ANALISIS SEMANTIK MAKNA MENGENAI PENAMAAN (PENYEBUTAN) PRODUK-PRODUK YANG ADA DI INDONESIA
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas Ujian Akhir Sekolah (UAS) Mata kuliah Linguistik Umum 2
Dosen pengampu Drs. Tri Mastoyo, M.Hum
Disusun oleh Riris Sumarna (15/389048/PSA/07902)
Linguistik Kelas B
PROGRAM PASCASARJANA LINGUISTIK FAKULTAS ILMU BUDAYA
Pendahuluan
Sebagai salah satu cabang linguistik, semantik dapat dikatakan berbeda dari cabang linguistik lainnya seperti morfologi, fonologi, dan sintaksis. Subsistem gramatika (sintaksis), fonologi dan morfologi bersifat sentral sedangkan subsistem semantik bersifat periferal (Chaer, 2012:285). Disebut periferal karena kaum strukturalis menganggap jika makna yang menjadi objek semanatik tersebut tidaklah jelas. Kaum strukturalis menganggap jika ‘makna’ tidak dapat diamati secara empiris sebagaimana subsistem seperti morfologi dan sintaksis. Makna tersebut dapat dihubungkan dengan gejala atau peristiwa pembentukan kata tersebut sehingga kajian semantik kurang begitu mendapat perhatian kala itu.
Pada abad modern Chomsky (1965) menyatakan bahwa studi mengenai semantik sangatlah penting, karena makna kata dan kalimat sangat ditentukan oleh semantik. Jika dihubungkan dengan teori Saussure mengenai komponen penanda dan petanda sesungguhnya studi linguistik tanpa semantik tidak ada artinya. Barulah setelah itu kajian mengenai semantik mulai semarak hingga sekarang. Sehingga timbullah beberapa penelitian yang dapat dianalisis dari segi semantik terutama dalam pemaknaan suatu kata.
Indonesia serta hubungan pembentukan kata tersebut terhadap makna yang dihasilkan.
Penulis berharap dengan adanya penelitian ini akan menambah khasanah penelitian mengenai semantik di Indonesia. Penulis ingin menunjukkan jika kajian semantik terutama mengenai makna ternyata sangat luas dan banyak dijumpai dalam kehidupan sehari-hari bahkan produk-produk yang sering dikonsumsi atau digunakan masyarakat di Indonesia sehari-hari. Selain itu bagi ilmu lain diluar linguistik terutama ilmu ekonomi yang berhubungan dengan pemasaran produk dapat menjadikan penelitian ini sebagai referensi tambahan dalam penemaan produknya sehingga tidak asal-asalan, karena menurut penulis penamaan produk itu juga salah satu upaya pemasaran agar produk tersebut laku untuk dijual. Sehingga ketika mereka menamai suatu produk perlu dipertimbangkan juga aspek semantik dalam pembentukannya.
Metode
Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode kualitatif deskriptif dalam penjabaran hasil analisisnya. Nama produk yang dijadikan data adalah produk yang sering digunakan dan dikonsumsi masyarakat dalam kehidupan sehari-hari Produk-produk tersebut biasanya diiklankan di Televisi. Berikut ini adalah langkah-langkah dalam penelitian:
1. Mengumpulkan data berupa nama produk, data diambil secara acak.
2. Mengkategorikan data tersebut berdasarkan kriterianya seperti makanan, minuman, obat-obatan, kosmetik dan lain-lain.
pengetahuan penulis, referensi mengenai sejarah latar belakang produk diambil dari internet.
4. Menganalisis hubungan pembentukan kata tersebut terhadap makna yang dihasilkan.
Pembahasan
Berdasarkan data yang telah terkumpul, terdapat 94 nama produk dengan berbagai macam nama. Dari 94 nama produk tersebut penulis memilah produk-produk tersebut berdasarkan 4 kriteria. Kriterian produk tersebut adalah; (1) produk makanan dan snack, (2) produk minuman dan susu, (3) produk obat-obatan,(4) produk kecantikan, (5) produk deterjen, sabun dan pewangi pakaian (6) produk minyak wangi atau parfum. Berdasarkan data yang ada, ditemukan bahwa nama-nama pada produk-produk tersebut setiap katanya dibentuk oleh gabungan kata sifat atau kata benda yang pada dasarnya mencirikan produk tersebut. Nama-nama tersebut mewakili sejarah, sifat ataupun bentuk dari produk itu sendiri. Muljana (1964:14) menyebutkan bahwa pemakaian kata sifat untuk menyebut benda adalah peristiwa semantik, karena dalam peristiwa tersebut terjadi transposisi makna dalam pemakaian, yakni perubahan dari kata sifat menjadi kata benda. Berdasarkan pernyataan Muljana diatas dapat disimpulkan bahwa dalam penyebutan nama pada suatu benda dapat dipastikan terdapat unsur lain yang ada dibaliknya, apakah itu ciri fisiknya, sejarah asal mulanya ataupun anggapan dari masyarakat setempat dimana benda itu berada.
Dalam hal ini berlaku juga untuk produk-produk merek dagang yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari di Indonesia.
Muljana (1964: 11-18) dalam Semantik ilmu makna menyebutkan bahwa gejala penyebutan benda itu dapat diklasifikasikan berdasarkan peristiwa-peristiwa seperti berikut ini; (1) Penyebutan berdasarkan tiruan bunyi, (2) Penyebutan berdasarkan sebagian dari seluruh tanggapan, (3) Penyebutan berdasarkan sifat yang menonjol (4) Penyebutan berdasarkan penemu, pabrik pembuatnya atau nama dalam sejarah (5) Penyebutan berdasarkan tempat asal (6) Penyebutan berdasarkan bahan, (7) Penyebutan dalam bidang ilmiah, (8) Penyebutan berdasarkan kesamaan.
Berpatokan pada delapan klasifikasi yang telah ditentukan oleh Muljana, nama-nama produk yang ada di Indonesia pada umumnya berdasarkan 5 kriteria ditambah 1 kriteria yang merupakan kombinasi dari kriteria-kriteria tersebut yakni (1) sifat yang menonjol, (2) penemu, pabrik pembuatnya atau nama dalam sejarah, (3) bahan dan (4) tiruan bunyi (5) tempat asal (6) kombinasi antara sifat menonjol dengan penemu, pabrik atau nama dalam sejarah. Kriteria penyebutan berdasarkan sifat menonjol menduduki peringkat pertama pada produk makanan, minuman, obat, sabun dan sampo. Sedangkan kriteria berdasarkan penemu, pabrik pembuatan atau nama dalam sejarah menduduki peringkat pertama pada produk kecantikan. Berikut ini adalah tabel peringkat penyebutan berdasarkan kriteria penggunaan:
Tabel 1
Kriteria produk SM PPNS B TB TA
Makanan/snack 11 4 9 2 1
Minuman dan susu 10 5 4 0 0
2. Penamaan (Penyebutan) berdasarkan sebagai dari seluruh tanggapan :ST
3. Penamaan (Penyebutan) berdasarkan sifat menonjol :SM
4. Penamaan (Penyebutan) berdasarkan penemu, pabrik pembuatnya atau nama sejarah
:PPNS
5. Penamaan (Penyebutan) berdasarkan tempat asal :TA
6. Penamaan (Penyebutan) berdasarkan bahan :B
7. Penamaan (Penyebutan) berdasarkan dalam bidang ilmiah :BI 8. Penamaan (Penyebutan) berdasarkan kesamaan :K
Berikut ini adalah uraian mengenai masing-masing kriteria yang digunakan dalam produk-produk yang ada di Indonesia.
1. Penyebutan berdasarkan tiruan bunyi
Penyebutam berdasarkan tiruan bunyi telah lama dianut oleh kaum naturalis sejak zaman Yunani kuno. Beberapa penganut aliran naturalis seperti Cratilus, Plato dan Aristoteles. Mereka berpandangan bahwa semua kata secara ‘alamiah’ memang sesuai dengan sesuatu yang ditandainya (Lyons, 1968:4). Kesesuaian secara alamiah tersebut salah satunya adalah benda dan bunyi yang berkaitan dengan benda tersebut. Kesesuaian tersebut merupakan bunyi-bunyi tertentu yang menyerupai. Bunyi-bunyi tersebut merupakan tiruan macam bunyi tertentu, dan ada hubungan alamiah yang jelas antara bentuk fisik dan benda yang menandainya (Lyons, 1968:4). Secara alamiah bunyi-bunyi tersebut tidak sama tepat dengan bunyi yang dihasilkan. Menurut Muljana ketidaktepatan itu dikarenakan binatang ataupun benda tersebut tidak memiliki alat ucap fisiologis seperti manusia yang akan menirukannya (1964:12). Tiruan-tiruan bunyi tersebut disebut dengan onomatope yang berasal dari kata Yunani yang artinya “pembuatan nama-nama”.
dari verba ‘remas’. Menurut KBBI online ‘remaz’ memiliki arti mengepal-ngepal dan memerah-merah;-tepung;-kerupuk’. Tindakan tersebut apabila diberlakukan pada suatu benda yang pipih, kering, ringan, tipis seperti kerupuk atau mie kering akan menimbulkan bunyi ‘kres..kres..kress..” Sehingga ‘remas’ sendiri merupakan onomatope, dan penyebutan ‘remez’ merupakan turunan dari verba ‘remas’ yakni bentuk non formal dari ‘remas’.
Begitu juga dengan produk ‘Sukro’ yang secara fisik produk tersebut berupa kacang atom yang bulat putih seperti bola. ‘Sukro’ merupakan tiruan bunyi dari ‘krek’, yakni bunyi yang dihasilkan apabila suatu benda memiliki ciri bulat, kering dan permukaan dalamnya kosong, jadi apabila dimakan akan ada bunyi “krek..krek”. Produk ‘Nyam-nyam’ juga merupakan penyebutan berdasarkan bunyi, karena jika makanan tersebut dikunyah oleh anak-anak rasanya enak sehingga terdengar ‘nyam...nyam’. Selain produk makanan atau snack berdasarkan data belum ditemukan produk yang penyebutannya berdasarkan tiruan bunyi. Akan tetapi beberapa minuman yang dibuat di restoran yang tidak dijual luas seperti produk minuman secara umum seperti jus mereka identik memberikan nama dengan milk shake. Pemberian nama tersebut karena ketika diblender atau di kocok (shake) akan menimbulkan bunyi “sh..sh..sh” sehingga kata “shake” dalam bahasa Inggris itu sendiri sebenarnya adalah bentuk onomatope. Sehinggan bentuk minuman ini tidak termasuk dalam data karena tidak dijual bebas di pasaran dan tidak ditayangkan di Televisi. Kriteria produk yang dijadikan data adalah produk yang dijual dan dapat ditemui pada kehidupan sehari-hari. Akan tetapi bisa jadi suatu saat akan ada produk dengan nama tersebut.
2. Penyebutan berdasarkan sifat yang menonjol
berdasarkan sifat menonjol dari benda tersebut. Berdasarkan ciri sifat yang menonjol tersebut penyebutan atau penamaan benda menjadi sangat beraneka ragam dan luas. Penyebutan sifat menonjol menduduki peringkat pertama pada produk makanan, minuman, obat-obatan, sabun dan sampo.
Pada makanan atau snack sifat menonjol yang mengarah pada bentuk makanan tersebut contohnya; Taro net, Oring, Chiki balls. Berdsarkan bentuknya ‘Taro net’ berbentuk kotak dan permukaannya berlubang kotak-kotak seperti jaring. Sehingga kata net memiliki arti “jaring” dalam bahasa Inggris. Oring merupakan snack yang memiliki bentuk seperti huruf ‘O’ sehingga identik seperti cincin, cincin dalam bahasa Inggris adalah ring. Sedangkan dalam produk minuman terdapat teh yang namanya ‘teh kotak’. Penyebutan teh tersebut didasarkan pada bentuk kemasannya yang menonjol yakni berbentuk ‘kotak’. Selain makanan dan minuman, data mengenai penyebutan berdasarkan bentuk menonjol tidak ditemukan pada produk lain.
Selain penyebutan sifat menonjol berdasarkan bentuk, terdapat pula penyebutan sifat menonjol yang mengasosiasikan benda tersebut dengan ciri-ciri lain, misalnya ‘rich, super, good dan lain-lain’. Dalam produk makanan dijumpai produk dengan nama ‘Richeese, Sojoy, Zuperrkeju, Good Time. ‘Richeese’ merupakan wafer yang memiliki rasa keju, kandungan keju dalam makanan ini sangat banyak sehingga diasosiasikan bahwa wafer tersebut kaya akan kandungan kejunya. Penyebutan ‘Richeese’ sebenarnya merupakan gabungan penyebutan berdasarkan sifat menonjol dan penyebutan berdasarkan bahan, karena terbuat dari keju.
merupakan produk wafer yang dilapisi keju. Berdasarkan penyebutannya ‘Zuperrkeju’ dapat dikategorikan penyebutan berdasarkan bahan dan sifat menonjol, karena terbuat dari keju, selain itu kata ‘zuper’ dimaknai bahwa makanan tersebut kaya akan keju. ‘Good Time’ merupakan nama produk biskuit. Biskuit tersebut sangat cocok dinikmati dalam suasana yang menyenangkan, sehingga pemberian nama tersebut diasosiasikan dengan waktu yang menyenangkan sangat cocok menikmati ‘Good Time’.
Dalam produk minuman atau susu ditemukan nama produk seperti You C1000, Ekstrajoss, pocari sweat, dan lain sebagainya. Pemberian nama tersebut diasosiasikan pada hal lain, yakni You C1000 adalah produk suplemen yang berbentuk minuman, sehingga konsumen yang meminum minuman tersebut diasosiasikan jika vitalitasnya kembali normal tidak hanya seratus persen namun seribu. Produk lain adalah ‘Pocari Sweat’, produk tersebut merupakan minuman penambah ion tubuh. Ion tubuh menurun atau hilang dikarenakan kurang cairan karena memproduksi keringat yang berlebih. Keringat dalam bahasa Inggris memiliki arti “sweat’, sehingga dengan meminum “pocari sweat” ion tubuh yang diakibatkan kekurangan cairan karena berkeringat akan kembali normal.
Selain produk makanan dan minuman penyebutan berdasarkan sifat menonjol ditemukan pada produk ‘obat-obatan’, ‘sabun deterjen dan pewangi’, ‘sampo’, ‘minyak wangi’. Pada obat-obatan terdapat nama produk seperti Vitacimin, Tolak angin, Vision, dan lain-lain. Pada produk sabun, deterjen, dan pewangi terdapat nama produk seperti; Sun-light, So klin, Vanish, wardah dan sebagainya. Sedangkan dalam produk sampo terdapat produk dengan nama ‘Head and Shoulder’, ‘Clear’, ‘Natur’ dan lain sebagainya. Jika dilihat asosiasi antara benda dan sifat menonjolnya berikut ini adalah beberapa penjelasan dari produk tersebut.
angin masuk ke dalam tubuh dan mengakibatkan masuk angin. Dengan meminum ‘Tolak Angin’ maka angin yang ada dalam tubuh tersebut akan bertolak keluar sehingga akan sehat kembali. Sedangkan ‘Vision’ adalah produk tetes mata, vision merupakan kata yang berasal dari bahasa Inggris yang jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia adalah ‘pandangan’. Sehingga orang yang sakit mata atau terpapar debu dengan meneteskan ‘Vision’ penglihatannya akan kembali normal.
Lain halnya dengan produk deterjen, sabun dan pewangi. Nama-nama produk tersebut sebagian besar diidentikkan dengan sifat bersih, seperti ‘Sun-light, So kiln, Vanish’. ‘Sun-light’ diasosiasikan dengan bersih kinclong, ‘So klin’ berasal dari kata so clean yang artinya ‘sangat bersih’, dan ‘Vanish’ dalam bahasa Inggrisnya artinya ‘lenyap atau hilang noda yang ada dipakaiannya’. Sedangkan produk sampo bervariasi mengenai penyebutan sifat menonjol tersebut ada yang identik dengan ‘bersih’ seperti sampo “ clear, head and houlders’ dan ada juga asosiasi akibat dari penggunaan sampo tersebut. Seperti ‘rejoice’ yang artiya ‘riang gembira’. Sedangkanglan produk parfum seperti ‘Wardah’ berasal dari bahasa Arab yang artinya ‘bunga mawar’. Bunga awar memiliki sifat menonjol anggun, cantik, wangi. Sehingga konsumen Wardah diasosiasikan menjadi anggun, cantik dan wangi.
3. Penyebutan berdasarkan penemu, pabrik pembuatnya atau nama dalam sejarah
Penyebutan berdasarkan nama orang dinamakan ‘appellativa’. Dalam penamaan suatu produk kriteria ini menduduki tingkat kedua setalah penyebutan berdasarkan sifat menonjol. Nama-nama produk yang didasarkan pada nama penemunya antara lain Es krim wall’s yang dibuat pertama kali oleh Richard Walls di London, Cokelat Cadbury yang dibuat oleh John Cadbury di Birmingham Inggris, Pon’s produk kecantikan yang ditemukan oleh seorang ahli Farmasi di Amerika yang bernama Theron T. Pond, dan sampo Rudi yang diracik oleh Rudi Hadisuwarno.
rasa dan aroma mie tersebut adalah rasa masakan-masakan yang ada di Indonesia seperti ‘ayam bawang, soto, pecel dan lain-lain’. ‘Milo’ adalah produk susu yang namanya diambil dari salah satu atlet Yunani yang terkenal yang bernama Milo of Croton.
4. Penyebutan berdasarkan bahan
Menurut Muljana (1964:16) di Indonesia tidak banyak ditemukan transposisi bahan terhadap benda yang dibuat dari bahan yang bersangkutan. Berkaitan dengan pernyataan Muljana telah terbukti pada data yang ada bahwa produk yang ada di Indonesia sangat sedikit dibandingkan pemberian nama berdasarkan sifat menonjol dan nama atau sejarah. Jika ditilik lebih jauh, sebenarnya penyebutan nama berdasarkan bahan sebagai nama suatu produk sangatlah memberikan keuntungan pagi produsen karena tanpa memperkenalkan produk para konsumen secara langsung dapat mengetahui identitas dari produk itu sendiri. Menurut Hadiwijoyo (1993:14) kesan yang ditangkap seseorang akan diserap lewat inderanya. Dalam kata lain kesan tersebut adalah kesan seseorang setelah membaca kata yang merupakan bahan dari produk tersebut, contohnya ‘Garcia’ yang dijadikan nama tersebut. Sehingga dengan melihat nama produk tersebut calon konsumen akan langsung mendapatkan kesan jika produk tersebut alami dan dibuat dari ekstrak kulit manggis sehingga tidak perlu bertanya-tanya mengenai identitas produk tersebut maupun kebimbangan dalam membeli produk tersebut karena bahan-bahannya belum diketahui dengan jelas.
Nama produk yang berdasarkan bahan paling banyak terdapat pada makanan, sisanya ada pada produk minuman, dan obat. Nama-nama tersebut dapat berupa nama asli maupun turunan dari nama asli tersebut. Nama produk tersebut antara lain; Chitato, Cheetos, Potato, Vita coco, Q Guava, Garcia, Madu Rasa dan lain sebagainya. Meskipun nama tersebut bukan nama bahan asli adakalanya nama tersebut merupakan turunan dari bahan tersebut contohnya Vita coco yang turunan dari coconut yang berarti ‘kelapa’, ‘choki-choki’ yang merupakan turunan dari ‘cokelat’.
Penyebutan berdasarkan kombinasi kriteria tidak disebutkan oleh Muljana, namun penulis menemukan gejala yang ada pada nama produk tersebut, antara lain produk ‘Pilus Garuda’ yang merupakan gabungan sifat menonjol dan sejarah, Richeese dan Zuperrkeju yang merupakan gabungan dari kriteria sifat menonjol dan bahan, Potato stick yang merupakan gabungan antara sifat menonjol bentuk dan bahan. Selain itu terdapat pula produk Sariayu Marta Tilar yang pemberian nama tersebut berasal dari pembuat produk tersebut yakni Marta Tilar, sedangkan kata ‘Sariayu’ memiliki arti ‘wong ayu’ dalam bahasa Indonesianya artinya ‘orang cantik’. Sehingga produk Sariayu Marta Tilar merupakan penyebutan gabungan antara nama penemu dan kriteria sifat menonjol ‘wong ayu.
Kesimpulan
Penamaan produk suatu barang merupakan suatu upaya produsen untuk menarik konsumen. Penamaan tersebut bukanlah semata-mata nama biasa, namun penamaan tersebut merupakan gabungan dari kata-kata yang menjadi identitas produk atau benda tersebut. Berdasarkan analisis data, nama-nama produk di Indonesia yang meliputi produk; (1) makanan dan snack, (2) produk minuman dan susu, (3) produk obat-obatan,(4) produk kecantikan, (5) produk deterjen, sabun dan pewangi pakaian (6) produk minyak wangi atau parfum memiliki beberapa kriteria seperti yang disebutkan oleh Muljana.
kecantikan. Selain itu tidak ditemukan kriteria-kriteria seperti ‘Penyebutan berdasarkan sebagian dari seluruh tanggapan’, ‘Penyebutan berdasarkan tempat asal’, ‘Penyebutan dalam bidang ilmiah’ dan ‘Penyebutan berdasarkan kesamaan’.
Referensi
Chaer, Abdul. 2012. Linguistik Umum. Jakarta: Rineka Cipta. Hadiwidjoyo, M.1993. Kata dan Makna. Bandung: ITB Bandung. KBBI online. Diakses pada tanggal 4 Juni 2016, pukul 11.01 WIB.
Lyons, J.1968. Introduction to Theoretical Linguistics. New York. Cambridge University Press.
Muljana, S. 1964. Semantik; Ilmu Makna. Jakarta: Djamban.
Referensi mengenai informasi produk
http://agungprie.blogspot.co.id/2011/08/sejarah-ice-cream-walls.html. Diakses pada tanggal 3 Juni 2016, pukul 11.01 WIB.
http://www.garudafood.com/?page_id=152&lang=IN. Diakses pada tanggal 3 Juni 2016, pukul 101 WIB.
https://funnfan.wordpress.com/2011/05/07/sejarah-coklat-cadbury/. Diakses pada tanggal 4 Juni 2016, pukul 12.0 WIB.
http://patisserielunchbox.blogspot.co.id/2011/11/oreo-biscuit-biskuit-oreo-asal- mula.html. Diakses pada tanggal 4 Juni 2016, pukul 13.00 WIB.
http://triosemprul.blogspot.co.id/2013/03/rahasia-dibalik-nama-pepsi-dan-logo.html. Diakses pada tanggal 4 Juni 2016, pukul 13.15 WIB.
https://id.wikipedia.org/wiki/Milo_(minuman). Diakses pada tanggal 2 Juni 2016, pukul 11.00 WIB.
https://www.brilio.net/news/sejarah-penamaan-brand-brand-terkenal-dunia-kamu-mesti-tahu-150907c.html. Diakses pada tanggal 4 Juni 2016, pukul 11.01 WIB.
http://www.ponds.co.id/article/detail/1050266/sejarah-ponds. Diakses pada tanggal 4 Juni 2016, pukul 11.01 WIB.
http://www.olay.co.id/id-id/olay-heritage/our-history. Diakses pada tanggal 4 Juni 2016, pukul 11.01 WIB.
https://jualpasjel.wordpress.com/2014/07/25/sejarah-garnier/. Diakses pada tanggal 3 Juni 2016, pukul 10.01 WIB.
http://www.vaseline.co.id/article/vaselinestory.html. Diakses pada tanggal 2 Juni 2016, pukul 14.00 WIB.
http://www.vemale.com/brand/13455-nivea-produk-kecantikan-asal-jerman.html. Diakses pada tanggal 4 Juni 2016, pukul 11.01 WIB.
http://mylintas.blogspot.co.id/2012/05/sejarah-sabun-lifeboy-wajib-tau.html. Diakses pada tanggal 4 Juni 2016, pukul 23.00WIB.
https://kalabang.wordpress.com/2010/10/04/kisah-sukses-martha-tilaar/. Diakses pada tanggal 5 Juni 2016, pukul 10.00 WIB.
http://biografi-orang-sukses-dunia.blogspot.co.id/2013/10/biografi-mooryati-soedibyo-pendiri.html. Diakses pada tanggal 5 Juni 2016, pukul 12.01 WIB.
DATA
No. Produk
makanan/snac k
TB ST SM PPNS TA B BI K Referensi sumber data
1. Chitato +
2. Taro net +
3. Es krim wall’s + http://agungprie.blogspot.co.
id/2011/08/sejarah-ice-cream-walls.html
4. Pilus Garuda + + http://www.garudafood.com/
?page_id=152&lang=IN
5. Richeese + +
6. Mie Remez +
Total 0 0 1 3 0 0 0 0 Singkatan
1. Penamaan (Penyebutan) berdasarkan tiruan bunyi :TB
2.Penamaan (Penyebutan) berdasarkan sebagai dari seluruh tanggapan :ST
3.Penamaan (Penyebutan) berdasarkan sifat menonjol :SM
4. Penamaan (Penyebutan) berdasarkan penemu, pabrik pembuatnya atau nama sejarah :PPNS
5. Penamaan (Penyebutan) berdasarkan tempat asal :TA
6. Penamaan (Penyebutan) berdasarkan bahan :B
7. Penamaan (Penyebutan) berdasarkan dalam bidang ilmiah :BI