• Tidak ada hasil yang ditemukan

KEBIJAKAN LUAR NEGERI TURKI di

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "KEBIJAKAN LUAR NEGERI TURKI di "

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

KATA PENGANTAR

Alhamdulillahi Rabbil A’lamin Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmatNYA sehingga makalah ini dapat tersusun hingga selesai . Tidak lupa kami juga mengucapkan banyak terimakasih atas kerjasama dari rekan se-perjungan.

Dan harapan kami semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, Untuk ke depannya dapat memperbaiki bentuk maupun menambah isi makalah agar menjadi lebih baik lagi.

Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman kami, Kami yakin masih banyak kekurangan dalam makalah ini, Oleh karena itu kami sangat

mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi perbaikan dari makalah ini.

(2)

DAFTAR ISI

KATA PENGATAR BAB I PENDAHULUAN.

A.Latar Belakang Masalah B.Perumuasan Masalah C.Tujuan

BAB II PEMBAHASAN A. Individual level.

B. Analisa kebijakan luar Negeri Turki terhadap suriah. 1.Faktor ideosentrik

2.Faktor Internal 3.Faktor Eksternal.

C. Kebijakan-kebijakan Turki 5 tahun terkhir kepada Suriah. BAB III PENUTUP

(3)

BAB I

PENDAHULUAN

A.Latar Belakang Masalah

Turki adalah sebuah negara besar di kawasan Eurasia. Wilayahnya terbentang dari Semenanjung Anatolia di Asia Barat Daya dan daerah Balkan di Eropa Tenggara. Turki berbatasan dengan Laut Hitam di sebelah utara; Bulgaria di sebelah barat laut; Yunani dan Laut Aegea di sebelah barat; Georgia di timur laut; Armenia, Azerbaijan, dan Iran di sebelah timur; dan Irak dan Suriah di tenggara; dan Laut Mediterania di sebelah selatan. Laut Marmara yang merupakan bagian dari Turki digunakan untuk menandai batas wilayah Eropa dan Asia, sehingga Turki dikenal sebagai negara transkontinental. Ibu kota Turki berada di Ankara namun kota terpenting dan terbesar adalah Istanbul. Disebabkan oleh lokasinya yang strategis di persilangan dua benua, budaya Turki merupakan campuran budaya Timur dan Barat yang unik yang sering diperkenalkan sebagai jembatan antara dua buah peradaban. Dengan adanya kawasan yang kuat dari Adriatik ke Tiongkok dalam jalur tanah di antara Rusia dan India, Turki t elah memperoleh kepentingan strategis yang semakin tumbuh.

(4)

Negara modern Suriah sebenarnya telah berdiri sejak melemahnya Kekhalifahan Turki Usmani pasca Perang Dunia I dengan memperoleh mandat dari negara Prancis. Setelah kemerdekaan diraih Suriah pada 24 Oktober 1945, Negara Republik Suriah yang menetapkan sistem parlementer ini menyatakan diri sebagai anggota pendiri PBB, sehingga mengakhiri mandati Prancis secara legal,

meskipun tentara Prancis benarbenar meninggalkan kawasan Suriah pada April 1946. Periode pasca kemerdekaan merupakan periode yang penuh gejolak dan sejumlah peristiwa kudeta berlangsung selama masa periode 1949 sampai dengan 1971. Pada 1958, Suria bersama Mesir memasuki Persatuan Negara-Negara Republik Arab, namun berakhir pada tahun 1961 dengan terjadinya kudeta militer dan gejolak terus terjadi sampai dengan Referendum Konstitusi pada 1 desember 1961. Selanjutnya kudeta yang dilancarkan oleh Partai Ba’atth (yang berhaluan kiri) menempatkan Suriah ke dalam kekuasaan tunggal partai Ba’ath yang

memanfaatkan Hukum darurat (Emergency Law) sejak tahun 1961 sampai dengan tahun 2011. Partai Ba’ath menempatkan Hafez Al-Assad sebagai presiden pertama tahun 1970 yang menjabat tak tergantikan bak seorang raja hingga wafatnya pada tahun 2000. Sejak saat itulah tampuk pemerintahan negara Republik Arab Suriah dilanjutkan oleh putra Hafez Al-Assad, yaitu Bashar Al-Ashad melalui pemilu di parlemen. Hingga saat ini Bashar Al-Assad menjadi presiden dengan gaya kepemimpinan satu tangan seperti ayahnya. Demikianlah, negara republik yang dibentuk dengan semangat demokrasi ini mempertunjukkan suatu model pemerintahan republik yang absolut dengan kekuasaan sentralitis di tangan presiden. Demikian juga parlemen dikuasai oleh satu partai pendukung presiden yaitu partai Ba’ath yang menguasai kursi parlemen Republik Arab Suriah melalui kudeta militer pada 1961.

(5)

membuyngkam demokrasi Rakyatnya dengan kekerasan. Dan Turki mengambil sikap mendukung oposisi yang menentang Rezim Asad.

B. Pokok Permasalahan

Dari pemaparan latar belakang di atas, dapat diambil suatu pokok permasalahan yaitu:

Mengapa Turki mendukung oposisi Suriah ?

Mengapa Turki dengan swadaya bersedia menampung pengungsi Suriah ? Padahal hubungan kedua negara sebelumnya sangat baik.

C.Tujuan

(6)

BAB II

PEMBAHASAN

A.Individual Level.

Sejak kekhalifahan Utsmaniyah di Turki runtuh pada 3 maret 1924 ,Lahirlah Turki dengan ideologi sekuler di bawah pimpinan Mustafa Kemal.sejak saat itu konstitusi Islam dilebur dengan konstitusi sekuler.konsep negara Turki modern yang dicanangkan Mustafa Kemal dengan menghapus nilai-nilai Islam dalam sendi-sendi negara . diantara nya mengganti abjad arab menjadi latin ,melarang kehidupan warga Turki yang menampilkan gaya kehidupan seperti era kesultanan utsmaniyah.menerapkan sistem pendidikan negara ala

barat,menyingkirkan pendidikan madrasah.menanam sistem ekonomi kapitalis dan meninggalkan sistem ekonomi syariah.sejak saat itu Turki yang pernah menjadi kekuatan dunia menjadi pesakitan dan terpuruk dalam segala bidang .delapan dekade lebih Turki tak mampu bangkit .Pada tahun 1996 partai Refah yang bernafaskan Islam mangantarkan Prof..Neichmetin Erbakan menjadi perdana menteri Turki. Erbakan mempunyai visi nsionalime islamis untuk membangun Turki kembali dan menjalin hubungan dengan negara-negara Arab untuk membangkitkan kekuatan dunia Islam.namun cita-cita tersebut musnah ketika kudeta militer 1997 yang memaksa Erbakan mundur.perjuangan dari Partai Refah yang dibubarkan dihidupkan kembali oleh partai keadilan pembangunan (AKP) pimpinan Recip Tayib Erdogan yang memenangkan pemilu tahun 2002,dan setahun berikutnya mengantikan Abdullah Gul sebagai Perdana menteri.Kiprah Politik Recip Tayyib Erdogan yang merupakan anak didik dari Prof.Necmitin Erbakan mampu membuat gebrakan-gebrakan baru yang menjadikan Turki menjadi kekuatan ekonomi baru yang disegani di Eropa maupun

(7)

Hal itu tidak terlepas dari latar belakang kehidupan nya yang Pernah mengenyam pendidikan Madrasah dan lingkunan Relijius semasa mudanya hingga mendirikan Partai keadilan yang islamis.

Erdogan menaruh perhatian besar dan memprioritaskan kebijakan Luar Negeri nya kepada Negara-negara Muslim.dari mulai bencana Tsunami Aceh

,Palestina,Rohingya hingga konflik yang berkepanjangan di Suriah.

Di antara kebijakan-kebijakan Luar Negeri Turki terhadap dunia Islam, dalam makalah ini Saya akan menganalisa Kebijakan Luar Negeri Turki Terhadap Suriah.

B.Analisa Kebijakan Luar Negeri Turki Terhadap Suriah

Ada beberapa Faktor yang melatar belakangi kebijakan Pemerintah Turki Terhadap Suriah, diantaranya :

1.Faktor idiosentrik dari model Rosenau.

Ada dua Faktor model Rosenau yang dapat menggambarkan Erdogam sebagai pemimpin Turki dalam membuat kebijakan .

 Pertama Faktor Value,

kebijakan Luar Negeri yang dibuat Erdogan untuk Suriah tidak terlepas dari prinsip dan ideologi Islamis yang telah tertanam subur sejak dilingkungan Keluarga ,pendidikan hingga menjadi aktifis di gerkan nasional Islam dan Parpol Rafah yang islamis.mengingat Erdogan menganut Sunni yang menjadi mayoritas penduduk Turki dan Suriah .sehingga ada persamaan aqidah dan rasa persaudaraan dengan Rakyat Suriah.

(8)

Erdogan yang mempunyai Idealisme Islam dan Nasionalis dalam perjalanan karir politik nya seringa menemui batu sandungan dengan konstitusi sekuler Turki.karna faham sekuler Turki sangat sensitive dengan kegiatan yang bernuansa islamis.akibat hal tersebuat Erdogan pernah di jebloskan Penjara gara-gara karangan puisi nya yang dinilai melecehkan nilai-nilai Sekuler.karna Erdogan pernah merasakan melawan kecongkakan Sekuler Turki yang diciptakan Mustafa Kemal inilah ,Erdogan merasa terppanggil untuk membantu Rakyat Suriah dari

kecongkakan Assad yang hampir sama seperti Musatafa Kemal yang dulu pernah memimpin Turki dengan tangan besi.

2.Faktor Internal

a. Kondisi perpolitikan dalam Negeri dimana Pemerintahan dikuasai oleh Partai Keadilan (AKP) yang memiliki ideologi Nasionalis dan Islamis memiliki pandangan untuk mendukung penuh oposisi suriah dan mendesak asad mundur karna telah membantai rakyantya sendiri. Presiden Erdogan sebagai Ketua dari Partai AKP dalam berbagai Forum Internasional mengajak Masyarakat

Internasional untuk membantu Rakyat Suriah dan meminta Assad Turun Segera. b.Peran opini Publik (The role of public opinion) model Alex Mintz. Rakyat Turki yang menyaksikan langsung kekerasan Damaskus terhadap rakyatnya meminta Pemerintah Turki untuk melakukan Tindakan membantu krisis Suriah.

c.Kepentingan Ekonomi dan Keputusan kebijakan Luar Negeri model Alex M.

(9)

d.Adanya ikatan emosional Rakyat Turki dan Suriah.

Erdogan Selaku Presiden Turki yang warganya manganut mayoritas Sunni merasa mempunyai hak unutk membantu Rakyat Suriah yang Mayoritas

Sunni.apalagi di Suriah terdapat etnis Turk men yang masih satu bangsa dengan Turki.

e. Tanggal 3 Oktober 2012 rudal yang ditembakkan militer Suriah menyasar ke Wilyah Ackale Memicu ketegangan yang serius anatar dua Nagara ,karna serangan tersebut menewaskan warga sipil Turki.

3.Faktor Eksternal.

a. Erdogan menginginkan Turki menancapkan Pengaruhnya di percaturan Politk Internasional,dengan memperluas pengaruhnya di timteng untuk terlibat langsung dalam penyelesaian konflik Suriah. Turki tidak ingin melihat Amerika dan Rusia mengontrol secara absolut konflik Suriah yang wilyah nya berdekatan dengan Turki.. Karena jika Turki diam secara tidak Langsung melemahkan kwibawaan posisi Turki di kawasan maupun internasional.

b.Detterence and Arm Races model Alex Mintz.

Selama ini Turki mempunyai musuh kelompok separatis PKK yaitu partai pekerja Kurdistan yang selama ini melakukan serangkaian aksi kekerasan dengan bom bunuh diri dan sabotase yang menelan banyak warga sipil.

Kelompok PKK sendiri memiliki basis di Suriah Utara dan sikap Asad yang memberi akses PKK di Suriah utara untuk merencakanan aksi terror kepada Turki menjadi alasan kuat Erdogan terlibat lebih jauh dalam konflik Suriah.

c. Aliansi model Alex Mintz.

(10)

aliansi dengan menggandeng NATO maupun koalisi Arab untuk menghadapi Persoalan di Suriah.

Turki menjadi negara pertama yang paling merasakan imbas dari konflik vertikal yang terjadi di Suriah, karena posisi wilayah Turki yang berbatasan langsung dengan Suriah di bagian utara. Sejumlah 137.756 masyarakat Suriah terregistrasi menjadi pengungsi di Turki di tahun 2012. Kemudian bertambah hingga 380.000 di pertengahan tahun 2013. data tersebut adalah data bagi mereka yang melakukan registrasi resmi dengan menyerahkan dokumen-dokumen negara seperti kartu penduduk, kartu keluarga atau passpor. Diperkirakan terdapat

60.000-70.000 orang yang memasuki Turki secara ilegal (tidak membawa

dokumen resmi).6 Angka tersebut terus bertambah hingga mencapai 2.715.789 di tahun 2016.7 Banyak orang-orang yang mengungsi ke negara Turki bagian selatan untuk mencari keselamatan dan perlindungan. Wilayah Turki begitu strategis bagi pengungsi Suriah karena selain berbatasan langsung, warga Suriah juga dapat melewati Turki untuk menyeberang ke Eropa karena Turki adalah negarayang berada di wilayah Eurasia (Eropa dan Asia). Sehingga memudahkan pengungsi untuk menyeberang ke Eropa. Banyak dari pengungsi yang melakukan transit di Istanbu untuk kemudian menyeberangi laut Marmara untuk melanjutkan hidup di Eropa.

(11)

Assad dari posisi Presiden Suriah yang telah dijalankannya selama 15 tahun. Rakyat melihat keluarga Assad telah menjalankan pemerintahan monarki yang dibungkus republik. Terlebih dominasi kekuasaan telah memperkaya pihak Assad dan keluarga serta militer yang mendukung Assad. membuat rakyat

marah.Ketegangan antara keduanya terus mengalami peningkatan sejak tanggal 3 Oktober 2012 setelah serangan mortir dilancarkan dari arah Suriah ke Turki. Mortir tersebut mendarat di sebuah rumah warga di Akcakale, desa di perbatasan Turki dan menewaskan lima warga sipil Turki. Para korban tewas terdiri dari dua wanita dan tiga anak -anak. Atas serangan itu, militer Turki langsung melancarkan aksi balasan dengan menggempur di beberapa titk daerah Suriah.

C.Kebijakan-Kebijakan Turki 5 tahun terakhir terhadap Suriah. 1.Menampung Pengungsi Suriah.

Penerimaan sebuah negara atas gelombang pengungsi dari negara lain bukanlah hal mudah, di awal konflik meletus tahun 2011 di Suriah Negara-neagara tetangga Suriah dan Eropa mempunyai sikap keberatan untuk menerima pengungsi kecuali Jerman Negara Eropa yang sudah menampung satu juta lebih Pengungsi.. Namun berbeda dengan Turki, negara yang pernah menaungi hampir seluruh dunia Islam dan menjadi pusat Khilafah Usmaniyah sampai tahun 1924 ini. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menilai negaranya memiliki kewajiban terhadap Pengungsi Suriah.

Kebijakan Luar Negeri ‘Pintu terbuka’ terhadap Pengungsi Suriah menjadikan Turki sebagai Negara yang paling ramah terhadap pencari suaka dari korban sipil perang suriah.

Di tahun 2011 Turki telah menghabiskan dana sebesar $15 juta untuk membangun kamp pengungsian (http://syrianrefugees.eu). Selanjutnya di tahun 2012,

(12)

pengeluaran Turki naik menjadi $1,5 dari total pengungsi Suriah dan Irak sudah 3 juta pengungsi hingga saat ini menurut UNHCR (United Nations High

Commissioner for Refugees. ). Pusat Dana Tanggap Darurat (CERF) antara tahun 2011 dan 2015 jauh lebih sedikit dari dana yang diterima oleh Irak, Yordania dan Lebanon meskipun menampung lebih banyak pengungsi.. lebanon telah menerima $ 39.5 juta Jordan $ 27.2 juta dan Irak $ 20.6 juta sementara Turki hanya menerima $ 11.1 juta. Namun hal demikian tidak bermasalah Bagi Presiden Turki ,dimana Turki sedang mngalami kemajuan ekonomi pesat.

Pada pidato Presiden Turki di Ankara 03 september 2015 pidato di forum G20.Erdogan mengatakan Eropa telah mengubah mediterania menjadi kuburan pengungsi, pasalnya Para pengungsi yang mencari suaka ke Eropa ditolak hingga akhirny mereka tenggelam di mideterania.

pada salah satu wawancara Tv ARD Jerman .Erdogan mengeluh Pemimpin eropa tidak tulus’ kesepakatan Uni Eropa-Turki pada Maret lalu, pasca terjadinya kudeta gagal Turki 15 Juli. esepakatan tersebut berisi perjanjian agar Turki mencegah para pencari suaka untuk menyeberangi Yunani serta menampung pengungsi yang ingin ke Eropa..sebagai imbal baliknya, Uni Eropa akan memberi berbagai macam bantuan dan mengucurkan dana 3 Milyar euro untuk para pengungsi yang

ditampung di Turki. Namun juga belum terealisasi. Fasilitas untuk pasa pengungsi Suriah di Turki .

 Presiden Recip Tayyib Erdogan memberikan Progam pendidikan dan kesehatan Gratis untuk anak-anak Suriah.

 Memberikan beasiswa dan lapangan pekerjaan untuk pengungsi Suriah.

 Pada tanggal 3 July 2016 Presiden Erdogan berbicara di Provinsi

Kilis, Selatan Turki, yang berbatasan dengan Suriah dan menampung lebih dari 120.000 pengungsi Suriah, mengatatakan akan

(13)

Turki menjadi penampung sekitar 2,7 juta pengungsi Suriah ditambah dari Irak, Erdogan mengatakan bahwa Turki selama ini telah mengeluarkan sekitar USD 12 milyar (€ 11 milyar) atau Rp 160 triliun. Untuk kebutuhan Pengungsi.

2.Mengirim bantuan Logistik berupa makanan dan obat Untuk Rakyat Suriah yang diblokade pemerintah Suriah.

selain kebijakan pintu terbuka untuk menampung pengungsi Suriah. Inturksi dari Presiden Erdogan untuk mengirim logistic berupa makanan dan obat untuk Rakyat Suriah yang di blokade Bashar Assad.

3.Operasi Militer Perisai Efrat

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, pada hari Rabu (24/08/16), secara resmi memulai proses operasi “perisai Efrat,” untuk memerangi kelompok teroris ISIS dan sayap bersenjata PKK di Suriah. Erdogan mengatakan dalam pidatonya yang disiarkan televisi secara langsung “operasi perisai Efrat dimulai untuk mengakhiri serangan terhadap Turki dari dalam wilayah Suriah.”

Sumber di pemerintah Turki menegaskan bahwa proses “Operasi Perisai Efrat” akan berlanjut sampai memenuhi tujuannya, dan bahkan menjamin kelangsungan hidup kesatuan tanah Suriah.

Operasi perisai Efrat bertujuan untuk menghancurkan kekuatan Paukan PKK dan ISIS yang selama ini telah melakukan serangkaian terror dan aksi bom bunuh Diri di Ankara dan Istambul.hal ini menjadi perhatian serius pemerintah Turki karena menyangkut keamanan Rakyat Turki dan juga iklim investasi di negara tsb. Kedua kelompok yang telah lama di buru oleh pemerintah Turki bersarang di sekitar Kota jabarlus Suriah utara. Mereka mengontrol penuh wilayah tersebut

.pertimbanagan Turki untuk melakukan operasi ini karena Suriah telah kehilangan control atas wilayah tsb dari PKK dan ISIS. Dan Turki tidak mau diam terlalu lama untuk bertahan mangkis spionase dan sabotase serangan yang dilancarkan ke wilayah perbatasan Turki dan dua kota terpenting Turki yaiut Ankara dan

(14)

Untuk melakukan intersep kedalam wilayah Suriah Utara tepatnya kota jabarlus dan distrik Al bab.

BAB III

PENUTUP A.Kesimpulan.

1.Hasil analisis dari faktor-faktor yang mempengaruhi perlakuan negara suaka terhadap pengungsi dan perubahan kebijakan suaka Turki menunjukkan bahwa Turki memiliki komitmen untuk menjaga stabilitas dan memerangi para pemberontak dan teroris.

2. Kebijakan Turki dalam menampung pengungsi Suriah karena iklim keadaan dalam Negeri Turki sekaligus pengaruh gaya kepemimpinan Recip tayyib

Erdogan yang memilki perhatian serius terhadap persoalan timur tengah termasuk Suriah yang mampunyai perbatasan langsung dengan Turki.

3. Kepentingan Turki terhadap pergantian rezim di Suriah disebabkan oleh beberapa faktor. Pertama, keamanan nasional yang mana konflik Suriah

(15)

Kedua, keinginan Turki untuk menjadi emerging power di Timur-Tengah yang berhubungan dengan kemampuan Turki dalam menyelesaikan konflik di wilayah regional.

.

B. Dafar Pustaka.

the-turkish-government.htm

Anti-Syrian Sentiment on the Rise in Turkey. Dalam

http://www.al-monitor.com/pulse/politics/2013/11/turkey-anti-syriasentiment-increase.html.

(16)

Referensi

Dokumen terkait

keempat menganalisa faktor-faktor domestik yang mempengaruhi kebijakan luar negeri Belanda terhadap proposal keanggotaan Turki ke Uni Eropa pada tahun 2005

Kebangkitan Turki yang dipimpin oleh seorang muslim membawa negara tersebut menjadi lebih religius dalam membuat kebijakan, memasukan nilai-nilai Islam secara perlahan, bisa

Prestasi yang besar, khususnya di sektor pertanian, telah mengubah posisi Indonesia dari negara pengimpor beras terbesar di dunia dalam tahun 1970-an menjadi negara yang

Dalam kelompok kedua, visi PMD adalah membangun alignment dengan kekuatan lain di kawasan regional yang dapat menunjang posisi strategis dan kepentingan nasional Indonesia

Untuk menjalin hubungan dengan negara-negara di dalam kawasan, khususnya Asia Tenggara, India memiliki kebijakan yang disebut dengan Look East.. Kebijakan tersebut

Penulis telah mengajukan argumentasi sementara bahwa kebijakan luar negeri Pemerintah Belanda berupa menolak Menteri Turki untuk memasuki wilayah Belanda disebabkan oleh adanya

Reaksi Keras Turki Akibat Penyerangan Kapal Konvoi Mavi Marmara Faktor lain yang juga membuat ketegangan antara Turki dan Israel semakin meningkat adalah serangan

Skema Poros Maritim Dunia Sumber: Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Perhubungan dan Tim Komunikasi Pemerintah Kemkominfo 2017 Strategi Indonesia dalam Mewujudkan Visi