BAB 3
ELABORASI TEMA
3.1 Latar Belakang pemilihan tema
Dalam sebuah tulisan Gunawan Tjahjono, seorang pendidik arsitektur
menyebutkan:
“…tema amat membantu mewujudkan suatu sasaran untuk diukur oleh
pengamat. Dengan mengajukan tema pernacangan, perancang akan mencoba
mendekati angan-angannya. Dalam keadaan demikian dia lebih mudah
menemukan sosok kuat yang meyakinkan dalam pernyataan rancangan.”
Pada dasarnya pemilihan temaCreative Spaceadalah untuk menampilkan suatu
karakter lansekap dan bangunan yang mempunai karakter karakter atau ciri tersendiri dalam
lansekap dan juga mempunyai pengalaman ruang tersendiri yang menjadi ciri khas bangunan.
Tema ini diharapkan dapat mendukung fungsi seluruh sarana kreativitas komunitas
maupun olahraga yang dapat menciptakan daya tarik tersendiri bagi pengunjung sehingga
mau untuk bersantai di tempat ini dan memberikan kesenangan maupun manfaat lainnya
yang berkaitan dengan kegiatan yang ada di dalamnya.
3.2 Deskripsi Tema
3.2.1 Pengertian
a. Pengertian Creative
Kreatifitas atau daya cipta mempunyai beberapa arti berbeda disetiap orang,
dan dibawah ini ialah beberapa pandangan orang orang terkenal dan orang orang
• memiliki daya cipta; memiliki kemampuan untuk menciptakan;2bersifat
(mengandung) daya cipta:pekerjaan yg -- menghendaki kecerdasan dan
imajinasi;
• MenurutSteve Jobs:
“Creativity is just connecting things “ – kreatifitas adalah menggabungkan
sesuatu dengan yang lainnya.
• MenurutAlbert Einstein:
“Creativity is contagious, pass it on” – Kreatifitas itu menular, maka
tularkanlah kepada yang lain.
• MenurutPablo Picasso:
“Every child is an artist, the problem is staying an artist when you grow
up” – Setiap anak itu adalah seorang seniman, masalahnya ialah apakah
anak itu akan terus menjadi seniman saat ia dewasa.
• MenurutDonatella Versace:
“Creativity comes from conflict ideas” – kreatifitas datang dari ide yang
berkonflik.
• MenurutSir Joshua Reynolds:
“Tidak ada karya kreatif yang tiba-tiba muncul. Karya kreatif selalu
berawal dari karya yang pernah ada sebelumnya”
• MenurutWilliam Plomer:
Dan beberapa pemikir dan penulis juga pernah membukukan beberapa hal
tentang kreatifitas, dan berikut adalah pernyataan dari beberapa orang tersebut :
• MenurutSternberg & Lubart(1996):
“Kreatif itu dikarakterisasi atau dicirikan dari aslinya, terekspresi dan
imaginatif”
• MenurutRobert J. Sternberg(2009), dalam bukuCognitive Psychology:
“Gaya hidup kreatif akan dikarakterisasi dari sikap yang tidak sesuai akan
sesuatu dan perilaku serta fleksibilitas”
Dari segi medis juga mempunyai pendapat sendiri tentang kreativitas, berikut
adalah pandangan dari segi medis :
• MenurutA.W Flaherty(2005) dalam buku“Frontotemporal and
Dopamergic control of idea generation and creative drive”hal 493 :
“Orang kreatif adalah orang yang unggul pada inovasi kreatif dan orang
kreatif cenderung berbeda dari yang lain. Terdapat 3 klasifikasi kemampuan
orang kreatif :
1. Mereka mempunyai level tertinggi dalam bidang pengetahuan special
2. Mereka mampu erfikir secara divergen, dimediasi oleh lobus frontal
3. Mereka mampu memodulasi neurotransmitter seperti norepinerefin dalam
lobus frontal.
Dengan demikian Lobus frontal tampil jadi bagian yang sangat penting untuk
kreatifitas”
b. Pengertian Space ( Ruang )
Hampir sama dengan kreatifitas, Ruang pun mempunyai banyak arti dan
•
Ruang adalah “kekosongan” yang ada disekitar kita maupun disekitar obyek
atau benda, ruang yang terkandung didalam adalah lebih hakiki ketimbang
materialnya, yakni masa.
• MenurutPlato :
Ruang adalah sesuatu yang dapat terlihat dan teraba, menjadi teraba karena
memiliki karakter yang jelas berbeda dengan semua unsur lainnya
• MenurutAristoteles :
Ruang adalah sebagai tempat (topos), tempat (topos) sebagai suatu dimana,
atau sesuatu place of belonging, yang menjadi lokasi yang tepat dimana
setiap elemen fisik cenderung berada.
• MenurutJosef Prijotomo :
Ruang adalah bagian dari bangunan yang berupa rongga, sela yang terletak
diantara dua obyek dan alam terbuka yang mengelilingi dan melingkup kita.
Bukan obyek rinupa dan ragawi tidak terlihat hanya dapat dirasakan oleh
pendengaran, penciuman dan perabaan.
• MenurutRudolf Arnheim
Ruang adalah sesuatu yang dapat dibayangkan sebagai satu kesatuan
terbatas atau tidak terbatas, seperti keadaan yang kosong yang sudah
disiapkan mempunyai kapasitas untuk diisi barang.
• MenurutImmanuel Kant
Ruang bukanlah suatu obyektif atau nyata merupakan sesuatu yang subyektif
sebagai hasil pikiran dan perasaan manusia. Ruang meruapakan suatu ide a
pengalaman-juga mengenakan kualitas ketidak terbatasan terhadap ruang dan waktu.
Jadi, PengertianCreative Spaceadalah seni lansekap atau bangunan yang
perancangan dan perencanannya didasari oleh ruang ruang yang kreatif dan dapat
dirasakan secara langsung oleh pengunjung dikarenakan memberi pengalaman
ruang yang berbeda dari yang lain dan juga mempunyai ciri khas
3.2.2 Fungsi Creative Space
Adapun fungsi Creative Space ini ialah :
• Membuat pengalaman ruang yang berbeda atau dengan cara yang kreatif • Menjawab kebutuhan yang ada
• Melihat masalah dari berbagai perspektif
• Menghasilkan beberapa alternative alternative solusi dalam pemecahan
masalah
• Menularkan kreatifitas pada orang orang melalui pengalaman ruang. • Menghubungkan apa yang tidak biasa dihubungkan
3.2.3 Tujuan Creative Space
Salah satu tujuan dari Creative space ini ialah Untuk mengembangkan
kesadaran dan keterampilan yang diperlukan untuk memecahkan masalah secara
kreatif. Selain itu tujuan dari creative space ini sendiri ialah agar dapat mendesign
suatu space atau ruang secara kreatif dan sesuai dengan apa yang dibutuhkan dan
juga tetap mengikuti aturan aturan yang ada.
3.2.4 Karakteristik Creative Space
Karakteristik dari Creative Space ini sendiri ialah :
• Melihat hal yang sama seperti orang lain dan berpikir sesuatu yang
•
• Tetap mengikuti aturan
• menjadi lebih mudah dilakukan • menghindari ambiguitas
• menjadi wadah orang orang lreatif • mendorong orang menjadi kreatif
3.3 Interpretasi Tema
PenginterpretasianCreative SpacepadaUrban Creativity Zoneialah agar membentuk
Urban Creativity Zone menjadi area yang memiliki ciri khas tersindiri dalam pengaplikasian
bentuk lansekap maupun bentuk bangunan, membuat rancangan lansekap dan bangunan
yang lebih kreatif dan berbeda, membuat pengalaman ruang yang baru dari berbagai
brainstorming yang pernah dilakukan, dapat menghasilkan alternative alternative rancangan
dan juga mendesign untuk masyarakat luas dan juga mewadahi komunitas komunitas yang
ada.
3.4 Lingkup Kajian Tema
Sasaran kajian tema : menjadikan perencanaan proyek ini memberikan sifat kreatif
atau sesuatu yang lain dari biasanya sehingga pengunjung benar benar menikmatiUrban
Creativity Zone
Keterkaitan tema dengan kasus proyek :
• Pendekatan pemecahan masalah desain dengan tema dapat lebih nyata
dan lebih mudah dalam pengekspresian.
• Tema akan langsung terekspresi dengan menggunakan tema ini karena
3.5 Keterkaitan Tema dengan Judul
Kawasan ini selayaknya dapat mewujudkan unsur unsur yang menjadi tema
proyek ini, yaitu dapat membuat area ini menjadi lebih kreatif dan dapat membuat
pengalaman pengalaman ruang yang baru dan belum pernah dirasakan sebelumnya
di Kota Medan ini. dari tema Creative space ini juga akan membuat judul Urban
Creativity Zone menjadi area yang lebih bernuansa “kreatif” dan setelah melalui
proses evaluasi, akhirnya akan tercipta sebuah rancangan yang akan bisa diterima
oleh masyarakat, karena rancangan ini merupakan jawaban dari masalah yang
selama ini dihadapi
Urban Creativity Zone merupakan jawaban dari masalah dari komunitas
skateboard yang tidak mempunyai tempat untuk menyalurkan energinya dan juga
agar tidak ada lagi para skaters di Kota Medan yang menegendarai skateboard pada
jalan raya. Rancangan ini juga jawaban dari komunitas komunitas di Kota Medan
yang tidak mempunyai tempat untuk mengadakan event ataupun sekedar
mengadakan gathering.
3.6 Studi Banding Tema Sejenis
1. Coleman Oval Skatepark
Arsitek:HOA (Holm Architecture Office)
Lokasi:Coleman Oval Park, Manhattan, New York, United States
Team:Jens Holm, Niklas Thormark
Program:Area Bermain, Skate Park, Taman Publik, Panggung, Area lari, Lapangan
Baseball & program olahraga
Tipe:Kompetisi yang diundang
Luas:14.400 SF Skate Park & 35.000 SF Park / 1300 M2 Skate Park & 3250 M2 Park
Klien:Architecture for Humanity & Steve Rodriguez / 5boro
HAO (Holm Architecture Office), bersama dengan lima kantor desain New
York lainnya, telah diundang untuk berpartisipasi dalam desain ulang dari Coleman
Oval Skate Park dan perencanaan master Oval Taman Coleman. Kompetisi ini
disponsori oleh Architecture for Humanity.
Dengan kembali membayangkan taman dan mengembangkan program dan
membentuk ruang ruang yang kretif untuk memenuhi karakter yang unik dan
campuran demografi lingkungan sekitarnya, Coleman Oval Park memiliki potensi
untuk menjadi titik fokus yang benar bagi masyarakat setempat dan komunitas
setempat.
Gambar 3.1
Gambar 3.3
BAB 4
ANALISIS
Kota Medan berada di provinsi Sumatera Utara pulau Sumatera dan
secara geografis pada 2°27’-2°47’ LU dan 98°35’-98°44’BT dengan luas ±26.510
Hektar, atau 36% dari keseluruhan wilayah Sumatera Utara. Berada pada
2.5-37.5 meter di atas permukaan laut, dengan kondisi topografi yang relatif datar
atau tidak berkontur. Kota Medan memili iklim tropis dengan suhu minimum
antara 23.3°C-24.4°C dan suhu maksimumnya antara 30.7°C-33.2°C.
Deskripsi kondisi eksisting lokasi sebagai tapak rancangan:
• Kasus Proyek : Vans Urban Creativity Zone • Status Proyek : Fiktif
• Lokasi Lahan : Jalan Gagak Hitam ( Ring Road ), Kecamatan Medan
Sunggal
• Batas Utara : Komplek Taman Setia Budi Indah • Batas Timur : Blossom Hill Residence
• Batas Selatan : Lahan Kosong
• Batas Barat : Jalan Gagak Hitam ( Ring Road ) • Luas Lahan :± 3 Ha
• Kontur : Relatif Datar
• KDB : 1 – 3 lantai
• KLB : 40 – 70 %
• Potensi Lahan :
o Terletak di salah satu jalan primer Kota Medan
o Berada pada kawasan disekitar perumahan
o Transportasi sangat lancer dan baik
o Luas site yang mendukung
4.2 Analisis Fungsional
4.2.1 Analisis Jumlah Pengunjung
Berdasarkan data yang diperoleh dari badan Pusat statistic Kota
Medan dalam buku “Medan Dalam Angka 2012”, Jumlah Penduduk Menurut
Kelompok Umur 15-24 Tahun yang ada di Kota Medan dalam kurun waktu 3
Tahun Terakhir ialah :
Tabel 4.1 Tabel Analisis pengunjung
Golongan Umur 2009 2010 2011
15 – 19 205.265 208.485 210.664
20 – 24 237.830 240.257 242.459
Sumber : Badan Pusat Statistik Sumatera Utara
Berdasarkan tabel diatas, dapat dihitung rata rata kenaikan Jumlah
penduduk Kota Medan berdasarkan kelompok Umur 15 – 24 tahun dengan
persamaan
Berdasarkan persamaan diatas, dapat dihitung rata rata kenaikan
Jumlah penduduk Kota Medan berdasarkan kelompok Umur 15 – 19 tahun
sebesar : 5390Orang / Tahunnya. Dan Berdasarkan persamaan diatas juga dihitung rata rata kenaikan Jumlah penduduk Kota Medan berdasarkan
kelompok Umur 20 – 24 tahun sebesar : 4629 Orang / Tahunnya, dan jumlah kenaikan kelompok umur 15 – 24 Tahun sebesar : 10019 Orang / Tahunnya.
Rata Rata : ((2011-2010)+(2010-2009)
Dengan Jumlah rata-rata kenaikan jumlah penduduk Kota Medan
Berdasarkan kelompok umur 15 – 24 tahun, dapat diperoleh proyeksi jumlah
penduduk Kota medan dengan kelompok umur 15 - 24 tahun yang akan
tumbuh tiap tahunnya di Kota Medan dalam beberapa tahun mendatang
dengan persamaan :
Keterangan:
Pn = Penduduk Kota Medan Kelompok Umur 15 – 24 Tahun pada tahun ke-n
Po = Penduduk Kota Medan Kelompok Umur 15 – 24 Tahun pada tahun awal
a = jumlah pertambahan tiap tahun
n = jumlah tahun proyeksi.
Tabel 4.2 Proyeksi Jumlah Penduduk Kota Medan Kelompok Umur 15 – 24 dalam beberapa tahun Kedepan
Tahun Jumlah Penduduk Kota Medan umur 15 – 24 Tahun
sumber : Olah Data Primer
Dengan mengambil asumsi berdasarkan survey lapangan, jumlah ,
Jumlah Penduduk Kota Medan Kelompok Umur 15 – 24 Tahun yang
mengunjungi tempat yang memiliki fungsi sebagai ruang terbuka publik
adalah sebesar 40 % dari jumlah total.
Jadi, Jumlah Penduduk Kota Medan Kelompok Umur 15 – 24 Tahun
yang mengunjungi ruang terbuka publik adalah sebesar 317.186 Orang /
Tahun. Yaitu sebanyak126.874 Orang/ Tahun.
Berdasarkan fungsi sejenis, dengan kelebihannya memiliki ruang
terbuka yang baru, Urban Creativity Zone diasumsikan akan dikunjungi
sebanyak 50 % dari 317.186 orang tiap tahunnya , yaitu 158.593 orang/
tahun. dan dari data diatas total jumlah penduduk Kota Medan umur 15 –
24 Tahun yang mengunjungiUrban Creativity Zonepada tahun 2020 adalah sebanyak271.647 orang/ tahun. Dan berdasarkan angka tersebut jumlah pengunjung hariannya sebanyak744 Orang/Hari.
4.2.2 Deskripsi Kebutuhan Ruang, Program dan Besaran ruang
Berdasarkan hasil analisa aktivitas serta perhitungan yang mengacu
pada data Badan Pusat Statistik Kota Medan tentang jumlah pengunjung,
maka diperoleh program ruang dan besaran ruang sebagai berikut.
Deskripsi Kebutuhan Ruang
Tabel 4.3 Tabel Deskripsi Proyek
AREA RUANG YANG
DIBUTUHKAN
PEMAKAI KEGIATAN DALAM
RUANG/KEGUNAAN RUANG
Urban
-Taman Bermain Anak -Danau atau Kolam -Area Tempat Mengadakan Event -Jogging/ Run Track -Graffiti Zone -Area Menanam outdoor
- Pengunjung -Komunitas
-Melakukan Kegiatan Outdoor -Gathering Antar Komunitas - Mengadakan Event yang diadakan oleh komunitas
- Membuat Graffiti pada Dinding yang telah disediakan
FASILITAS PENDUKUNG
Retail -Retail -Pengunjung
-Pengelola
-Menjual -Membeli
-Tempat untuk meletakkan barang dagangan
Coffee Shop -Area Makan & Minum
-Area Dapur/Servis
-Pengunjung -Pengelola
Kegiatan yang berhubungan dengan Coffee Shop
Restoran -ruang makan -dapur
-ruang pengelola -ruang karyawan
-Pengunjung -Pengelola
Kegiatan yang berhubungan dengan Restoran
-pengelola -tempat bekerjanya pengelola -menyimpan peralatan -untuk memeriksa keamanan -ruang untuk berisrirahat bagi
pengelola
Utilitas -ruang AHU
-ruang kontrol panel -ruang genset -ruang pompa -ruang CCTV
-pengelola -teknisi
Service Ruang peralatan kebersihan dan perawatan
-pengelola Menyimpan alat-alat utnuk kebutuhan
Tempat parkir untuk mobil barang
-pengelola Memasukkan barang
Sumber : Olah Data Primer & Neufert Architect Data
Program Dan Besaran Ruang
Tabel 4.4 Tabel Program dan besaran ruang.
RUANG SUB RUANG STANDAR SUMBER KAPASITAS UNIT LUAS (M2)
FASILITAS UTAMA
Urban Creativity Park Area Komunitas-Medan Berkebun -Hydroponic Farm
-Area menanam
-Vertical garden 5 m
2
/orang AS 20 orang 1 100
-Amphitheatre 3 m2/orang AS 50-100
Orang
1 1200
-Futsal -Streetball
-Bermain Futsal 375 m2/lapangan TS 10 Orang 1 375 -Bermain Basket 427 m2/lapangan
TS 10 Orang 1 427
-Komunitas Fotografi & Filmografi
-Dinding dinding graffiti
-Plaza
10,000 m2 AS 13460
FASILITAS PENDUKUNG
Restoran Ruang duduk 1.5 m2/orang
EN 40 orang 1 190
Dapur 1.4 m2/orang EN 5 orang 100 Kasir 3 m2/orang EN 2 Orang 10 Ruang Penyimpanan 6 m2
AS 1 unit 30
Coffee Shop Ruang Duduk 1.5 m2/orang EN 30 Orang 3 375
Bar 1.4 m2/orang EN 5 Orang 120
Gudang 6 m2/orang AS 1 Unit 90
Retail 1. Area Display 40 m2/unit PS 10 Orang 5 200
Retail 2 Area Display 50 m2/unit PS 10 Orang 1 50
Retail 3 Area Display 140 m2/unit PS 10 Orang 2 280
Retail 4 Area Display 70 m2/unit PS 10 Orang 1 70
Retail 5 Area Display 86 m2/unit PS 10 Orang 2 162
Mini Theatre Menonton hasil dari komunitas Film
95 m2/unit ODT 16 Orang 1 95 Ruang Proyektor &
Tata Suara
10 m2/unit PS 5 Orang 2 20
JUMLAH 1792
FASILITAS PELENGKAP
Area Pengelola Ruang Administrasi 14-18,5 m2/orang EN 10 Orang 1 185 Ruang Rapat 11,5-14 m2/orang EN 10 Orang 1 140 Ruang Sekuriti 1,2 m2/orang EN 20 Orang 1 24 Ruang Peralatan 25 m2 SBT 1 Ruang 1 25 Pantry 1.2 m2/orang EN 4 Orang 1 6 Ruang Karyawan 1.2 m2/orang EN 10 Orang 1 12 Ruang Manager 25 m2 AS 1 Orang 1 25 Ruang Tamu 1.2 m2/orang EN 10 Orang 1 12 Ruang utilitas
-ruang control panel -ruang genset -ruang CCTV -ruang Pompa PDAM
30 m2/unit
Musholla -WC Pria
-Wudhu Pria -Area Sholat Pria
3 m2/unit -Area Sholat Wanita
JUMLAH 630
Sumber : PSBT, Neufert Architect Standard, Sistem Bangunan Tinggi, Time Saver & Olah data Primer
JUMLAH TOTAL (15782+1792+630)x20% = 18204 + 3640 = 21844 m2
KET :
EN : Neufert Architect Standard
SBT : Sistem Bangunan Tinggi
AS : Asumsi
TM : Time Server Standard
4.2.3 Fasilitas Parkir
Parkir Pengunjung
Jumlah Pengunjung yang mengunjungi Vans Urban Creativity Zone Setiap Harinya
berdasarkan Perhitungan diatas ialah 700 Orang. Dengan Asumsi pembagian
presentase pengendara kendaraan, maka :
• Mengendarai Sepeda Motor : 60 % ( 420 Orang ) • Meng endarai Mobil : 20 % ( 140 Orang ) • Berjalan Kaki/Kendaraan Umum : 20 % ( 140 Orang )
Dengan Asumsi 1 Mobil dapat Memuat 4 Orang, 1 Sepeda Motor dapat memuat 2
Orang,
Dan 1 Bus dapat memuat 70 Orang Maka Diperoleh :
• Jumlah Sepeda Motor Yang Parkir : 210 Sepeda motor • Jumlah Mobil Yang Parkir : 35 Mobil
Berdasarkan Standar yang diperoleh dari Neufert Data Arsitek, Maka dapat
diperoleh luasan parkir kendaraan pengunjung sebagai berikut :
Jadi Luas total Lahan parkir Untuk Pengunjung ialah :897.5 m2 Parkir Pengelola
Jumlah Seluruh pengelola Vans Urban Creativity Zone Ialah 70 Orang. Dengan
Asumsi pembagiam presentase pengendara kendaraan, maka :
- Pengelola dengan Mobil : 10 Orang
- Pengelola dengan Sepeda Motor : 60 Orang
Dengan Asumsi 1 Mobil dapat Memuat 1 Orang, 1 Sepeda Motor dapat memuat 1
Orang, maka diperoleh :
- Pengelola dengan Mobil : 10 Parkir
- Pengelola dengan Sepeda Motor : 60 Parkir
Berdasarkan Standar yang diperoleh dari Neufert Data Arsitek, Maka dapat
diperoleh luasan parkir kendaraan pengunjung sebagai berikut :
• Parkir Sepeda Motor : 60 motor x 2m2= 120 m2 • Parkir Mobil : 10 Mobil x 12.5 m2= 125 m2
4.3 Analisis Lingkungan
4.3.1 Tata Guna Lahan
Urban Creativity Zone terletak di kawasan yang didominasi oleh
lahan perumahan, dan juga terdapat beberapa area komersil sehingga
sasaran yang ingin dicapai melalui fungsi Urban Creativity Zone ini dapat
tercapai, yang artinya para penghuni perumahan TASBIH 1 mempunyai area
terbuka baru yang berbeda dari yang lain.
Gambar 4.2
4.3.2 Generator Aktivitas
Generator aktivitas paling ramai di sekitar Urban Creativity Zone ialah
Mcdonald’s, Home Centra dan area ruko pada perumahan TASBIH 2, dan
generator aktivitas yang diperkirakan akan ramai yaitu pada area Medan Focal
Point. Dengan Kehadiran Urban Creativity Zone, generator aktivitas baru akan
muncul di kawasan ringroad ini dan bisa menjadi salah satu destinasi baru di
Kota Medan.
4.3.3 Pola Arsitektur
Kawasan Urban Creativity Zone didominasi dengan gaya arsitektur yang
berbeda, ini dikarenakan kawasan ini didominasi oleh perumahan Taman Setiabudi
Indah 1 dan Taman Setiabudi Indah 2. Dengan kondisi ini akan menjadi potensi,
sehingga desain baru pada Urban Creativity Zone harus dapat mendukung Potensi ini
Gambar 4.4
4.3.4 Sirkulasi dan Pencapaian
Sirkulasi kendaraan di sekitar kawasan Urban Creativity Zone cukup
padat dilewati kendaraan karena jalur ini merupakan jalur lingkar luar Kota
Medan, jalur ring road ini cukup lebar sehingga jarang terjadi macet. Untuk
menuju ke site Urban creativity Zone terdapat beberapa cara, yaitu
mengakses jalan gagak hitam dari arah pulo brayan menuju ke daerah
padang bulan dan mengaksesnya dari jalan yang terdapat pada perumahan
taman setia budi Indah 1.
Gambar 4.5
4.4 Analisis Tapak
4.4.1 Analisis Matahari
Di bawah ini adalah skema analisis pergerakan matahari terhadap
site
Gambar 4.6
4.4.2 Analisis Vegetasi
Di bawah ini adalah analisis jenis vegetasi yang ada pada site
- Potensi : Perpohonan Rindang terdapat sepanjang separator Jalan Gagak Hitam
- Masalah : Minimnya Vegetasu Pada Pedestrian Jalan membuat cahaya Matahari
Jatuh langsung
- Solusi : Menambahkan vegetasi di Pedestrian dan di tengah kawasan sebagai
elemen peneduh dan penyejuk. Sehingga cahaya sinar matahari siang yang terik
dapat tersaring
Pohon Palem terdapat disepanjang pedestrian mulai dari Home Centra sampai dengan Medan Focal Point Pohon Perdu terdapat
disepanjang jalan pada Jalan Gagak Hitam ( Ring Road )
Gambar 4.7
4.4.3 Analisis Kebisingan
Di bawah ini adalah analisa sumber kebisingan dan pengaruhnya
pada site.
- Potensi : Area Sebelah kanan atau sebelah timur yang berbatasan dengan
perumahan TASBIH 1 mempunyai daerah kebisingan yang sangat rendah.
- Masalah : Tidak ada buffer terhadap kebisingan di sisi jalan Gagak Hitam (Ring
Road)
- Solusi : Memanfaatkan potensi kebisingan rendah sebagai area amphitheater,
menerapkan buffer pada area yang berbatasan langsung dengan jalan Gagak Gambar 4.8
4.4.4 Analisis View
- Kedalam
Di bawah ini adalah analisa view ke dalam pada site.
- Potensi : sisi-sisi site berbatasan langsung dengan jalan sehingga
memungkinkan dilihat dari berbagai arah oleh pengguna jalan.
- Masalah : masyarakat akan susah melihat kedalam site jika dalam
membawa kendaraan karena site yang memanjang
- Solusi : dibuat Focal Point pada site tersebut atau juga signs sebagai
penanda kawasan.
Gambar 4.9
- Keluar
Di bawah ini adalah analisa view ke keluar pada site.
- Potensi : View Keluar site adalah bangunan modern Medan Focal
Point
- Masalah : View Ke arah selatan yang sangat berdekatan pada hook
site sangat tidak berpotensi apa apa
- Solusi : Signs atau Focal point pada kawasan Urban Creativity Zone
diletakkan di hook site pada arah tenggara site. Gambar 4.11
4.4.5 Analisis Skyline
Di bawah ini adalah analisis skyline terhadap site
4.4.6 Analisis alur Kegiatan
4.4.6.1 Komunitas
• Skateboard
• Medan Berkebun
DATANG
BERMAIN SKATEBOARD
COFFEE SHOP &
RESTAURANT
COFFEE SHOP & RESTAURANT
Sumber : Hasil Olah Data Primer
Gambar 4.13
• Komunitas Fotografi
• Me&Art
•
DATANG
HUNTING
COFFEE SHOP & RESTAURANT
COFFEE SHOP & RESTAURANT
Sumber : Hasil Olah Data Primer
Gambar 4.15
• Komunitas Olahraga
•
• Komunitas Piknik Asik Medan
•
COFFEE SHOP &
RESTAURANT
DATANG
SHARING
RETAIL
PULANG
COFFEE SHOP & RESTAURANT MENGADAKAN
EVENT
Gambar 4.16
Sumber : Hasil Olah Data Primer
Gambar 4.17
4.4.6.2 Pengunjung
COFFEE SHOP & RESTAURANT
Sumber : Hasil Olah Data Primer
Gambar 4.19
BAB 5
KONSEP PERANCANGAN
Urban Creativity Zone ialah kawasan terbuka hijau baru yang terdapat di Kota Medan dengan fungsi seperti skatepark, area komunitas, area graffiti dan juga terdapat fungsi fungsi pendukung seperti coffee shop, retail dan juga restaurant
Konsep penataan kawasan sebagai generator aktivitas baru pada kawasan Medan Sunggal, dan juga Area ruang terbuka hijau yang dirancang ialah satu satunya di Kota Medan kawasan ini juga sebagai kawasan yang kreatif yang nantinya akan dikunjungi oleh anak anak muda di Kota Medan. Proyek seperti ini juga telah banyak terdapat diluar negeri yang dikenal sebagai community park, salah satunya ialah coleman park di Canada.
5.1 Konsep Zoning
5.1.1 Area Zoning
Zoning diatas merupakan Zoning fungsi menyeluruh pada site, yaitu area hijau pada sebelah kiri gambar merupakan zoning bagian olahraga dan sedangkan area yang berwarna bitu tua pada sebelah kanan gambar merupakan area kegiatan komunitas.
Gambar 5.1
5.2 Konsep Perancangan
5.2.1 Konsep kratifitas
Gambar 5.2
Sumber : Olah Data Primer
creativity,kreatifitas atau daya cipta ialah proses mental yang melibatkan
pemunculan gagasan atau anggitan (concept) baru, atau hubungan baru antara gagasan dan anggitan yang sudah ada.
Dari sudut pandang keilmuan, hasil dari pemikiran berdaya cipta (creative thinking) (kadang disebut pemikiran bercabang) biasanya dianggap memiliki keaslian dan kepantasan. Sebagai alternatif, konsepsi sehari-hari dari daya cipta adalah tindakan membuat sesuatu yang baru.Daya cipta di masa kini sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor: keturunan dan lingkungan.
Kreatifitas atau daya cipta mempunyai beberapa arti berbeda disetiap orang, dan dibawah ini ialah beberapa pandangan orang orang terkenal dan orang orang kreatif terhadap kreatifitas :
• MenurutSteve Jobs:
“Creativity is just connecting things “ – kreatifitas adalah menggabungkan sesuatu dengan yang lainnya.
• MenurutAlbert Einstein:
“Creativity is contagious, pass it on” – Kreatifitas itu menular, maka tularkanlah kepada yang lain.
• MenurutPablo Picasso:
“Every child is an artist, the problem is staying an artist when you grow up” – Setiap anak itu adalah seorang seniman, masalahnya ialah apakah anak itu akan terus menjadi seniman saat ia dewasa.
“Tidak ada karya kreatif yang tiba-tiba muncul. Karya kreatif selalu berawal dari karya yang pernah ada sebelumnya”
• MenurutWilliam Plomer:
“Creativity is the power to connect seemingly unconnected “ – kreatifitas adalah kekuatan untuk menghubungkan apa yang tidak pernah dihubungkan
sebelumnya
Dan beberapa pemikir dan penulis juga pernah membukukan beberapa hal tentang kreatifitas, dan berikut adalah pernyataan dari beberapa orang tersebut :
• MenurutSternberg & Lubart(1996):
“Kreatif itu dikarakterisasi atau dicirikan dari aslinya, terekspresi dan imaginatif”
• MenurutRobert J. Sternberg(2009), dalam bukuCognitive Psychology:
“Gaya hidup kreatif akan dikarakterisasi dari sikap yang tidak sesuai akan sesuatu dan perilaku serta fleksibilitas”
Dari segi medis juga mempunyai pendapat sendiri tentang kreativitas, berikut adalah pandangan dari segi medis :
• MenurutA.W Flaherty(2005) dalam buku“Frontotemporal and Dopamergic control of idea generation and creative drive”hal 493 : “Orang kreatif adalah orang yang unggul pada inovasi kreatif dan orang kreatif cenderung berbeda dari yang lain. Terdapat 3 klasifikasi kemampuan orang kreatif :
lobus frontal dengan demikian Lobus frontal tampil jadi bagian yang sangat penting untuk kreatifitas
5.2.2 Konsep Landscape
5.2.2.1. Konsep 1
5.2.2.2. Konsep 2
• Every child is an artist
• Nucleus dari Neuron
• Kreatif itu menular
• Kreatif itu hak semua insan
• Kreatif itu menggabungkan sesuatu dengan lainnya
Gambar 5.4
Sumber : Olah Data Primer
Gambar 5.5
• Every child is an artist
• Kreatif itu menular.
• Kreatif itu menggabungkan sesuatu dengan lainnya .
• Kreatif itu hak semua manusia.
• Tetap menjadi seniman saat dewasa.
• Zona Komunitas Gambar 5.6
• 2 Ide yang berbeda dari berbagai latar belakang tetapi mempunyai masalah yang sama
• Dan 2 ide tersebut digerakkan oleh pergerakan dinamis sehingga kedua bentuk tadi berjumpa dan membentuk sebuah ide baru
Gambar 5.7
Sumber : olah data primer
Gambar 5.8
• Konsep fasade juga dibentuk dari dua bentuk ide yang
bertabrakan, ide pertama dibentuk dari bentuk geometri bulat
Gambar 5.9
Sumber : olah data primer
Gambar 5.10 Sumber : olah data primer
• Dan ide kedua dibentuk dari bentuk persegi
Gambar 5.11 Sumber : olah data primer
5.2.4 Konsep Vegetasi
Pohon Flamboyan ;
Pohon flamboyan adalah pohon tropis yang berasal dari Madagaskar.Nama lain untuk pohon ini adalah RoyalFlamboyan dan merupakan spesies tanaman berbunga. Daunnya elegan, renda-seperti dan seperti pakis dan bunga-bunga memiliki lima kelopak. Ini tinggal di mekar selama
beberapa minggu di musim
Gambar 5.12 Sumber : olah data primer
Pohon tanjung
batang besar tegak lurus,
dan akar tidak muncul di
permukaan, cabang dan
dahan tidak rapuh
sehingga tidak mudah
patah, dan Akar trembesi
juga tidak merusak
perkerasan / paving dan
Pohon bisa berumur
panjang sehingga tidak
mudah mati.
Daya serap CO2 : 34,29
(Kg/pohon/tahun)
Gambar 5.14 Sumber : Google Image
Pohon Dadap Merah :
Pohon ini baik ditanam di
halaman terbuka, karena
bisa mengundang
datangnya para burung.
Dan selain itu warna
merah juga
melambangkan
Kehidupan dan kekuatan
Pohon Bungur :
Dikenal mampu
menyerap polutan
udara seperti timbal.
Maka kedua pohon ini
sebaiknya ditanam
untuk penghijauan di
kota-kota besar, dekat
jalan protokol yang
padat lalu lintasnya.
Daya serap CO2 : 160,14
(Kg/pohon/tahun)
Gambar 5.16 Sumber : Google Image
5.2.6 Konsep Paving
Kelandaian sebesar 1% guna menghindari erosi dan
memperbesar penangkapan air.pada permukaan fasilitas
taman berupa plaza dengan material keras licin kelandaiannya
adalah sebesar 1% , sedangkan plaza dengan material keras
kasar kelandaiannya adalah sebesar 2%
Gambar 5.19 Sumber : Google Image
Pohon cemara:
Pohon cemara sebagai perindang jalan, perindnag taman-taman, perindang perkantoran, dan Pohon cemara dapat sebagai penahan angin, penahan erosi atau banjirTipe Infiltration yaitu permukaan merembes secara langsung ke dalam tanah melalui jarak atau celah antara unit paving yang satu dengan lainnya
Gambar 5.20 Sumber : Google Image
Perkerasan pada sekitar Amphitheatre
Gambar 5.21 Sumber : Google Image
Perkerasan pada sekitar Pedestrian
BAB 6
HASIL PERANCANGAN
6.1 Visualisasi 3 Dimensi
Adapun hasil hasil perancangan yang diwujudkan dalam persentasi 3 dimensi
Gambar 6.1
Gambar 6.2
Gambar 6.4
Sumber : hasil olah data primer
Gambar 6.6