• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN PROFESI GURU

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN PROFESI GURU"

Copied!
74
0
0

Teks penuh

(1)

PEMBINAAN DAN

PENGEMBANGAN

▸ Baca selengkapnya: contoh catatan pembinaan guru dan tendik

(2)

Peraturan Menteri Negara

Pendayagunaan Aparatur Negara

dan Reformasi Birokrasi

No.16/2009

tentang

(3)

Latar Belakang Terbitnya

Permenegpan dan RB

No.16/2009

1. Guru merupakan subsistem penting yang memiliki

peran strategis dalam meningkatkan proses

pembelajaran dan mutu peserta didik.

2. Reformasi pendidikan yang ditandai dengan

terbitnya berbagai undang-undang dan peraturan

terkait dengan peningkatan mutu pendidikan antara

lain:

Undang-undang Nomor 20

tahun 2003 tentang

Sistem Pendidikan Nasional;

Undang-undang Nomor 14

tahun 2005 tentang

Guru dan Dosen,

Peraturan Pemerintah Nomor 19

Tahun 2005

tentang Standar Nasional Pendidikan;

Peraturan Pemerintah Nomor 74

tahun 2008

(4)

Latar Belakang Terbitnya

Permenegpan dan RB

No.16/2009

3. Menurut data NUPTK November 2010 terdapat

2.791.204

guru

yang

perlu

ditingkatkan

kompetensi dan profesionalitasnya

4. Perlu dilakukan berbagai penyesuaian dalam

mereformasi guru, dan salah satunya adalah dengan

diterbitkannya Permennegpan dan RB Nomor 16

tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan

Angka Kreditnya

(5)

Permenegpan dan RB

No.16/2009

Peraturan baru ini, terdiri dari 13 Bab

dan 47 pasal, secara keseluruhan

peraturan ini mengandung semangat

yang bertujuan untuk

meningkatkan

kompetensi dan profesionalisme

guru

sebagai tenaga profesional yang

mempunyai

fungsi

untuk

meningkatkan

mutu

pendidikan

(6)

Permenegpan dan RB

No.16/2009 (2)

Peraturan ini terbit dalam rangka

memberi

ruang

dan

mendukung

pelaksanaan tugas dan peran guru agar

menjadi guru yang professional.

Perubahan peraturan ini diharapkan

berimplikasi

terhadap

peningkatan

(7)

Permenegpan dan RB

No.16/2009 (3)

Salah satu perubahan mendasar dalam

peraturan ini adalah adanya

Penilaian

Kinerja Guru

yang sebelumnya lebih

bersifat administratif menjadi lebih

berorientasi praktis, kuantitatif, dan

kualitatif, sehingga diharapkan para guru

akan lebih bersemangat untuk

(8)

Dev School Curriculum &

Syllabus

Lesson Plans Classroom

Action Research Test analysis

& test bank Sub. mat. & Critical Review** Teacher

Quality Monitoring

Teacher Performance

Evaluation Portfolio &

ICT for learning

DASAR HUKUM KEGIATAN MEKANISME MEKANISME Sanksi

du

PP 16 Tahun 2007 Standard Kualifikasi

Akademi dan Kompetensi Guru

PP 74 Tahun 2008 tentang Guru

PENILAIAN KINERJA

GURU

SERTIFIKASI

Undang-Undang Guru dan Dosen No

14 tahun 2005

TUNJANGAN PROFESI

Permenegpan dan RB Nomor 16tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya

Peraturan Bersama Menteri Pendidikan Nasional dan Kepala Badan Kepegawaian Negara

Permendiknas No, 35 tahun 2010 tentang Juknis Pelaksanaan Jafung Guru dan Angka Kreditnya

PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN

Formatif: Perencanaan Kegiatan PKB

Sumatif: Penentuan Angka Kredit

Penilai: Kepala Sekolah,Guru Senior, Pengawas

Instrumen: Pedagogik, Profesional, Sosial,

Kepribadian

Perencanaan Dibuat Berdasarkan Hasil

PK Guru

Perencanaan Dibuat Berdasarkan Hasil

PK Guru

Jenis PKB:

- PKB untuk Guru yang sudh

Memenuhi Standar

- PKB untuk Guru

yang belum

Memenuhi Standar (Underperformnce Teachers

Jenis PKB:

- PKB untuk Guru yang sudh

Memenuhi Standar

- PKB untuk Guru yang belum

Memenuhi Standar (Underperformnce Teachers

UNDERPERFORMANCE

Informal:

• Dilakukan Analisis hasil PK,

Menentukan Perencanaan PKB diberi waktu 4-6 minggu utk peningkatan • Formal: Tidak ada

peningkatan dilakukan dengan pengawas guru pendamping dilakukan 4- 6 minggu

Informal:

• Dilakukan Analisis hasil PK,

Menentukan Perencanaan PKB diberi waktu 4-6 minggu utk peningkatan • Formal: Tidak ada

peningkatan dilakukan dengan pengawas guru pendamping dilakukan 4- 6 minggu

Setelah dilaksanakan intervensi tidak ada peningkatan sanksi yang diberikan: Pengurangan Beban Mengajar Setelah

dilaksanakan intervensi tidak ada peningkatan sanksi yang diberikan: Pengurangan Beban Mengajar

Tindak Lanjut Pengembangan

* Sistem Pengendalian

* Panduan/SOP Pelaksanaan Sanksi

ALUR PENGEMBANGAN PROFESIONALISME

GURU

1. Pengembangan Diri: Diklat fungsional dan Kegiatan Kelompok Guru 2. Publikasi Ilmiah

dan/atau Karya Inovatif

1. Pengembangan Diri: Diklat fungsional dan Kegiatan Kelompok Guru 2. Publikasi Ilmiah

(9)

PEMBINAAN DAN

PENGEMBANGAN PROFESI

GURU

GURU PROFESIONAL

1. Kesra 2. Harlindung 3. Tunjangan Profesi

GURU PROFESIONAL

1. Kesra 2. Harlindung 3. Tunjangan Profesi

PENGEMBANGAN KARIER

PENGEMBANGAN KARIER

GURU CPNS (80 %) GURU CPNS

(80 %)

GURU PNS (100 %) GURU PERTAMA (IIIA)

GURU PNS (100 %) GURU PERTAMA (IIIA) PROGRAM

PK Guru = Penilaian Kinerja Guru

PKB = Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan

S1/DIV

KEPENDIDIKAN / NON KEPENDIDIKAN

S1/DIV

KEPENDIDIKAN / NON KEPENDIDIKAN

PENDIDIKAN PROFESI GURU

(PPG) PENDIDIKAN PROFESI GURU

(PPG)

KECUKUPAN ANGKA KREDIT

KECUKUPAN ANGKA KREDIT

(10)

PERBEDAAN UTAMA

KEGIATAN PENGEMBANGAN PROFESI ANTARA

PERATURAN LAMA DENGAN YANG BARU

Peraturan lama Peraturan baru

1 Dasar Hukum Kepmenpan nomor : 84/1993 tanggal 24

Desember 1993 tentang: Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya

Kepmenegpan dan

Reformasi Birokrasi Nomor 16 tahun 2009 tertanggal 10 Nopember 2009, tentang

Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya.

2 Kegiatan yang dinilai A. Unsur dan Sub Unsur Kegiatan

1.Pendidikan dan Pelatihan

2. Proses Belajar Mengajar

3. Pengembangan Profesi 4. Penunjang

A. Unsur dan Sub Unsur Kegiatan

1. Pendidikan dan Pelatihan pendidikan formal dan fungsional

2. Proses Belajar Mengajar 3. Pengembangan

Keprofesian

Berkelanjutan (PKB) 4. Penunjang (10%) 3 Macam

Pengembangan Profesi Guru

1. Karya Tulis Ilmiah 2. Teknologi Tepatguna 3. Alat Peraga

4. Karya Seni

5. Pengembangan Kurikulum

1. Pengembangan Diri 2. Publikasi Ilmiah

(11)

LANJUTAN…

4 Jenis

Pengembanga n Diri

(Tidak ada pada

peraturan lama) 1. diklat fungsional2. kegiatan kolektif guru 5 Macam

Publikasi Ilmiah

1. KTI hasil penelitian 2. Tinjaun Ilmiah

3. Tulisan Ilmiah Popoler

4. Prasaran Ilmiah 5. Buku/Modul

6. Diktat

7. Karya Terjemahan

1. presentasi di forum ilmiah 2. hasil penelitian

3. tinjauan ilmiah

4. tulisan ilmiah populer 5. artikel ilmiah

6. buku pelajaran 7. modul/diktat

8. buku dalam bidang pendidikan 9. karya terjemahan

10.Buku pedoman guru 6 Macam Karya

Inovatif 1. Teknologi Tepatguna 2. Alat Peraga 3. Karya Seni

4. Pengembangan Kurikulum

1. menemukan teknologi tepat guna

2. menemukan/menciptakan karya seni

3. membuat/memodifkasi alat pelajaran

4. mengikuti pengembangan

penyusunan standar, pedoman, soal dan sejenisnya

7 Prasayarat dalam

kenaikan golongan

Wajib sebagai syarat kenaikan

pangkat/golongan IVa ke atas dengan

minimal jumlah angka kredit 12.

(12)

JENJANG JABATAN DAN PANGKAT GURU

12

Permen Menpan 84/1993

• Jabatan dan Pangkat melekat

• Jabatan dan Pangkat ada 13, terdiri dari:

1. Guru Pratama, gol. II/a

2. Guru Pratama Tingkat I, gol. II/b 3. Guru Muda, gol. II/c

4. Guru Muda Tk I, gol. II/d 5. Guru Madya, gol. III/a

6. Guru Madya Tk I, gol. III/b 7. Guru Dewasa, gol. III/c

8. Guru Dewasa Tk I, gol. III/d 9. Guru Pembina, gol. IV/a

10.Guru Pembina Tk I, gol. IV/b 11.Guru Utama Muda, gol. IV/c 12.Guru Utama Madya, gol IV/d 13.Guru Utama, gol IV/e

Pernyempurnaan

• Jabatan dan Pangkat terpisah

• Jabatan ada 4 jenjang dimulai dari:

• Pertama gol III/a dan III/b

• Muda. gol III/c dan III/d

• Madya gol IV/a, IV/b dan IV/c

(13)

KEWAJIBAN MELAKSANAKAN

PENGEMBANGAN KEPROFESIAN

BERKELANJUTAN (PKB)

13

PERMEN MENPAN 84/93

PENYEMPURNAAN

gol II/a s.d. IV/a

Diklat

KBM

Penunjang

Pengembangan Profesi

(PP) tidak wajib

Pengembangan Profesi wajib

bagi:

gol IV/a – b =

pengembangan profesi 12

dari wajib

gol IV/b – c = idem

gol IV/c – d = idem

gol IV/d – e = idem

Selain KBM, guru wajib mengikuti

kegiatan pengembangan keprofesian

berkelanjutan yang terdiri dari

pengembangan diri (PD) dan Publikasi

Ilmiah dan/atau Karya Inovatif (PI

dan/atau KI), dimulai dari:

(14)

Penilaian Pembelajaran

Pembimbingan

14

Permen Menpan 84/93

Penyempurnaan

Penilaian PBM didasarkan pada

aspek kuantitas dengan “surat

pernyataan” kepala sekolah

telah melakukan PBM

Ijasah paling rendah SPG /D-II

Pangkat paling rendah II/a

(Pengatur Muda)

Penilaian pembelajaran didasarkan

pada aspek kualitas, kuantitas,

waktu dan biaya:

Kriteria amat baik, mendapat

angka kredit 125% dari angka

kredit yang harus dicapai dalam

kegiatan pembelajaran.

Kriteria baik, 100%

Kriteria cukup, 75%

Kriteria sedang, 50%

Kriteria kurang, 25%

Ijasah paling rendah Sarjana

(S-1)/ Diploma (D-IV)

(15)

PERMENNEGPAN & RB No. 16/2009

Guru harus berlatar belakang

pendidikan

S1/D4

dan mempunyai

Sertifkat Pendidik

Guru mempunyai

empat jabatan

fungsional

(Guru Pertama, Guru

Muda, Guru Madya, Guru Utama)

Beban mengajar guru adalah

24 jam –

40 jam tatap muka/minggu

atau

membimbing

150 – 250

(16)

PERMENNEGPAN & RB No. 16/2009

Guru

dinilai kinerjanya secara

teratur

(setiap tahun) melalui

Penilaian Kinerja Guru (

PK Guru

)

Guru wajib mengikuti Pengembangan

Keprofesian Berkelanjutan (

PKB

) setiap

tahun

PKB harus dilaksanakan sejak III/a, dan

sejak III/b guru wajib melakukan

publikasi ilmiah

dan/atau

karya

inovatif

Untuk naik dari IV/c ke IV/d guru wajib

(17)

Peningkatan karir guru ditentukan

oleh

perolehan angka kredit

Perlu

konversi

hasil PKG dan PKB ke

angka kredit

Perolehan angka kredit dari PKG dan

PKB merupakan

satu paket

Perolehan angka kredit setiap

tahun

ditetapkan oleh Tim Penilai

(18)

Penghargaan angka kredit adalah

125% (

amat baik

), 100% (

baik

), 75%

(

cukup

), 50% (

sedang

), dan 25%

(

kurang

)

Jumlah angka kredit diperoleh dari:

Unsur utama

(Pendidikan,

PK Guru,

PKB

)

≥ 90%

Unsur penunjang

≤10%

(19)

JENJANG JABATAN FUNGSIONAL GURU

(Permennegpan dan RB No.16/2009 pasal 12)

Guru

Penata Muda, IIIa

Penata Muda Tingkat I, IIIb

Penata, IIIc

Penata Tingkat I, IIId

Pembina, IVa

Pembina Tingkat I, IVb

Pembina Utama Muda, IVc

Pembina Utama Madya, IVd

Pembina Utama, IVe

50

Kebutuhan angka kredit untuk

(20)

GURU PERTAMA (III/a, III/b)

GURU PERTAMA (III/a, III/b)

GURU MUDA (III/c, III/ d)

GURU MUDA (III/c, III/ d)

GURU MADYA (IV/a, IV/ b, IV/c)

GURU MADYA (IV/a, IV/ b, IV/c)

GURU UTAMA (IV/d, IV/e)

GURU UTAMA (IV/d, IV/e)

PROGRAM INDUKSI

PROGRAM INDUKSI

GURU S1/D-IV BERSERTIFIKAT

GURU S1/D-IV BERSERTIFIKAT

PKB fokus pada peningkatan kompetensi guru

PKB fokus pada peningkatan kompetensi guru

PKB fokus pada peningkatan prestasi peserta

didik dan pengelolaan

sekolah

PKB fokus pada peningkatan prestasi peserta

didik dan pengelolaan

sekolah

PKB fokus pada pengembangan

sekolah

PKB fokus pada pengembangan

sekolah PKB fokus

pada

pengembanga n profesi

PKB fokus pada

pengembanga n profesi

Tahap Pengembanga

n Karir Guru

Tahap Pengembanga

n Karir Guru

(21)

JENJANG JABATAN FUNGSIONAL GURU

(Permennegpan & RB No.16/2009 pasal 12)

Guru

Penata Muda, IIIa

Penata Muda Tingkat I, IIIb

Penata, IIIc

Penata Tingkat I, IIId

Pembina, IVa

Pembina Tingkat I, IVb

Pembina Utama Muda, IVc

Pembina Utama Madya, IVd

Pembina Utama, IVe

50

angka kredit

(22)

CONTOH KEBUTUHAN ANGKA KREDIT

(Guru Pertama III/a ke III/b)

50

Penilaian

Kinerja

Compulsory

Pendidikan

Kegiatan

Pembelajaran

dan Tugas

Tambahan

Pengembangan

Keprofesian

Berkelanjutan

Unsur

utama

90%

45

Unsur

penunjang

10%

5

42

3

(23)

JENJANG JABATAN FUNGSIONAL GURU

(Permenegpan No.16/2009 pasal 12)

Guru

Penata Muda, III/a

Penata Muda Tingkat I, III/b

Penata, III/c

Penata Tingkat I, III/d

Pembina, IV/a

Pembina Tingkat I, IV/b

Pembina Utama Muda, IV/c

Pembina Utama Madya, IV/d

Pembina Utama, IV/e

50

Kebutuhan angka kredit untuk

(24)

50

Unsur

utama

90%

45

Pendidikan

38

Penilaian

kinerja

Kegiatan Pembelajaran

dan Tugas Tambahan

PKB

Publikasi/

karya inovatif

4

Wajib

Pengembangan

diri

3

Unsur penunjang

10%

5

KEBUTUHAN ANGKA KREDIT

(Guru Pertama III/b ke Guru Muda III/c)

(25)

JENJANG JABATAN FUNGSIONAL GURU

(Permenneg PAN & RB No.16/2009, pasal 17)

Guru

Penata Muda, IIIa

Penata Muda Tingkat I, IIIb

Penata, IIIc

Penata Tingkat I, IIId

Pembina, IVa

Pembina Tingkat I, IVb

Pembina Utama Muda, IVc

Pembina Utama Madya, IVd

Pembina Utama, IVe

100

Kebutuhan Angka Kredit Komulatif (AKK) , PKB (AKPKB),

dan Unsur Penunjang (AKP) untuk kenaikan pangkat dan

jabatan

Kebutuhan

Angka Kredit Komulatif (AKK) , PKB (AKPKB),

dan Unsur Penunjang (AKP)

untuk kenaikan pangkat dan

jabatan

AKK

AKPKB

AKP

(26)

PENILAIAN KINERJA GURU

(27)

Kinerja Guru

Secara umum ukuran kinerja dapat dilihat

dari lima hal, yaitu:

Quality of work - kualitas hasil kerja

Promptness - ketepatan waktu menyelesaikan

pekerjaan

Initiative – prakarsa dalam menyelesaikan

pekerjaan

Capability – kemampuan menyelesaikan pekerjaan

Communication – kemampuan membina

kerjasama dengan pihak lain

T.R.Mitchell (2008)

(28)

UUGD No. 14/2005 Pasal 1

Kinerja guru dibingkai dalam lingkup beban

tugas dan tanggungjawabnya, yaitu:

merencanakan pembelajaran,

melaksanakan pembelajaran

menilai hasil pembelajaran

membimbing dan melatih peserta didik, dan

melaksanakan tugas tambahan yang

melekat pada kegiatan pokok sesuai dengan

beban kerja Guru

(29)

PENILAIAN KINERJA GURU

(PKG)

PKG menjamin bahwa guru melaksanakan

pekerjaannya secara

profesional

PKG menjamin bahwa

layanan pendidikan

yang

diberikan oleh guru adalah

berkualitas

(30)

HASIL PK Guru

Merupakan

bahan evaluasi diri bagi guru

untuk mengembangkan potensi dan

karirnya

Sebagai

acuan bagi sekolah

untuk

merencanakan Pengembangan Keprofesian

Berkelanjutan (PKB)

Merupakan dasar untuk memberikan nilai

(31)

PENILAIAN KINERJA GURU

Penilaian kinerja guru

adalah

penilaian dari tiap butir kegiatan tugas

utama guru dalam rangka pembinaan

karier kepangkatan dan jabatannya

Penilaian kinerja guru dilakukan

setiap

tahun

14 (empat belas) kompetensi guru

pembelajaran

17 (tujuh belas) kompetensi guru

BK/konselor

pelaksanaan tugas tambahan lain yang

(32)

DOMAIN KOMPETENSI GURU

dalam PK Guru

Pedagogi

7 kompetensi

Kepribadi

an

3 kompetensi

Sosial

2 kompetensi

Profesiona

l

2 kompetensi

14 kompetensi

Guru Pembelajaran

Pedagogi

3 kompetensi

Kepribadi

an

4 kompetensi

Sosial

3 kompetensi

Profesiona

l

7 kompetensi

(33)

KOMPETENSI PEDAGOGI

(Pembelajaran)

1. Mengenal karakteristik anak didik

2. Menguasai teori belajar dan

prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik

3. Pengembangan kurikulum

4. Kegiatan pembelajaran yang

mendidik

5. Memahami dan mengembangkan

potensi

(34)

KOMPETENSI KEPRIBADIAN

(Pembelajaran)

8. Bertindak sesuai dengan norma

agama, hukum, sosial, dan

kebudayaan nasional Indonesia

9. Menunjukkan pribadi yang

dewasa dan teladan

(35)

KOMPETENSI SOSIAL

(Pembelajaran)

11.Bersikap inklusif, bertindak

obyektif, serta tidak diskriminatif

12.Komunikasi dengan sesama guru,

(36)

KOMPETENSI PROFESIONAL

(Pembelajaran)

13.Penguasaan materi struktur

konsep dan pola pikir keilmuan

yang mendukung mata pelajaran

yang diampu

14.Mengembangkan keprofesian

(37)

KOMPETENSI PEDAGOGI

(Pembimbingan)

1. Menguasai teori dan praksis

pendidikan

2. Mengaplikasikan perkembangan

fsiologis dan psikologis serta

perilaku konseli

(38)

KOMPETENSI KEPRIBADIAN

(Pembimbingan)

4. Beriman dan bertakwa kepada Tuhan

YME

5. Menghargai dan menjunjung tinggi

nilai-nilai kemanusian, individualitas

dan kebebasan memilih

6. Menunjukkan integritas dan stabilitas

kepribadian yang kuat

(39)

KOMPETENSI SOSIAL

(Pembimbingan)

8. Mengimplimentasikan kolaborasi

internal di tempat bekerja

9. Berperan dalam organisasi dan

kegiatan profesi BK

10.Mengimplimentasi kolaborasi

(40)

KOMPETENSI PROFESIONAL

(Pembimbingan)

11. Menguasai konsep dan praksis asesmen untuk

memahami kondisi, kebutuhan dan masalah

konseli

12. Menguasai kerangka teoritik dan praksis BK

13. Merancang program BK

14. Mengimplementasikan program BK yang

komprehensif

15. Menilai proses dan hasil kegiatan bimbingan

dan konseling

16. Memiliki kesadaran dan komitmen terhadap

etika profesional

(41)

KOMPONEN PK GURU TUGAS TAMBAHAN

(42)

KOMPONEN PK GURU TUGAS TAMBAHAN

(43)

PELAKSANAAN PENILAIAN

KINERJA GURU

Dilakukan

setiap tahun

oleh

kepala

sekolah

atau

pengawas

atau guru

senior yang ditunjuk oleh kepala sekolah

(yang telah memahami penilaian)

Penilaian terhadap

kompetensi guru

dilakukan dengan

instrumen tertentu

(44)

Refek si dan penilai

an diri Refek si dan penilai

an diri

Penilai Kinerja

– 14

Kompe-tensi

Profl Kinerja

– 14

Kompe-tensi

Rencana

PKB

per-tahun

Rencana

PKB

per-tahun

Penilai an Sumatif

Akhir Tahun

Penilai an Sumatif

Akhir

KERANGKA PENILAIAN DAN PENGEMBANGAN

KINERJA GURU

Peningkat an kinerja

Tahap Informal dan Tahap

Formal (kebutuha

n guru)

Peningkat an kinerja

Tahap Informal dan Tahap

Formal (kebutuha

n guru)

Pengemba ngan Kinerja (Kebutuha n sekolah) Pengemba

ngan Kinerja (Kebutuha n sekolah)

(45)
(46)
(47)

Nilai PK Guru

(14

sub

-kompetensi)

Pedoman PK Guru

Instrumen PK Guru Indikator kompetensi Daftar pertanyaan Pedoman PK Guru Instrumen PK Guru Indikator kompetensi Daftar pertanyaan

Penilai

di atau luar kelas

pertemuan

Setelah

pengamatan

Catatan hasil

Pengamatan dan/atau/ monitoring

pemberian nilai 1,2,3, 4 per sub-kompetensi melalui

konversi skor 0, 1, 2 Monitoring

(studi dokumen, wawancara kolega,

Siswa, orang tua

Pemberian Skor 0, 1, 2

indikator kinerja

guru dan penilai setuju

Laporan/-usulan

Laporan/-usulan

(48)

Pusat Pengembangan Profesi Pendidik

SISTEM

PELAPORAN

SISTEM

PELAPORAN

Online

(webBase)

Online

(webBase)

Ofine

(Stand

alone)

Ofine

(Stand

alone)

Hasil evaluasi diri berupa skor

kompetensi dan sub kompetensi , dan

saran rencanan pengembangan diri

guru.

hasil pengamatan asesor berupa skor

kompetensi dan perencanaan

peningkatan

Pelaporan

hasil pengamatan kualitatif asesor dan

(49)

Kompetensi 4

: Kegiatan Pembelajaran yang Mendidik

Pernyataan kompetensi

:

Guru menyusun dan melaksanakan rancangan pembelajaran yang mendidik secara lengkap. Guru melaksanakan kegiatan

pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Guru menyusun dan menggunakan berbagai mata pembelajaran dan sumber belajar sesuai dengan karakteristik peserta didik. Jika

relevan, guru memanfaatkan teknologi informasi komunikasi (TIK) untuk kepentingan pembelajaran.

INDIKATOR

1. Guru melaksanakan aktivitas pembelajaran sesuai dengan

rancangan yang telah disusun secara lengkap dan pelaksanaan aktivitas tersebut mengindikasikan bahwa guru mengerti

tentang tujuannya.

2. Guru melaksanakan aktivitas pembelajaran yang bertujuan untuk membantu proses belajar peserta didik, bukan untuk menguji sehingga membuat peserta didik merasa tertekan. 3. Guru mengkomunikasikan informasi baru (misalnya materi

tambahan) sesuai dengan usia dan tingkat kemampuan belajar peserta didik.

(50)

Proses Penilaian

Sebelum Pengamatan:

Mintalah RPP pada guru dan periksalah RPP tersebut.

1.Tanyakan tentang topik dan kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan. Tanyakan apakah kemungkinan akan ada kesulitan dalam membahas topik tersebut untuk mencapai tujuan yang ditetapkan. 2.dsb.

Selama Pengamatan:

1.Amati apakah guru menyesuaikan kemampuan peserta untuk berkonsentrasi dalam menerima pelajaran sesuai dengan tingkat perkembangannya

2.Amati apakah semua kegiatan yang dilaksanakan dalam pembelajaran dapat membantu peserta didik untuk mencapai tujuan pembelajaran 3.dsb.

Setelah pengamatan:

Mintalah guru untuk menjelaskan seberapa jauh tingkat keberhasilan dalam pembelajaran yang dilaksanakan, dan mengidentifkasikan bagian apa yang perlu diperbaiki.

(51)

-Laporan dan Evaluasi untuk

Kompetensi : ...

(Jika ada, lampirkan dokumen/bukti tambahan sebagai

pendukung)

Nama Guru

: ...

...

Nama Penilai

: ...

...

Sebelum PengamatanTanggal

Dokumen/Bahan yang diperiksa

Catatan tanggapan penilai terhadap dokumen/bahan yang diperiksa dan tanggapan/jawaban guru terhadap pertanyaan penilai

(52)

Selama Pengamatan

Tanggal

Dokumen/ Bahan yang diperiksa

Catatan penilai terhadap aktivitas/kegiatan guru

Tindak lanjut yang diperlukan

Setelah Pengamatan

Tanggal

Dokumen/ Bahan yang diperiksa

Catatan penilai terhadap dokumen/bahan yang diperiksa dan tanggapan/jawaban guru terhadap pertanyaan yang diajukan oleh penilai

(53)

Pemantauan

Tanggal

Dokumen/ Bahan yang diperiksa

Catatan penilai terhadap aktivitas/kegiatan guru selama pemantauan

(54)

LEMBAR

OBSERVASI

(diskripsi)

LEMBAR

OBSERVASI

INDIKATOR

KOMPETENSI

STANDAR

KOMPETENSI

ATAU

INDIKATOR

KOMPETENSI

INSTRUMEN

PKG

(IPKG)

INSTRUMEN

PKG

(55)

Penilaian

Kompetensi ; ... ...

Indikator terpenuhTidak

i

1. Guru melaksanakan aktivitas pembelajaran sesuai dengan

rancangan yang telah disusun secara lengkap dan pelaksanaan aktivitas tersebut mengindikasikan bahwa guru mengerti tentang tujuannya. 2. Guru melaksanakan aktivitas

pembelajaran yang bertujuan untuk membantu proses belajar peserta didik, bukan untuk menguji sehingga membuat peserta didik merasa

tertekan. 3. dsb.

Total skor

Skor Maksimum (banyaknya indikator x 2)

Persentase (total skor/skor maksimum x 100%)

Nilai (0 % < X ≤ 25 % = 1; 25 % <X ≤ 50 % = 2;

(56)

Penilaian Komptensi : Mengenal karakteristik peserta didik (Kompetensi 1) Indikator Skor 1. Guru dapat mengidentifikasi karakteristik belajar setiap peserta didik di

kelasnya. 0 1 2

2. Guru memastikan bahwa semua peserta didik mendapatkan

kesempatan yang sama untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan pembelajaran.

0 1 2

3. Guru dapat mengatur kelas untuk memberikan kesempatan belajar yang sama pada semua peserta didik dengan kelainan fisik dan kemampuan belajar yang berbeda.

0 1 2

4. Guru mencoba mengetahui penyebab penyimpangan perilaku peserta didik untuk mencegah agar perilaku tersebut tidak merugikan peserta didik lainnya.

0 1 2

5. Guru membantu mengembangkan potensi dan mengatasi kekurangan

peserta didik. 0 1 2 6. Guru memperhatikan peserta didik dengan kelemahan fisik tertentu agar

dapat mengikuti aktivitas pembelajaran, sehingga peserta didik tersebut tidak termarginalkan (tersisihkan, diolok-olok, minder, dsb.).

0 1 2

Total skor yang diperoleh 1 + 2 + 2 + 0 + 0 + 2 = 7 Skor Maksimum Kompetensi =banyaknya indikator dikalikan dengan skor

tertinggi 6 x 2 = 12 Prosentase skor kompetensi = total skor yang diperoleh dibagi dengan Skor

Maksimum Kompetensi dikalikan dengan 100% 7/12 x 100% = 58.33% Konversi Nilai Kompetensi (0 % < X ≤ 25 % = 1; 25 % <X ≤ 50 % = 2;

50 % < X ≤ 75 % = 3; dan 75 % < X ≤ 100 % = 4)

58.33% berada pada range 50 % < X ≤ 75 %, jadi kompetensi 1 ini nilainya 3

(57)

Nilai per kompetensi

Nilai per kompetensi

Nilai total yang diperoleh untuk kompetensi tersebut

Nilai tertinggi untuk kompetensi tersebut

X

100%

0% < X ≤ 25% = 1 25% <X ≤ 50% = 2

50% < X ≤ 75% = 3 75% < X ≤ 100% = 4

(58)

NO K O M P E T E N S I NILAI *) A. Pedagogik

1. Menguasai karakteristik peserta didik 3 2. Menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik 2

3. Pengembangan kurikulum 2

4. Kegiatan pembelajaran yang mendidik 4 5. Pengembangan potensi peserta didik 3 6. Komunikasi dengan peserta didik 2

7. Penilaian dan evaluasi 3

B. Kepribadian

8. Bertindak sesuai dengan norma agama, hukum, sosial dan kebudayaan nasional 3 9. Menunjukkan pribadi yang dewasa dan teladan 2 10. Etos kerja, tanggung jawab yang tinggi, rasa bangga menjadi guru 1 C. Sosial

11. Bersikap inklusif, bertindak obyektif, serta tidak diskriminatif 4 12. Komunikasi dengan sesama guru, tenaga kependidikan, orang tua, peserta didik, dan masyarakat 3 D. Profesional

13. Penguasaan materi, struktur, konsep dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu 4 14. Mengembangkan keprofesionalan melalui tindakan yang reflektif 2 Jumlah (Hasil penilaian kinerja guru) 38

(59)

Kriteria Nilai

Kompetensi 1 1 Kompetensi 2 2 Kompetensi 3 3 Kompetensi 4 3 Kompetensi 5 4 Kompetensi 6 2 Kompetensi 7 2 Kompetensi 8 3 Kompetensi 9 4 Kompetensi 10 4 Kompetensi 11 1 Kompetensi 12 3 Kompetensi 13 2 Kompetensi 14 4

Nilai PKG Min 14 – Max 56

Kriteria Nilai

Kompetensi 1 3 Kompetensi 2 1 Kompetensi 3 2 Kompetensi 4 4 Kompetensi 5 3 Kompetensi 6 3 Kompetensi 7 1 Kompetensi 8 2 Kompetensi 9 4 Kompetensi 10 3 Kompetensi 11 2 Kompetensi 12 1

………. 3

Kompetensi 17 2

Nilai PKG Min 17 – Max 68

(60)

91

100

Amat

baik

76

90

Baik

61

75

Cukup

51

60

Sedang

≤50

Kurang

Permennegpan & RB

No.16/2009

Nilai PKG Pembelajar

an

KONVERSI NILAI KINERJA

Nilai PKG

BK/Konselor

125%

100%

75%

50%

25%

dari jumlah angka kredit yang dibutuhkan per tahun

Untuk nilai PK

=38, maka

Nilai PK (skala

100) = 38/56 x

100 = 68

(61)

91

100

Amat

baik

76

90

Baik

61

75

Cukup

51

60

Sedang

≤50

Kurang

51

56

Permennegpan & RB

No.16/2009

Nilai PKG Pembelajar

an

KONVERSI NILAI KINERJA

Nilai PKG

BK/Konselor

(62)

50

Unsur

utama

90%

45

Pendidikan

38

Penilaian

kinerja

Kegiatan Pembelajaran

dan Tugas Tambahan

PKB

Publikasi/

karya inovatif

4

Wajib

Pengembangan

diri

3

Unsur penunjang

10%

5

KEBUTUHAN ANGKA KREDIT

(Guru Pertama III/b ke Guru Muda III/c)

Optional

(63)

ANGKA KREDIT AKHIR TAHUN

dari

Penilaian Kinerja

Amat baik

{38×(24/24)×125%}/4

11,675

Baik

{38×(24/24)×100%}/4

9,50

Cukup

{38×(24/24)×75%}/4

7,125

Sedang

{38×(24/24)×50%}/4

4,75

Kurang

{38×(24/24)×25%}/4

2,375

38

Bagi Guru Pertama

Gol III/b

dengan predikat:

(64)

……….., ………..

Guru yang

dinilai

Penilai

Kepala Sekolah

(………

………)

(………

………)

(………

………)

FORMAT PENGHITUNGAN ANGKA KREDIT PK GURU

Konversi nilai PK GURU (Pembelajaran) ke dalam skala 0 – 100 sesuai Permenneg PAN & RM No. 16 Tahun 2009 dengan

menggunakan rumus;

68

Berdasarkan hasil konversi ke dalam skala nilai sesuai dengan peraturan tersebut, selanjutnya ditetapkan sebutan dan

prosentase angka kreditnya

Cukup

Perolehan angka kredit (pembelajaran) yang dihitung berdasarkan rumus

Angka Kredit per tahun = (AKK – AKPKB – AKP) x (JM/JWM) x NPK

4

{38×(24/24)×75%}/4

7,125

Pusat Pengembangan Profesi Pendidik

(65)

ANGKA KREDIT AKHIR TAHUN

dari

Penilaian Kinerja

Amat baik

{38×(24/24)×125%}/4

11,675

Baik

{38×(24/24)×100%}/4

9,50

Cukup

{38×(24/24)×75%}/4

7,125

Sedang

{38×(24/24)×50%}/4

4,75

Kurang

{38×(24/24)×25%}/4

2,375

38

(66)

JENJANG JABATAN FUNGSIONAL GURU

(Permenneg PAN & RB No.16/2009, pasal 17)

Guru

Penata Muda, IIIa

Penata Muda Tingkat I, IIIb

Penata, IIIc

Penata Tingkat I, IIId

Pembina, IVa

Pembina Tingkat I, IVb

Pembina Utama Muda, IVc

Pembina Utama Madya, IVd

Pembina Utama, IVe

100

Kebutuhan Angka Kredit Komulatif (AKK) , PKB (AKPKB),

dan Unsur Penunjang (AKP) untuk kenaikan pangkat dan

jabatan

Kebutuhan

Angka Kredit Komulatif (AKK) , PKB (AKPKB),

dan Unsur Penunjang (AKP)

untuk kenaikan pangkat dan

jabatan

AKK

AKPKB

AKP

(67)

Simulasi

(

untuk kenaikan pangkat Guru Muda dari III/b ke III/c)

Bila guru berkinerja

“amat

baik

a. Angka kredit pembelajaran dalam 3 tahun = 3 x 11,675 = 34,9

b. Angka kredit dari publikasi/karya inovatif dalam 3 tahun = 4

c. Angka kredit pengembangan diri dalam 3 tahun = 3

d. Angka kredit dari unsur penunjang dalam 3 tahun = 5

(68)

Simulasi

(

untuk kenaikan pangkat Guru Muda dari III/b ke III/c)

Bila guru berkinerja

baik

a. Angka kredit pembelajaran dalam 4 tahun = 4 x 9,50 = 38

b. Angka kredit dari publikasi/karya inovatif dalam 4 tahun = 4

c. Angka kredit pengembangan diri dalam 4 tahun = 3

d. Angka kredit dari unsur penunjang dalam 4 tahun = 5

(69)

Simulasi

(

untuk kenaikan pangkat Guru Muda dari III/b ke III/c)

Bila guru berkinerja

“cukup”

a. Angka kredit pembelajaran dalam 4 tahun = 4 x 7,125 = 28.5

b. Angka kredit dari publikasi/karya inovatif dalam 4 tahun = 4

c. Angka kredit pengembangan diri dalam 4 tahun = 3

d. Angka kredit dari unsur penunjang = 5

Total angka kredit 4 tahun

= 28,5 + 4 + 3 + 5 =

40,5

Untuk dapat naik pangkat dalam 4 tahun, guru memerlukan angka kredit PKB tidak hanya 7, tetapi 16,5

(70)

Simulasi

(

untuk kenaikan pangkat Guru Muda dari III/b ke III/c)

Bila guru berkinerja

“cukup”

kemungkinan dapat naik pangkat dalam 5 tahun

a. Angka kredit pembelajaran dalam 5 tahun = 5 x 7,125 = 35,615

b. Angka kredit dari publikasi/karya inovatif dalam 5 tahun = 4

c. Angka kredit pengembangan diri dalam 5 tahun = 3

d. Angka kredit dari unsur penunjang dalam 5 tahun = 5

Total angka kredit 5 tahun

= 35,615 + 4 + 3 + 5 =

47,615

(71)

GURU DENGAN TUGAS TAMBAHAN

Angka kredit

kinerja pembelajaran

Hasil konversi kinerja pembelajaran ke angka kredit

menurut skala Permenegpan & RB 16/2009

=

X

Angka kredit kinerja tugas tambahan

=

Y

(72)

Kepala bengkel = 50%

X

+ 50%

Y

Kepala perpustakaan = 50%

X

+ 50%

Y

Kepala laboratorium = 50%

X

+ 50%

Y

Wakil kepala sekolah = 50%

X

+ 50%

Y

ANGKA KREDIT

(guru dengan tugas tambahan)

(73)

S A N K S I

(pelanggaran terhadap Permenneg PAN 7 RB No.16/2009

1. Guru yang tidak dapat memenuhi kewajibannya tugas utama,

beban mengajar (24 – 40 jam tatap muka atau membimbing

150 – 250 konseli), dan tidak mendapat pengecualian dari

Menteri Pendidikan Nasional dihilangkan haknya untuk

mendapat tunjangan profesi, tunjangan fungsional, dan

maslahat tambahan.

2. Guru yang terbukti memperoleh penetapan angka kredit

(PAK) dengan cara melawan hukum diberhentikan sebagai

Guru dan wajib mengembalikan seluruh tunjangan profesi,

tunjangan fungsional, dan penghargaan sebagai Guru yang

pernah diterima setelah yang bersangkutan memperoleh dan

mempergunakan penetapan angka kredit (PAK) tersebut.

(74)

Referensi

Dokumen terkait

Setiap tahun, guru harus dinilai kinerjanya secara teratur melalui Penilaian Kinerja Guru (PK Guru) dan wajib mengikuti Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB). PKB tersebut

Setiap tahun, guru harus dinilai kinerjanya secara teratur melalui Penilaian Kinerja Guru (PK Guru) dan wajib mengikuti Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB). PKB tersebut

Pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB) dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan, secara bertahap, berkelanjutan untuk meningkatkan profesionalitas guru. Hal ini berimplikasi

Pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB) dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan, secara bertahap, berkelanjutan untuk meningkatkan profesionalitas guru. Hal ini berimplikasi

Pada tahap formal ini, guru dikirimkan oleh sekolah untuk mengikuti pengembangan keprofesian berkelanjutan di lembaga pelatihan (misalnya P4TK, PT/LPTK, dan

Salah sistem pembinaan dan pengembangan terhadap profesionalisme guru adalah program pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB). PKB merupakan program yang

Penelitian ini bertujuan: (1) Mendapatkan sebuah model Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) untuk guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) program keahlian

Buku Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan dan Hasil Mengikuti PKB.. Buku Materi Tambahan/Pelengkap,