Basicnya gathering
dengan anak-anak Medan dan anggota komunitas lainnya. Secara grafis,
PAM belum terlalu berkembang tetapi komunitas ini berpotensi untuk
berkembang pesat karena seminggu sekali mengadakan gathering plus
didominasi juga oleh orang-orang yang cukup dikenal. Untuk
kedepannya komunitas ini berencana mengadakan event yang juga
akan menjadi kegiatan rutin komunitas ini disetiap bulannya.
4. Medan Street Hunting
Basicnya tentang fotografi. Memiliki anggota sekitar 20-30
orang yang aktif. Berdiri sejak tahun 2011. Kegiatannya hunting foto
bersama para anggota. Hunting foto yang diiring juga dengan share
teknik teknik fotografi, komunitas fotografi ini sedikit berbeda dengan
Gambar 2.6
yang lainnya, karena mereka langsung hunting bersama sama dan
beramai ramai. Karena basicnya fotografi, komunitas ini cukup
berkembang melihat semakin meningkatnya minat fotografi di Medan.
5. Medan Berkebun
Medan Berkebun adalah salah satu anggota jejaring Indonesia
Berkebun (@IDberkebun) yang sudah ada di lebih dari 26 kota di
seluruh Indonesia. Medan berkebun memulai aktivitas “ngebun”
pertama pada akhir Oktober 2011 di lahan kosong Komplek TASBI 2.
Misi dari Medan Berkebun sendiri adalah 3 E yaitu:
1. Ekologi : pemanfaatan lahan kosong menjadi lahan terbuka hijau
yang dapat mendukung gerakan penghijauan serta dapat dijadikan
lahan rekreasi yang dapat dipilih dalam menghabiskan akhir pekan.
2. Edukasi: memberikan pendidikan pada publik terutama anak muda
untuk peduli lingkungan
3. Ekonomi: menciptakan ketahanan pangan kota yang berkelanjutan
agar tidak tergantung dengan barang impor.
Gambar 2.7
Sumber : fotografer.net
Gambar 2.8
2.4 Lokasi / Site
Untuk memilih lokasi yang akan dijadikan tempat pelaksanaan
pembangunan proyek ini, maka penting terlebih dahula dibuat
kriteria-kriteria pemilihan lokasi. Langkah ini ditempuh kemudian dievaluasi
sehingga mendapatkan lokasi yang benar benar cocok untuk proyek ini.
Kriteria ini dibuat berdasarkan analisa tata ruang kota, analisa
sasaran proyek, analisa program aktifitas, analisa pencapaian, dan analisa
penerapan tema.
Ada pun kriteria dalam pemilihan lokasi untuk proyek ini adalah:
• Beberapa dilokasi yang diperuntukkan atau mempunyai sasaran
pembangunan di bidang rekreasi (berdasarkan RUTRK Medan)
• Lokasi dekat dengan jalan primer
• Lokasi mudah dijangkau kenderaan pribadi dan umum karena
target pengunjungnya adalah masyarakat umum.
• Lokasi dekat dengan fasilitas-fasilitas kota sebagai pendukung,
seperti pusat perbelanjaan, retail-retail,hotel, dan fasilitas lainnya
Tabel 2.1 WPP Kotamadya Medan dibagi menjadi lima wilayah, Yaitu :
NO PUSAT
PELAYANAN FUNGSI WILAYAH PELAYANAN
A
Pusat Pelayanan
Kota di Pusat Kota •
Pusat kegiatan perdagangan/bisnis;
• Pusat kegiatan jasa dan kegiatan
pemerintahan provinsi dan kota;
• Pusat pelayanan ekonomi
• Kota Medan, Kec. Medan Polonia, Kec. Medan Baru, Medan Petisah, Kec. Medan Timur, kec.Medan Barat, Kec. Medan Kota;
• Provinsi Sumatera Utara
B
Pusat Pelayanan
Kota dibagian Utara •
Pusat Kegiatan Jasa dan Perdagangan regional
• Pusat pelayanan transportasi;
• Pusat kegiatan sosial-budaya
• Pusat kegiatan industri
• Kota Medan Bagian Utara;
• Provinsi Sumatera Utara
• Regional
1
Subpusat pelayanan kota Medan Belawan •
pusat pelayanan transportasi laut,
• pusat kegiatan bongkar muat dan impor – ekspor,
• pusat kegiatan industri, dan
• pusat kegiatan perikanan
• Kec. Medan Belawan
2
Subpusat pelayanan kota Medan Labuhan
• Pusat Kegiatan Jasa dan Perdagangan
• Pusat pelayanan transportasi
• Pusat pelayanan kesehatan
• Kec. Medan Labuhan
3
• Pusat kegiatan rekreasi dan wisata
• Kec, Medan Marelan;
• Kabupaten Deli Serdang
2.4.1 Analisis Pemilihan Lokasi
a. Tinjauan terhadap struktur kota
b. Berdasarkan pembagian wilayah menurut RUTRK
c. Pencapaian
Site harus dapat dicapai dengan mudah, baik bagi kendaraan maupun
bagi pejalan kaki. Site juga harus sudah memiliki jarngan jalan dengan
kondisi yang baik, cukup lebar, nyaman dan dilalui oleh angkutan umum.
d. Area Pelayanan
Merupakan lingkungan permukiman dan terdapat banyak kompleks
perumahan.
e. Keadaan Lahan
Ukuran lahan harus mencukupi yntuk program fungsional dan ruang
pengembangan untuk masa mendatang. Biasanya dilakukan untuk
mengantisipasi perluasan lahan terbuka hijau.
f. Lingkungan
Berada pada lokasi strategis, representatif dan sesuai untuk fungsi
pendukung skala kota. Lingkungan yang kondusif seperti keamanan dan
kenyamanan sangat mendukung kegiatan bermain skateboard dan
tempat berkumpulnya komunitas.
Berdasarkan kriteria pemilihan diatas, maka diputuskan untuk memilih
lokasi tapak dikota Medan yang cocok untuk proyek One Stop
1. Lokasi 1
2. Alternatif Lokasi 2
3. Alternatif Lokasi 3
Lokasi : Jalan Gagak Hitam ( Ring Road )
Kecamatan: Medan Sunggal
Luas lahan : ± 3 Ha
Batas Utara : Perumahan Setiabudi Indah I
Batas Barat : Jl. Gagak Hitam
Batas Timur : Perumahan Setiabudi Indah I
Batas Selatan : Lahan Kosong Gambar 2.9
Sumber : Hasil Olah Data Primer
Lokasi : Jl. Dr. Mansyur
Kecamatan: Medan Selayang
Luas lahan : ± 2 Ha
Batas Utara : Jl. Sipirok
Batas Barat : Perumahan Warga
Batas Timur : Area Komersil
Batas Selatan : Jl. Dr.Mansyur Gambar 2.10
Sumber : Hasil Olah Data Primer
Lokasi : Jl. A.H Nasution
Kecamatan: Medan Johor
Luas lahan : ± 3 Ha
Batas Utara : Jl. A.H Nasution
Batas Barat : Lahan Kosong
4. Alternatif Lokasi 4
Tabel 2.2 Tabel Perbandingan Penetapan Lokasi tapak
Kriteria 3 : Berada pada jalan primer
Mudah (3) (3) (3) (3) Poin 1: Hanya bisa dijangkau kenderaan pribadi
Gambar 2.11
Sumber : Hasil Olah Data Primer Lokasi : Jalan Gagak Hitam ( Ring Road )
Kecamatan: Medan Sunggal
Luas lahan : ± 2 Ha
Batas Utara : Permukiman Penduduk
Batas Barat : Jl. Gagak Hitam
Batas Timur : Perumahan Setiabudi Indah I
Batas Selatan : Jl. Perumahan TASBIH I Gambar 2.12
dijangkau
kenderaan
pribadi dan
umum
2: Bisa dijangkau kenderaan pribadi dan hanya becak atau angkot 3: Mudah dijangkau oleh kenderaan pribadi, becak dan angkot
Fasilitas
pendukung
disekitar
lokasi
(2) (3) (2) (2) Poin 1: Sedikit, hanya ada salah satu dari fasilitas berikut: pusat perbelanjaan, retail-retail, hotel,fasilitas
pendidikan
2: Cukup Banyak, terdapat beberapa fasilitas (tidak semuanya) seperti: pusat perbelanjaan, retail-retail, hotel,fasilitas pendidikan.
3: Banyak, terdapat semua fasilitas seperti: pusat perbelanjaan, retail-retail, hotel,fasilitas pendidikan, dll,
Total Nilai 12 12 12 12
Peringkat - - -
-Sumber : olah Data Primer
2.4.2 Deskripsi Kondisi Tapak Terpilih
a. Deskripsi Tapak
• Kasus Proyek : Urban Creativity Zone
• Status Proyek : Fiktif
• Lokasi Lahan : Jalan Gagak Hitam ( Ring Road ), Kecamatan Medan
Sunggal
• Batas Utara : Permukiman Penduduk
• Batas Timur : Perumahan Taman Setia Budi Indah I
• Batas Selatan : Jl. Perumahan TASBIH I
• Batas Barat : Jalan Gagak Hitam ( Ring Road )
• Luas Lahan :± 2 Ha
• Kontur : Relatif Datar
• KDB : 1 – 3 lantai
• Potensi Lahan :
o Terletak di salah satu jalan primer Kota Medan
o Berada pada kawasan disekitar perumahan
o Transportasi sangat lancer dan baik
o Luas site yang mendukung
o Berdekatan dengan sarana perbelanjaan
b. Alasan Pemilihan Tapak
Adapun dasar dasar pemikiran untuk pemilihan lokasi di Jl. Timur Adalah:
1. Kota Medan sebagai salah satu dari 5 kota besar yang ada di
Indonesia sampai saat ini belu mempunyai wadah untuk tempat
para skaters bermain dengan leluasa dan tanpa mengganggu lalu
lintas
2. Lokasi site sangat berdekatan dengan tempat anak muda untuk
berkumpul sekarang ini
3. Selain itu lokasi berdekatan dengan perumahan taman setia budi
indah 1, diman perumahan ini merupakan tempat dimana banyak
para pemain skateboard bertempat tinggal
Gambar 2.13
4. Akses menuju kawasan ini terbilang mudah karena merupakan
jalan primer.
5. Selain itu jalan pada kawasan ini merupakan kawasan hijau dan
ini bisa diselaraskan dengan area terbuka hijau yang akan
didesign pada Urban Creativity Zone
2.5 Tinjauan Pengguna dan Aktvitas
2.5.1 Pengguna
Diinjau dari segi pengguna, pengguna pada Urban Creativity Zone ini
dibagi berdasarkan fungsi nya, yaitu :
a. Skatepark
Pengguna skatepark adalah para skaters yang hanya sekedar
ingin bermain skateboard atau juga para skaters yang datang
untuk berlomba/ bertanding pada event yang diselenggarakan.
Tetapi Skatepark tidak hanya untuk skateboard, sekarang ini
skatepark juga bisa untuk para pengguna sepeda BMX dan
Aggressive inline skating.
b. Urban Creativity Zone
Pengguna area Ini ialah komunitas komunitas yang usianya
relatif, mayoritas umurnya ialah dari 18 – 25 tahun
Selain dibagi berdasarkan fungsi, terdapat juga pengunjung lainnya
yang dapat dikelompokkan sebagai berikut :
a. Pengunjung
Pengunjung yang dimaksud disini ialah pengunjung yang hanya
ingin sekedar menikmati selain dai fasilitas utama yang terdapat
pada diatas. Seperti hanya ingin sekedar ke coffee shop
b. Pengelola
Pengelola ialah orang orang yang bertanggung jawab dalam
mengelola “Skatepark and Urban Creative Zone”
c. Servis
Ialah orang yang bertanggung jawab dalam memaintenance
langsung ke lapangan dari “Skatepark and Urban Creative Zone”
baik dari kebersihan, keamana sampai dengan mekanikal dan
elektrikal
2.5.2 Aktivitas
Kegiatan kegiatan yang ada dalam sebuah Urban Creativity Zone
umumnya dapat dikelompokkan menjadi 3 fungsi atau kegiatan yang
berkenaan langsung dengan jenis ruang- ruang yang dibutuhkan,yaitu:
a. Kegiatan utama
kegiatan ini menjalankan fungsi utama dari sebuah Urban Creativity
Zone yaitu area bermain skateboard dan juga ruang terbuka untuk
komunitas berbagi, sharing dan juga membuat event event.
b. Kegiatan Penunjang
Kegiatan penunjang ini juga berhubungan dengan aktivitas utama
o Café, yaitu tempat kegiatan makan dan minum sambil
mendengarkan music
o Restaurant, yaitu kegiatan yang menyediakan aneka jenis makanan
dan minuman.
o Retail, yaitu kegiatan yang menyediakan barang-barang yang
berhubungan dengan dunia skateboard
o Graffiti space, ialah area para bomber untuk mengekspresikan
c .kegiatan pengelola dan pemeliharaan dan servis
Kegiatan ini berhungan langsung dengan penyelenggaraan kegiatan
One Stop Entertainment. Untuk menjalankan fungsi kegiatan tersebut
diperlukan ruang-ruang sebagai berikut:
1. Pengelolaan ,berhubungan dengan kegiatan pengelolaan bangunan
2. Pelayanan gedung,merupakan kegitan untuk pelayanan dan
pemeliharaan fasilitas dalam bangunan.
Kegiatan ini berhubungan langsung dengan penyelenggaraan
kegiatan theme park. Untuk menjalankan fungsi kegiatan tersebut
diperlukan ruang-ruang sebagai berikut:
• Ruang-ruang pengelola (administrasi)
• Ruang-ruang pemeliharaan
• Ruang-ruang servis, seperti ruang loading, gudang, dan lain-lain.
2.6 Deskripsi Kebutuhan Ruang dan Besaran Ruang
2.6.1 Fasilitas Utama
Urban Creativity Zone ialah satu satunya tempat alternatif di Kota
Medan yang ada berhubungan langsung dengan olahraga, khususnya
olahraga ekstrim yaitu olahraga skateboard. Fasilitas utama Dalam Urban
Creativity Zone adalah:
a. Skatepark
Skatepark adalah tempat bermain yang dikhususkan untuk
permainan skateboard, rollerskate dan BMX. Skatepark pada awalnya
hanya dirancang untuk permainan skateboard saja. Dalam skatepark
railbanks, ledges, bowl bahkan vert ramp. Di skatepark skateboarder
bebas bermain sesuka hati tanpa diusir atau dilarang bermain seperti
halnya di jalanan, taman kota atau gedung gedung.
Ada dua jenis skatepark yaitu :
Private skatepark, yang biasa dimiliki pribadi
atau instansi swasta untuk bermain di private
skatepark biasanya skateboarder diharuskan
untuk membayar. Dan memang Private
skate-park ini juga digunakan sebagai tempat
menc-ari keuntungan.
Public Skatepark, Biasanya dimiliki oleh
Pemerintah atau instansi umum yang memang
Menggratiskan skatepark tersebut untuk umum.
Public skatepark biasanya dibangun di area
outdoor
b. Urban Creativity Zone
Maksud dari kata Urban Creativity Zone ialah salah satu area open
space di dalam kota digunakan oleh komunitas berkumpul dan
sharing antar satu komunitas atau dengan komunitas lainnya,
sehingga komunitas komunitas ini bisa menemukan satu ide kreatif
yang baru untuk memajukan kota-nya. Sehingga diharpkan nantinya
kebiasaan sehari hari di kota tidak hanya monoton tetapi ada hal hal
kreatif yang bisa diciptakan oleh anak anak muda dari komunitas ini.
Gambar 2.14
Sumber : www.californiaskateparks.com
Gambar 2.15
2.6.2 Fasilitas Pendukung
a. Retail Shop
Yaitu fasilitas yang menyediakan barang barang yang
berhubungan juga dengan skateboard, dan juga retail lainnya yang
berhubungan dengan segmen umur antara 15 – 24 tahun
b. Restaurant
Fasilitas yang menyediakan aneka jenis makanan dan
minuman
Gambar 2.16
Sumber : www. inhabitat.com
Gambar 2.17
c. Graffiti Space
Area tempat para bomber untuk bebas membuat graffiti
2.7 Studi Banding Proyek Sejenis
2.7.1 Studi banding proyek sejenis di Luar Negeri
1. Willowbrook MLK Wellness Community
Gambar 2.18
Sumber : www.urbantavern.com
Gambar 2.19
Tujuan dari Komunitas MLK Willowbrook dan MLK Kampus
Master Plan adalah untuk menerjemahkan aspirasi Komunitas,
dikumpulkan melalui kegiatan dengan cara menjangkau secara luas,
ini menjadi rekomendasi yang nyata dan praktis dalam menciptakan
komunitas kesehatan dan kesejahteraan.
Gambar 2.20
Sumber : www.architizer.com
Gambar 2.21
Dengan konsep yang kreatif dalam mengatasi masalah
epidemic kesehatan masyarakat diabetes dan obesitas, dan secara
langsung proyek ini
Solusi mencakup serangkaian perbaikan yang saling terkait
atau saling terhubung, termasuk fasilitas baru dan ruang terbuka,
yang bertujuan untuk meningkatkan aktifitas fisik, menyediakan
akses yang lebih luas untuk makanan sehat dan meningkatkan
kualitas udara dan air. Pada akhirnya, Rencana Induk Kampus dan
Visi Komunitas menggambarkan masa depan yang berkembang dan
tumbuh subur lebih dari 20 tahun, dengan komponen yang dapat
diimplementasikan dalam waktu yang relatif singkat, dengan biaya
yang relatif rendah, tetapi dengan dampak yang tinggi. Gambar 2.22
Gambar 2.23
2.7.2 Studi banding proyek sejenis di dalam negeri
1. Puink Skatepark
PUINK SKATEPARK & SKATESHOP adalah sebuah arena bermain
skateboard yang didukung juga dengan adanya toko yang menjual perlengkapan
skateboard mulai dari deck, truck, wheels, clothing dan lain-lain. Puink
skatepark & skateshop terletak dikawasan pemukiman padat penduduk
diwilayah utara jakarta.
Skatepark ini dibangun dengan tujuan memberikan hal yang positif
bagi masyarakat umum dan sekitarnya sekaligus bisa memperkenalkan
skateboard pada masyarakat luas. Puink Skatepark sendiri dibangun pada tahun
2008 oleh keluarga PANE sebagai skatepark pribadi.
Pada tahun 2009 Puink Skatepark melakukan renovasi dan perluasan lahan
menjadi 400 m2 untuk dijadikan sarana latihan skateboarder jakarta. Pada
tahun 2010 Puink skatepark mendirikan Skateshopya itu sebuah sarana untuk
memenuhi kebutuhan perlengkapan pemain skaterboard saat ini.
Gambar 2.24
Kemudian pada akhir 2011 Puink Skatepark & Skateshop melakukan
perubahan secara besar-besaran dengan memindahkan lokasi yang lebih
strategis dan tidak jauh dari lokasi yang lama. Sarana terbaru ini dibangun guna
memenuhi jumlah pemain skateboard yang semakin banyak dan kami ingin
memberikan kenyamanan bagi skateboarder dan pengunjung
Gambar 2.25