PEMANFAATAN TEKNIK PENGINDERAAN JAUH DAN
SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK MEMANTAU
PERKEMBANGAN PEMUKIMAN DI SIDOARJO
Sri Wiwoho Mudjanarko, ST, MT
ABSTRAK
Penyediaan perumahan di Jawa Timur khususnya Kota Sidoarjo dari tahun ke tahun terus meningkat seiring dengan pertumbuhan / perkembangan jumlah penduduk, meskipun prosentasenya belum sebanding antara kebutuhan dengan penyedianya. Hasil dari peneltian ini menunjukkan perkembangan permukiman antara tahun 1997 sampai tahun 2002 antara lain : kecamatan Sidoarjo seluas 548.51 hektar menjadi 1096.56 hektar, kecamatan Candi seluas 422.67 hektar menjadi 822.05 hektar, dan kecamatan Buduran seluas 175.22 hektar menjadi 354.71 hektar. Luasnya lahan permukiman di kabupaten Sidoarjo dimungkinkan karena jumlah penduduk di kecamatan ini paling besar yaitu sebesar 130.435 jiwa (sumber Kabupaten Sidoarjo dalam angka, 2003). Perkembangan permukiman terbesar terdapat pada kelurahan Lebo sebesar 248.30 hektar. Hal ini sesuai dengan data “Perumahan KPR-BTN di Kabupaten Sidoarjo tahun 2001 “, sumber data pokok untuk pembangunan publikasi no. 4 kabupaten Sidoarjo”, yang menyebutkan di kelurahan Lebo terdapat pembangunan KPR-BTN dengan luas 47 hektare 1.930 rumah. Perkembangan luas permukiman tiga kecamatan dalam lima tahun hampir 100 %. Jadi tiap tahun pertumbuhan permukiman di kabupaten Sidoarjo rata-rata adalah 20 %. Pada penelitian ini menggunakan data terakhir citra tahun 2002 sehingga pada akhir tahun 2004 ini tentunya dapat diperkirakan pertumbuhan permukiman naik sebesar lebih kurang 40 % dari total tahun 2002 sebesar 548.05 hektar menjadi sebesar 767.27 hektar khusus untuk kecamatan Sidoarjo saja.
Kata Kunci : Perkembangan Permukiman, Data Citra Satelit, Jumlah Penduduk
Latar Belakang Masalah
Pembangunan permukiman diarahkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan perumahan baik di perkotaan maupun di pedesaan dengan melalui penyediaan perumahan yang layak huni beserta sarana-sarana penunjangnya. Penyediaan perumahan di Jawa Timur khususnya Kota Sidoarjo dari tahun ke tahun terus meningkat seiring dengan pertumbuhan / perkembangan jumlah penduduk, meskipun prosentasenya belum sebanding antara kebutuhan dengan penyedianya. Saat ini kota Sidoarjo sedang menuju kota besar, jumlah penduduknya semakin lama semakin meningkat jumlahnya. Dengan bertambahnya jumlah penduduk ini maka bertambah pula tingkat kebutuhan perumahan.
Perumusan Masalah
a. Bagaimanakah teknik analisis dan evaluasi dengan menggunakan teknik Penginderaan Jauh dan SIG hingga diperoleh informasi pada permukaan bumi melalui pengenalan obyek sebagai bahan pertimbangan dalam mengarahkan perkembangan pemukiman pada kawasan pinggiran kota ? b. Bagaimana informasi yang di akses dari citra Landsat dapat memberikan
c. Apakah perkembangan lingkungan pemukiman dapat tumbuh dengan terencana sesuai dengan arahan Rencana Tata Ruang Wilayah ( RTRW ) Kabupaten Sidoarjo setelah adanya luapan lumpur lapindo ?
Pembatasan Masalah
Wilayah studi dibatasi pada Kabupaten Sidoarjo meliputi wilayah kecamatan Sidoarjo, kecamatan Candi dan kecamatan Buduran. Hal ini disebabkan wilayah kecamatan Sidoarjo merupakan daerah yang paling pesat perkembangannya dibandingkan kecamatan lainnya, disamping itu terdapat pusat pemerintahan, industri dan belanja.
Bagan Alir Penelitian
Peta – peta yang digunakan
Peta Topografi Sidoarjo, skala 1 : 25.000, Tahun 1997, Sumber : Badan Koordinasi Survey Dan Pemetaan Nasional ( BAKOSURTANAL )
Citra Satelit Landsat TM
Citra yang digunakan adalah citra Landsat TM tahun 2002 dan 2007 yang sudah terkoreksi dari sumbernya untuk daerah Sidoarjo dan
sekitarnya. Citra ini digunakan untuk mengetahui tutupan lahan permukiman.
Data Tabular
Luas penggunaan lahan dalam kurun waktu tahun 1995 – 2007 Sumber : Badan Perencanaan Dan Pembangunan Kabupaten
(BAPPEKAB) Sidoarjo
Data KPR-BTN tahun 2007,
Sumber : Badan Perencanaan Dan Pembangunan Kabupaten (BAPPEKAB) Sidoarjo
Pengolahan Citra Landsat TM.
Berdasarkan hasil pra pengolahan citra, yang berupa pemilihan band untuk membuat citra komposit, dimana tujuan utama pembuatan citra komposit tersebut untuk mendapatkan kenampakan yang sesuai dengan tujuan klasifikasi yang lebih banyak diarahkan pada klasifikasi di daratan, maka dipilih citra komposit yang dibangun dari band 4, band 5 dan band 3 (dengan urutan Red Green Blue) yang dapat menghasilkan kenampakan air yang homogen serta kenampakan di daratan yang diperkirakan tidak melebihi sepuluh kelas. Optimasi kelas yang dipergunakan dalam tujuan klasifikasi penyebaran permukiman. Hasil klasifikasi menghasilkan 8 (delapan) kelas, dimana untuk kelas badan air hanya terdapat satu kelas. Hal demikian memang dilakukan mengingat tujuan klasifikasi dalam penelitian ini ditujukan untuk klasifikasi kenampakan permukaan bumi yang terbangun dan tanah kosong, dimana terjadinya perubahan permukimam dan tanah kosong tersebut merupakan bahan analisis utama. Ditinjau dari segi ketelitian
koreksi geometrik yang telah dilakukan, “Root means square error” (RMS
Error/kesalahan akar kuadrat rata –rata), yang dihasilkan adalah 4.40729 meter untuk citra Landsat tahun 2002 dilakukan secara linier dengan mempergunakan 6 (enam) buah titik kontrol tanah, mengindikasikan bahwa kedua citra tersebut sebelum dipergunakan dalam penelitian ini telah diberikan koreksi geometrik oleh
“vendor”, hal demikian ditunjukkan adanya RMS Error yang masih lebih kecil
bahkan kurang dari 50% ukuran piksel atau resolusi spatialnya. Sehingga koreksi geometrik yang dilakukan dalam penelitian ini lebih ditujukan pada uji geometrik dan registrasi citra. Langkah selanjutnya yang harus dilakukan setiap kali terjadi transformasi spasial citra yang dapat mengakibatkan perubahan-perubahan harga piksel (grey value digital number), maka perlu dilakukan resampling. Teknik resampling yang dipergunakan adalah secara linier (tetangga terdekat/neighborhood). Dalam pra pengolahan pada kedua citra tersebut tidak dilakukan koreksi radiometrik, hal ini disebabkan bahwa citra yang dipergunakan sudah diberikan koreksi radiometrik oleh “vendor”.
Citra Klasifikasi
dalam penelitian ini. Dalam penelitian ini klasifikasi dilakukan berdasarkan citra komposit, sehingga karakter obyek lebih dapat dianalisis secara lebih mendalam, dimana masing-masing harga keabuan dalam setiap band pada obyek yang sama akan berbeda. Perbedaan tersebut dapat menimbulkan terjadinya penyimpangan statistik pada masing-masing band. Penyimpangan statistik tersebut didapatkan
setelah dilakukan pengambilan “training sample”. Standar deviasi yang dapat
diterima sebagai training sample yang baik adalah 4%, dengan populasi sampel
100 piksel setiap training sampel.
Perhitungan Luas
Perhitungan luasan pada penggunaan lahan, untuk data dari peta digital Bakosurtanal di konversi (diubah/import) menjadi “coverage” yang dibaca dengan program ArcView. Coverage ini adalah data spasial yang mempunyai atribut berupa tabular. Program ArcView mempunyai kemampuan untuk menhitung luasan (Area), Keliling (Perimeter), Panjang (Length) dan lain-lain dengan menggunakan tool calculate atau sekarang banyak tersedia tool-tool plug in tambahan berupa program extension untuk menghitung luasan pada coverage. Untuk data spasial dari citra landsat terklasifikasi yang selanjutnya disebut dengan landcover (tutupan lahan) perhitungan luasan dilakukan dengan ArcView juga, alasan digunakanya arcview dalam perhitungan luasan data ini agar dapat dilakukan analisa perubahan lahan yang dibadingkan dengan peta bakosurtanal lebih tepat dan cepat karena arcview mempunyai kemampuan dalam analisa geoprosessing. Citra landsat terklasifikasi yang berupa data raster dirubah/di konversi ke data vector, konversi ini dapat dilakukan dengan tool yang ada di
software ERMAPPER yang disebut dengan “R2V” (Raster to Vektor).
Selanjutnya perhitungan luasanya dilakukan sama dengan data peta Bakosurtanal diatas. Perubahan luasan lahan didapat dari membandingan luas (area) dua data diatas dengan geoprosessing overlay intersect dengan software ArcView. Untuk penelitian ini luasan perubahan lahan yang dihitung adalah perubahan lahan perkecamatan dan per desa/kelurahan.
Analisis Spasial
Analisa Perkembangan permukiman dalam penelitian ini dilakukan dengan mengoverlaykan peta yang diproduksi BAKOSURTANAL, berupa peta topografi skala 1 : 25.000 tahun pembuatan 1997 dengan klasifikasi landcover dari citra LANDSAT TM7 tahun pengambilan 2002. Dengan perbedaan tahun dari sumber data diatas diharapkan didapatkan perbedaan luasan wilayah permukiman dan arah perkembangannya. Untuk analisa ini peta BAKOSURTANAL diambil terutama adalah penggunaan lahan.
Dari peta bakosurtanal diatas didapatkan luasan wilayah permukiman di tiga kecamatan sebagai berikut :
LUAS PERMUKIMAN PER KECAMATAN TAHUN 1996
KECAMATAN LUAS (m2) LUAS PERMUKIMAN (Ha)
Kecamatan Buduran 1752234.1470 175.22
Kecamatan Candi 4226675.9489 422.67
Kecamatan Sidoarjo 5485124.5368 548.51
Sumber : Peta Bakosurtanal skala 1 : 25000
Tabel 5.
LUAS PERMUKIMAN PER DESA/KELURAHAN TAHUN 1996
DESA / KELURAHAN LUAS (m2) LUAS PERMUKIMAN
(Ha)
DESA BALONGDOWO 160217.8969 16.02
DESA BALONGGABUS 119306.3646 11.93
DESA BANJARBENDO 322878.9391 32.29
DESA BANJARKEMANTREN 214574.2479 21.46
DESA BANJARSARI 603508.1724 60.35
DESA BLINGGO 240262.0654 24.03
DESA BLUDRU KIDUL 167766.1595 16.78
DESA BUDURAN 161853.6097 16.19
DESA CANDI 139589.9405 13.96
DESA CEMENG BANGKALAN 140.2930 0.01
DESA CEMENGKALANG 191734.2215 19.17
DESA DUKUH TENGAH 63639.9958 6.36
DESA DURUNG BANJAR 405904.6589 40.59
DESA DURUNG BEDUG 1703.7354 0.17
DESA ENTALSEWU 243024.5010 24.30
DESA GEBANG 83302.2621 8.33
DESA GELAM 294789.9389 29.48
DESA JAMBANGAN 322043.6248 32.20
DESA JATI 132696.9327 13.27
DESA KALIPECABAIAN 249880.6604 24.99
DESA KARANG TANJUNG 151549.0402 15.15
DESA KEBONSARI 301452.7912 30.15
DESA KEDONDONG 1940.0313 0.19
DESA KEDUNG KENDO 221360.9068 22.14
DESA KEDUNGPELUK 484766.3243 48.48
DESA KEMIRI 67058.4634 6.71
DESA KENDALCABEAN 388032.4966 38.80
DESA KLURAK 164254.4396 16.43
DESA LARANGAN 140041.7763 14.00
DESA LEBO 86547.3750 8.65
DESA NGAMPELSARI 341761.4828 34.18
DESA PUCANGANOM 8589.0992 0.86
DESA RANGKAH KIDUL 171311.1764 17.13
DESA SAWOHAN 277112.6188 27.71
DESA SEKAEDANGAN 167309.0568 16.73
DESA SEPANDE 45870.3750 4.59
DESA SIDODADI 156710.9181 15.67
DESA SIDOKEPUNG 158646.8496 15.86
DESA SIDOMULYO 177388.3255 17.74
DESA SIWALAN PANJI 451363.6053 45.14
DESA SUDIMORO 486091.7054 48.61
DESA SUGIH WARAS 396400.7373 39.64
DESA SUKO 582172.8508 58.22
DESA SUKOREJO 533903.9763 53.39
DESA SUMOKALI 416347.8661 41.63
DESA SUMORAME 285474.1455 28.55
DESA SUMPUT 465043.9237 46.50
DESA URANGAGUNG JEDONG 237718.2274 23.77
DESA WADUNGASIH 366294.9308 36.63
DESA WEDORO 357750.8563 35.78
KEL PUCANGANOM 316245.3394 31.62
KEL SIDOKARE 1026781.7491 102.68
KEL SIDOKUMPUL 600510.9368 60.05
KEL. BUKUSIDOKARE 759619.0034 75.96
KEL. LEMAH PUTRO 934132.2803 93.41
KEL. MAGERSARI 881399.0554 88.14
KEL. PUCANG 516864.9100 51.69
KEL. SEKARDANGAN 470917.2843 47.09
KEL. SIDOKLUMPUK 648590.6565 64.86
Sumber : Peta Bakosurtanal skala 1 : 25000
S
DESA KARANG TAN JUNG DESA SUKOR EJO DESA URANG AGUN G J EDONG
DESA KEDUNG KENDO DESA CEM ENG BAN GKALAN
DESA DURU NG BED UG
DESA SIWAL AN PANJ I DESA SIDO KEPUNG
DESA SEPANDE
DESA KLUR AK DESA WEDO RO DESA JAT I
DESA BLUD RU KID UL
DESA RANG KAH KIDU L DESA PAGERW OJO
NAMA : SRI WIWOHO MUDJANARKO NRP : 3102.204.004
6
INSTITUT T EKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA BIDAN G KEA HLIA N PENGINDER AAN J AUH
PROGRAM PASC A SARJ ANA
PETA LAND COVER HASIL CLASSIFIKASI CITRA LANDSAT TM 7
TAHUN 2002 KOTA SIDOARJO
PEMAN FA ATAN TEK NIK PENGIND ERAAN J AUH DAN SISTEM IN FOR MASI GEOGRAFIS (SIG) UNTUK M EMANTAU PEN GEM BAN GAN KAWASAN PER MUK IM AN BAR U
Gambar 6. Hasil Klasifikasi terbimbing (supervised)
Tabel 7
LUAS PERMUKIMAN PER KECAMATAN TAHUN 2002
KECAMATAN LUAS (m2) LUAS PERMUKIMAN (Ha)
Kecamatan Buduran 3547143.9823 354.71
Kecamatan Candi 8220462.2777 822.05
Kecamatan Sidoarjo 10965612.2173 1096.56
Sumber : Klasifikasi Citra Landsat TM 7 tahun 2002
Tabel 8
LUAS PERMUKIMAN PER DESA/KELURAHAN TAHUN 2002
KECAMATAN LUAS (m2) LUAS PERMUKIMAN
(Ha)
DESA BALONGDOWO 212899.7049 21.29
DESA BALONGGABUS 167606.8063 16.76
DESA BANJARBENDO 745401.5269 74.54
DESA BANJARKEMANTREN 978955.4431 97.90
DESA BANJARSARI 12393.0837 1.24
DESA BLINGGO 1897935.7973 189.79
DESA BLUDRU KIDUL 646528.8142 64.65
DESA BUDURAN 251626.5735 25.16
DESA CANDI 295228.0347 29.52
DESA CEMENG BANGKALAN 110486.0661 11.05
DESA CEMENGKALANG 199784.5775 19.98
DESA DUKUH TENGAH 7406.9163 0.74
DESA DURUNG BANJAR 45456.1154 4.55
DESA DURUNG BEDUG 269129.5592 26.91
DESA ENTALSEWU 32506.5880 3.25
DESA GEBANG 367888.7332 36.79
DESA GELAM 576281.0674 57.63
DESA JAMBANGAN 142112.3720 14.21
DESA JATI 388584.3109 38.86
DESA KALIPECABAIAN 240044.5438 24.00
DESA KARANG TANJUNG 171037.6145 17.10
DESA KEBONSARI 397150.1242 39.72
DESA KEDONDONG 63745.3125 6.37
DESA KEDUNG KENDO 326463.3475 32.65
DESA KEDUNGPELUK 214049.6501 21.40
DESA KEMIRI 173627.9646 17.36
DESA KENDALCABEAN 49945.0941 4.99
DESA KLURAK 385986.4248 38.60
DESA LARANGAN 353594.9120 35.36
DESA NGAMPELSARI 468094.4006 46.81
DESA PAGERWOJO 518212.3189 51.82
DESA PUCANGANOM 425419.9560 42.54
DESA RANGKAH KIDUL 236526.4364 23.65
DESA SAWOHAN 176407.8961 17.64
DESA SEKAEDANGAN 54631.0335 5.46
DESA SEPANDE 531248.3801 53.12
DESA SIDODADI 95497.6072 9.55
DESA SIDOKEPUNG 285648.1410 28.56
DESA SIDOMULYO 154067.6495 15.41
DESA SIWALAN PANJI 206443.1818 20.64
DESA SUDIMORO 69393.2227 6.94
DESA SUGIH WARAS 511219.6874 51.12
DESA SUKO 579463.2733 57.95
DESA SUKOREJO 552524.7986 55.25
DESA SUMOKALI 278487.7868 27.85
DESA SUMORAME 453650.3131 45.37
DESA SUMPUT 42571.1845 4.26
DESA URANGAGUNG JEDONG 237718.2274 23.77
DESA WADUNGASIH 366294.9308 36.63
DESA WEDORO 357750.8563 35.78
KEL PUCANGANOM 316245.3394 31.62
KEL SIDOKARE 1026781.7491 102.68
KEL SIDOKUMPUL 600510.9368 60.05
KEL. BUKUSIDOKARE 759619.0034 75.96
KEL. LEMAH PUTRO 934132.2803 93.41
KEL. MAGERSARI 881399.0554 88.14
KEL. PUCANG 516864.9100 51.69
KEL. SEKARDANGAN 470917.2843 47.09
KEL. SIDOKLUMPUK 648590.6565 64.86
Sumber : Klasifikasi Citra Landsat TM 7 tahun 2002
Dari dua sumber data diatas dilakukan overlay intersection dengan software Arc View. Hasil overlay peta bakosurtanal dengan citra LANDSAT TM7 tahun 2002, terjadi kecenderungan perubahan penggunaan lahan banyak terjadi di kawasan pusat kota. Sedangkan pada pada daerah rawa dan tambak di pesisir pantai sebelah timur pusat kota tidak terjadi perubahan penggunaan lahan yang cukup berarti.
Daerah-daerah yang mengalami perubhan penggunaan lahan sehingga menjadi lahan permukiman. Gejala yang cukup menonjol adalah terjadinya perubahan penggunaan lahan terbuka dan budidaya air menjadi lahan permukiman.
Perubahan luasan wilayah permukiman dapat di lihat pada tabel hasil analisa spasial berikut :
PERKEMBANGAN PERMUKIMAN PER KECAMATAN
LUAS (Ha) LUAS (Ha) LUAS (Ha) PERMUKIMAN TAHUN 1997 PERMUKIMAN TAHUN 2002 PERKEMBANGAN
Kecamatan Buduran 175.22 354.71 179.49
Kecamatan Candi 422.67 822.05 399.38
Kecamatan Sidoarjo 548.51 1096.56 548.05
Sumber : Hasil Analisa
KECAMATAN
KESIMPULAN
Aplikasi Cira Landsat Thematic Mapper Mutli Temporal
Berdasarkan hasil dari pengolahan data dan analisis hasil, maka dapat kami disimpulkan sebagai berikut :
a. Penggunaan citra Landsat Thematic Mapper Multi Temporal tahun 2002 dan Peta Topografi Bakosurtanal tahun 1997, dengan penggabungan (composite) band 4, band 5 dan band 3 pada posisi biru, hijau dan merah (Blue Green Red) dapat menghasilkan kenampakan yang spesifik yaitu delapan kelas yang dominan, sehingga memudahkan dalam verifikasi lapangan dengan batas lahan yang tampak jelas.
b. Prosedur klasifikasi yang dipergunakan adalah mempergunakan klasifikasi kemiripan maksimum (Maximum Likelihood), di daerah studi dapat dikelaskan menjadi 8 (delapan) kelas masing-masing adalah sebagai berikut :
- badan air
- tanah kosong bervegetasi - vegetasi/tanaman tahunan - tanah kosong
- terbangun kepadatan tinggi - terbangun bervegetasi - terbangun kepadatan sedang - terbangun kepadatan rendah
Perkembangan Permukiman dari hasil luasan yang didapat
a. Hasil dari peneltian ini menunjukkan perkembangan permukiman antara tahun 1997 sampai tahun 2002 antara lain : kecamatan Sidoarjo seluas 548.51 hektar menjadi 1096.56 hektar, kecamatan Candi seluas 422.67 hektar menjadi 822.05 hektar, dan kecamatan Buduran seluas 175.22 hektar menjadi 354.71 hektar.
b. Luasnya lahan permukiman di kabupaten Sidoarjo dimungkinkan karena jumlah penduduk di kecamatan ini paling besar yaitu sebesar 130.435 jiwa (sumber Kabupaten Sidoarjo dalam angka, 2003).
c. Perkembangan permukiman terbesar terdapat pada kelurahan Lebo sebesar
248.30 hektar. Hal ini sesuai dengan data “Perumahan KPR-BTN di
Kabupaten Sidoarjo tahun 2001 “, sumber data pokok untuk pembangunan publikasi no. 4 kabupaten Sidoarjo”, yang menyebutkan di kelurahan Lebo
terdapat pembangunan KPR-BTN dengan luas 47 hektare 1.930 rumah.