LAPORAN PRAKTIKUM
FISIKA DASAR 1
ACARA IV
KESETIMBANGAN GAYA
DISUSUN OLEH
RIZKA FITRIANA (G1B014038)
SITI HEDIYANTI (G1B014039)
PROGRAM STUDI FISIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS MATARAM
ACARA IV
KESETIMBANGAN GAYA
ABSTRAK
Praktikum ini berjudul Kesetimbangan gaya. Tujuannya ada 2, yaitu untuk mempelajari
tentang Hukum II Newton dan mahasiswa dapat mengetahui gaya-gaya dalam keadaan
setimbang. Pada kondisi setimbang, jumlah vektor gaya yang bekerja pada benda adalah nol. Ini
disebabkan karena percepatan benda adalah nol dan ada gaya yang berlawanan arah dan besarnya
sama. Untuk mengukur besarnya gaya, yaitu gaya horizontal (Fh) dan gaya vertikal (Fv) dengan
cara mengukur besarnya sudut yang terbentuk. Metode yang digunakan dalam percobaan ini
adalah pengukuran dan perhitungan pada analisis data. Percobaan dilakukan sebanyak 5 kali
dengan massa yang berbeda-beda. Besarnya Fh yang paling bagus yaitu Fh = -0,0364 0,01 N.
Besarnya Fv yang paling bagus yaitu Fv = 0,00348 0,02 N. Jadi, dapat disimpulkan bahwa
benda yang dalam keadaan setimbang berlaku hukum II Newton secara mutlak.
A. PELAKSANAAN PRAKTIKUM
1. Tujuan Praktikum
Praktikum ini bertujuan untuk :
a. Mempelajari tentang hukum kedua Newton.
b. Untuk dapat mengetahui gaya-gaya dalam keadaan setimbang.
2. Waktu Praktikum
Praktikum ini dilaksanakan pada :
Sabtu, 27 Desember 2014
3. Tempat Praktikum
Praktikum ini dilaksanakan di :
Laboratorium Fisika Dasar, Lantai II, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,
Universitas Mataram.
B. ALAT DAN BAHAN PRAKTIKUM
1. Alat-alat Praktikum
a. Statif
Hukum II Newton menyatakan bahwa “saat dilihat dari suatu kerangka acuan inersia, percepatan sebuah benda berbanding lurus dengan gaya netto yang bekerja padanya dan berbanding terbalik dengan massanya”, rumus matematisnya adalah :
ΣF =
m.a
Percepatannya disebabkan oleh gaya netto
ΣF
yang bekerja pada benda dimana gaya nettoini adalah jumlah gaya yang bekerja pada benda tersebut. Pada kesetimbangan gaya,
percepatan benda adalah
Maka
ΣF
= 0
Oleh karena kondisi benda tersebut menghasilkan persamaan (Serway, 2004 : 552). ΣFx = m.ax = 0
ΣFy = m.ay = 0 ΣFz = m.az = 0
Cara menghitung Standar Deviasi (SD) adalah:
SD =
√
∑ - ̅
-Cara menghitung error (δ) adalah:
δ =
D. PROSEDUR PERCOBAAN
Pada praktikum ini prosedur percobaannya adalah :
1. Menggantungkan 3 beban yang massanya berbeda pada benang.
2. Menggerakkan beban yang di tengah dan mengukur sudut kesetimbangan yang
dibentuk ( ).
3. Mengulangi langkah ke-2 dengan beban yang sama sebanyak 5 kali.
4. Mengulangi langkah ke-2 dan ke-3 dengan 5 kombinasi massa yang berbeda.
5. Mencatat hasil pengukuran yang diperoleh.
E. HASIL PENGAMATAN
Dengan menggantungkan 3 beban yang massanya berbeda pada benang di peroleh
Tabel 3. Kombinasi massa M1 = 0,11 kg, M2 = 0,12 kg, M3 = 0,2 kg
NO α ± 1o ± 1o ± 1o
1. 149o 141o 70o
2. 152o 146o 62o
3. 152o 150o 58o
4. 151o 149o 60o
5. 147o 142o 71o
Tabel 4. Kombinasi massa M1 = 0,12 kg, M2 = 0,15 kg, M3 = 0,1 kg
NO α ± 1o ± 1o ± 1o
1. 119o 100o 132o
2. 118o 106o 136o
3. 120o 101o 139o
4. 123o 99o 138o
5. 124o 104o 132o
Tabel 5. Kombinasi massa M1 = 0,15 kg, M2 = 0,12 kg, M3 = 0,125 kg
NO α ± 1o ± 1o ± 1o
1. 105o 130o 125o
2. 104o 129o 127o
3. 108o 125o 127o
4. 105o 125o 130o
5. 110o 120o 130o
F. ANALISIS DATA
5. 124o 104o 132o 0,078 0,127
√ diperoleh hasil sebagai berikut:
Tabel 11. Hasil gaya horizontal (Fh) dan gaya vertikal (Fv)
Kombinasi ̅ ̅
Praktikum kesetimbangan gaya bertujuan untuk mempelajari Hukum Newton II
Dari hasil percobaan, didapatkan nilai sudut yang hamper sama dengan 5 kali
pengulangan. Pada kombinasi pertama dengan massa m1 = 0,16kg , m2 = 0,17 kg , dan m3
= 0,15 kg diperoleh α=1ββ , =11γ dan =1β . Percobaan setiap kombinasi dilakukan
pengulangan selama lima kali. Sehingga didapatkan rata-rata gaya horizontal (Fh) pada
kombinasi pertama adalah ̅ dan gaya vertikalnya adalah ̅
0,034 0,02 N. Dari hasil perhitungan pada analisis data, di peroleh beberapa gaya
bernilai negatif dan sisanya positif. Tanda negatif menunjukkan bahwa gaya tersebut
arahnya berlawanan dari titik awalnya. Fh negatif menyatakan bahwa arah gaya
kesetimbangan kearah x negatif dan Fv negatif menyatakan bahwa arah gaya
kesetimbangan kearah y negatif. Dari perhitungan tersebut terlihat bahwa hasilnya sudah
sangat baik karena angkanya sangat kecil dengan error yang kecil pula. Untuk
mendapatkan hasil yang lebih bagus kita perlu memperhatikan alat yang digunakan,
terutama pada katrolnya. Katrol yang digunakan haruslah tepat posisinya karena gesekan
pada katrol sangat mempengaruhi hasil percobaan yang dilakukan. Pada percobaan kali
ini jumlah seluruh gaya adalah sama dengan nol ∑ dan segitiga yang
H. PENUTUP
1. Kesimpulan
Berdasarkan haril percobaan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa :
a. Benda yang dalam keadaan setimbang berlaku hukum Newton II (
ΣF = m.a
),
karenabenda yang dalam keadaan setimbang memiliki percepatan sama dengan nol, sehingga
total gaya yang bekerja sama dengan nol (
ΣF =
0 ).
b. Gaya-gaya yang bekerja dalam keadaan setimbang adalah gaya horizontal dan gaya
vertikal, dimana jumlah gayanya adalah nol.
2. Saran
Untuk para praktikan, sebelum melakukan praktikum harus memperhatikan peralatan
yang digunakan, terutama katrolnya dan harus teliti dalam membaca besarnya sudut yang
DAFTAR PUSTAKA
= 0,1215
Fv1 = F1 sin ( – 90) + F2 sin (α – 90) – F3
= 1,47 sin (138 – 90) + 1,176 sin (110 – 90) – 1,225
= 0,2696 N
Menghitung rata-rata dan ralat perhitungan menggunakan kombinasi massa pertama (M1 = 0,16 kg, M2 = 0,17 kg, M3 = 0,15 kg)
Rata-rata Fh
̅
̅
=
= -0,00312 N
Rata-rata Fv
̅
̅
=
= 0,19986 N
Standar deviasi Fh
SD = √∑ ̅
= √
= √
= √
Tabel 12. Hasil Standar Deviasi dan Error Fh dan Fv
Kombinasi Gaya Horizontal (Fh) Gaya vertikal (Fv)
SD δ SD δ
II 0,1200 0,05 0,0678 0,03
III 0,0671 0,03 0,0892 0,04
IV 0,0909 0,04 0,1162 0,05